Peran Bidan dalam Meningkatkan IMD dan Pemberian ASI Eksklusif

f Memanfaatkan hasil investigasi untuk meningkatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan

3. Peran Bidan dalam Meningkatkan IMD dan Pemberian ASI Eksklusif

Berhasil atau tidaknya penyusuan dini di tempat pelayanan ibu bersalin, rumah sakit sangat tergantung pada petugas kesehatan yaitu perawat, bidan atau dokter karena merekalah yang pertama- tama akan membantu ibu bersalin melakukan Inisiasi Menyusu Dini 84 . Petugas kesehatan di kamar bersalin harus memahami tatalaksana IMD dan laktasi yang baik dan benar, petugas kesehatan tersebut diharapkan selalu mempunyai sikap yang positif terhadap IMD dan ASI Eksklusif. Mereka diharapkan dapat memahami, menghayati dan mau melaksanakannya. Betapa pun sempitnya waktu yang dipunyai oleh petugas kesehatan tersebut, diharapkan masih dapat meluangkan waktu. untuk memotivasi dan membantu ibu habis bersalin untuk melaksanakan IMD dan ASI Eksklusif 79,78 . Kesiapan petugas kesehatan termasuk bidan dalam program laktasi merupakan kunci keberhasilan 79,78 . Peranan bidan dalam menyukseskan IMD dan ASI Eksklusif tidak lepas dari wewenang bidan dalam memberikan pelayanan pada ibu dan anak sebagaimana tercantum dalam Kepmenkes no 900MenkesSK2002 Bab V Pasal 18 yaitu meningkatkan pemeliharaan dan penggunaan air susu ibu. Disamping itu dengan menginformasikan ASI pda setiap wanita hamil serta membantu ibu memulai pemberian ASI pada satu jam pertama setelah lahir 100,101 . Guna mendukung keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif, WHO merekomendasikan kepada seluruh tenaga kesehatan agar melakukan 7 kontak ASI atau 7 pertemuan ASI dalam upaya sosialisasi program dan setiap kali melakukan pelayanan kesehatan ibu dan anak yaitu: a. Pada saat Ante Natal Care ANC pertama kunjungan pertama K1 di Klinik Kesehatan Ibu dan Anak. b. Pada saat Ante Natal Care ANC kedua kunjungan kedua di Klinik Kesehatan Ibu dan Anak. c. Melakukan Inisiasi Menyusu Dini IMD oleh bidandokter penolong persalinan di kamar bersalin atau kamar operasi. d. Sosialisasi ASI di ruang perawatan pada hari ke 1-2. e. Sosialisasi ASI pada saat kontrol pertama hari ke 7. f. Sosialisasi ASI pada saat kontrol kedua hari ke 36. g. Sosialisasi ASI pada saat imunisasi.

4. Pendidikan dan Pelatihan Bidan Dalam upaya meningkatkan IMD dan Pemberian ASI Eksklusif.