Dampak Relokasi Penduduk Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Dan Pengembangan Wilayah (Studi Kasus Desa Siti Ambia, Desa Teluk Ambun, Desa Takal Pasir Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil)

DAMPAK RELOKASI PENDUDUK TERHADAP SOSIAL EKONOMI
MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN WILAYAH
(STUDI KASUS DESA SITI AMBIA, DESA TELUK AMBUN, DESA TAKAL
PASIR KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL)

TESIS

Oleh
MUSA
077003021/PWD

S

C

N

PA

A

S

K O L A

H

E

A S A R JA

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

Universitas Sumatera Utara

DAMPAK RELOKASI PENDUDUK TERHADAP SOSIAL EKONOMI
MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN WILAYAH
(STUDI KASUS DESA SITI AMBIA, DESA TELUK AMBUN, DESA TAKAL
PASIR KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL)

TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Memperoleh Gelar Magíster Sains
dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan
Pedesaan (PWD) Pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara

Oleh

MUSA
077003021/PWD

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

Nama Mahasiswa
Nomor Pokok
Program Studi

: DAMPAK RELOKASI PENDUDUK TERHADAP
SOSIAL
EKONOMI
MASYARAKAT
DAN
PENGEMBANGAN WILAYAH (STUDI KASUS DESA
SITI AMBIA, DESA TELUK AMBUN, DESA TAKAL
PASIR KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH
SINGKIL)
: Musa
: 077003021
: Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan

Menyetujui
Komisi Pembimbing,

(Prof. Dr. lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE)
Ketua

Ketua Program Studi

(Prof. H.Bachtiar Hassan Miraza,SE)

(Dr. Ir. Tavi Supriana, MS)
Anggota

Direktur

(Prof.Dr.Ir.T.Chairun Nisa,B, M.Sc)

Tanggal lulus : 25 Agustus 2009

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada
Tanggal 25 Agustus 2009

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

:

Prof. Dr. lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE

Anggota

:

1. Dr. Ir. Tavi Supriana, MS
2. Drs. Rujiman, MA
3. Prof. Aldwin Surya, SE. M. Pd. Ph.D
4. Agus Suriadi, S.Sos, M. Si

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

MUSA. NIM. 077003021. Judul Penelitian “ Dampak Relokasi Penduduk terhadap
Sosial Ekonomi Masyarakat dan Pengembangan Wilayah (Studi Kasus Desa Siti
Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil)”.
Komisi Pembimbing Prof. Dr.lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE sebagai Ketua, Dr.Ir.Tavi
Supriana, MS dan Drs. Rujiman, MA sebagai anggota.
Bencana alam gempa bumi yang terjadi pada Tanggal 28 Maret 2005 di
Kabupaten Aceh Singkil telah mengakibatkan kerusakan perumahan, sarana dan
prasarana umum lainnya. Untuk mengatasi kerusakan perumahan yang terjadi di desa
Siti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun Kecamatan Singkil, pemerintah daerah
Aceh Singkil bersama LSM Caritas Swiss melakukan relokasi penduduk dengan
membangun 600 unit perumahan masyarakat. Kegiatan relokasi ini berupaya untuk
membangun kembali rumah-rumah masyarakat yang rusak akibat bencana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak sosial dan ekonomi
dari kegiatan relokasi. Hal lain yang ingin diketahui apakah relokasi penduduk ini
mendorong terjadinya pengembangan wilayah. Metode analisis yang digunakan
adalah analisis statistik uji-t dan analisis deskriptif yang meliputi tingkat keamanan,
partisipasi sosial, kebersihan lingkungan, kesempatan kerja dan pendapatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak relokasi penduduk secara sosial
telah meningkatkan kualitas keamanan didesa. Selain itu relokasi juga telah
meningkatkan partisipasi sosial masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial di desa.
Lingkungan perumahan yang baru juga telah menyebabkan kondisi kebersihan
lingkungan semakin membaik. Kesempatan kerja dan pekerjaan serta pendapatan
salah satu hal yang mempengaruhi seseorang untuk mau menetap di lokasi
perumahan yang baru. Relokasi penduduk yang dilakukan telah meningkatkan
peluang kerja dan pekerjaan bagi masyarakat yang direlokasi sehingga dengan
demikian pendapatan masyarakat juga semakin meningkat. Peningkatan sosial dan
ekonomi masyarakat tersebut telah mendorong terjadinya pengembangan wilayah.
Sarana dan prasarana fisik bertambah sehingga meninggkatkan akses masyarakat
untuk memperbaiki pelayanan publik. Meskipun demikian masih dirasa perlu untuk
melakukan program-program pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan masyarakat yang direlokasi.
Kata kunci : Relokasi penduduk, sosial ekonomi, pengembangan wilayah.

i
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

MUSA. NIM. 077003021. The tittel of Research “Population Relocation
Impact of Social Economic and Regional Development Community (Village
Case Study Siti Ambia, Takal Pasir and Teluk Ambun Singkil District Aceh Singkil).
The quide’s commission : Prof. Dr. lic. rer. reg. Sirojuzilam, SE as the Chairman, Dr.
Ir. Tavi Supriana, MS, and Drs. Rujiman, MA as a member.
Earthquake which occurred on March 28, 2005 in Aceh Singkil have caused
damage to housing, facilities and other public infrastructure. To overcome the
housing damage occurred in the village Siti Ambia, Takal Pasir and Teluk Ambun
Singkil District, Aceh Singkil local government with NGO Caritas Switzerland
relocating 600 residents by building public housing units. This relocation activity
seeks
to
rebuild
houses
damaged
community
disaster.
This study aims to find out how much the social and economic impact of
relocation activities. Another thing that wants to know whether the relocation of this
population led to the development of the region. Analysis methods used are statistical
analysis, t test and descriptive analysis which includes the level of security, social
participation, environmental sanitation, employment and income. The results showed
that the impact of population relocation has been socially in the village improve
security. In addition relocation has increased social participation in various social
activities in the village. The new neighborhood has also caused environmental
hygiene conditions improved. Work and employment opportunities and income of one
of the things that influence a person to want to settle in the new housing location.
Relocation of residents who do have improving employment opportunities and jobs
for people who relocated so that the people's income also increased. Increased social
and economic community has led to the development of the region. Physical
infrastructure that increase public access increased to improve public services. Yet
still felt necessary to conduct programs of community empowerment in order to
improve the welfare of the people,who,relocated.

