Teori Pembangunan Desa KAJIAN PUSTAKA

23

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1. Teori Pembangunan Desa

Teori pembangunan desa ditujukan guna meningkatkan produktifitas dan potensi wilayah desa. Adapun teori pembangunan desa, Rondinelli 1985 yang memprioritaskan integrasi desa kota, sangat terkait dengan pelaksanaan program pembangunan perdesaan. lnteraksi desa kota mempunyai arti penting dalam pembangunan perdesaan. Interaksi yang intensif antara desa kota, diperkirakan akan berdampak positif terhadap peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat. Hal ini akan terjadi jika prasarana transportasi antara desa kota telah memadai. Salah satu program yang efektif dan telah diterapkan pada berbagai daerah pedesaan di Indonesia adalah Program P3DT. Program tersebut sebagai salah satu penjabaran dari program penanggulangan kemiskinan Inpres No 4 tahun 1993 yang memberikan dukungan dalam hal pengadaan prasarana jalan dan jembatan untuk desa. Secara spesifik sasaran kajian ini meliputi empat aspek yaitu: 1. aspek kemudahan masyarakat dalam melakukan pergerakan ke kota 2. pemasaran komoditas pertanian 3. memperoleh input produksi pertanian 4. memperoleh produk industri perkotaan. Dengan adanya prasarana jalan desa yang memadai, masyarakat menjadi lebih mudah dalam melakukan pergerakan, pemasaran produksi pertanian. memanfaatkan Universitas Sumatera Utara 24 input produksi pertanian dan memperoleh komoditas industri perkotaan. http:digilib.itb.ac.idgdl. Desa. Selain itu, Albret Waterson juga mengemukakan bahwa pendekatan Top Down dalam pembangunan wilayah desa tidak akan berhasil dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi masyarakat desa. Srategi yang hanya fokus terhadap unsur pertanian hanya akan menambah kekayaan bagi petani kaya yang mampu membeli input pertanian seperti : bibit unggul, pupuk, pestisida dan sebagainya. Hendaknya pemerintah sebagai pelaksana pembangunan mampu menciptakan kondisi yang harmonis antara program pembangunan dengan kehidupan masyarakat pedesaan. Adapun elemen penting untuk keberhasilan masyarakat desa antara lain : 1. produksi padat karya 2. penggunaan surplus tenaga kerja di luar musim pertanian untuk membangun infrastruktur kecil-kecilan 3. penggunaan tenaga kerja untuk industri hasil pertanian ringan 4. memproduksi barang – barang dasar untuk hasil pertanian 5. memproduksi barang konsumsi ringan yang bersumber dari bahan mentah lokal 6. berdikari dan mandiri 7. diselenggarakan dan diatur oleh pemerintah 8. pencapaian tujuan akhir yang mandiri sehingga tidak terjadi kesenjangan dengan desa lain dan wilayah perkotaan. Mansour, 2001: 68 Secara sosiologis pembangunan pada masyarakat desa memiliki kaitan yang erat dengan Teori Fungsionalisme Struktural oleh Robert. K. Merton. Teori ini Universitas Sumatera Utara 25 menekankan kepada keteraturan dan mengabaikan konflik dan perubahan–perubahan dalam masyarakat. Adapun yang menjadi konsep utamanya adalah : fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manifest dan keseimbangan. Masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian–bagian yang saling berkaitan dan menyatu dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada satu bagian masyarakat akan membawa perubahan juga terhadap bagian yang lain. Semua peristiwa dan semua struktur adalah fungsional terhadap masyarakat. Robert . K . Merton mengemukakan bahwa : 1. Fungsi adalah akibat – akibat yang dapat diamati yang menuju adaptasi atau penyesuaian dalam suatu sistem. 2. Disfungsi adalah akibat – akibat negatif yang muncul dalam penyesuaian suatu sistem. 3. Fungsi manifest adalah fungsi yang diharapkan. 4. Fungsi laten adalah fungsi yang tidak diharapkan. Suatu pranata tertentu dapat fungsional bagi suatu unit tertentu dan sebalikanya disfungsional terhadap unit sosial yang lain. Dalam hal ini pembangunan jalan yang dilaksanakan di Dusun Tanggiring, Desa Pegagan Julu VIII, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi merupakan suatu hal yang mengandung fungsi di dalamnya. Pembangunan jalan dilaksanakan guna meningkatkan produktifitas masyarakat desa sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik terhadap masyarakat baik dari segi sosial dan segi ekonomi. Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan jalan di dusun tersebut juga akan membawa dampak terhadap masyarakat. Dampak yang dimaksud dapat berupa Universitas Sumatera Utara 26 dampak positif dan dampak negatif. Pembangunan jalan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kehidupan masyarakat desa. Dari segi sosial masyarakat akan sangat terbantu dalam melaksanakan interaksi sosialnya, baik antar desa maupun wilayah lainnya sehingga setiap kegiatan yang menyangkut aktifitas sosial lainnya seperti kegiatan pesta dan yang lainnya dapat dilaksanakan masyarakat secara lebih efisien. Sedangkan dari segi ekonomi setiap aktifitas perdagangan hasil pertanian tentu dapat dilakukan dengan lebih cepat, efisien dan efektif. Hal ini sangat bermanfaat bagi masyarakat mengingat aktifitas perekonomian sangat penting dalam menunjang kehidupan masyarakat. Dari segi fungsi, maka hal tersebut termasuk ke dalam fungsi manifest yang diharapkan dari dilaksanakannya pembangunan prasarana jalan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam setiap pembangunan tentu akan membawa dampak – dampak yang tidak diharapkan fungsi laten. Pembangunan prasarana jalan di Desa Tanggiring, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi juga tanpa disadari telah membawa beberapa dampak yang tidak diharapkan. Akibat telah memadainya prasarana jalan di desa tersebut membuat semakin mudahnya pengaruh – pengaruh dari luar desa masuk ke dalam kehidupan masyarakat desa. Tentunya pengaruh–pengaruh tersebut telah menimbulkan berbagai perubahan pada masyarakat desa. Masyarakat cenderung lebih konsumtif akan barang–barang yang tergolong dalam jenis barang mewah seperti televisi, dvd, maupun radio tape. Sebagai akibatnya banyak masyarakat lebih memilih untuk menghabiskan waktu menonton televisi dan menonton film melalui dvd. Universitas Sumatera Utara 27 Sebelumnya masyarakat lebih mengutamakan untuk bekerja di sawah maupun di ladang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tentu hal itu berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat desa sekarang yang lebih cenderung santai dan tidak terlalu perduli dengan pekerjaannya di ladang maupun di sawah. Hal inilah yang merupakan fungsi laten yang tidak diharapkan dari pembangunan prasarana jalan di desa tersebut. Ritzer , 2002 : 21. Proses pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah harus mampu memberikan dampak yang positif dan bermanfaat terhadap masyarakat tanpa terkecuali dan juga tanpa adanya anggapan bahwa nilai tradisional khusunya seperti yang dimiliki masyarakat desa sebagai hambatan dalam pelaksanaan pembangunan. 2.2. Defenisi Konsep Konsep merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian, keadaan kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian Singarimbun,1989:33. Konsep sangat diperlukan dalam penelitian untuk menghindari timbulnya kekacauan masalah yang dapat mengaburkan penelitian. Adapun konsep penelitian ini adalah : 1. Dampak : akibat dan hasil dari suatu kegiatan dan aktifitas yang telah dilaksanakan. 2. Sosial : suatu jaringan yang terbentuk akibat adanya interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Universitas Sumatera Utara 28 3. Ekonomi : unsur yang di dalamnya terdapat istilah untung dan rugi akibat adanya interaksi jual dan beli yang dilakukan oleh masyarakat sebagai pelaku utama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 4. Pembangunan : pekerjaan dan aktifitas yang dilakukan dengan menjadikan suatu hal dari yang tidak ada menjadi ada dan dari yang tidak nyata menjadi nyata. 5. Prasarana : bentuk dari hasil kerja manusia yang digunakan untuk mempermudah dan memperlancar aktifitas manusia. 6. Jalan : sarana melakukan perpindahan, pergerakan dan pelaksanaan dari suatu kegiatan dan aktifitas untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 7. Masyarakat : kumpulan orang – orang yang saling berinteraksi, berkumpul dan saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lain. 8. Desa : wilayah pemerintahan yang memiliki skup lebih kecil di bawah tingkat kecamatan,dipimpin oleh seorang kepala desa dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. http:yayokoke.multiply.comjournalitem2Ekonomi_Desa. 9. Pemerintah : pihak yang berkewajiban mengatur, mengendalikan dan mewujudkan kesejahteraan pada masyarakat dalam suatu negara. 10. Tradisional : sederhana, asli, utuh dan jauh dari unsur modern dan terdapat pada setiap segi – segi kehidupan manusia. Universitas Sumatera Utara 29

2.3. Operasional Variabel

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3879 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1032 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 926 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 776 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1219 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 807 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1090 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1321 23