Analisis Pengaruh Earning Per Share, Dividend Per Share dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009.

 
SKRIPSI
ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE, DIVIDEND PER SHARE, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2006-2009
OLEH:
SABRINA ELICIA 070503192
      
PROGRAM STUDI STRATA I AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011
  Universitas Sumatera Utara

 
PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Analisis Pengaruh Earning Per Share, Dividend Per Share dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009” adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi untuk Program Reguler S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas dan benar adanya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.
Medan, Juni 2011 Yang membuat pernyataan,
Sabrina Elicia NIM : 070503192
i   
Universitas Sumatera Utara

 
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan kuasaNya saya mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik.
Skripsi yang berjudul “Analisis Pengaruh Earning Per Share, Dividend Per Share dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009” disusun dalam rangka memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Departemen Akuntansi Universitas Sumatera Utara.
Selama proses penyusunan skripsi ini, saya mendapat dukungan, bimbingan, serta doa dari berbagai pihak. Oleh karena itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara,
2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak selaku Ketua Program Studi S1 Akuntasi dan Ibu Dra. Mutia Ismail, M.M, Ak selaku Sekretaris Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara,
3. Ibu Dr. Rina Br. Bukit, S.E, Ak, M.Si selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dan membimbing selama proses penyusunan dan penyelesaian skripsi ini,
ii   
Universitas Sumatera Utara

 
4. Ibu Prof. Erlina, S.E, M.Si, Ak, Ph.D selaku dosen pembanding I dan Ibu Dra. Mutia Ismail, M.M, Ak selaku dosen pembanding II yang telah memberikan masukan dan saran selama penyelesaian skripsi ini,
5. seluruh Dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang telah mengajarkan ilmu pengetahuan yang baik serta berguna bagi setiap anak didiknya dan seluruh Staff dan Civitas Akademi di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang telah membantu selama perkuliahan,
6. kedua orang tua saya, Hendri Purba dan Ellen Simatupang yang senantiasa melimpahkan kasih sayang, perhatian dan dukungan kepada saya.
Saya menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan dalam skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat bagi yang membacanya.
Medan, Juni 2011 Peneliti,
Sabrina Elicia NIM : 070503192
iii   
Universitas Sumatera Utara

 
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh earning per share, dividend per share, dan pertumbuhan penjualan baik secara parsial maupun secara simultan terhadap harga saham. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal.Populasi penelitan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2009. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan dari 138 perusahaan manufaktur diperoleh 51 perusahaan sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data berasal dari situs www.idx.co.id dan ICMD 2010. Metode pengumpulan data adalah melalui studi pustaka dan studi dokumentasi. Metode analisis data adalah menggunakan regresi linear berganda setelah memenuhi syarat-syarat uji asumsi klasik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial earning per share dan dividend per share berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, sedangkan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan earning per share, dividend per share dan pertumbuhan penjualan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Kata-Kata Kunci : Earning Per Share, Dividend Per Share, Pertumbuhan Penjualan, Harga Saham
iv   
Universitas Sumatera Utara

 
ABSTRACT
This study aims to determine the influence of earnings per share, dividends per share, and sales growth partially or simultaneously to share price. This research is a kind of causal research. The population research is the manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange 2006-2009. The sample selection is done by purposive sampling method and from 138 manufacturing companies acquired 51 companies in the sample study. The data used are secondary data. Sources of data derived from site www.idx.co.id and ICMD 2010. Methods of data collection is through library and documentation study. Data analysis method is multiple linear regression with the classic assumption test further advance the hypothesis testing.
The results showed that partial earnings per share and dividend per share significantly influence stock prices, while sales growth has no effect on stock prices. Simultaneously earnings per share, dividend per share and sales growth significantly influence stock prices. Key Words: Earning Per Share, Dividend Per Share, Sales Growth, Stock
Price
v   
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR ISI

PERNYATAAN...................................................................................................... i KATA PENGANTAR........................................................................................... ii ABSTRAK ............................................................................................................ iv ABSTRACT ............................................................................................................v DAFTAR ISI......................................................................................................... vi DAFTAR GAMBAR............................................................................................ ix DAFTAR TABEL ..................................................................................................x DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xi

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah............................................................ 1 B. Perumusan Masalah .................................................................. 6 C. Tujuan Penelitian ...................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian .................................................................... 7

BAB II
 

TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis ....................................................................... 8
1. Saham……………………………………………………...8 2. Harga Saham ..................................................................... 10 3. Earning Per Share ............................................................ 13 4. Dividend Per Share ........................................................... 15
vi 
Universitas Sumatera Utara

 

5. Pertumbuhan Penjualan…………………………………..17 B. Tinjauan Penelitian Terdahulu ................................................ 20 C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis Penelitian
1. Kerangka Konseptual ........................................................ 21 2. Hipotesis Penelitian........................................................... 23

BAB III

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian..................................................................... 24 B. Populasi dan Sampel Penelitian .............................................. 24 C. Jenis Data dan Sumber Data ................................................... 26 D. Metode Pengumpulan Data ..................................................... 27 E. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel ..................... 27 F. Metode Analisis Data.............................................................. 28 G. Jadwal Penelitian..................................................................... 33

BAB IV
 

HASIL PENELITIAN A. Analisis Data Secara Deskriptif .............................................. 34 B. Hasil Analisis .......................................................................... 35
1. Uji Asumsi Klasik ............................................................. 35 a. Uji Normalitas....................................................... 35 b. Uji Multikolinearitas ............................................. 40 c. Uji Autokorelasi .................................................... 41 d. Uji Heteroskedastisitas.......................................... 42
vii 
Universitas Sumatera Utara

