Pengaruh Pemeriksaan Intern terhadap Efektivitas Pengendalian Pemberian Kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Mitradana Madani Medan

PENGARUH PEMERIKSAAN INTERN TERHADAP EFEKTIVITAS
PENGENDALIAN PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK
PERKREDITAN RAKYAT MITRADANA MADANI
MEDAN

TESIS

Oleh
FERRA ANDRIANI
087019077/IM

E

K O L A

S

H

S

N

A

PA
C

A S A R JA

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

PENGARUH PEMERIKSAAN INTERN TERHADAP EFEKTIVITAS
PENGENDALIAN PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK
PERKREDITAN RAKYAT MITRADANA MADANI
MEDAN

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
dalam Program Studi Ilmu Manajemen pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara

Oleh
FERRA ANDRIANI
087019077/IM

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

Nama Mahasiswa
Nomor Pokok
Program Studi

: PENGARUH PEMERIKSAAN INTERN TERHADAP
EFEKTIVITAS
PENGENDALIAN
PEMBERIAN
KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN
RAKYAT MITRADANA MADANI MEDAN
: Ferra Andriani
: 087019077
: Ilmu Manajemen

Menyetujui,
Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Rismayani, SE., MS)
Ketua

(Drs. Syahyunan, M.Si)
Anggota

Ketua Program Studi,

Direktur,

(Prof. Dr. Rismayani, SE., MS)

(Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B, M.Sc)

Tanggal lulus : 2 September 2010

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada
Tanggal : 2 September 2010

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

: Prof. Dr. Rismayani, SE., MS

Anggota

: 1. Drs. Syahyunan, M.Si
2. Drs. M. Lian Dalimunthe, MEc, AC
3. Dra. Nisrul Irawati, MBA
4. Drs. Rahmad Sumanjaya, M.Si

Universitas Sumatera Utara

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis saya yang berjudul:
“Pengaruh Pemeriksaan Intern terhadap Efektivitas Pengendalian Pemberian
Kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Mitradana Madani Medan”.
Adalah benar hasil karya saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan oleh siapapun
juga sebelumnya. Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah
dinyatakan secara benar dan jelas.

Medan, September 2010
Yang membuat pernyataan

Ferra Andriani
087019077/IM

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
PT. BPR Mitradana Madani Medan merupakan sebuah Bank Perkreditan
Rakyat yang beroperasi sejak tahun 1997 yang berlokasi di Jl. Kapten Muslim No.
36A Sei Sikambing dan kantor cabang yang beralamat di Jalan Williem Iskandar No.
120-121 Medan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pemberian kredit dan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemeriksaan intern terhadap efektivitas
pengendalian pemberian kredit pada PT. BPR Mitradana Madani. Permasalahan dari
penelitian ini yaitu (1) Bagaimana pengaruh pemeriksaan intern terhadap efektivitas
pengendalian pemberian kredit pada PT. BPR Mitradana Madani Medan? (2) Faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi pemeriksaan intern pada PT. BPR Mitradana
Madani Medan?
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang berkaitan dengan
pemeriksaan intern pengendalian. Pemeriksaan intern ini terdiri dari teori administrasi
dan dokumentasi, standard operasional prosedur dan daftar penilaian.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan
deskripsi kuantitatif. Jenis dari penelitian ini yaitu deskripsi dan eksplanatory yang
diukur dalam rating scale. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 51
responden. Teknik pengumpulan data dengan daftar pertanyaan, wawancara dan studi
dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan
regresi linear berganda.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada hipotesis pertama pemeriksaan
intern memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pengendalian
pemberian kredit. Sedangkan pada hipotesis yang kedua administrasi dan
dokumentasi dan standard operasional prosedur memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap pemeriksaan intern. Tetapi daftar penilaian tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap pemeriksaan intern.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Pemeriksaan intern berpengaruh
terhadap efektivitas pengendalian pemberian kredit (2) Administrasi dan
Dokumentasi, standard operasional prosedur dan daftar penilaian secara bersamasama berpengaruh terhadap pemeriksaan intern.

Kata Kunci: Pemeriksaan Intern dan Pengendalian Kredit.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

PT. BPR Mitradana Madani Medan is one of community credit banks
operated since 1997. It is located at Jl. Kapten Muslim No. 36A Sei Sikambing and
the branch office is located at Jl. Williem Iskandar No.120-121 Medan. The objective
of this research is to analyze the credit giving and the factors predisposing the intern
checking to the effectiveness of credit giving control at PT. BPR Mitradana Madani.
The problems of this research are 1) How is the influence of intern checking to the
effectiveness of credit giving control at PT. BPR Mitradana Madani Medan ?2) What
are the factors predisposing the intern checking at PT. BPR Mitradana Madani
Medan ?
The theories used in this research are related to the theories about the intern
checking to the effectiveness of credit giving control. The intern checking consists of
administration theory and documentation, procedure operational standard and list of
appraisal.
The method used is quantitative description method. This research is
description and explanatory which is measured in rating scale. The sample used in
this research is for 51 respondents. The data collection techniques are list of
questions, interview and documentation study. The analysis method used is simple
linear regression and multiple linear regression.
The results of the research show that as it is stated in the first hypothesis that
there is significant influence to the effectiveness of credit giving control. Whereas for
the second hypothesis, the administration and documentation and operational
procedure have significant influence to the intern checking. But, list of appraisal does
not have significant influence to the intern checking.
The conclusion of this research are (1) intern checking has the influence to
the credit giving control, (2) Administration and documentation, standard
operational procedure and list of appraisal simultaneously have the influence to the
intern checking.

