Klasifikasi Tumor Tumor Ganas Ovarium

risiko relatifnya 3,8, dan anak dari penderita tumor ganas ovarium risiko relatifnya 6. Antara 5-10 dari tumor ganas ovarium dianggap bersifat herediter. Kelompok tumor ganas ovarium ini termasuk dalam sindroma hereditary breast and ovarian cancer HBOC dan disebabkan oleh terjadinya mutasi di gen BRCA1 dan BRCA2. Wanita dengan gen BRCA1 yang telah bermutasi, mempunyai risiko terkena tumor ganas ovarium sebesar 40- 60, dan risiko terkena tumor ganas payudara sebesar hampir 90. Risiko untuk menderita tumor ganas ovarium pada wanita dengan gen BRCA2 yang telah bemutasi lebih rendah daripada risiko pembawa gen BRCA1 yang bermutasi yaitu 16-27. Selain itu, tumor ganas ovarium juga merupakan bagian dari sindroma hereditary nonpolyposis colorectal cancer HNPCC. HNPCC adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh autosomal dominant disorder yang berkaitan dengan kerusakan gen yang bertanggung jawab atas terjadinya reparasi yang tidak normal dari DNA Busmar, 2006.

2.3.2. Klasifikasi Tumor

Ovarium Kira-kira 90 tumor ganas ovarium berasal dari epitel koelom atau mesotelium epithelial ovarian tumor dan 10 adalah tumor ganas ovarium non- epthelial non-epithelial ovarian tumor. Tumor ganas ovarium dikelompokkan atas 6 kelompok, yaitu:  Tumor epitelial  Tumor sex-cord dan stromal  Tumor sel germinal  Tumor sel lipid  Sarkoma  Tumor metastasis Busmar, 2006. Universitas Sumatera Utara Tabel 2.1. Klasifikasi Tumor Ovarium berdasarkan WHO Busmar, 2006: 477-484 Tumor Ovarium Epitel Serous Tumors  Benign  Cystadenoma and papillary cystadenoma  Surface papilloma  Adenofibroma and cystadenofibroma  Tumor of low malignant potential  Malignant  Adenocarcinoma  Surface papilary adenocarcinoma  Malignant adenofibroma and cystaadenofibroma Mucinous Tumors  Benign  Cystadenoma  Adenofibroma and cystadenofibroma  Tumor of low malignant potential  Intestinal type  Endocervical like  Malignant  Adenocarcinoma  Malignant adenofibroma  Mural nodule arising in mucinous cystic tumor Endometrioid Tumors  Benign  Adenoma and cystadenoma  Adenofibroma and cystadenofibroma  Tumor of low malignant potential  Endometrioid tumors continued Universitas Sumatera Utara  Malignant  Adenocarcinoma  Adenoacanthoma  Adenosquamous carcinoma  Malignant adenofibroma with a malignant stromal component  Adenosarcoma  Endometrial stromal sarcoma  Carcinosarcoma homologous and heterologous  Undifferentiated sarcoma Clear Cell Tumors  Benign  Tumor of low malignant potential  Malignant  Adenocarcinoma Transitional Cell Tumors  Benign  Brenner tumour  Borderline  Brenner tumour of borderline malignancy  Malignant  Malignant Brenner tumour  Transitional cell carcinoma non-Brenner type Squamous Cell Tumors  Squamous cell carcinoma  Epidermoid cyst Mixed Epithelial Tumours specify type  Benign  Borderline  Malignant Undifferentiated and Unclassified Tumours Universitas Sumatera Utara Tumor Sex-Cord-Stromal Granulosa-Stromal Cell Tumors  Granulosa cell tumors  Tumors of the thecoma-fibroma group  Thecoma  Fibroma-fibrocarcoma  Sclerosing stromal tumor Androblastomas; Sertolli-Leydig-Cell Tumors  Well-differentiated  Sertolli cell tumor  Sertolli-Leydig-cell tumor  Leydig-cell tumour; hilus cell tumor  Moderately differentiated  Poorly differentiated carcomatoid  With heterologous elements Gynandroblastoma Sex Cord-Stromal Tumors of Mixed or Unclassified Cell Types Tumor Ovarium Sel Germinal Disgerminoma Teratoma  Immature  Mature  Solid  Cystic  Dermoid cyst mature cystic teratoma  Dermoid cyst with malignant transformation  Monodermal and highly specialized  Struma ovarii  Carcinoid  Struma ovarii and carcinoid Universitas Sumatera Utara

2.3.3. Faktor Risiko


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

85 2183 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 561 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 484 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 313 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 434 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 691 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 599 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 386 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 568 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 688 23