 

2 Pengujian Hipotesis........................................................... 44 a. Uji Signifikansi Parsial ......................................... 46 b. Uji Signifikansi Simultan...................................... 48
C. Pembahasan Hasil Penelitian .................................................. 49

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ............................................................................. 52

B. Keterbatasan Penelitian........................................................... 52

C. Saran........................................................................................ 53

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 54

LAMPIRAN......................................................................................................... 56

viii   
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR GAMBAR

Nomor Gambar 2.1 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4

Judul Kerangka Konseptual Histogram Uji Normalitas Histrogram Data Grafik Normal P-Plot Uji Heterokedastisitas

Halaman 21 37 39 40 43

ix   
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR TABEL

Nomor Tabel 2.1 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8

Judul Tinjauan Peneliti Terdahulu Daftar Sampel Perusahaan Jadwal Penelitian Statistik Deskriptif Uji Normalitas Data Uji Normalitas Data Setelah Transformasi Uji Multikolinearitas Uji Autokorelasi Koefisien Determinasi Uji Signifikansi Parsial Uji Signifikansi Simultan

Halaman 20 25 33 34 36 38 41 42 44 47 48

x   
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Lampiran i Lampiran ii Lampiran iii Lampiran iv Lampiran v Lampiran vi Lampiran vii Lampiran viii Lampiran ix Lampiran x Lampiran xi Lampiran xii Lampiran xiii

Judul Daftar Populasi dan Sampel Penelitian Data Variabel Tahun 2006 Data Variabel Tahun 2007 Data Variabel Tahun 2008 Data Variabel Tahun 2009 Deskriptif Statistik Hasil Uji Normalitas Data Variabel Setelah Transformasi Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi Hasil Uji Multikolinearitas Hasil Uji Autokorelasi Hasil Uji Heterokedastisitas Hasil Pengujian Hipotesis

Halaman 56 60 62 64 66 68 68 70 75 77 77 78 79

xi   
Universitas Sumatera Utara

 
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pasar modal memiliki peran yang besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan (Husnan,1998:3). Sebagai fungsi ekonomi pasar modal menyediakan fasilitas untuk mempertemukan antara pihak yang mempunyai kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Dalam menjalankan fungsi keuangan, pasar modal memberikan kesempatan bagi pemilik dana untuk memperoleh keuntungan sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.
Saham merupakan salah satu jenis surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal. Harga saham selalu mengalami fluktuasi yaitu naik dan turun dari satu waktu ke waktu. Fluktuasi tersebut tergantung pada kekuatan penawaran dan permintaan di pasar. Apabila suatu saham mengalami kelebihan permintaan, harga akan cenderung naik. Sebaliknya, bila terjadi kelebihan penawaran, harga saham akan cenderung turun.
Ada dua keuntungan yang dapat dinikmati investor jika melakukan investasi saham yaitu memperoleh dividen dan capital gain. Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, sedangkan capital gain diperoleh dari kegiatan jual beli saham. Capital gain akan tercipta apabila terjadi kenaikan harga saham.
1   
Universitas Sumatera Utara

 
Untuk dapat memilih investasi saham yang aman diperlukan analisis yang tepat serta didukung dengan data-data yang akurat. Dengan melakukan analisis saham akan mengurangi risiko bagi investor dalam berinvestasi. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan dalam menganalisis saham yaitu pendekatan fundamental dan pendekatan teknikal.
Pada penelitian ini analisis saham yang digunakan adalah dengan pendekatan fundamental. Analisis ini menyatakan bahwa saham memiliki nilai intrinsik atau nilai sebenarnya. Analisis ini membandingkan antara nilai intrinsik saham dengan harga saham di pasar dengan tujuan untuk mengetahui apakah harga saham tersebut telah mencerminkan nilai intrinsiknya atau belum.
Harga saham yang selalu berfluktuasi di pasar seringkali berbeda dengan nilai intrinsiknya. Beberapa faktor penyebabnya adalah harga saham cenderung dipengaruhi oleh tekanan psikologi atau tindakan irrasional investor dalam berinvestasi saham. Selain itu disebabkan oleh adanya unsur permainan yang dilakukan oleh spekulator untuk mendapat keuntungan dalam waktu singkat sehingga harga pasar dapat naik ataupun merosot tajam. Spekulator ini adalah investor yang memiliki orientasi jangka pendek (Koetin, 1997:411).
Dengan pertimbangan yang logis dan sehat serta menempatkan investasi saham sebagai investasi jangka panjang dapat mengurangi masalah perbedaan nilai intrinsik yang terjadi di pasar. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis saham dengan menggunakan informasi yang akurat dan aktual. Salah satu informasi yang yang bisa digunakan investor adalah laporan keuangan perusahaan. Melalui informasi laporan keuangan, investor dapat menghitung nilai
2   
Universitas Sumatera Utara

