4.3.2. Analisa Data
Peneliti menggali informasi dari tiga orang informan mengenai budaya organisasi BOM’S. Informan pertama adalah ketua umum BOM’S, informan
kedua adalah sekretaris BOM’S, dan informan ketiga merupakan salah satu anggota dewan penasehat BOM’S. Berdasarkan wawancara dengan ketiga
informan, diperoleh informasi sebagai berikut. Gambaran mengenai elemen idealistik budaya organisasi BOM’S terlihat
dari aspek asumsi dasar dari BOM’S itu sendiri. Menurut informan pertama, asumsi dasar dari terbentuknya BOM’S didasari oleh rasa kebersamaan dan
kekeluargaan yang dimiliki oleh sesama pengguna sepeda motor BSA dan rasa cinta budaya terhadap ikon kota Pematangsiantar becak BSA.
Bergabungnya dua status sosial didalam BOM’S membuktikan bahwa tidak ada halangan pada organisasi BOM’S untuk dapat menyatukan orang-orang yang
penghobi motor BSA yang mayoritasnya merupakan masyarakat dengan ekonomi menengah atas dengan para penarik becak BSA yang kondisi ekonominya
berbanding terbalik dengan para biker di BOM’S. Dua divisi didalam BOM’S ini mencerminkan bagaimana rasa kebersamaan dapat menghilangkan sebuah status
sosial dikalangan para anggota BOM’S, sebagaimana yang diungkapkan olehnya : “ BOM’S lahir untuk memperjuangkan ikon kota Pematangsiantar yang
tergerus oleh zaman, identitas kota Pematangsiantar becak BSA” wawancara pada informan pertama, 9 Juni 2014
“ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah, namun bagaimana kita bisa menghargai sejarah jika referensi dari sejarah itu telah hilang
“ wawancara pada informan pertama, 9 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
“ kita juga paham di era modern ini sudah semakin menipis rasa kebersamaan, rasa kekeluargaan, maka dengan wadah yang kami sebut BOM’S
ini dimana biker yang penghobi motor BSA dan penarik becak BSA yang bergelut mencari makan dengan motor BSA dapat menjadi satu kesatuan”
wawancara pada informan pertama, 9 Juni 2014 Penerapan asumsi dasar yang dilakukan BOM’S untuk mencapai tujuan
organisasi ialah, pendekatan kepada Pemerintah kota Pematangsiantar oleh BOM’S dalam rangka membuka pengetahuan dari Pemerintah kota
Pematangsiantar agar lebih mengerti apa fungsi dari suatu identitas daerah dan apa manfaat dari identitas tersebut, begitupun dengan masyarakat umum di kota
Pematangsiantar. Hal ini dilakukan BOM’S untuk mencapai salah satu tujuan awal dibentuknya organisasi BOM’S yaitu sebagai organisasi yang melestarikan
benda cagar budaya kota Pematangsiantar becak BSA, seperti yang diungkapkan informan pertama :
“ Berbagai pendekatan sudah kami lakukan, baik lisan maupun tulisan, semata-mata agar pemerintah menyadari apa sebenarnya fungsi dari identitas
suatu daerah, begitu juga dengan fungsinya, kepada masyarakat umum juga sudah kita jelaskan”
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 “ Apabila dikemas dengan baik, ia becak BSA memiliki nilai ekonomis
yang baik dan menjanjikan bagi industri pariwisata, bukan hanya sekedar alat transportasi biasa “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 “ kepada kaum muda kita juga membuat agar sepeda motor tua khususnya
merk BSA bisa menjadi sebuah gaya hidup, seminggu atau dalam sebulan sekali kita buat rolling thunder konvoi dan kopi darat, biar masyarakat makin akrab
dengan BOM’S“
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
Sedikit berbeda dengan yang diungkapkan oleh informan pertama, informan kedua menyebutkan menurutnya awal mula berdirinya BOM’S
dikarenakan rencana Pemerintah kota Pematangsiantar untuk menghapus becak BSA dengan becak bermesin Jepang, sehingga pada saat itu seluruh masyarakat
kota Pematangsiantar yang menyadari akan pentingnya pelestarian becak BSA sebagai benda cagar budaya sekaligus ikon kota Pematangsiantar melakukan aksi
turun kejalan untuk menentang rencana kebijakan tersebut, seperti yang diungkapkan oleh informan kedua :
“ awal mulanya sekitar tahun 2006 ada oknum yang berupaya menghilangkan becak BSA dari Siantar, waktu itu becak BSA mau diganti dengan
becak bermesin Jepang “ wawancara informan kedua, 14 Juni 2014
“ setelah berkumpul masyarakat pecinta BSA yang tidak memiliki wadah pada waktu itu 2006 dibentuklah BOM’S “
wawancara informan kedua, 14 Juni 2014 Sejalan dengan informan pertama, menurut informan ketiga asumsi dasar
yang membentuk organisasi BOM’S dikarenakan adanya insiatif dari sesama pecinta motor BSA yang sering kumpul bersama, dimana selain sebagai klub
