Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENGUNGKAPAN INFORMASI SOSIAL DALAM
LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN
PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

OLEH:

RADINAL MOECHTAR SIRAIT
060503098

PROGRAM STUDI STRATA I AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan skripsi yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Tahunan
Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)” adalah benar
hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat,
dipublikasi atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi
Program Studi Strata-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas,
benar apa adanya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar saya
bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan,

Juni 2011

Yang membuat pernyataan,

Radinal Moechtar Sirait
NIM: 060503098

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rezeki dan
berkah yang telah dilimpahkan-Nya sejak penulis mencari ide,

mengajukan,

menyusun, hingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Tidak lupa shalawat
dan salam penulis haturkan untuk Nabi besar Muhammad saw semoga kita
mendapatkan syafaatnya nanti.
Penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan, pengarahan,
bimbingan, bantuan, dan kerjasama semua pihak yang telah turut membantu
dalam proses menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak. selaku Ketua Program Studi Strata-1
Akuntansi dan Dra. Mutia Ismail, M.M, Ak. selaku Sekretaris Program
Studi Strata-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Arifin Lubis, M.M, Ak. selaku dosen pembimbing yang telah
banyak memberikan bimbingan dan pengarahan kepada peneliti dalam
menyelesaikan skripsi ini.
4. Bapak Drs. Arifin Akhmad, M.Si, Ak. selaku dosen penguji I dan Ibu
Risanty, SE, M.Si, Ak. selaku dosen penguji II yang telah banyak
memberikan arahan bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

5. Ayah saya, Ir. H. Mamora Sirait, dan ibu saya, Hj. Anggreini Hasibuan
yang senantiasa melimpahkan kasih sayang, didikan, perhatian, dukungan
moral maupun materi, dan do’anya kepada saya.
Saya menyadari banyak terdapat kekurangan dalam skripsi ini, untuk itu saya
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak.

Medan, Juni 2011
Penulis,

Radinal Moechtar Sirait
NIM: 060503098

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang
mempengaruhi pengungkapan informasi sosial yaitu ukuran dewan komisaris,
financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas baik secara parsial
maupun simultan berpengaruh terhadap informasi sosial yang diungkapkan pada
perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan data yang digunakan
berupa laporan tahunan yang berjumlah 26 perusahaan perbankan yang terdaftar
di BEI selama periode 2008-2009. Pemilihan sampel dilakukan dengan
menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data
eksternal, yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directroy (ICMD) 2009
dan situs www.idx.co.id. Proses analisis data yang dilakukan terlebih dahulu
adalah uji asumsi klasik dan selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis. Metode
statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris,
financial leverage dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap
pengungkapan informasi sosial, sedangkan variabel ukuran perusahaan
berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan informasi sosial perusahaan. Nilai
Adjusted R Square adalah 0,361 mengindikasikan bahwa 36,1% pengungkapan
sosial perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas yang digunakan
dalam penelitian ini. Sedangkan sisanya 63,9% dijelaskan oleh faktor lain yang
tidak dimasukkan dalam model regresi.
Kata Kunci: ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran
perusahaan, profitabilitas, pengungkapan informasi sosial perusahaan

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The purpose of this research is to know the influence of effect factors of
corporate social responsibility, consist of size of board of commissioner, financial
leverage, company size and profitability either partially or simultaneously toward
corporate social responsibility disclosure in bank on BEI.
This research is classified as causal research and data used are in form of
annual reports from 26 companies used as sample listed in BEI during 2008 to
2009. The sample selection using purposive sampling method. This research
utilizes external data; those are taken from Indonesia Capital Market Directory
(ICMD) 2009 and from the website www.idx.co.id. Data which have already
collected are processed with classic assumption test before hypothesis test. The
statistic method that’s used in multiple regressions analyzes.
The result of research show that size of board of commissioner, financial
leverage and profitability have insignificant effect to corporate social
responsibility disclosure, while company size have significant effect to corporate
social responsibility disclosure. Adjusted R Square that shows value 0,361
indicates that 36,1% turning in corporate social responsibility disclosure can be
determined by the independent variable in this research, meanwhile, the reminder
63,9% determined by other factors which not include in this research.
Key Words: size of board of commissioner, financial leverage, company size,
profitability, corporate social responsibility disclosure

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

PERNYATAAN .................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
ABSTRAK .......................................................................................................... iv
ABSTRACT ........................................................................................................ v
DAFTAR ISI ....................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .............................................................................................. x
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xi
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xii

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian ................................................................ 1
B. Perumusan Masalah ......................................................................... 4
C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 4
D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis ............................................................................... 6
1. Bank ............................................................................................ 6
2. Tanggung jawab Sosial Perusahaan ............................................. 7
3. Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Tahunan...........10

Universitas Sumatera Utara

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan
Informasi Sosial ...........................................................................12
a. Ukuran Dewan Komisaris ...................................................... 12
b. Profitabilitas ........................................................................... 13
c. Financial Leverage................................................................. 15
d. Ukuran Perusahaan ................................................................ 15
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu ......................................................... 16
C. Kerangka Konseptual ....................................................................... 17
D. Hipotesis Penelitian ......................................................................... 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Desain Penelitian ............................................................................. 22
B. Populasi dan Sampel Penelitian ....................................................... 22
C. Jenis dan Sumber Data ..................................................................... 25
D. Teknik Pengumpulan Data ............................................................... 25
E. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ............................... 26
F. Metode Analisis Data ....................................................................... 28
1. Uji Normalitas ............................................................................. 28
2. Uji Multikolinearitas .................................................................. 28
3. Uji Heteroskedastisitas................................................................ 29
4. Uji Autokorelasi .......................................................................... 29
5. Uji-F ............................................................................................ 30
6. Uji-t ............................................................................................. 31

Universitas Sumatera Utara

G. Jadwal Penelitian ............................................................................. 32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Data Penelitian ................................................................................. 33
1. Data Pengungkapan Informasi Sosial ........................................ 34
2. Data Variabel yang Mempengaruhi Pengungkapan
Informasi Sosial ......................................................................... 36
B. Analisis Data Penelitian ................................................................... 39
1. Analisis Statistik Deskriptif ....................................................... 39
2. Pengujian Asumsi Klasik ............................................................40
a. Uji Normalitas ....................................................................... 40
b. Uji Multikolinieritas .............................................................. 43
c. Uji Heteroskedastisitas .......................................................... 44
d. Uji Autokorelasi .................................................................... 46
1. Pengujian Hipotesis ................................................................... 47
a. Uji Signifikansi Simultan (Uji-F) .......................................... 48
b. Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) .............................................. 49
C. Pembahasan Hasil Analisis Penelitian ............................................. 52

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ...................................................................................... 56
B. Keterbatasan Penelitian .................................................................... 57
C. Saran .................................................................................................57

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 59
LAMPIRAN ........................................................................................................ 61

DAFTAR TABEL
Nama

Judul

Halaman

Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu ........................................................... 16
Tabel 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian ........................................................ 24
Tabel 3.2 Jadwal Penelitian ............................................................................... 32
Tabel 4.1 Sampel Penelitian .............................................................................. 33
Tabel 4.2 Penghitungan Indeks Pengungkapan Informasi Sosial tahun 2008 .. 35
Tabel 4.3 Penghitungan Indeks Pengungkapan Informasi Sosial tahun 2009 .. 36
Tabel 4.4 Ukuran Dewan Komisaris, Financial Leverage,

Universitas Sumatera Utara

Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan tahun 2008 ............................ 37
Tabel 4.5 Ukuran Dewan Komisaris, Financial Leverage,
Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan tahun 2009 ............................ 38
Tabel 4.6 Statistik Deskriptif ............................................................................ 39
Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas ......................................................................... 41
Tabel 4.8 Hasil Uji Multikolinearitas ................................................................ 44
Tabel 4.9 Hasil Uji Autokorelasi ....................................................................... 46
Tabel 4.10 Model Summary ................................................................................ 47
Tabel 4.11 Hasil Uji Simultan (Uji-F) ................................................................ 48
Tabel 4.12 Hasil Uji Parsial (Uji-t) ..................................................................... 50

DAFTAR GAMBAR
Nama

Judul

Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ...................................................................... 18
Gambar 4.1 Grafik Normal P-Plot ...................................................................... 42
Gambar 4.2 Grafik Histogram ............................................................................. 43
Gambar 4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas (Scatterplot) ..................................... 45

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Nama
Lampiran i

Judul

Halaman

Populasi dan Sampel Penelitian .................................................... 61

Lampiran ii Data Penghitungan Indeks Pengungkapan Informasi
Sosial tahun 2008 ........................................................................... 62
Lampiran iii Data Penghitungan Indeks Pengungkapan Informasi
Sosial tahun 2009 ........................................................................... 63
Lampiran iv Data Ukuran Dewan Komisaris ..................................................... 64
Lampiran v

Data Financial Leverage ............................................................... 65

Lampiran vi Data Ukuran Perusahaan ................................................................ 66
Lampiran vii Data Profitabilitas .......................................................................... 67
Lamipran viii Statistik Deskriptif ......................................................................... 68
Lampiran ix Hasil Uji Normalitas ...................................................................... 69
Lampiran x

Hasil Uji Multikolinearitas dan Heteroskedastisitas ..................... 71

Lampiran xi Hasil Uji Autokorelasi ................................................................... 72
Lampiran xii Hasil Uji Simultan (Uji-F) dan Hasil Uji Parsial (Uji-t) ............... 73

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang
mempengaruhi pengungkapan informasi sosial yaitu ukuran dewan komisaris,
financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas baik secara parsial
maupun simultan berpengaruh terhadap informasi sosial yang diungkapkan pada
perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan data yang digunakan
berupa laporan tahunan yang berjumlah 26 perusahaan perbankan yang terdaftar
di BEI selama periode 2008-2009. Pemilihan sampel dilakukan dengan
menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data
eksternal, yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directroy (ICMD) 2009
dan situs www.idx.co.id. Proses analisis data yang dilakukan terlebih dahulu
adalah uji asumsi klasik dan selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis. Metode
statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris,
financial leverage dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap
pengungkapan informasi sosial, sedangkan variabel ukuran perusahaan
berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan informasi sosial perusahaan. Nilai
Adjusted R Square adalah 0,361 mengindikasikan bahwa 36,1% pengungkapan
sosial perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas yang digunakan
dalam penelitian ini. Sedangkan sisanya 63,9% dijelaskan oleh faktor lain yang
tidak dimasukkan dalam model regresi.
Kata Kunci: ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran
perusahaan, profitabilitas, pengungkapan informasi sosial perusahaan