Keywords: Intern Checking and Credit Controlling.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala berkat rahmat
dan karunia yang dilimpahkan-Nya kepada penulis dalam menuntut ilmu dan
menyelesaikan hasil penelitian tesis ini.
Penelitian ini merupakan tugas akhir pada Program Studi Magister Ilmu
Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Judul penelitian yang
dilakukan penulis adalah: “Pengaruh Pemeriksaan Intern terhadap Efektivitas
Pengendalian Pemberian Kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Mitradana
Madani Medan”.
Selama menyelesaikan tesis ini maupun selama mengikuti proses perkuliahan,
penulis banyak memperoleh bantuan moril dan materil dari berbagai pihak, dan pada
kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), Sp A(k), selaku Rektor
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B., M.Sc, selaku Direktur Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Prof. Dr. Rismayani, SE, MS., selaku Ketua Program Studi Ilmu Manajemen
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, sekaligus Ketua Komisi
Pembimbing yang telah banyak memberi pengarahan dan bimbingan kepada
penulis dalam menyelesaikan tesis ini.

Universitas Sumatera Utara

4. Bapak Drs. Syahyunan, M.Si., selaku Sekretaris Program Ilmu Manajemen dan
juga selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah banyak memberikan
masukan dan pengarahan demi kesempurnaan tesis ini.
5. Bapak Drs. M. Lian Dalimunthe, MEc, Ac., Ibu Dra. Nisrul Irawati, MBA., dan
Bapak Drs. Rahmad Sumanjaya, M.Si., selaku Komisi Pembanding yang telah
banyak memberikan masukan dan pengarahan demi kesempurnaan tesis ini.
6. Seluruh Staf Pengajar Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang
bermanfaat bagi penulis. Dan seluruh staf pegawai administrasi Magister Ilmu
Ekonomi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
7. Seluruh Pegawai PT. Bank Perkreditan Rakyat Mitradana Madani Medan yang
sangat membantu dalam membantu proses penelitian ini.
8. Khususnya kepada kedua orang tua penulis yang terkasih H. Ferrizal, SE, MM.,
dan Hj. Hasnah, terima kasih yang tak terhingga atas seluruh limpahan kasih
sayang, doa, dorongan semangat, dan dukungan baik secara moril maupun materil
sehingga penulis dapat melanjutkan dan menyelesaikan jenjang pendidikan strata
dua.
9. Yang teristimewa kepada suami penulis Rian Perdana Hasdi, ST., serta kepada
yang Adik tersayang Hastina Febriaty, SE, M.Si., Novita Sari, S.Psi dan Rahmad
Syah Putra atas segala dukungan semangat dan doanya.
10.Seluruh rekan-rekan angkatan XIV Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah
Pascasarjana Ilmu Manajemen yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu

Universitas Sumatera Utara

atas bantuan, kerjasama, dan kebersamaannya selama ini selama penulis
menempuh studi dan penulisan tesis ini.
Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada
semua pihak yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada penulis ketika
masa kuliah dan saat penulisan tesis. Penulis menyadari tesis ini belum sempurna,
namun diharapkan akan dapat berguna bagi semua pihak khususnya bagi
pengembangan serta penelitian dalam bidang Ilmu Manajemen Pemasaran.

Medan,

September 2010

Penulis

Ferra Andriani

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

Nama

: Ferra Andriani

Tempat dan Tanggal Lahir

: Medan, 21 Februari 1985

Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Status

: Menikah

Nama Orang Tua
Ayah

: H. Ferrizal, SE, MM

Ibu

: Hj. Hasnah

Alamat Rumah

: Jln. Bromo Gg. Mamiyai No. 19 Medan 20216

Pendidikan
1. Tahun 1990-1996

: SD. Muhammadiyah 12 Medan

2. Tahun 1996-1999

: SMP Negeri 18 Medan

3. Tahun 1999-2002

: SMU Negeri 15 Medan

4. Tahun 2002-2007

: Universitas Islam Sumatera Utara
Jurusan Ekonomi Akuntansi

5. Tahun 2008-2010

: Sekolah Pascasarjana Program Magister Ilmu
Manajemen USU-Medan

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK……………………………………………………………………

i

ABSTRACT …………………………………………………………………..

ii

KATA PENGANTAR ……………………………………………………….

iii

RIWAYAT HIDUP ………………………………………………………….

vi

DAFTAR ISI ………………………………………………………………...

vii

DAFTAR TABEL …………………………………………………………...

x

DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………...

xii

DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………….

xiii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………

1

1.1

Latar Belakang ………..……………………………………...

1

1.2

Perumusan Masalah …..……………………………………...

4

1.3

Tujuan Penelitian..…………………………………………....

5

1.4

Manfaat Penelitian………………………………..…………..

5

1.5

Kerangka Berpikir……………………………………………

6

1.6

Hipotesis..……….……………………………………………

8

Universitas Sumatera Utara

BAB II URAIAN TEORITIS……………………………………………….
2.1

Teori tentang Pemeriksaan Intern…………………………….

10
10

2.1.1 Pengertian Pemeriksaan Intern…………………..……..

2.2

2.3

2.4

2.1.2 Tujuan Pokok Pemeriksaan Intern……………..…….....

15

2.1.3 Ruang Lingkup Pemeriksaan Intern…………...……….

15

Teori tentang Pengendalian Kredit………….………………..

19

2.2.1 Pengertian Sistem Pengendalian Intern ……..…………

20

2.2.2 Tujuan Sistem Pengendalian Intern……..……………...

20

2.2.3 Fungsi Sistem Pengendalian Intern Bagi Perusahaan…..

22

2.2.4 Teori Efektivitas …………………………………….....

24

Teori tentang Perkreditan Bank………………..………..........

25

2.3.1 Pengertian Kredit………...………………..……………

25

2.3.2 Unsur-unsur Kredit.……..……………………..……….

25

2.3.3 Fungsi dan Tujuan Kredit………………………………

26

2.3.4 Analisis Kredit………………………..………………...

27

2.3.5 Jenis-jenis Kredit……….………………...…………….

29

2.3.6 Perjanjian Kredit... ……………………...……………...

31

Teori tentang Bank Perkreditan Rakyat………………………

32

Universitas Sumatera Utara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN…………………………………
3.1

Tempat dan Waktu Penelitian …………….………………….

3.2

Metode Penelitian……………………………………….……

3.3

Populasi dan Sampel………………………………..………...

3.4

Metode Pengumpulan Data……………………………..……

3.5

Jenis dan Sumber Data……………………………..………...