motor BOM’S juga menaungi para penarik becak BSA yang ada dikota Pematangsiantar agar tidak berkurangnya populasinya. Berkurangnya populasi
becak BSA di kota Pematangsiantar disebabkan sepeda motor jenis BSA kini telah memiliki daya tarik yang tinggi bagi para kolektor sepeda motor karena nilai
sejarah dari sepeda motor tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh nya :
Universitas Sumatera Utara
“ jadi ya awal mulanya dulu kami ada enam orang, sering kumpul bawa motor BSA, karena gak ada namanya kami buatlah BOM’S, BSA Owner
Motorcycle’ Siantar “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
“ selain klub motor, BOM’S ini juga klubnya abang-abang becak BSA “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
“ BSA sekarang sudah jadi komoditi di Siantar, kalau tidak kita jaga bisa habis diburu kolektor “
wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014 “ harganya juga sekarang sudah tinggi lima puluh enam puluh juta satu
becak dihargai kolektor “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
Dalam mencapai tujuan untuk hobi di motor BSA, BOM’S membuat 6 bengkel binaan khusus BSA yang dapat digunakan oleh para member BOM’S
baik divisi biker maupun divisi becak. Bagi para member BOM’S terdapat potongan harga untuk perawatan dan perbaikan sepedamotor atau becak BSA nya,
bagi para konsumen lain yang berasal dari luar kota atau luar negeri dikenakan biaya sesuai standart bengkel. Pendekatan-pendekatan kepada pemerintah juga
dilakukan agar peraturan daerah mengenai becak BSA segera disah kan. Hal ini dimaksud agar para penarik becak mendapatkan bantuan rutin dari pemerintah
dalam perawatn becak BSA nya dan peraturan resmi yang melarang diperjualbelikannya benda cagar budaya ini. Seperti yang diungkapkan Syafii :
“ kita ada bengkel khusus BSA di Siantar, ada 6 “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
“ harga untuk abang becak sama biker beda harganya, buat klub motor tua yang bukan BOM’S di luar kota juga harganya beda, buat yang luar negeri juga
beda, paling murah kita buat abang becak “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
“ pendekatan sama pemerintah juga terus menerus kita lakukan biar cepat keluar perda becak BSA “
wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014 “ biar ada bantuan untuk abang-abang becak itu, memang tahun ini sudah
keluar bantuan seratus lima puluh juta dari pemerintah untuk abang becak “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
BOM’S merupakan organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah disetiap pengambilan keputusannya, sehingga seluruh anggota dapat
memberikan aspirasinya di tiap-tiap program atau kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BOM’S. Setiap anggota BOM’S juga tidak pernah diberikan
paksaan dalam menjalankan organisasi BOM’S, hal ini dikarenakan kesadaran dari para anggota organisasi mengenai bagaimana pentingnya nilai kebersamaan
dan nilai cinta budaya pelestarian becak BSA. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Erizal:
“ disetiap pengambilan putusan atas hal-hal yang berkaitan dengan BOM’S kita selalu mengambil jalan musyawarah, supaya semua anggota juga
merasa bagian dari keputusan yang kita ambil “ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
“ disetiap ada anggota yang mengalami musibah kita pasti hadir untuk membantu, sehingga kesulitan-kesulitan individu anggota dapat dirasakan oleh
semua masyarakat BOM’S, rasa kebersamaan “ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
“ hal-hal lain juga kita lakukan secara bersama tanpa harus melihat divisi dari anggota tersebut, semua satu dibawah bendera BOM’S “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 Sejalan dengan yang diungkapkan infortman pertama, informan kedua
menyebutkan, musyawarah merupakan hal paling melekat didalam organisasi BOM’S, setiap pengambilan keputusan mengenai kegiatan-kegiatan yang
Universitas Sumatera Utara
berhubungan dengan organisasi selalu dilakukan cara musyawarah mufakat, hal ini dilakukan agar tiap-tiap anggota dari BOM’S dapat memberikan aspirasi
mereka demi kebaikan organisasi. Seperti yang diungkapkan Alvin : “ disetiap BOM’S akan melaksanakan kegiatan apapun, kita pasti
kumpulkan semua anggota untuk musyawarah “ wawancara informan kedua, 14 Juni 2014
“ supaya semua anggota tau bahwa mereka bagian dari BOM’S, supaya mereka punya pemikiran-pemikiran yang bagus buat BOM’S “