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The purpose of this research is to know the influence of effect factors of
corporate social responsibility, consist of size of board of commissioner, financial
leverage, company size and profitability either partially or simultaneously toward
corporate social responsibility disclosure in bank on BEI.
This research is classified as causal research and data used are in form of
annual reports from 26 companies used as sample listed in BEI during 2008 to
2009. The sample selection using purposive sampling method. This research
utilizes external data; those are taken from Indonesia Capital Market Directory
(ICMD) 2009 and from the website www.idx.co.id. Data which have already
collected are processed with classic assumption test before hypothesis test. The
statistic method that’s used in multiple regressions analyzes.
The result of research show that size of board of commissioner, financial
leverage and profitability have insignificant effect to corporate social
responsibility disclosure, while company size have significant effect to corporate
social responsibility disclosure. Adjusted R Square that shows value 0,361
indicates that 36,1% turning in corporate social responsibility disclosure can be
determined by the independent variable in this research, meanwhile, the reminder
63,9% determined by other factors which not include in this research.
Key Words: size of board of commissioner, financial leverage, company size,
profitability, corporate social responsibility disclosure

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian
Perkembangan akuntansi dewasa ini telah menyebabkan penggunaan
pelaporan akuntansi sebagai alat pertanggungjawaban kepada pemilik modal yang
mengakibatkan orientasi perusahaan lebih berpihak kepada pemilik modal. Hal
tersebut mengakibatkan perusahaan melakukan eksploitasi secara tidak terkendali
terhadap sumber daya alam dan masyarakat (sosial) sehingga mengakibatkan
kerusakan lingkungan dan akhirnya mengganggu kehidupan manusia.
Perusahaan memiliki lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal
perusahaan adalah pihak-pihak seperti karyawan dan manajer sedangkan yang
termasuk lingkungan eksternal perusahaan seperti investor, kreditur dan
masyarakat. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan dapat memberikan
dampak yang positif dan negatif bagi lingkungan internal perusahaan maupun
lingkungan eksternal perusahaan. Aktivitas perusahaan diungkapkan dalam
laporan keuangan. Tetapi, sering kali aktivitas yang berdampak positif
diungkapkan dalam laporan keuangan dari pada aktivitas yang berdampak negatif
terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal perusahaan.
Sejak tahun 2007, laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan
perbankan menampilkan pengungkapan aktivitas sosial perusahaan yang telah
dilakukan.Walaupan demikian, luas lingkup dan kedalaman pengungkapan sosial
yang dimuat perusahaan berbeda-beda. Luas pengungkapan tanggung jawab sosial

Universitas Sumatera Utara

adalah item-item pengungkapan sosial yang dimuat perusahaan dalam laporan
tahunan. Salah satu bank yang memuat secara lengkap laporan tanggung jawab
sosial dalam laporan tahunannya adalah PT. Bank Mandiri Tbk. melalui laporan
tahunannya pada tahun 2007 dan 2008, Bank Mandiri telah menampilkan secara
luas aktivitas-aktivitas sosial yang telah dilakukan. Item-item pengungkapan
meliputi beasiswa, program lingkungan, kemitraan usaha kecil dan menengah,
donasi, dan bantuan bencana alam. Namun, ada juga perusahaan perbankan yang
mengungkapan tanggung jawab sosial tanpa menjabarkan program-program yang
dilakukan. Bank Century Tbk. pada laporan keuangan tahunan pada tahun 2007
dan 2008 hanya menempatkan tanggung jawab pada akun jasa sosial dan tidak
secara rinci menjabarkan pelaksanaan tanggung jawab sosial.
Pada

akuntansi

konvensional

(mainstream

accounting),

perusahaan

bertanggung jawab hanya kepada pemilik modal (investor dan kreditur),
sedangkan pihak-pihak, seperti karyawan, masyarakat, dan konsumen cenderung
diabaikan. Tentu hal itu sangat merugikan mereka karena setiap aktivitas yang
dilakukan perusahaan memiliki dampak. Dewasa ini, perusahaan dituntut untuk
mementingkan karyawan, konsumen serta masyarakat, tetapi tidak meninggalkan
kepentingan manajemen dan pemilik modal.
Pada saat semakin berkembangnya teknologi dan informasi, masyarakat
bersikap lebih kritis terhadap kegiatan perusahaan termasuk tanggung jawab
sosial perusahaan. Perusahaan dituntut untuk memberikan informasi yang
transparan, tata kelola perusahaan yang bagus (good corporate governance)
memaksa perusahaan untuk memberikan informasi mengenai aktivitas sosialnya.

Universitas Sumatera Utara

Tuntutan masyarakat adalah untuk mengetahui sudah sejauh mana tanggung
jawab sosial telah dijalankan oleh perusahaan sehingga masyarakat merasa aman
dan tentram dalam menggunakan produk – produk yang diproduksi perusahaan
tersebut.
Standar akuntansi keuangan di Indonesia belum mewajibkan perusahaan
mengungkapkan informasi sosial. Salah satu informasi sosial yang sering
diungkapkan perusahaan adalah informasi tentang tanggung jawab perusahaan
terhadap lingkungan. Informasi tersebut disampaikan secara sukarela apabila
manfaat yang diperoleh perusahaan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan untuk
mengungkapkan informasi tersebut.
Berdasarkan penelitian Sitepu (2008) ukuran dewan komisaris dan
profitabilitas memilki pengaruh signifikan terhadap jumlah informasi sosial yang
diungkapkan oleh perusahaan, sedangkan financial leverage dan ukuran
perusahaan tidak memilki pengaruh signifikan terhadap jumlah informasi sosial
yang diungkapkan dalam laporan tahunan pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2007. Marpaung (2009) menemukan
bahwa struktur kepemilikan, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan umur
perusahaan, tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab
sosial,

sedangkan

financial

leverage

berpengaruh

signifikan

terhadap

pengungkapan tanggung jawab sosial dalam laporan tahunan pada perusahaan
perbankan dan lembaga keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada
tahun 2008.

