Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah

MENJAGA KERAHASIAAN BANK SEBAGAI WUJUD PERLINDUNGAN
NASABAH

TESIS

Oleh

AGUSTINUS SAYUR MATUA PURBA
047005001/HK

E

K O L A

S

H

S

N

A

PA
C

ASARJA

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

MENJAGA KERAHASIAAN BANK SEBAGAI WUJUD PERLINDUNGAN
NASABAH

TESIS

Untuk Memperoleh Gelar Magister Humaniora
dalam Program Studi Ilmu Hukum pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara

Oleh

AGUSTINUS SAYUR MATUA PURBA
047005001/HK

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Judul Tesis

: MENJAGA KERAHASIAAN BANK SEBAGAI WUJUD
PERLINDUNGAN NASABAH

Nama Mahasiswa

: Agustinus Sayur Matua Purba

Nomor Pokok

: 047005001

Program Studi

: Ilmu Hukum

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH)
Ketua

(Dr. Zulkarnain Sitompul, SH, LL.M)
Anggota

Ketua Program Studi

(Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH)

(Dr. Sunarmi, SH, M.Hum)
Anggota

Direktur

(Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B., MSc)

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Tanggal lulus : 20 Januari 2009

Telah diuji pada
Tanggal 20 Januari 2009

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua

: Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH

Anggota

: 1. Dr. Zulkarnain Sitompul, SH, LL.M
2. Dr. Sunarmi, SH, M.Hum
3. Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, M.Hum
4. Dr. Mahmul Siregar, SH, M.Hum

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

ABSTRAK

Prinsip kerahasiaan bank merupakan prinsip yang dianut oleh setiap bank
didalam melaksanakan operasionalnya dimana prinsip kerahasiaan bank ini
diperlukan guna melindungi nasabah dari pihak-pihak yang tidak memiliki
kepentingan dan dapat merugikan nasabah. Seiring dengan perkembangannya, Bank
Indonesia telah banyak mengeluarkan ketentuan-ketentuan yang melindungi
kepentingan nasabah, kepentingan bank dan kepentingan hukum demi penegakan
hukum, hal ini disebabkan karena tidak menutup kemungkinan dengan diterapkan
prinsip ini telah terjadi penyimpangan-penyimpangan khususnya terhadap tindak
pidana Pencucian uang (money laundering) sehingga Bank Indonesia sebagai
lembaga pembina dan pengawas perbankan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia
Nomor 5/21/PBI/2003 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bank Indonesia
Nomor 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your
Customer Prinsiple). Selain dari pada itu Bank Indonesia juga mengeluarkan
Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/6/PBI/2005 tanggal 20 Januari tentang
Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah yang
tujuan nya untuk melindungi nasabah dari perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan
nasabah.
Jenis Penelitian didalam tesis ini adalah Yuridis Normatif yaitu dengan
melakukan analisis terhadap permasalahan dan penelitian ini melalui pendekatan
terhadap asas-asas hukum serta mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat
dalam peraturan perundang-undangan berdasarkan klasifikasi bahan hukum.
Penelitian yuridis normatif ini menggunakan data skunder yang dikumpulkan dengan
mempergunakan studi dokumen/ studi pustaka (library research). Sifat penelitian ini
adalah deskriptif analitis yaitu penelitian ini menggambarkan tentang situasi atau
keadaan yang terjadi terhadap permasalahan yang dikemukan, dengan tujuan untuk
membatasi kerangka studi kepada tentang keberadaan kerahasiaan bank sebagai
wujud perlindungan nasabah. Data analisis secara kualitatif yang akan dikemukan
dalam bentuk uraian sistematis dengan menjelaskan hubungan antara berbagai jenis
data sehingga selain menggambarkan dan mengungkapkan diharapkan akan
memberikan solusi atas permasalahan dalam penelitian ini.
Penerapan Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/6/PBI/2005 tentang
Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah
ditujukan untuk melindungi nasabah dari penyimpangan-penyimpangan yang
ditimbulkan akibat kesalahan operasional bank. Penerapan kerahasiaan bank
dilakukan untuk menjaga dan meyakinkan dan menenangkan nasabeh ketika
menyerahkan keterangan pribadinya yang bersifat rahasia kepada bank yang
mempunyai hubungan kontraktual tersebut, sehingga kedepan perlu dibuat suatu
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

ketentuan yang baku setingkat Undang-Undang mengenai rahasia bank sehingga
dapat memberikan kepastian hukum tentang rahasia bank.

Kata Kunci : Menjaga Kerahasiaan, Perlindungan nasabah.

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

ABSTRACT

The Confidential of bank is a kinds of principle which is adhered by every
bank in running its business. This principle of secretcy is necessary to protect the
customers from the well being of parties that can injure them. Along with their
development, and for the sake of customers and banks. Banks of Indonesia has
published many protecting law decissions. These problems are hapenned because of
the deviation, especially in the criminal action of money laundering. As an institution
of banking builders and controllers, Bank Indonesia published a Regulations
No.5/21/PBI/2003. It was about second alteration of Regulation No. 3/10/PBI/2001
which contained the “Know Your Customer Principle” Beside of this, Bank of
Indonesia also published the Regulation No.7/6/PBI/2005 dated 20 th January 2005
containing The Informative Transparancy of Bank Product and The Use of
Customer’s Personal Data. Its purpose was to protect the customers from the well
being which could injure them.
The kind of research of this thesis is Jurisdiction of Norm. It was done by
analysing the problem with the approach to the principle of law and reffering to the
norm of law which were found in the regulation of law based on the classification of
law materials. This Jurisdiction of Norm used the library research, the secondary data
were collected from documented material. The characteristic of the research was
analytic descriptive. It described about the situation and the condition which were
occurred into the founded problem with its purposes of limiting the frame of study
into the present of secretcy of bank as an exitence to protect the customers. The
qualitative analysed data would be found of systematic description by explaining the
relation among the various kind of data, so, beside describing and explaining the data
this research would be hoped to produce the solution to the problems.
The appliction of Regulation of Bank of Indonesia No.7/6/PBI/2005 contained
the Informative Transparancy of Bank Product and The Use of Customer’s Data was
purposed to protect the customers from deviations which were impacted by the faults
of banking operation. The banking secretcy are applied to secure, to convice and to
give the profit to the customers when they inform their personal data condidentially
to the bank that have the contractual relation as high as laws for the banking secretcy,
so it can give the law assurance in banking of secretcy.

