Pengaruh Pemekaran Daerah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
PUTRI YUNA HUTABARAT
070902051
ABSTRAK
PENGARUH PEMEKARAN DAERAH TERHADAP SOSIAL EKONOMI
MASYARAKAT DI DESA PAROPO KECAMATAN SILAHISABUNGAN
KABUPATEN DAIRI
(Skripsi ini terdiri dari 6 bab, 87 halaman, 33 tabel, 11 kepustakaan)
Skripsi ini diajukan guna memenuhi syarat meraih gelar sarjana sosial dengan judul
PENGARUH
PEMEKARAN
DAERAH
TERHADAP
SOSIAL
EKONOMI
MASYARAKAT DI DESA PAROPO KECAMATAN SILAHISABUNGAN KABUPATEN
DAIRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemekaran daerah terhadap
sosial ekonomi masyarakatdi Desa Paropo. Adapun indikator sosial ekonomi dalam
penelitian ini dapat dilihat dari pendapatan, pendidikan, kesehatan dan perumahan.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 Kepala Keluarga. Sampel diambil
dengan cara menggunakan simple random sampling atau teknik penarikan sampel secara
acak. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan analisis korelasi
product moment. Sedangkan instrument penyaringan data yang digunakan adalah kuesioner,
wawancara dan juga observasi.
Dari penelitian yang dilakukan maka penulis dapat mengatakan bahwa pemekaran
daerah membawa perubahan pada pendapatan masyarakat yang mengalami peningkatan, hal
ini juga dipengaruhi karena pekerjaan mereka yang semakin baik. Selain pekerjaan tetap
mereka menambah penghasilan dengan membuka usaha sampingan apalagi dengan adanya
bantuan modal dari pemerintah setempat. Setelah pemekaran daerah sarana pendidikan
banyak mengalami perubahan mulai dari fasilitas komputer dan juga bangunan sekolah yang
bertambah tentunya meningkatkan mutu pendidikan di Desa Paropo. Sarana kesehatan dan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik dengan imunisasi dan penyuluhan
gratis serta ditambahnya bidan dan perawat di puskesmas. Setelah pemekaran kondisi
bangunan rumah banyak yang berubah dari yang sebagian besar papan menjadi semi
permanen dan permanen. Begitu juga dengan sarana MCK yang semakin baik dan tersedia di
seluruh rumah penduduk.
Kata kunci : Pemekaran Daerah, Sosial Ekonomi

1

UNIVERSITY OF NORTHERN SUMATRA
FACULTY OF SOCIAL SCIENCE POLITICAL SCIENCE
SCIENCE DEPARTMENT OF SOCIAL WELFARE
Putri Yuna Hutabarat
070902051
ABSTRACT
REGION EXPANSION INFLUENCE ON ECONOMIC SOCIAL COMMUNITY IN
VILLAGE SUB PAROPO SILAHISABUNGAN DAIRI
(This thesis is composed of 6 chapters, 87 pages, 33 tables, 11 literature)
This thesis is submitted in order to meet the requirements of social science degree
with the title "regional enlargement INFLUENCE ON ECONOMIC SOCIAL
COMMUNITY IN VILLAGE SUB PAROPO SILAHISABUNGAN Dairi. This study aims
to determine the influence of socio-economic region expansion of the community in the
village of Paropo. The socio-economic indicators in this study can be seen from the income,
education, health and housing.
The number of samples in this study were 36 Head of Family. Samples taken by using
a simple random sampling or random sampling techniques. The method used is descriptive
research method with product moment correlation analysis. While the data screening
instruments used were questionnaires, interviews and observation.
From this research, the author can say that the region expansion brings changes in
people's income is increased, it is also affected because their jobs better. In addition to their
regular jobs to raise their income by opening a side business especially with the help of
capital from the local government. After the region expansion of educational facilities
undergone many changes ranging from computer facilities and also building schools that
increase certainly improve the quality of education in the village of Paropo. Health facilities
and health services to the community is getting better with immunizations and counseling
free of charge and the presence of midwives and nurses in health centers. After splitting the
condition of the building houses many of which changed from a majority of the board
become semi-permanent and permanent. Likewise with a better toilet facilities and are
available at all home residents.
Keywords: Region Expansion , Socio-Economic

2

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus, juru selamat dan
penolongku, karena atas Berkat dan Kasih-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan baik. Adapun judul dari skripsi ini adalah PENGARUH PEMEKARAN DAERAH
TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PAROPO KECAMATAN
SILAHISABUNGAN KABUPATEN DAIRI . Skripsi ini disusun untuk diajukan sebagai
salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Sosial di Departemen Ilmu Kesejahteraan
Sosial Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan.
Selama penulisan skripsi ini penulis menyadari akan sejumlah kekurangan dan
kelemahan, oleh karena itu penulis membuka diri untuk saran dan kritik yang membangun
guna perbaikan di masa yang akan datang.
Skripsi ini saya persembahkan terkhusus buat kedua orangtua, Papa tercinta
K.Hutabarat dan Mama tersayang R.Sitanggang yang menjadi motivator utamaku untuk
tetap semangat menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih banyak atas semua doa dan dukungan
yang diberikan sehingga penulis bisa menyelesaikan penulisan skripsi ini.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini, dan secara khusus penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Hairani S selaku Ketua Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu
Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Mastauli Siregar S.sos Msp selaku dosen pembimbing yang telah bersedia
membimbing dan memberi dukungan dalam penyelesaian skripsi ini. Terima kasih Bu
telah mau berbagi ilmu dengan saya.
3