wawancara informan kedua, 14 Juni 2014 Hal serupa juga diungkapkan oleh informan ketiga dengan sedikit
tambahan. Nilai nilai yang terdapat didalam BOM’S ialah persatuan, bagaimana para penarik becak BSA di kota Pematangsiantar dapat bersatu untuk tidak
menjual becak BSA keluar kota sehingga populasi dari becak BSA tidak berkurang. Musyawarah disetiap akan dilaksanakannya kegiatan-kegiatan yang
berhubungan dengan BOM’S maupun evaluasi dari program-program yang ada juga merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh BOM’S. Seperti yang
diungkapkan Syafii : “ nilai kita itu persatuan, supaya abang-abang becak bisa bersatu “
wawancara informan ketiga, 15 juni 2014 “ supaya becak BSA gak dijual ke luar lagi “
wawancara informan ketiga, 15 juni 2014 “ tiap mau melakukan apa-apa kita pasti musyawarahkan dulu, kita
panggil semua anggota “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
Mengenai elemen behavioral, dalam hal ini aspek norma, norma-norma atau aturan yang tidak tertulis didalam BOM’S merupakan penguat dari nilai-nilai
dan tujuan awal didirikannya BOM’S, seperti yang tua menyayangi yang muda dan yang muda menghormati yang tua, hal ini dapat menguatkan rasa
kebersamaan diantara sesama pengurus dan anggota organisasi BOM’S. Erizal meyakini dengan hal ini setiap halangan maupun pencapaian tujuan dari
organisasi BOM’S terasa lebih ringan karena dilaksanakan bersama-sama. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan informan pertama :
“ hal ini tidak tertulis dalam anggaran dasar rumah tangga BOM’S, yang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua, hal ini akan
mentransferkan efek positif terhadap organisasi “ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
“ semua hal akan menjadi ringan jika ditangani bersama, itu kuncinya “ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
Berbeda dengan informan pertama, informan kedua menyebutkan norma- norma atau aturan yang tidak tertulis tetapi ada di dalam BOM’S ialah menjual
becak BSA keluar kota, hal ini dapat berdampak kepada menyusutnya jumlah daripada becak BSA tersebut di kota Pematangsiantar, walaupun tidak ada sanksi
tegas dari pemerintah namun setiap ada anggota BOM’S yang kedapatan menjual becak BSA keluar dari kota Pematangsiantar tanpa alasan yang kuat maka akan
dikeluarkan dari keanggotan BOM’S. Seperti yang diungkapkan kedua : “ aturan yang tidak tertulis disini adalah dosa besar ketika seorang anggota
dari BOM’S menjual becak keluar dari kota Siantar “ wawancara informan kedua, 14 Juni 2014
“ akan kita keluarkan dari keanggotaan tanpa ada peringatan “ wawancara informan kedua, 14 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
Berbeda juga dengan yang diungkapkan informan pertama dan kedua mengenai aturan yang tidak tertulis di dalam BOM’S informan ketiga
menyebutkan larangan untuk menggunakan narkoba, minuman keras dan selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas adalah norma yang ada didalam
BOM’S. BOM’S menganggap jika seseorang sudah menggunakan narkoba atau pecandu miras maka akal sehatnya tidak akan dapat berjalan lagi, sehingga yang
ada hanya membuat keonaran baik didalam klub maupun kepada masyarakat luas. Seperti yang diungkapkan informan ketiga :
“ aturan yang tidak tertulis di BOM’S tapi kita lakukan itu tidak memakai narkoba dan minum minuman keras, selain itu kita juga selalu safety riding “
wawancara informan ketiga, 15 juni 2014 “ kalau sudah pecandu narkoba dan minuman keras sudah tidak bisa
diatur, pasti buat masalah aja “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
Dalam pelaksanaan kegiatan formal maupun non formal penggunaan bahasa dilakukan oleh setiap anggota dengan memanggil nama dari pengurus
maupun anggota biasa organisasi dengan sebutan ‘Bro’ untuk anggota laki-laki dan ‘Sis’ bagi anggota perempuan, walaupun sesekali sesama anggota memanggil
dengan sebutan posisi jabatan yang di emban oleh masing-masing pengurus, misalnya ‘pak ketua atau pak sekjend’. Hal ini dipercaya lebih memperkuat
hubungan persaudaraan antar sesama anggota BOM’S yang berpengaruh pada proses pencapaian tujuan organisasi. Seperti yang diungkapkan informan pertama:
“ mengenai panggilan sehari-hari antar member BOM’S, kami biasa menyebut bro untuk laki-laki dan sis untuk perempuan, tanpa ada embel-embel
jabatan yang dimiliki anggota di struktur “ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