Keywords : To secure the secretcy, customer protection.

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugerah
yang diberikan-Nya kepada penulis sehingga penulis diberikan kesehatan dan
kemampuan untuk menyelesaikan tesis ini. Walaupun penulis menyadari sepenuhnya
bahwa tesis ini jauh dari sempurna.
Adapun judul penelitian yang ditulis oleh penulis adalah “Menjaga
Kerahasiaan Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah”. Penyelesaian tesis ini tidak
akan rampung tanpa bantuan, saran maupun petunjuk yang diberikan kepada penulis
oleh pembimbing maupun penguji baik pada saat pengajuan judul sampai penyusunan
tesis ini.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-sebesarnya kepada:
1. Bapak Prof. Chairuddin P. Lubis, DTM&H., Sp.A (K), selaku Rektor atas
kesempatan menjadi mahasiswa pada Program Studi Magister Ilmu Hukum
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa. B. Msc, Direktur Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara atas kesempatan yang telah diberikan untuk

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

menyelesaikan pendidikan Program Studi Magister Ilmu Hukum Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Prof. Dr. H. Bismar Nasution, SH., MH, selaku Pembimbing Utama
sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Hukum yang telah memberikan
bimbingan sampai akhirnya penulis dapat menyelesaikan perkuliahan dan
menyelesaikan tesis pada Program Studi Magister Ilmu Hukum Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera.
4. Bapak Dr. Zulkarnaen Sitompul, SH., LL.M selaku Anggota Komisi
Pembimbing II yang telah banyak memberikan masukkan dan arahan kepada
penulis.
5. Ibu Dr. Sunarmi, SH., M.Hum, selaku selaku Anggota Komisi Pembimbing III
dan juga sebagai Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Hukum yang telah
banyak memberikan masukkan dan arahan kepada penulis.
6. Bapak Prof. Dr. Budiman Ginting, SH., M.Hum, selaku penguji penulis
mengucapkan banyak terima kasih atas masukkan dan sarannya guna
perbaikan tesis ini.
7. Bapak Dr. Mahmul Siregar, SH., M.Hum, selaku penguji

penulis

mengucapkan banyak terima kasih atas masukkan dan sarannya guna
perbaikan tesis ini.
8. Seluruh Guru Besar serta Dosen pada Program Studi Magister Ilmu Hukum
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

9. Seluruh Staf dan karyawan dan karyawati Sekolah Pascasarjana khususnya
kepada karyawan dan karyawati pada Program Studi Magister Ilmu Hukum
Universitas Sumatera Utara.
10. Secara Khusus kepada orang tuaku tercinta dan juga belahan jiwaku
DJORMAN. PURBA, SH dan KARPINA Br DAMANIK atas kesabaran
dan dukungan moril dan spritual maupun materil yang diberikan kepada
penulis, serta memberikan cinta dan kasih sayang yang tiada henti-hentinya
bagi penulis, dan juga kepada adik-adik penulis NOPINUS ANDREAS
PURBA, SE dan JUPENTUS SEHAT MARTUA PURBA, Amd atas
dukungan dan doanya kepada penulis.
11. Terima kasih yang sedalam-dalamnya khususnya kepada Bapak Ketua dan
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kupang beserta para Hakim dan Staf
Struktural maupun Fungsional Pengadilan Negeri Kupang yang telah
memberikan kesempatan, dukungan dan motivasi untuk menyelesaikan studi di
Sekolah Pascasarjana Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas
Sumatera Utara.
Ucapan terima kasih kepada teman-teman terbaik saya (My best Friend)
Pantun Panggabean, SH., MKn, Bangun Kantate Lukas Totays Sibarani, SH.,
Chandra Saut Maruli Sianturi, SH., Lukman Antoni Silalahi, SH., Sabam Efendi

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Simangunsong, SH., Tengku Said Abdul Azis, SH., Sonly. F. Aritonang, SH, dan
Imelda Pardede, SH.
Ucapan terima kasih kepada teman-teman Pascasarjana Stb. 2004 Khususnya
pada klas Reguler seperti: Pak Malem Ginting, SH., M.Hum, Pak Zulkarnaen
Nasution, SH, Bu Deliani, SH., M.Hum, Bu Yusriana, SH., M.Hum, Kak Theresia
Simatupang, SH., M.Hum, Kak Zulfi Chairi, SH.,M.Hum, Kak Rita Erlina, SH.,
M.Hum, Bang Abu Bokar, SH., M.Hum, Bang Dhani Perwira, SH., M.Hum, Katerina
Melati Siagian, SH.,M.Hum, Golda Meyer, SH., M.Hum, Pandapotan Tamba, SH.,
M.Hum.
Ucapan terima kasih juga pada klas Paralel seperti: Pak Arifin, SH., M.Hum,
Pak Didik M. SH., M.Hum, Bang Marcos Simare-mare, SH., M.Hum, Ledies
Bangun, SH., M.Hum, Daniel Mario Sigallingging, SH. dll, atas dukungan dan
kesempatan mengenal dan saling bertukar pikiran ketika sama-sama berada
dikampus.
Secara Khusus penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Mariani
Sipayung, SH, atas bantuannya yang tidak kenal lelah mencari bahan-bahan
penulisan tesis ini, dan juga kepada dr. Soli Grace Marion Sitopu atas dukungan
doanya, serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu.