4. Bapak Umar Situngkir selaku Kepala Desa Paropo yang telah banyak membantu
penulis melakukan pendekatan dalam membagikan angket ataupun wawancara kepada
masyarakat di Desa Paropo. Terima kasih Pak karena telah begitu baik meluangkan
waktunya menemani saya membagi kuesioner kepada warga.
5. Kepada semua responden saya di Desa Paropo, terima kasih atas partisipasinya telah
mau meluangkan sedikit waktunya untuk mengisi data

data dan pertanyaan yang

saya perlukan untuk melengkapi skripsi ini.
6. Saudara2Q, my lovely sizta kakakku semata wayang Novita Hutabarat selalu saling
mendoakan, rajin2 traktir aq n beliin aq ya ^_^. Buat abangku Fernando Ades
Hutabarat baik

baik disana ya.. Ur the best brother, kami sudah sangat

merindukanmu. Buat abangku Ryan Hutabarat dan Irwanto Hutabarat, terima kasih
atas dukungan na buat adek pudanmu ini. Buat sepupuku Deviana Theresia yang
selalu membuat aq repot dan aq repotkan juga, akhirnya kita bisa ngasi kado double
sama si Opung di masa tuanya ^_^. Dan juga buat ponakanku Yolanda Bethania dan
Annete Aleshya, dengar suara kalian aja udah bikin tatak Uthie seneng dek..
7. Sahabat-sahabatQ Rara cimamola yang cantek dan selalu cari2 dimana matanya,
hehehe,,, Melda cimangunsonk yang ga pernah mati gaya, Christina Dongoran si PNS
yang manis, Ika Aplianita Aritonang, Oktavian ciombink, Dandy Christian Unbu,
Yhusnida Juntak, terima kasih kawan-kawan karena kita bisa tetap keep in touch
sekalipun sibuk dengan kegiatan masing

masing, terima kasih juga karena di saat

saat suntuk kalian selalu ada memberi semangat. Yuz tengkiyu ya sms rohani tiap
pagi na (:. Buat Oktavian, aq tagih janjimu bulan 7 harus ada di hadapanQ (: dan buat
Dandy makasi kak buat support na selama ne..
8. Buat teman-teman seperjuangan kecoz 2007 Romauli Sitanggang S.sos, Risma
Situmorang S.sos, Lediana Simajuntak S.sos, akhirnya kita bisa selesai sama2 kawan,
4

banyak suka duka yang kita rasakan selama lebih kurang 4 tahun bersama ne (:.
Fransiskus S.sos, Alex, Lukas, Dwita, Sunario, Lydia S.sos, Christy, Tri Anjelia
S.sos, Novanta S.sos, Yohana S.sos, serta semua teman-teman yang tidak dapat
disebutkan penulis satu persatu.
9. Buat abang2 dan kakak2 senior serta adek2 junior, terima kasih atas dukungannya.
10. Kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang turut serta
memberikan bantuan dan sumbangan pemikiran selama penulis mengikuti
perkuliahan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan RahmatNya atas kebaikan
dan kemurahan hati bapak/ ibu, saudara/ saudari sekalian.
Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua,
khususnya bagi dunia pendidikan.

Medan, Maret 2010
Penulis

Putri Yuna Hutabarat
(070902051)

5

DAFTAR ISI
HALAMAN
ABSTRAK ......................................................................................................

i

KATA PENGANTAR....................................................................................

iii

DAFTAR ISI...................................................................................................

vi

DAFTAR TABEL ..........................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR......................................................................................

xii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 ..............................................................................................Latar Belakang
Masalah ..........................................................................................

1

1.2 ..............................................................................................Perumusan
Masalah ..........................................................................................

6

1.3 ..............................................................................................Pembatasan
Masalah ..........................................................................................

6

1.4 ..............................................................................................Tujuan dan
Manfaat Peneitian ..........................................................................

6

1.5 ..............................................................................................Sistematika
Penulisan ........................................................................................

7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 ..............................................................................................Pembangunan
........................................................................................................

9

2.2 ..............................................................................................Kecamatan
.................................................................................................... 10
6

2.2.1.................................................................................Pemerintahan
Daerah ..........................................................................

11

2.2.2.................................................................................Masyarakat
.................................................................................. 14
2.3 ..............................................................................................Pemekaran
Daerah ............................................................................................

16

2.3.1.................................................................................Pengertian
Pemekaran Daerah .......................................................

16

2.3.2.................................................................................Tujuan
Pemekaran Daerah .......................................................

18

2.3.3.................................................................................Dampak
Pemekaran Daerah .......................................................

19

2.3.4.................................................................................Dasar Hukum
Pemekaran Daerah

. ......................

21

2.4 Sosial Ekonomi ..............................................................................

27

2.4.1 Pengertian Sosial Ekonomi .............................................

27

2.4.2 Kondisi Sosial Ekonomi .................................................

27

2.5 Konsep Kesejahteraan Sosial.........................................................

29

2.5.1 Pengertian Kesejahteraan Sosial .....................................

29

2.5.2 Usaha Kesejahteraan Sosial ............................................

30

2.6 Kerangka Pemikiran.......................................................................

32

2.7 Defenisi Konsep.............................................................................

35

2.8 Defenisi Operasional......................................................................

36

BAB III METODE PENELITIAN
7

3.1 ..............................................................................................Tipe Penelitian
........................................................................................................

40

3.2 ..............................................................................................Lokasi
Penelitian........................................................................................

40

3.3 ..............................................................................................Populasi dan
Sampel............................................................................................

