-1 083 392 Industri Pakaian Jadi Industri Kain
53
yarn memiliki nilai impor terbesar ke dua dengan nilai 0.15 persen dari total impor. Subsektor industri TPT yang mengalami surplus perdagangan adalah subsektor
industri pakaian jadi garment, dan subsektor industri tekstil lainnya other textile. Nilai tersebut menunjukkan bahwa dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-
barang yang dihasilkan oleh subsektor tersebut tidak bergantung kepada impor.
Struktur Nilai Tambah Bruto
Nilai tambah bruto tahun 2008 berdasarkan Tabel 14 adalah sebesar Rp5 346 triliun. Nilai tersebut terdiri dari upah dan gaji sebesar Rp1 588 triliun, surplus usaha
sebesar Rp3 033 triliun, penyusutan sebesar Rp 527 triliun, dan pajak tak langsung sebesar Rp 196 triliun. Besarnya nilai tambah bruto pada tahun 2008 tidak lepas
perannya dari kedua sektor ini. Pertama sektor pertanian mempunyai nilai tambah bruto terbesar dibandingkan sekor yang lainnnya dengan nilai sebesar Rp 822 triliun
atau 15.39 persen dari total nilai tambah bruto seluruh sektor perekonomian. Sedangkan nilai tambah bruto terbesar kedua adalah sektor perdagangan, hotel dan
restoran dengan nilai Rp 685 triliun atau 12.82 persen dari total nilai tambah bruto seluruh sektor perekonomian.
Tabel 14 Struktur Nilai Tambah Bruto Indonesia Tahun 2008 Juta Rupiah
Sektor Upah dan
Gaji Surplus
Usaha Rasio
Penyusu- tan
Pajak Tak Langsung
Nilai Tambah Bruro Nilai
Persen Pertanian
184 723 174 605 927 633
0.30 18 457 276
13 460 730 822 568 813
1
15.39
Pertambangan dan Penggalian
lainya
83 499 069 435 498 137
0.19 31 742 700
23 714 044 574 453 950
10.74
Industri Makanan,
Minuman, dan Tembakau
83 942 029 173 163 515
0.48 25 383 768
56 376 045 338 865 357
6.34
Industri Serat Fiber
342 424 1 003 022