Sistem Shutter Thermostat Kelas11 perawatan engine dan unit alat berat 6 1398

112 stuck open atau sebagian terbuka partially open akan menyebabkan coolant terlalu banyak didinginkan sehingga tidak dapat menjaga temperatur kerja dengan benar. Radiator pada aplikasi vehicle didesain untuk bekerja maksimal pada kondisi beban penuh full load sehingga jika di operasikan tanpa beban atau beban ringan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan overcooling dan beban kejut thermal di dalam sistem pendingin. Fan Clutch Gambar 10.114 Fan clutch Hal yang sama juga dapat terjadi pada fan clutch. Jika fan clutch mengalami kerusakan stuck on atau partially on dapat menyebabkan overcooling karena jumlah udara untuk mendinginkan coolant tidak sesuai. Jumlah udara yang terlalu banyak akan mendinginkan coolant secara berlebihan sehingga tidak dapat menjaga tidak dapat menjaga temperatur kerja dengan benar.

20. Thermostat

113 Gambar 10.115 Thermostat Thermostat dapat mengalami kerusakkan macet dalam kondisi terbuka stuck open atau terbuka sebagian partially open. Thermometer group dapat digunakan memeriksa operasi thermostat. Pasanglah probe di tangki bagian atas top tank radiator dan di outlet block engine. Hidupkan engine selama 10 – 15 menit. Kemudian bacalah nilai temperatur pada thermometer gauge. Jika temperatur yang terbaca nilainya hampir sama dan di bawah spesifikasi temperatur kerja engine maka hal itu menunjukkan bahwa kemungkinan thermostat dalam kondisi stuck open sehingga akan menyebabkan coolant mengalir secara terus – menerus melewati radiator dan coolant akan di dinginkan secara berlebihan. Jika thermostat mengalami kerusakan seperti ini gantilah thermostat tersebut. Untuk spesifikasi thermostat yang benar adalah nilai temperatur pada tangki bagian atas radiator akan lebih rendah dari temperatur pada outlet block engine. Periksa kondisi thermostat secara fisik meskipun thermostat bekerja dengan baik dalam membuka dan menutup. Gambar 10.116 – Periksa bonnet pada thermostat Pada thermostat jenis bonnet yang digunakan dalam full-flow bypass system, periksalah kondisi alur groove dan kerusakan – kerusakan pada bonnet Gambar 10.116. Kerusakan pada alur groove dapat membuat thermostat tidak dapat menyekat dengan bagus. 114 Gambar 10.117 Periksa kondisi thermostat housing Setelah thermostat dipastikan dalam kondisi bagus kemudian periksalah kondisi pada thermostat housing. Periksa kondisi counterbore, pastikan permukaannya bersih, halus dan bebas dari kotoran atau material asing Gambar 10.117. Periksa kondisi dan pemasangan seal di dalam thermostat housing karena kerusakan dan pemasangan seal yang tidak benar atau miring dapat menyebabkan coolant dapat mengalir di antara seal dan thermostat. Pada beberapa jenis thermostat housing mempunyai sebuah bleed hole dan orifice yang berfungsi untuk mengeluarkan udara saat melakukan pengisian coolant sehingga dapat mencegah udara terjebak di dalam system pendingin. Pastikan kondisi bleed hole tidak tersumbat. Tidak direkomendasikan untuk memperbesar lubang pada bleed hole karena dapat menyebabkan terjadinya overcooling. Pada beberapa aplikasi machine menggunakan sebuah check valve untuk membatasi aliran coolant yang melewati bleed hole. Vent line pada kondisi beban ringan Pada beberapa aplikasi truck engine menggunakan sebuah vent line yang di pasang oleh Other Equipment Manufacturers OEMs. Jika vent line tersebut terbuka open dapat menyebabkan terjadinya overcooling pada kondisi beban engine ringan dan low idle yang terlalu lama karena vent line akan mengalirkan coolant langsung menuju top tank radiator. Kondisi dapat di hindari dengan cara memasang check valve pada vent line. Komponen – Komponen Yang Berpengaruh Dalam Sistem Pendingin Sambungan Ground Baterai 115 Sambungan ground pada engine yang tidak bagus dapat menyebabkan masalah pada sistem pendingin karena terjadinya proses electrolysis. Pastikan semua sambungan ground bersih dan terikat dengan kuat ke block engine. Core Oil Cooler Lakukan pengetesan dengan tekanan dapat di gunakan untuk memeriksa kebocoran pada core di dalam oil cooler. Kebocoran dapat di perbaiki tergantung seberapa besar kerusakan dan lokasi kerusakan pada komponen oil cooler. Oli akan mengalir pada sekeliling tube yang ada di dalam oil cooler sedangkan coolant akan mengalir melewati bagian dalam tube. Jika tube tersumbat maka harus di bersihkan agar aliran coolant tetap lancar. Saluran untuk oli pada core oil cooler tidak dapat di bersihkan jika tersumbat. Jika core terkontaminasi akibat kerusakan pada sistem maka oil cooler harus di ganti. Sebelum melakukan pemasangan oil cooler baru periksalah dahulu kondisi oil filter. Dari pengamatan pada oil filter dapat menunjukan kondisi oil cooler. Lakukan pemeriksaan pada oil filter sebagai berikut : Periksa skematik sistem pelumasan untuk mengetahui aliran oli pada sistem pelumasan apakah aliran oli melalui oil filter dulu sebelum ke oil cooler atau aliran oli melalui oil cooler kemudian ke oil filter. Umumnya pada system pelumasan aliran oli akan melalui oil cooler kemudian ke oil filter dan ke oil manifold. Carilah bila terdapat serpihan – serpihan logam pada oil filter. Jika ditemukan pada oil filter terdapat banyak serpihan – serpihan logam maka kemungkinan pada oil cooler juga sama. Serpihan – serpihan logam di dalam oil cooler tidak bisa dibersihkan karena core pada oil cooler tidak reusable. Periksa penyebab terjadinya keausan. Jika kerusakan terjadi hanya sesaat saja maka serpihan hanya sedikit saja. Tetapi jika kerusakan terjadi secara terus – menerus dan bertahap maka jumlah serpihan akan semakin banyak dan besar tergantung dari seberapa parah kerusakan atau keausan yang terjadi di dalam system. Lihatlah pada literatur: SEBF8077 Caterpillar® Guideline For Reusable Parts a nd Salvage Operations ―Engine Oil Coolers‖ dan SEBF8085 Caterpillar® 116 Guideline For Reusable Parts and Salvage Operations ―Endsheet Inspection of Rubber Endsheet Oil Coolers‖. Core After-Cooler Biasanya, core after-cooler dipakai vehicle menerima persediaan udara yang cukup. Bagaimanapun, persediaan udara yang cukup adalah penting jika core after-cooler dipakai pada engine dalam ruangan. Jika dalam kasus ini, pastikan semua uap blowby diarahkan menuju luar ruangan. Jika uap dipipa menuju pemasukan udara, maka akan menurunkan efisiensi dari after-cooler. Oleh karena konstruksi after-cooler, tidak memungkinkan membersihkan bagian dalam bundelan pipa – pipa menggunakan tangkai. Tetapi hal tersebut mungkin, dengan penataan pipa yang special, membalik aliran air dengan deras melewati after-cooler untuk membilas balik. Hal ini dapat disempurnakan dengan mengoperasikan engine kira – kira satu jam dengan beban ringan atau tanpa beban. Hal ini akan membantu membersihkan core. Jika hal ini tidak memungkinkan, lepas semua pipa yang terhubung ke after-cooler dan buatlah adaptor yang dapat digunakan untuk membilas core dengan air segar. Jika air segar digunakan untuk membersihkan core, tekanan air tidak boleh lebih dari 170 sampai 210 kPa 25 sampai 30 psi. jangan memberhentikan aliran keluar air yang keluar dari core dan biarkan tekanan air meningkat dalam core. Jika after-cooler dapat dilepas dengan mudah, hal tersebut lebih baik dilakukan di dalam shop.

