Kekurangan Coolant Kelas11 perawatan engine dan unit alat berat 6 1398

107 Pemeriksaan Kebocoran Untuk mencari masalah kurangnya coolant karena kebocoran lakukan dengan cara mencari dari yang paling termudah. Periksa secara visual kebocoran pada system pendingin dan untuk kebocoran yang kecil umumnya akan terlihat jika system pendingin sedang bertekanan. Gunakan 9S8140 Pump Group untuk memberikan tekanan ke dalam sistem pendingin. Berilah tekanan pada sistem pendingin sesuai dengan spesifikasinya kemudian periksa kebocoran jika ada perbaiki kebocoran tersebut.Untuk kebocoran yang sangat kecil jaga tekanan pada sistem pendingin dengan memasang air regulator sehingga tekanan akan tetap ada selama mencari kebocoran. Periksa Pressure Relief Valve Tutup Radiator Gambar 10.108 Periksa pressure cap relief valve Setelah langkah – langkah diatas dilakukan tetapi tidak ditemukan kebocoran, lanjutkan dengan pemeriksaan kondisi pressure cap relief valve menggunakan alat Pump Group Gambar 108. Pasanglah sebuah overflow tube yang terhubung dengan sebuah botol yang berisi air. Kemudian beri tekanan pada system pendingin menggunakan pompa sampai tekanan yang terbaca pada pressure gauge tetap tidak bisa naik lagi. Setelah mencapai nilai tekanan tersebut kemudian tekanan akan turun sekitar 7kPa dan berhenti pada nilai tekanan yang ditentukan sesuai dengan spesifikasi. Jika relief valve bekerja dengan benar akan timbul gelembung udara sesaat pada botol yang berisi air tetapi gelembung udara tersebut kemudian akan berhenti. Apabila gelembung udara yang muncul tidak berhenti menunjukkan terjadi kerusakan pada relief valve dan harus diganti. Jika gelembung udara berhenti tetapi pembacaan tekanan pada pressure gauge turun terus menunjukkan terjadi kebocoran di tempat lain. Periksalah kondisi seal pada radiator cap. 108 Periksa Gas Hasil Pembakaran pada Sistem Pendingin Gambar 10.109 Pemeriksaan gas pada sistem pendingin Jika pada pemeriksaan menggunakan pump group menunjukkan indikasi terjadinya kebocoran pada system pendingin tetapi bukan kebocoran eksternal melainkan kebocoran internal maka langkah yang harus di lakukan oleh teknisi adalah memeriksa kemungkinan adanya gas buang yang masuk ke dalam system pendingin. Bukalah radiator cap kemudian hidupkan engine dengan beban. Periksalah timbulnya gelembung udara yang ada pada coolant, jika gelembung udara tidak mudah terlihat gunakan Bottle test untuk memudahkan dalam mengidentifikasi adanya gelembung udara pada coolant system pendingin Gambar 10.109. Sebelum menggunakan Bottle Test, pastikan sistem pendingin sudah terisi dengan benar. Gunakanlah kawat untuk menjaga relief valve pada radiator cap tetap terbuka. Pasang radiator cap dan kencangkan. Pasang hose pada ujung overflow tube atau pasang hose pada saluran outlet relief valve. Hidupkan engine dan operasikan pada kecepatan high idle selama minimal lima menit setelah engine mencapai temperatur operasi normal. Pastikan core radiator tertutup untuk menjaga engine berada pada temperatur operasi. Setelah lima menit atau lebih pada temperatur operasi, letakkan ujung hose ke dalam botol yang telah berisi air. Letakkan botol ke dalam ember air dengan bagian atas menghadap bawah. Jika air pada botol ada yang keluar dalam waktu kurang dari empat puluh detik maka hal ini menunjukkan pada system pendingin terdapat kebocoran gas hasil pembakaran yang berlebihan. Cylinder head, block dan precombustion chamber yang retak, gasket head atau seal precombustion chamber yang jelek seperti gambar di atas Gambar 10.109 dapat menyebabkan gas hasil pembakaran dapat masuk ke dalam sistem pendingin. 109 Lakukan pemeriksaan pada komponen – komponen diatas dan lakukan perbaikan atau penggantian jika terjadi kerusakan. Apabila terjadi kerusakan gasket pada komponen kompresor udara maka kerusakan tersebut dapat menjadi sumber masuknya udara ke dalam sistem pendingin. Periksa kandungan air pada oli Gambar 10.110 Periksa kandungan coolant pada oli Periksa oli di dalam crankcase Gambar 10.110. Jika oli berwarna putih susu campuran air dan oli, hal ini menunjukkan indikasi terjadinya kebocoran air yang masuk ke dalam sistem pelumasan sehingga bercampur air bercampur dengan oli. Kebocoran ini dapat terjadi karena gasket dan seal yang rusak, kebocoran pada oil cooler, keretakan pada cylinder head atau block engine, dll. Umumnya, fluida pada system yang bertekanan lebih tinggi akan bocor ke dalam fluida pada system yang bertekanan lebih rendah. Sebagai contoh: kerusakan pada gasket atau seal water pump dapat menyebabkan air dapat masuk ke dalam saluran oli bertekanan rendah pada saluran drain. Periksa Kandungan Oli Pada Coolant 110 Gambar 10.111 Periksa kandungan oli pada coolant Oli juga dapat masuk bercampur dengan coolant pada sistem pendingin Gambar 10.111. Periksa Oli untuk Torque Converter Gambar 10.112 Periksa oli torque converter Periksa kondisi oli di dalam torque converter Gambar 10.112. Jika oli berwarna putih susu campuran air dan oli, hal ini menunjukkan indikasi terjadinya kebocoran air yang masuk bercampur dengan oli torque converter. Oli torque converter hanya berhubungan dengan sistem pendingin pada komponen oil cooler torque converter atau marine gear. Kebocoran mungkin terjadi pada oil cooler tersebut. Jika di temukan oli bercampur dengan coolant pada sistem pendingin lakukan perbaikan kemudian sistem pendingin perlu di bersihkan.

18. Engine Overcooling

Efek dari terjadinya overcooling pada engine sama dengan kerusakan yang terjadi jika engine mengalami overheating. Overcooling terjadi saat temperatur kerja operasi engine terlalu lama tercapai atau tidak bisa tercapai. Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan dan keausan apabila menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur yang tinggi. Kandungan sulfur yang tinggi dapat meningkatkan keausan jika temperatur engine tidak dapat mencapai 80°C 175°F. Overcooling adalah akibat dari coolant yang selalu mengalir langsung ke radiator. 111 Penyebab Overcooling Temperatur udara sekitar yang terlalu rendah dan engine terlalu lama dihidupkan tanpa beban dapat menyebabkan terjadinya overcooling meskipun dalam hal ini tidak ada coolant yang mengalir melewati radiator. Umumnya yang menjadi penyebab terjadinya overcooling adalah karena kerusakan pada thermostat yang macet dalam kondisi terbuka terus. Pemeriksaan Temperatur Gauge Gambar 10.113 Temperature gauge Temperature gauge dapat memberikan indikasi overcooling tetapi hasil yang ditunjukan dapat salah karena pemakaian temperature gauge yang rusak. Temperature gauge dapat dicek keakuratannya dengan membandingkan temperatur yang ditunjukkan oleh temperature gauge dengan temperatur coolant sesungguhnya di dalam thermostat housing. Pasanglah thermistor probe pada thermostat housing untuk mengecek temperatur aktual coolant. Jika hasil yang di tunjukkan oleh temperature gauge tidak sesuai dengan temperatur aktual gantilah temperature gauge Gambar 10.113.

19. Sistem Shutter

Jika temperature gauge bekerja dengan baik lanjutkan dengan pemeriksaan operasi sistem shutter jika dilengkapi. Jika shutter mengalami macet dalam kondisi terbuka terus

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2746 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 709 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 598 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 394 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 533 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 906 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 817 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 500 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 743 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 892 23