“ demgan panggilan tersebut sudah mengalir rasa persaudaraan yang begitu tinggi antara sesama anggota, sehingga rasa kebersamaan itu semakin kuat
“ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
Sejalan dengan informan pertama informan kedua juga menyebutkan, dalam kesehariannya para anggota BOM’S memanggil nama dari pengurus
maupun anggota biasa organisasi dengan sebutan ‘Bro’ untuk anggota laki-laki dan ‘Sis’ bagi anggota perempuan,. Selain itu untuk orang yang lebih tua dari
anggota yang akan menyapa akan ditambah kata Pak sebelum penggunaan ‘Bro’ dan Bu pada perempuan tanpa ada penambahan kata ‘Sis’ Hal ini dipercaya lebih
memperkuat hubungan persaudaraan antar sesama anggota BOM’S yang berpengaruh pada proses pencapaian tujuan organisasi. Seperti yang diungkapkan
informan kedua : “ untuk penggunaan panggilan kepada anggota kita pakai istilah bro atau
sis, namun untuk anggota yang lebih tua akan kita pakai kata-kata pak bro atau bu “
wawancara informan kedua, 14 Juni 2014 “ ketika akan mengutarakan pendapat kita juga harus santun walaupun
kepada anggota yang lebih muda, supaya rasa kekeluargaan itu makin ada “ wawancara informan kedua, 14 Juni 2014
Berbeda dengan informan lainnya, menurut informan ketiga penggunaan bahasa yang digunakan di dalam BOM’S umumnya adalah bahasa yang tidak
baku dan cendrung pasaran, hal ini berkaitan dengan mayoritas member BOM’S yang merupakan penarik becak, namun walau menggunakan cara berkomunikasi
yang tidak baku dan cendrung pasaran para anggota BOM’S selalu bersikap santun jika berkomunikasi dengan sesama anggota yang lebih tua. Selain itu
Universitas Sumatera Utara
biasanya ditiap-tiap berkomunikasi para anggota juga sering menggunakan bahasa daerah masing-masing, misalnya bagi yang bersuku Batak dengan bahasa Batak,
suku Jawa dengan bahasa Jawa, suku Tionghoa dengan bahasa Mandarin dan sebagainya. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan informan ketiga :
“ cara berbahasa di BOM’S ini ya pasaran, karena banyak yang biasa hidup dilapangan “
wawancara informan ketiga, 15 juni 2014 “ kalau ketemu batak sama batak atau jawa sama jawa ya mau juga pake
bahasa daerah, yang tionghoa pun gitu “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
Simbol-simbol yang terdapat didalam organisasi BOM’S menunjukkan perbedaan antara organisasi BOM’S dengan organiasasi lainnya, dengan logo
merk sepeda motor BSA yang memiliki sayap disisi kanan dan kirinya. Simbol tersebut dapat dilihat dari rompi dan baju kaos hitam yang digunakan oleh divisi
bikers dan baju kaos kuning yang digunakan oleh divisi becak. Posisi struktur kepengurusan untuk saat ini tidak memiliki pembeda dengan anggota biasa yang
dibentuk dalam simbol-simbol tertentu, namun sedang dalam proses pengerjaan, yang nantinya tiap-tiap pengurus akan diberikan pin khusus begitu juga dengan
posisi ketua, sekretaris, dan bendahara. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh informan pertama :
” simbol-simbol dapat dilihat dari rompi dan kaus hitam bagi member divisi biker, dan kaos kuning bagi divisi becak “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 “ ada perbedaan simbol antara pengurus dan anggota biasa namun masih
dalam proses oleh divisi kreatif BOM’S, untuk saat ini masih rompi dan kaos, nanti ada pin emas buat pengurus “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
“ kalau sudah dilengkapi nanti akaan terlihat mana ketua umum, mana sekjend, mana bendahara, dan mana pengurus biasa nanti ketahuan disitu “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 Sejalan dengan informan pertama, informan kedua menyebutkan, logo
motor BSA yang diapit oleh sayap merupakan simbol resmi BOM’S yang ditampilkan pada rompi dan kaos resmi BOM’S. Tidak ada perbedaan rompi
antara ketua dan anggota lainnya, begitupun dengan kaos BOM’S yang digunakan. Untuk dapat melihat posisi dari struktur organisasi BOM’S hanya
dapat diketahui dari Kartu Tanda Anggota dan majalah dinding yang ada di sekretariat BOM’S. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesenjangan yang
ditampilkan dari simbol-simbol yang dikenakan anggota biasa dan pengurus organisasi. Seperti yang diungkapkan informan kedua :
“ untuk simbol yang menandakan anggota BOM’S ada rompi dan kaos resmi BOM’S “
wawancara informan kedua, 14 Juni 2014 “ tidak ada perbedaan rompi antara ketua, sekretaris maupun anggota biasa “
