Pelaksanaan Perjanjian Baku Dalam Perjanjian Pengangkutan Barang Melalui Perusahaan Angkutan Darat Di Kota Medan (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni)

PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT DI KOTA MEDAN (STUDI DI PERUSAHAAN PENGANGKUTAN
BARANG CV. ASI MURNI)
TESIS
Oleh: RAMADANI FITRIA MANURUNG
097011096/M.Kn
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT DI KOTA MEDAN (STUDI DI PERUSAHAAN PENGANGKUTAN
BARANG CV. ASI MURNI)
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan dalam Program Studi Kenotariatan pada
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara
Oleh: RAMADANI FITRIA MANURUNG
097011096/M.Kn
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis
Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi

: PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT DI KOTA MEDAN (STUDI DI PERUSAHAAN PENGANGKUTAN BARANG CV. ASI MURNI)
: Ramadani Fitria Manurung : 097011096 : Kenotariatan

Menyetujui Komisi Pembimbing

(Prof. H.T. Syamsul Bahri, SH)

Pembimbing

Pembimbing

(Prof. Dr. Suhaidi, SH, MH)

(Dr. Utary Maharani Barus, SH, MHum)

Ketua Program Studi,

Dekan,

(Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN) (Prof. Dr. Runtung, SH, MHum)

Tanggal lulus : 18 Agustus 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada Tanggal : 18 Agustus 2011
PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. T. Syamsul Bahri, SH. Anggota : 1. Prof. Dr. Suhaidi, SH., M.H
2. Dr. Utary Maharany Barus, SH., M.Hum 3. Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN 4. Notaris Syahril Sofyan, SH., MKn
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Perjanjian pengangkutan melibatkan pengirim atau pemilik barang dan pengangkut. Perjanjian pengangkutan yang dibuat akan menimbulkan hak, kewajiban serta tanggung jawab yang berbeda dari masing-masing pihak. Hak, kewajiban dan tanggung jawab ini harus dipenuhi oleh masing-masing pihak. Manakala terjadi suatu kelalaian atau wanprestasi yang mengakibatkan suatu kerugian maka pihak yang dirugikan berhak menunutut ganti rugi. Jika timbul suatu masalah dimana masalah tersebut tidak bisa terselesaikan sendiri oleh masing-masing pihak maka masalah tersebut akan diselesaikan melalui pengadilan setempat. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran untuk melakukan penelitian dengan menjawab permasalahan, mengapa dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan barang melalui angkutan darat antara konsumen dengan CV. Asi Murni menggunakan perjanjian baku? bagaimana tanggung jawab pengangkut dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan? dan bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen akibat hilang atau rusaknya barang dalam perjanjian pengangkutan antara CV. Asi Murni dengan Konsumen?
Metode penelitian dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Sumber data diperoleh dengan mengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara dengan informan. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier. Alat pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah studi dokumen dan wawancara, yang selanjutnya data dianalisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perjanjian baku dalam perjanjian pengangkutan di perusahaan CV. Asi Murni tidak sesuai dengan asas kebebasan berkontrak karena kedudukan pihak pengirim tidak seimbang, sehingga tidak ada kebebasan pengirim untuk menentukan isi perjanjian. Dalam perjanjian baku yang dibuat, pihak perusahaan CV. Asi Murni telah menentukan secara sepihak tanggung jawabnya mengenai ganti rugi. Pembatasan tanggung jawab tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana pengirim berhak mendapatkan ganti rugi yang sesuai dengan kerugian yang dideritanya akibat kesalahan pengangkut. Selain itu, dalam perjanjian baku pengiriman barang tidak memberi perlindungan hukum kepada pihak pengirim (konsumen), sehingga dalam hal ini pihak pengirim (konsumen) merasa dirugikan.
Kata Kunci : Perjanjian Baku, Pengangkutan Barang, Perusahaan Angkutan.
i
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Transport contract involves consignors or owners of goods and transporters. Transport contract will bring about different right, obligation, and responsibility of each party and these right, obligation, and responsibility must be fulfilled by each party. If there is a failure or a default which causes loss, the affected party will have the right to sue for compensation. If there is a dispute which cannot be settled by the parties, the case will be brought into the local court. This case became the underlying idea to do the research by answering the consumer and CV. Asi Murni use standard agreement? How was the responsibilty of the transporters in implementing the transport contract? And to what extent was the legal protection for the consumers due to the loss or the damage of the goods in the transport contract between CV. Asi Murni and the consumers?
The method of the research was descriptive by using judicial empirical approach. The data were obtained by gathering primary data and secondary data. The primary data were gathered by conducting interviews with the informants. The secondary data were obtained through the materials of primary, secondary, and tertiary laws. The devices for gathering the data in this research were documentary study and interviews; the data were analyzed qualitatively.
The result of the research showed that the standard agreement in the transport contract at CV. Asi Murni did not meet the principle of independency in making a contract because the position of the consignors was weak so that they had no dependency to make a deal in the contract. In the standard agreement, CV. Asi Murni had unilaterally determined its responsibility about the compensation. This was contrary to Law No. 22/2009 on Traffic and Highway Transport in which the consignors had the right to obtain the compensation which corresponded with the loss due to the transporters’ error. Besides that, the standard agreement on transporting goods did not give legal protection to the consignors (consumers) so that they felt financially injured.
Keywords : Standard Agreement, Transportation of Goods, Transportation Business
ii
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT dan shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW berikut keluarga, para sahabat dan seluruh umat pengikutnya, atas terselesaikannya penulisan Tesis dengan judul “Pelaksanaan Perjanjian Baku Dalam Perjanjian Pengangkutan Barang Melalui Perusahaan Angkutan Darat Di Kota Medan (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni).”
Penyusunan Tesis ini bertujuan untuk melengkapi syarat untuk memperoleh gelar Magister Kenotariatan pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Dengan penuh kesadaran bahwa tiada satupun yang sempurna di muka bumi ini, penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan tesis ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan terlebih dengan keterbatasan kemampuan, baik dari segi penyajian teknik penulisan maupun materi.
Penulisan tesis ini tidaklah mungkin akan menjadi sebuah karya ilmiah tanpa adanya bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak yang telah ikut serta baik langsung maupun tidak langsung dalam usaha menyelesaikan tesis ini. Untuk itu penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc (CTM), SpA(K), selaku
Rektor Universitas Sumatera Utara.
iii
Universitas Sumatera Utara

2. Bapak Prof. Dr. Runtung, SH, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, atas kesempatan yang diberikan untuk dapat menjadi mahasiswa Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH., MS., CN., selaku Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan selaku Anggota Komisi Penguji dalam penelitian ini.
4. Bapak Prof. T. Syamsul Bahri, SH., selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah memberikan waktu dan bimbingan serta materi ataupun teknik penulisan Tesis ini.
5. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH., selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah memberikan waktu dan bimbingan serta materi ataupun teknik penulisan Tesis ini
6. Ibu Dr. Utary Maharany Barus, SH., M.Hum., selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah memberikan waktu dan bimbingan serta materi ataupun teknik penulisan Tesis ini.
7. Bapak Notaris Syahril Sofyan, SH., MKn., selaku Anggota Komisi Penguji dalam penelitian ini.
8. Seluruh Staff Pengajar Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, yang telah memberikan ilmu kepada Penulis selama menuntut ilmu pengetahuan di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
iv
Universitas Sumatera Utara

9. Seluruh Staff Pegawai Adiministrasi Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
10. Seluruh keluarga besar penulis yang tidak bisa disebutkan satu per satu, terima kasih atas doa dan dukungannya sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
11.Kepada rekan-rekan seperjuangan stambuk 2009 Group B, terutama sari, limey, maria, imay, kak nurul, kak nita, desi, oland, meli, lisa, kak lina, kak tika, amel, kak putri, dian dan seluruh rekan-rekan lainnya di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungannya selama ini. Secara khusus, penulis menghaturkan sembah sujud dan ucapan terima kasih
yang tidak terhingga kepada kedua orangtuaku Ayahanda H. Adnan Manurung dan Ibunda Hj. Rabiah Lubis, yang telah membesarkan penulis dan memberikan kasih sayang yang tak terhingga serta telah memberikan doa restunya sehingga penulis dapat melanjutkan dan meyelesaikan pendidikan di Program Study Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan untuk abang-abangku tercinta Aman Mahruzar Manurung, Adelin Manurung, Affan H. Manurung, untuk kakak-kakakku tersayang Rohani Manurung, Ratna Uli Manurung, Romi Roslin Manurung, Reni Nurul Aini, Rosna Akhiruni, dan untuk adikku Arman Hasudungan Manurung, yang selama ini selalu memberi semangat kepada penulis.
v
Universitas Sumatera Utara

Akhirnya tidak lupa penulis mohon maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak sengaja. Penulis hanya bisa mendoakan agar semua pihak yang telah membantu selama ini dilipatgandakan pahalanya. Dengan iringan doa semoga Allah SWT berkenan menerima amal ini menjadi sebuah nilai ibadah disisi-Nya dan dengan segala kerendahan hati penulis berharap semoga Tesis ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan. Amiin Yaa Robbal’alamin
Wasalamu’alaikum Wr. Wb. Medan, Agustus 2011 Penulis
Ramadani Fitria Manurung
vi
Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

I. Identitas Pribadi :
1. Nama 2. Tempat/Tanggal Lahir 3. Alamat

: Ramadani Fitria Manurung : Tanjung Balai, 25 Mei 1987 : Jalan Besar Deli Tua No. 8 Km. 11, 5

II. Identitas Keluarga : 1. Orang Tua Ayah Ibu 2. Abang
3. Kakak
4. Adik

: H. Adnan Manurung : Hj. Rabiah Lubis : Ir. Aman Mahruzar Manurung : Ir. Adelin Manurung : Ir. Affan H. Manurung : Rohani Manurung : Ratna Uli Manurung : Drg. Romi Roslin Manurung : Reni Nurul Aini, SH., SpN. : Rosna Akhiruni, SE. : Arman Hasudungan Manurung

III. Keterangan Pendidikan :

1. Sekolah Dasar

: SD 101800 Deli Tua

Tamat tahun 1998.

2. Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 1 Deli Tua

Tamat tahun 2001.

3. Sekolah Menengah Atas : SMU Negeri 13 Medan

Tamat tahun 2004.

4. S-1 Fakultas Hukum

: Universitas Islam Sumatera Utara

Tamat tahun 2008.

5. S-2 Magister Kenotariatan : Program Studi Magister Kenotariatan

Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

Tamat tahun 2011.

vii
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ...................................................................................................... i

ABSTRACT ....................................................................................................... ii

KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii

RIWAYAT HIDUP ........................................................................................... vii

DAFTAR ISI .................................................................................................. viii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................ 1

B. Perumusan Masalah .................................................................... 10

C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 10

D. Manfaat Penelitian ...................................................................... 11

E. Keaslian Penelitian...................................................................... 11

F. Kerangka Teori dan Konsepsi..................................................... 13

1. Kerangka Teori........................................................................ 13

2. Konsepsi.................................................................................. 25

G. Metode Penelitan......................................................................... 27

1. Spesifikasi Penelitian .............................................................. 27

2. Metode Pendekatan ................................................................. 28

3. Sumber Data............................................................................ 28

4. Alat Pengumpulan Data .......................................................... 30

5. Analisis Data ........................................................................... 30

BAB II

PELAKSANAAN PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI ANGKUTAN DARAT ANTARA KONSUMEN DENGAN CV. ASI MURNI MENGGUNAKAN PERJANJIAN BAKU .................................

32

A. Perihal Perjanjian Secara Umum ................................................ 32

1. Pengertian Perjanjian ............................................................. 32

2. Hubungan Perikatan Dengan Perjanjian ................................. 34

viii

Universitas Sumatera Utara

3. Asas-Asas Umum Dalam Hukum Perjanjian......................... 35

4. Syarat Sahnya Perjanjian........................................................ 40

5. Hapusnya Perjanjian .............................................................. 41

6. Perjanjian Pengangkutan........................................................ 43

7. Bentuk-Bentuk Perjanjian ...................................................... 45

8. Klausula Eksonerasi ............................................................... 49

B. Alasan Hukum CV. Asi Murni Menggunakan Perjanjian Baku Dalam Pelaksanaan Pengangkutan Barang........................ 53

C. Alasan Ekonomi CV. Asi Murni Menggunakan Perjanjian Baku Dalam Pelaksanaan Pengangkutan Barang........................ 57

BAB III TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN.............................................. 62

A. Tanggung Jawab Pengangkut Menurut Perundang-Undangan ... 62

1. Kitab Undang-undang Hukum Dagang.................................. 63

2. Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ................................................................ 68

3. Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 Tentang Pelayaran ...... 70

4. Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.... 73

B. Tangung Jawab Pengangkut Atas Kerusakan Barang................. 76

C. Tanggung Jawab Pengangkut Atas Barang Yang Hilang ........... 83

BAB IV PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AKIBAT HILANG ATAU RUSAKNYA BARANG DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN ANTARA CV. ASI MURNI DENGAN KONSUMEN ................................................

89

A. Perlindungan Konsumen Menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen........................... 89

1. Prinsip-Prinsip Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen............................................................................... 89

2. Hak dan Kewajiban Konsumen Serta Pelaku Usaha.............. 96

3. Ruang Lingkup Perlindungan Konsumen .............................. 100

B. Perlindungan Hukum Terhadap Pelaksanaan Perjanjian Pengangkutan Antara CV. Asi Murni dengan Konsumen .......... 104

ix

Universitas Sumatera Utara

1. Perlindungan Hukum Konsumen Akibat Hilang Atau Rusaknya Barang Dalam Perjanjian Pengangkutan pada CV. Asi Murni........................................................................ 104
2. Peran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Dalam Penyelesaian Sengketa Pada Perjanjian Pengangkutan Barang melalui Angkutan Darat ..................... 111
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN....................................................... 120 A. Kesimpulan ................................................................................ 120 B. Saran ........................................................................................... 122
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
x
Universitas Sumatera Utara

PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI
PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT DI KOTA MEDAN (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni)
TESIS
Oleh: RAMADANI FITRIA MANURUNG
097011096/MKn
PROGRAM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI
PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT DI KOTA MEDAN (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni)
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan dalam Program Studi Kenotariatan pada
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara
Oleh: RAMADANI FITRIA MANURUNG
097011096/MKn
PROGRAM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis
Nama NIM Program

: Pelaksanaan Perjanjian Baku Dalam Perjanjian Pengangkutan Barang Melalui Perusahaan Angkutan Darat Di Kota Medan (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni)
: Ramadani Fitria Manurung : 097011096 : Magister Kenotariatan

Menyetujui: Komisi Pembimbing

Prof. T. Syamsul Bahri, SH. Ketua

Prof. Dr. Suhaidi, SH., M.Hum Anggota

Dr. Utary Maharany Barus, SH., M.Hum Anggota

Ketua Program Magister Kenotariatan

Dekan

Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH.,MS.,CN Prof. Dr. Runtung, SH.,M.Hum Tanggal Lulus : 18 Agustus 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada Tanggal : 18 Agustus 2011
PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. T. Syamsul Bahri, SH. Anggota : 1. Prof. Dr. Suhaidi, SH., M.Hum
2. Dr. Utary Maharany Barus, SH., M.Hum 3. Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN 4. Notaris Syahril Sofyan, SH., MKn
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Perjanjian pengangkutan melibatkan pengirim atau pemilik barang dan pengangkut. Perjanjian pengangkutan yang dibuat akan menimbulkan hak, kewajiban serta tanggung jawab yang berbeda dari masing-masing pihak. Hak, kewajiban dan tanggung jawab ini harus dipenuhi oleh masing-masing pihak. Manakala terjadi suatu kelalaian atau wanprestasi yang mengakibatkan suatu kerugian maka pihak yang dirugikan berhak menunutut ganti rugi. Jika timbul suatu masalah dimana masalah tersebut tidak bisa terselesaikan sendiri oleh masing-masing pihak maka masalah tersebut akan diselesaikan melalui pengadilan setempat. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran untuk melakukan penelitian dengan menjawab permasalahan, mengapa dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan barang melalui angkutan darat antara konsumen dengan CV. Asi Murni menggunakan perjanjian baku? bagaimana tanggung jawab pengangkut dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan? dan bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen akibat hilang atau rusaknya barang dalam perjanjian pengangkutan antara CV. Asi Murni dengan Konsumen?
Metode penelitian dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Sumber data diperoleh dengan mengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara dengan informan. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier. Alat pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah studi dokumen dan wawancara, yang selanjutnya data dianalisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perjanjian baku dalam perjanjian pengangkutan di perusahaan CV. Asi Murni tidak sesuai dengan asas kebebasan berkontrak karena kedudukan pihak pengirim tidak seimbang, sehingga tidak ada kebebasan pengirim untuk menentukan isi perjanjian. Dalam perjanjian baku yang dibuat, pihak perusahaan CV. Asi Murni telah menentukan secara sepihak tanggung jawabnya mengenai ganti rugi. Pembatasan tanggung jawab tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang No 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana pengirim berhak mendapatkan ganti rugi yang sesuai dengan kerugian yang dideritanya akibat kesalahan pengangkut. Selain itu, dalam perjanjian baku pengiriman barang tidak memberi perlindungan hukum kepada pihak pengirim (konsumen), sehingga dalam hal ini pihak pengirim (konsumen) merasa dirugikan.
Kata Kunci : Perjanjian Baku, Pengangkutan Barang, Perusahaan Angkutan.
i
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Transport contract involves consignors or owners of goods and transporters. Transport contract will bring about different right, obligation, and responsibility of each party and these right, obligation, and responsibility must be fulfilled by each party. If there is a failure or a default which causes loss, the affected party will have the right to sue for compensation. If there is a dispute which cannot be settled by the parties, the case will be brought into the local court. This case became the underlying idea to do the research by answering the consumer and CV. Asi Murni use standard agreement? How was the responsibilty of the transporters in implementing the transport contract? And to what extent was the legal protection for the consumers due to the loss or the damage of the goods in the transport contract between CV. Asi Murni and the consumers?
The method of the research was descriptive by using judicial empirical approach. The data were obtained by gathering primary data and secondary data. The primary data were gathered by conducting interviews with the informants. The secondary data were obtained through the materials of primary, secondary, and tertiary laws. The devices for gathering the data in this research were documentary study and interviews; the data were analyzed qualitatively.
The result of the research showed that the standard agreement in the transport contract at CV. Asi Murni did not meet the principle of independency in making a contract because the position of the consignors was weak so that they had no dependency to make a deal in the contract. In the standard agreement, CV. Asi Murni had unilaterally determined its responsibility about the compensation. This was contrary to Law No. 14/1992 on Traffic and Highway Transport in which the consignors had the right to obtain the compensation which corresponded with the loss due to the transporters’ error. Besides that, the standard agreement on transporting goods did not give legal protection to the consignors (consumers) so that they felt financially injured.
Keywords : Standard Agreement, Transportation of Goods, Transportation Business
ii
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT dan shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW berikut keluarga, para sahabat dan seluruh umat pengikutnya, atas terselesaikannya penulisan Tesis dengan judul “Pelaksanaan Perjanjian Baku Dalam Perjanjian Pengangkutan Barang Melalui Perusahaan Angkutan Darat Di Kota Medan (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni).”
Penyusunan Tesis ini bertujuan untuk melengkapi syarat untuk memperoleh gelar Magister Kenotariatan pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Dengan penuh kesadaran bahwa tiada satupun yang sempurna di muka bumi ini, penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan tesis ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan terlebih dengan keterbatasan kemampuan, baik dari segi penyajian teknik penulisan maupun materi.
Penulisan tesis ini tidaklah mungkin akan menjadi sebuah karya ilmiah tanpa adanya bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak yang telah ikut serta baik langsung maupun tidak langsung dalam usaha menyelesaikan tesis ini. Untuk itu penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc(CTM), SpA(K), selaku
Rektor Universitas Sumatera Utara.
iii
Universitas Sumatera Utara

2. Bapak Prof. Dr. Runtung, SH, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, atas kesempatan yang diberikan untuk dapat menjadi mahasiswa Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH., CN., MS., selaku Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan selaku Anggota Komisi Penguji dalam penelitian ini.
4. Bapak Prof. T. Syamsul Bahri, SH., selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah memberikan waktu dan bimbingan serta materi ataupun teknik penulisan Tesis ini.
5. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH., selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah memberikan waktu dan bimbingan serta materi ataupun teknik penulisan Tesis ini
6. Ibu Dr. Utary Maharany Barus, SH., M.Hum., selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah memberikan waktu dan bimbingan serta materi ataupun teknik penulisan Tesis ini.
7. Bapak Notaris Syahril Sofyan, SH., MKn., selaku Anggota Komisi Penguji dalam penelitian ini.
8. Seluruh Staff Pengajar Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, yang telah memberikan ilmu kepada Penulis selama menuntut ilmu pengetahuan di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
iv
Universitas Sumatera Utara

9. Seluruh Staff Pegawai Adiministrasi Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
10. Seluruh keluarga besar penulis yang tidak bisa disebutkan satu per satu, terima kasih atas doa dan dukungannya sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
11.Kepada rekan-rekan seperjuangan stambuk 2009 Group B, terutama sari, limey, maria, imay, kak nurul, kak nita, desi, oland, meli, lisa, kak lina, kak tika, amel, kak putri, dian dan seluruh rekan-rekan lainnya di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungannya selama ini. Secara khusus, penulis menghaturkan sembah sujud dan ucapan terima kasih
yang tidak terhingga kepada kedua orangtuaku Ayahanda H. Adnan Manurung dan Ibunda Hj. Rabiah Lubis, yang telah membesarkan penulis dan memberikan kasih sayang yang tak terhingga serta telah memberikan doa restunya sehingga penulis dapat melanjutkan dan meyelesaikan pendidikan di Program Study Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan untuk abang-abangku tercinta Aman Mahruzar Manurung, Adelin Manurung, Affan H. Manurung, untuk kakak-kakakku tersayang Rohani Manurung, Ratna Uli Manurung, Romi Roslin Manurung, Reni Nurul Aini, Rosna Akhiruni, dan untuk adikku Arman Hasudungan Manurung, yang selama ini selalu memberi semangat kepada penulis.
Akhirnya tidak lupa penulis mohon maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak sengaja. Penulis hanya bisa mendoakan agar semua pihak
v
Universitas Sumatera Utara

yang telah membantu selama ini dilipatgandakan pahalanya. Dengan iringan doa semoga Allah SWT berkenan menerima amal ini menjadi sebuah nilai ibadah disisi-Nya dan dengan segala kerendahan hati penulis berharap semoga Tesis ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan. Amiin Yaa Robbal’alamin
Wasalamu’alaikum Wr. Wb. Medan, Agustus 2011 Penulis
Ramadani Fitria Manurung
vi
Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

I. Identitas Pribadi :
1. Nama 2. Tempat/Tanggal Lahir 3. Alamat

: Ramadani Fitria Manurung : Tanjung Balai, 25 Mei 1987 : Jalan Besar Deli Tua No. 8 Km. 11, 5

II. Identitas Keluarga : 1. Orang Tua Ayah Ibu 2. Abang
3. Kakak
4. Adik

: H. Adnan Manurung : Hj. Rabiah Lubis : Ir. Aman Mahruzar Manurung : Ir. Adelin Manurung : Ir. Affan H. Manurung : Rohani Manurung : Ratna Uli Manurung : Drg. Romi Roslin Manurung : Reni Nurul Aini, SH., SpN. : Rosna Akhiruni, SE. : Arman Hasudungan Manurung

III. Keterangan Pendidikan :

1. Sekolah Dasar

: SD 101800 Deli Tua

Tamat tahun 1998.

2. Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 1 Deli Tua

Tamat tahun 2001.

3. Sekolah Menengah Atas : SMU Negeri 13 Medan

Tamat tahun 2004.

4. S-1 Fakultas Hukum

: Universitas Islam Sumatera Utara

Tamat tahun 2008.

5. S-2 Magister Kenotariatan : Program Studi Magister Kenotariatan

Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

Tamat tahun 2011.

vii
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
ABSTRAK ...................................................................................................... i ABSTRACT ........................................................................................................ ii KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii RIWAYAT HIDUP ........................................................................................... vii DAFTAR ISI .................................................................................................. viii BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................ 1 B. Perumusan Masalah .................................................................... 10 C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 11 D. Manfaat Penelitian ...................................................................... 11 E. Keaslian Penelitian...................................................................... 12 F. Kerangka Teori dan Konsepsi..................................................... 13
1. Kerangka Teori........................................................................ 13 2. Konsepsi.................................................................................. 26 G. Metode Penelitan......................................................................... 28 1. Spesifikasi Penelitian .............................................................. 28 2. Metode Pendekatan ................................................................. 28 3. Sumber Data............................................................................ 29 4. Alat Pengumpulan Data .......................................................... 30 5. Analisis Data ........................................................................... 31
viii
Universitas Sumatera Utara

BAB II

PELAKSANAAN PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI ANGKUTAN DARAT ANTARA KONSUMEN DENGAN CV. ASI MURNI MENGGUNAKAN PERJANJIAN BAKU .................................

A. Perihal Perjanjian Secara Umum ................................................

1. Pengertian Perjanjian .............................................................

2. Hubungan Perikatan Dengan Perjanjian .................................

3. Asas-Asas Umum Dalam Hukum Perjanjian.........................

4. Syarat Sahnya Perjanjian........................................................

5. Hapusnya Perjanjian ..............................................................

6. Perjanjian Pengangkutan........................................................

7. Bentuk-Bentuk Perjanjian ......................................................

8. Klausula Eksonerasi ...............................................................

B. Alasan Hukum CV. Asi Murni Menggunakan Perjanjian Baku Dalam Pelaksanaan Pengangkutan Barang........................

C. Alasan Ekonomi CV. Asi Murni Menggunakan Perjanjian Baku Dalam Pelaksanaan Pengangkutan Barang........................

BAB III TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN..............................................

A. Tanggung Jawab Pengangkut Menurut Perundang-Undangan ...

1. Kitab Undang-undang Hukum Dagang..................................

2. Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ................................................................

3. Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 Tentang Pelayaran ......

4. Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan....

B. Tangung Jawab Pengangkut Atas Kerusakan Barang.................

32 32 32 34 36 40 42 43 46 49
53
58
63 63 63
69 71 74 77

ix
Universitas Sumatera Utara

C. Tanggung Jawab Pengangkut Atas Barang Yang Hilang ...........
BAB IV PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AKIBAT HILANG ATAU RUSAKNYA BARANG DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN ANTARA CV. ASI MURNI DENGAN KONSUMEN ................................................
A. Perlindungan Konsumen Menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen...........................
1. Prinsip-Prinsip Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen...............................................................................
2. Hak dan Kewajiban Konsumen Serta Pelaku Usaha..............
3. Ruang Lingkup Perlindungan Konsumen ..............................
B. Perlindungan Hukum Terhadap Pelaksanaan Perjanjian Pengangkutan Antara CV. Asi Murni dengan Konsumen ..........
1. Perlindungan Hukum Konsumen Akibat Hilang Atau Rusaknya Barang Dalam Perjanjian Pengangkutan pada CV. Asi Murni........................................................................
2. Peran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Dalam Penyelesaian Sengketa Pada Perjanjian Pengangkutan Barang melalui Angkutan Darat .....................
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.......................................................
A. Kesimpulan ................................................................................
B. Saran ...........................................................................................

84
90 90 90 97 101 105
105
113 121 121 123

DAFTAR PUSTAKA

x
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Perjanjian pengangkutan melibatkan pengirim atau pemilik barang dan pengangkut. Perjanjian pengangkutan yang dibuat akan menimbulkan hak, kewajiban serta tanggung jawab yang berbeda dari masing-masing pihak. Hak, kewajiban dan tanggung jawab ini harus dipenuhi oleh masing-masing pihak. Manakala terjadi suatu kelalaian atau wanprestasi yang mengakibatkan suatu kerugian maka pihak yang dirugikan berhak menunutut ganti rugi. Jika timbul suatu masalah dimana masalah tersebut tidak bisa terselesaikan sendiri oleh masing-masing pihak maka masalah tersebut akan diselesaikan melalui pengadilan setempat. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran untuk melakukan penelitian dengan menjawab permasalahan, mengapa dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan barang melalui angkutan darat antara konsumen dengan CV. Asi Murni menggunakan perjanjian baku? bagaimana tanggung jawab pengangkut dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan? dan bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen akibat hilang atau rusaknya barang dalam perjanjian pengangkutan antara CV. Asi Murni dengan Konsumen?
Metode penelitian dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Sumber data diperoleh dengan mengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara dengan informan. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier. Alat pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah studi dokumen dan wawancara, yang selanjutnya data dianalisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perjanjian baku dalam perjanjian pengangkutan di perusahaan CV. Asi Murni tidak sesuai dengan asas kebebasan berkontrak karena kedudukan pihak pengirim tidak seimbang, sehingga tidak ada kebebasan pengirim untuk menentukan isi perjanjian. Dalam perjanjian baku yang dibuat, pihak perusahaan CV. Asi Murni telah menentukan secara sepihak tanggung jawabnya mengenai ganti rugi. Pembatasan tanggung jawab tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana pengirim berhak mendapatkan ganti rugi yang sesuai dengan kerugian yang dideritanya akibat kesalahan pengangkut. Selain itu, dalam perjanjian baku pengiriman barang tidak memberi perlindungan hukum kepada pihak pengirim (konsumen), sehingga dalam hal ini pihak pengirim (konsumen) merasa dirugikan.
Kata Kunci : Perjanjian Baku, Pengangkutan Barang, Perusahaan Angkutan.
i
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Transport contract involves consignors or owners of goods and transporters. Transport contract will bring about different right, obligation, and responsibility of each party and these right, obligation, and responsibility must be fulfilled by each party. If there is a failure or a default which causes loss, the affected party will have the right to sue for compensation. If there is a dispute which cannot be settled by the parties, the case will be brought into the local court. This case became the underlying idea to do the research by answering the consumer and CV. Asi Murni use standard agreement? How was the responsibilty of the transporters in implementing the transport contract? And to what extent was the legal protection for the consumers due to the loss or the damage of the goods in the transport contract between CV. Asi Murni and the consumers?
The method of the research was descriptive by using judicial empirical approach. The data were obtained by gathering primary data and secondary data. The primary data were gathered by conducting interviews with the informants. The secondary data were obtained through the materials of primary, secondary, and tertiary laws. The devices for gathering the data in this research were documentary study and interviews; the data were analyzed qualitatively.
The result of the research showed that the standard agreement in the transport contract at CV. Asi Murni did not meet the principle of independency in making a contract because the position of the consignors was weak so that they had no dependency to make a deal in the contract. In the standard agreement, CV. Asi Murni had unilaterally determined its responsibility about the compensation. This was contrary to Law No. 22/2009 on Traffic and Highway Transport in which the consignors had the right to obtain the compensation which corresponded with the loss due to the transporters’ error. Besides that, the standard agreement on transporting goods did not give legal protection to the consignors (consumers) so that they felt financially injured.
Keywords : Standard Agreement, Transportation of Goods, Transportation Business
ii
Universitas Sumatera Utara

1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Perkembangan dunia perdagangan dalam masyarakat tidak dapat dilepaskan
dari sarana pengangkutannya. Faktor sarana pengangkutan tersebut akan mempengaruhi lancar tidaknya perdagangan. Jika sarana pengangkutan memadai, maka perdagangan pun akan berjalan dengan lancar, sedangkan jika sarana pengangkutannya sangat minim sudah dapat dipastikan proses perdagangan akan terhambat.
Pengangkutan sebagai alat fisik merupakan bidang yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat. Dikatakan sangat vital karena keduanya saling mempengaruhi, dan menentukan dalam kehidupan sehari-hari. Pengangkutan atau sistem transportasi itu sendiri mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar arus barang dan lalulintas orang yang timbul sejalan dengan perkembangan masyarakat yang semakin tinggi mobilitasnya, sehingga menjadikan pengangkutan itu sebagai suatu kebutuhan bagi masyarakat.
Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi, maka sedikit banyak akan berpengaruh terhadap perkembangan di bidang pengangkutan itu sendiri yang mendorong perkembangan dibidang teknologi, sarana dan prasarana pengangkutan, ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pengangkutan, serta hukum pengangkutan, disamping tidak dapat dihindari pula timbulnya berbagai permasalahan yang diakibatkan dengan adanya pengangkutan itu.
1
Universitas Sumatera Utara

2
Transportasi yang semakin maju dan lancar, sudah pasti akan menunjang
pelaksanaan pembangunan yaitu berupa penyebaran kebutuhan pembangunan,
pemerataan pembangunan dan distribusi hasil pembangunan di berbagai sektor ke
seluruh pelosok tanah air, misal sektor industri, perdagangan dan pendidikan.
Transportasi ditinjau dari sudut geografis, dapat dibagi ke dalam beberapa jenis:
a. Angkutan antar benua. b. Angkutan antar kontinental. c. Angkutan antar pulau. d. Angkutan antar kota. e. Angkutan antar daerah. f. Angkutan di dalam kota (intra city transportation atau urban transportation).1
Jika dilihat dari sudut teknis dan angkutannya, maka transportasi dapat pula
dirinci menurut jenisnya sebagai berikut:
a. Angkutan jalan raya atau Highway transportation (road transportation). b. Pengangkutan rel (rail transportation). c. Pengangkutan melalui air di pedalaman (inland transportation). d. Pengangkutan pipa (pipe line transportation). e. Pengangkutan laut dan samudera (ocean transportation). f. Pengangkutan udara (transportation by air atau air transportation).2
Sedangkan secara garis besarnya moda pengangkutan dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
1. Pengangkutan darat a. Pengangkutan melalui jalan (raya) yang diselenggarakan oleh perusahaan angkutan jalan raya. b. Pengangkutan dengan kereta api.
2. Pengangkutan laut. 3. Pengangkutan udara.3
1 Rustian Kamaluddin, Ekonomi Transportasi Karasteristik, Teori, dan Kebijakan, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2003, hal. 16.
2 Ibid., hal. 17. 3 Ridwan Khairandy, dkk., Pengantar Hukum Dagang Indonesia, Gama Media, Yogyakarta, 1999, hal. 196.
Universitas Sumatera Utara

3
Pentingnya transportasi tercermin pada semakin meningkatnya kebutuhan akan jasa angkutan bagi mobilitas orang serta barang dari dan ke seluruh pelosok tanah air dan luar negeri. Karena saat tranportasi berfungsi untuk mempertemukan barang yang diproduksi di suatu tempat dengan konsumen yang membutuhkan.
Peran transportasi pada masa sekarang ini jelas sangat dibutuhkan, terutama kebutuhan bagi kalangan pengusaha dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dalam pelaksanaannya transportasi dapat ditempuh melalui darat dengan jasa angkutan seperti gerobak, truk, mobil penumpang, sado, bajaj, kereta api, becak dan jasa angkutan laut dengan menggunakan kapal, kapal laut, kapal motor, kapal sungai, speed boat, sedangkan jasa angkutan udara dengan menggunakan pesawat udara dan helikopter.
Peranan pengangkutan tidak hanya sebagai alat fisik, yaitu alat yang dipergunakan membawa barang-barang yang diperdagangkan dari produsen ke konsumen, penyalur kepada penerima barang, namun pengangkutan dapat juga sebagai alat penentu suatu nilai harga dari barang. Hal ini dikarenakan barang dapat dipindahkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain yang membutuhkan barang tersebut. Seperti prinsip ekonomi yang menyatakan dimana barang itu berlebihan maka nilainya akan turun, sebaliknya dimana barang itu langka maka harga akan melambung tinggi. Dengan demikian, adanya jasa pengangkutan diharapkan adanya penyamarataan pembagian keperluan terhadap barang menurut keadaannya dan juga pemerataan harga di seluruh lokasi kegiatan ekonomi masyarakat.
Penggunaan jasa pengangkutan juga akan dapat menentukan harga dari suatu barang. Hal ini disebabkan nilai barang akan bertambah dengan adanya
Universitas Sumatera Utara