 
intrinsik saham dengan menggunakan data-data keuangan seperti laba, dividen, penjualan dan sebagainya.
Dalam menentukan nilai saham, investor perlu memperhatikan earning dan dividen yang diharapkan dari perusahaan di masa yang akan datang (Tandeililin 2001:209). Gambaran earning perusahaan di masa depan dapat diperoleh dari informasi Earning Per Share (EPS). EPS merupakan perbandingan antara jumlah earning atau jumlah laba bersih yang siap dibagikan kepada pemegang saham dengan jumlah lebar saham yang beredar.
EPS menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba untuk tiap lembar sahamnya. EPS memberi gambaran mengenai sejumlah rupiah yang akan diperoleh investor dari setiap jumlah saham yang dimilikinya. Dengan mengetahui EPS perusahaan maka investor dapat menilai potensi pendapatan yang akan diterimanya.
Komponen lain yang diperhatikan investor dalam menilai saham selain earning adalah dividen. Dividen merupakan sebagian dari earning yang dibagikan kepada pemegang saham. Besarnya jumlah pendapatan per lembar saham yang akan didistribusikan kepada para pemegang saham dapat dilihat melalui Dividend Per Share (DPS). Semakin tinggi DPS menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah rupiah per lembar saham yang diterima oleh para pemegang saham. DPS dapat diukur dengan membagi jumlah dividen yang dibayar perusahaan dengan jumlah lembar saham yang beredar.
Selain earning dan dividen, hal lain yang juga perlu dipertimbangkan investor dalam analisis saham adalah pertumbuhan penjualan. Pertumbuhan
3   
Universitas Sumatera Utara

 
penjualan merupakan perubahan penjualan pertahun. Perusahaan yang mampu mengembangkan hasil penjualannya menunjukkan bahwa perusahaan dapat menyelamatkan usahanya dalam persaingan di pasar. Volume penjualan yang luas, stabil dan diversifikasi yang luas dapat menghindarkan perusahaan dari resesi dunia bisnis, perubahan preferensi konsumen maupun penurunan permintaan. (Syamsuddin,2000:6). Pertumbuhan penjualan yang selalu naik menunjukkan bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik di masa datang.
Banyak perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia, diantaranya adalah perusahaan manufaktur. Menurut Associate Analyst Vibiz Research Center, perusahaan manufaktur semasa krisis global lalu (2008-2009) termasuk salah satu dari beberapa perusahaan yang paling merasakan pahitnya krisis ekonomi global. Perusahaan manufaktur terutama yang berorientasi ekspor terpuruk cukup tajam seiring rendahnya permintaan dari negara-negara lain, melambungnya harga bahan baku seiring melemahnya nilai tukar rupiah, dan sulitnya likuiditas pinjaman terutama dari dana perbankan.
Menurut data BPS, pada tahun 2010 pertumbuhan produksi perusahaan manufaktur mengalami kenaikan sebesar 5,41 persen dari tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi perusahaan manufaktur mulai membaik setelah berhasil bertahan dari krisis ekonomi global beberapa tahun lalu. Berdasarkan nilai pertumbuhan produksi yang mulai membaik, maka perusahaan manufaktur memiliki ekspektasi dan prospek positif yang cukup menjanjikan bagi para investor.
4   
Universitas Sumatera Utara

 
Jika prospek perusahaan membaik maka harga saham akan meningkat. Semakin baik kinerja suatu perusahaan maka saham perusahaan tersebut akan menguntungkan investor. Sebab kinerja yang baik akan meningkatkan laba dan akan membangun sentimen positif di pasar, sehingga saham akan naik (Widoatmodjo, 2004:44).
Penelitian yang berkaitan dengan harga saham pernah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu. Abdul (2005) meneliti tentang pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman di BEJ. Hasil penelitiannya adalah bahwa secara simultan EPS dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap perubahan harga saham, sedangkan secara parsial EPS berpengaruh secara signifikan dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Intan (2009) melakukan penelitian mengenai pengaruh DPS dan EPS terhadap harga saham perusahaan pada perusahaan go public di BEI. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa secara parsial DPS tidak berpengaruh signifikan dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan secara simultan DPS dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Izhar (2010) meneliti tentang pengaruh EPS dan DPS terhadap harga saham perusahaan go public di Indonesia. Hasil penelitiannya yaitu bahwa secara parsial, EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham dan DPS tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan secara simultan, EPS dan DPS tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Subrata (2010) meneliti tentang pengaruh EPS, DPS terhadap harga saham perusahaan manufaktur di BEI.
5   
Universitas Sumatera Utara

 
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun secara simultan EPS dan DPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Ketidakkonsistenan hasil-hasil penelitian terdahulu dalam mengukur nilai perusahaan, mendorong peneliti untuk meneliti kembali setiap variabel independen yang sama yang digunakan oleh masing-masing peneliti terdahulu, dan menambah satu variabel independen, dengan harapan mendapatkan hasil yang lebih baik. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul analisis pengaruh earning per share, dividend per share dan pertumbuhan penjualan terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya,
maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah earning per share (EPS), dividend per share (DPS), dan pertumbuhan penjualan berpengaruh baik secara parsial maupun secara simultan terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI?
C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh earning per share (EPS),
dividend per share (DPS) dan pertumbuhan penjualan terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.
6   
Universitas Sumatera Utara

 
D. Manfaat Penelitan Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. bagi peneliti, untuk memberikan pengetahuan tambahan peneliti sehubungan dengan pasar modal, 2. bagi investor, penelitian ini bisa menjadi dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi saham pada perusahaan manufaktur di BEI, 3. bagi manajemen perusahaan, sebagai masukan dalam kebijakan perusahaan tentang EPS, DPS dan penjualan, 4. bagi peneliti selanjutnya, dapat dijadikan referensi untuk pengembangan dalam melakukan penelitian selanjutnya dengan variabel yang berbeda.
7   
Universitas Sumatera Utara