wawancara informan kedua, 14 Juni 2014 Serupa dengan informan pertama dan kedua, informan ketiga juga
menyebutkan, simbol yang terdapat di BOM’S ialah logo motor BSA diapit oleh dua sayap, penggunaaan simbol ini dapat kita lihat di kaos, pin, kartu anggota dan
rompi BOM’S. Tidak ada simbol pembeda antara anggota biasa dan pengurus, antara ketua umum dan ketua bidang. Seperti yang diungkapkan informan ketiga :
“ simbol BOM’S itu ada di baju kaos, pin, KTA, sama rompi “ wawancara informan ketiga, 15 juni 2014
Universitas Sumatera Utara
“ gak ada beda simbol yang digunakan ketua atau anggota, gak ada pembedanya semua sama “
wawancara informan ketiga, 15 juni 2014 Ritual formal yang dilaksanakan oleh BOM’S tiap tahunnya adalah acara
ulang tahun BOM’S yang selalu dihadiri oleh ribuan biker dari dalam dan luar negeri, para biker nasional maupun internasional datang ke kota Pematangsiantar
selain untuk bersilaturahmi dengan sesama bikers yang turut hadir, jugar untuk melihat dan menaiki kenderaan khas kota Pematangsiantar yang juga merupakan
salah satu alasan utama organisasi BOM’S didirikan yaitu becak BSA. Rolling thunder konvoi motor dan kopi darat yang dilaksanakan dalam saminggu atau
dua minggu sekali, juga merupakan ritual formal yang selalu dilakukan BOM’S untuk mempererat hubungan antara member BOM’S. Dalam kegiatan rolling
thunder juga dibahas mengenai evaluasi dan proyeksi dari kegiatan organisasi. Ritual formal lainnya ialah touring antar kota atau provinsi yang dilakukan oleh
para member BOM’S divisi biker untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama biker, selain itu touring yang dilakukan oleh divisi biker BOM’S juga membawa
misi kampanye penyelamatan becak BSA dari kepunahan akibat diburu oleh para kolektor sepeda motor dalam maupun luar negeri. Seperti yang diutarakan oleh
informan pertama : “ ritual formal BOM’S itu kegiatan ulang tahun yang selalu kita rayakan
tiap tahunnya, biasanya selalu hadir ribuan biker dari dalam dan luar negeri “ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
“ selain itu ada juga rolling thunder konvoi motor dan kopi darat, khusus member BOM’S, banyak yang biasanya dibicarakan disitu “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
“ member divisi biker tiap enam bulan sekali juga biasanya touring antar kota atau provinsi “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
Ritual formal selain kegiatan diatas adalah kegiatan baksos pada hari-hari besar keagamaan yang dilakukan BOM’S kepada masyarakat kota
Pematangsiantar khususnya member divisi becak dan keluarganya. Ritual formal yang baru dimasukkan dalam program tahunan BOM’S adalah turnamen sepak
bola tarkam antar kampung yang bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari kegiatan-kegiatan negatif para keluarga penarik becak BSA di kota
Pematangsiantar. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan pertama : “ selain itu kita juga buat baksos tiap hari besar keagamaan “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
“ yang paling baru kita buat turnamen sepak bola tarkam, agar anak-anak muda dari keluarga penarik becak ada kegiatan positif “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 Ritual non formal yang dilakukan oleh BOM’S biasanya berupa
mengunjungi dan memberikan bantuan kepada member yang sedang tertimpa musibah, baik sakit atau meninggal dunia, hal ini dilakukan agar persoalan yang
dirasakan oleh individu dari anggota BOM’S dapat dirasakan dan dipecahkan bersama. Seperti yang diungkapkan informan pertama :
“ kalau ada anggota yang sakit atau keluarganya meninggal dunia kita pasti beri bantuan, karena hal utama di organisasi ini kebersamaan “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
BOM’S juga memiliki kerja sama khusus dengan RAS Rider Aid Singapore, dimana awal kerja sama ini dimulai tepat pada bulan maret 2014.
Kerja sama yang dilakukan oleh kedua organisasi ini meliputi bidang sosial dan bidang budaya. Pada awal kerja sama yang lalu BOM’S dan RAS memberikan
bantuan kepada korban ledakan gunung sinabung dan pemberian bantuan kepada salah satu panti asuhan di kota Pematangsiantar, selain itu RAS juga
menggunakan jasa mekanik sepeda motor BSA yang berada dibawah naungan BOM’S untuk melakukan perawatan atau perbaikan sepeda motor BSA di
Singapura dan melakukan kampanye pelestarian becak BSA melalui media cetak maupun elektronik di Singapura.