41

3.4 ..............................................................................................Tehnik
Pengumpulan Data .........................................................................

41

3.5 ..............................................................................................Tehnik Analisis
Data ................................................................................................

42

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
4.1 ..............................................................................................Gambaran
Umum Desa Paropo .......................................................................

45

4.2 ..............................................................................................Keadaan
Demografis.....................................................................................

46

4.2.1.................................................................................Gambaran
Penduduk Menurut Usia ..............................................

46

4.2.2.................................................................................Gambaran
Penduduk Menurut Jenis Kelamin ...............................

48

4.2.3.................................................................................Gambaran
Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan ......................

48

4.2.4.................................................................................Gambaran
Penduduk Menurut Mata Pencaharian .........................

8

50

4.2.5.................................................................................Gambaran
Penduduk Menurut Agama ..........................................

51

4.3 ..............................................................................................Sarana dan
Prasarana di Desa Paropo...............................................................

51

4.3.1.................................................................................Sarana
Pendidikan....................................................................

51

4.3.2.................................................................................Sarana
Peribadatan...................................................................

52

4.3.3.................................................................................Sarana
Kesehatan .....................................................................

52

4.3.4.................................................................................Sarana
Transportasi..................................................................

52

4.3.5.................................................................................Sarana
Perumahan....................................................................

53

4.4 ..............................................................................................Kegiatan Sosial
yang Dilakukan oleh Penduduk .....................................................

53

4.5 ..............................................................................................Struktur
Pemerintahan Desa Paropo ............................................................

55

BAB V ANALISIS DATA
5.1 ..............................................................................................Karakteristik
Responden......................................................................................

56

5.2 ..............................................................................................Variabel Bebas
(Pemekaran Kecamatan Silahisabungan).......................................

9

62

5.3 ..............................................................................................Variabel Terikat
(Sosial Ekonomi Masyarakat)........................................................

67

5.4 ..............................................................................................Uji Hipotesa
.................................................................................................... 79

BAB VI PENUTUP
6.1 ..............................................................................................Kesimpulan
.................................................................................................... 85
6.2 ..............................................................................................Saran

87

DAFTAR PUSTAKA
KUESIONER
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
TABEL

JUDUL

HALAMAN

1.................................................................................................Distribusi
Penduduk Berdasarkan Usia ..........................................................

47

2................................................................................................. Distribusi
Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin...........................................

48

3.................................................................................................Distribusi
Penduduk Berdasarkan Pendidikan Terakhir (KK) .......................
10

49

4.................................................................................................Distribusi
Penduduk Berdasarkan Pekerjaan..................................................

50

5.................................................................................................Distribusi
Penduduk Menurut Agama ...........................................................

51

6.................................................................................................Sarana
Pendidikan di Desa Paropo ............................................................

51

7.................................................................................................Distribusi
Penduduk Berdasarkan Tipe Perumahan .......................................

53

8.................................................................................................Distribusi
Responden BerdasarkanUsia .........................................................

56

9.................................................................................................Distribusi
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .........................................

57

10. ..............................................................................................Distribusi
Responden Berdasarkan Agama ....................................................

58

11. ..............................................................................................Distribusi
Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ...............................

59

12. ..............................................................................................Distribusi
Responden Berdasarkan Pekerjaan ................................................

60

13. ..............................................................................................Distribusi
Responden Berdasarkan Jumlah Anak...........................................

60

14. ..............................................................................................Distribusi
Responden Berdasarkan Pendapatan Rata-Rata ............................

61

15. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Lama Pemekaran Kecamatan Silahisabungan
........................................................................................................
11

62

16. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Setuju Tidaknya Pemekaran
Kecamatan Silahisabungan ............................................................

63

17. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Kondisi Desa Paropo.. ......... 64
18. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden tentang Sosialisasi Pemekaran Kecamatan Silahisabungan
........................................................................................................

65

19. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden ada tidaknya Perubahan Pembangunan
dengan Pemekaran Kecamatan Silahisabungan.............................

65

20. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Dampak yang diberikan
Dengan Pemekaran Kecamatan Silahisabungan ...........................

66

21. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Ada Tidaknya Pekerjaan
Sampingan......................................................................................

67

22. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan
Keluarga.........................................................................................

68

23. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Jumlah Pendapatan
Rata-Rata Keluarga ........................................................................

69

24. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Penggunaan Pendapatan ...... 70
12

25. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Mendapat Bantuan Modal
Usaha..............................................................................................

71

26. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Kondisi Bangunan Sekolah
Di Desa Paropo ..............................................................................

72

27. ..............................................................................................Jawaban
Responden Berdasarkan Fasilitas Pendidikan di Desa
Paropo ............................................................................................

73

28. ..............................................................................................Jawaban
Responden Berdasarkan Mutu Pendidikan ....................................

74

29. ..............................................................................................Jawaban
Responden Berdasarkan Kondisi Sarana Kesehatan
Di Desa Paropo ..............................................................................

75

30. ..............................................................................................Jawaban
Responden Berdasarkan Pelayanan Kesehatan Di
Desa Paropo ...................................................................................

75

31. ..............................................................................................Kondisi
Bangunan Berdasarkan Rumah yang Ditempati ............................

76

32. ..............................................................................................Jawaban
Responden Berdasarkan Sumber Air Bersih di Rumah.................

77

33. ..............................................................................................Distribusi
Jawaban Responden Berdasarkan Tersedianya Fasilitas
MCK di rumah ...............................................................................