 
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh earning per share, dividend per share, dan pertumbuhan penjualan baik secara parsial maupun secara simultan terhadap harga saham. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal.Populasi penelitan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2009. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan dari 138 perusahaan manufaktur diperoleh 51 perusahaan sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data berasal dari situs www.idx.co.id dan ICMD 2010. Metode pengumpulan data adalah melalui studi pustaka dan studi dokumentasi. Metode analisis data adalah menggunakan regresi linear berganda setelah memenuhi syarat-syarat uji asumsi klasik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial earning per share dan dividend per share berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, sedangkan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan earning per share, dividend per share dan pertumbuhan penjualan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Kata-Kata Kunci : Earning Per Share, Dividend Per Share, Pertumbuhan Penjualan, Harga Saham
iv   
Universitas Sumatera Utara

 
ABSTRACT
This study aims to determine the influence of earnings per share, dividends per share, and sales growth partially or simultaneously to share price. This research is a kind of causal research. The population research is the manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange 2006-2009. The sample selection is done by purposive sampling method and from 138 manufacturing companies acquired 51 companies in the sample study. The data used are secondary data. Sources of data derived from site www.idx.co.id and ICMD 2010. Methods of data collection is through library and documentation study. Data analysis method is multiple linear regression with the classic assumption test further advance the hypothesis testing.
The results showed that partial earnings per share and dividend per share significantly influence stock prices, while sales growth has no effect on stock prices. Simultaneously earnings per share, dividend per share and sales growth significantly influence stock prices. Key Words: Earning Per Share, Dividend Per Share, Sales Growth, Stock
Price
v   
Universitas Sumatera Utara

 
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis 1. Saham a. Pengertian Saham Saham menurut Anoraga (2006:57) didefinisikan sebagai “surat berharga atas bukti penyertaan atau pemilikan individu maupun institusi dalam suatu perusahaan.” Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut. Dengan memiliki saham, investor mempunyai hak terhadap pendapatan dan kekayaan perusahaan dimana setelah dikurangi dengan semua kewajiban perusahaan. Saham memiliki ciri high risk-high return, artinya saham merupakan surat berharga yang memberikan peluang keuntungan tinggi namun juga berpotensi risiko tinggi. Saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan return atau keuntungan dalam jumlah besar dengan waktu singkat. Namun, seiring dengan berfluktuasinya harga saham, maka saham juga dapat membuat pemodal mengalami kerugian dalam waktu singkat. Menurut Widioatmodjo (2004:42) terdapat keuntungan dan kerugian dalam investasi saham yaitu: 1) keuntungan:
8   
Universitas Sumatera Utara

 
a) dividen, yaitu bagian keuntungan perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham,
b) capital gain, yaitu keuntungan dari hasil jual/beli saham, berupa selisih antara nilai jual yang lebih tinggi daripada nilai beli saham,
c) saham perusahaan, seperti tanah atau aktiva berharga sejenis, nilainya akan meningkat sejalan dengan waktu dan sejalan dengan perkembangan atau kinerja perusahaan,
d) saham dapat dijaminkan ke bank sebagai agunan untuk memperoleh kredit.
2) kerugian: a) capital loss, yaitu kerugian dari hasil jual/beli saham berupa selisih antara nilai jual yang lebih rendah daripada nilai beli saham, b) opportunity loss, kerugian berupa selisih suku bunga deposito dikurangi total hasil yang diperoleh dari investasi, seandainya terjadi penurunan harga dan tidak dibaginya dividen, c) kerugian karena perusahaan dilikuidasi, dimana nilai likuidasi yang dibagikan lebih rendah dari harga beli saham.
b. Karakteristik Saham
Fakhruddin dan Hadianto (2001:8) menyebutkan bahwa saham
memiliki karakteristik, antara lain:
1) dividen dibayarkan sepanjang perusahaan memperoleh laba, 2) memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS), 3) memiliki hak akhir dalam pembagian kekayaan perusahaan jika
perusahaan dilikuidasi dan setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi, 4) memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi sahamnya, 5) hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya.
c. Klasifikasi Saham
Menurut Fakhruddin dan Hadianto (2001:8), klasifikasi saham dapat
dibedakan atas beberapa hal:
1) cara peralihan hak:

 
Universitas Sumatera Utara

 
a) saham atas unjuk, yaitu dimana pada saham tidak tertulis nama pemiliknya agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya,
b) saham atas nama, merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, dimana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu,
2) hak tagihan atau klaim: a) saham biasa, yaitu saham yang menempatkan pemiliknya paling terakhir terhadap pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi, b) saham preferen, merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor,
3) kinerja saham: a) blue-chip stocks, yaitu saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen, b) income stocks, yaitu saham dari suatu perusahaan yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya, c) growth stocks, yaitu saham-saham dari perusahaan yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai pemimpin di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi, d) speculative stocks, yaitu saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemampuan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti, e) counter cyclical stocks, yaitu saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum, dimana perusahaannya mampu memberikan dividen yang tinggi, contohnya perusahaan barang konsumsi.
2. Harga Saham
a. Pengertian Harga Saham
Harga saham menurut Tandeililin (2001:211) merupakan “cerminan
dari ekspektasi investor terhadap faktor-faktor earning, aliran kas dan
tingkat return yang diisyaratkan investor.”
10 
 