Keywords: Relocate the population, socio-economic, regional development.

ii
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas izin dan limpahan rahmatNyalah penelitian yang berjudul “Dampak Relokasi Penduduk terhadap Sosial
Ekonomi Masyarakat dan Pengembangan Wilayah (Studi Kasus : Desa Siti Ambia,
Desa Takal Pasir, Desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil)
dapat diselesaikan. Penulisan tesis ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh
gelar Magister Sains (M.Si) pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Atas terselesaikannya penulisan tesis ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada
seluruh pihak yang turut memberikan bantuan dan dukungan, baik sewaktu penulis
mengikuti proses perkuliahan maupun pada saat penulis melakukan penelitian.
Ucapan terima kasih dan pengahargaan penulis sampaikan kepada yang terhormat :
1. Bapak Prof. H. Bachtiar Hassan Miraza, SE, selaku Ketua Program Studi
Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD).
2. Bapak Prof. Dr. lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE, selaku Ketua Komisi Pembimbing
yang telah banyak memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini;
3. Ibu Dr. Tavi Supriana, MS, selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah
banyak memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini;
4. Bapak Drs. Rujiman, MA, selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah
banyak memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini;
5. Ibu Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B. MSc, selaku Direktur Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara;
6. Bapak Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.d yang telah banyak memberikan arahan
dalam penulisan tesis ini;
7. Bapak Agus Suriadi, S.Sos, M.Si, yang telah banyak membantu dalam
memperbaiki tulisan tesis ini;
8. Seluruh civitas akademika Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara,
yang telah membantu penulis dalam proses administrasi maupun kelancaran

iii
Universitas Sumatera Utara

kegiatan akademik, termasuk juga seluruh teman-teman di jurusan PWD USU
yang telah banyak membantu memberikan masukan dan dorongan dalam
penulisan tesis ini;
9. Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil yang telah memberikan bantuan
secukupnya dan izin bagi penulis dalam menyelesaikan studi di PWD USU.
10. Kepada teman-teman di Bapedalda Aceh Singkil terima kasih atas bantuan dan
dorongannya;
11. Kepada teman-teman di Yayasan DaUN yang telah banyak membantu penulis
mulai dari awal kuliah sampai dengan menyesaikan studi ini.
12. Kepada teman-teman kost rebab 57 Medan, terimakasih atas bantuan dan
dukungannya;
13. Buat kedua orang tua saya, Ayahanda Muslim dan Ibunda Siti Rahmah, yang
selalu saja memberikan dukungan semangat dan do’a dalam perjalanan hidup
saya hingga menyelesaikan studi, begitu juga dengan Nenek dan Uwak beserta
saudara-saudaraku ; Jakfaruddin, S.Pd (Abang), Raudhatul Khairiyah, A.Ma.Pd
(kakak), Darwati, S.Pd (adik), Arliansyah (adik) dan Tarmizi Fogek (adik);
14. Teristimewa buat Syarifah Keumala Mutia, A.Md yang terus memberikan doa
dan dukungan untuk menyelesaikan studi ini;
15. Terakhir buat berbagai pihak yang tak mungkin saya sebutkan satu persatu, yang
telah memberikan dukungan baik langsung maupun tak langsung dalam
menyelesaikan studi Pascasarjana di Universitas Sumatera Utara.
Akhirnya dengan mengucapkan alhamdulillahirobbil’alamin, tesis ini
dipersembahkan bagi semua pihak yang membacanya, dengan harapan dapat
memberikan koreksi dan masukan yang bermanfaat untuk kesempurnaan tesis ini.
Medan, 25 Agustus 2009
Penulis,
Musa

iv
Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP
Musa dilahirkan di Sukamakmur pada tanggal 20 Nopember 1980, sebagai
anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Muslim dan Siti Rahmah.
Menyelesaikan pendidikan SD Negeri Sukamakmur Kecamatan Singkil lulus pada
tahun 1992, SMP Negeri 1 Singkil lulus tahun 1995, SMA Negeri 1 Singkil lulus
tahun 1998. Kemudian melanjutkan pendidikan sarjana yang ditempuh pada Sekolah
Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Banda Aceh dan lulus pada tahun 2003.
Pada tahun 2007 penulis berkesempatan melanjutkan pendidikan strata-2 (S2)
di Sekolah Pascasarjana Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan
Pedesaan (PWD) Konsentrasi Perencanaan Pembangunan Universitas Sumatera
Utara. Saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Badan Pengendalian
Dampak Lingkungan, Pertamanan dan Kebersihan Daerah Kabupaten Aceh Singkil
Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

v
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK ..................................................................................................... i
ABSTRACT ....................................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ................................................................................... iii
RIWAYAT HIDUP ....................................................................................... vi
DAFTAR ISI................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL .........................................................................................
DAFTAR GAMBAR

x

.................................................................................................. xi

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xii
BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................

1

1.1. Latar Belakang..........................................................................................

1

1.2. Perumusan Masalah..................................................................................

6

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian.................................................................

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................

7

2.1 Pembangunan Perumahan dan Ekonomi Masyarakat ................................

7

2.2 Perumahan atau Pemukiman ...................................................................... 12
2.3 Kebijakan Perumahan atau Pemukiman .................................................... 15
2.4 Pengembangan Wilayah ............................................................................ 19
2.5 Penelitian Terdahulu .................................................................................. 24
2.6 Kerangka Pemikiran .................................................................................. 25
2.7 Hipotesis..................................................................................................... 28

vi
Universitas Sumatera Utara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................... 29
3.1

Lokasi Penelitian .................................................................................... 29

3.2. Responden Penelitian ............................................................................. 29
3.3. Jenis dan Metode Pengumpulan Data..................................................... 30
3.4. Metode Analisis ..................................................................................... 31
3.5. Defenisi Operasional Variabel................................................................ 33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................... 34
4.1

Gambaran Umum Daerah Penelitian .................................................... 34

4.1.1. Deskripsi Kecamatan Singkil................................................................. 34
4.1.2. Deskripsi desa Siti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun.................... 35
4.2.