13

7

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Bagan Alir Pemikiran

Gambar 2. Struktur Pemekrintahan Desa Paropo

14

..

34

55

PENGARUH PEMEKARAN DAERAH TERHADAP SOSIAL EKONOMI

MASYARAKAT DI DESA PAROPO KECAMATAN SILAHISABUNGAN
KABUPATEN DAIRI

Skripsi ini Diajukan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Sosial

PUTRI YUNA HUTABARAT
070902051

DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

15

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
PUTRI YUNA HUTABARAT
070902051
ABSTRAK
PENGARUH PEMEKARAN DAERAH TERHADAP SOSIAL EKONOMI
MASYARAKAT DI DESA PAROPO KECAMATAN SILAHISABUNGAN
KABUPATEN DAIRI
(Skripsi ini terdiri dari 6 bab, 87 halaman, 33 tabel, 11 kepustakaan)
Skripsi ini diajukan guna memenuhi syarat meraih gelar sarjana sosial dengan judul
PENGARUH
PEMEKARAN
DAERAH
TERHADAP
SOSIAL
EKONOMI
MASYARAKAT DI DESA PAROPO KECAMATAN SILAHISABUNGAN KABUPATEN
DAIRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemekaran daerah terhadap
sosial ekonomi masyarakatdi Desa Paropo. Adapun indikator sosial ekonomi dalam
penelitian ini dapat dilihat dari pendapatan, pendidikan, kesehatan dan perumahan.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 Kepala Keluarga. Sampel diambil
dengan cara menggunakan simple random sampling atau teknik penarikan sampel secara
acak. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan analisis korelasi
product moment. Sedangkan instrument penyaringan data yang digunakan adalah kuesioner,
wawancara dan juga observasi.
Dari penelitian yang dilakukan maka penulis dapat mengatakan bahwa pemekaran
daerah membawa perubahan pada pendapatan masyarakat yang mengalami peningkatan, hal
ini juga dipengaruhi karena pekerjaan mereka yang semakin baik. Selain pekerjaan tetap
mereka menambah penghasilan dengan membuka usaha sampingan apalagi dengan adanya
bantuan modal dari pemerintah setempat. Setelah pemekaran daerah sarana pendidikan
banyak mengalami perubahan mulai dari fasilitas komputer dan juga bangunan sekolah yang
bertambah tentunya meningkatkan mutu pendidikan di Desa Paropo. Sarana kesehatan dan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik dengan imunisasi dan penyuluhan
gratis serta ditambahnya bidan dan perawat di puskesmas. Setelah pemekaran kondisi
bangunan rumah banyak yang berubah dari yang sebagian besar papan menjadi semi
permanen dan permanen. Begitu juga dengan sarana MCK yang semakin baik dan tersedia di
seluruh rumah penduduk.
Kata kunci : Pemekaran Daerah, Sosial Ekonomi

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan otonomi daerah telah dimulai secara nasional pada tahun 2001, tepatnya
pada tanggal 1 Januari 2001, namun secara efektif otonomi daerah baru mulai berlaku pada
bulan Mei 2001 dimana baik itu daerah provinsi, daerah kabupaten maupun daerah kota
diberikan wewenang yang luas tetapi juga bertanggung jawab dalam mengatur, membagi dan
memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh daerah tersebut sesuai dengan prinsip
prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan dan keadilan serta potensi
keanekaragaman daerah dimana pelaksanaan otonomi daerah ini pada hakekatnya diarahkan
dan ditujukan untuk meningkatkan pelayanan Pemerintah Daerah (local government) kepada
masyarakat agar lebih efisien dan responsif terhadap potensi, kebutuhan maupun karakteristik
di masing-masing daerah. Dimana diharapkan dengan adanya otonomi daerah ini nantinya
akan dapat membuat daerah yang dimekarkan tersebut untuk dapat berkembang dan berdiri
sendiri yang tentunya juga akan menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) tersebut.
(dsfindonesia.org/userfiles/Studi Evaluasi Pemekaran Daerah/2007/01).
Dalam rangka pemerataan pembangunan daerah dan pengembangan wilayah maka
kualitas sumber daya manusia dan pengadaan sarana kebutuhan masyarakat perlu
ditingkatkan. Pada dasarnya, pemekaran wilayah merupakan salah satu bentuk otonomi
daerah dan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dengan adanya
pemekaran wilayah diharapkan dapat lebih memaksimalkan pemerataan pembangunan daerah
dan pengembangan wilayah. Pada UUD 1945 terkandung makna Sistem Pemerintahan

16

Negara Kesatuan Republik Indonesia memberikan keleluasaan kepada daerah untuk
menyelenggarakan otonomi daerah.
Otonomi daerah merupakan wujud dari upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan
yang lebih maksimal bagi masyarakat. Sehingga diharapkan, dengan adanya otonomi daerah
masyarakat mendapatkan apa yang menjadi harapannya selama ini, karena pelayanan
langsung dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Dengan semangat otonomi daerah itu pulalah
muncul wacana-wacana melakukan pemekaran wilayah, yang dapat mempercepat
pelaksanaan pembangunan, dan memudahkan pelayanan publik kepada masyarakat,
percepatan kesejahteraan masyarakat, dsb. Pemekaran wilayah harus benar-benar dilakukan
untuk mendekatkan pelayanan pemerintah pada masyarakat dan memperpendek alur
pelayanan sehingga akan tercipta pelayanan berkualitas yang ditunjukkan dengan kemajuan
suatu daerah otonom.
Di balik antusiasme daerah, terdapat juga anggapan bahwa pihak daerah memiliki
kemampuan yang tidak kalah dibandingkan dengan pusat. Berdasarkan fakta sebagian besar
sumber daya manusia yang berkualitas berasal dari daerah dimana mereka mematangkan
potensinya di daerah untuk kemudian berkecimpung di pusat dan kemudian memegang
peranan penting dalam memegang keputusan (dicision maker).
Pada dasarnya otonomi daerah itu sendiri bermuara kepada keinginan daerah untuk
memekarkan diri atau memisahkan diri dari daerah induknya dan mencoba berdiri sendiri
dengan segala potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut. Pemekaran daerah dalam tatanan
filosofis dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran akan
mempersingkat rentang kendali antara pemerintah dan masyarakat, khususnya pada wilayahwilayah yang belum terjangkau oleh fasilitas pemerintahan. Pemekaran daerah juga
diaspirasikan untuk memperbaiki pemerataan pembangunan.

17

Berdasarkan pengalaman di masa lalu, daerah-daerah yang terbangun hanya daerah
yang berdekatan dengan ibukota pemerintahan daerah. Pemekaran memungkinkan sumber
daya mengalir ke daerah yang masih belum berkembang. Alasan lainnya yang juga
dikemukakan adalah bahwa pemekaran akan mengembangkan demokrasi lokal melalui
pembagian kekuasaan pada tingkat yang lebih kecil. (dsfindonesia.org/userfiles/Studi
Evaluasi Pemekaran Daerah/2007/01).
Kebijakan otonomi daerah telah memberikan peluang yang besar bagi daerah untuk
mengelola dan mengembangkan daerah berdasarkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan
aspirasi dan inisiatif masing-masing daerah. Dengan kewenangan yang diberikan pemerintah
pusat kepada daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri berarti juga daerah tersebut
berusaha untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya mengelola dan
mengembangkan daerah agar dapat lebih maju dari sebelumnya. Kecamatan Silahisabungan
merupakan salah satu daerah otonom di Kabupaten Dairi, kecamatan ini dimekarkan pada
tanggal 14 Juni 2004 oleh Bupati Dairi DR MP Tumanggor.
(BPS/Pemkab Dairi/2009/05).
Pemekaran daerah kecamatan dapat dilakukan jika paling tidak terdiri dari 5 desa dan
terdiri dari beberapa kelurahan dan dusun. Wilayah Kecamatan Silahisabungan sendiri terdiri
dari 5 desa yaitu Desa Silalahi I, Desa Silalahi II, Desa Silalahi III, Desa Paropo dan Desa
Paropo I, dan itu sudah memenuhi syarat untuk dapat memekarkan daerah kecamatan selain
tentunya faktor-faktor lainnya seperti sumber daya alam dan sumber daya manusia yang
memadai. Melihat kondisi sumber daya alam yang cukup baik maka sudah selayaknyalah
dimekarkannya Kecamatan Silahisabungan, selain itu juga pemekaran ini sangat didukung
penuh oleh masyarakat setempat karena dengan adanya pemekaran tentunya akan sangat
membantu kehidupan masyarakat setempat juga untuk mengembangkan daerah Kecamatan

18

Silahisabungan menuju kecamatan yang lebih maju dan berkembang. (Data ini diperoleh dari
penjelasan Kepala Desa Paropo)
Menurut Badan Pusat Statistik Pemerintah Kabupaten Dairi, jumlah penduduk Kecamatan
Silahisabungan pada tahun 2009 adalah 5309 jiwa yang terdiri dari 2803 perempuan dan
2506 laki-laki dan dengan 1008 kepala keluarga (KK). Dari tahun ke tahun jumlah penduduk
kecamatan ini terus bertambah baik itu dengan adanya kelahiran ataupun pendatang yang
pada akhirnya menetap dan memilih tinggal di daerah ini.
Potensi Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi sebagai salah satu daerah pemekaran
memang tidaklah salah melihat dari besarnya potensi yang dimilki daerah ini untuk dapat
berdiri sendiri. Kecamatan Silahisabungan selama ini seperti segumpal permata yang di
biarkan terendam di dasar laut, hal ini sulit dipungkiri karena memang demikianlah
keadaannya. Potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh daerah ini sangatlah besar tetapi
belum efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena kurangnya pengetahuan
masyarakat dalam mengembangkan sumber daya alam yang ada serta kurangnya penyuluhan
yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat.
Dalam dunia pariwisata, Kecamatan Silahisabungan yang berada di pinggir pantai Danau
Toba sudah mulai dikenal di kalangan turis domestik maupun turis asing terutama benua Asia
dan Eropa. Kecamatan termuda di Kabupaten Dairi yang mempunyai iklim sejuk dengan
pemandangan hamparan Danau Toba ini, memang masih kalah populer dengan daerah
lainnya yang berada di di pinggir pantai Danau Toba seperti Tomok, Samosir, Tongging, dan
Parapat. Namun itu tidak menjadi alasan untuk dapat memekarkan diri mengingat potensi
besar yang dimiliki oleh daerah ini. Seharusnya sudah sejak lama daerah ini dapat
memekarkan diri buktinya pada tahun 1970 daerah Kecamatan Silahisabungan ini sudah

19

terdaftar di Dinas Pariwisata Tingkat I Sumatera Utara, sebagai Daerah Tujuan Wisata
(DTW).
Tulang punggung perekonomian masyarakatnya sebagian besar bertumpu pada sektor
pertanian, selain itu ada juga pada sektor peternakan dan juga perikanan. Sebagai wilayah
pembangunan pertanian, peternakan dan perikanan, Kecamatan Silahisabungan mempunyai
visi

DUMA

yakni Damai, Usaha, Makmur. Dimana melalui DUMA ini diharapkan

terciptanya pemerintahan yang baik untuk mewujudkan masyarakat yang damai yang
memiliki usaha sendiri sehingga kehidupannya bisa menjadi makmur melalui pengelolaan
agribisnis dan pariwisata yang memiliki daya saing.
Desa Paropo merupakan satu dari lima desa yang ada di Kecamatan Silahisabungan. Desa
ini memiliki potensi yang cukup besar terutama dari hasil bumi yang dimilikinya. Hasil
tanaman pertanian tumbuh subur di desa ini, ditambah lagi hasil tangkapan ikan yang
melimpah ruah. Kondisi sosial ekonomi di desa Paropo sejak adanya pemekaran kecamatan
Silahisabungan berkembang cukup baik di berbagai sektor, antara lain dari sektor pertanian
dan perikanan khususnya banyak mengalami kemajuan. Selain itu juga Desa paropo
mengalami kemajuan dalam tenunan ulos dan juga peternakan.
Setelah pemekaran daerah, masyarakat banyak mendapatkan pengarahan dari pemerintah
daerah seperti petani diberikan penyuluhan bagimana cara bercocok tanam yang baik
sehingga hasil panen melimpah ruah, apalagi desa ini terkenal dengan hasil palawija
bawangnya dengan kualitas yang baik hal ini terbukti dari tingginya permintaan pasar
terutama dari kota sumbul dan sidikalang akan permintaan bawang. Selain itu juga para
nelayan digalakkan oleh pemerintah setempat bagaimana agar hasil tangkapan ikan lebih
banyak lagi dan juga bagaimana mengembangkan budidaya terumbu karang agar hasilnya
dapat menambah perekonomian para nelayan.
20

Dari uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh
pemekaran daerah terhadap sosial ekonomi masyarakat di Desa Paropo Kecamatan
Silahisabungan Kabupaten Dairi.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis merumuskan
permasalahan dalam penelitian ini adalah : Bagaimana Pengaruh Pemekaran Daerah
Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan
Kabupaten Dairi ? .

1.3.

Pembatasan Masalah
Untuk menghindari ruang lingkup permasalahan yang terlalu luas, maka penulis perlu

untuk membuat pembatasan masalah yang akan diteliti. Adapun pembatasan masalah sosial
ekonomi yang akan dikemukakan indikatornya hanya terbatas pada, pendapatan dan
pendidikan, kesehatan dan perumahan masyarakat Paropo.

1.4.

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

1.4.1 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan sasaran utama yang ingin dicapai seseorang melalui
kegiatan penelitian. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh pemekaran daerah terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Paropo
Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi.

21

1.4.2 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi refrensi dalam rangka pengembangan
konsep konsep, teori teori, terutama terhadap pemecahan masalah pemekaran daerah
terhadap sosial ekonomi masyarakat di Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan Kabupaten
Dairi.

1.5 Sistematika Penulisan
Penulisan penelitian ini disajikan dalam enam bab dengan sistematika sebagai berikut
:
BAB I

: PENDAHULUAN
Bab ini berisikan latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian serta sistematika penulisan

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan uraian teori dan konsep yang berkaitan dengan objek yang
diteliti, kerangka pemikiran, defenisi konsep dan defenisi operasional.

BAB III

: METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan tipe penelitian, lokasi penelitian, populasi dan sampel,
teknik pengumpulan data serta teknik analisis data.

BAB IV

: DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Bab ini berisikan gambaran umum tentang lokasi penelitian yang dilakukan
di

Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi.
22

BAB V

: ANALISIS DATA
Bab ini berisikan tentang uraian data yang diperoleh dari hasil penelitian dan
analisisnya.

BAB VI

: PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang bermanfaat sehubungan dengan
penelitian yang telah dilakukan.

23

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pembangunan
Pembangunan

mempunyai

pengertian

yang

sangat

luas,

secara

sederhana

pembangunan itu adalah perubahan kearah yang lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya.
Pembangunan dapat diartikan juga sebagai gagasan untuk mewujudkan sesuatu yang dicitacitakan. Dimana gagasan tersebut lahir dalam bentuk usaha untuk mengarahkan dan
melaksanakan pembinaan, pengembangan, serta pembangunan bangsa. Sepeti yang telah
diuraikan diatas, pembangunan merupakan perubahan menuju kearah perbaikan. Perubahan
ke arah perbaikan itu sendiri memerlukan pengerahan segala budi daya manusia untuk
mewujudkan apa yang dicita-citakan. Dengan sendirinya pembangunan merupakan proses
penalaran dalam rangka menciptakan kebudayaan dan peradaban manusia.
Pembangunan tidak dapat berhenti atau dihentikan karena manusia hidup selalu
dipenuhi oleh suasana perubahan. Inti pembangunan bukan hanya terjadinya perubahan
struktur fisik atau material, tetapi juga menyangkut perubahan sikap masyarakat.
Pembangunan harus mampu membawa umat manusia melampaui pengutamaan aspek-aspek
materi dari kehidupannya sehari-hari. Di samping itu pembangunan adalah upaya memajukan
atau memperbaiki serta meningkatkan nilai sesuatu yang sudah ada.
Dalam rangka pemerataan pembangunan daerah dan pengembangan wilayah
diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengadaan sarana kebutuhan
masyarakat. Pada dasarnya, pemekaran wilayah merupakan salah satu bentuk otonomi daerah
dan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dengan adanya pemekaran
24

wilayah diharapkan dapat lebih memaksimalkan pemerataan pembangunan daerah dan
pengembangan wilayah. (dsfindonesia/2007/15)

