Strategi Implementasi dan Penyempurnaan Perundangan Strategi Meningkatkan Kemitraan Strategi Pemberdayaan Masyarakat

35 yang disajikan dapat diketahui bahwa lebih dari 50 indikator evaluasi bernilai tidak memuaskan karena tidak sesuai dengan indikator pencapaian.

3. Strategi Meningkatkan Penelitian

Rencana aksi yang terdapat pada kategori ini berjumlah 8 delapan program. Namun dari segi jumlah indikator evaluasi merupakan kategori aksi dengan indikator terbanyak kedua setelah strategi mengembangkan konservasi insitu, yaitu memiliki indikator evaluasi sebanyak 24 dua puluh empat indikator. Kategori aksi ini juga merupakan kategori dengan penilaian evaluasi impelementasi program yang paling baik, dengan 6 indikator dengan nilai Cukup pada skala Likert sebesar 25, 15 indikator dengan nilai Baik sebesar 62,50, dan 1 indikator dengan penilaian Sangat Baik sebesar 4,17.

4. Strategi Pengembangan Kawasan Konservasi

Pada kategori aksi strategi pengembangan kawasan konservasi ini terdapat 7 tujuh program aksi dengan 11 sebelas indikator keberhasilan. Berdasarkan penilaian menggunakan skala Likert, persentase paling tinggi yaitu pada evaluasi bernilai Buruk sebanyak 3 indikator aksi, dan Cukup sebanyak 3 indikator aksi, yaitu masing-masing sebesar 27,27. Secara umum dapat disimpulkan bahwa implementasi program aksi pada kategori ini berjalan tidak begitu baik, karena walau semua program aksi dapat dilaksanakan tapi tidak mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan.

5. Strategi Implementasi dan Penyempurnaan Perundangan

Kategori strategi implementasi dan penyempurnaan perundangan merupakan kategori aksi dengan jumlah program aksi terbanyak, yaitu sebanyak 12 dua belas program aksi. Sedangkan untuk indikator evaluasi program aksi berjumlah 23 dua puluh tiga indikator keberhasilan. Namun untuk evaluasi berdasarkan skala Likert, kategori ini juga merupakan kategori aksi dengan kondisi impelementasi program terburuk. Berdasarkan evaluasi menggunakan skala Likert, kategori aksi ini merupakan kategori aksi dengan penilaian Sangat Buruk tertinggi, yaitu sejumlah 16 indikator 36 sebesar 69,57. Sedangkan untuk indikator aksi dengan predikat Buruk sejumlah 1 indikator evaluasi sebesar 4,35. Sehingga apabila dijumlah antara indikator aksi dengan predikat Sangat Buruk dan Buruk yaitu sebesar 73,92. Dan hanya 26,08 dari keseluruhan indikator keberhasilan dengan predikat Cukup, Baik, dan Sangat Baik.

6. Strategi Meningkatkan Kemitraan

Rencana aksi yang terdapat pada kategori ini berjumlah 6 enam program, dan indikator evaluasi program berjumlah 13 tiga belas indikator. Bedasarkan evaluasi indikator keberhasilan menggunakan skala Likert, pada kategori ini memiliki penilaian Sangat Baik tertinggi dibandingkan kategori aksi lainnya, yaitu 4 indikator evaluasi bernilai sangat baik sebesar 30,77. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan antara pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan konservasi orangutan Indonesia telah berjalan dengan baik. Walaupun demikian masih ada beberapa indikator keberhasilan program yang masih belum tercapai.

7. Strategi Pemberdayaan Masyarakat

Pada kategori aksi ini terdapat 6 enam program aksi dengan 12 dua belas indikator keberhasilan. Berdasarkan penilaian menggunakan skala Likert, tidak ada indikator evaluasi program yang bernilai Buruk, namun ada 3 indikator yang berpredikat Sangat Buruk sebesar 25. Sedangkan untuk indikator aksi yang berpredikat Cukup, Baik, dan Sangat Baik, seluruhnya berjumlah 9 indikator sebesar 75 Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar program dilaksanakan telah berjalan dengan baik dan dapat memenuhi indikator keberhasilan program.

8. Strategi Penguatan Komitmen Pelaksana Konservasi