Deskripsi responden ............................................................................. 40

4.2.1. Umur Responden ................................................................................... 41
4.2.2. Karakteristik Pendidikan Responden ..................................................... 41
4.2.3. Jumlah Tanggungan Keluarga ............................................................... 42
4.3. Dampak Relokasi terhadap Aspek Sosial .............................................. 43
4.3.1. Keamanan............................................................................................... 44
4.3.2. Partisipasi Sosial .................................................................................... 47
4.3.3. Kebersihan Lingkungan ......................................................................... 51
4.4. Dampak Relokasi terhadap Aspek Ekonomi ............................................ 53
4.4.1. Peluang Kerja ......................................................................................... 53
4.4.2. Pendapatan Responden .......................................................................... 57
4.5. Relokasi Penduduk Mendorong terjadinya Pengembangan Wilayah ...... 62
4.5.1. Pengembangan Wilayah ditinjau dari Aspek Fisik ............................... 62
4.5.2. Pengembangan Wilayah ditinjau dari Aspek Pelayanan Publik .......... 65
4.5.3. Pengembangan Wilayah ditinjau dari Aspek Ekonomi ........................ 66
4.5.4. Pengembangan Wilayah ditinjau dari Aspek Kelembagaan ................. 66

vii
Universitas Sumatera Utara

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 69
5.1. Kesimpulan .............................................................................................. 69
5.2. Saran ......................................................................................................... 70
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 71

viii
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

1.1. Data kerusakan akibat gempa bumi tanggal 28 Maret 2005 di
Kabupaten Aceh Singkil ........................................................................

2

1.2. Keadaan sosial ekonomi desa Siti Ambia, Takal Pasir dan Teluk
Ambun sebelum dan sesudah Bencana gempa bumi Tanggal
28 Maret 2005 .......................................................................................

4

3.1. Jumlah jiwa, jumlah KK dan jumlah sampel .........................................

29

3.2. Matrik penelitian ....................................................................................

32

4.1

Luas desa sebelum dan sesudah relokasi (Ha) .......................................

37

4.2

Jumlah rumah tangga menurut jenis pekerjaan......................................

38

4.3

Karakteristik responden menurut umur..................................................

41

4.4

Karakteristik pendidikan responden.......................................................

42

4.5. Jumlah tanggungan keluarga.....................................................................

43

4.6

Tingkat keamanan sebelum dan sesudah relokasi..................................

45

4.7

Tingkat partisipasi sosial responden ......................................................

48

4.8

Jenis partisipasi sosial responden...........................................................

49

4.9 Kebersihan lingkungan perumahan masyarakat sebelum dan sesudah
relokasi ..................................................................................................

52

4.10 Dampak relokasi terhadap peluang kerja ................................................

55

4.11 Jenis pekerjaan responden sebelum dan sesudah relokasi ......................

56

4.12 Tingkat pendapatan nominal responden sebelum dan sesudah relokasi

58

4.13 Hasil analisis uji beda rata-rata pendapatan nominal responden ............

59

4.14 Hasil analisis uji beda rata-rata pendapatan real responden....................

61

4.15 Pembangunan sarana fisik di lokasi relokasi .........................................

64

ix
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor
2.1.

Judul

Halaman

Skema Kerangka berpikir....................................................................

27

x
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor
Judul
Halaman
1.
Kuisioner ................................................................................................
74
2.
3.
4.

Hasil analisis uji beda rata-rata tingkat keamanan sebelum dan sesudah
relokasi ...................................................................................................

79

Hasil analisis uji beda rata-rata tingkat partisipasi sosial sebelum dan
sesudah relokasi ...................................................................................

79

Hasil analisis uji beda rata-rata kesempatan kerja sebelum dan sesudah
relokasi...................................................................................................

80

Hasil analisis uji beda rata-rata tingkat pendapatan nominal responden
sebelum dan sesudah relokasi ................................................................

80

Hasil analisis uji beda rata-rata pendapatan real responden sebelum
dan sesudah relokasi...............................................................................

81

7.

Rekapitulasi tingkat pendapatan responden ...........................................

82

8.

Rekapitulasi data umur, jenis kelamin, jumlah tanggungan keluarga,
Pekerjaan dan pendidikan responden ....................................................

86

Dokumentasi Foto penelitian sedang melakukan wawancara dengan
masyarakat desa takal pasir ...................................................................

90

10. Keadaan Perumahan Siti Ambia Setelah Gempa ...................................

96

5.
6.

9.

xi
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

MUSA. NIM. 077003021. Judul Penelitian “ Dampak Relokasi Penduduk terhadap
Sosial Ekonomi Masyarakat dan Pengembangan Wilayah (Studi Kasus Desa Siti
Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil)”.
Komisi Pembimbing Prof. Dr.lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE sebagai Ketua, Dr.Ir.Tavi
Supriana, MS dan Drs. Rujiman, MA sebagai anggota.
Bencana alam gempa bumi yang terjadi pada Tanggal 28 Maret 2005 di
Kabupaten Aceh Singkil telah mengakibatkan kerusakan perumahan, sarana dan
prasarana umum lainnya. Untuk mengatasi kerusakan perumahan yang terjadi di desa
Siti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun Kecamatan Singkil, pemerintah daerah
Aceh Singkil bersama LSM Caritas Swiss melakukan relokasi penduduk dengan
membangun 600 unit perumahan masyarakat. Kegiatan relokasi ini berupaya untuk
membangun kembali rumah-rumah masyarakat yang rusak akibat bencana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak sosial dan ekonomi
dari kegiatan relokasi. Hal lain yang ingin diketahui apakah relokasi penduduk ini
mendorong terjadinya pengembangan wilayah. Metode analisis yang digunakan
adalah analisis statistik uji-t dan analisis deskriptif yang meliputi tingkat keamanan,
partisipasi sosial, kebersihan lingkungan, kesempatan kerja dan pendapatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak relokasi penduduk secara sosial
telah meningkatkan kualitas keamanan didesa. Selain itu relokasi juga telah
meningkatkan partisipasi sosial masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial di desa.
Lingkungan perumahan yang baru juga telah menyebabkan kondisi kebersihan
lingkungan semakin membaik. Kesempatan kerja dan pekerjaan serta pendapatan
salah satu hal yang mempengaruhi seseorang untuk mau menetap di lokasi
perumahan yang baru. Relokasi penduduk yang dilakukan telah meningkatkan
peluang kerja dan pekerjaan bagi masyarakat yang direlokasi sehingga dengan
demikian pendapatan masyarakat juga semakin meningkat. Peningkatan sosial dan
ekonomi masyarakat tersebut telah mendorong terjadinya pengembangan wilayah.
Sarana dan prasarana fisik bertambah sehingga meninggkatkan akses masyarakat
untuk memperbaiki pelayanan publik. Meskipun demikian masih dirasa perlu untuk
melakukan program-program pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan masyarakat yang direlokasi.
Kata kunci : Relokasi penduduk, sosial ekonomi, pengembangan wilayah.

