Analisis Keunikan Produk Yang Mempengaruhi Terciptanya Word of Mouth Pada Produk Es krim Magnum Classic (Studi Kasus Pada Mahasiswa FISIP USU)

SKRIPSI

ANALISIS KEUNIKAN PRODUK YANG MEMPENGARUHI
TERCIPTANYA WORD OF MOUTH PADA PRODUK
ES KRIM MAGNUM CLASSIC (STUDI KASUS
PADA MAHASISWA FISIP USU)

Oleh:

ERVINNA R. SIREGAR
070521132

PROGRAM STUDI STRATA 1 EXTENSI MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Judul penelitian ini adalah ”Analisis Keunikan Produk Yang Mempengaruhi
Terciptanya Word of Mouth Pada Produk Es krim Magnum Classic (Studi Kasus Pada
Mahasiswa FISIP USU)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis
Keunikan Produk yang menciptakan Word of Mouth pada produk es krim Magnum Classic
pada mahasiswa FISIP USU.
Jenis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik dengan
metode regresi linier sederhana (Linear Regression). Data yang digunakan adalah data primer
dan data skunder. Data primer ini diperoleh langsung dari responden dengan menggunakan
kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis deskriptif dapat dilihat rata-rata
responden setuju Keunikan Produk mempengaruhi Word of Mouth pada produk es krim
Magnum Classic pada mahasiswa FISIP USU, sedangkan dari Analisis Statistik dengan
metode regresi linear sederhana, hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif
dan signifikan dari variabel Keunikan Produk terhadap Word of Mouth.

Kata kunci : keunikan produk, word of mouth.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The title of this research is “The Unigueness Analysis Product Creation Influencing
Word of Mouth At Magnum Classic Ice Cream Products (Case Study On Students FISIP
USU)”. The purpose of this study is to investigate and analyze the unique product that
creates Word of Mouth on the product Magnum Classic ice cream on FISIP USU students.
This type of research using descriptive analysis and statistical analysis with simple
linear regression methods (Linear Regression). The data used are primary data and
secondary data. The primary data was obtained directly from respondents using a
questionnaire.
The result showed that the descriptive analysis of the results can be seen the average
respondent agree Product Uniqueness affect Word of Mouth on the product Magnum Classic
ice cream on FISIP USU students, while the statistical analysis by simple linear regression
method, the results indicate a positive influence and product uniqueness of significant
variables to Word of Mouth.

Keywords: uniqueness of the product, word of mouth

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Hidup meliputi dimensi ruang dan waktu, untuk itu penulis mengucapkan puji dan
syukur kehadirat Bapa yang maha kuasa, Yesus kristus dan Rohul Kudus, pemberi dan
perisai kehidupan atas segala kesempatan dan kondisi yang dianugerahkan-Nya bagi penulis
hingga selesainya skripsi ini.
Dalam menyelesaikan penulisan dan penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak
mendapat bantuan baik spiritual maupun material, bimbingan dari kedua orangtua penulis
yang sangat penulis cintai dan kasihi, Ayahanda st. H. Siregar dan Ibunda S. Tobing yang
telah mendampingi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih untuk cinta kasih
dan perhatiannya selama ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tercipta berkat dorongan,
bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis dengan tulus mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, S.E, M.E selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Marhayanie, M.si selaku Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara
4. Ibu Endang Sulistya Rini, SE, M.Si selaku Ketua Program Studi Departemen
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, sekaligus sebagai
Dosen Wali penulis yang dengan fleksibel memberi kemudahan bagi penulis
dalam mengelola rencana studi dalam tiap semesternya.

Universitas Sumatera Utara

5. Ibu Dra. Lucy Anna, M.S selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak
memberikan dorongan dan bimbingan

serta pengarahan yang sangat penulis

butuhkan dalam penulisan skripsi ini.
6. Ibu Dr. Prihatin Lumbanraja, S.E, M.Si, selaku Dosen Penguji I yang telah
banyak memberikan masukan dan saran untuk perbaikan mendasar atas skripsi
ini. Beliau telah mengkoreksi penelitian skripsi penulis sehingga tidak salah arah.
7. Ibu Frida Ramadini, S.E, M.M selaku Dosen Penguji II yang juga telah banyak
memberikan saran dan mendorong penulis untuk mencari lebih banyak informasi
mengenai fenomena yang mendukung skripsi ini.
8. Terima kasih yang tak terhingga kepada keluarga tercinta, Hosni Siregar, Renol
Siregar, Sasmitha Siregar, Lirento Siregar, Lareiska Siregar, Bang Neo, Kak Vina,
Nethasa, Oline, Caren dan keluarga besar yang selalu mendukung dan mendoakan
penulis dan memotivasi penulis untuk berbuat lebih baik dalam hidup.
9. Sahabat-sahabat penulis Kak Dinda, Bang Agus, Kak Martha, Nancy, Jojo,
Robert, Nitha, Sinta, Kak Juli, Ido, Risda, Tue, Uci, Lidya yang telah mendukung
dan membantu mendengar keluh kesah penulis dan juga memberikan semangat
yang tak terputus dalam penyelesaian skripsi ini.
10. Teman-teman NHKBP Agave Amplas dan NHKBP Padang Bulan yang selalu
ada bagi penulis dan sebagai organisasi untuk melayani.
11. Mahasiswa/i FISIP Universitas Sumatera Utara yang menjadi responden penulis.
Atas kesediaan dan kesempatan dalam mengisi kuesioner penelitian penulis.
Peran mereka sangat berarti bagi penulis.

Universitas Sumatera Utara

Akhir kata penulis kembali mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Tuhan
Yesus Kristus, yang telah memberi nafas kehidupan dan senantiasa memberi kesempatan
bagi penulis untuk hidup lebih baik lagi. Tuhan memberkati

Medan, Agustus 2011
Penulis

Ervinna R. Siregar

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ………………………………………………………………………………….
ABSTRACT ………………………………………………………………………………..
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………..
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….
DAFTAR TABEL …………………………………………………………………………
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………………………….
DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………………………

i
ii
iii
v
viii
ix
x

BAB I PENDAHULUAN
1.1.
1.2.
1.3.
1.4.

Latar Belakang ………………………………………………………….
Perumusan Masalah …………………………………………………….
Tujuan Penelitian ………………………………………………………..
Manfaat Penelitian ………………………………………………………

1
5
5
6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

2.2.
2.3.
2.4.