Universitas Sumatera Utara

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian terdahulu, yaitu penelitian
yang dilakukan Sitepu (2008) dan Marpaung (2009). Perbedaan penelitian ini
dengan penelitian terdahulu adalah fokus penelitian hanya pada perusahaan
perbankan sedangkan dua penelitian terdahulu fokus pada perusahaan manufaktur
serta perusahaan perbankan dan lembaga keuangan. Karena adanya perbedaan
hasil penelitian sebelumnya membuat peneliti ingin meneliti kembali apakah
ukuran dewan komisaris, financial leverage, profitabilitas dan ukuran perusahaan
berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial dalam laporan
tahunan pada perusahaan perbankan.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka perumusan
masalah yang akan diteliti adalah apakah ukuran dewan komisaris, profitabilitas,
financial leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan
tanggung jawab sosial dalam laporan tahunan perusahaan perbankan baik secara
simultan maupun parsial?

C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah dalam penelitian ini, maka tujuan
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pengaruh dewan komisaris, financial leverage, ukuran
perusahaan dan profitabilitas secara simultan atau bersama-sama terhadap
pengungkapan informasi sosial perusahaan perbankan,

Universitas Sumatera Utara

2. Untuk mengetahui pengaruh dewan komisaris, financial leverage, ukuran
perusahaan dan profitabilitas secara parsial terhadap pengungkapan
informasi sosial perusahaan perbankan.

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dapat memberikan manfaat, antara lain:
1. Bagi penulis, sebagai informasi sekaligus bahan pembelajaran mengenai
tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya pada perusahaan perbankan,
tetapi juga perusahaan-perusahaan lain,
2. Bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan
masukan dan informasi dalam pengambilan keputusan yang berkaitan
dengan informasi sosial yang akan diungkapkan dalam laporan tahunan,
3. Bagi peneliti selanjutnya, sebagai referensi untuk menyempurnakan
penelitian selanjutnya yang sejenis.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritis
1. Bank
Pengertian bank menurut UU No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan
sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 tahun 1998 adalah badan usaha
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk
lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Definisi
ini mencerminkan dua peran utama bank sebagai financial intermediate
maupun institute of development, atau memberi tekanan bahwa usaha utama
bank adalah menghimpun dana dalam bentuk simpanan, yang merupakan
sumber dana bank dan dari segi penyalurannya, bank tidak semata-mata
memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya bagi pemilik, tapi juga
kegiatannya itu diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Sedangkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 31
disebutkan sebagai berikut:
Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial
intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang
memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar
lalu lintas pembayaran. Falsafah yang mendasari kegiatan usaha bank
adalah kepercayaan masyarakat. Hal tersebut tampak dalam kegiatan
pokok bank yang menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro,
tabungan, dan deposito berjangka serta memberikan kredit kepada pihak
yang memerlukan dana.

Universitas Sumatera Utara

Pada saat pelaksanaannya, lembaga keuangan bank terdiri dari:
1) bank sentral,
2) bank umum,
3) bank perkreditan rakyat.
Bank sentral di Indonesia dilaksanakan oleh Bank Indonesia dan
memegang fungsi sebagai bank sirkulasi, bank to bank dan lender of the last
resort. Biasanya pelayanan yang diberikan oleh Bank Indonesia lebih banyak
kepada pemerintah dan dunia perbankan. Bank umum merupakan bank yang
bertugas melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani segenap lapisan
masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga-lembaga lainnya.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank khusus yang melayani
masyarakat kecil di kecamatan dan pedesaan. BPR berasal dari Bank Desa,
Bank Pasar, Lumbung Desa, Bank Pegawai dan bank lainnya yang kemudian
dilebur menjadi Bank Perkreditan Rakyat.
Bank secara sederhana menurut Kashmir (2004:11) didefinisikan sebagai
“lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat serta
memberikan jasa bank lainnya”.

2. Tanggung jawab Sosial Perusahaan
Pengertian tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social
Responsibility) menurut Suharto (2007) adalah “operasi bisnis yang
berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara

Universitas Sumatera Utara

finansial, melainkan pula untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara
holistik, melembaga dan berkelanjutan”. Sedangkan menurut Pearce dan
Robinson (2007, 70) “tanggung jawab sosial perusahaan adalah gagasan
bahwa suatu perusahaan memiliki tugas untuk melayani masyarakat sekaligus
kepentingan keuangan pemegang sahamnya”. Dari penjelasan tersebut,
kepedulian terhadap masyarakat harus diutamakan karena masyarakat adalah
pihak yang akan menikmati produk yang akan dihasilkan perusahaan. Selain
itu, masyarakat juga yang akan menilai mengenai kepedulian perusahaan
terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, pihak luar
sering kali menuntut agar klaim pihak dalam diletakkan di bawah kepentingan
masyarakat; atau dengan kata lain, kepentingan pihak luar harus lebih
diutamakan.
Tamam Achda (2007) mengartikan CSR sebagai “komitmen perusahaan
untuk mempertanggungjawabkan dampak operasinya dalam dimensi sosial,
ekonomi, dan lingkungan, serta terus menerus menjaga agar dampak tersebut
menyumbang manfaat kepada masyarakat dan lingkungan hidupnya”. Apabila
operasi perusahaan memberikan dampak yang negatif terhadap masyarakat
dan lingkungan, perusahaan wajib mempertanggungjawabkan dampak tersebut
dan menjadi tanggunjawab hukum bagi peusahaan. Namun, jika operasi
perusahaan memberikan dampak yang positif, maka perusahaan harus
mempertahankannya.
Menurut

Suharto

(2007)

dalam

pelaksanaan

Corporate

Social

Responsibility, perusahaan bisa dikelompokkan ke dalam beberapa kategori.