i
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

MUSA. NIM. 077003021. The tittel of Research “Population Relocation
Impact of Social Economic and Regional Development Community (Village
Case Study Siti Ambia, Takal Pasir and Teluk Ambun Singkil District Aceh Singkil).
The quide’s commission : Prof. Dr. lic. rer. reg. Sirojuzilam, SE as the Chairman, Dr.
Ir. Tavi Supriana, MS, and Drs. Rujiman, MA as a member.
Earthquake which occurred on March 28, 2005 in Aceh Singkil have caused
damage to housing, facilities and other public infrastructure. To overcome the
housing damage occurred in the village Siti Ambia, Takal Pasir and Teluk Ambun
Singkil District, Aceh Singkil local government with NGO Caritas Switzerland
relocating 600 residents by building public housing units. This relocation activity
seeks
to
rebuild
houses
damaged
community
disaster.
This study aims to find out how much the social and economic impact of
relocation activities. Another thing that wants to know whether the relocation of this
population led to the development of the region. Analysis methods used are statistical
analysis, t test and descriptive analysis which includes the level of security, social
participation, environmental sanitation, employment and income. The results showed
that the impact of population relocation has been socially in the village improve
security. In addition relocation has increased social participation in various social
activities in the village. The new neighborhood has also caused environmental
hygiene conditions improved. Work and employment opportunities and income of one
of the things that influence a person to want to settle in the new housing location.
Relocation of residents who do have improving employment opportunities and jobs
for people who relocated so that the people's income also increased. Increased social
and economic community has led to the development of the region. Physical
infrastructure that increase public access increased to improve public services. Yet
still felt necessary to conduct programs of community empowerment in order to
improve the welfare of the people,who,relocated.

Keywords: Relocate the population, socio-economic, regional development.

ii
Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bencana gempa bumi yang berkekuatan 8,9 skala Richter yang diikuti
gelombang tsunami yang melanda sebagian besar kawasan pesisir Aceh dan Nias
pada hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 telah menelan korban jiwa maupun
harta dalam jumlah yang sangat besar. Akibat dari bencana tersebut, kehidupan
masyarakat di wilayah terkena bencana mengalami kelumpuhan hampir di seluruh
bidang. Pasca bencana tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 yang lalu,
tiga bulan kemudian disusul lagi dengan gempa bumi dahsyat yang berkekuatan 8,2
skala Ritcher yang terjadi pada tanggal 28 Maret 2005 yang melanda Nias Sumatera
Utara dan sebagian wilayah Aceh salah satunya melanda Kabupaten Aceh Singkil.
Bencana gempa bumi 28 Maret 2005 tersebut mengakibatkan

kerusakan

cukup besar di Kabupaten Aceh Singkil. Laporan dari salah satu Lembaga Swadaya
Masyarakat(LSM) Internasional yaitu International Organization Migration (IOM),
menyebutkan bahwa akibat bencana alam gempa bumi yang terjadi pada Tanggal 28
Maret 2005 di Kabupaten Aceh Singkil yang lalu telah mengakibatkan berbagai
kerusakan di antaranya adalah, kerusakan rumah masyarakat sebanyak 1.895 unit,
fasilitas kesehatan berupa Puskesmas sebanyak 3 unit, sekolah-sekolah sebanyak 29
unit, sarana ibadah sebanyak 77 unit, kantor-kantor Pemerintahan seperti Kantor
Bupati, Kantor Kepolisian Aceh Singkil, beberapa dinas, kantor DPRK dan kantor

Universitas Sumatera Utara

kepala desa sebanyak 8 unit. Selain itu sarana lainnya seperti jalan kota juga
mengalami kerusakan parah yaitu sepanjang 5.430 meter, pelabuhan sebanyak 3 unit,
kerusakan drainase sepanjang 3.735 meter, dan fasilitas pasar sebanyak 3 unit.
Tabel 1.1. Data Kerusakan Akibat Gempa Bumi Tanggal 28 Maret 2005 di
Kabupaten Aceh Singkil
No.
Sarana/Prasarana
1.
Rumah
2.
Sekolah-sekolah
3.
Puskesmas
4.
Sarana Ibadah
5.
Kantor Bupati Aceh Singkil
6.
Kantor Kepolisian Aceh Singkil
7.
Kantor Dinas-dinas
8.
Kantor DPRK
9.
Pelabuhan
10.
Jalan kota
11.
Drainase
12.
Pasar Tradisional
Sumber : Data IOM, 2006.

Jumlah
1.895 unit
29 unit
3 unit
77 unit
1 unit
1 unit
5 unit
1 unit
3 unit
5.430 M
3.735 M
3 unit

Bencana alam gempa bumi tahun 2005 yang terjadi di Kabupaten Aceh
Singkil telah merusak beberapa desa pesisir dan pinggiran sungai, bahkan terjadi
penurunan permukaan tanah desa sehingga banyak wilayah-wilayah yang terkena
bencana tersebut selalu digenangi air. Tempat-tempat yang mengalami bencana
tersebut yaitu Kecamatan Pulau Banyak yang meliputi 6 desa, Kecamatan Singkil
sebanyak 7 desa, Kecamatan Kuala Baru sebanyak 4 desa, dan Kecamatan Runding
sebanyak 4 desa. (BRR NAD - Nias, 2006).
Sektor ekonomi adalah termasuk sektor yang paling parah dihantam oleh
gempa bumi 28 Maret 2005. Imbas kerusakan itu terlihat pada bidang perindustrian

Universitas Sumatera Utara

dan perdagangan, usaha kecil dan menengah, pertanian dan kehutanan, perikanan dan
kelautan serta ketenagakerjaan. Perekonomian masyarakat lumpuh dan butuh waktu
yang cukup lama untuk memulihkannya dan menjadikannya seperti semula. Program
pemulihan sosial ekonomi pasca bencana menjadi penting untuk dilakukan dalam
rangka memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Untuk membangun kembali wilayah Aceh yang hancur, telah diupayakan
pemulihan dan rekonstruksi pasca bencana oleh masyarakat, Pemerintah Daerah,
Pemerintah (pusat), Pemerintah dari berbagai negara dan lembaga-lembaga
Internasional. Setelah menyelesaikan tahap tanggap darurat, saat ini sedang
dilaksanakan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang diperkirakan akan dapat
dituntaskan pada tahun 2009.
Rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di wilayah Aceh terus dilakukan
oleh pemerintah dengan berbagai lembaga donor dan lembaga swadaya masyarakat
(LSM) Nasional dan Internasional yang bermuara pada dua hal, pertama,
pembangunan fisik sarana dan prasarana berupa pembangunan perumahan,
lingkungan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Kedua, pembangunan masyarakat
atau yang biasa disebut dengan pemulihan komunitas (Re-Kompak, 2005).
Sebetulnya ada hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dari proses
rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh yakni aspek sosiologis dari relokasi atau
perpindahan penduduk. Kita menyadari bersama bahwa perpindahan penduduk dalam
pengertian individual maupun kolektif bukanlah gejala sosial yang sederhana namun
juga menyangkut perubahan sosial sistem sosial masyarakat yang kompleks.

Universitas Sumatera Utara

Perubahan sosial akan dihadapi oleh masyarakat yang terkena rencana relokasi
maupun daerah yang menjadi tujuan relokasi.
Tabel 1.2. Keadaan Sosial Ekonomi desa Siti Ambia, Takal Pasir dan Teluk
Ambun sebelum dan sesudah Bencana Gempa Bumi Tanggal 28
Maret 2005
Aspek/
Keadaan
Sosial

Sarana

Sebelum

Sarana Pendidikan
- TK
1 unit/baik
- SD
2 unit/ baik
Sarana Kesehatan
- Pustu
3 unit/baik
- Balai Pengobatan
Keamanan
- Siskamling/pos jaga
3 unit/baik
Sarana Ibadah
- Mesjid
3 unit /baik
- Musholla/ Langgar
3 unit/baik
Ekonomi
Fasilitas Ekonomi
- Pasar Tradisional
1 unit/baik
- Industri Rumah Tangga
- Koperasi Desa
- Kedai/ warung
43 unit/baik
- Angkutan
Sumber : Data Kecamatan Singkil, diolah Tahun 2005.

Setelah
Rusak
Rusak
Rusak
Rusak
Rusak
Rusak
Rusak
30 rusak
-

Dalam upaya penanganan korban bencana gempa bumi 28 Maret 2005,
Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil melakukan relokasi masyarakat
diantaranya adalah relokasi masyarakat desa Siti Ambia, desa Teluk Ambun dan desa
Takal Pasir Kecamatan Singkil. Program relokasi penduduk tersebut di lakukan oleh
Pemerintah Daerah Aceh Singkil bekerja sama dengan Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) Internasional Caritas Swiss, sebagaimana yang tertuang dalam

Universitas Sumatera Utara

perjanjian kerjasama yang ditanda tangani oleh Pemerintah Daerah dan Caritas Swiss
pada Tanggal 9 Maret 2006. Dalam perjanjian kerjasama tersebut Caritas Swiss
berkomitmen akan membangun perumahan baru bagi masyarakat desa Siti Ambia,
desa Takal Pasir dan desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil
yang terkena bencana gempa bumi 28 Maret 2005.
Relokasi penduduk ini dilakukan selain dapat mengatasi persoalan perumahan
yang rusak akibat bencana, juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat pasca bencana. Oleh sebab itu, dari kegiatan relokasi penduduk tersebut,
maka perlu dilakukan kajian dan penelitian tentang dampak dari kegiatan relokasi
penduduk terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di desa Siti Ambia, desa Takal
Pasir dan desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil dan
pengaruhnya terhadap pengembangan wilayah.

1.2

Perumusan Masalah
Secara lebih khusus persoalan pokok yang hendak diteliti atau diungkapkan

pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
Bagaimana dampak relokasi penduduk baik secara sosial maupun ekonomi terhadap
penduduk bersangkutan. Dampak sosial meliputi tingkat keamanan, partisipasi sosial
dan kebersihan lingkungan perumahan masyarakat. Sedangkan dampak ekonomi
meliputi pengaruh terhadap pekerjaan, dan pendapatan penduduk yang direlokasi.
Apakah kegiatan relokasi penduduk tersebut berpengaruh terhadap pengembangan
wilayah.

Universitas Sumatera Utara

1.3

Tujuan dan Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai bahan

masukan bagi kebijakan pembangunan Kabupaten Aceh Singkil umumnya dan
khususnya yang bersangkutan dengan rencana relokasi penduduk desa lainnya
kedepan. Berdasarkan uraian pada latar belakang dan juga perumusan permasalahan
tersebut di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah sebagai
berikut :
a. Untuk mengetahui dan menganalisis dampak relokasi penduduk baik secara sosial
maupun ekonomi sebagaimana dijelaskan di atas.
b. Untuk mengetahui dan mengkaji apakah pelaksanaan kegiatan relokasi penduduk
di atas mampu mendorong pengembangan ekonomi wilayah.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pembangunan Perumahan dan Ekonomi Masyarakat
Pembangunan nasional bertujuan untuk menciptakan manusia Indonesia
seutuhnya. Konsep ini merujuk pada manusia yang sejahtera dengan kualitas hidup
yang tinggi, memiliki hubungan yang harmonis dengan lingkungan, baik lingkungan
alam, sosial serta memiliki hubungan yang harmonis dengan Penciptanya. Dengan
demikian penduduk merupakan titik sentral dari pembangunan nasional. Dalam hal
ini, penduduk dipandang sebagai subjek yang akan mempengaruhi tingkat
pertumbuhan ekonomi, kondisi lingkungan hidup serta pembangunan yang
berkelanjutan (Prijono, 1997).
Indonesia