“ menarik untuk diketahui pada awal tahun 2014 ini, tepatnya pada maret 2014, BOM’S telah menyepakati kerja sama antar dua klub beda negara, tepatnya
negara Singapura, ada RAS atau Rider Aid Singapore “ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
“ kerja sama yang kami lakukan meliputi kegiatan sosial dan budaya, ada bantuan untuk anak-anak panti asuhan dan korban gunung sinabung “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 “ mereka telah menyepakati untuk tidak membeli becak BSA dari kota
Siantar, malah yang terjadi mekanik dari kita dipanggil untuk merawat dan memperbaiki BSA-BSA disana, dan itu akan terus berlanjut “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 Sejalan dengan yang diungkapkan informan pertama, informan kedua
berpendapat ritual formal maupun nonformal yang dilaksanakan oleh BOM’S cukup tersistematis, mulai dari acara mingguan rolling thunder, bulanan touring
keluar kota sampai agenda ulang tahun dan kegiatan baksos tiap tahunnya. Semua kegiatan tersebut selalu di capai melalui hasil musyawarah, penentuan tempat
kopi darat, rute konvoi mingguan, tujuan touring, dan susunan panitia untuk
Universitas Sumatera Utara
kegiatan baksos dan ulang tahun BOM’S. Semua kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan becak BSA dari kepunahan. Seperti yang diungkapkan informan
kedua : “ kalau di BOM’S sangat banyak kegiatannya, mulai dari agenda
mingguan untuk rolling thunder, acara touring tiap bulan sampai acara ulang tahun BOM’S dan acara-acara soaial “
wawancara informan kedua, 14 Juni 2014 “ semua kegiatan itu tujuannya satu, melestarikan becak BSA “
wawancara informan kedua, 14 Juni 2014 Sama halnya dengan informan pertama dan kedua, informan ketiga juga
berpendapat kegiatan kegiatan formal maupun non formal didalam BOM’S selalu berhubungan dengan rasa persatuan dan kesetiakawanan, saling menjenguk
anggota yang tertimpa musibah, bakti sosial dan kegiatan sosial lainnya. setiap tahunnya BOM’S juga selalu merayakan ulang tahunnya yang selalu dihadiri oleh
biker dari seluruh nusantara, dan dalam beberapa waktu terakhir acara perayaan ulang tahun BOM’S juga mulai dihadiri oleh biker asal negara asing seperti
Singapura, Malaysia, Australia, Belanda, dan negara asal motor BSA Inggris. Seperti yang diungkapkan informan ketiga :
“ kalau ada anggota yang keluarganya meniggal pasti kita melayat, kalau ada yang sakit juga kita jenguk, kita bantu lah sedikit biaya pengobatannya “
wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014 “ tiap hari raya kurban dan idul fitri kita pasti bagi-bagi sembako untuk
anggota divisi becak “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
“ tiap acara ulang tahun pasti rame kawan-kawan motor dari seluruh Indonesia, malah sekarang kawan-kawan dari luar negeri juga udah banyak yang
hadir, kayak kemaren ada dari Singapor, Malaysia, Inggris, Australi, penjajah pun datang dari Belanda hahaha “
Universitas Sumatera Utara
wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014 Mengenai
cara yang dilakukan organisasi BOM’S untuk
mengkomunikasikan nilai dan asumsi dasar kepada orang lain dalam bentuk cerita. Media internet khususnya Facebook dan Youtube merupakan salah satu
cara yang dipakai BOM’S untuk mensosialisasikan mengenai keberadaan, tujuan, kegiatan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan organisasi BOM’S kepada
para rekan biker maupun masyarakat umum. Selain melalui media internet, BOM’S juga memiliki kerja sama dengan beberapa media cetak, stasiun tv daerah
dan nasional yang senantiasa meliput kegiatan-kegiatan BOM’S untuk diberitakan kepada masyarakat luas dari Sabang sampai Merauke, seperti yang diungkapkan
informan pertama : “ divisi humas BOM’S memiliki akses untuk facebook dan youtube untuk
mensosialisasikan kegiatan-kegiatan BOM’S kepada masyarakat luas “ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
“ BOM’S juga memiliki kerja sama dengan beberapa stasiun tv lokal maupun nasional untuk meliput setiuap kegiatan-kegiatan BOM’S “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 “ begitu juga dengan media cetak lokal dan nasional “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 Sejalan dengan informan pertama dengan sedikit penambahan, informan
kedua berpendapat sosialisasi yang dilakukan oleh BOM’S kepada anggota BOM’S mengenai tujuan awal dari didirikannya organisasi BOM’S ialah dengan
bercerita ketika sedang melakukan kopi darat atau saat dalam perjalanan touring antar kota, selain melalui tatap muka langsung ada juga media Facebook dan