Uraian Teoritis …………………………………………………………..
2.1.1. Keunikan Produk ………………………………………………
2.1.2. Word of Mouth Marketing ……………………………………...
2.1.3. Word of Mouth Marketing dan Periklanan Konvensional ……..
Penelitian Terdahulu …………………………………………………….
Kerangka Konseptual ……………………………………………………
Hipotesis ………………………………………………………………….

7
7
9
14
15
16
17

BAB III METODE PENELITIAN
3.1.
3.2.
3.3.
3.4.
3.5.
3.6.
3.7.
3.8.
3.9.
3.10.

Jenis Penelitian ……………………………………………………………
Tempat dan Waktu Penelitian ………………………………………….....
Batasan Operasional Variabel …………………………………………….
Defenisi Operasional Variabel ……………………………………………
Skala Pengukuran Variabel ……………………………………………….
Populasi dan Sampel ………………………………………………………
Jenis Data ………………………………………………………………….
Metode Pengumpulan Data ………………………………………………..
Uji Validitas dan reliabilitas …………………………………………….....
Teknis Analisis Data ……………………………………………………….

18
18
18
19
20
21
23
23
23
24

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.

Gambaran Umum Perusahaan ……………………………………………….. 28
4.1.1.
Defenisi Produk Es krim Magnum ……………………………….. 30

Universitas Sumatera Utara

4.2.
4.3.

4.1.2.
Perkembangan Jenis Es Krim Magnum ………………………….. 32
Hasil Penelitian ……………………………………………………………… 34
Pembahasan …………………………………………………………………. 39

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.
5.2.

Kesimpulan ………………………………………………………………. 53
Saran ……………………………………………………………………… 54

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1
Tabel 1.2
Tabel 4.1
Tabel 4.2
Tabel 4.3
Tabel 4.4
Tabel 4.5
Tabel 4.6
Tabel 4.7
Tabel 4.8
Tabel 4.9
Tabel 4.10
Tabel 4.11

Defenisi Operasional Variabel .............................................
Tingkat Indikator dengan Skala Likert ................................
Item Total Statistics (a) .......................................................
Item Total Statistics (b) ........................................................
Reabilitas Instrumen ...........................................................
Identitas Responden .............................................................
Distribusi Jawaban Responden atas Variabel Keunikan
Produk (X) ...........................................................................
Diastribusi Jawaban Responden atas Variabel Word Of
Mouth (Y)
.............................................................
Variabel Enter .....................................................................
Regresi Linear Sederhana coefficients (a) ............................
Uji Koefisien determinan (r2) .............................................
Hubungan Antara Variabel...................................................
Regresi Linear Sederhana coeffisients (b) ...........................

20
21
36
37
39
41
43
45
47
47
49
49
51

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1.

: Kerangka Konseptual ………………………………………

17

Gambar 4.1.

: Es Krim Magnum Classic ………………………………….

31

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran
1
2
3

Halaman
Kuesioner Penelitian ………………………………………
Daftar Distribusi Jawaban Validitas ……………………....
Daftar Distribusi jawaban Responden …………………….

57
64
68

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Judul penelitian ini adalah ”Analisis Keunikan Produk Yang Mempengaruhi
Terciptanya Word of Mouth Pada Produk Es krim Magnum Classic (Studi Kasus Pada
Mahasiswa FISIP USU)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis
Keunikan Produk yang menciptakan Word of Mouth pada produk es krim Magnum Classic
pada mahasiswa FISIP USU.
Jenis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik dengan
metode regresi linier sederhana (Linear Regression). Data yang digunakan adalah data primer
dan data skunder. Data primer ini diperoleh langsung dari responden dengan menggunakan
kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis deskriptif dapat dilihat rata-rata
responden setuju Keunikan Produk mempengaruhi Word of Mouth pada produk es krim
Magnum Classic pada mahasiswa FISIP USU, sedangkan dari Analisis Statistik dengan
metode regresi linear sederhana, hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif
dan signifikan dari variabel Keunikan Produk terhadap Word of Mouth.

Kata kunci : keunikan produk, word of mouth.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The title of this research is “The Unigueness Analysis Product Creation Influencing
Word of Mouth At Magnum Classic Ice Cream Products (Case Study On Students FISIP
USU)”. The purpose of this study is to investigate and analyze the unique product that
creates Word of Mouth on the product Magnum Classic ice cream on FISIP USU students.
This type of research using descriptive analysis and statistical analysis with simple
linear regression methods (Linear Regression). The data used are primary data and
secondary data. The primary data was obtained directly from respondents using a
questionnaire.
The result showed that the descriptive analysis of the results can be seen the average
respondent agree Product Uniqueness affect Word of Mouth on the product Magnum Classic
ice cream on FISIP USU students, while the statistical analysis by simple linear regression
method, the results indicate a positive influence and product uniqueness of significant
variables to Word of Mouth.

Keywords: uniqueness of the product, word of mouth

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Iklan melalui media massa berhasil mempengaruhi konsumen selama bertahuntahun. Kini konsumen semakin memiliki kekuatan yang luar biasa dibanding pada masa
lalu. Ini dipacu oleh perkembangan media alternatif seperti internet dan telepon genggam.
Konsumen semakin leluasa berkomunikasi tanpa batasan ruang dan waktu. Perubahan besar
yang terjadi adalah konsumen kini berada dalam kepercayaannya, dalam kreativitas diri dan
kemampuan diri untuk mengekspresikan diri. Konsumen tidak lagi melihat dirinya sebagai
“responden pasif” dalam berhubungan dengan suatu merek ataupun produk, tetapi “sederajat
aktif” sehingga memiliki kepercayaan diri untuk mendatangi merek ataupun produk, baik
diundang oleh pemasar ataupun tidak (Needham, 2008: 61).
Banyak hal dan topik yang dibicarakan oleh para konsumen diberbagai
kesempatan, baik pembicaraan antara teman, didalam keluarga, kantor atau dikampus.
Begitu banyak desas-desus yang berkaitan dengan suatu produk (buzz) yang menyebar
ditengah-tengah konsumen, baik yang positif maupun negatif. Desas-desus ini sering
disebut word of mouth dan bila berkaitan dengan suatu produk ataupun suatu perusahaan
maka terciptalah word of mouth marketing (WOM). Word of Mouth Marketing merupakan
fenomena nyata yang kerap berlaku dalam kehidupan konsumen. Berdasarkan hasil survei
(Majalah MIX Edisi 10 pada Oktober 2007) yang melibatkan 30 (tiga puluh) orang
pemasar profesional Indonesia, diperoleh kenyataan bahwa word of mouth diyakini oleh
pemasar dapat mendorong pembelian oleh konsumen, dapat mempengaruhi komunitas,