menganut

pola

pembangunan

berkelanjutan

(sustainable

development). Batasan pengertian tentang pembangunan berkelanjutan telah
dikemukakan dengan jelas oleh Brundtland yang menyebutkan bahwa pembangunan
berkelanjutan adalah pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan masa kini
tanpa mengabaikan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan
mereka (Budihardjo dalam Prasetijo, 2005).
Dalam perkembangan konsep selanjutnya, pembangunan berkelanjutan
dielaborasi oleh Stren, While, serta Whitney sebagai suatu interaksi antara tiga sistem
yaitu sistem biologis dan sumber daya, sistem ekonomi, dan sistem sosial. Memang
dengan

kelengkapan

konsep

berkelanjutan

dalam

trilogi

ekologi-

Universitas Sumatera Utara

ekonomi-sosial tersebut menjadi semakin menyulitkan pelaksanaannya, namun jelas
lebih bermakna khususnya di negara berkembang.
Masyarakat yang berada di wilayah tertinggal pada umumnya masih belum
banyak tersentuh oleh program-program pembangunan sehingga akses terhadap
pelayanan sosial, ekonomi dan politik masih sangat terbatas serta terisolir dari
wilayah dan sekitarnya. Oleh karena itu, kesejahteraan kelompok masyarakat yang
hidup diwilayah tertinggal memerlukan perhatian dan keberpihakan pembangunan
yang besar dari Pemerintah.
Pada umumnya pembangunan ekonomi ditempatkan sebagai pusat penggerak
pembangunan bangsa dan masyarakat dalam arti luas. Pertumbuhan ekonomi saja
tidak dengan sendirinya menjamin perbaikan mutu kehidupan dan keadilan. Harus
ada keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial budaya.
Pembangunan sosial budaya bertujuan menciptakan perubahan-perubahan yang
meningkatkan mutu kehidupan. Hal ini ada hubungan serta pertaliannya dengan
penyebaran yang lebih merata dari pendapatan dan kekayaan serta desempatankesempatan dalam turut menikmati hasil pembangunan, sebagai wujud nyata dari
pada pelaksanaan azas keadilan sosial (Rahardjo, 2005).
Pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan
pendapatan perkápita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang.
Dari definisi ini mengandung tiga unsur yaitu, (1) pembangunan ekonomi sebagai
suatu proses berarti perubahan yang terus menerus yang di dalamnya telah
mengandung unsur-unsur kekuatan sendiri untuk investasi baru; (2) usaha

Universitas Sumatera Utara

meningkatkan pendapatan perkapita; (3) kenaikan pendapatan perkapita harus
berlangsung dalam jangka waktu panjang. Pada umumnya pembangunan selalu
dibarengi dengan pertumbuhan, tetapi pertumbuhan Belum tentu disertai dengan
pembangunan (Suryana, 2000).
Penyelenggaraan pembangunan selama tiga dasawarsa lebih periode orde baru
sangat di dominasi oleh orientasi kebijakan pertumbuhan dan stabilitas. Meskipun
dalam trilogi pembangunan unsur yang ketiga adalah pemerataan, dimana semenjak
Pelita III hinggá Pelita IV merupakan prioritas pertama dalam kerangka strategi dasar
dan landasan pembangunan, akan tetapi dilihat dari sudut realisasinya, maka y`ang
terakhir ini ternyata masih jauh dari yang diharapkan. Meskipun data-data Statistik
menunjukkan perbaikan seperti angka kemiskinan dan juga gini ratio pada masa
sebelum terjadinya krisis multidimensi 1997 lalu, namun demikian tidak dapat
dipungkiri disisi lain tingkat kesenjangan makin kelihatan nyata dalam berbagai
aspek pembangunan sebagaimana dikutip dalam Demi, 2002.
Swasono (2000), menegaskan bahwa selama tiga dekade yang lalu kita tidak
mampu merencanakan pembangunan daerah yang dapat mengatasi ketimpangan
pembangunan. Malah sebaliknya perencanaan pembangunan nasional, sengaja atau
tidak telah menumbuhkan kesenjangan regional. Model pembangunan nasional yang
kita adopsi telah terpaku pada besaran-besaran makro nasional. Kita lupa bahwa
Indonesia adalah negara kepulauan yang unik, penuh pluralitas dan local specifics,
masing-masing dengan tantangan multi-dimensionalnya sendiri-sendiri.

Universitas Sumatera Utara

Konsepsi sebuah pembangunan yang merekomendasikan agar pembangunan
dilaksanakan dengan memanfaatkan ketersediaan sumber daya lokal dengan mengacu
kepada karakteristik yang spesifik yang dimiliki akan menciptakan sebuah
kemandirian lokal. Pembangunan seyogyanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas
tatanan yang indikator utamanya adalah terjaganya keadilan berpartisipasi bagi semua
componen (Mappadjantji, 2005).
Rodinelli dalam Sirojuzilam (2008), menyatakan bahwa kebijaksanaan
pemerintah ditujukan untuk mengubah cara berpikir, selalu memikirkan perlunya
investasi pembangunan. Dengan adanya pembangunan akan terjadilah peningkatan
nilai-nilai budaya bangsa, yaitu terciptanya taraf hidup yang lebih baik, saling harga
menghargai sesamanya, serta terhindar dari tindakan sewenang-wenang.
Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan, maka perlu dipikirkan
komponen-komponen pembangunan yang terdiri atas sumber daya alam, sumber daya
manusia, modal dan teknologi. Pembangunan khususnya dalam bidang ekonomi
ditempatkan pada urutan pertama dari seluruh aktivitas pembangunan. Dalam rangka
pembangunan ekonomi sekaligus terkait usa-usaha pemerataan kembali hasil-hasil
pembangunan yang merata keseluruh daerah, maupun berupa peningkatan pendapatan
masyarakat secara bertahap diusahakan mengurangi kemiskinan dan keterbelakangan
(Sirojuzilam, 2008).