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Penulis juga berharap bahwa tesis ini kiranya dapat memberikan kontribusi
pemikiran bagi semua pihak yang berkepentingan, namun penulis menyadari
sepenuhnya bahwa tulisan ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis memohon
saran dan masukkan kepada kalangan-kalangan peneliti selanjutnya agar penelitian
ini menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan
khususnya tentang perlindungan nasabah.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan berkat dan Anugrah-Nya
kepada kita semua.
Syalo…m, TUHAN memberkati…

Medan,

Januari 2008

Penulis,

AGUSTINUS SAYUR MATUA PURBA
NIM : 047005001/HK

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

RIWAYAT HIDUP
Nama

: Agustinus Sayur Matua Purba

NIP

: 220005907

Tempat/ Tangggal Lahir

: Tanjung Morawa, 25 Agustus 1978

Jabatan

: Calon Hakim Peradilan Umum

Organisasi/ Unit Kerja

: Pengadilan Negeri Kupang.
Jln. Palapa No. 18 Oebobo Kupang. 85000

Instansi

: Mahkamah Agung Republik Indonesia

Agama

: Kristen Protestan

Alamat

: Jln. Gereja No. 1 Dsn XII Desa LimauManis Kec.

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Tanjung Morawa, Kab. Deli Serdang, Prop. Sumatera
Utara. 20362
: Jln. Kambaniru No. 9 RT/RW. 19/05 Kel. Kuanino,
Kec. Oebobo, Kota Kupang, Prop. Nusa Tenggara
Timur.

Pendidikan Umum
1. SD

Tahun 1991

2. SMP

Tahun 1994

3. SMU

Tahun 1997

4. S 1

Tahun 2002

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ..................................................................................................

i

ABSTRACT .................................................................................................

iii

KATA PENGANTAR ..................................................................................

iv

RIWAYAT HIDUP ......................................................................................

ix

DAFTAR ISI …………………………………………………………………

xi

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………

1

A. Latar Belakang ........................................................................

1

B. Perumusan Masalah .................................................................

10

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

C. Tujuan Penelitian .....................................................................

11

D. Manfaat Penelitian ...................................................................

11

E. Keaslian Penelitian ..................................................................

12

F.

Kerangka Teori .......................................................................

12

G. Metode Penelitian ....................................................................

18

1. Jenis dan Sifat Penelitian ....................................................

19

2. Teknik Pengumpulan Data..................................................

19

3. Analisis Data ......................................................................

19

4. Penarikan Kesimpulan ........................................................

20

BAB II KERAHASIAAN BANK DAN NASABAH ................................ .

21

A. Rahasia Bank ...........................................................................

21

1. Pengertian Rahasia Bank ....................................................

21

2. Sifat Rahasia Bank .............................................................

24

B. Penerapan Rahasia Bank di Indonesia .....................................

27

1. Ketentuan Hukum Rahasia Bank ........................................

27

2. Penerapan Ketentuan Rahasia Bank ...................................

33

C. Hubungan Bank dengan Nasabah .............................................

45

D. Mekanisme Perlindungan Nasabah ..........................................

50

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

1. Alasan Bank Menjaga Kerahasiaan Bank............................

50

2. Analisis Terhadap Transparansi Produk dan Penggunaan
Data Pribadi Nasabah .........................................................

56

BAB III PRINSIP
MENGENAL
NASABAH
(KNOW
YOUR
CUSTOMER) DENGAN RAHASIA BANK …………………… .

65

A. Pengertian Prinsip Mengenal Nasabah (Know YourCustomer) .................................................................................

65

B. Dasar Hukum Prinsip Mengenal Nasabah (Know YourCustomer principle) ..................................................................

69

C. Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your
Customer Principle).................................................................

71

D. Hubungan Prinsip Mengenal Nasabah (Know YourCustomer) dengan Rahasia Bank..............................................

80

BAB IV PENERAPAN KETENTUAN RAHASIA BANK
DALAM MEMBERANTAS/ MENCEGAH TINDAK
KEJAHATAN ………………………………………... .................

83

A. Kejahatan perbankan dan Kejahatan Rahasia Bank ..................

83

B. Pengecualian Rahasia Bank .....................................................

87

1. Untuk Kepentingan Perpajakan...........................................

89

2. Untuk Kepentingan Penyelesaian Piutang Bank ..................

92

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

3. Untuk Kepentingan Peradilan Pidana ..................................

93

4. Untuk Kepentingan Pemeriksaan Peradilan Perkara
Perdata ...............................................................................

94

5. Untuk KepentinganTukar menukar Informasi Antar
Bank ...................................................................................

95

6. Untuk Kepentingan Pihak Lain Yang Ditunjuk Nasabah dan
Untuk Kepentungan Waris..................................................

98

C. Kasus-kasus yang berhubungan dengan Rahasia Bank .............

99

D. Penyempurnaan Ketentuan Rahasia Bank ................................

106

E. Sanksi Terhadap Pelanggar Ketentuan Rahasia Bank ...............

110

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ………………………………… ....

112

A. Kesimpulan .............................................................................

112

B. Saran .......................................................................................

114

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………...

115

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lembaga perbankan merupakan salah satu lembaga yang mempunyai peran
yang sangat strategi dalam pembangunan Indonesia. Hal ini tidak dapat disangkal
bahwa dalam mencapai tujuan pembangunan nasional yaitu untuk mewujudkan
masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Peran yang sangat strategis dari bank sebagai suatu badan usaha adalah bank yang
mempunyai fungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
dan menyalurkan dana yang dihimpun tersebut kepada masyarakat.1
Bank

sebagai

lembaga

keuangan

diharapkan

dapat

menyerasikan,

menyelaraskan, serta menyeimbangkan unsur pemerataan pembangunan dan hasilhasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional yang pada akhirnya mengarah
pada peningkatan taraf hidup masyarakat dan peningkatan pertumbuhan ekonomi
Indonesia.
Keberadaan bank sangat krusial bagi perekonomian suatu negara, karena itu
asset bank dalam bentuk kepercayaan masyarakat sangat penting dijaga guna
meningkatkan efisiensi penggunaan bank dan efisiensi intermediasi serta untuk
mencegah terjadinya bank runs and panic.