Universitas Sumatera Utara

memberikan dampak karena dilakoni oleh pihak ketiga yang dipercaya, efisien karena
tidak memerlukan dana yang besar, dapat menciptakan image positif bagi produk serta
dapat menyentuh emosi konsumen. Para pemasar dalam survei juga menyadari bahwa
periklanan tidak cukup lagi menjadi alat untuk berkomunikasi dengan konsumen karena
konsumen cenderung mudah bosan melihat iklan. Paradigma pemasar dunia di abad 21,
termasuk Indonesia mulai bergeser dari heavy advertising ke great word of mouth.
Sebuah iklan atau seorang pemasar tidak akan mampu meyakinkan konsumen
secara persuasive tentang kualitas suatu produk selain seorang teman, kenalan, pelanggan
lama atau ahli yang independen (Kotler, 2003:206). Tidak lama lagi konsumen akan dapat
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan tidak perlu lagi tergantung pada
iklan (Kotler, 2003;207). Word of mouth memiliki pengaruh yang begitu penting. Word of
mouth menjadi kekuatan karena manusia adalah makhluk sosial, suka berbicara satu dengan
yang lain tentang hal baik maupun buruk (Jerram, 2003: 1). Word of mouth memberikan
sebuah pengalaman yang kredibel dan tepat pada waktunya, sedangkan menurut Kartajaya
(2007; 183) word of mouth merupakan media komunikasi yang paling efektif. Menurut
hasil sebuah survei online konsumen global oleh Nielsen pada bulan April 2007 di 47
Negara, Indonesia berada dalam jajaran lima besar Negara yang menganggap word of mouth
sebagai bentuk komunikasi pemasaran yang paling kredibel bagi konsumen. Indonesia
dengan 89% konsumen yang mempercayai media komunikasi word of mouth sebagai bentuk
iklan kredibel, berada dibawah Hong Kong 93% konsumen dan Taiwan 91% konsumen.
Lima Negara tersebut juga termasuk dalam deretan negara yang konsumennya paling
mengandalkan rekomendasi orang lain mengenai suatu produk atau merek.

Universitas Sumatera Utara

Word of mouth dalam batasan tertentu mempengaruhi tahap pengumpulan
informasi sebelum proses transaksi. Word of mouth juga memiliki pengaruh atas awareness
ataupun tahap pengenalan produk dan dapat memiliki dampak atas keputusan akhir dari
konsumen (Mitchel, 2005: 3). Word of mouth dapat berperan dalam fenomena inovasi yang
terjadi dalam pengembangan produk baru seperti Es krim Magnum Classic. Kenyataan
bahwa word of mouth sangat kuat dalam mendorong awareness dan keinginan konsumen
untuk bertransaksi dapat menjadi faktor pendorong kesuksesan sebuah produk.
Rosnani (2009: 9) mendefenisikan keunikan produk adalah sesuatu yang
mengidentikkan barang atau jasa tertentu yang dapat menimbulkan suatu persepsi seseorang
terhadap barang atau jasa tersebut.

Keunikan sebuah produk itu dapat dilihat dari

performance sebuah produk misalnya dari bentuknya, manfaat yang dihasilkan, serta latar
belakang produk tersebut yang dapat menghasilkan tanggapan yang positif ketika
mengkonsumsi, sehingga dapat terjadi ikatan khusus secara terus menerus dalam
mengkonsumsi produk yang dihasilkan.

Magnum adalah salah satu produk es krim dari produsen es krim Walls yang
berrnaung di bawah perusahaan multinasional unilever. Brand ini adalah brand es krim
premium, dengan harga yang agak mahal namun dengan kualitas yang lebih baik. Magnum
bukan nama yang asing, sudah sejak lama es krim ini diluncurkan di Indonesia, dengan ciri
khas Coklat tebal dan krim vanilla yang lembut. Pada tahun 2010, Walls meluncurkan es
krim Magnum baru, dengan packaging baru yang unik, dengan totol-totol brand es krim di
bagian dalam yang berisi es krim stick berlapis coklat Belgia. Magnum memang makin
dicari sejak Wall’s meluncurkan varian baru es krim ini beberapa waktu lalu, yakni Wall’s

Universitas Sumatera Utara

Magnum Chocolate Truffle. Jadi, kini ada tiga varian es krim Magnum yang beredar di
pasar. Selain Magnum Chocolate Truffle, ada juga Magnum Classic dan Magnum Almond.

Meila

Handayani

Putri,

Senior

Brand

Manager

Wall’s

Magnum

(www.unilever.co.id, akses 15/04/2011) mengatakan, ”Lahir dengan platform baru yang
memberikan pengalaman berkelas, yaitu pleasure indulgence atau kenikmatan cita rasa
tinggi yang dapat terasa pada gigitan pertama lapisan coklat Belgia lalu menyatu dengan es
krim vanilla yang lembut membuat varian baru Wall’s Magnum ini terasa sangat berbeda.”
“Dengan pilihan kualitas terbaik dari coklat Belgia, kami yakin Wall’s Magnum mampu
memberikan kenikmatan premium dimana saja.Wall’s Magnum memberikan sensasi yang
berbeda dimana para konsumen diberi kesempatan untuk memanjakan diri dengan
kenikmatan cita rasa spesial secara visual, persepsi, dan indrawi melalui tiga varian es krim
Wall’s Magnum terbaru – Classic, Almond, Chocolate Truffle,” tambah Meila

Magnum merupakan salah satu merek produk es krim unggulan Wall’s yang
sudah ada sejak dulu. Unilever menerangkan sebagaimana ditulis Wikipedia, Magnum
pertama diluncurkan pada tahun 1989 dengan tema “Classic“. Produksi dan pemasarannya
melalui beberapa tahap hingga pada 2010 lalu diluncurkan “Gold” dan terbaru pada 2011
ini dengan “New Classic“. Indonesia adalah salah satu negara tujuan distribusi Magnum
menyusul beberapa negara di Amerika, Australia, dan Eropa. Es krim magnum telah
memenuhi cita rasa yang unik, dan memiliki latar belakang yang menimbulkan reaksi
positif sehingga produk ini menjadi pembicaraan setiap orang. Berdasarkan hal tersebut
maka penulis tertarik melakukan penelitian terhadap produk Es krim Magnum Classic.