Universitas Sumatera Utara

Pembangunan dan perbaikan perumahan merupakan upaya peningkatan
kembali kondisi dan fungsí kawasan pemukiman, sebagai akibat penurunan
produktiftas dan pemanfaatannya, perkembangan kondisi perumahan yang tidak
mengikuti norma-norma planologis maupun norma kesehatan lingkungan, dengan
tetap memperhatikan fungsi zona serta bangunannya. Melalui upaya ini diharapkan
terjadinya

peningkatan

kualitas

kehidupan

masyarakat

pemukiman

yang

bersangkutan, agar tercipta lingkungan yang lebih layak, sehat, aman, serasi dan
teratur, sesuai dengan rencana tata ruang, demi meningkatkan harkat derajat dan
martabat serta kesejahteraannya melalui partisipasi dan kemandirian masyarakat.
Norma-norma planologis antara lain jarak bangunan, perbandingan luas rumah
dengan luas lahan, sistem drainase, sistem struktur konstruksi dan sebagainya.
Sedangkan norma kesehatan antara lain intensitas sinar matahari yang masuk
kedalam rumah, sirkulasi udara, jarak jamban (WC) dan sumber air dan sebagainya
(Mekaryani dalam Nasution, 2002).
Perbaikan perumahan dan pemukiman dapat dilakukan dengan pendekatan
penataan kembali kondisi lingkungan pemukiman lingkungan yang telah mengalami
degradasi atau kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam. Strategi dan sasaran
program pembangunan kembali perumahan selain menekankan pentingnya aspek
pembangunan fisik juga mengutamakan aspek sosial ekonomi yang keseluruhan
tercakup pada model Tribina, yaitu :

Universitas Sumatera Utara

Bina Manusia, yakni meningkatkan kondisi kemampuan masyarakat untuk
mengelola dan memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya melalui penyediaan
pendidikan, perbaikan kesehatan dan gizi, peningkatan kesejahteraan keluarga,
pengembangan ketrampilan dan sebagainya.
Bina Usaha, yakni meningkatkan potensi ekonomi masyarakat untuk menunjang
kemampuan swadaya dalam usaha perbaikan tingkat ekonomi dan pendapatan.
Bina fisik, yaitu peningkatan kondisi fisik lingkungan masyarakat dengan memenuhi
sarana dan prasarana sebagai dasar peningkatan mobilitas dan kesadaran masyarakat.

2.2.

Perumahan atau Pemukiman
Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia, dan

masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan
nasional dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
memperhatikan tantangan perkembangan global. Dalam pelaksanaannya mengacu
pada kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan
bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, dan kukuh kekuatan
moral dan etikanya (Budihardjo dalam Alvi, 2003).
Selanjutnya

Alvi

(2003),

menyatakan

bahwa

konsep

pembangunan

berkelanjutan diletakkan sebagai dasar kebijaksanaan. Kesejahteraan rakyat ditandai
dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat serta memberi
perhatian utama pada terpenuhinya kebutuhan dasar yaitu pangan, sandang, papan,
kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja. Penyediaan kebutuhan pokok terutama

Universitas Sumatera Utara

perumahan dan pangan rakyat serta fasilitas publik yang memadai didasarkan prinsip
persaingan sehat dan pertumbuhan ekonomi, nilai-nilai keadilan, kepentingan sosial,
kualitas hidup, pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Perumahan atau pemukiman memiliki arti yang sangat strategis dan juga
Sangat penting dalam kehidupan setiap masyarakat. Dalam konteks yang luas, pada
hakekatnya masalah perumahan tidak dapat dilepaskan dan bahkan merupakan bagian
integral dari masalah sosial, ekonomi, dan kebudayaan bangsa serta pemukiman
nasional dalam arti luas. Ini mengingat bahwa perumahan merupakan bagian dari
kebutuhan dasar (basic need), yang mesti dipenuhi oleh setiap orang untuk
mempertahankan eksistensinya.
Dalam kaitan antara jenjang kebutuhan manusia dengan rumah, Newmark
dalam Sumiarto (1993), sebagaimana dikutip oleh Helmi (2001), menerangkan bahwa
ada hubungan yang bersifat kualitatif antara rumah dan manusianya. Rumah yang
merupakan kebutuhan dasar manusia, perwujudan bervariasi menurut siapa
penghuninya, yang dengan mengikuti teori jenjang kebutuhan (hierarkhi of needs)
oleh Maslow, merupakan pengejawantahan dari hal-hal berikut, yaitu kebutuhan
fisiologi (physiologis needs), kebutuhan akan rasa aman (security and safety needs),
kebutuhan akan hubungan sosial (social needs), kebutuhan penghargaan terhadap diri
(self-esteem or ego needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization
needs).
Bahkan lebih dari itu, perumahan atau pemukiman juga merupakan
manifestasi dari kebutuhan dan kejiwaan serta keyakinan. Hal ini selaras dengan

Universitas Sumatera Utara

pandangan Mangunwijaya (1984) yang dikutip dalam Nasution (2002), menyatakan
bahwa ada sesuatu yang transendens, yang mengatasi alam belaka, yang merupakan
dorongan dasar manusia dalam menciptakan wujud dan rupa bangunan-bangunan
pemukimannya

serta

penataan

lingkungannya.

Dorongan

mana,

selalu

mengungkapkan sesuatu yang tidak hanya teknis atau ekonomis atau alamiah belaka,
akan tetapi datang dari suatu dambaan dasar mengenai kesempatan yang teratur, yang
ada hukum pastinya , artinya garansi stabilitas kehidupan dalam diri pribadi maupun
masyarakat.
Rumah mempunyai dua pengertian, yaitu sebagai kata benda dan sebagai kata
kerja. Sebagai kata benda rumah (housing) menggambarkan suatu komoditi atau
produk, sedangkan sebagai kata kerja, rumah menggambarkan suatu proses aktifivitas
manusia yang terjadi dalam Penghunian tersebut. Ada tiga fungsi rumah di samping
fungsi umumnya, yaitu :
a. Sebagai identitas keluarga yang berkaitan dengan pekerjaan (quality of shelter
provided by houshing).
b. Menunjang kesempatan keluarga, yang berkaitan dengan pekerjaan (economic
base resources).
c. Pemberi rasa aman yang berkaitan dengan jaminan terhadap rasa aman keluarga.
Ada dua sistem pembangunan perumahan yaitu, sistem pembangunan formal
dan sistem pembangunan non formal. Sistem pembangunan formal merupakan sistem
pembangunan perumahan yang perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaannya
dilakukan oleh pemerintah atau swasta, dan biasanya sudah menggunakan standart

Universitas Sumatera Utara

baku, dan berorientasi keuntungan (Turner, 1976 dalam Anonimus, 2001 dikutip
dalam Nurman 2002). Sedangkan sistem pembangunan non formal merupakan sistem
pembangunan perumahan yang perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaannya
dilakukan sendiri oleh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau
bersama-sama. Biasanya sistem ini tidak menggunakan standart baku (Selling, 1978
dalam Anonimus, 2001 dikutip dalam Nurman, 2002).