2.2 Kecamatan
Menurut pasal 66 UU No.22 Tahun 1999, kecamatan merupakan perangkat daerah
kabupaten dan daerah kota

yang dipimpin oleh Kepala Camat yang diangkat oleh

Bupati/Walikota atas usul dari sekretaris daerah kabupaten/kota dan Pegawai Negeri Sipil
yang memenuhi syarat. Sebagai perangkat daerah organisasi Kecamatan yang dipimpin oleh
Camat melaksanakan sebagian urusan otonomi daerah yang dilimpahkan Bupati dan tugastugas umum pemerintahan. Dalam pelaksanaan otonomi daerah organisasi Kecamatan
menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. Hal ini disebabkan Kecamatan menjadi
penyambung kebijakan pemerintah daerah dengan masyarakat luas, fungsi-fungsi koordinatif
dan pembinaan pada level desa dan kelurahan menjadi tanggung jawab Kecamatan.
(Poernomo, 2004 : 28)
Oleh karena itu Kecamatan menerima sebagian wewenang yang dilimpahkan oleh
Kepala Daerah. Disamping itu Kecamatan adalah sebagai koordinator dalam pelaksanaan
tugas-tugas pemerintahan umum. Ada dua tugas utama Kecamatan yaitu sebagai pelayan
masyarakat dan melakukan pembinaan wilayah. Tugas pembinaan wilayah dilakukan dengan
melakukan koordinasi pemerintahan terhadap seluruh instansi pemerintah di wilayah
kecamatan, penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban, penegakan peraturan perundangundangan, pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan, serta
pelaksanaan tugas pemerintahan lainnya yang belum dilaksanakan oleh pemerintahan
desa/kelurahan dan/atau instansi pemerintah lainnya di wilayah kecamatan, sedangkan dari
segi pelayan masyarakat, pihak Kecamatan menjalankan sebagian wewenang yang diberikan
25

oleh Pemerintah daerah. Oleh sebab itu pengembangan lembaga Kecamatan menjadi hal yang
urgen untuk dilaksanakan. Kebijakan otonomi daerah merupakan suatu itikad baik
pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kecamatan sebagai unsur perangkat daerah memiliki peran vital dalam keberhasilan otonomi
daerah, kecamatan dilihat dari sistem pemerintahan Indonesia, merupakan ujung tombak dari
pemerintahan daerah yang langsung berhadapan dengan masyarakat luas. Citra birokrasi
pemerintahan secara keseluruhan akan banyak ditentukan oleh kinerja organisasi tersebut.
Masyarakat perkotaan yang peradabannya sudah cukup maju, mempunyai kompleksitas
permasalahan lebih tinggi dibandingkan pada masyarakat tradisional sehingga diperlukan
aparatur pelayanan yang profesional. (Tobalilo80/2009/01)

2.2.1 Pemerintahan Daerah
Menurut Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, yang
dimaksud dengan pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh
pemerintah daerah oleh DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip
otonomi seluas-luasnya dalam system dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana

dimaksud

dalam

Undang-Undang

Republik

Indonesia

tahun

1945,

pemerintahan daerah meliputi :
1) Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati atau walikota dan perangkat daerah
sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah.
2) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) adalah lembaga perwakilan rakyat daerah
sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah
Pemerintah daerah sebagai badan eksekutif daerah dalam PP No.8/2003 tentang
pedoman organisasi perangkat daerah meliputi kepala daerah beserta perangkat daerah.
Kepala daerah dalam hal ini untuk kecamatan adalah Camat, untuk kabupaten adalah Bupati
26

dimana kepala daerah ini dibantu oleh satu orang wakil kepala daerah. Kepala daerah dan
wakilnya dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat di daerah yang
bersangkutan. Berhasil tidaknya seseorang yang menjabat suatu jabatan dalam menjalankan
tugas-tugasnya tergantung kepada kualitas yang dimilikinya. Demikian pula halnya dengan
kepala daerah, berhasil tidaknya ia menjalankan tugas-tugasnya tergantung kepada kualitas
yang dimilikinya serta loyalitasnya kepada masyarakat.
Menurut Peraturan Pemerintahan Nomor 8 Tahun 2003 tentang pedoman organisasi
perangkat daerah, perangkat daerah adalah organisasi atau lembaga pada pemerintahan
daerah yang bertanggung jawab kepada kepala daerah dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan yang terdiri dari sekretariat daerah, dinas daerah, lembaga teknis daerah,
kecamatan dan satuan polisi pamong praja sesuai dengan kebutuhan daerah (Nurcholis, 2007
: 225)
Penyelenggaraan otonomi daerah ini didasarkan pada isi dan jiwa yang terkandung
dalam Pasal 18 UUD 1945 dengan pokok pikiran sebagai berikut :
a. Sistem

ketatanegaraan

wajib

menjalankan

prinsip

pembagian

kewenangan

berdasarkan asas dekonsentrasi dan desentralisasi dalam rangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
b. Daerah yang dibentuk berdasarkan asas desentralisasi dan dekonsentrasi adalah
daerah provinsi, sedangkan daerah yang dibentuk berdasarkan asas desentralisasi
adalah daerah kabupaten dan daerah kota. Daerah desntralisasi berwenang untuk
menentukan dan melaksanakan kebijakan atas prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi
masyarakat.
c. Pembagian daerah diluar provinsi dibagi ke dalam daerah otonom. Dengan demikian
wilayah administrasi yang berada dalam daerah kabupaten dan daerah kota dapat
dijadikan daerah otonom baru.
27