Universitas Sumatera Utara

Dengan menggunakan dua pendekatan, sedikitnya ada delapan kategori
perusahaan, yaitu:
A. Berdasarkan proporsi keuntungan perusahaan dan besarnya anggaran
CSR:
a. Perusahaan Minimalis. Perusahaan yang memiliki profit dan
anggaran CSR yang rendah. Perusahaan kecil dan lemah biasanya
termasuk kategori ini.
b. Perusahaan Ekonomis. Perusahaan yang memiliki keuntungan
tinggi, namun anggaran CSR rendah.
c. Perusahaan Humanis. Meskipun profit perusahaan rendah, proporsi
anggaran CSR relatif tinggi.
d. Perusahaan Reformis. Perusahaan yang memiliki profit dan
anggaran CSR yang tinggi. Perusahaan seperti ini memandang CSR
bukan sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk lebih maju.
B. Berdasarkan tujuan CSR, apakah untuk promosi atau pemberdayaan
masyarakat:
a. Perusahaan Pasif. Perusahaan yang menerapkan CSR tanpa tujuan
jelas: bukan untuk promosi, bukan pula untuk pemberdayaan.
Perusahaan seperti ini melihat promosi dan CSR sebagai hal yang
kurang bermanfaat bagi perusahaan.
b. Perusahaan Impresif. CSR lebih diutamakan untuk promosi
daripada untuk pemberdayaan.
c. Perusahaan Agresif. CSR lebih ditujukan untuk pemberdayaan
daripada promosi. Perusahaan seperti ini lebih mementingkan karya
nyata.
d. Perusahaan Progresif. Perusahaan menerapkan CSR untuk tujuan
promosi dan sekaligus pemberdayaan. Promosi dan CSR dipandang
sebagai kegiatan yang bermanfaat dan menunjang satu sama lain
bagi kemajuan perusahaan.
Pada akhirnya, tanggungjawab sosial perusahaan menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari perusahaan. Perusahaan-perusahaan manufaktur dan
perbankan serta perusahaan lainnya membutuhkan tanggungjawab sosial
perusahaan bukan hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan
lingkungan sekitar, tetapi juga menjadi alat promosi yang dapat membuat
nama perusahaan menjadi lebih baik bagi masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

3. Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Tahunan
Pengungkapan (disclosure) menurut Hendriksen (1996) didefinisikan
sebagai

“penyediaan

sejumlah

informasi

yang

dibutuhkan

untuk

pengoperasian optimal pasar modal secara efisien”. Menurut Murtanto (2006)
dalam Media Akuntansi, “pengungkapan kinerja perusahaan seringkali
dilakukan secara sukarela (voluntary disclosure) oleh perusahaan”. Adapun
alasan-alasan perusahaan mengungkapkan kinerja sosial secara sukarela antara
lain:
a. Internal Decision Making : Manajemen membutuhkan informasi untuk
menentukan efektivitas informasi sosial tertentu dalam mencapai
tujuan sosial perusahaan. Walaupun hal ini sulit diidentifikasi dan
diukur, namun analisis secara sederhana lebih baik daripada tidak sama
sekali.
b. Product Differentiation : Manajer perusahaan memiliki insentif untuk
membedakan diri dari pesaing yang tidak bertanggung jawab secara
sosial kepada masyarakat. Akuntansi kontemporer tidak memisahkan
pencatatan biaya dan manfaat aktivitas sosial perusahaan dalam
laporan keuangan, sehingga perusahaan yang tidak peduli sosial akan
terlihat lebih sukses daripada perusahaan yang peduli. Hal ini
mendorong perusahaan yang peduli sosial untuk mengungkapkan
informasi tersebut sehingga masyarakat dapat membedakan mereka
dari perusahaan lain.

Universitas Sumatera Utara

c. Enlightened Self Interest : perusahaan melakukan pengungkapan untuk
menjaga keselarasan sosialnya dengan para stakeholder karena mereka
dapat mempengaruhi pendapatan penjualan dan harga saham
perusahaan.
Pelaporan pengungkapan sosial dalam laporan tahunan merupakan
voluntary disclosure, artinya pengungkapan ini bersifat sukarela dan belum
diatur secara tegas dalam PSAK. Menurut Belkaoui & Karpik (1989),
“perusahaan melakukan pengungkapan informasi sosial dengan tujuan untuk
membangun image pada perusahaan dan mendapatkan perhatian dari
masyarakat. Namun dengan kondisi saat ini, stakeholder mulai menganggap
pengungkapan tanggung jawab sosial itu menjadi salah satu yang penting”.
Perusahaan memerlukan biaya untuk memberikan informasi sosial, sehingga
laba yang dilaporkan dalam tahun berjalan menjadi lebih rendah. Perusahaan
cenderung meningkatkan informasi sosial apabila biaya kontrak dan biaya
pengawasan rendah dan visibilitas politis tinggi. Jadi pengungkapan informasi
sosial berhubungan positif dengan kinerja sosial, kinerja ekonomi dan
visibilitas politis. Sedangkan biaya kontrak dan pengawasan berhubungan
negatif terhadap pengungkapan informasi sosial.
Tujuan pengungkapan menurut Securities Exchange Commision (SEC)
dikategorikan menjadi dua yaitu propective disclosure yang dimaksudkan
sebagai upaya perlindungan terhadap investor dan informative disclosure,
yang bertujuan memberikan informasi yang layak kepada pengguna laporan