2.3. Kebijakan Perumahan dan Pemukiman
Alvi (2003), menyatakan bahwa pembangunan perumahan atau pemukiman
mulai saat ini dan masa yang akan datang sudah saatnya berpegang pada kaídahkaidah lapangan kerja, keseimbangan lingkungan hidup, pemerataan dan keadilan,
peran serta masyarakat, dan energi yang lebih bersifat holistik dan skala global.
Perumahan dan pemukiman dibangun dengan konsep pembangunan berkelanjutan,
dan dilakukan dengan rasa optimis, sebab saat ini mulai tumbuh kesadaran akan
keseimbangan lingkungan, kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah dan
swasta, serta pelibatan ilmuwan profesional dalam perencanaan pembangunan
perumahan dan pemukiman.
Kebijakan perumahan positif yang digunakan atau secara umum diketahui
dalam studi pemukiman/ perumahan tidak dapat dipertentangkan dengan pemakaian
istilah negatif, karena dalam pemakaian istilah yang berkaitan dengan kebijakan
pemenuhan pemukiman atau perumahan tidak dikenal istilah negatif housing policies.
Yang dimaksudkan dengan pemakaian istilah positif dalam hal ini adalah adanya usa

Universitas Sumatera Utara

nyata yang diambil oleh pemerintah dalam upayanya untuk memecahkan pemenuhan
kebutuhan akan perumahan, sedangkan kebijakan pemerintah yang bertentangan
dengan apa yang disebut sebagai positive housing policies dikenal sebagai laissez
faire policies. Kebijakan positif dapat dikelompokkan menjadi tiga macam kebijakan
(Hadi, 2006) yaitu :
a. Kebijakan reaksioner (reactionary policies), kebijakan ini merupakan suatu
tindakan yang diambil oleh pemerintah berkaitan dengan maraknya slums dan
squatter settlements. Oleh pemerintah tertentu, keberadaan permukiman kumuh
dan pemukiman liar dianggap sebagai sesuatu yang menampilkan citra jelek
terhadap kota, sehingga perla diambil tindakan untuk menanggulangi terciptanya
permukiman kumuh maupun pemukimsn liar. Ada dua macam kebijakan yang
termasuk dalam kebijakan ini, yaitu pertama, kebijakan preventif atau pencegahan
(preventive policies) dan kebijakan pemulihan (remidial/curative policies).
a.1.

Kebijakan preventif, kebijakan ini diterapkan khususnya yang berkaitan
dengan pengaliran penduduk dari luar kota, dalam bentuk pembatasanpembatasan tertentu, seperti persyaratan telah mempunyai pekerjaan tetap
di kota, telah mempunyai tempat tinggal dikota dan telah mempunyai kartu
tanda penduduk di kota. Apabila seseorang tidak dapat membuktikan
persyaratan tersebut maka dia akan dipulangkan ke daerah asal.

a.2. Kebijakan pemulihan, kebijakan ini diterapkan bagi kawasan pemukiman
yang sebelumnya dihuni oleh pemukiman kumuh (slums) dan pemukiman

Universitas Sumatera Utara

liar (squatter settlements) sehingga perla dipulihkan kembali untuk dilata
menjadi kawasan pemukiman yang lebih baik.
b. Kebijakan asing (alien policies), pengertian asing yang dimaksudkan dalam
ungkapan ini mengacu pada sesuatu yang didalam wilayah yang bersangkutan
tidak atau belum pernah dilaksanakan, sehingga upaya untuk meniru sesuatu dari
tempat lain dianggap sesuatu yang asing. Namum demikian kata asing dalam hal
ini lebih tepat dimaknai sebagai sesuatu yang berasal dari negara barat, karena
memang demikian semua bentuk kebijakan yang termasuk dalam kategori ini
semuanya berasal dari negara barat. Kebijakan perumahan yang biasa mengacu
pada kebijakan negara barat pada umumnya berupa pembangunan kompleks
perumahan skala besar (large scale public housing). Kebijakan ini memiliki tiga
macam variasi yaitu ;
b.1. Pembangunan

blok-blok rumah susun (high rise blocks), kegiatan

pembangunan perumahan ini dilakukan dalam skala yang besar dan
membutuhkan lahan cukup luas, maka persoalan yang sulit dipecahkan
adalah ketersediaan sarana yang mendukung kebijakan ini, apalagi apabila
lokasi perumahannya berada di bagian dalam kota. Biasanya masalah yang
sering dihadapi adalah untuk memiliki lahan yang luas dan betul-betul
dikuasai oleh pemerintah sangat sedikit sehingga bentuk bangunan
perumahan di buat blok-blok rumah susun.
b.2. Pembangunan kota baru (New Town Development), ide awal dari konsep
pembangunan kota baru berasal dari Inggris yang muncul karena adanya

Universitas Sumatera Utara

pemadatan yang luar biasa terjadi dikota-kota besar, sehingga dipilihlah
kebijakan ini dalam rangka untuk mengurangi beban tekanan terhadap lahan
dan beban berat untuk memenuhi kebutuhan penghuni yang semakin
bertambah. Pengembangan kota-kota baru dilaksanakan dengan cara
meningkatkan peranan kota-kota kecil yang sudah ada di sekitar kota besar
atau menciptakan sesuatu konsentrasi kegiatan yang baru sama sekali. Ide
awalnya

adalah

disamping

bertujuan

untuk

mengalihkan

trend

perkembangan yang semula hanya tertuju ke kota-kota besar yang sudah ada,
juga dimaksudkan untuk mengangkat kota-kota baru tersebut sebagai
katalisator perkembangan ekonomi baru yang mampu mempengaruhi
wilayah disekitarnya menjadi semakin berkembang.
b.3. Peremajaan kota (Urban Renewal), pada umumnya kebijakan ini ditujukan
untuk mengubah citra daerah-daerah yang dianggap kumuh menjadi daerahdaerah yang tidak kumuh lagi. Penggusuran daerah kumuh dan konsep
peremajaa

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3879 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1032 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 926 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 776 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1219 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 807 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1089 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1321 23