Universitas Sumatera Utara

Berkaitan dengan keseluruhan fenomena ini, penulis tertarik untuk menyusun
skripsi yang berjudul: “Analisis Keunikan Produk yang Mempengaruhi Terciptanya
Word of Mouth pada produk Es Krim Magnum Classic (Studi Kasus pada Mahasiswa
FISIP USU)”.

1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah:
Apakah variable Keunikan Produk yang terdiri dari bentuk produk (X1), rasa produk (X2)
dan kemasan produk (X3) berpengaruh terhadap terciptanya Word of Mouth pada produk Es
krim Magnum Classic (studi kasus pada mahasiswa FISIP USU)?

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis keunikan
produk yang menciptakan word of mouth pada produk Es krim Magnum Classic pada
mahasiswa FISIP USU pada tahun 2011.

1.4. Manfaat Penelitian
a. Bagi pelaku usaha
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk lebih memahami keunikan
produk yang mempengaruhi word of mouth agar dapat mengembangkan strategi
pemasaran yang lebih efektif di kemudian hari.

Universitas Sumatera Utara

b. Bagi penulis
Penelitian ini merupakan sebuah kesempatan bagi penulis untuk menelusuri sebuah
fenomena pemasaran yang nyata dan bersifat universal melalui penerapan teori-teori
yang selama ini telah dipelajari.
c. Bagi peneliti lain
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai referensi bagi penelitian-penelitian
mendatang yang berkaitan dengan komunikasi pemasaran khususnya word of mouth.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Uraian Teoritis

2.1.1. Keunikan Produk
Menurut Kotler (2009:4) produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada
pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa,
pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide.

Pemasar

mengklasifikasikan produk berdasarkan ketahanan atau durabilitas, keberwujudan, dan
kegunaan. Pemasar menggolongkan produk menjadi 3 (tiga) kelompok menurut ketahanan
dan keberwujudannya:
a.

Barang-barang yang tidak tahan lama adalah merupakan barang berwujud yang
biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan, contoh minuman dan
sabun.

b.

Barang-barang yang tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya dapat
digunakan untuk waktu yang lama, contoh kulkas, alat alat mesin, dan pakaian.

c.

Jasa merupakan produk yang tidak berwujud, tak terpisahkan, bervariasi, dan dapat
musnah. Jasa biasanya memerlukan kendali kualitas, kredibilitas pemasok, dan
kemampuan adaptasi yang lebih besar, contoh salon, penasihat hukum, dan perbaikan
peralatan.
Menurut Rosnani (2009:9) keunikan produk adalah sesuatu yang mengidentikkan

barang atau jasa tertentu yang dapat menimbulkan suatu persepsi seseorang terhadap barang
atau jasa tersebut. Menurut Rosen (2004:131) ada 3 (tiga) keunikan yang harus dimiliki

Universitas Sumatera Utara

suatu produk untuk bisa menghasilkan word of mouth secara positif dan terus-menerus
antara lain:
1.

Bentuk Produk
Bentuk produk adalah pola atau teksture produk yang membedakannya dengan
produk pesaing. Bentuk produk yang unik akan memudahkan konsumen dalam
mengidentifikasi produk sehingga nantinya akan memperkuat identifikasi merek
produk tersebut. Bentuk produk juga dapat mengkomunikasikan kepada konsumen
tentang suatu produk sehingga mudah untuk dikenali.

2.

Rasa Produk
Rasa adalah tanggapan indra pengecap terhadap rangsangan saraf seperti rasa manis,
pahit, masam, asin atau panas, dingin. Rasa yang unik harus mampu memberikan
kepuasan saat dikonsumsi pertama kali dan memberikan sesuatu yang lebih dari
harapan.

Ketika konsumen merasakan manfaat dari suatu produk pada saat

mengkonsumsi produk tersebut untuk pertama kalinya otomatis akan memberikan
kepuasan dan konsumen pasti akan melakukan pembelian selanjutnya karena merasa
terpuaskan pada saat mengkonsumsi produk tersebut.
3.

Kemasan Produk
Fungsi utama dari kemasan adalah untuk membungkus dan melindungi produk. Saat
ini, banyak faktor yang membuat kemasan menjadi alat pemasaran yang penting.
Persaingan yang meningkat dan banyaknya jenis produk di rak toko eceran
mengharuskan kemasan menampilkan tugas pemasaran, mulai dari menarik
perhatian, menjelaskan produk, hingga membuat penjualan. Kemasan produk yang

Universitas Sumatera Utara

inovatif akan memberi informasi dan membawa makna pada konsumen tentang apa
yang tersirat pada kemasan.

2.1.2. Word of mouth Marketing
Word of mouth dalam bahasa Indonesia disebut juga berita dari mulut ke mulut.
Word of mouth merujuk pada komunikasi lisan mengenai berbagai produk dengan teman,
keluarga, dan rekan sejawat. Word of mouth merupakan salah satu cara menyebarkan desasdesus (buzz) (Rosen, 2004:328). Menurut newsweek dalam (Rosen 2004:8) word of mouth
marketing adalah obrolan yang menular, sungguh-sungguh,kegairahan tingkat jalanan,
mengenai orang, tempat, atau barang yang baru dan hangat.
Khasali dalam Sumarmi (2008:25) mendefenisikan word of mouth sebagai sesuatu
hal yang dibicarakan banyak orang. Pembicaraan terjadi karena ada kontroversi yang
membedakan dengan hal-hal yang biasa dan normal dilihat orang. Menurut Hutabarat
(2008:80) ada beberapa hal yang umumnya dapat menimbulkan kontroversi antara lain:
1. Hal yang tabu (seks atau kebohongan)
2. Hal yang tidak biasa
3. Hal yang sedikit di luar batas
4. Hal yang menggembirakan
5. Hal yang luar biasa
6. Pengungkapan rahasia
Word of mouth dapat menjadi sesuatu yang menguntungkan atau malah
mendatangkan masalah. Oleh karena itu menurut sifatnya word of mouth dapat dibagi
menjadi 2 (dua) yaitu:

Universitas Sumatera Utara

a. Word of mouth positif (Positive Word of mouth/PWOM)
Bentuk word of mouth yang dapat timbul manakala produk yang sudah dikonsumsi
berhasil memuaskan konsumennya. Konsumen yang sudah terpuaskan belum tentu
akan menceritakannya kepada orang lain. Word of mouth positif baru akan muncul
dari suatu pengalaman yang dianggap luar biasa oleh konsumen, yang pada saat itu
tingkat kepuasan emosionalnya tinggi. Artinya apa yang diperoleh konsumen setelah
transaksi lebih tinggi dari harapannya. Sehingga tanpa diminta konsumen akan
menceritakan pengalaman yang dirasakan kepada orang terdekatnya. Dalam
Hospitally Management hal ini disebut juga emotional satisfaction yaitu kepuasan
yang muncul karena emosi terhadap kualitas.
b. Word of mouth negatif (Negative Word of mouth/NWOM)
Bentuk word of mouth yang dapat timbul manakala produk yang dikonsumsi
ternyata mengecewakan. Merupakan suatu fenomena yang paling ditakutkan
perusahaan karena seorang konsumen yang kecewa akan berbicara, tidak hanya ke
orang-orang

terdekatnya

saja.

Konsumen

akan

berusaha

menyampaikan

kekecewaannya ke sebanyak mungkin orang.
Menurut Word of mouth Marketing Association (WOMMA) terdapat 2 (dua)
kategori word of mouth yaitu:
a. Organic word of mouth
Terjadi ketika seorang konsumen merasa sangat puas dengan kinerja dari produk
ataupun layanan sehingga berkeinginan untuk berbagi pengalaman dan informasi

Universitas Sumatera Utara

kepada teman-temannya. Ini menandakan pentingnya kepuasan pelanggan (customer
satisfaction).
b. Amplified word of mouth
Terjadi ketika pemasar merencanakan dan merancang suatu kampanye pemasaran
yang ditunjukkan untuk mempercepat word of mouth baik pada komunitas yang
telah ada maupun yang baru.
Word of mouth berawal dari suatu bentuk yang timbul secara alamiah dan tidak
didesain oleh perusahaan juga pemasar. Word of mouth tersebut timbul karena keunggulan
produk. Belakangan word of mouth ditujukan untuk menggantikan program komunikasi
pemasaran konvensional seperti iklan yang kian kehilangan kredibilitasnya.
Rahasia sukses word of mouth:
1.

Percakapan Langsung
Riset membuktikan bahwa manusia akan lebih tergerak dengan adanya rangsangan
audio jika dibandingkan dengan rangsangan visual. Seseorang akan lebih mampu
mengingat dengan jelas apa yang didengar dibanding apa yang dilihat. Karena alasan
inilah percakapan langsung dengan konsumen akan memberikan rangsangan yang
baik jika dibandingakn dengan penyampaian secara visual.

2.

Kredibilitas dan Komunikasi Informal
Konsumen akan lebih percaya mengenai kualitas suatu produk atau merek jika yang
mengatakan adalah kerabat atau sahabatnya, karena mereka tidak berbicara dalam

Universitas Sumatera Utara

kapasitas seorang profesional perusahaan, tetapi cenderung sebagai teman. Ini
berlangsung dalam bentuk komunikasi informal. Kerabat ataupun sahabat selalu
berupaya menjaga nama baik mereka sehingga informasi yang mereka berikan
cenderung jujur, relevan dan dapat dipercaya.
Menurut Rosen (2004:16) 3 (tiga) alasan yang membuat word of mouth
menjadi begitu penting:
a.

Kebisingan (noise)
Para calon konsumen hampir tidak dapat mendengar karena banyaknya kebisingan
yang dilihatnya di berbagai media setiap hari. Mereka bingung sehingga untuk
melindungi diri, mereka menyaring sebagian besar pesan yang berjejalan dari media
massa. Sebenarnya mereka cenderung lebih mendengarkan apa yang dikatakan
orang atau kelompok yang menjadi rujukan seperti teman-teman atau keluarga.

b.

Keraguan (skepticism)
Para calon konsumen umumnya bersikap skeptis ataupun meragukan kebenaran
informasi yang diterimanya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kekecewaan yang
dialami konsumen saat harapannya ternyata tidak sesuai dengan kenyataan saat
mengkonsumsi produk. Dalam kondisi ini konsumen akan berpaling ke teman
ataupun orang yang bisa dipercaya untuk mendapatkan produk yang mampu
memuaskan kebutuhannya.

c.

Keterhubungan (connectivity)
Kenyataan bahwa para konsumen selalu berinteraksi dan berkomunikasi satu
dengan yang lain, mereka saling berkomentar mengenai produk yang dibeli ataupun

Universitas Sumatera Utara

bahkan bergosip mengenai persoalan lain. Dalam interaksi ini sering terjadi dialog
tentang produk seperti pengalaman mereka menggunakan produk.
Word of mouth belakangan mengalami perkembangan yang luar biasa
disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
a. Pertumbuhan kekuatan konsumen (the growth of consumer power)
1. Konsumen memiliki posisi yang semakin kuat dan semakin mudah dalam hal
pencarian

informasi dengan

semakin

banyaknya

media

yang

dapat

dipergunakan seperti internet dan telepon genggam.
2. Konsumen juga semakin mudah mengutarakan opini atas produk baik keluhan
maupun rasa kecewa kepada masyarakat umum melalui berbagai media.
b. Keramaian media (cluttered media)
Ramainya kehadiran media cetak maupun elektronik menimbulkan dampak:
1. Pemasar semakin sulit menentukan media mana yang paling efektif.
2. Calon konsumen semakin sulit untuk menemukan sumber informasi yang
relevan.

c. Tuntutan akuntabilitas perusahaan (pressure to marketing accountability)
Semakin

banyak

perusahaan

yang

menagih

pertanggungjawaban bagian

pemasaran berkenaan alokasi dan efektivitas anggaran iklan seperti melalui
pengukuran Return on Marketing Investment
3 (tiga) tahapan word of mouth menurut perspektif strategi dan fungsi
komunikasi pemasaran:

Universitas Sumatera Utara

1. Word of mouth membuat konsumen membicarakan produk (merek).
2. Word of mouth membuat konsumen mempromosikan produk (merek).
3. Word of mouth membuat konsumen menjual produk (merek).

2.1.3.

Word of mouth Marketing dan Periklanan Konvensional
Berbeda dengan endorser dalam periklanan yang biasanya mendapat imbalan

finansial, dalam word of mouth marketing para pemimpin pendapat (opinion leader)
memperoleh kepuasan dari kemampuannya dalam memberi informasi kepada

teman-

temannya dan juga orang lain. Dalam periklanan konvensional yang menggunakan media
massa seringkali informasi yang disampaikan tidak langsung ditangkap oleh target. Lain
halnya dengan word of mouth, informasi yang disampaikan bisa langsung diterima target
karena mereka pada umumnya lebih menghiraukan informasi tersebut.
Saluran pesan periklanan konvensional dan word of mouth juga berbeda. Dalam
word of mouth sangat sulit menentukan saluran pesan karena media yang akan digunakan
tidak bisa dibeli dan prosesnya berlangsung secara informal sehingga murah. Sebaliknya
dalam periklanan konvensional, saluran pesan bisa ditentukan karena pemasar dapat
membeli saluran pesan yang ingin digunakan, misalnya media massa tertentu.

2.2. Penelitian Terdahulu
Penelitian oleh Wibowo et al (2004) berjudul ”Analisa Pengaruh Word of mouth
dan Perceived Value Product Terhadap Keputusan Pembelian Tata Rias Oriflame di UK.
Petra” bertujuan untuk menganalisis pengaruh word of mouth yang terdiri dari tenaga

Universitas Sumatera Utara

penjual (consultant) dan dorongan ataupun motivasi serta pengaruh perceived value product
terhadap keputusan pembelian tata rias Oriflame. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
word of mouth dan perceived value product sama-sama berpengaruh terhadap keputusan
pembelian tata rias Oriflame. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa word of mouth
memiliki hubungan yang lebih kuat daripada perceived value product terhadap keputusan
pembelian tata rias Oriflame di Universitas Kristen Petra.
Penelitian

oleh

Odelio

(2009)

berjudul

“Analisis

Karakteristik

yang

Mempengaruhi Terciptanya Word of mouth Marketing Pada Film Laskar Pelangi Di
Kalangan Mahasiswa/i S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan.”
Pada penelitian ini diteliti bagaimana pengaruh karakteristik film laskar pelangi terhadap
terciptanya Word of mouth Marketing. Dari penelitian didapatkan bahwa Variabel
karakteristik yang dimiliki film Laskar Pelangi yang terdiri atas emotional reaction (X1),
delight effect (X2), inspirational (X3), dan satisfied (X4) secara bersama-sama atau
simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel word of mouth marketing
pada film Laskar Pelangi di kalangan mahasiswa/i S1 reguler Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara Medan (Y).

2.3. Kerangka Konseptual
Kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang bagaimana teori
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka pemikiran akan menjelaskan secara teoritis pertautan antara variabel yang akan
diteliti, yang selanjutnya dirumuskan kedalam bentuk paradigma penelitian. Jadi kerangka

Universitas Sumatera Utara

pemikiran adalah sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori
yang telah dideskripsikan (Uma Sekaran dalam Sugiyono, 2003: 47).
Rosen (2004: 131) mengemukakan bahwa ada 3 (tiga) keunikan yang harus
dimiliki suatu produk untuk bisa menghasilkan word of mouth secara positif dan terusmenerus antara lain:
1. Memberi kemudahan kepada konsumen dalam mengidentifikasi produk
2. Mampu memberikan kepuasan saat dikonsumsi pertama kali
3. Mampu menarik perhatian konsumen dan menjelaskan produk
Babin et al (2005:136) pada penelitiannya mengukur word of mouth dengan
indikator sebagai berikut:
1. Kemauan konsumen dalam membicarakan hal-hal positif tentang kualitas
produk kepada orang lain (delight effect)
2. Rekomendasi produk kepada orang lain (emotional reaction)
3. Dorongan terhadap teman atau relasi untuk melakukan transaksi atas produk
(inspirational)
Berdasarkan hal tersebut, maka kerangka konseptual yang disesuaikan untuk
mendukung penelitian ini adalah sebagai berikut:

Keunikan Produk

WORD OF MOUTH
MARKETING

(X)
(Y)
Sumber : Rosen (2004) & Babin et al (2005), (data diolah)
Gambar 2.1: Kerangka Konseptual

Universitas Sumatera Utara

2.4. Hipotesis
Merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang akan diuji kebenarannya
secara ilmiah. Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan maka dirumuskan
hipotesis penelitian yaitu: Keunikan Produk yang terdiri dari variabel Bentuk Produk (X1),
Rasa Produk (X2) dan Kemasan Produk (X3) berpengaruh terhadap terciptanya word of
mouth pada produk Es krim Magnum Classic pada mahasiswa FISIP USU pada tahun 2011.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.

Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang digunakan untuk meneliti

populasi atau sampel tertentu, teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian
dan analisis data bersifat kuantitatif /statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang
telah ditetapkan (Sugiyono, 2006:13).

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian dilakukan di kampus FISIP USU Medan. Penelitian dimulai dari
bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2011.

3.3.

Batasan Operasional Variabel
Penelitian yang baik adalah penelitian yang dilakukan secara terfokus, agar

penelitian dapat dilakukan secara terfokus, maka tidak semua masalah akan diteliti. Batasan
operasional variabel digunakan untuk menentukan variabel apa saja yang akan diteliti serta
bagaimana hubungan variabel tersebut dengan variabel yang lain. Batasan operasional pada
penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Penelitian ini hanya dibatasi pada mahasiswa/i Fakultas FISIP Universitas Sumatera
Utara Program S1 Reguler yang telah pernah mendengar, melihat dan pernah
melakukan pembelian minimal dua (2) kali pada produk Es krim Magnum Classic.

Universitas Sumatera Utara

b. Penelitian ini hanya dibatasi mengenai Keunikan Produk yang mempengaruhi
Terciptanya word of mouth pada produk Es krim Magnum Classic pada Mahasiswa
Fakultas FISIP Universitas Sumatera Utara.

3.4. Defenisi Operasional Variabel
Dalam penelitian ini, variabel-variabel yang dioperasionalkan adalah semua
variabel yang termasuk dalam variabel yang telah dirumuskan untuk memberikan gambaran
yang jelas bagaimana caranya mengukur suatu variabel keunikan produk. Dalam hal ini
operasional variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut:
a. Keunikan produk (X)
Yaitu suatu citra positif yang dimiliki suatu produk dan dapat menghasilkan pengaruh
yang baik secara terus menerus pada produk Es krim Magnum Classic. Produk yang
dapat menghasilkan citra yang positif bagi konsumen otomatis akan berpengaruh
terhadap respon konsumen terhadap produk tersebut, jika konsumen merasakan hasil
yang baik, maka respon konsumen pun akan baik pula, begitu juga sebaliknya jika
produk yang dikonsumsi menghasilkan citra yang buruk maka respon konsumen pun
akan buruk terhadap produk tersebut.
b. Word of mouth (Y)
Mencakup pembicaraan hal-hal positif, rekomendasi dan juga dorongan untuk
mengkonsumsi produk Es krim Magnum Classic.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 3.1
Defenisi Operasional Variabel
Variabel

Defenisi

Keunikan

Keunikan

Indikator

produk

adalah 1. Bentuk Produk

sesuatu yang mengidentikkan

Produk

barang atau jasa tertentu

(X)

yang
suatu

dapat

menimbulkan

persepsi

seseorang

Likert

a. Bentuk yang berbeda dan unik sehingga
mudah untuk dikenali
b.Adanya keterikatan perasaan yang
khusus
2. Rasa Produk

Likert

terhadap barang atau jasa
tersebut.

Skala

a.Adanya kepuasan setelah mengkonsumsi
Es Krim Magnum Classic
b. Pemenuhan harapan
3. Kemasan Produk

Likert

a. Menarik perhatian dan mempengaruhi
emosional seseorang
b. Memberikan informasi

Word of mouth
pada Produk Es
Krim Magnum
Classic
(Y)

Word of mouth merupakan 1. Bicara hal-hal positif tentang Es krim
Magnum Classic
pembicaraan hal-hal positif,
rekomendasi
dan
juga
dorongan
untuk 2. Merekomendasikan Es krim Magnum
Classic untuk dikonsumsi
mengkonsumsi suatu produk.

Likert

3. Memberi dorongan untuk mengkonsumsi
Es krim Magnum Classic

Sumber: Rosen (2004), data diolah
3.5. Skala Pengukuran Variabel
Kuesioner yang disusun oleh peneliti terdiri atas pernyataan dengan menggunakan
skala Likert. Dalam melakukan penelitian terhadap variabel yang akan diuji, pada setiap
jawaban akan diberikan skor (Sugiyono, 2005:86).

Universitas Sumatera Utara

Tabel 3.2
Tingkat Indikator dengan Skala Likert
No.

Jawaban

Skor

1

Sangat Setuju (SS)

5

2

Setuju (S)

4

3

Kurang Setuju (KS)

3

4

Tidak Setuju (TS)

2

5

Sangat Tidak Setuju (STS)

1

Sumber: Sugiyono (2005)

3.6. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Menurut Sugiyono (2003: 72) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
subjek/objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan.

Populasi dalam

penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FISIP USU yang pernah mencoba Es Krim
Magnum Classic minimal dua (2) kali.
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut (Sugiyono, 2005:73). Penentuan jumlah sample dalam penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Supramono
(2003:62) yaitu:

 [P × Q] 
n = Z2α 

2

 d

(

)

Universitas Sumatera Utara

Keterangan:
n

= jumlah sample

Zα = Z tabel dengan tingkat signifikasi tertentu
P = proporsi populasi yang diharapkan memiliki karakteristik tertentu
Q = (1 – P), proporsi populasi yang diharapkan tidak memiliki karakteristik
tertentu.
d

= tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi (dinyatakan dalam %)

Berdasarkan hasil penjajakan yang melibatkan 50 orang mahasiswa/i Fisip USU
diperoleh bahwa 90% mahasiswa/i telah pernah mengkonsumsi es krim Magnum Classic.
Jika menggunakan tingkat signifikansi 5% dan tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi
5%, maka ukuran sampel yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

 [90 × 10] 
n = 1,96 2 

2

 5

(

)

n = 138,29 atau 138 orang

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive Sampling, yaitu
teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pengambilan sampel dalam hal ini
terbatas pada jenis orang tertentu yang dapat memberikan informasi yang diinginkan, atau
karena mereka adalah satu-satunya yang memiliki atau memenuhi beberapa kriteria yang
ditentukan oleh penulis (Sekaran, 2006: 136).

Adapun kriteria yang ditetapkan yaitu

responden yang telah mengkonsumsi Es Krim Magnum Classic minimal dua (2) kali.

Universitas Sumatera Utara

3.7. Jenis Data
a. Data Primer, merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari
objek penelitian. Dalam penelitian ini data diperoleh langsung dari responden
dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan di kalangan mahasiswa FISIP
Universitas Sumatera Utara Medan dan melalui wawancara dengan responden.
b. Data Sekunder, merupakan data penelitian yang diperoleh oleh peneliti secara tidak
langsung melalui media perantara. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian
ini diperoleh dari artikel yang sudah dipublikasikan seperti buku, jurnal elektronik,
majalah dan juga dari penelitian terdahulu.

3.8. Metode Pengumpulan Data
a. Wawancara adalah proses pengumpulan data melalui tanya jawab dengan
responden.
b. Kuesioner yaitu pengumpulan data dengan cara mengajukan pernyataan melalui
daftar pernyataan tertulis untuk diisi responden.
c. Studi Dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan mempelajari jurnal ilmiah,
buku, majalah dan penelusuran internet berkaitan dengan masalah yang diteliti.
3.9. Uji Validitas dan Reliabilitas
a. Uji Validitas
Uji ini untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian
merupakan data yang valid atau tidak dengan menggunakan alat ukur yang telah
disediakan (kuesioner)

Universitas Sumatera Utara

b. Uji Reliabilitas
Uji ini untuk mengukur apakah alat ukur yang digunakan (kuesioner) menunjukkan
konsistensi dalam mengukur gejala yang sama. Uji reliabilitas digunakan untuk
mengukur konsistensi atau kepercayaan hasil ukur yang mengandung kecermatan
pengukuran. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan
beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang
sama.

3.10. Teknis Analisis
a. Metode Analisis Deskriptif
Metode ini merupakan metode uraian atau penjelasan dengan cara mengumpulkan
dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas
mengenai pengumpulan data, penyusunan dan analisis data dari hasil pengumpulan
data primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah responden penelitian
sehingga mendapat gambaran umum.
b. Metode Analisis Statistik
1.

Analisis Tabulasi Sederhana
Analisis ini bertujuan untuk melihat persentase responden dalam memilih
kategori tertentu. Data yang diperoleh diolah ke dalam bentuk persentase
menggunakan rumus sebagai berikut:

P=

× 100%

Universitas Sumatera Utara

Dimana:

2.

P

: Persentase responden yang memilih kategori tertentu

fi

: Jumlah responden yang memilih kategori tertentu

Σfi

: Banyaknya jumlah responden

Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana yaitu pendekatan yang digunakan untuk
mendefinisikan hubungan matematis antara variabel terikat dengan satu
variabel bebas. Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda yang
menggunakan persamaan:
Y = a + bX+ e
Keterangan:
Y

= Terciptanya word of mouth pada produk Es Krim Magnum Classic

a

= Konstanta

b

= Koefisien regresi

X

= Karakteristik Produk

e

= Standar error

Data diolah secara statistik untuk keperluan analisis dan pengujian hipotesis
dengan menggunakan alat bantu program SPSS 15.0 for Windows.
3. Pengujian Hipotesis
Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji
statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak). Sebaliknya,
disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah di mana
H0 diterima.

Universitas Sumatera Utara

a.

Pengujian Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian R2 digunakan untuk melihat besar pengaruh variabel bebas
terhadap variabel terikat. Dari persamaan dengan model persamaan tersebut
akan dapat dihitung R2 atau coefficient of determination yang menunjukkan
presentase dari variasi variabel word of mouth marketing yang mampu
dijelaskan oleh model. Selanjutnya, dengan membandingkan besarnya nilai
R2 untuk variabel Keunikan Produk Es Krim Magnum Classic, dapat
diketahui Keunikan Produk berpengaruh terhadap terciptanya word of
mouth marketing pada produk Es Krim Magnum Classic. R2 jika semakin
besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel
bebas yaitu berupa Keunikan Produk (X) adalah besar terhadap variabel
terikat (Y) yakni word of mouth marketing pada Produk Es Krim Magnum
Classic. Sebaliknya jika R2 semakin kecil (mendekati nol) maka dapat
dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas yaitu berupa Keunikan Produk
(X) terhadap variabel terikat (Y) yakni word of mouth marketing pada
Produk Es Krim Magnum Classic semakin kecil.

b.

Uji Signifikan Parsial (Uji-t)
Nilai-nilai koefisien regresi dalam persamaan regresi merupakan hasil
perhitungan berdasarkan sampel yang terpilih, uji-t dilakukan untuk nilai
koefisien regresi dalam persamaan regresi. Pengujian ini dimaksudkan
untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara
parsial. Variabel bebas dikatakan berpengaruh terhadap variabel terikat
bisa dilihat dari probabilitas variabel bebas dibandingkan dengan tingkat

Universitas Sumatera Utara

kesalahannya (α). Jika probabilitas variabel bebas lebih besar dari tingkat
kesalahannya (α) maka variabel bebas tidak berpengaruh, tetapi jika
probabilitas variabel bebas lebih kecil dari tingkat kesalahannya (α) maka
variabel bebas tersebut berpengaruh terhadap variabel terikat.
H0 : bi = 0, artinya variabel bebas secara parsial tidak berpengaruh positif
terhadap variabel terikat.
H0 : bi ≠ 0, artinya variabel bebas secara parsial berpengaruh positif
terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusan:
H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5%
H0 ditolak jika thitung > ttabel pada α = 5%

Universitas Sumatera Utara

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
Sejak didirikan pada 5 Desember 1933,Unilever Indonesia telah tumbuh menjadi
salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home Personal Care serta Foods dan Ice
Cream di Indonesia. Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand
ternama yang disukai di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear,
Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain.
Selama ini, tujuan perusahaan tetap sama, dimana bekerja untuk menciptakan masa depan
yang lebih baik setiap hari; membuat pelanggan merasa nyaman, berpenampilan baik dan
lebih menikmati kehidupan melalui brand dan jasa yang memberikan manfaat untuk
mereka maupun orang lain. Menginspirasi masyarakat untuk melakukan tindakan kecil
setiap harinya yang bila digabungkan akan membuat perubahan besar bagi dunia dan
senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan Unilever untuk
tumbuh sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Saham perseroan pertamakali ditawarkan kepada masyarakat pada tahun 1981 dan
tercatat di Bursa Efek Indonesia seja 11 Januari 1982. Pada akhir tahun 2009, saham
perseroan menempati peringkat ketujuh kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Perseroan memiliki dua anak perusahaan: PT Anugrah Lever (dalam likuidasi),
kepemilikan Perseroan sebesar 100% (sebelumnya adalah perusahaan patungan untuk
pemasaran kecap) yang telah konsolidasi dan PT Technopia Lever, kepemilikan Perseroan
sebesar 51%, bergerak di bidang distribusi ekspor, dan impor produk dengan merek

Universitas Sumatera Utara

Domestos Nomos. Bagi Unilever, sumber daya manusia adalah pusat dari seluruh aktivitas
perseroan.

Unilever

memberikan

prioritas

pada

sumber

daya

manusia

dalam

pengembangan profesionalisme, keseimbangan kehidupan, dan kemampuan mereka untuk
berkontribusi pada perusahaan. Terdapat lebih dari 300 karyawan tersebar di seluruh
nutrisi.
Perseroan mengelola dan mengembangkan bisnis perseroan secara bertanggung
jawab dan berkesinambungan. Nilai-nilai dan standar yang Perseroan terapkan terangkum
dalam Prinsip Bisnis Unilever. Perseroan juga membagi standar dan nilai-nilai tersebut
dengan mitra usaha termasuk

Dokumen yang terkait

Dokumen baru