Universitas Sumatera Utara

 
Menurut Anoraga (2006: 58) nilai suatu saham berdasarkan
fungsinya dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
1) par value (nilai nominal) Nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada saham yang bersangkutan. Jumlah saham yang dikeluarkan dikali dengan nilai nominalnya merupakan modal disetor penuh bagi suatu perseroan. Dalam pencatatan akuntansi nilai nominal dicatat sebagi modal ekuitas perseroan di dalam neraca.
2) base price (harga dasar) Harga dasar dipergunakan dalam perhitungan indeks harga saham. Harga dasar akan berubah sesuai dengan aksi perusahaan. Untuk saham baru, harga dasar merupakan harga perdananya,
3) market price (harga pasar) Harga pasar adalah harga pada pasar riil. Harga pasar merupakan harga yang paling mudah ditentukan karena merupakan harga dari suatu saham pada pasar yang sedang berlangsung atau jika pasar sudah ditutup. Jadi harga pasar adalah harga penutupannya (closing price).
b. Pendekatan Penilaian Harga Saham
Menurut Halim (2005:5) ada dua pendekatan yang dapat digunakan
dalam menilai harga saham yaitu:
1) pendekatan fundamental Ide pendekatan ini adalah bahwa harga saham akan dipengaruhi oleh kinerja perusahaan. Analisis ini menyatakan bahwa saham memiliki nilai intrinsik tertentu. Analisis ini membandingkan antara nilai intrinsik saham dengan harga pasarnya untuk mengetahui apakah harga saham sudah mencerminkan nilai intrinsiknya atau belum. Nilai intrinsik dipengaruhi oleh faktorfaktor fundamental yang memengaruhinya seperti laba dan penjualan.
2) pendekatan teknikal Pendekatan ini berdasarkan pada data perubahan harga saham di masa lalu untuk memperkirakan harga saham di masa mendatang. Para analis memperkirakan pergeseran penawaran dan permintaan dalam jangka pendek, serta berusaha untuk cenderung mengabaikan risiko dan pertumbuhan laba dalam menentukan barometer dari penawaran dan permintaan.
Ada dua pendekatan dalam penentuan nilai intrinsik saham yaitu:
11 
 
Universitas Sumatera Utara

 

1) pendekatan nilai sekarang

Perhitungan nilai sekarang dilakukan dengan

mendiskontokan semua aliran kas yang diharapkan diterima

di masa depan dengan tingkat diskonto sebesar tingkat return

yang diisyaratkan investor.

n
Vo  t 1

CFt (1 kt)t

Keterangan:

Vo= nilai sekarang dari suatu saham

CFt = aliran kas yang diharapkan pada periode t

Kt = return yang diisyaratkan pada periode t

N = jumlah periode aliran kas

2) pendekatan Price Earning Ratio (PER)

Pendekatan ini juga disebut sebagai pendekatan multiplier

yaitu menghitung berapa kali nilai earning yang tercermin

dalam harga saham.

PER  harga saham EPS

c. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Harga Saham Menurut Warsono (2003:113) ada empat macam faktor yang
memengaruhi besar kecilnya harga saham yaitu: 1) besarnya dividen yang diberikan
12   
Universitas Sumatera Utara

 

Besarnya dividen yang diberikan kepada pemegang saham berdasarkan pada besarnya laba yang diperoleh pada periode tertentu dan kebijakan dividen yang ditetapkan perusahaan. Semakin besar laba yang diperoleh maka dividen yang diberikan juga semakin besar. 2) tingkat risiko dari arus yang diharapkan Tingkat risiko yang diharapkan berkaitan dengan kemungkinan adanya variasi dari arus kas yang diharapkan di masa yang akan datang. Semakin besar variasi arus kas yang dihasilkan dari arus kas estimasinya, semakin besar pula risikonya. Risiko dari arus kas di masa yang akan datang yang semakin tinggi akan menyebabkan tingkat pengembalian yang disyaratkan oleh para pemegang saham semakin tinggi. Akibatnya, harga saham akan semakin tinggi. 3) harga jual yang diharapkan Selisih antara harga pembelian dengan harga penjualan saham disebut dengan keuntungan modal (capital gains). Besarnya capital gains yang diharapkan akan berpengaruh terhadap harga saham. 4) tingkat pengembalian yang diharapkan Tingkat pengembalian yang diharapkan berfungsi sebagai tingkat diskonto, sehingga jika tingkat pengembalian meningkat akan berakibat pada penurunan nilai sahamnya.

3. Earning Per Share (EPS)

EPS menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan

kepada pemegang saham perusahaan. Besarnya EPS perusahaan bisa

diketahui dari informasi laporan keuangan perusahaan. Meskipun beberapa

perusahaan tidak mencantumkan besarnya EPS dalam laporan

keuangannnya, tetapi besarnya EPS perusahaan dapat dihitung berdasarkan

informasi laporan neraca dan laporan laba rugi perusahaan. Rumus untuk

menghitung EPS adalah sebagai berikut:

EPS 

laba setelah pajak

jumlah saham yang beredar

13   
Universitas Sumatera Utara

 
Menurut Ang (1997), dalam perhitungan EPS, terdapat dua jenis EPS, yaitu :
1. EPS historis EPS yang dihitung berdasarkan kinerja perusahaan pada tahun buku yang telah lampau. EPS historis merupakan nilai yang telah terjadi pada masa lampau,
2. EPS proyektif EPS yang diperkirakan akan terjadi dengan asumsi sesuai dengan proyeksi kinerja perusahaan.
Bagi para investor, informasi EPS merupakan informasi yang dianggap paling mendasar dan berguna, karena dapat menggambarkan prospek laba perusahaan di masa depan (Tandeililin,2001:234).
Pada umumnya pemegang saham dan calon pemegang saham sangat tertarik pada EPS, karena hal ini menggambarkan berapa jumlah rupiah yang diperoleh untuk setiap lembar saham. Para calon pemegang saham tertarik pada EPS yang besar, karena EPS merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu perusahaan (Syamsuddin,2000:89). Tidak berarti bahwa semua jumlah EPS akan didistribusikan kepada pemegang saham, karena jumlah yang akan didistribusikan tergantung pada kebijaksanaan perusahaan dalam hal pembayaran dividen.
EPS yang besar menandakan kemampuan perusahaan juga besar dalam menghasilkan keuntungan bersih dari setiap lembar saham. Peningkatan EPS menandakan bahwa perusahaan berhasil meningkatkan taraf kemakmuran investor, dan hal ini akan mendorong investor untuk menambah jumlah modal yang ditanamkan pada perusahaan.
14   
Universitas Sumatera Utara

 
4. Dividend Per Share (DPS) DPS merupakan perbandingan antara besarnya dividen total yang
dibayar perusahaan dengan jumlah saham yang beredar. Secara matematis, besarnya DPS dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:
DPS  jumlah dividen yang dibayar jumlah saham yang beredar
Besarnya hasil perhitungan DPS menunjukkan besarnya distribusi sebagian laba yang dihasilkan perusahaan setiap unit saham kepada para pemegang sahamnya.
Menurut Fakhruddin dan Hadianto (2001:7) dividen adalah “pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan.”
Pembayaran dividen merupakan komunikasi secara tidak langsung kepada para pemegang saham tentang tingkat profitabilitas yang dicapai perusahaan. Dividen dapat digunakan investor sebagai alat penduga mengenai prestasi perusahaan di masa akan datang karena dividen menyampaikan pengharapan-pengharapan manajemen mengenai masa depan (Halim,2005:78)
Menurut Warsono (2003:272), dividen dalam suatu perusahaan dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu:
a. dividen tunai Dividen tunai merupakan jenis dividen yang umum dan banyak digunakan oleh perusahaan. Dividen tunai diterima oleh para pemegang saham melalui cek atau terkadang para pemegang saham menginvestasikannya kembali dalam saham di perusahaan.
b. dividen saham
15   
Universitas Sumatera Utara

 
Dividen saham dibayarkan dalam lembar saham tambahan dan bukan dalam bentuk uang tunai. Perusahaan yang akan memberikan dividen saham biasanya mengumumkan besarnya dividen tersebut dalam persentase tertentu. c. dividen kekayaan Dividen kekayaan adalah distribusi rata suatu aset fisik. Aset tersebut biasanya berupa produk yang dihasilkan perusahaan. Deviden kekayaan diberikan apabila jumlah pemegang saham perusahaan masih sedikit dan perusahaan menghasilkan sesuatu yang mudah didistribusikan.
Kebijakan dividen antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang
lain dapat berbeda. Hal ini tergantung pada jenis kebijakan dividen yang
dianutnya. Menurut Halim (2005:94) ada tiga jenis kebijakan pembayaran
dividen:
a. dividen dalam jumlah stabil Perusahaan menjalankan kebijakan pembayaran dividen yang stabil artinya jumlah dividen per lembar yang dibayarkan setiap tahunnya relatif tetap selama jangka waktu tertentu meskipun pendapatan per lembar saham per tahunnya berfluktuasi. Pembayaran dividen ini dapat memberikan kesan kepada para investor bahwa perusahaan tersebut mempunyai prospek yang baik di masa mendatang.
b. dividen dengan rasio pembayaran konstan Perusahaan melakukan pembayaran dividen berdasarkan persentase tertentu dari laba. Jika laba berfluktuasi maka jumlah dividen juga akan berfluktuasi. Kebijakan ini tidak akan memaksimalkan nilai saham perusahaan, karena pasar tidak dapat mengandalkan kebijakan ini untuk memberikan informasi tentang perusahaan di masa mendatang.
c. dividen tetap yang rendah ditambah ekstra Pembayaran dividen ini merupakan modifikasi dari kedua cara pembayaran diatas. Kebijakan ini memberi fleksibilitas pada perusahaan, tetapi mengakibatkan investor sedikit ragu-ragu tentang berapa besarnya dividen yang diterima. Apabila laba perusahaan sangat berfluktuasi, kebijakan ini menjadi pilihan yang terbaik.
Perusahaan akan berusaha untuk menyeimbangkan antara dividen yang
dibayarkan dengan pertumbuhan di masa mendatang yang dapat
16 
 
Universitas Sumatera Utara

 

memaksimumkan harga sahamnya. Menurut Warsono (2003:281) hal itu
dapat dijelaskan dengan teori kebijakan dividen yaitu:
1) argumen kerelevanan dividen Semakin tinggi dividen akan menyebabkan harga saham semakin tinggi. Hal ini menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak penting, secara implisit mengasumsikan bahwa seorang investor pasti menggunakan tingkat pengembalian yang sama untuk pendapatan dividen maupun capital gains. Namun, pendapatan dividen memiliki sifat yang lebih pasti daripada capital gains. Ini berarti capital gains mempunyai kadar risiko yang lebih besar dibandingkan dividen. Dengan dasar pemikiran diatas, maka menurut pandangan ini dividen yang besar dapat meningkatkan harga saham.
2) teori kebijakan dividen yang terkena pajak Menurut pandangan ini, bahwa dividen itu sebenarnya merugikan investor. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan perlakuan pajak terhadap pendapatan dividen dan capital gains. Bagi seorang investor, tujuan yang ingin dicapai adalah hasil investasi yang maksimal setelah dipotong pajak tanpa harus menanggung risiko yang terlalu besar. Pajak untuk pendapatan dividen harus langsung dibayarkan pada saat dividen diterima, sedangkan untuk pajak capital gains tertunda sampa saham benar-benar terjual.
3) argumen ketidakrelevanan dividen Pendekatan ini menyatakan bahwa dividen tidak relevan, dengan menyatakan bahwa pendekatan ini merepresentasikan suatu sisa laba lebih baik daripada variabel keputusan aktif yang memengaruhi nilai perusahaan. Dividen yang besar berpengaruh terhadap harga saham dalam arah yang sama, dalam arti kenaikan dividen akan menghasilkan kenaikan harga saham, dan penurunan dividen menghasilkan penurunan harga saham. Pengaruh ini diakibatkan oleh dividen itu sendiri tetapi lebih disebabkan oleh isi informasi dividen dengan tanggapan untuk laba di masa mendatang.