3.6

Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional …………...…

3.7

Uji Validitas dan Reliabilitas ………………………..………
3.7.1 Uji Validitas………………………………..…………..
3.7.2 Uji Reliabilitas………………………………..………..

3.8

Model Analisis Data…………………………………..……...
3.8.1 Model Analisis Data Hipotesis Pertama………………..
3.8.2 Model Analisis Data Hipotesis Kedua………………….
3.8.3 Uji Secara Serempak (Uji F)……………………………
3.8.4 Uji Parsial (Uji t)………………………………………..

3.9

Pengujian Asumsi Klasik………………………..……………
3.9.1 Uji Normalitas Data………………………..…………...
3.9.2 Uji Multikolinieritas………………………..…………..
3.9.3 Uji Heteroskedastisitas…..…………….…….................

35
35
35
36
36
37
37
39
39
42
43
43
44
45
46
47
47
48
49

Universitas Sumatera Utara

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…………………..
4.1

Sejarah Singkat PT. BPR Mitradana Madani Medan …….….

50

4.2

Visi dan Misi PT. BPR Mitradana Madani Medan….……….

50

4.2.1 Visi PT. BPR Mitradana Madani Medan……...….……

52

4.2.2 Misi PT. BPR Mitradana Madani Medan………………

52

4.2.3 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas …………………

52

4.3

Karakteristik Responden……………………………………..

53

4.4

Analisis Deskripsi Variabel…………………………………..

68

4.5

Pengujian Asumsi Klasik……………………………………..

70

4.5.1 Uji Normalitas………………….………………………

76

4.5.2 Uji Heteroskedastisitas………….……………………...

76

Pengujian Hipotesis Pertama…………….…………………..

77

4.6.1 Uji Parsial…………………….………………………...

78

Pengujian Asumsi Klasik pada Hipotesis Kedua…………….

79

4.7.1 Uji Normalitas…………………………….……………

80

4.7.2 Uji Multikolinearitas…………………….……………..

80

4.7.3 Uji Heteroskedastisitas………………….……………...

81

Pengujian Hipotesis Kedua…………………….…………….

82

4.8.1 Uji Serempak…………………………….……………..

83

4.6

4.7

4.8

Universitas Sumatera Utara

4.8.2 Uji Parsial………………………….…………………...

85

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………..

86

5.1

Kesimpulan……….…………………………………………..

5.2

Saran………….………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………

89
89
90

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

3.1

Definisi Operasional Variabel pada Hipotesis Pertama...….

38

3.2

Definisi Operasional Variabel pada Hipotesis Kedua..……

38

3.3

Hasil Uji Validitas Variabel Pemeriksaan Intern…………..

40

3.4

Hasil Uji Validitas Variabel Pengendalian Pemberian
Kredit……………………………………………………….
Hasil Uji Validitas Variabel Administrasi dan Dokumentasi

40

3.5
3.6
3.7
3.8
4.1
4.2
4.3
4.4
4.5

4.6

Hasil Uji Validitas Variabel Standard Operasional Prosedur
Hasil Uji Validitas Variabel Daftar Penilaian………………
Uji Reliabilitas Instrumen Variabel………………………...
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia………………
Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan.
Karakteristik Responden Berdasarkan Status Kepegawaian
Penjelasan Responden Atas Variabel Pemeriksaan Intern...
Penjelasan Responden Atas Variabel Efektivitas
Pengendalian Pemberian Kredit……………………………
Penjelasan Responden Atas Variabel Administrasi dan
Dokumentasi………………………………………………..

4.8

Penjelasan Responden Atas Variabel Standar Operasional
Prosedur…………………………………………………….
Penjelasan Responden Atas Daftar Penilaian………………

4.9

Hasil Analisis Hipotesis Pertama…………………………..

4.10

Hasil Uji Determinasi………………………………………

4.11

Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial ..………………………..

4.12

Hasil Uji Multikolinearitas……………………………...….

4.13

Hasil Analisis Linear Berganda…………………………….

4.14

Nilai Koefisien Determinasi (R2)……………………...……

4.15

Uji Serempak…………………………………………….....

4.7

41
41
42
43
69
69
70
71
72
73

74
75
78
79
80
82
84
85
85

Universitas Sumatera Utara

4.16

Uji Parsial……………………………………………...…...

86

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

1.1

Kerangka Berpikir/Landasan Teori………………………...

8

4.1

Struktur Organisasi PT. BPR Mitradana Mandiri………….

54

4.2

Uji Normalitas……………………………………………...

76

4.3

Uji Heteroskedastisitas……………………………………..

77

4.4

Uji Normalitas……………………………………………...

81

4.5

Uji Heteroskedastisitas……………………………………..

83

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

1.

Kuesioner Penelitian……………..………………………...

93

2.

Hipotesis Pertama……………………………….………….

101

3.

Hipotesis Kedua..…………………………………………...

103

4.

Hasil Regresi Linear Berganda dan Hasil Uji
Multikoliearitas……………………………………………..

5.

Tabulasi Jawaban Responden….…………………………...

104
105

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
PT. BPR Mitradana Madani Medan merupakan sebuah Bank Perkreditan
Rakyat yang beroperasi sejak tahun 1997 yang berlokasi di Jl. Kapten Muslim No.
36A Sei Sikambing dan kantor cabang yang beralamat di Jalan Williem Iskandar No.
120-121 Medan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pemberian kredit dan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemeriksaan intern terhadap efektivitas
pengendalian pemberian kredit pada PT. BPR Mitradana Madani. Permasalahan dari
penelitian ini yaitu (1) Bagaimana pengaruh pemeriksaan intern terhadap efektivitas
pengendalian pemberian kredit pada PT. BPR Mitradana Madani Medan? (2) Faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi pemeriksaan intern pada PT. BPR Mitradana
Madani Medan?
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang berkaitan dengan
pemeriksaan intern pengendalian. Pemeriksaan intern ini terdiri dari teori administrasi
dan dokumentasi, standard operasional prosedur dan daftar penilaian.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan
deskripsi kuantitatif. Jenis dari penelitian ini yaitu deskripsi dan eksplanatory yang
diukur dalam rating scale. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 51
responden. Teknik pengumpulan data dengan daftar pertanyaan, wawancara dan studi
dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan
regresi linear berganda.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada hipotesis pertama pemeriksaan
intern memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pengendalian
pemberian kredit. Sedangkan pada hipotesis yang kedua administrasi dan
dokumentasi dan standard operasional prosedur memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap pemeriksaan intern. Tetapi daftar penilaian tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap pemeriksaan intern.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Pemeriksaan intern berpengaruh
terhadap efektivitas pengendalian pemberian kredit (2) Administrasi dan
Dokumentasi, standard operasional prosedur dan daftar penilaian secara bersamasama berpengaruh terhadap pemeriksaan intern.

Kata Kunci: Pemeriksaan Intern dan Pengendalian Kredit.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

PT. BPR Mitradana Madani Medan is one of community credit banks
operated since 1997. It is located at Jl. Kapten Muslim No. 36A Sei Sikambing and
the branch office is located at Jl. Williem Iskandar No.120-121 Medan. The objective
of this research is to analyze the credit giving and the factors predisposing the intern
checking to the effectiveness of credit giving control at PT. BPR Mitradana Madani.
The problems of this research are 1) How is the influence of intern checking to the
effectiveness of credit giving control at PT. BPR Mitradana Madani Medan ?2) What
are the factors predisposing the intern checking at PT. BPR Mitradana Madani
Medan ?
The theories used in this research are related to the theories about the intern
checking to the effectiveness of credit giving control. The intern checking consists of
administration theory and documentation, procedure operational standard and list of
appraisal.
The method used is quantitative description method. This research is
description and explanatory which is measured in rating scale. The sample used in
this research is for 51 respondents. The data collection techniques are list of
questions, interview and documentation study. The analysis method used is simple
linear regression and multiple linear regression.
The results of the research show that as it is stated in the first hypothesis that
there is significant influence to the effectiveness of credit giving control. Whereas for
the second hypothesis, the administration and documentation and operational
procedure have significant influence to the intern checking. But, list of appraisal does
not have significant influence to the intern checking.
The conclusion of this research are (1) intern checking has the influence to
the credit giving control, (2) Administration and documentation, standard
operational procedure and list of appraisal simultaneously have the influence to the
intern checking.

Keywords: Intern Checking and Credit Controlling.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Dewasa

ini

pemerintah

Indonesia

sedang

giat-giatnya

melakukan

pembangunan di berbagai bidang, hal tersebut merupakan usaha pemerintah untuk
menciptakan masyarakat yang adil dan makmur yang merupakan cita-cita bangsa
Indonesia. Salah satu usaha pemerintah adalah dalam bidang perekonomian dengan
ditunjang oleh perbankan yang sehat dan kuat. Dalam hal ini pemerintah mengelola
sektor-sektor yang dianggap vital khususnya dalam bidang perbankan bagi majunya
roda pembangunan ekonomi, yaitu dengan menyediakan jasa perkreditan bagi
masyarakat.
Dalam praktiknya bank juga memiliki fungsi sebagai lembaga perantara
keuangan antara masyarakat yang kelebihan dana dengan masyarakat yang
kekurangan dana. Masyarakat kelebihan dana maksudnya masyarakat yang memiliki
dana yang berlebihan kemudian disimpan ke bank. Dana yang disimpan di bank aman
karena terhindar dari kehilangan atau kerusakan. Penyimpanan uang di bank
di samping aman juga menghasilkan bunga dari uang yang disimpan oleh bank dana
simpanan masyarakat ini disalurkan kembali kepada masyarakat yang kekurangan
dana (membutuhkan dana).
Bagi masyarakat yang kekurangan dana atau membutuhkan dana dalam
rangka membiayai suatu usaha atau kebutuhan rumah tangga mereka dapat

Universitas Sumatera Utara

menggunakan pinjaman ke bank. Kepada masyarakat yang akan diberikan pinjaman
diberi berbagai macam persyaratan yang harus segera dipenuhi. Masyarakat
peminjam juga dikenakan bunga dan biaya administrasi yang besarnya tergantung
masing-masing bank.
Dana yang berhasil diperoleh disalurkan kembali kepada masyarakat dalam
bentuk kredit. Dalam pemberian kredit, dana yang dipergunakan sebagian besar
merupakan titipan masyarakat yang berbentuk deposito, tabungan dan giro yang
berjangka pendek. Sedangkan kredit yang dipergunakan oleh bank sebagian besar
merupakan pinjaman jangka panjang. Dengan adanya perbedaan waktu, maka timbul
unsur ketidakpastian atau resiko atas kredit yang diberikan.
Fenomena yang terjadi di Indonesia bank memang banyak memberikan
pinjaman kredit kepada nasabah dengan harapan bank akan memperoleh keuntungan
yang besar dari bunga kredit tersebut, namun pada kenyataannya pemberian kredit
dengan bunga yang cukup tinggi kepada para nasabah mengakibatkan kredit macet.
Hal ini disebabkan oleh pihak nasabah yang memalsukan data pribadinya dengan
tujuan agar aplikasi kreditnya disetujui oleh pihak bank (info PT. BPR Mitradana
Madani Medan).
Namun kenyataannya keberhasilan bank dalam menghimpun dana masyarakat
kurang diikuti oleh strategi penyaluran dana yang terarah, setelah menimbulkan kredit
macet dan sebagian bank telah melanggar batas maksimum pemberian kredit, terbukti
dengan banyaknya kredit macet yang mewarnai kehidupan perbankan di Indonesia.
Akibatnya pihak bank tidak dapat memperoleh bunga dari keuntungan kreditnya dari

Universitas Sumatera Utara

nasabah dikarenakan nasabah tidak sanggup membayar tagihan kredit bersangkutan
dengan alasan-alasan tertentu dan mengakibatkan bank kekurangan dana, bila ada
nasabah yang membutuhkan sejumlah dana dalam bentuk tunai maka pihak bank
tidak dapat menyediakannya. Bank yang bersangkutan harus mempertanggung
jawabkan hal tersebut ke Bank Indonesia karena harus ada laporan langsung ke Bank
Indonesia.
Masalah-masalah inilah yang menjadi dilema dalam perusahaan perbankan
di mana mereka harus mencari keuntungan dengan cara menyalurkan dana yang
berlebih ke masyarakat dalam bentuk kredit dan nasabahpun tidak berpikir panjang
untuk kredit yang mereka ambil dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Sehingga
dalam proses pemberian kredit kepada nasabah perlu dibentuk suatu tim pemeriksaan
intern kredit agar apa yang menjadi tujuan kredit tersebut dapat tercapai. Masalah
perkreditan merupakan suatu dilema dalam kehidupan perbankan dan masyarakat
yang terkena imbasnya. Seperti diketahui Non Performing Loan (NPL) PT. BPR
Mitradana Madani sebesar 34% per Desember 2009 adalah merupakan sebuah
tantangan bagi PT. BPR Mitradana Madani untuk tetap menjalankan fungsi
perkreditan namun dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian (info PT. BPR
Mitradana Madani Medan).
Dalam kegiatannya PT. BPR Mitradana Madani juga melakukan berbagai
kegiatan pemasaran apalagi dalam hal ini masalah perkreditan, di mana pemasaran ini
sangat diperlukan utnuk mencari calon nasabah yang akan mengajukan permohonan
kredit.

Universitas Sumatera Utara

Manajemen PT. BPR Mitradana Madani harus yakin bahwa semua prosedur
dan kebijakan yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Namun pelaksanaan sistem pengendalian intern ini belumlah dapat dikatakan
memadai apabila tidak ada suatu bagian yang sifatnya independen yang bertugas
mengawasi pelaksanaan dari sistem pengendalian tersebut, bagian inilah yang disebut
sebagai pemeriksaan intern yang merupakan unsur daripada sistem yang memadai.
Fungsi pemeriksaan intern ini sangat berguna, karena fungsi untuk menilai
prosedur keuangan dan sistem pengendalian intern secara berkala, mengikhtisarkan
hasil-hasil pemeriksaannya, membuat saran-saran perbaikan serta memberikan
laporan kepada pimpinan yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa betapa pentingnya sebuah bagian
pemeriksaan intern dalam membantu manajemen PT. BPR Mitradana Madani Medan
untuk mencapai efektivitas sistem pengendalian intern terhadap pemberian kredit
kepada nasabah.

1.2.

Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Sejauhmana pengaruh pemeriksaan intern terhadap efektivitas pengendalian
pemberian kredit pada PT. BPR Mitradana Madani Medan?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemeriksaan intern pada PT. BPR
Mitradana Madani Medan?

Universitas Sumatera Utara

1.3.

Tujuan Penelitian
Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemeriksaan intern terhadap
efektivitas pengendalian pemberian kredit pada PT. BPR Mitradana Madani
Medan.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemeriksaan intern pada
PT. BPR Mitradana Madani Medan terhadap efektivitas pengendalian
pemberian kredit.

1.4.

Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi PT. BPR Mitradana Madani Medan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi PT. BPR Mitradana
Madani Medan dalam menunjang efektivitas sistem pengendalian intern dan
meningkatkan efektivitas bagian pemeriksaan intern dalam menjalankan
kegiatan pemberian kredit kepada para nasabah.
2. Bagi Program Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara
Sebagai menambah khasanah penelitian studi kasus untuk dapat dipergunakan
dan dikembangkan di masa yang akan datang.
3. Bagi Peneliti sebagai menambah pengetahuan mangenai teori dan konsep
sistem pengendalian intern serta fungsi dan peranan dari pemeriksaan intern
itu sendiri dan penerapannya dalam perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya, khususnya tentang
pemeriksaan intern terhadap efektivitas pemberian kredit di perbankan.

1.5.

Kerangka Berpikir
Ibrahim (2004) menyatakan bahwa “Pemeriksaan intern adalah suatu aktivitas

penilaian secara bebas dan tidak memihak dalam suatu organisasi untuk menilai
akuntansi, keuangan dan kegiatan operasional lainnya sebagai dasar untuk
memberikan rekomendasi yang konstruktif kepada pimpinan perusahaan dalam
melaksanakan pengendalian”.
Ali (2004) menyatakan bahwa “pengendalian pemberian kredit adalah bank
melakukan pengawasan/pengendalian atas jalannya kredit yang diterima debitur
sesuai dengan peruntukan penggunaan kredit sebagaimana disepakati”.
Irmayanto (2002) menyatakan bahwa secara umum prosedur pemberian kredit
dapat melalui tahap, yakni dimulai dari pengajuan permohonan kredit, analisis kredit,
persetujuan kredit, perjanjian kredit, pencairan kredit, pengawasan kredit dan
pelunasan kredit.
Kasmir (2004) menyatakan bahwa internal auditing atau pemeriksaan intern
adalah suatu bagian yang sifatnya independen dan dalam arti tidak terlibat dalam
kegiatan operasional perusahaan yang dapat mengaburkan independensinya.
Tunggal (1994) menyatakan bahwa ruang lingkup pemeriksaan intern
meliputi pemeriksaan dan penilaian kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian

Universitas Sumatera Utara

intern perusahaan dan pekerjaan manajemen dalam mengemban tanggung jawab yang
dibebankan. Apabila pemeriksa intern diminta untuk menginterprestasikan atau
memilih standard operasional, maka harus ada persetujuan dari bagian yang diperiksa
mengenai standard yang diperlukan untuk mengukur prestasi operasional.
Muljono (1999) menyatakan bahwa untuk mendukung hasil audit atau
pemeriksaan, maka auditor harus mendokumentasikan dan mengadministrasikan
bukti-bukti dokumen sah terhadap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, analisis,
evaluasi dan pelaporan hasil pemeriksaan produk yang didokumentasikan dan
diadministrasikan adalah semua berkas-berkas kerja pemeriksaan termasuk surat
menyurat dan laporan hasil pemeriksaan.
Siagian (2001) menyatakan bahwa Efektivitas adalah pemanfaatan sumber
daya, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan
sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atas jasa kegiatan yang
dijalankannya. Efektivitas menunjukan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya
sasaran yang telah ditetapkan. Jika hasil kegiatan semakin mendekati sasaran, berarti
makin tinggi efektivitasnya.
Rachman (2010) Standard Operasional Prosedur merupakan tatacara atau
tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses
kerja tertentu.
Hermansyah (2000) menyatakan daftar penilaian atau evaluasi merupakan
salah suatu usaha untuk menemukan dan memperbaiki kekurangan yang terdapat

Universitas Sumatera Utara

pada sistem pengendalian intern. Evaluasi adalah salah satu tugas penting dari
pemeriksaan intern.
Hasibuan (2001) menyatakan bahwa prosedur penyaluran kredit yang harus
dipenuhi antara lain mengisi aplikasi permohonan kredit yang telah disediakan pihak
Bank, calon debitur mengajukan jenis kredit yang diinginkan, pihak bank
menganalisa aplikasi kredit dengan ketentuan yang telah ditetapkan, pihak bank
menentukan jumlah limit kredit atau batas maksimum pemberian kredit dan ditanda
tangani oleh kedua belah pihak apabila aplikasi kreditnya disetujui.
Berdasarkan uraian di atas maka kerangka pemikiran penelitian ditujukan
pada Gambar 1.1 berikut ini.

Pemeriksaan intern

Efekivitas
Pengendalian
Pemberian Kredit

Administrasi dan dokumentasi

Standard Operasional Prosedur

Pemeriksaan Intern

Daftar Penilaian

Gambar 1.1. Kerangka Berpikir/Landasan Teori

Universitas Sumatera Utara

1.6.

Hipotesis
Berdasarkan kerangka berpikir, maka dihipotesiskan sebagai berikut:
1. Pemeriksaan intern berpengaruh terhadap efektivitas pengendalian pemberian
kredit pada PT. BPR Mitradana Madani Medan.
2. Administrasi dan dokumentasi, standard operasional prosedur, dan daftar
penilaian berpengaruh terhadap pemeriksaan intern pada PT. BPR Mitradana
Madani Medan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
URAIAN TEORITIS

2.1.

Teori tentang Pemeriksaan Intern

2.1.1. Pengertian Pemeriksaan Intern
Ibrahim (2004) menyatakan bahwa pemeriksaan Intern adalah suatu aktivitas
penilaian secara bebas dan tidak memihak dalam suatu organisasi untuk menilai
akuntansi, keuangan dan kegiatan operasional lainnya sebagai dasar untuk
memberikan rekomendasi yang konstruktif kepada pimpinan perusahaan dalam
melaksanakan pengendalian.
Standar untuk melakukan penilaian kesehatan bank telah ditentukan oleh
pemerintah melalui Bank Indonesia. Kepada bank diseluruh Indonesia harus
membuat laporan baik bersifat rutin ataupun berkala mengenai seluruh aktivitasnya
dalam suatu periode tertentu.
Tunggal (1994) menyatakan bahwa ruang lingkup pemeriksaan intern
meliputi pemeriksaan dan penilaian kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian
intern perusahaan dan pekerjaan manajemen dalam mengemban tanggung jawab yang
dibebankan. Apabila pemeriksa intern diminta untuk menginterprestasikan atau
memilih standar operasional, maka harus ada persetujuan dari bagian yang diperiksa
mengenai standar yang diperlukan untuk mengukur prestasi operasional.
Muljono (1999) menyatakan bahwa untuk mendukung hasil audit atau
pemeriksaan, maka auditor harus mendokumentasikan dan mengadministrasikan

Universitas Sumatera Utara

bukti-bukti dokumen sah terhadap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, analisis,
evaluasi dan pelaporan hasil pemeriksaan produk yang didokumentasikan dan
diadministrasikan adalah semua berkas-berkas kerja pemeriksaan termasuk surat
menyurat dan laporan hasil pemeriksaan. Agar dapat melaksanakan kegiatan
perkreditan dengan baik maka bank wajib memiliki dokumentasi kredit yang baik,
mengingat dokumentasi kredit merupakan salah satu aspek penting yang dapat
menjamin pengembalian kredit. Di samping itu bank juga wajib melaksanakan
administrasi perkreditan yang baik mengingat administrasi kredit sangat diperlukan
dalam rangka penilaian perkembangan dan kualitas kredit, pengawasan kredit,
perlindungan

kepentingan

bank,

bahkan

memastikan

untuk

penyusunan

kebijaksanaan perkreditan bank dan laporan kepada Bank Indonesia.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan internal mencakup
pemeriksaan dan penilaian terhadap seluruh aktivitas yang ada dalam perusahaan.
Jadi, meliputi pemeriksaan keuangan, pemeriksaan manajemen, pemeriksaan
operasional maupun pemeriksaan atas sistem pengendalian intern. Dari beberapa
pemeriksaan ini penulis akan menguraikan berdasarkan dari objek yang diperiksa.
1. Pemeriksaan Keuangan menelaah dari suatu laporan keuangan tersebut menyajikan
posisi keuangan dan operasional secara tepat. Pemeriksaan ini menitikberatkan
pada bukti pendukung yang terdiri dari catatan-catatan atau bukti pembukuan.
2. Pemeriksaan manajemen lebih menekankan pada kualitas, kemampuan ataupun
prestasi manajer dalam mengelola perusahaan, di mana hal tersebut biasanya

Universitas Sumatera Utara

dapat diukur dengan berhasil tidaknya manajer tersebut dalam mencapai tujuan
perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
3. Pemeriksaan operasional memeriksa apakah sistem tersubut berjalan dengan efektif
dan efisien serta menilai apakah pengelolaan tersebut telah berjalan dengan baik,
dengan kata lain menilai kegiatan yang dilatar belakangi oleh bukti-bukti yang ada.
4. Pemeriksaan atas sistem pengendalian intern ini menelaah dan mengevaluasi
pengendalian intern yang ada. Khusus untuk pemeriksaan sistem dalam rangka
pelaksanaan internal control secara keseluruhan. Misalnya pemeriksaan terhadap
setoran tunai, apakah ada kelemahan dalam mutasi transaksi tersebut, mencari cara
agar bisa ditanggulangi serta mencari alternatif usaha lain untuk meningkatkan
kinerja dari semua transaksi yang ada.
Institute of Internal Auditors dalam Boynton and Kell (1996) telah
menetapkan lima standar praktik pemeriksaan yang mengikat anggota-anggotanya
yang meliputi masalah independensi, keahlian profesional, lingkup kerja
pemeriksaan, pelaksanaan pekerjaan pemeriksaan, dan pengelolaan bagian
pemeriksaan intern. Norma Pemeriksaan intern tersebut merupakan indikator yang
menentukan kualitas jasa auditor internal dalam melaksanakan praktik pemeriksaan.
Kalau dikaitkan dengan tugas auditor internal yang melakukan penilaian atas
efektivitas pengendalian intern perusahaan, semakin lengkap indikator tersebut
dipatuhi oleh auditor internal, semakin berkualitaslah hasil pemeriksaan yang
dilakukan oleh auditor internal dan semakin meningkatlah pengendalian intern yang
berlaku dalam perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Pengertian Standar Operasional Prosedur
Menurut Rachman (2010) pengertian Standar Opersional Prosedur dapat
diartikan sebagai berikut:
1.

Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan
menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.

2.

Standar Operasional Prosedur merupakan tatacara atau tahapan yang dibakukan
dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.

Tujuan Standar Operasional Prosedur
1.

Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai
atau tim dalam organisasi atau unit kerja.

2.

Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.

3.

Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai
terkait.

4.

Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau
kesalahan administrasi lainnya.

5.

Untuk menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi.

Fungsi
1.

Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.

2.

Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.

3.

Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.

4.

Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.

5.

Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

Universitas Sumatera Utara

Kapan Standar Operasional Prosedur Diperlukan
1.

Standar Operasional Prosedur harus sudah ada sebelum suatu pekerjaan
dilakukan.

2.

Standar Operasional Prosedur digunakan untuk menilai apakah pekerjaan
tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak.

3.

Uji Standar Operasional Prosedur sebelum dijalankan, lakukan revisi jika ada
perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja.

Keuntungan Adanya Standar Operasional Prosedur
1.

Standar Operasional Prosedur yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana,
menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan
secara konsisten.

2.

Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang
harus dicapai dalam setiap pekerjaan.

3.

Standar Operasional Prosedur juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat
trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.
Dalam menjalankan operasional perusahaan, peran pegawai memiliki

kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standarstandar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi
sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan
misi perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

2.1.2. Tujuan Pokok Pemeriksaan Intern
Aripurnomo (1996) menyatakan bahwa tujuan pokok audit bank untuk
memberikan jasa kepada manajemen yang bersifat protektif dan konstrutif.
Manfaat

yang

bersifat

protektif

dapat

dilihat

dalam

melaksanakan

pemeriksaan, tekanan yang paling utama diarahkan pada usaha untuk menghindari
kemungkinan terjadinya kekurangan atau kelemahan di masa mendatang dan
mencegah agar masalah tersebut tidak meluas, dipatuhinya kebijakan manajemen
yang telah ditetapkan untuk menghindarkan penyimpangan-penyimpangan baik
dilakukan pihak intern maupun pihak ekstern.
Manfaat yang bersifat konstruktif dapat dilihat dalam pemeriksaan, yang
penekanannya diarahkan pada kegiatan yang diduga atau ditemukan memerlukan
perbaikan, sehingga hasil pemeriksaan tersebut disertai dengan saran cara
penyelesaiannya sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi yang efektif
dan efisien, mendorong dicapainya target yang telah ditetapkan.
2.1.3. Ruang Lingkup Pemeriksaan Intern
Di dalam kedudukannya di organisasi unit pemeriksaan intern harus terlepas
dari fungsi pelaksanaan, sehingga dapat menjadi alat pimpinan yang bebas utnuk
menilai pelaksanaan tugas unit organisasi yang lain.
Setiawati (1996) menyatakan bahwa ruang lingkup pemeriksaan harus
meliputi:
1.

Management/kebijaksanaan audit yaitu suatu penilaian yang dilakukan secara
sistematis dan independen yang berorientasi kemasa yang akan akan, melalui

Universitas Sumatera Utara

keputusan dan kebijaksanaan manajemen yang bertujuan meningkatkan
profitabilitas serta meningkatkan kemampuan melaui perbaikan pelaksanaan
fungsi manajemen, pencapaian rencana yang telah ditetapkan serta pencapaian
social objectivity dan employees development.
2.

Performance/operational audit yaitu suatu penilaian yang sistematis dengan
pelaksanaan secara objektif dan independen, berorientasi pada masa yang akan
datang untuk semua kegiatan yang ada dalam suatu bank yang menyangkut
kegiatan top, middle, dan lower management, yang bertujuan untk perbaikan
rencana kerja perusahaan, pencapaian tujuan serta meningkatkan manfaat
sumber daya bank maupun pengembangan para personilnya.

3.

Financial audit yaitu suatu penilaian yang dilakukan secara objektif dan
independen terhadap tingkat kewajaran dan kecermatan data keuangan/
administrasi untuk memberikan perlindungan keamanan harta perusahaan
melalui evaluasi kelayakan control internal yang diterapkannya.
Dengan demikian ruang lingkup yang dicakup oleh departemen pemeriksaan

intern harus meliputi pemeriksaan dan evaluasi mengenai kecakupan dan efektivitas
sistem pengendalian intern dan kualitas dari pelaksanaan tanggung jawab yang
dibebankan.
Penyusunan laporan hasil pemeriksaan merupakan satu tahap yang sangat
penting dari proses pemeriksaan intern secara keseluruhan. Laporan adalah suatu alat
yang dapat digunakan baik oleh orang yang ada dalam maupun di luar perusahaan

Universitas Sumatera Utara

untuk menilai kerja internal auditor dan mengevaluasi kontribusinya kepada
manajemen.
Jadi dengan adanya laporan tersebut merupakan suatu kesempatan bagi
internal auditor untuk memperlihatkan kepada manajemen apa yang telah dicapai dan
apa yang dapat dicapainya, serta tindakan apa yang perlu diambil manajemen
sehingga untuk mencapai hasil yang diharapkan maka laporan hasil pemeriksaan
harus disusun sedemikian rupa sehingga dari laporan tersebut manajemen dapat
mengetahui persoalan-persoalan yang timbul dan dapat mengambil tindakan yang
korektif.
Untuk mencapai tujuan intern manajemen diperlukan laporan yang efektif
yang harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Cermat
Laporan secara keseluruhan haruslah berdasarkan fakta. Setiap pernyataan
harus didasarkan atas bukti-bukti yang kuat. Pemeriksaan harus berusaha agar
laporannya dapat dipercaya atau diandalkan yang merupan ciri-ciri laporan
pemeriksaan intern juga laporan tersebut harus didokumentasikan agar dapat
dipercaya serta meyakinkan laporan harus disusun dengan wibawa.
2. Jelas
Laporan harus efektif dan agar efektif laporan harus jelas. Adapun hal-hal
yang dapat menimbulkan ketidakjelasan suatu laporan, karena:
a. Pemeriksaan kurang memahami pokok masalah yang laporkan.
b. Laporan yang ditulis dengan gaya bahasa yang membosankan.

Universitas Sumatera Utara

c. Struktur laporan yang jelek.
d. Banyak menggunakan istilah-istilah tekhnis yang lazim.
e. Temuan dilaporkan tanpa menguraikan latar belakangnya.
f. Uraian terlalu panjang lebar menganalisa hal yang bersifat teknis.
3. Ringkas
Ringkas berarti membuang hal-hal yang tidak berguna dan yang berlebihlebihan. Ringkasan bukan berarti pendek, sebab mungkin suatu persoalan
memerlukan uraian yang luas, akan tetapi ringkas berarti menghilangkan apa yang
tidak relevan dan tidak material yang tidak menunjang tema pokok laporan.
4. Tepat Waktu
Laporan yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan
informasi yang mutakhir. Tujuan tersebut tidak akan tercapai apabila laporan tidak
tepat waktunya. Di lain pihak, penyusunan laporan memerlukan waktu serta
pemikiran yang mendalam dan seksama.
Jenis laporan bergantung pada maksud dan tujuan dibuatnya laporan tersebut,
isi laporan dan preferensi yang akan menggunakan laporan tersebut. Jenis laporan
dapat berupa:
1. Laporan Lisan
Laporan lisan sering digunakan dengan pertimbangan:
a.

Laporan lisan sering menjamin adanya interprestasi mengenai data kuantitatif
penggunaan alat visual seperti grafik dan tabel dapat membantu dalam
komunikasi lisan.

Universitas Sumatera Utara

b.

Laporan lisan lebih cepat, sehingga kepada manajemen dapat diberikan
informasi yang mutakhir dengan segera.

c.

Laporan lisan memungkinkan permeriksaan memberikan alasan dan informasi
tambahan yang mungkin dibutuhkan oleh penerima laporan.

d.

Laporan lisan menimbulkan tanggapan-tanggapan secara tatap muka sehingga
pemeriksaan dapat menjelaskan sikap dan pendiriannya.

2. Laporan Tertulis
Jenis laporan ini biasanya digunakan untuk melaporkan perkembanganperkembangan

yang penting selama pemeriksaan berlangsung. Biasanya

behubungan dengan masalah-masalah yang membutuhkan penyelesaian dengan
segera.
3. Laporan yang Berbentuk Kuisioner
Laporan ini biasanya hanya digunakan dalam lingkungan departemen internal
audit sendiri, untuk menghimpun data yang diperoleh dari hasil penelaah atas
prosedur-prosedur yang dilakukan pada tingkat operasional.
4. Laporan Akhir
Bentuk dan isi laporan akhir harus dengan penugasan yang diterima, dan dengan
kebiasaan yang berlaku di perusahaan yang bersangkutan.

2.2.

Teori tentang Pengendalian Kredit
Hasibuan (2001) menyatakan bahwa Pengendalian kredit adalah usaha-usaha

untuk menjaga kredit yang diberikan tetap lancar, produktif, dan tidak macet.

Universitas Sumatera Utara

Tujuan pengendalian kredit, antara lain adalah untuk:
1.

Menjaga agar kredit yang disalurkan tetap aman.

2.

Mengetahui apakah kredit yang disalurkan itu lancar atau tidak.

3.

Melakukan tindakan pencegahan dan penyelesaian kredit macet atau kredit
bermasalah.

4.

Mengevaluasi apakah prosedur penyaluran kredit yang dilakukan telah baik
atau masih perlu disempurnakan.

5.

Memperbaiki kesalahan-kesalahan karyawan analisis kredit dan mengusahakan
agar kesalahan itu tidak terulang kembali.

6.

Mengetahui posisi persentase collectability credit yang disalurkan bank.

7.

Meningkatkan moral dan tanggung jawab karyawan analisis kredit bank.

2.2.1. Pengertian Sistem Pengendalian Intern
Sistem pengendalian intern adalah merupakan metode yang berguna bagi
manajemen untuk menjaga kekayaan organisasi, meningkatkan efektivitas dan
efisiensi kinerja, di samping itu, sistem pengendalian intern dapat mengendalikan
ketelitian dan akurasi pencatatan data akuntansi.
Sistem pengendalian intern menurut Direktorat Penelitian dan Pengaturan
Perbankan 2003 adalah merupakan suatu mekanisme pengawasan yang ditetapkan
oleh manajemen Bank secara berkesinambungan (on going basis), guna:
1) menjaga dan mengamankan harta kekayaan Bank.
2) menjamin tersedianya laporan yang lebih akurat.

Universitas Sumatera Utara

3) mengurangi dampak keuangan/kerugian, penyimpangan termasuk kecurangan,
dan pelanggaran aspek kehati-hatian.
4) meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
5) meningkatkan efektivitas organisasi dan meningkatkan efisiensi biaya.
2.2.2. Tujuan Sistem Pengendalian Intern
Dari pengertian sistem