d. Kecamatan yang menurut Undang-Undang No.5 Tahun 1974 sebagai wilayah
administrasi dalam rangka dekonsentrasi kedudukannya diubah menjadi perangkat
daerah kabupaten atau daerah kota.
Penyelenggaraan pemerintahan daerah akan sangat kompleks dan problematis. Di
lapangan ada banyak masalah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan pada saat
penyusunan konsep. Dengan demikian diperlukan semacam prinsip sebagai acuan dalam
mengatasi masalah-masalah di lapangan. Adapun prinsip penyelenggaraan pemerintahan
daerah yaitu :
a. Dipergunakannya asas desentralisasi, dekonsentrasi dan juga tugas pembantuan;
b. Penyelenggaraan asas desentralisasi secara utuh dan bulat yang dilaksanakan di
daerah kabupaten dan daerah kota; dan
c. Tugas pembantuan dapat dilaksanakan di daerah propinsi, daerah kabupaten, daerah
kota dan juga desa. (Iswandi, 2002 : 9-10)
d. Pelaksanaan pemberian otonomi kepada daerah harus menunjang aspirasi perjuanagan
rakyat, yakni memperkokoh Negara kesatuan dan juga mempertinggi tingkat
kesejahteraan masyarakat.
e. Pemberian otonomi kepada daerah harus

merupakan otonomi yang nyata dan

bertanggung jawab sesuai dengan UU No.5/1974.
f. Tujuan pemberian otonomi kepada daerah antara lain yaitu : (1) Untuk
memungkinkan daerah yang bersangkutan untuk mengatur dan mengurus rumah
tangganya sendiri untuk meningkatkan dayaguna dan hasilguna penyelenggaraan
pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan
pembangunan. (2) dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan
pelaksanaan pembangunan, undang-undang ini menitikberatkan otonomi daerah pada
daerah tingkat II dengan pertimbangan bahwa daerah tingkat II langsung berhubungan
28

dengan masyarakat sehingga diharapkan dapat lebih mengerti dan memenuhi aspirasi
masyarakat. (3) pemyerahan urusan-urusan pemerintahan kepada daerah dilakukan
secara bertahap disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah yang
bersangkutan. (4) Meskipun berbagai urusan telah diserahkan kepada daerah sebagai
pelaksana asas desentralisasi tetapi tanggungjawab terakhir terhadap urusan-urusan
tersebut tetap berada di tangan pemerintah. (Widarta, I. 2005 : 69).

2.2.2. Masyarakat
Kata masyarakat dalam bahasa Inggris adalah society yang berasal dari kata
socius yang berarti kawan. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relative
mandiri, yang hidup secara bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah
tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam
kelompok tersebut. Hidup dalam masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orangorang sekitar, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masyarakat merupakan kesatuan
hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat istiadat, hukum, agama dan sosial
budaya yang bersifat kontiniu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
Ikatan yang menyebabkan suatu kesatuan manusia menjadi suatu masyarakat adalah
pola tingkah laku yang menyangkut semua aspek kehidupan dalam batas kesatuan tersebut
sehingga menjadi adat istiadat. Para mahasiswa suatu akademi ataupun para pelajar suatu
sekolah tidak dapat disebut sebagai masyarakat karena walaupun suatu kesatuan manusia
yang terdiri dari murid, guru, mahasiswa atupun karyawan terikat serta diatur tingkah lakunya
oleh berbagai norma atau aturan sekolah, tetapi system norma itu hanya meliputi beberapa
sektor kehidupan yang terbatas. Sementara sebagai suatu kesatuan manusia, sekolah atupun
kampus itu hanya bersifat sementara atau tidak berkesinambungan. Selain ikatan adat istiadat
29

khas yang meliputi sektor kehidupan serta kontiunitas waktu, warga suatu masyarakat juga
harus memiliki suatu ciri lain yaitu suatu rasa identitas bahwa mereka merupakan suatu
kesatuan khusus yang berbeda dari kesatuan-kesatuan manusia lainnya
Usaha mengembangkan konsep masyarakat ternyata tidak menghasilkan suatu rumusan
yang seragam. Satu aspek yang tampak disepakati bersama adalah masyarakat mer

Dokumen yang terkait

Kondisi Kehidupan Sosial Ekonomi Buruh Harian Lepas di Kelurahan Muliorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang

7 122 122

Analisis Pengaruh Pemekaran Wilayah Induk Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus: Kabupaten Asahan)

13 93 123

Dampak Pemekaran Kecamatan Terhadap Percepatan Pembangunan Masyarakat Di Kecamatan Hatonduhan...

0 29 3

Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Sukun (Artocarpus communis Forst.) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi

1 13 70

Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Sukun (Artocarpus communis Forst.) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi

0 0 12

Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Sukun (Artocarpus communis Forst.) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi

0 0 2

Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Sukun (Artocarpus communis Forst.) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi

0 0 3

Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Sukun (Artocarpus communis Forst.) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi

0 0 14

Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Sukun (Artocarpus communis Forst.) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi

0 0 3

Persepsi Masyarakat Terhadap Tanaman Sukun (Artocarpus communis Forst.) di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi

0 3 12

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3879 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1032 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 926 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 776 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1219 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 807 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1089 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1321 23