4
tambahan biaya pengangkutan dari produsen ke konsumen. Semakin besarnya biaya
pengakutan barang dari produsen ke konsumen, maka semakin tinggi nilai harga
barang tersebut.
Pengangkutan berasal dari kata angkut yang berarti mengangkat dan
membawa, memuat atau mengirimkan. “Pengangkutan artinya usaha membawa,
mengantar atau memindahkan orang atau barang dari suatu tempat ke tempat yang lain”.4
Beberapa aspek yang terkait dalam penyelenggara pengangkutan, yaitu:
1. Pelaku, yaitu orang yang melakukan pengangkutan. Pelaku ini ada yang berupa badan usaha seperti perusahaan pengangkutan, ataupun perusahaan jasa pengiriman barang, dan ada pula yang berupa manusia pribadi seperti buruh pengangkutan.
2. Alat pengangkutan, yaitu alat yang digunakan untuk menyelenggarakan pengangkutan. Alat ini digerakkan secara mekanik dan memenuhi syarat undang-undang, seperti kendaraan bermotor, kapal laut, kapal udara, derek (crane).
3. Barang/penumpang, yaitu muatan yang diangkut. Barang muatan yang diangkut adalah barang perdagangan yang sah menurut undang-undang. Dalam pengertian barang termasuk juga hewan.
4. Perbuatan yaitu kegiatan mengangkut barang atau penumpang sejak pemuatan sampai dengan penurunan di tempat tujuan yang ditentukan.
5. Fungsi pengangkutan, yaitu meningkatkan kegunaan dari nilai barang ataupun penumpang
6. Tujuan pengangkutan, yaitu sampai atau tiba di tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat, biaya pengangkutan lunas.5
Kewajiban pengangkut yaitu untuk menyelenggarakan suatu pengangkutan
barang dari tempat pemuatan sampai ke tempat tujuan dengan selamat, artinya disini
telah terjadi perikatan antara para pihak. Para pihak tersebut kemudian terikat
4 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1976, hal. 45.
5 Abdulkadir Muhammad, Hukum Pengangkutan Darat, Laut, dan Udara, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1991, hal. 19.
Universitas Sumatera Utara

5
dengan suatu perjanjian. Perjanjian itu lahir sejak tercapainya kata sepakat, yang kemudian disertai dengan suatu persyaratan yang nyata, yaitu berupa penyerahan dari objek atau berupa barang yang menjadi tujuan utama dari perjanjian tersebut dan selanjutnya akan diserahkan pada pemilik barang ditempat tujuannya.
Pengangkutan bertujuan untuk menyangkut kebutuhan manusia dalam memenuhi kehidupannya sehari-hari. Salah satu cara pemenuhan kebutuhan itu adalah dengan memindahkan atau mengirimkan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pengangkutan dengan mengirimkan barang bisa dilakukan dengan darat dan udara. Barang-barang yang akan dikirimkan itu bisa berupa perangkat keras seperti, pupuk, sembako dan juga perangkat lunak baik itu surat atau dokumen yang menjadi objek pengangkutan.
Dalam perjanjian pengangkutan, pihak pengangkut telah menjamin dan bertanggungjawab terhadap keselamatan dari barang milik pengirim. Hal tersebut diatur dalam Pasal 90 KUHDagang, yang menyatakan bahwa:
Surat muatan merupakan perjanjian antara pengirim atau ekspeditur dan pengangkut atau juragan kapal, dan meliputi selain apa yang mungkin menjadi persetujuan antara pihak-pihak bersangkutan, seperti misalnya jangka waktu penyelenggaraan pengangkutannya dan penggantian kerugian dalam hal kelambatan, juga meliputi: 1. Nama dan berat atau ukuran barang-barang yang harus diangkut beserta
merek-mereknya dan bilangannya. 2. Nama yang dikirimi barang-barang itu. 3. Nama dan tempat tinggal pengangkut atau juragan kapal. 4. Jumlah upah pengangkutan. 5. Tanggal penandatanganan. 6. Penandatanganan pengirim atau ekspeditur. Surat muatan harus dicatat dalam daftar harian oleh ekspeditur.
“Interaksi yang terjadi dalam kebutuhan pengangkutan acapkali dibuat dalam suatu bentuk perjanjian. Perjanjian diartikan sebagai suatu peristiwa dimana
Universitas Sumatera Utara

6
seorang berjanji kepada orang lain atau dimana dua orang berjanji untuk melaksanakan suatu hal”.6
Pengangkutan dilakukan karena nilai barang akan lebih tinggi di tempat tujuan dari pada di tempat asalnya. Oleh karena itu pengangkutan dikatakan memberi nilai terhadap barang yang diangkut. Nilai itu akan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Nilai yang diberikan berupa nilai tempat (place utility) dan nilai waktu (time utility). ”Kedua nilai tersebut diperoleh jika barang yang diangkut ketempat dimana nilainya lebih tinggi dan dapat dimanfaatkan tepat pada waktunya. Dengan demikian pengangkutan dapat memberikan jasa kepada masyarakat yang disebut jasa angkutan”.7
Banyaknya kebutuhan akan jasa pengangkutan menyebabkan banyaknya bermunculan perusahaan pengangkutan. Dalam hubungan antara perusahaan pengangkutan sebagai pihak pengangkut dengan pihak yang akan mengirimkan barang, muncullah suatu perjanjian pengangkutan yang bersifat timbal balik, ”dimana pihak pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dari dan ke tempat tujuan tertentu