Serta Motivasi kerja dan budaya organisasi secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kota Malang.
2.2. Teori tentang Motivasi
2.2.1. Pengertian Motivasi
Kata motivasi motivation berasal dari kata dasar motif motive yang berarti dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu. Seperti yang dikemukakan
Stanford dalam Mangkunegara 2001: “Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu”.
Menurut Gitosudarmi dalam Sutrisno 2009 motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu
motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang pasti memiliki sesuatu faktor yang
mendorong aktivitas tersebut. Oleh karena itu, faktor pendorong dari seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu pada umumya adalah kebutuhan serta keinginan
orang tersebut. Hasibuan 2005 menyatakan bahwa, “Motivasi adalah pemberian daya
penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai
kepuasan”. Istilah motivasi berkaitan erat dengan timbulnya suatu kecenderungan untuk membuat sesuatu guna mencapai tujuan. Hamalik 2000, mengemukakan
bahwa motivasi merupakan suatu perubahan energi dalam diri pribadi seseorang
Universitas Sumatera Utara
yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Antara kebutuhan-motivasi dan perbuatan atau tingkah laku-tujuan dan kepuasan ada
hubungan yang kuat. Tiap perbuatan senantiasa butuh adanya dorongan motivasi. Timbulnya motivasi disebabkan adanya sesuatu kebutuhan dan karenanya perbuatan
tersebut terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Jika tujuan telah tercapai, maka akan merasa puas. Tingkah laku yang telah memberikan kepuasan terhadap sesuatu
kebutuhan cenderung untuk diulang kembali, sehingga menjadi lebih kuat dan lebih mantap.
Ernest dalam Mangkunegara 2001, mengemukakan bahwa “Work motivation is defined as conditions which influence the arousal, direction, and
maintenance of behaviors relevant in work setting”. Jadi motivasi kerja adalah kondisi yang mempengaruhi kegairahan, arah dan perilaku seseorang untuk bekerja.
Hasibuan 2005 mendefinisikan motivasi kerja sebagai sejumlah aktivitas fisik dan mental untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Seorang pekerja mampu
mengerjakan suatu pekerjaan, tetapi apabila dia tidak mau mengerjakannya maka pekerjaan itu tidak akan terlaksana. Jadi kinerja performance karyawan dapat
muncul jika kemampuannya dalam melaksanakan pekerjaan terlihat dengan adanya motivasi kerja yang tinggi. Setiap pekerja mempunyai motivasi atau dorongan yang
berbeda-beda agar mau bekerja dengan baik.
Universitas Sumatera Utara
2.2.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi