4.2. BOM’S BSA Owner Motorcycle’ Siantar
Becak BSA merupakan alat transportasi yang hanya dapat kita temui dan khas kota Pematangsiantar, mengingat keberadaannya yang sudah ada sejak awal
tahun 1960 di Pematangsiantar. Situasi ini harusnya dapat menjadi nilai positif bagi para penarik becak BSA dengan nilai jual sejarah dan keunikan motor
bermesin besarnya, namun kini para penarik becak BSA mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya dan berpeluang menimbulkan efek
negatif di masyarakat, kriminalitas misalnya. Keberadaan Becak Siantar telah melegenda di Sumatera Utara, Indonesia,
bahkan dunia. Hal tersebut dikarenakan Pematangsiantar merupakan satu-satunya kota di dunia yang menggunakan sepeda motor gede merk BSA secara massal.
Perjalanan waktu sejak zaman penjajahan telah membuktikan kehandalan dan ketangguhan mesin sepeda motor BSA melewati rute naik turun, ciri tipologi kota
Pematangsiantar yang berbukit-bukit. Becak Siantar unik karena digerakkan oleh mesin sepeda motor merek
BSA Birmingham Small Arm buatan kota Birmingham, Inggris, yang kini tidak ada lagi pabriknya dan sudah tidak di produksi. Umumnya sepeda motor BSA
yang digunakan tipe M 20 buatan tahun 1938 – 1948 berkapasitas mesin 500 cc, dan tipe ZB 31 buatan tahun 1950 – 1956 berkapasitas mesin 350 cc.
BSA dan becaknya sudah menjadi public domain milik masyarakat kota Pematangsiantar, hal ini dikarenakan keberadaan becak Siantar yang sudah
berpuluh-puluh tahun beroperasi di kota Pematangsiantar sehingga menjadi ciri khas dari kota Pematangsiantar.
Universitas Sumatera Utara
Menarik untuk diketahui, pada medio Mei 2006 Becak BSA sudah mau di bumi hanguskan diganti dengan becak motor bermesin Jepang oleh oknum DPRD
kota Pematangsiantar beserta aparat terkait. Hal ini ditentang oleh masyarakat kota Pematangsiantar baik abang becak BSA, tokoh agama, pemuda dan elemen
masyarakat lainnya, namun hal itu tidak dihiraukan semua dianggap angin lalu. Dalam situasi atmosfir konfrontasi ditengah pesimistis masyarakat Siantar untuk
mempertahankan becak BSA, lahirlah organisasi BOM’S BSA Owner Motorcycle’ Siantar sebagai jawaban. Terdiri dari para bikers dan abang-abang
becak BSA, bersatu padu menentang keras kebijakan penghapusan tersebut dan menuntut agar segera menghentikan keinginan barbar penguasa menghilangkan
bukti bisu sejarah kota Siantar Becak BSA, akhirnya keputusan penghapusan itu gagal total dan dapat dihentikan oleh organisasi BOM’S, melalui perjuangan
panjang yang tak kenal lelah dengan tekad “ Maju bersama sampai tetes darah terakhir”.
Becak Siantar seharusnya sudah dapat dijadikan salah satu situs purbakalacagar budaya dan resmi dimasukkan dalam Peraturan Daerah Perda
agar dilarang keluar dari kota Pematangsiantar, ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, disebut setiap benda peninggalan sejarah diatas usia 50
tahun dapat dinyatakan cagar budaya dan wajib dilindungi pemerintah. Menurut pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010, benda cagar budaya adalah
benda alam danatau benda buatan manusia, baik bergerak maupun tuidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-
sisanya yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia
Universitas Sumatera Utara
kebudayaan.kemendikbud.go.idbpcbmakassar20140125undang-undang- nomor-11-tahun-2010-tentang-cagar-budaya.
Becak Siantar, selain menjadi kendaraan angkutan umum, dapat diandalkan menjadi sumber pemasukan devisa negara dan pemerintah daerah
sebagai obyek wisata sejarah, karena keunikannya sekaligus menambah pendapatan ekstra bagi masyarakat yang berprofesi sebagai penarik Becak BSA,
dengan konsep memasukkannya dalam Peraturan Daerah sebagai kendaraan angkutan pariwisata resmi satu-satunya. Sehingga bagi para wisatawan domestik
maupun mancanegara yang singgah di kota Pematangsiantar, diwajibkan menggunakan becak BSA untuk trip wisata kota yang teknisnya dapat diatur
sedemikian rupa. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan adanya wahana perjuangan
dan pergerakan yang kuat, mampu menyalurkan aspirasi dan menyatukan saluruh potensi pengguna, pemilik, penggemar dan pecinta motor tua bermerk BSA dikota
Pematangsiantar dengan suatu cita-cita dapat melestarikan becak BSA dan menjadikannya sebagai situs cagar budaya serta ikon kota Pematangsiantar. Maka
komunitas, dan perkumpulan pengguna, pemilik, penggemar, dan pecinta motor BSA mendirikan sebuah wadah organisasi sosial yang berangkat dari kesamaan
cita-cita dengan nama BSA Owner Motorcycle’ Siantar BOM’S. Menurut Oliver Sheldon 1923 : Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaaan yang para
individu atau kelompok-kelompok harus melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas, sedemikian rupa, memberikan saluran
terbaik untuk pemakaian yang efesien, sistematis, positif, dan terkoordinasi dari usaha yang tersedia..
Universitas Sumatera Utara
BOM’S didirikan pada 25 Juni 2006, di Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara, untuk waktu yang tidak terbatas. Sifat dan bentuk BOM’S yang
tertuang dalam ADART pasal 3 sifat dan bentuk, merupakan Organisasi otomotif motor tua roda dua dan roda tiga becak khususnya merk BSA yang
bersifat terbuka untuk semua warga negara Republik Indonesia, tanpa membedakan suku bangsa, ras, profesi, jenis kelamin, agama, dan kepercayaan
terhadap terhadap Tuhan Yang Maha Esa. BOM’S memiliki 2 divisi dalam struktur organisasinya, yaitu divisi roda
dua bikers dan divisi roda tiga becak. Divisi roda dua BOM’S memiliki 30 anggota dan divisi roda tiga berjumlah 320 anggota.
4.3. Pembahasan 4.3.1 Identitas Diri Informan