2

Oleh Karena itu perbankan harus dapat

bekerja secara profesional, mampu membaca, menelaah, dan menganalisis semua
kegiatan dunia usaha serta perekonomian nasional. Mempunyai entrepreneurship dan
kemampuan membaca pasar agar dapat menjalankan fungsi intermediasi dengan baik,
sebagaimana dimaksud Pasal 1 Angka 2. 3

1

Teguh Pudjomuljono, Analisis Laporan Keuangan Untuk Perbankan, (Bandung; Jambatan
1992), hal.9.
2
Zulkarnain Sitompul.1, Problematika Perbankan, (Bandung; Books Terrace )2005, hal.1.
3
Pasal 1Angka 2 mengatakan Bank Umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam
lalu lintas pembayaran., lihat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, (Bandung; Fokus Media) 2004.
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Untuk mencapai tujuan tersebut badan pengawas bank perlu memiliki
kewenangan luas untuk mengatur dan mengawasi industri perbankan. Kewenangan
tersebut antara lain kewenangan menetapkan besarnya modal yang harus dimiliki,
besarnya kredit yang boleh diberikan kepada suatu perusahaan, siapa yang boleh
menjadi pengurus bank dan sebagainya. Kewenangan mengawasi diberikan dengan
tujuan untuk memonitor apakah bank tersebut melakukan kegiatan usaha sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Perlu dikaji untuk memberikan kewenangan
penyidikan kepada badan pengawas. Kewenangan tersebut bertujuan untuk
melindungi nasabah, melindungi perekonomian dan menjaga agar tidak terjadi
konsentrasi bisnis. Perlindungan terhadap nasabah merupakan alasan paling dasar
untuk mengawasi bank karena nasabah merupakan target yang mudah bagi pencurian
oleh pengurus bank. 4
Bank sebagai suatu lembaga yang hidupnya tergantung dari dana masyarakat
yang disimpan pada bank. Agar nasabah bersedia menyimpan dananya kepada bank
yang bersangkutan, nasabah harus memiliki kepercayaan bahwa bank tersebut, mau
dan membayar kembali dana yang disimpan pada bank pada waktu dana itu ditagih
oleh nasabah penyimpan dana. Pada peristiwa beberapa tahun yang lalu banyak bank
dilikuidasi oleh pemerintah, para nasabah bank tersebut tidak dapat memperoleh
kembali dananya ketika bank-bank tersebut dilikuidasi, maka hancurlah kepercayaan

4

Zulkarnain Sitompul.1, Op cit., hal.3.

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

masyarakat terhadap perbankan pada saat itu yang memang berada ditingkat yang
rendah. Hancurnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan ditandai dengan
terjadinya rush atau bank run dimana masyarakat beramai-ramai menarik dana
simpananya dari bank yang belum dilikuidasi terutama dari bank-bank swasta
nasional. 5
Jika melihat kenyataan pada saat itu tentu rasanya tidak adil bila nasabah
harus menanggung keputusan likuidasi akibat kesalahan dalam pengurusan bank.
Adalah wajar apabila deposan berhak mendapatkan seluruh dananya berikut
bunganya, bukannya dipotong dengan biaya administrasi yang sangat memberatkan.
Kenyataanya, bank tidak pernah memberikan agunan apa pun kepada nasabahnya,
kecuali modal kepercayaan, sehingga wajar pertanggungjawaban pihak bank
diperluas. 6 Untuk itu perlu diupayakan agar masyarakat berkeinginan menyimpan
dananya di bank, dan keinginan masyarakat menyimpan uang di bank merupakan
salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan. 7
Untuk mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan
tercermin dari keinginan masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan perbankan seperti
menyimpan atau menginvestasikan uang, mendepositokan dan meminjam uang untuk

5

Zulkarnain Sitompul. 2, Perlindungan Dana Nasabah Bank, Suatu Gagasan Tentang
Pendirian Lembaga Penjamin Simpanan di Indonesia, (Jakarta, Fakultas Hukum Universitas
Indonesia, 2002),hal.,vii.
6
Http//www.pikiran-rakyat.com (diakses tanggal 31 Mei 2006).
7
Zulkarnaen Sitompul. 2, Op.cit, hal.28.,
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

memulai atau memperluas usaha. Peran dan partisipasi kalangan masyarakat luas ini
merupakan sesuatu yang vital bagi industri perbankan itu sendiri maupun
kesejahteraan masyarakat umum secara luas yang pada akhirnya berkepentingan pada
pembangunan. 8
Oleh sebab itu bank sebagai lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat
dan menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan, wajib
memberikan informasi mengenai risiko kerugian akibat transaksi sebagaimana
dimaksud di dalam Undang-Undang Nomor. 7 Tahun 1992 yang dirubah oleh
Undang-Undang Nomor. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan khususnya pada Pasal 29
ayat 4. 9
Mengingat peranan dari lembaga perbankan tersebut, maka dalam rangka
mencapai tujuan pembangunan nasional tidak berlebihan apabila lembaga perbankan
ditempatkan begitu strategis dan mendapat perhatian pemerintah melalui pembinaan
yang intensif. Semuanya itu didasari oleh landasan pemikiran agar lembaga
perbankan di Indonesia mampu berfungsi secara efisien, sehat, wajar dan mampu
melindungi secara baik dana yang dititipkan masyarakat kepadanya, serta mampu

8

Ibid.,hal.25
Pasal 29 Ayat 4 Untuk kepentingan nasabah, bank wajib menyediakan informasi mengenai
kemungkinan timbulnya resiko kerugian sehubungan dengan transaksi nasabah yang dilakukan melalui
bank. Lihat Undang-Undang Nomor. 7 Tahun 1992 sebagaimana yang telah diubah oleh UndangUndang Nomor.10 Tahun 1998 Tentang Perbankan.
9

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

menyalurkan dana masyarakat tersebut kebidang-bidang yang produktif bagi
pencapaian sasaran pembangunan. 10
Bank sebagai suatu lembaga yang melindungi dana nasabah juga
berkewajiban menjaga kerahasiaan terhadap dana nasabahnya dari pihak-pihak yang
dapat merugikan nasabah. Dan sebaliknya masyarakat yang mempercayakan dananya
untuk dikelola oleh bank juga harus dilindungi terhadap tindakan yang semena-mena
yang dilakukan oleh bank yang dapat merugikan nasabahnya. Hal ini sangat
dibutuhkan karena sebagai lembaga keuangan, bank harus mendapat kepercayaan dari
masyarakat, dan kepercayaan dari masyarakat tersebut akan lahir apabila semua data
hubungan masyarakat dengan bank tersebut dapat tersimpan secara rapi atau
dirahasiakan. 11 Hal demikian membawa konsekuensi kepada bank, yaitu bank
memikul kewajiban untuk menjaga kerahasiaan tersebut, sebagai timbal balik dari

10

Menurut Soedradjat J, dalam tulisannya “Menuju Sistim Perbankan Untuk mendukung
Pembangunan Nasional” (selasa, 23 Maret 2004), http//kolom.pasific.net.id/ind. Bahwa: “Perbankan
yang sehat disini menyangkut: Pertama, bank-bank dalam arti mikro harus sehat dalam aspek yang
menyangkut permodalan, manajemen, dan kegiatan, sesuai dengan peraturan dan pengawasan
perbankan yang berlaku. Kedua, adanya pengaturan dan pengawasan yang efektif yang dilakukan oleh
lembaga yang secara independent bertanggung jawab untuk itu. Ketiga, adanya kelembagaan yang
mendukung bekerjannya perbankan, selain lembaga pengawasan dan pengaturannya, termasuk pula
hukum dan peradilan. Keempat, adanay kerjasama serta koordinasi internasional yang menjalankan
surveillance secara efektif. Dengan demikian, perbankan yang sehat, bukan hanya dalam arti mikro
yang meliputi kondisi internal dan operasi bank, tetapi juga pengawasan dan pengaturan bank serta
kelembangaan penunjangnya, baik nasional maupun internasional harus tersedia dan berjalan efektif.
Mengenai kondisi sehatnya bank secara mikro, sebagaimana bank harus sehat dalam arti tidak
mengalami masalah likuiditas, artinya kalau dalam operasi hariannya mengalami mismatch likuiditas
dapat segera mengatasinya dengan mekanisme dan sarana yangs sesuai ketentuan. Selain tiu, bank
harus sehat dalam arti solvable, artinya memenuhi ketentuan kecukupan modal yang berlaku”
11
Muhammad Djumhana. 1, Hukum Perbankan di Indonesia, (Bandung; Citra Aditya Bakti
2003), hal.161
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada bank selaku lembaga keuangan atau
sumber dana masyarakat. Sebagai suatu badan usaha yang dipercaya oleh masyarakat
untuk menghimpun dana masyarakat, sudah sewajarnya bank memberikan jaminan
perlindungan kepada nasabah yang berkenaan dengan “keadaan keuangan nasabah”
yang lazim dinamakan dengan “Kerahasiaan Bank”. Kerahasiaan bank sangat penting
karena bank memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang menyimpan uangnya di
bank. Nasabah hanya mempercayakan uangnya kepada bank atau memanfaatkan jasa
bank apabila bank memberikan jaminan bahwa pengetahuan bank tentang simpanan
dan keadaan tidak akan disalahgunakan. 12
Dengan adanya jaminan kerahasian bank atas semua data-data masyarakat
dalam hubungannya dengan bank, maka masyarakat mempercayai bank tersebut,
kemudian selanjutnya mereka akan mempercayakan uangnya pada bank atau
memanfaatkan jasa bank. Kepercayaan masyarakat lahir apabila dari bank ada
jaminan bahwa pengetahuan bank tentang simpanan dan keadaan keuangan nasabah
tidak disalahgunakan, dengan adanya ketentuan tersebut ditegaskan bahwa bank
harus memegang teguh rahasia bank. 13
Hubungan antara bank dengan nasabah ternyata tidaklah seperti hubungan
kontraktual biasa, tetapi dalam hubungan tersebut terdapat pula kewajiban bagi bank

12

Racmadi Usman, Aspek-aspek Hukum Perbankan di Indonesia, (Jakarta; Gramedia Pustaka
Utama 2001), hal.153
13
Muhammad Djumhana. 1, Op.cit, hal. 161
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

untuk tidak membuka rahasia dari nasabahnya kepada pihak lain manapun jika
ditentukan lain oleh perundang-undangan yang berlaku, karena itu dapat dikatakan
bahwa hubungan antara lawyer dengan klien, atau dokter dengan pasiennya. 14
Dengan adanya ketentuan tersebut ditegaskan bahwa bank harus memegang
teguh rahasia bank. Ketentuan rahasia bank berlaku bagi pihak-pihak terafiliasi dalam
operasional bank. 15 Dengan demikian, istilah rahasia bank mengacu kepada rahasia
dalam hubungan antara bank dengan nasabahnya. Sedangkan rahasia-rahasia lain
yang bukan merupakan rahasia antara bank dengan nasabahnya, sesungguhnya pun
bersifat “rahasia “ tidak tergolong ke dalam istilah ”rahasia bank” menurut undangundang perbankan. 16 Rahasia-rahasia lain yang bukan rahasia bank tersebut misalnya
rahasia mengenai data dalam hubungan dengan pengawasan bank oleh Bank
Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 Ayat (3), dan Pasal 33 Undang-

