Studi Retrospektif Interaksi Obat pada Pasien Pediatrik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Periode Januari–Juni 2012

STUDI RETROSPEKTIF INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PEDIATRIK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN PERIODE JANUARI - JUNI 2012 TESIS
OLEH: UMI CHAIRANI MANIK
NIM 107014006
PROGRAM STUDI MAGISTERFARMASI FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013
Universitas Sumatera Utara

STUDI RETROSPEKTIF INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PEDIATRIK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN PERIODE JANUARI - JUNI 2012
TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister dalam Ilmu Farmasi Pada Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara
OLEH: UMI CHAIRANI MANIK
NIM 107014006
PROGRAM STUDI MAGISTER FARMASI FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013
Universitas Sumatera Utara

PERSETUJUAN TESIS

Nama Mahasiswa

: Umi Chairani Manik

Nomor Induk Mahasiswa : 107014006

Program Studi

: Magister Ilmu Farmasi

Judul Tesis

: Studi Retrospektif Interaksi Obat Pada Pasien Pediatrik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Periode Januari –Juni 2012

Tempat dan Tanggal Ujian Lisan Tesis

: Medan, 24 Mei 2013

Menyetujui: Komisi Pembimbing Ketua,

Prof. Dr.Urip Harahap, Apt. NIP195301011983031004
Anggota,
Prof. dr. Guslihan Dasa Tjipta, Sp.A(K). NIP 195508171980111002

Ketua Program Studi,
Prof. Dr. Karsono, Apt. NIP 195409091982011001

Medan, Agustus 2013 Dekan
Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt. NIP 195311281983031002

Universitas Sumatera Utara

PENGESAHAN TESIS

Nama Mahasiswa

: Umi Chairani Manik

Nomor Induk Mahasiswa : 107014006

Program Studi

: Magister Ilmu Farmasi

Judul Tesis

: Studi Retrospektif Interaksi Obat Pada Pasien

Pediatrik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum

Pusat Haji Adam Malik Medan Periode

Januari – Juni 2012

Telah diuji dan dinyatakan LULUS di depan Tim Penguji pada hari Jum’at tanggal dua puluh empat bulan Mei Tahun dua ribu tiga belas

Mengesahkan: Tim Penguji Tesis Ketua Tim Penguji Tesis Anggota Tim Penguji

: Prof. Dr. Urip Harahap, Apt. : Prof. dr. Guslihan Dasa Tjipta, Sp.A(K).
Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt. Prof. Dr. Rosidah, M.Si., Apt.

Universitas Sumatera Utara

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama Mahasiswa

: Umi Chairani Manik

Nomor Induk Mahasiswa : 107014006

Program Studi

: Magister Ilmu Farmasi

Judul Tesis

: Studi Retrospektif Interaksi Obat Pada Pasien

Pediatrik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum

Pusat Haji Adam Malik Medan Periode

Januari – Juni 2012

Dengan ini menyatakan bahwa Tesis yang saya buat adalah asli karya saya sendiri bukan Plagiat, apabila dikemudian hari diketahui Tesis saya tersebut Plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia diberi sanksi apapun oleh Program Studi Magister Farmasi Fakultas Farmasi USU dan saya tidak akan menuntut pihak manapun atas perbuatan saya tersebut. Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dalam keadaan sehat.

Medan, Agustus 2013 Yang membuat Pernyataan

Umi Chairani Manik NIM 107014006

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat ALLAH SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan judul Studi Retrospektif Interaksi Obat pada Pasien Pediatrik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Periode Januari-Juni 2012 sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Magister Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.
Selama menyelesaikan penelitian dan penulisan tesis ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan dan dorongan dari berbagai pihak baik moril maupun materil. Untuk itu penulis ingin menghaturkan penghargaan dan terimakasih yang tiada terhingga kepada: 1. Rektor Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu,
DTM&H., M.Sc., (CTM)., Sp.A(K)., atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan program Magister. 2. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., yang telah menyediakan fasilitas dan kesempatan bagi penulis menjadi mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Fakultas Farmasi. 3. Ketua Program Studi Magister Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. Dr. Karsono, Apt., yang telah memberi dorongan dalam penyelesaian pendidikan Program Magister Farmasi.
Universitas Sumatera Utara

4. Bapak Prof. Dr. Urip Harahap, Apt., selaku Pembimbing I yang telah membimbing, mengarahkan dan memberikan dorongan dengan penuh kesabaran selama penulis menjalani pendidikan, penelitian dan penyelesaian tesis ini.
5. Bapak Prof. dr. Guslihan Dasa Tjipta, Sp.A(K)., selaku Pembimbing II yang telah memberi saran, bimbingan dan dorongan selama penulis menjalani penelitian dan penulisan tesis ini.
6. Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., dan Ibu Prof. Dr. Rosidah, Apt., sebagai Penguji.
7. Bapak Drs. Palas Tarigan, Apt., Kepala Instalasi Litbang (RSUP H. Adam Malik).
8. Bapak Jongar, S.E., Kepala Instalasi Rekam Medik (RSUP H. Adam Malik). Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
banyak membantu dalam penelitian tesis ini. Semoga Allah SWT memberikan karunia dan kesehatan kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian tesis ini.
Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata semoga tulisan ini dapat menjadi sumbangan yang berarti bagi ilmu pengetahuan khususnya bidang farmasi.
Medan, Agustus 2013 Penulis,
(Umi Chairani Manik)
Universitas Sumatera Utara

STUDI RETROSPEKTIF INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PEDIATRIK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK
MEDAN PERIODE JANUARI - JUNI 2012
Abstrak
Interaksi obat adalah terjadinya perubahan efek suatu obat akibat pengaruh pemberian obat, herbal medisin, makanan, minuman atau agen kimia lain secara bersamaan atau hampir bersamaan. Interaksi obat merupakan salah satu penyebab terjadinya drug related problem (DRP). Salah satu kategori penting terkait dengan DRP adalah interaksi obat. Dan hal ini menjadi satu masalah yang serius dalam terapi karena jika terjadi interaksi obat akan mempengaruhi keberhasilan terapi dan berpotensi menyebabkan kegagalan terapi, bisa menyebabkan gangguan tubuh baik bersifat sementara atau permanen dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Meskipun begitu tidak semua interaksi obat merugikan, bahkan ada yang menguntungkan, tetapi efek merugikan jauh lebih besar akibat interaksi obat.
Penelitian interaksi obat pada bagian Pediatrik Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP H. Adam Malik) Medan telah dilakukan secara retrospektif untuk melihat gambaran interaksi obat yang terjadi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara interaksi obat dengan jumlah obat, usia, jenis kelamin dan jumlah diagnosis pasien; mengetahui obat yang sering berinteraksi, frekwensi; dan pola mekanisme interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatri RSUP H. Adam Malik Medan selama periode Januari-Juni 2012.
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data lembar rekam medis yang dirawat di bagian rawat inap bagian Pediatrik RSUP H. Adam Malik. Prinsip penelitian ini adalah menghitung frekwensi interaksi obat-obat (secara teoritik), mempelajari hubungan antara variabel bebas (faktor risiko) dengan variabel terikat (interaksi obat), mempelajari pola mekanisme interaksi, jenis obat yang berinteraksi, dan tingkat keparahan interaksi.
Berdasarkan hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa jumlah obat dan jumlah diagnosis menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian interaksi obat, sedangkan usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Frekwensi kejadian interaksi obat dengan obat adalah sebesar 75,43%. Berdasarkan mekanisme interaksi obat antara lain interaksi farmakokinetika adalah sebesar 24,76%; farmakodinamika 3,45%; dan unknown sebesar 71,78 %. Obat-obat yang sering berinteraksi adalah deksametason, vitamin E, kaptopril, spironolakton, fenitoin, dan furosemida. Sedangkan tingkat keparahan antara lain mayor 8,83%; moderat 66,41%; dan minor 24,76%.
Kata kunci: Interaksi obat, pediatri, pasien rawat inap, RSUPHAM.
Universitas Sumatera Utara

DRUG INTERACTION RETROSPECTIVE STUDY FOR PEDIATRIC HOSPITALIZED PATIENT IN CENTRAL HOSPITAL HAJI ADAM
MALIK PERIOD JANUARY - JUNE 2012 Abstract
Drug interaction is alteration of drugs effect because of coadministration of drugs, herbal medicine, food, drink or other chemical agents. At the same time drug interaction is one of the Drug Related Problem (DRP) causes. One of the important cathegory related to DRP is drug interaction. This could be a serious problem in therapy, if drug interaction is happened, it will affect the outcome and leads to therapy failure, damages part of body temporaryly or permanently or even causes death. Nevertheless, not all of drug interaction interact significantly, but some advantagious effects, but disadvantage effect are bigger because of the drug interaction.
Drug interaction research in Pediatric hospitalizations departement of Central Hospital Haji Adam Malik Medan was done retrospectively to see the drug interaction that had happened. The aims of the research were: to investigate the correlation between drug interaction and the number of drugs; age; gender; and the number of patients diagnostic in Pediatric hospitalizations departement of Central Hospital Haji Adam Malik Medan in January-June 2012.
This clinical study was done by collecting patients medical record in Pediatric hospitalizations departement of Central Hospital Haji Adam Malik. The principle of this study were to count the frequencies of drugs interaction (theoretically); to study the correlation between independent variables namely risk factor and dependent variable namely drug interaction; interaction mechanism; kind of drugs interacted; and drug interaction severity.
Based on the result of statistical data analysis showed that the number of drugs and the number of patient diagnostic correlated significantly, meanwhile age and gender have no correlation. The frequencies of drug interaction were 75.43%. Based on the result of drug interaction mechanism which were pharmacokinetic interation 24.76%; pharmacodynamics 3.45%; and unknown 71.78%. Frequently interacting drugs were dexametason, vitamin E, captopril, spironolactone, phenytoin and furosemide. Meanwhile, the level of severity were mayor 8.83%; moderate 66.41%; and minor 24.76%.
Keyword: Drug interaction, pediatric, hospitalizations, RSUPHAM.
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL .............................................................................. i

LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................... iii

LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................... iv

SURAT PERNYATAAN ........................................................................ v

KATA PENGANTAR ............................................................................ vi

ABSTRAK ............................................................................................ viii

ABSTRACT ........................................................................................... ix

DAFTAR ISI ........................................................................................... x

DAFTAR TABEL ................................................................................... xiv

DAFTAR GAMBAR .............................................................................. xv

DAFTAR LAMPIRAN............................................................................ xvi

DAFTAR SINGKATAN ........................................................................ xvii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1

1.1 Latar Belakang ....................................................................... 1

1.2 Kerangka Pikir Penelitian ...................................................... 5

1.3 Perumusan Masalah ............................................................... 6

1.4 Hipotesis ................................................................................ 6

1.5 Tujuan Penelitian ................................................................... 7

1.6 Manfaat Penelitian ................................................................. 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 9

2.1 Pasien Pediatrik ..................................................................... 9

2.1.1 Pengertian Pediatrik ..................................................

9

Universitas Sumatera Utara

2.1.2 Klasifikasi Populasi Pediatrik .................................... 2.2 Data Populasi Pediatrik di Indonesi ..................................... 2.3 Konsep Fisiologi dan Kinetika pada Pediatrik ……………. 2.3.1 Fisiologi dan Kinetika pada Neonatus (Term
Newborn Infants) ……………………………............... 2.3.1.1 Absorpsi pada Neonatus …………………… 2.3.1.2 Distribusi pada Neonatus ………………….. 2.3.1.3 Metabolisme pada Neonatus ………………. 2.3.1.4 Ekskresi pada Neonatus ……………………
2.3.2 Fisiologi dan Kinetika pada Bayi dan Anak ............. 2.3.2.1 Absorpsi pada Bayi dan Anak .........………. 2.3.2.2 Distribusi pada Bayi dan Anak ..................... 2.3.2.3 Metabolisme pada Bayi dan Anak …........... 2.3.2.4 Ekskresi pada Bayi dan Anak .......………....
2.4 Interaksi Obat …………………………………………...... 2.4.1 Pengertian ………………………………………...... 2.4.2 Mekanisme Interaksi Obat ……………………….... 2.4.2.1 Interaksi Farmakokinetik ………………….. 2.4.2.1.1 Interaksi Pada Level Absorpsi Obat …. 2.4.2.1.2 Interaksi Pada Level Distribusi Obat ... 2.4.2.1.3 Interaksi Pada Level Metabolisme Obat …………………………………. 2.4.2.1.4 Interaksi Pada Level Ekskresi Obat ….. 2.4.2.2 Interaksi Farmakodinamik ………………….

9 10 10
10 11 11 12 14 14 15 15 15 16 16 16 17 17 17 18
19
20 20

Universitas Sumatera Utara

2.5 Pemberian Dosis Obat pada Bayi …………………………. 21 2.6 Studi Retrospektif …………………………………………. 22 BAB III METODE PENELITIAN .......................................................... 23 3.1 Desain Penelitian ................................................................... 23 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian. ................................................. 23 3.3 Populasi dan Sampel .............................................................. 24
3.3.1 Populasi ......................................................................... 24 3.3.2 Sampel .......................................................................... 24 3.4 Cara Pengumpulan Data ......................................................... 26 3.5 Defenisi variabel yang penting................................................ 26 3.6 Analisis Data ......................................................................... 28 3.7 Bagan Alur Penelitian ............................................................ 29 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................. 30 4.1 Gambaran Umum Lokasi Peneltian ........................................ 30 4.2 Karakteristik Umum Subjek Penelitian ................................... 30 4.3 Gambaran Kejadian Interaksi Obat Subjek.............................. 33 4.3.1. Gambaran kejadian Interaksi Obat berdasarkan
jumlah obat .................................................................. 34 4.3.2. Gambaran kejadian Interaksi Obat berdasarkan
Usia pasien ................................................................... 35 4.3.3. Gambaran kejadian Interaksi Obat berdasarkan
Jenis kelamin ................................................................ 36 4.3.4. Gambaran kejadian Interaksi Obat berdasarkan
Jumlah diagnosis .......................................................... 36 4.4 Gambaran Interaksi Obat-obat Pasien Rawat Inap Pediatrik .... 37 4.5 Analisis Data ......................................................................... 46
Universitas Sumatera Utara

4.5.1 Karakteristik Obat ......................................................... 46 4.5.1.1 Jumlah Obat ............................................................... 46 4.5.2 Karakteristik Pasien ........................................................... 48 4.5.2.1 Faktor Usia ................................................................ 48 4.5.2.2 Faktor Jenis Kelamin .................................................. 49 4.5.3 Faktor Jumlah Diagnosis .................................................... 49 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... 52 5.1 Kesimpulan ............................................................................ 52 5.2 Saran ..................................................................................... 53 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 54 LAMPIRAN ............................................................................................... 58
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Data Total Jumlah Penduduk dan Persentasi Penduduk Usia Muda ............................................................................. 10