Youtube dimana BOM’S memiliki akun resmi dikedua media sosial tersebut yang
Universitas Sumatera Utara
berisi mengenai segala hal yang berkaitan dengan BOM’S dan dapat diakses oleh para anggota BOM’S dan masyarakat luas. Media cetak dan elektronik baik skala
lokal maupun nasional juga selalu memberitakan mengenai keberadaan BOM’S dan becak BSA di kota Pematangsiantar. Seperti yang diungkapkan oleh informan
kedua : “ tujuan awal dari BOM’S kita ceritakan kepada para anggota baru pada
saat kopi darat dan touring “ wawancara informan kedua, 14 Juni 2014
“ ada juga Facebook dan Youtube resmi BOM’S, isinya mengenai BOM’S “ wawancara informan kedua, 14 Juni 2014
“ Tiap bulan pasti ada koran atau tv yang ngeliput perjuangan kita, kalau bulan ini koran ya bulan depan tv “
wawancara informan kedua, 14 Juni 2014 Sama halnya dengan informan lainnya, informan ketiga berpendapat
sosialisasi yang dilakukan oleh BOM’S kepada anggota BOM’S mengenai tujuan awal dari didirikannya organisasi BOM’S ialah dengan bercerita ketika sedang
melakukan kopi darat. Media cetak dan elektronik baik skala lokal maupun nasional juga selalu memberitakan mengenai keberadaan BOM’S dan becak BSA
di kota Pematangsiantar. Seperti yang diungkapkan oleh informan ketiga : “ tiap ada kumpul resmi BOM’S kita pasti cerita-cerita tentang BSA dan
apa-apa yang mau dilakukan BOM’S ini “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
“ sering ada koran atau tv yang datang untuk buat berita tentang becak dan BOM’S “
wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014
Universitas Sumatera Utara
Mengenai prilaku tabu yang ada pada organisasi, BOM’S menandai prilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para anggotanya dengan cara
memberikan sanksi dan penghargaan bagi tiap-tiap tindakan. Setiap anggota yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang sudah ditetapkan oleh organisasi
BOM’S akan mendapatkan peringatan sebanyak tiga kali dan jika masih melakukan pelanggaran maka akan dikeluarkan dari keanggotan BOM’S.
Sebaliknya kepada anggota yang memiliki prestasi yang depat membanggakan organisasi akan mendapatkan penghargaan berupa posisi-posisi strategis didalam
organiasasi dan pin penghargaan dari organisasi. Seperti yang diungkapkan informan pertama :
“ untuk anggota yang melanggar ketentuan organisasi yang telah tertulis di ADRT akan kita kenakan peringatan sampai tiga kali, kalau masih melanggar kita
keluarkan dari BOM’S “ wawancara informan pertama, 9 Juni 2014
“ bagi yang memiliki prestasi akan kita berikan posisi strategis di klub, dan akan ada pin penghargaan “
wawancara informan pertama, 9 Juni 2014 Sedikit berbeda dengan yang diungkapkan oleh informan pertama,
informan kedua berpendapat tindakan tabu ada pada organisasi, BOM’S menandai prilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para anggotanya dengan cara
memberikan sanksi kepada anggota yang menjual becak BSA keluar kota Pematangsiantar dengan mengeluarkannya dari keanggotaan BOM’S, namun
walau dikeluarkan dari keanggotaan, individu yang melakukan tindakan taboo tersebut tetap berteman seperti biasa dengan para anggota BOM’S, sehingga yang
ada hanya sanksi administratif tanpa sanksi sosial. Seperti yang diungkapkan informan kedua :
Universitas Sumatera Utara
“ sama seperti tadi, tindakan yang paling dilarang di dalam BOM’S adalah menjual becak BSA keluar kota “
wawancara informan kedua, 14 Juni 2014 “ tapi tidak ada sanksi sosial, kita tetap berteman dengan mereka, tapi kita
keluarkan dari keanggotaan BOM’S “ wawancara informan kedua, 14 Juni 2014
Berbeda dengan informan pertama dan kedua, informan ketiga berpendapat bahwa hal tabu dalam organisasi BOM’S ialah penggunaan narkoba ,
jika terdapat ada anggota yang menggunakan narkoba maka akan langsung dikeluarkan dari keanggotaan BOM’S, sebelumnya BOM’S juga pernah
mengeluarkan anggota yang terbukti menggunakan narkoba. Anggota yang memiliki prestasi akan diberikan cendramata berupa pin yang diberikan di tiap
acara ulang tahun BOM’S. Seperti yang diungkapkan oleh informan ketiga : “ hal yang tabu dilakukan di BOM’S ini ya memakai narkoba, pasti kita
keluarkan anggota yang terbukti, udah pernah kita keluarkan anggota karena narkoba “
wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014 “ anggota yang berprestasi akan kita beri cendramata berupa pin, nanti pas
acara ulang tahun kita kasih secara simbolis “ wawancara informan ketiga, 15 Juni 2014.