Universitas Sumatera Utara

(Wolk, Francis, Dan Tearay dalam Sitepu, 2008). Sedangkan Belkaoui (2006)
mengemukakan ada enam tujuan pengungkapan, yaitu:
1. Untuk menguraikan hal-hal yang diakui dan memberikan pengukuran
yang relevan atas hal-hal tersebut di luar pengukuran yang digunakan
dalam laporan keuangan.
2. Untuk menguraikan hal-hal yang diakui dan untuk memberikan
pengukuran yang bermanfaat bagi hal-hal tersebut.
3. Untuk memberikan informasi yang akan membantu investor dan
kreditor menilai resiko dan potensial dari hal-hal yang diakui dan tidak
diakui.
4. Untuk menyediakan informasi yang penting yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk melakukan perbandingan dalam
satu tahun dan di antara beberapa tahun.
5. Untuk memberikan informasi mengenai arus kas masuk atau keluar di
masa depan.
6. Untuk membantu para investor menilai pengembalian dari investasi
mereka.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial
Dalam penelitian ini karakteristik perusahaan yang mempengaruhi
pengungkapan informasi sosial diproksikan dalam ukuran dewan komisaris,
profitabilitas, financial leverage dan ukuran perusahaan.
a. Ukuran Dewan Komisaris
Ukuran dewan komisaris adalah jumlah anggota dewan komisaris.
Berkaitan dengan ukuran dewan komisaris, Coller dan Gregory (1999)
dalam Sitepu (2008) menyatakan bahwa “semakin besar jumlah anggota
dewan komisaris, maka akan semakin mudah untuk mengendalikan CEO
dan monitoring yang dilakukan akan semakin efektif. Dikaitkan dengan
pengungkapan tanggung jawab sosial, maka tekanan terhadap manajemen
juga akan semakin besar untuk mengungkapkannya”.

Universitas Sumatera Utara

Dewan komisaris yang berasal dari luar perusahaan akan dipandang
lebih baik, karena pihak dari luar akan menetapkan kebijakan yang
berkaitan dengan perusahaan dengan lebih objektif dibanding perusahan
yang memiliki susunan dewan komisaris yang hanya berasal dari dalam
perusahaan (Marpaung, 2011). Dewan komisaris yang berasal dari luar
perusahaan disebut dewan komisaris independen. Dewan komisaris
independen ini akan bekerja sama dengan dewan komisaris lainnya yang
berasal dari dalam perusahaan dalam melaksanakan pengawasan terhadap
pengelolaan perusahaan oleh manajemen.
Dewan komisaris terdiri dari inside dan outside director yang akan
memiliki akses informasi khusus yang berharga dan sangat membatu
dewan komisaris serta menjadikannya sebagai alat efektif dalam keputusan
pengendalian. Sedangkan fungsi dewan komisaris itu sendiri adalah
mengawasi pengelolaan perusahaan yang dilaksanakan oleh manajemen
(direksi) dan bertanggung jawab untuk menentukan apakah manajemen
memenuhi

tanggung

jawab

mereka

dalam

mengembangkan

dan

menyelenggarakan pengendalian intern perusahaan (Mulyadi, 2002).
b. Profitabilitas
Pada penelitian Marpaung (2009) “profitabilitas yaitu mengukur
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba”. Ada beberapa cara
yang dapat digunakan untuk menghitung rasio profitabilitas, antara lain
rasio margin laba kotor; rasio margin laba bersih; rasio pengembalian

Universitas Sumatera Utara

aktiva; rasio pengembalian atas ekuitas; earning per share ; basic earning
power ; contribution margin ; dan productivity ratio.
Hackston & Milne (1996) menemukan tidak ada hubungan yang
signifikan antara tingkat profitabilitas dengan pengungkapan informasi
sosial, sedangkan Belkaoui & Karpik (1989) mengatakan bahwa dengan
kepeduliannya terhadap masyarakat (sosial) manajemen menghendaki
untuk membuat perusahaan menjadi profitable. Apabila perusahaan
semakin menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat kemungkinan
kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan akan semakin meningkat.
Oleh sebab itu, masyarakat yang menjadi konsumen yang akan membeli
maupun menggunakan produk yang dihasilkan perusahaan menjadi lebih
percaya kepada perusahaan sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan
apabila konsumen juga bertambah.
Menurut Sembiring (2005):
Penelitian ilmiah terhadap hubungan profitabilitas dan pengungkapan
tanggung jawab sosial perusahaan memperlihatkan hasil yang sangat
beragam. Akan tetapi Donovan dan Gibson (2000) menyatakan bahwa
berdasarkan teori legitimasi, salah satu argumen dalam hubungan
antara profitabilitas dan tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial
adalah bahwa ketika perusahaan memiliki tingkat laba yang tinggi,
perusahaan (manajemen) menganggap tidak perlu melaporkan hal-hal
yang dapat mengganggu informasi tentang sukses keuangan
perusahaan. Sebaliknya, pada saat tingkat profitabilitas rendah, mereka
berharap para pengguna laporan akan membaca ”good news” kinerja
perusahaan, misalnya dalam lingkup sosial, dan dengan demikian
investor akan tetap berinvestasi di perusahaan tersebut. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa profitabilitas mempunyai hubungan
yang negatif terhadap tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial
perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

c. Financial Leverage
“Rasio leverage merupakan proporsi total utang terhadap ekuitas
pemegang saham. Rasio tersebut digunakan untuk memberikan gambaran
mengenai struktur modal yang dimiliki perusahaan, sehingga dapat dilihat
tingkat resiko tak tertagihnya suatu utang” (Sitepu, 2008). Financial
Leverage digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajibannya terhadap pihak lain.
Semakin tinggi financial leverage, kemungkinan akan membuat
perusahaan mengalami pelanggaran terhadap kontrak utang, maka manajer
akan berusaha untuk melaporkan laba sekarang lebih besar dibandingkan
laba di masa depan. Menurut Belkaoui & Karpik (1989), “dengan semakin
tinggi financial leverage (rasio utang/ekuitas) semakin besar kemungkinan
perusahaan akan melanggar perjanjian kredit sehingga perusahaan akan
berusaha untuk melaporkan laba sekarang lebih tinggi”. Supaya laba yang
dilaporkan tinggi maka manajer harus mengurangi biaya-biaya termasuk
biaya untuk mengungkapkan informasi sosial.
d. Ukuran Perusahaan
Menurut Marpaung (2009), “secara umum perusahaan besar akan
mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan kecil. Hal ini
karena perusahaan besar akan menghadapi resiko politis yang lebih besar
dibanding perusahaan kecil”. Perusahaan besar pasti akan menghadapi
persaingan ketat dari perusahaan besar lainnya. Hal tersebut menekan
perusahaan untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas, inovatif,

Universitas Sumatera Utara

dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, untuk mendukung
peningkatan produk tersebut perusahaan juga harus meningkatkan
tanggungjawab

sosialnya

agar

kepercayaan

masyarakat

terhadap

perusahaan tetap terjaga.
Ukuran perusahaan merupakan variabel yang cukup banyak digunakan
untuk menjelaskan variasi pengungkapan dalam laporan keuangan.
Banyak penelitian empiris yang menunjukkan bahwa pengaruh total aktiva
hampir selalu konsisten dan secara statistik signifikan. Salah satu
penjelasan yang mungkin dapat menjelaskan fenomena ini adalah bahwa
perusahaan besar mempunyai biaya informasi yang rendah, perusahaan
besar juga mempunyai kompleksitas dan dasar pemilikan yang lebih luas
dibanding perusahaan kecil. Sedangkan penelitian Rosmasita (2007)

menunjukkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap
pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan, dengan
begitu pengungkapan tanggungjawab sosial tidak dipengaruhi oleh
besar kecilnya ukuran perusahaan.

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1
Nama
Peneliti
Andre
Christian
Sitepu (2008)

Tinjauan Penelitian Terdahulu
Judul Penelitian Variabel
Penelitian
Faktor-Faktor
Variabel
yang
independen terdiri
Mempengaruhi
dari ukuran dewan
Pengungkapan
komisaris, tingkat
Informasi Sosial leverage,
ukuran

Hasil Penelitian
Variabel
ukuran
dewan komisaris dan
profitabilitas memiliki
pengaruh signifikan
terhadap
jumlah

Universitas Sumatera Utara

dalam
Laporan perusahaan
Tahunan
pada profitabilitas
Perusahaan
Manufaktur yang
Terdaftar di Bursa
Efek Jakarta

Anggita
Zoraya
Marpaung
(2009)

Analisa FaktorFaktor
yang
Mempengaruhi
Pengungkapan
Sosial
(Social
Disclosure) dalam
Laporan
Keuangan
Tahunan

Hardhina
Rosmasita
(2007)

Faktor-Faktor
yang
Mempengaruhi
Pengungkapan
Sosial
(Social
Disclosure) dalam
Laporan
Keuangan
Tahunan
Perusahaan
Manufaktur
di
Bursa
Efek
Jakarta

dan informasi sosial yang
diungkapkan,
sedangkan
tingkat
leverage dan ukuran
perusahaan
tidak
memiliki
pengaruh
signifikan
terhadap
jumlah
informasi
sosial
yang
diungkapkan.
Variabel
Variabel
struktur
independen terdiri kepemilikan,
dari
struktur profitabilitas, ukuran
kepemilikan,
perusahaan dan umur
financial leverage, perusahaan
tidak
profitabilitas,
berpengaruh
secara
ukuran perusahaan signifikan, sedangkan
dan
umur financial
leverage
perusahaan
berpengaruh
signifikan
terhadap
pengungkapan
tanggung jawab sosial.
Variabel
Secara
statistik
independen terdiri variabel kepemilikan
dari kepemilikan manajemen
manajemen, tingkat mempengaruhi
leverage, ukuran pengungkapan
perusahaan,
pertanggungjawaban
profitabilitas
sosial,sedangkan
variabel
leverage,
ukuran
perusahaan,
profitabilitas
tidak
berpengaruh
secara
signifikan
terhadap
pengungkapan
pertanggungjawaban
sosial.

Sumber: Penulis, 2011

C. Kerangka Konseptual
Menurut Erlina (2008:38) ”kerangka teoritis adalah suatu model yang
menerangkan bagaimana hubungan suatu teori dengan faktor-faktor penting yang

Universitas Sumatera Utara

telah diketahui dalam suatu masalah tertentu”. Kerangka konseptual akan
menghubungkan variabel independen dengan variabel dependen. Begitu juga
apabila ada variabel lain yang menyertai, maka peran variabel tersebut harus
dijelaskan.
Dalam penelitian ini, yang merupakan variabel independen adalah ukuran
dewan komisaris, tingkat leverage, ukuran perusahaan, dan profitabilitas.
Sedangkan yang menjadi variabel dependen adalah pengungkapan sosial.
Berdasarkan landasan teori dan tinjauan penelitian terdahulu, kerangka
konseptual penelitian digambarkan sebagai berikut:

Ukuran Dewan
Komisaris
(X1)
Financial Leverage
(X2)

H1

H2

Ukuran Perusahaan
(X3)

H3

Profitabilitas
(X4)

H4

Pengungkapan
Informasi Sosial
(Y)

H5
Gambar 2.1
Kerangka Konseptual

Universitas Sumatera Utara

Menurut Coller dan Gregory dalam Sembiring (2005), ada hubungan positif
antara ukuran dewan komisaris dengan jumlah informasi sosial yang diungkapkan
perusahaan. Tekanan terhadap manajemen untuk mengungkapkan informasi sosial
akan bertambah besar dengan semakin besarnya ukuran dewan komisaris. Hal ini
terjadi karena dengan semakin banyaknya anggota dewan komisaris, akan
semakin mudah untuk mengendalikan CEO dan monitoring yang dilakukan akan
semakin efektif.
Teori agensi menyatakan bahwa semakin besar suatu perusahaan, maka biaya
keagenan yang muncul juga semakin besar. Untuk mengurangi biaya keagenan
tersebut, perusahaan akan cenderung mengungkapkan informasi yang lebih luas
(Marpaung, 2009). Penelitian Belkaoui dan Karpik (1989) menemukan hubungan
positif antara ukuran perusahaan dengan pengungkapan informasi sosial.
Dalam teori keagenan, diprediksi bahwa perusahaan yang memiliki financial
leverage tinggi akan mengungkapkan lebih banyak informasi, karena biaya
keagenan perusahaan dengan struktur modal seperti itu lebih tinggi. Semakin
tinggi financial leverage maka semakin besar kemungkinan terjadinya
pelanggaran perjanjian kredit sehingga manajemen perusahaan akan melaporkan
laba sekarang lebih tinggi. Schipper (1981) dalam Sitepu (2008) berpendapat
bahwa tambahan informasi diperlukan untuk menghilangkan keraguan pemegang
obligasi terhadap dipenuhinya hak-hak mereka sebagai kreditur.
Donovan dan Gibson (2000) dalam Marpaung (2009) menyatakan bahwa
dalam teori legitimasi, salah satu argumen dalam hubungan antara profitabilitas
dan tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial adalah bahwa ketika perusahaan

Universitas Sumatera Utara

memiliki tingkat laba yang tinggi, perusahaan (manajemen) menganggap tidak
perlu melaporkan hal-hal yang dapat mengganggu informasi tentang sukses
keuangan perusahaan. Sebaliknya, pada saat tingkat profitabilitas rendah, mereka
berharap para pengguna laporan akan membaca ”good news” kinerja perusahaan,
misalnya dalam lingkup sosial. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
profitabilitas mempunyai hubungan yang negatif terhadap pengungkapan
tanggung jawab sosial perusahaan.

D. Hipotesis Penelitian
Menurut Erlina (2008:49) ”hipotesis adalah proposisi yang dirumuskan
dengan maksud untuk diuji secara empiris”. Hipotesis menyatakan hubungan yang
diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan proposisi yang
dapat diuji secara empiris.
Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah
H1 : Ukuran dewan komisaris berpengaruh secara parsial terhadap pengungkapan
informasi sosial perusahaan perbankan.
H2 : Financial leverage berpengaruh secara parsial terhadap pengungkapan
informasi sosial perusahaan perbankan.
H3 : Ukuran perusahaan berpengaruh secara parsial terhadap pengungkapan
informasi sosial perusahaan perbankan.
H4 : Profitabilitas berpengaruh secara parsial terhadap pengungkapan informasi
sosial perusahaan perbankan.

Universitas Sumatera Utara

H5 : Ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan dan
profitabilitas berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan informasi
sosial perusahaan perbankan.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. ”Penelitian
asosiatif bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih”
(Eti Rochaety, Ratih Tresnati, dan H. Abdul Madjid Latief, 2007:17). Peneliti
menganalisis pengaruh ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran
perusahaan dan profitabilitas terhadap pengungkapan informasi sosial, dimana
ukuran dewan komisaris, tingkat leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas
merupakan variabel yang mempengaruhi, sedangkan pengungkapan informasi
sosial merupakan variabel yang dipengaruhi.

B. Populasi dan Sampel Penelitian
Menurut Sugiyono (2008:115), ”Populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas objek/subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Sedangkan menurut Erlina (2008:74), ”Populasi adalah sekelompok entitas yang
lengkap yang dapat berupa orang, kejadian, atau benda yang mempunyai
karakteristik tertentu”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan
perbankan yang terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008 dan
2009, seperti yang tercantum dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD)

Universitas Sumatera Utara

2009. Dalam ICMD tersebut diketahui bahwa jumlah perusahaan perbankan yang
tercantum sebanyak 28 perusahaan.
“Sampel adalah bagian populasi yang digunakan untuk memperkirakan
karakteristik populasi” (Erlina, 2008:75). Teknik sampling (teknik pengambilan
sampel) menurut Sugiyono (2008: 72) adalah “suatu teknik dengan mana setiap
unsur (anggota) dari populasi diberikan peluang yang sama untuk dipilih menjadi
anggota sampel”. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
purposive sampling yang merupakan teknik penentuan sampel anggota populasi
dengan pertimbangan tertentu. Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini,
yaitu:
1. Perusahaan-perusahaan

yang

menjadi

sampel

adalah

perusahaan

perbankan yang mempublikasikan laporan keuangan lengkap melalui situs
Bursa Efek Indonesia,
2. Perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel adalah perusahaan yang
mempublikasikan laporan tahunan melalui situs Bursa Efek Indonesia,
3. Perusahaan-perusahaan yang menjadi

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).