5. Pertumbuhan Penjualan

Menurut Kotler (2006:45) penjualan merupakan “sebuah proses dimana

kebutuhan pembeli dan kebutuhan penjual dipenuhi, melalui antar

pertukaran informasi dan kepentingan.”

Menurut Swasta (2000: 422), faktor – faktor yang dapat mempengaruhi

penjualan adalah:
 

17 

Universitas Sumatera Utara

 
1. kondisi dan kemampuan penjual Penjual harus dapat meyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. Untuk itu penjual harus memahami bebarapa hal yaitu: jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan, harga produk, dan syarat penjualan.
2. kondisi pasar Pasar sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualan. Adapun faktor – faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah jenis pasar, kelompok pembeli, daya belinya, frekuensi pembeliannya, dan keinginan serta kebutuhannya.
3. modal Untuk melaksanakan kegiatan penjualan maka penjual harus memiliki sejumlah modal.
4. kondisi organisasi Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri / bagian penjualan yang dipegang oleh orang – orang tertentu atau yang ahli dibidang penjualan. Sedangkan pada perusahaan kecil masalah penjualan masih ditangani oleh orang yang juga melaksanakan fungsi – fungsi lain.
5. faktor – faktor lain Faktor – faktor lain tersebut di antaranya adalah periklanan, peragaan, kampanye, dan pemberian hadiah.
Tahap perkembangan perusahaan dapat digunakan untuk mengestimasi
besarnya penjualan suatu perusahaan. Untuk mengestimasikan penjualan
perusahaan perlu menentukan lamanya waktu masing-masing tahap dalam
daur hidup perusahaan. Menurut Tandeililin (2001 : 224), ada empat tahap
daur hidup produk yang mempengaruhi pertumbuhan penjualan dan laba
perusahaan, yaitu:
1. tahap permulaan Tahap permulaan merupakan masa-masa awal perkembangan sebuah perusahaan. Pada tahap ini, pertumbuhan penjualan sangat kecil dan laba yang dihasilkan kemungkinan akan menunjukkan angka negative karena perusahaan harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk menutupi biaya promosi dan pengembangan produk di awal-awal pertumbuhan perusahaan.
2. tahap pertumbuhan Pada tahap pertumbuhan, penjualan tumbuh sangan cepat. Permintaan semakin meningkat, sedangkan persaiangan belum
18 
 
Universitas Sumatera Utara

 

begitu ketat, sehingga profit pada tahap pertumbuhan akan tumbuh dengan tinggi. Pertumbuhan perusahaan pada tahap ini akan cenderung lebih besar dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. 3. tahap kedewasaan Pada tahap ini, pertumbuhan penjualan mulai menurun, karena banyaknya pesaing yang mulai masuk dan permintaan yang sudah relatif stabil. Oleh karena itu, profit pada tahap ini akan mengalami pertumbuhan yang mulai menurun dan menuju tingkat keuntungan yang normal. 4. tahap stabil Tahap stabil mungkin merupakan tahap yang paling panjang dalam daur hidup perusahaan. Pertumbuhan perusahaan akan cenderung sama dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau segmen ekonomi di mana perusahaan berada. Pada tahap ini investor dapat mengestimasi pertumbuhan penjualan secara mudah karena penjualan terkait erat dengan kondisi ekonomi, tetapi besarnya pertumbuhan penjualan masing-masing perusahaan akan berbeda dengan yang lain, tergantung dari kemampuan manejerial dari masing-masing perusahaan. 5. tahap penurunan Pada tahap penurunan, tingkat penjualan profit industri semakin menurun. Oleh karena itu, pada tahap ini ada perusahaan yang mulai keluar dari industri dan investor mulai berpikir untuk mencari alternatif perusahaan lain yang lebih menguntungkan,

Pertumbuhan penjualan merupakan perubahan penjualan per tahun.

Secara matematis pertumbuhan penjualan dapat dihitung dengan rumus:

Pertumbuhan penjualan



penjualan(n)  penjualann 1
penjualan(n 1)

Dengan mengetahui tahap daur hidup suatu perusahaan, secara umum

akan dapat mengestimasi tingkat pertumbuhan penjualan suatu perusahaan

(Tandeililin, 2001:225). Jika pertumbuhan penjualan per tahun meningkat,

maka investor akan percaya pada perusahaan bahwa perusahaan dapat

memberikan keuntungan di masa depan.

19   
Universitas Sumatera Utara

 

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu Rincian mengenai penelitian-penelitian terdahulu dapat dilihat dalam tabel
di bawah ini.

Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu

No Nama Judul Penelitian Variabel

Hasil Penelitian

Peneliti dan

Independen

Tahun

Penelitian

1. Mohamad Pengaruh

Earning Per Secara simultan, EPS dan

Abdul

Earning Per Share (EPS) pertumbuhan penjualan

(2005)

Share (EPS) dan

berpengaruh terhadap

dan Pertumbuhan perubahan harga saham.

Pertumbuhan Penjualan Secara parsial EPS

Penjualan

berpengaruh

secara

Terhadap

signifikan

terhadap

Perubahan

perubahan harga saham

Harga Saham

dan pertumbuhan

Pada

penjualan

tidak

Perusahaan

menunjukkan adanya

Makanan dan

pengaruh

terhadap

Minuman di

perubahan harga saham.

BEJ

2. Taranika Pengaruh

Earning Per Secara parsial, DPS tidak

Intan (2009) Dividend Per Share (EPS), berpengaruh signifikan

Share dan

Dividend Per dan EPS berpengaruh

Earning Per Share (DPS) signifikan terhadap harga

Share Terhadap

saham

Harga Saham

Secara simultan, EPS dan

Perusahaan

DPS berpengaruh secara

pada signifikan.

Perusahaan Go

Public di BEI

3. Muhammad Pengaruh

Earning Per Secara parsial, EPS dan

Izhar

Earning Per Share (EPS), berpengaruh signifikan

(2010)

Share (EPS) Dividend Per terhadap harga saham,

dan Dividend Share (DPS) sedangkan DPS tidak

Per Share

berpengaruh signifikan

(DPS) Terhadap

terhadap harga saham

Harga Saham

Secara simultan, EPS dan

Perusahaan Go

DPS tidak berpengaruh

20 

 

Universitas Sumatera Utara

 

4. Yuda Subrata (2010)

Public di Indonesia

secara

signifikan

terhadap harga saham/

Pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Dividend Per Share (DPS) Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI

Earning Per Share (EPS), Dividend Per Share (DPS)

EPS dan DPS

berpengaruh signifikan

baik secara parsial

maupun

bersama

terhadap harga saham.

Hasil penelitian dari peneliti terdahulu menunjukkan hasil yang berbedabeda baik secara parsial maupun secara simultan. Masing-masing peneliti terdahulu menggunakan analisis regresi linear berganda dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu sebelum melakukan uji hipotesis. Pemilihan sampel penelitian dari peneliti terdahulu menggunakan metode purposive sampling dengan populasi penelitian yang berbeda-beda. Abdul (2005) meneliti perusahaan makanan dan minuman di BEJ dari tahun 2000-2003, Intan (2009) meneliti perusahaan go public di BEI periode 2005-2007, Izar (2010) meneliti perusahaan go public di Indonesia dari tahun 2006-2008 dan Subrata (2010) meneliti perusahaan manufaktur di BEI periode 2006-2008.

C. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual menerangkan bagaimana hubungan suatu teori dengan
faktor-faktor yang penting yang telah diketahui dalam suatu masalah tertentu.

21   
Universitas Sumatera Utara

 

Berdasarkan latar belakang masalah dan tinjauan teoritis yang telah diuraikan di awal maka kerangka konseptual penelitan ini dapat dilihat dibawah ini

Earning Per Share (X1)
Dividend Per Share (X2)
Pertumbuhan Penjualan (X3)
Gambar 2.1

   
Harga   Saham 
(Y) 

EPS menggambarkan laba yang akan dibagikan kepada investor atas kepemilikan saham perusahaan. Jika laba yang dihasilkan perusahaan tinggi maka akan besar pula laba yang akan diperoleh investor. Investor mengharapkan tingkat pengembalian/ return yang menguntungkan dari investasi saham Perusahaan yang memiliki laba yang tinggi akan menarik para investor untuk menanamkan modalnya. Semakin banyak investor yang membeli saham perusahaan akan meningkatkan permintaan saham sehingga harga saham akan cenderung naik.
DPS merupakan pendapatan yang akan didistribusikan kepada para pemegang saham. Perusahaan yang membayar DPS dalam jumlah yang besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kondisi keuangan yang baik dan dapat memakmurkan para pemegang saham. Hal ini akan menarik para

22   
Universitas Sumatera Utara

 
investor untuk membeli saham perusahaan yang kemudian akan menaikkan harga saham.
Pertumbuhan penjualan merupakan perubahan penjualan per tahun perusahaan. Pertumbuhan penjualan yang selalu meningkat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik dan menguntungkan. Investor akan memperoleh return yang besar jika melakukan investasi saham pada perusahaan yang dapat memberikan keuntungan yang besar. Hal ini akan mendorong para investor untuk berinvestasi sehingga permintaan saham akan naik. Meningkatnya permintaan saham akan diikuti oleh kenaikan harga saham.
D. Hipotesis Penelitan Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitan (Sugiyono, 2007:51). Berdasarkan tinjuaun teoritis dan kerangka konseptual yang diuraikan sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: earning per share (EPS), dividend per share (DPS) dan tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap harga saham baik secara parsial maupun secara simultan.
23   
Universitas Sumatera Utara

 
BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah desain kasual. Menurut Sugiyono
(2007:30) desain kasual adalah penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan sebab akibat antara variabel independen dan variabel dependen. Penelitian ini menguji pengaruh earning per share (EPS), dividend per share (DPS) dan tingkat pertumbuhan penjualan terhadap harga saham.
B. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007:72). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 20

Dokumen yang terkait

Dokumen baru