Setelah mendapatkan informasi dari informan pertama, kedua, dan ketiga mengenai budaya organiasasi di organisasi BOM’S BSA Owner Motorcycle’
Siantar maka budaya organisasi yang berjalan di BOM’S memiliki kesamaan dengan defenisi budaya organisasi yang dikemukakan oleh Andrew Pettigrew
1979, yang memberikan pengertian budaya organisasi sebagai sistem makna yang diterima secara terbuka dan kolektif, yang berlaku untuk waktu tertentu bagi
sekelompok orang tertentu. Dalam hal ini sistem makna diharapkan bisa
Universitas Sumatera Utara
memberikan gambaran tentang jati diri budaya organisasi sebuah organisasi pada orang-orang yang berada dalam organisasi dan orang-orang yang berada
diluar organisasi melalui proses pemaknaan terhadap semua aspek kehidupan organisasi. Hal ini berarti budaya organisasi di organisasi BOM’S berjalan dengan
baik
Tabel 4.2. Budaya Organisasi Pada Organisasi BOM’S BSA Owner Motorcycle’ Siantar pada informan 1, informan 2 dan informan 3.
No. Aspek Budaya Organisasi
Informan 1 Informan 2
Informan 3
1 Asumsi dasar
Awal mula berdirinya
BOM’S didasari oleh rasa
kebersamaan dan kekeluargaan
yang dimiliki oleh sesama
pengguna sepeda motor BSA dan
rasa cinta budaya terhadap ikon
kota Pematangsiantar
becak BSA Awal mula
berdirinya BOM’S didasari oleh rasa
cinta budaya terhadap ikon kota
Pematangsiantar becak BSA
Awal mula berdirinya
BOM’S didasari oleh rasa hobi
terhadap sepeda motor BSA dan
rasa cinta budaya terhadap ikon
kota Pematangsiantar
becak BSA
2 Nilai dan
keyakinan Setiap keputusan
diambil dengan jalan
musyawarah, BOM’S
menjunjung tinggi nilai
kebersamaan Setiap keputusan
diambil dengan jalan musyawarah,
BOM’S menjunjung tinggi
nilai kebersamaan Setiap keputusan
diambil dengan jalan
musyawarah, BOM’S
menjunjung tinggi nilai kebersamaan
3 Norma
Kekeluargaan, yang tua
menyayangi yang muda, yang muda
menghormati yang tua
Kekeluargaan, yang tua menyayangi
yang muda, yang muda menghormati
yang tua Persatuan,
menyatukan para penarik becak
BSA agar tidak menjual becak
BSA keluar kota Pematangsiantar
Universitas Sumatera Utara
4
Bahasa
Penggunaan kata’Bro’ bagi
laki-laki san ‘Sis’ bagi perempuan
dipercaya menimbulkan
rasa persaudaraan yang kuat
Penggunaan kata’Bro’ bagi laki-
laki san ‘Sis’ bagi perempuan
dipercaya menimbulkan rasa
persaudaraan yang kuat
Penggunaan bahasa pasaran
karena mayoritas pekerja lapangan,
namun tetap santun terhadap
orang yang lebih tua
5 Simbol
Simbol yang menggambarkan
logo merk sepeda motor BSA
dengan diapit dua sayap, kaos hitam
dan rompi kulit bersimbol
BOM’S bagi divisi biker dan
kaos kuning bersimbol
BOM’S bagi divisi becak
Simbol yang menggambarkan
logo merk sepeda motor BSA dengan
diapit dua sayap, kaos dan rompi
kulit bersimbol BOM’S, dan Kartu
Tanda Anggota Simbol yang
menggambarkan logo merk sepeda
motor BSA dengan diapit dua
sayap, kaos, pin, rompi kulit
bersimbol BOM’S, dan
Kartu Tanda Anggota
6 Ritual dan
seremoni Acara ulang
tahun organiasasi, baksos,
kampanye pelestarian becak
BSA, dan turnamen sepak
bola antar kampung piala
BOM’S Agenda mingguan
rolling thunder, agenda bulanan
touring antar kota, ulang tahun
BOM’S dan acara sosial.
Acara-acara yang bersifat sosial,
ulang tahun BOM’S
7 Mitos dan
cerita Melalui media
internet Facebook,
Youtube, media cetak lokal dan
nasional, media elektronik lokal
dan nasional Melalui media
internet Facebook, Youtube, media
cetak lokal dan nasional, media
elektronik lokal dan nasional
Melalui media cetak lokal dan
nasional, media elektronik lokal
dan nasional
8 Taboo
Pelanggaran terhadap aturan
baku organisasi, akan
mendapatkan peringatan
sampai tiga kalidan tindakan
Menjual becak BSA keluar kota
Pematangsiantar, hanya sanksi
administratif, tidak ada sanksi sosial.
Pengguna narkoba akan langsung
dikeluarkan dari keanggotan
BOM’S Lanjutan Tabel 4.2.
Universitas Sumatera Utara
akhir pemecatan dari keanggotaan,
bagi anggota berprestasi pin
penghargaan dan posisi strategis di
struktur kepengurusan
Lanjutan Tabel 4.2.
Universitas Sumatera Utara
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan