Karakteristik Kreativitas Proses Kreativitas

d. Situasi tanggung jawab kemandirian e. Situasi yang menekankan inisiatif diri untuk menggali, mengamati, bertanya, merasa, mengklasifikasikan, mencatat, menerjemahkan, memperkirakan,menguji hasil perkiraan dan mengkomunikasikan f. Kedwibahasaan yang memungkinkan untuk pengembangan potensi kreativitas secara lebih luas karena akan memberikan pandangan dunia secara lebih bervariasi, lebih fleksibel dalam menghadapi masalah, dan mampu mengekspresikan dirirnya dengan cara yang berbeda dari umumnya yang dapat muncul dari pengalaman yang dimilikinya g. Posisi kelahiran berdasarkan tes kreativitas, anak sulung laki-laki lebih kreatif daripada anak laki-laki yang lahir kemudian h. Perhatian dari orangtua terhadap minat anaknya, stimulasi dari lingkungan sekolah, dan motivasi diri. 43

3. Karakteristik Kreativitas

Piers mengemukakan bahwa karakteristik kreativitas adalah sebagai berikut: a. Memiliki dorongan drive yang tinggi b. Memiliki keterlibatan yang tinggi c. Memiliki rasa ingin tahu yang besar d. Memiliki ketekunan yang tinggi e. Cenderung tidak puas terhadap kemapanan f. Penuh percaya diri g. Memiliki kemandirian yang tinggi h. Bebas dalam mengambil keputusan i. Senang humor j. Cendeung tertarik kepada hal –hal yang kompleks k. Toleran terhadap ambiguitas 43 Ibid.,h. 54. l. Bersifat sensitif 44 Sedangkan Torrance 1981 mengemukakan karakteristik kreativitas sebagai berikut : a. Memiliki rasa ingin tahu yang besar b. Tekun dan tidak mudah bosan c. Percaya diri dan mandiri d. Merasa tertantang oleh kemajuan atau kompleksitas e. Berani mengambil risiko f. Berpikir divergen. 45 Kreativitas yang dimiliki manusia bersamaan dengan lahirnya manusia itu. Sejak lahir, manusia memperlihatkan kecenderungan mengaaktualkan dirinya yang mencakup kemampuan kreatif.

4. Proses Kreativitas

Proses kreatif berlangsung mengikuti tahap-tahap tertentu. Tidak mudah mengidentifikasikan secara persis pada tahap manakah suatu proses kreatif itu sedang berlangsung. Apa yang dapat diamati ialah gejalanya berupa perilaku yang ditampilkan oleh individu. Wallas mengemukakan empat tahapan proses kreatif yaitu: a. Persiapan Prepration. Pada tahap ini, individu berusaha menguimpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi. b. Inkubasi Incubation. Pada tahap ini, proses pemecahan masalah “dierami” dalam alam prasadar, individu seakan-akan melupakannya. Jadi pada tahap ini individu seolah-olah melepaskan diriuntuk sementara waktu dari masalah yang dihadapinya. c. Iluminasi Illumination. Pada tahap ini sudah dapat timbul inspirasi atau gagasan-gagasan baruserta proses-proses psikologi yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru. 44 Ibid.,h. 52. 45 Ibid.,h. 53. d. Verifikasi Verification. Pada tahap ini, gagasan yang telah muncul dievaluasi secara kritis dan konvergen serta menghadapkannya kepada realitas. 46

C. Anak Tunarungu