21. Radiator Cap

Radiator cap harus dapat menjaga agar coolant dan tekanan tidak kurang pada system pendingin. Radiator cap pada aplikasi radiator yang berukuran besar gasket-nya dapat diganti tetapi pada aplikasi radiator yang lain jika terjadi kerusakan pada gasket maka harus diganti dengan radiator cap baru. Relief valve Relief valve pada sistem pendingin tidak dapat diperbaiki tetapi dapat dibersihkan. Jika tekanan pada sistem pendingin kurang karena kebocoran pada relief valve gantilah dengan relief valve yang baru. Fan Belt 117 Fan belt harus satu set dalam pemakaiannya. Jika salah satu dari fan belt mengalami kerusakan atau keausan maka untuk penggantian juga harus satu set. Pulley Pulley dapat direkondisi dengan syarat – syarat tertentu. saat kondisi tertentu. Pulley direkondisi dengan proses re-machining untuk memperbaiki alurnya groove. Untuk prosedur rekondisi dan spesifikasinya, mengacu pada literatur Guideline for Reusable Parts, Cast Iron And Steel Pulley Grooves, Form SEBF8046. Keausan pada pulley terjadi pada sisi – sisi dari alurnya. Keausan ini disebabkan oleh abrasive material yang berada di antara belt dan groove. Semakin pulley mengalami keausan maka posisi belt akan semakin dalam pada pulley. Jika belt dan pulley masih bagus, posisi belt akan berada di atas pulley edge. Jangan menggunakan belt yang menggunakan pembungkus belt dressing untuk mencegah agar belt tidak slip. Karena umumnya bahan pembungkus tersebut sangat lunak sehingga akan mudah aus.

22. Fan Assembly

Jangan memperbaiki fan assembly yang telah rusak. Karena fan assembly di buat dan di rancang oleh manufaktur dengan beberapa pengetesan sehingga fan mempunyai keseimbangan pada putaran tertentu dengan seminimal mungkin getaran. Perbaikan atau kerusakan akan menyebabkan titik keseimbangan berkurang dan dapat memperlemah struktur fan. Fan Shroud Baffles Fan shroud dan baffles tidak dapat direkondisi. Pastikan kedua komponen ini dipasang setelah melakukan penggantian radiator core. Fan shroud dan baffles sangat mempengaruhi efisiensi fan dan dapat mencegah terjadinya recirculation udara. Perlu diperhatikan jika radiator guard penyok dapat menyebabkan fan blade akan kontak dengan shroud. Radiator Mount Dudukan untuk radiator radiator mount yang fleksibel mencegah radiator dari kerusakan normal yang disebabkan oleh getaran machine atau engine. Ketika radiator dilepas untuk melakukan perbaikan, periksalah dudukan mounting dan khususnya kondisi karetnya rubber.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2753 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 710 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 600 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 394 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 535 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 908 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 817 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 500 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 744 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 894 23