14

Munir Fuady, Hukum Perbankan Modern. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun
1998, Buku Kesatu, ( Bandung; Citra Aditya Bakti1999), hal.89
15
Pihak-pihak terafiliasi didalam bank adalah
1. Anggota Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat, atau karyawan (bagi bank yang berbentuk
Perseroan Terbatas);
2. Anggota Pengurus dan Badan Komisaris, Direksi, Pejabat, atau karyawan bank (bagi bank
berbadan hukum koperasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku);
3. Pihak-pihak yang memberikan jasanya kepada bank yang bersangkutan, termasuk konsultan,
konsultan hukum, akuntan , dan penilai;
4. Pihak yang berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia turut mempengaruhi
pengelolaan bank, antara lain pemegang saham dan keluarganya, keluarga komisaris, keluarga
pengawas, keluarga direksi, keluarga pengurus. Lihat Zainal Asikin, Poksok-pokok Hukum
Perbankan di Indonesia, (Jakarta; Raja Grafindo Persada 1997), hal. 53
16

Loc.cit., hal. 89

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Undang Nomor 7 tahun 1992 sebagaimana yang telah diubah dengan UndangUndang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. 17
Seiring dengan kemajuan teknologi dewasa ini salah satu wujud kerahasian
dan perlindungan nasabah bank adalah dengan diluncurkannya kartu ATM (Anjungan
Tunai Mandiri) sebagai salah satu fasilitas yang disediakan oleh bank. Banyak bank
saat ini telah menyediakan fasilitas kartu ATM sebagai wujud rahasia dan
perlindungan terhadap nasabahnya. 18
Sutan Remy Sjahdeini mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu
negara yang memiliki ketentuan ketat mengenai kerahasiaan bank. Pelanggaran
terhadap kerahasiaan bank adalah merupakan tindak pidana, karena begitu ketatnya
ketentuan rahasia bank di Indonesia, hakim yang memeriksa dan mengadili perkara
pidana yang berhubungan dengan rahasia bank harus memperoleh izin dari Menteri
Keuangan. Tentu saja ini bertentangan dengan Pasal 24 Undang Undang Dasar
1945, 19 Karena menurut ketentuan didalam Undang-Undang Dasar 1945 bahwa di
dalam mengadili suatu perkara baik pidana maupun perdata hakim memiliki
kekuasaan yang merdeka, dalam ketentuan ini mengandung pengertian bahwa

17

Pasal 30 Ayat (3) Bahwa keterangan tentang bank yang diperoleh berdasarkan ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) tidak diumumkan dan bersifat rahasia, lihat
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 yang diubah oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998
tentang Perbankan.
18
Http//www.bank mandiri.co.id. (diakses 31 Mei 2006).
19
Pasal 24 Ayat (1) Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk
menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

kekuasaan kehakiman bebas dari segala campur tangan pihak kekuasaan ekstra
yudisial

20

. Ketatnya ketentuan rahasia bank di Indonesia memungkinkan terjadinya

tindak pidana pencucian uang (money laundering) seperti peredaran uang-uang hasil
perdagangan narkotika, perjudian, penyuapan, terorisme dan lain-lain. Oleh sebab itu
ketentuan rahasia bank perlu diperlonggar. 21
Thomas Suyatno mengatakan bahwa ketentuan rahasia bank sangat diperlukan
di dalam operasional bank, tetapi penerapannya jangan terlalu kaku. Masalah rahasia
bank berhubungan dengan prilaku bankir dan pihak lain yang terlibat. Ketentuan
rahasia bank yang tercantum pada Bab VII Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992
yang kemudian dirubah oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang
Perbankan, sebab bank harus melindungi dana nasabahnya. Bank yang membocorkan
informasi layak dikenakan sanksi berat. 22
Untuk mengurangi risiko itulah maka setiap bank diwajibkan untuk
menerapkan prinsip kehati-hatian. Salah satu upaya dalam melaksanakan prinsip
kehati-hatian adalah penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Costumer
Prinsiple). 23 Selain prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Costumer Principle)

20

Hamdan Zoelva, Himpunan Perundang-undangan Mahkamah Agung dan Amandemen
UUD 1945, (Jakarta ; Durat Bahagia 2004), hal 17
21
Http// www.hukmas depkeu go.id (diakses 2Juni 2006).
22
Http//www.homeline.com (diakses 17 Juli 2006).
23
Prinsip Mengenal Nasabah adalah Prinsip yang diterapkan oleh Perusahaan Jasa Keuangan
(PJK) untuk mengetahui identitas nasabah dan memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk
pelaporan transaksi yang mencurigakan. Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Costumer
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

dalam operasional perbankan prinsip keterbukaan juga dibutuhkan dalam melindungi
nasabah.
Berdasarkan hal-hal di atas, penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini
untuk diteliti dan dibahas yang pada akhirnya menjadikan penelitian ini berjudul “
Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah”.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah untuk
dibahas dalam tulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengapa bank wajib menjaga kerahasiaan dalam melindungi nasabahnya?
2. Apakah terdapat hubungan antara penerapan Prinsip Mengenal Nasabah
(Know Your Costumer Principle) dengan rahasia bank dalam melindungi
nasabah?
3. Perlukah ketentuan rahasia bank diperlonggar untuk mencegah/ memberantas
kejahatan.

Principle) oleh Perusahan Jasa Keuangan sangat penting untuk mencegah digunakannya Perusahaan
Jasa Keuangan sebagai sarana pencucian uang (money laundering) dan aktivitas lainnya yang terkait.
Lihat Bismar Nasution, Rejim Anti Money Laundring di Indonesia, (Bandung; Books Terrace &
Library, 2005) hal.43
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini mempunyai tujuan
penelitian yang diinginkan dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui alasan bank menjaga kerahasiaan dalam melindungi
nasabahnya.
2. Untuk mengetahui dan menjelaskan ruang lingkup rahasia bank telah
memberikan perlindungan kepada nasabah.
3. Untuk mengetahui perlu tidaknya ketentuan rahasia bank diperlonggar dalam
mencegah/ memberantas kejahatan

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari Penelitian ini dapat dilihat dari 2 (dua)
sisi yaitu:
1. Secara teoritis, Kegiatan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat
dalam bidang ilmu pengetahuan hukum perbankan Indonesia terutama yang
berhubungan dengan kerahasiaan bank (confidencia bank).
2. Secara praktis, memberikan sumbangan pemikiran bagi masyarakat dan pihakpihak yang berhubungan dengan kerahasiaan bank (confidential bank) sebagai
wujud perlindungan nasabah.
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

E. Keaslian Penelitian
Berdasarkan informasi dan penelusuran yang dilakukan diperpustakaaan
khususnya pada Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara, penelitian
dengan judul “Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah”,
belum pernah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya dengan demikian
penelitian ini adalah baru pertama kali.

F. Kerangka Teori
Ketentuan rahasia bank dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 yang
kemudian diubah oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 banyak mengalami
perubahan dan penambahan. Adapun prinsip atau teori yang mendasari ketentuan
rahasia bank di Indonesia adalah prinsip atau teori nisbi, dimana di dalam prinsip atau
teori nisbi ini memungkinkan pemberian data dan informasi yang menyangkut
tentang kerahasiaan bank kepada pihak lain. Hal ini berbeda dengan sistem di Swiss
yang hanya memungkinkan pembukaan rahasia bank apabila ada putusan pengadilan.
Menyangkut pihak yang harus menyimpan rahasia karena profesi dan pekerjaanya

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

hampir sama ketentuannya dengan di Swiss yaitu menyangkut semua pihak yang
berhubungan dengan kegiatan bank (pihak-pihak terafiliasi). 24
Di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 yang kemudian diubah oleh
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, pada Pasal 1 Angka 28
dinyatakan bahwa rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan keterangan
mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya. 25 Ini menunjukkan bahwa bank
dalam melakukan kegiatannya harus memperhatikan dan melaksanakan prinsip
kerahasiaan sebagai usaha melindungi nasabahnya.
Prinsip kerahasiaan bank tersebut dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun
1992 yang kemudian diubah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang
Perbankan dimana bank dalam menjalankan usahanya harus menggunakan prinsip
kerahasiaan bank terutama dalam melindungi nasabahnya hal ini harus dijalankan
oleh bank bukan hanya dihubungkan dengan kewajiban agar bank tidak merugikan
kepentingan nasabah yang telah mempercayakan dananya kepada bank tetapi juga
dari sistem moneter yang menyangkut kepentingan semua anggota masyarakat yang
bukan hanya nasabah penyimpan dana dari bank itu saja.
Prinsip kerahasiaan bank bertujuan agar bank menjalankan usahanya secara
baik dan benar mematuhi ketentuan-ketentuan dan norma-norma hukum yang berlaku
24
25

Muhammad Djumhana. 1, Op.cit., hal. 166
Munir Fuady, Op.cit., hal 90

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

dalam dunia perbankan, agar bank yang melakukan usahanya menjaga kerahasiaan
nasabahnya, sehingga masyarakat semakin percaya kepada bank dan membawa
dampak semakin meningkatnya keinginan masyarakat untuk mempergunakan jasa
perbankan di dalam kegiatan usahanya serta kebutuhan sehari-hari.
Prinsip kerahasiaan bank ini telah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 7
Tahun 1992 yang kemudian dirubah oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998
yang menjadi acuan bagi perbankan di negara Indonesia. Jika dilihat bahwa peraturan
atau norma hukum itu tidak lahir dengan sendirinya, tetapi dilatar belakangi oleh
dasar-dasar filosofi yang disebut dengan asas hukum. Sehingga untuk mengerti
norma hukum kita harus mengetahui asas-asas hukum itu.
Sadjipto Raharjo mengatakan bahwa barang kali tidak berlebihan apabila
dikatakan asas hukum merupakan “jantungnya” peraturan hukum. Karena itu ia
merupakan landasan yang luas bagi lahirnya suatu peraturan hukum. Ini berarti
bahwa peraturan hukum itu pada akhirnya bisa dikembalikan kepada asas-asas hukum
itu. 26
Demikian juga halnya jika berbicara tentang perbankan, bahwa di dalam
melaksanakan kemitraan antara bank dan nasabah,

26

untuk terciptanya sistem

Sadjipto Raharjo, Ilmu Hukum, (Bandung; Citra Aditya Bakti, 1996), hal. 45

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

perbankan yang sehat, kegiatan perbankan perlu dilandasi dengan beberapa asas
hukum (khusus), yaitu: 27:
1. Asas Demokrasi Ekonomi
Di dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
dikatakan, bahwa perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan
demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Ini berarti, fungsi
dan usahanya perbankan diarahkan untuk melaksanakan prinsip-prinsip yang
terkandung dalam demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945.28
Dalam demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945 tersebut harus dihindarkan hal-hal sebagai berikut:
a. Sistem free fight liberalism yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia
dan bangsa lain yang dalam sejarah di Indonesia telah menimbulkan dan
mempertahankan kelemahan struktur ekonomi nasional dan posisi Indonesia
dalam perekonomian dunia.
b. Sistem etatisme, dalam arti bahwa negara beserta aparatur negara bersifat
dominan, mendesak, dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit
ekonomi di luar sektor negara.

27
28

Racmadi Usman, Op.cit., hal 14
Ibid, hal 14

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

c. Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu
kelompok dalam berbagai bentuk monopoli dan monopsoni yang merugikan
masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial. 29
2. Asas Kepercayaan (Fiduciary Principle)
Asas kepercayaan adalah suatu asas yang menyatakan bahwa usaha bank
dilandasi oleh hubungan kepercayaan antara bank dengan nasabahnya. Bank
terutama bekerja dengan dana dari masyarakat yang tersimpan padanya atas
dasar kepercayaan, sehingga setiap bank perlu terus menjaga kesehatannya
dengan tetap memelihara dan mempertahankan kepercayaan masyarakat
padanya. Kemauan masyarakat untuk menyimpan sebagian uangnya dibank,
semata-mata dilandasi oleh kepercayaan bahwa uangnya akan dapat diperoleh
kembali pada waktu yang diinginkan atau sesuai dengan yang diperjanjikan dan
disertai dengan imbalan. Apabila kepercayaan nasabah penyimpan dana terhadap
sustu bank telah berkurang, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi rush
terhadap dana simpanannya. 30
Sutan Remi Sjahdeini menyatakan bahwa hubungan antara bank dengan nasabah
penyimpan dana adalah hubungan pinjam-meminjam uang antara debitur (bank)
dan kreditur (nasabah penyimpan dana). Dengan kata lain, bahwa menurut
Undang-Undang Perbankan hubungan antara bank dengan nasabah penyimpan
29
30

Ibid., hal.16
Ibid

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

dana bukan sekedar hubungan kontraktual biasa antara debitur dan kreditur yang
diliputi oleh asas-asas umum dari perjanjian, tetapi juga hubungan kepercayaan
yang diliputi asas kepercayaan. 31
3. Asas kerahasiaan bank (Confidencial Principle)
Asas kerahasiaan adalah asas yang mengharuskan dan mewajibkan bank
merahasiakan segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan lain-lain
dari nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan (wajib)
dirahasiakan. Kerahasiaan ini adalah untuk kepentingan bank sendiri, karena
bank memerlukan kepercayaan masyarakat menyimpan uangnya di bank, dan
masyarakat hanya mempercayakan uangnya pada bank atau memanfaatkan jasa
bank apabila bank menjamin bahwa tidak akan ada penyalahgunaan pengetahuan
bank tentang simpanannya. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992
rahasia bank meliputi keadaan keuangan nasabah penyimpan dana dan nasabah
debitur, sedangkan di dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 membatasi
rahasia bank hanya tentang keadaan nasabah penyimpan dana saja. Dengan
demikian bank harus memegang teguh rahasia bank. 32
4. Asas kehati-hatian (Prudential Principle)

31
32

Ibid.
Ibid.

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
dinyatakan bahwa bank wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip
kehati-hatian. Tujuan diberlakukannya prinsip kehati-hatian (prundential
principle) ini tidak lain adalah agar bank selalu dalam keadaan sehat, dengan kata
lain agar selalu dalam keadaan likuid dan solvent. Dengan diberlakukannya
prinsip kehati-hatian diharapkan kadar kepercayaan masyarakat terhadap
perbankan tetap tinggi, sehingga masyarakat bersedia dan tidak ragu-ragu
menyimpan dananya dibank serta kepentingan nasabahnya terlindungi. 33

G. Metode Penelitian
Kata metode berasal dari kata Yunani “methods” yang berarti cara atau jalan.
Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja,
yaitu cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang
bersangkutan. 34 Dalam bahasa Indonesia kata metode berarti cara sistematis dan cara
terpikir secara baik untuk mencapai tujuan. Oleh Karena itu sebagai sebuah penelitian
ilmiah, maka rangkaian kegiatan penelitian mulai dari pengumpulan data sampai pada
analisis data dilakukan dengan memperhatikan kaedah-kaedah penelitian sebagai
berikut:
33
34

Ibid. hal. 19
Kontjaraningrat, Metode-metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta; Gramedia Pustaka, 1977)

hal. 16
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

1. Jenis dan Sifat Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum normatif yang
mengacu kepada penelitian hukum kepustakaan. Penelitian hukum normatif ini
mempunyai sifat deskriptif analisis yaitu penelitian tentang keberadaan kerahasiaan
bank

sebagai

wujud

perlindungan

nasabah,

dimana

penelitian

ini

akan

menggambarkan suatu keadaan normatif.
2. Teknik Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.
Seluruh data sekunder dikumpulkan dengan mempergunakan studi dokumen/ Studi
pustaka (Library research) untuk mendapatkan data skunder berupa peraturanperaturan hukum (peraturan perundang-undangan) yakni Undang-Undang Nomor 7
Tahun 1992 yang kemudian dirubah oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998,
peraturan-peraturan Bank Indonesia, dan peraturan-perturan lain yang berhubungan
dengan perbankan khususnya mengenai rahasia bank dan perlindungan terhadap
nasabah, buku pustaka, jurnal-jurnal, tulisan-tulisan yag ada didalam media cetak dan
lain sebagainya
3. Analisis Data
Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa secara
kualitatif, maksudnya bahwa analisa ini bertolak dari usaha untuk meneliti terhadap
asas hukum yang diatur di dalam bahan hukum primer dan berkembang melalui
pembahasan dalam bahan sekunder.
4. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan
mengunakan logika berpikir secara deduktif yaitu berpangkal pada kaidah-kaidah
umum yang diperoleh baik hasil dari penelitian kepustakaan maupun dari hasil
wawancara untuk ditarik suatu kesimpulan sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan

Agustinus Sayur Matua Purba : Menjaga Kerahasiaan Bank Sebagai Wujud Perlindungan Nasabah, 2009.
USU Repository © 2009

BAB II
KERAHASIAAN BANK DAN NASABAH

A. Rahasia Bank
1. Pengertian Rahasia Bank
Pada dasarnya bank menjalankan prinsip kepercayaan yang diberikan oleh
penyimpan dana untuk menjaga kerahasiaan rekening nasabahnya. Oleh karena
hubungan bank dan nasabah adalah bersifat kerahasiaan, hal ini sering disebut dengan
rahasia bank (bank secrecy). Istilah rahasia bank ini mengacu kepada hal-hal yang
berhubungan dengan interaksi a

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3874 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1030 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 925 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 774 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1215 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 805 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1086 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1320 23