Radiator Cap Kelas11 perawatan engine dan unit alat berat 6 1398

117 Fan belt harus satu set dalam pemakaiannya. Jika salah satu dari fan belt mengalami kerusakan atau keausan maka untuk penggantian juga harus satu set. Pulley Pulley dapat direkondisi dengan syarat – syarat tertentu. saat kondisi tertentu. Pulley direkondisi dengan proses re-machining untuk memperbaiki alurnya groove. Untuk prosedur rekondisi dan spesifikasinya, mengacu pada literatur Guideline for Reusable Parts, Cast Iron And Steel Pulley Grooves, Form SEBF8046. Keausan pada pulley terjadi pada sisi – sisi dari alurnya. Keausan ini disebabkan oleh abrasive material yang berada di antara belt dan groove. Semakin pulley mengalami keausan maka posisi belt akan semakin dalam pada pulley. Jika belt dan pulley masih bagus, posisi belt akan berada di atas pulley edge. Jangan menggunakan belt yang menggunakan pembungkus belt dressing untuk mencegah agar belt tidak slip. Karena umumnya bahan pembungkus tersebut sangat lunak sehingga akan mudah aus.

22. Fan Assembly

Jangan memperbaiki fan assembly yang telah rusak. Karena fan assembly di buat dan di rancang oleh manufaktur dengan beberapa pengetesan sehingga fan mempunyai keseimbangan pada putaran tertentu dengan seminimal mungkin getaran. Perbaikan atau kerusakan akan menyebabkan titik keseimbangan berkurang dan dapat memperlemah struktur fan. Fan Shroud Baffles Fan shroud dan baffles tidak dapat direkondisi. Pastikan kedua komponen ini dipasang setelah melakukan penggantian radiator core. Fan shroud dan baffles sangat mempengaruhi efisiensi fan dan dapat mencegah terjadinya recirculation udara. Perlu diperhatikan jika radiator guard penyok dapat menyebabkan fan blade akan kontak dengan shroud. Radiator Mount Dudukan untuk radiator radiator mount yang fleksibel mencegah radiator dari kerusakan normal yang disebabkan oleh getaran machine atau engine. Ketika radiator dilepas untuk melakukan perbaikan, periksalah dudukan mounting dan khususnya kondisi karetnya rubber. 118 Jika rubber telah mengalami keausan atau kerusakan gantilah dengan rubber yang baru. Pastikan pada saat pemasangan bolt untuk mengikat mounting dikencangkan sesuai torque yang benar. Lihat pada Service Manual yang sesuai. Fan Guard Getaran dapat merusak pelindung kipas fan guard. Pastikan bolt yang mengikat fan guard tidak kendor atau hilang. Jika kawatjeruji pelindung telah rusak pada sambungan las aslinya dapat dilakukan tack welded sesuai tempatnya. Jika kawatjeruji rusak, kawatjeruji baru harus dipasangkan.

23. Hose dan Clamp

Gambar 10.118 Hose clamp Hose harus diikat clamp dengan benar Gambar 10.118 karena jika dalam pemasangan dan pengencangan clamp tidak benar dapat menyebabkan kavitasi erosi. Dalam pemasangan hose hal yang perlu di perhatikan adalah jangan mengencangkan clamp terlalu rapat. Kencangkan clamp sampai menggigit lapisan karet pada hose. Jika clamp samapi merobek lapisan karet hal itu menunjukkan clamp terlalu kencang. Penggantian hose dilakukan ketika hose mengalami kerusakan atau bocor dan saat telah mencapai scheduled service interval. Ingat bahwa semua hose yang dipakai pada sistem pendingin dibuat dengan material yang sama dan dioperasikan dalam lingkungan yang sama. Maka, jika ada salah satu hose yang mulai bocor, gantilah semua hose. Atau jika menggunakan scheduled service interval, rekomendasi penggantian hose adalah setiap tiga tahun atau 4000 jam.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

90 2505 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 643 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 555 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 355 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 481 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 810 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 720 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 450 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 652 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 801 23