Tabel 4.1 Karakteristik Subjek Penelitian ............................................. 31

Tabel 4.2 Gambaran Kejadian Interaksi Obat Subjek............................. 33

Tabel 4.3 Gambaran Kejadian Interaksi Obat berdasarkan jumlah obat 34

Tabel 4.4 Gambaran Kejadian Interaksi Obat berdasarkan usia pasien .. 35

Tabel 4.5 Gambaran Kejadian Interaksi Obat berdasarkan jenis kelamin ........................................................................ .. 36

Tabel 4.6 Gambaran Kejadian Interaksi Obat berdasarkan jumlah diagnosis .................................................................. 37

Tabel 4.7 Jenis Obat yang Berpotensi Berinteraksi Kategori Minor ….. 38

Tabel 4.8 Jenis Obat yang Berpotensi Berinteraksi Kategori Moderat .. 39

Tabel 4.9 Jenis Obat yang Berpotensi Berinteraksi Kategori Mayor …. 42

Tabel 4.10 Jenis Obat yang berpotensi mengalami interaksi pada pasien rawat Inap Jamkesmas di RSUP H Adam Malik Medan..................................................................................

42

Tabel 4.11 Level Interaksi Obat-obat pada pasien rawat inap Jamkesmas di RSUP H Adam Malik ......................................................... 42

Tabel 4.12 Kejadian Interaksi Obat berdasarkan jumlah Obat yang diterima Pasien ........................................................................ 46

Tabel 4.13 Kejadian Interaksi Obat berdasarkan Usia Pasien ................. 47

Tabel 4.14 Kejadian Interaksi Obat berdasarkan Jenis Kelamin ............. 49

Tabel 4.15 Kejadian Interaksi Obat berdasarkan Jumlah diagnosis ........ 50 .

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR Halaman
Gambar 1.1 Skema Hubungan Variabel Bebas dan Variabel Terikat ....... 5 Gambar 1.2 Bagan Alur Penelitian ......................................................... 29
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1 Surat Persetujuan Komite Etik .............................................. 58 Lampiran 2 Surat Permohonan Izin Penelitian pada
(RSUP H. Adam Malik) ....................................................... 59 Lampiran 3 Surat Rekomendasi melakukan Penelitian
di (RSUP H. Adam Malik)...................................................... 60 Lampiran 4 Surat Keterangan telah selesai melakukan
penelitian di (RSUP H. Adam Malik)..................................... 61 Lampiran 5 Hasil Analisis Data pada Program SPSS
Advanced Statistic 18.0.......................................................... 62 Lampiran 6 Tinjauan Interaksi Obat Kategori Minor................................ 64 Lampiran 7 Tinjauan Interaksi Obat Kategori Moderat ............................ 82 Lampiran 8 Tinjauan Interaksi Obat Kategori Mayor ............................... 129 Lampiran 9 Contoh Data Pengobatan Pasien satu diagnosis ................... 135 Lampiran 10 Contoh Data Pengobatan Pasien dua diagnosis ................... 138 Lampiran 11 Contoh Data Pengobatan Pasien tiga diagnosis .................. 140 Lampiran 12 Contoh Data Pengobatan Pasien empat diagnosis .............. 141 Lampiran 13 Contoh Data Pengobatan Pasien lima diagnosis .................. 142 Lampiran 14 Contoh Data Pengobatan Pasien enam diagnosis ............... 144 Lampiran 15 Contoh Data Pengobatan Pasien tujuh diagnosis ................ 145
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR SINGKATAN

CYP LITBANG PGE2 PGI2 NSAID PPI ACE SMX DOX TMP

: Cytochrome P450 : Penelitian Pengembangan : Prostaglandin tipe E2 : Prostasiklin : Non Steroid Anti Inflamsi Drugs : Proton Pump Inhibitor : Angiotensin Converting Enzyme : Sulfametoxazole : Doxorubicin : Trimetropim

Universitas Sumatera Utara

STUDI RETROSPEKTIF INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PEDIATRIK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK
MEDAN PERIODE JANUARI - JUNI 2012
Abstrak
Interaksi obat adalah terjadinya perubahan efek suatu obat akibat pengaruh pemberian obat, herbal medisin, makanan, minuman atau agen kimia lain secara bersamaan atau hampir bersamaan. Interaksi obat merupakan salah satu penyebab terjadinya drug related problem (DRP). Salah satu kategori penting terkait dengan DRP adalah interaksi obat. Dan hal ini menjadi satu masalah yang serius dalam terapi karena jika terjadi interaksi obat akan mempengaruhi keberhasilan terapi dan berpotensi menyebabkan kegagalan terapi, bisa menyebabkan gangguan tubuh baik bersifat sementara atau permanen dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Meskipun begitu tidak semua interaksi obat merugikan, bahkan ada yang menguntungkan, tetapi efek merugikan jauh lebih besar akibat interaksi obat.
Penelitian interaksi obat pada bagian Pediatrik Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP H. Adam Malik) Medan telah dilakukan secara retrospektif untuk melihat gambaran interaksi obat yang terjadi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara interaksi obat dengan jumlah obat, usia, jenis kelamin dan jumlah diagnosis pasien; mengetahui obat yang sering berinteraksi, frekwensi; dan pola mekanisme interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatri RSUP H. Adam Malik Medan selama periode Januari-Juni 2012.
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data lembar rekam medis yang dirawat di bagian rawat inap bagian Pediatrik RSUP H. Adam Malik. Prinsip penelitian ini adalah menghitung frekwensi interaksi obat-obat (secara teoritik), mempelajari hubungan antara variabel bebas (faktor risiko) dengan variabel terikat (interaksi obat), mempelajari pola mekanisme interaksi, jenis obat yang berinteraksi, dan tingkat keparahan interaksi.
Berdasarkan hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa jumlah obat dan jumlah diagnosis menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian interaksi obat, sedangkan usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Frekwensi kejadian interaksi obat dengan obat adalah sebesar 75,43%. Berdasarkan mekanisme interaksi obat antara lain interaksi farmakokinetika adalah sebesar 24,76%; farmakodinamika 3,45%; dan unknown sebesar 71,78 %. Obat-obat yang sering berinteraksi adalah deksametason, vitamin E, kaptopril, spironolakton, fenitoin, dan furosemida. Sedangkan tingkat keparahan antara lain mayor 8,83%; moderat 66,41%; dan minor 24,76%.
Kata kunci: Interaksi obat, pediatri, pasien rawat inap, RSUPHAM.
Universitas Sumatera Utara

DRUG INTERACTION RETROSPECTIVE STUDY FOR PEDIATRIC HOSPITALIZED PATIENT IN CENTRAL HOSPITAL HAJI ADAM
MALIK PERIOD JANUARY - JUNE 2012 Abstract
Drug interaction is alteration of drugs effect because of coadministration of drugs, herbal medicine, food, drink or other chemical agents. At the same time drug interaction is one of the Drug Related Problem (DRP) causes. One of the important cathegory related to DRP is drug interaction. This could be a serious problem in therapy, if drug interaction is happened, it will affect the outcome and leads to therapy failure, damages part of body temporaryly or permanently or even causes death. Nevertheless, not all of drug interaction interact significantly, but some advantagious effects, but disadvantage effect are bigger because of the drug interaction.
Drug interaction research in Pediatric hospitalizations departement of Central Hospital Haji Adam Malik Medan was done retrospectively to see the drug interaction that had happened. The aims of the research were: to investigate the correlation between drug interaction and the number of drugs; age; gender; and the number of patients diagnostic in Pediatric hospitalizations departement of Central Hospital Haji Adam Malik Medan in January-June 2012.
This clinical study was done by collecting patients medical record in Pediatric hospitalizations departement of Central Hospital Haji Adam Malik. The principle of this study were to count the frequencies of drugs interaction (theoretically); to study the correlation between independent variables namely risk factor and dependent variable namely drug interaction; interaction mechanism; kind of drugs interacted; and drug interaction severity.
Based on the result of statistical data analysis showed that the number of drugs and the number of patient diagnostic correlated significantly, meanwhile age and gender have no correlation. The frequencies of drug interaction were 75.43%. Based on the result of drug interaction mechanism which were pharmacokinetic interation 24.76%; pharmacodynamics 3.45%; and unknown 71.78%. Frequently interacting drugs were dexametason, vitamin E, captopril, spironolactone, phenytoin and furosemide. Meanwhile, the level of severity were mayor 8.83%; moderate 66.41%; and minor 24.76%.
Keyword: Drug interaction, pediatric, hospitalizations, RSUPHAM.
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Berdasarkan hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2010, jumlah penduduk
Sumatera Utara sebesar 13.118.327 orang, yag terdiri dari 6.550.849 penduduk laki-laki dan 6.567.470 penduduk perempuan. Jika dikelompokkan berdasarkan umur, maka menurut data badan pusat statistik tahun 2011, penduduk Sumatera Utara terdiri dari usia muda (usia < 15 tahun) sebanyak 4.358.043 orang, usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 8.248.526, dan usia tua (≥ 65 tahun) sebanyak 511.758 (Depkes RI, 2010). Berdasarkan data pusat statistik tersebut, usia muda (pediatrik) menempati urutan kedua komposisi penduduk Sumatera Utara terbesar setelah kelompok usia produktif.
Populasi pediatrik merupakan kelompok yang memiliki fisiologi berbeda, dan tidak boleh diperlakukan sebagai miniatur laki-laki atau wanita dewasa. Secara internasional populasi pediatrik dikelompokkan menjadi (preterm newborn infants) bayi prematur yang baru lahir, (term newborn infant) bayi yang baru lahir umur 0-28 hari, (infants and toddlers) bayi dan anak kecil yang baru belajar berjalan umur > 28 hari sampai 23 bulan, (children) anak-anak umur 2-11 tahun, dan (adolescents) anak remaja umur 12 - 18 tahun tergantung daerah (WHO, 2007).
Variasi farmakokinetik obat antara orang dewasa, bayi dan anak adalah faktor penting dalam penggunaan dan penentuan dosis obat agar diperoleh hasil yang efektif dan aman. Peninjauan peranan enzim CYP-450 yang memetabolisme
Universitas Sumatera Utara

sebagian besar obat dalam terapi pasien pediatrik perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan kliren obat yang diakibatkan oleh interaksi obat dengan penyakit atau obat dengan obat (Howrie, et al., 2008).
Pada pasien anak-anak, terutama neonatus, respons obat berbeda dengan orang dewasa (BNFC, 2009). Aksi obat bervariasi pada neonatus karena dipengaruhi karakteristik biologi seperti berat badan rendah, kandungan lemak badan sedikit, volume cairan tubuh besar dan permeabilitas beberapa membran cukup besar termasuk kulit dan membran sawar otak (Hashem, 2005). Dengan demikian, perhatian khusus bagi neonatus sangat perlu, terutama dosis obat harus dihitung dengan hati-hati karena kliren obat yang rendah dan sensitivitas target organ yang berbeda dapat berpotensi meningkatkan toksisitas (BNFC, 2009).
Sebagai contoh, pemberian dosis tunggal atau berganda parasetamol (hingga mencapai 150 mg/kgbb) dalam 24 jam mungkin menyebabkan nekrosis hepatoseluler berat serta nekrosis tubular renal walaupun jarang terjadi. Namun, pada pasien anak yang diberi obat-obat yang menginduksi enzim hati (misal, karbamazepin atau penobarbital) dan mendapat parasetamol dosis 75 mg/kgbb dalam 24 jam akan memungkinkan untuk menyebabkan terjadinya kerusakan hati (BNFC, 2009).
Interaksi obat adalah terjadinya perubahan efek suatu obat karena adanya pengaruh obat, herbal medisin, makanan, minuman atau agen kimia lain dalam lingkungan sistem (Baxter, 2008). Pemberian suatu obat (A) dapat mengubah aksi obat lain (B) dapat terjadi melalui dua mekanisme umum yaitu interaksi farmakokinetik dan interaksi farmakodinamik. Selain itu ada katergori lain yaitu
Universitas Sumatera Utara

interaksi farmaseutik, yaitu interaksi yang terjadi secara in vitro yang dapat menyebabkan salah satu atau kedua obat tidak aktif (Hashem, 2005).
Frekwensi dan prevalensi terjadinya interaksi tergantung pada jumlah medikasi yang diberikan secara bersamaan serta kompleksitas regimen pemberian obat. Prevalensi interaksi juga tergantung pada beberapa variabel lain seperti kepatuhan pasien, hidrasi dan status nutrisi, tingkat keparahan kerusakan ginjal dan hati, merokok dan penggunaan alkohol, dan genetik serta dosis obat (Bailie, et al., 2004).
Studi komparatif pada rekam medis pasien pediatrik periode Mei-Agustus 2009 yang dilakukan pada dua rumah sakit di Pakistan, dari 1.420 resep 950 (66,90%) diantaranya terjadi interaksi obat (Bashir, et al., 2011). Dalam sebuah studi yang melibatkan 9.900 pasien dengan 83.200 paparan obat, 234 (6,5%) dari 3600 pasien mengalami reaksi obat merugikan yang termasuk ke dalam kategori interaksi obat. Studi lain yang dilakukan oleh Gallery, et al., (1994) menemukan bahwa peresepan pada 160 pasien, terjadi 221 interaksi obat; sebanyak 24 kasus (10,85%) termasuk kategori major, 115 kasus (52,03%) kategori moderate, dan 82 kasus (37,12%) termasuk kategori minor. Studi lain yang dilakukan oleh Hajebi, et al., (2000) mengevaluasi interaksi obat pada 3.130 resep dari 4 bagian di sebuah rumah sakit pendidikan, hasilnya menunjukkan bahwa dari 3960 resep terjadi 156 kejadian interaksi obat (Nazzari dan Mochadam, 2006).
Berdasarkan tingkat keparahan/severitas, interaksi juga dapat diklasifikasikan ke dalam tiga level yaitu minor, moderate, dan mayor. Suatu interaksi disebut keparahan minor jika interaksi mungkin terjadi dan dipertimbangkan potensial membahayakan pasien jika terjadi kelalaian, dan disebut interaksi keparahan
Universitas Sumatera Utara

moderate jika satu dari bahaya potensial mungkin terjadi pada pasien, dan diperlukan beberapa intervensi/monitor. Efek interaksi moderate mungkin menyebabkan perubahan status klinis pasien, perawatan tambahan, perawatan di rumah sakit dan atau menyebabkan lama tinggal di rumah sakit semakin panjang. Sedangkan interaksi keparahan major jika terdapat probabilitas yang tinggi untuk membahayakan pasien termasuk kejadian yang menyangkut nyawa pasien dan kerusakan permanen (Bailie, 2004).
Tidak semua interaksi obat bermakna secara signifikan, walaupun secara teoritis mungkin terjadi. Banyak interaksi obat yang kemungkinan besar berbahaya terjadi hanya pada sejumlah kecil pasien. Namun demikian, seorang farmasis perlu selalu waspada terhadap kemungkinan timbulnya efek merugikan akibat interaksi obat untuk mencegah timbulnya risiko morbiditas atau bahkan mortalitas dalam pengobatan pasien (Rahmawati, 2006).
Interaksi obat merupakan salah satu penyebab drug related problem (DRP). Ada tiga kemungkinan DRP lain yang dapat disebabkan oleh interaksi obat, diantaranya dosis terlalu rendah, reaksi obat merugikan dan dosis terlalu tinggi. DRP sendiri merupakan suatu masalah yang sangat mempengaruhi keberhasilan terapi pasien (Cipolle, et al., 2007).
Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian retrospektif interaksi obat pada bagian Pediatrik Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP H. Adam Malik) Medan untuk melihat gambaran awal interaksi obat yang terjadi. Selain itu berdasarkan penelusuran pada bagian LITBANG RSUP H. Adam Malik Medan penelitian
Universitas Sumatera Utara

interaksi obat secara retrospektif pada pasien rawat inap dibagian Pediatrik Rumah Sakit belum pernah dilakukan. 1.2 Kerangka Pikir Penelitian
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan studi interaksi obat pada pasien pediatrik rawat inap di RSUPHAM Medan. Secara skematis kerangka pikir penelitian ditunjukkan pada Gambar 1.1

Variabel bebas Faktor Resiko

Variabel terikat Interaksi Obat

Parameter Jenis Obat (%)

Jumlah Obat

Frekuensi/ Jumlah (%)

PASIEN
Usia Pasien - umur 0-28 hari - umur 29 hari sampai 23 bulan - umur 2-11 tahun - umur 12 sampai 18 tahun
Jenis Kelamin - Laki-Laki - Perempuan

Mekanisme (%)
- Farmakokinetik - Farmakodinamik - Unknown
Keparahan (%) - Mayor - Moderate - Minor

Jumlah diagnosis Gambar 1.1 Skema hubungan variabel bebas dan variabel terikat
Universitas Sumatera Utara

1.3 Perumusan Masalah Berdasarkan penjelasan di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut: a. apakah interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik
Medan terkait dengan jumlah obat? b. apakah interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik
Medan terkait dengan pasien? c. apakah interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik
Medan terkait dengan jumlah diagnosis? d. apa saja obat yang sering berinteraksi di bagian rawat inap Pediatrik RSUP H.
Adam Malik Medan? e. apakah frekwensi interaksi obat pada unit rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam
Malik Medan tinggi? f. apa saja pola mekanisme interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP
H. Adam Malik Medan? g. apa sajakah tingkat keparahan interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik
RSUP H. Adam Malik Medan?
1.4 Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka hipotesis awal penelitian
ini adalah: a. interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan
tidak ada hubungan dengan jumlah obat. b. interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan
tidak ada hubungan dengan pasien.
Universitas Sumatera Utara

c. interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan tidak ada hubungan dengan jumlah diagnosis.
Hipotesa alternatifnya: a. interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan
ada hubungan dengan jumlah obat. b. interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan
ada hubungan dengan pasien. c. interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan
ada hubungan dengan jumlah diagnosis. d. obat yang sering berinteraksi pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam
Malik beragam jenisnya e. frekwensi interaksi obat-obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam
Malik tinggi. f. pola mekanisme interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H.
Adam Malik Medan beragam, diantaranya farmakokinetik, farmakodinamik, dan unknown. g. tingkat keparahan interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan beragam, diantaranya adalah mayor, moderate, dan low.
1.5 Tujuan Penelitian Berdasarkan hipotesis penelitian di atas, maka tujuan penelitian ini untuk:
a. mengetahui hubungan interaksi obat dengan jumlah obat. b. mengetahui hubungan interaksi obat dengan pasien. c. mengetahui hubungan interaksi obat dengan jumlah diagnosis.
Universitas Sumatera Utara

d. mengetahui obat yang sering berinteraksi pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan.
e. mengetahui besarnya frekwensi interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan.
f. mengetahui pola mekanisme interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan.
g. mengetahui tingkat keparahan interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan.
1.6 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
a. memberikan gambaran tentang interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan.
b. memberikan gambaran tentang obat yang sering berinteraksi dan frekwensinya pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan.
c. memberikan gambaran tentang pola mekanisme dan tingkat keparahan interaksi obat pada bagian rawat inap Pediatrik RSUP H. Adam Malik Medan.
Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pasien Pediatrik 2.1.1 Pengertian Pediatrik
Pediatrik adalah cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan perawatan medis bayi (infant), anak-anak (children), dan remaja (aldosents) (Anonima, 2012). Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), pediatrik adalah spesialisasi ilmu kedokteran yang berkaitan dengan fisik, mental dan sosial kesehatan anak sejak lahir sampai dewasa muda. Pediatrik juga merupakan disiplin ilmu yang berhubungan dengan pengaruh biologis, sosial, lingkungan dan dampak penyakit pada perkembangan anak. Anak-anak berbeda dari orang dewasa secara anatomis, fisiologis, imunologis, psikologis, perkembangan dan metabolisme (AAP, 2012). 2.1.2 Klasifikasi Populasi Pediatrik
Secara internasional populasi pediatrik dikelompokkan menjadi: a. Preterm newborn infants (bayi prematur yang baru lahir). b. Term newborn infants (bayi yang baru lahir umur 0-28 hari). c. Infants and toddlers (bayi dan anak kecil yang baru belajar berjalan umur > 28
hari sampai 23 bulan). d. Children (anak-anak umur 2-11 tahun). e. Adolescents (anak remaja umur 12 sampai 16 sampai 18 tahun tergantung
daerah). Usia didefinisikan dalam hari, bulan dan tahun lengkap (WHO, 2007).
Universitas Sumatera Utara

2.2 Data Populasi Pediatrik di Indonesia

Berikut ini adalah data jumlah total penduduk Indonesia dan persentasi jumlah

penduduk usia muda (0-14 tahun) yang diambil dari data profil kesehatan

Indonesia beberapa tahun terakhir (Tabel 2.1).

Tabel 2.1 Data Total jumlah penduduk dan persentasi penduduk usia muda

No. Tahun 1. 2004

Total Jumalah Penduduk (Jiwa)
217.072.346

Persentasi Penduduk Usia Referensi

Muda (0-14 tahun)

29,61%

Depkes RI, 2006

2. 2005

218.868.791

29,04%

Depkes RI, 2007

3. 2006

222.192.000

28,26%

Depkes RI, 2007

4. 2007

225.642.124

29,30%

Depkes RI, 2008

5. 2008

228.523.342

27,23%

Depkes RI, 2009

6. 2009

231.369.592

26,96%

Depkes RI, 2010

7. 2010

237.641.326

28,87%.

Depkes RI, 2011

2.3 Konsep Fisiologi dan Kinetika pada Pediatrik Pada pediatrik, secara fisiologi beberapa organ penting belum matang seperti
halnya orang dewasa. Oleh karena itu akan mempengaruhi proses farmakokinetik obat, dan perubahan akan terjadi sejalan dengan pendewasaan, sehingga mempengaruhi respon obat pada pasien anak-anak (Hashem, 2005). 2.3.1 Fisiologi dan Kinetika pada Neonatus (Term Newborn Infants)
Variasi kerja obat terjadi pada neonatus karena adanya variasi karakteristik biologis pada bayi yang baru lahir, diantaranya massa tubuh yang kecil, kandungan lemak tubuh rendah, volume air tubuh tinggi dan permeabilitas beberapa membran lebih besar seperti pada kulit dan sawar otak (Hashem, 2005).

Universitas Sumatera Utara

2.3.1.1 Absorpsi pada Neonatus Pada bayi yang baru lahir (neonatus), waktu transit lambung lebih lama, pH
lambung dan fungsi enzim bervariasi, tidak ada flora usus akan mempengaruhi penyerapan obat yang diberikan secara oral (Hashem, 2005). Dengan demikian selama periode neonatal, obat-obat yang tidak tahan asam seperti benzilpenisilin dan ampisilin akan diserap lebih baik, sedangkan penyerapan obat-obatan seperti fenitoin, fenobarbital dan rifampisin rendah (WHO, 2007).
Pada minggu pertama sejak lahir, neonates mengalami achlorhydria dan hanya setelah usia tiga tahun ekskresi asam lambung menyerupai orang dewasa. Dalam usia hingga satu bulan waktu pengosongan lambung lebih lama dan gerak peristalsis tidak teratur. Massa otot rangka lebih terbatas dan kontraksi otot yang berperan mendorong aliran darah untuk penyebaran obat yang diberikan secara intramuskular relatif lemah (Rowland dan Tozer, 1995).
Tingkat perfusi perifer rendah dan mekanisme pengaturan panas belum sempurna pada neonatus mengganggu penyerapan. Obat topikal diserap lebih cepat, dan biasanya lebih baik karena penghalang kulit neonatus masih relatif tipis sehingga risiko toksisitas yang lebih besar (Hashem, 2005). 2.3.1.2 Distribusi pada Neonatus
Bayi yang baru lahir memiliki konsentrasi protein plasma dan kapasitas pengikatan albumin yang rendah, sehingga berpengaruh pada kemampuan mengikat terhadap obat yang terikat ekstensif dengan protein plasma. Rendahnya kapasistas protein plasma mengikat obat menyebabkan beberapa efek obat yang merugikan. Misalnya, protein plasma dapat mengikat bilirubin. Obat sangat kuat berikatan dengan protein dapat menggantikan bilirubin sehingga menyebabkan
Universitas Sumatera Utara

kerusakan otak dari kernikterus akibat hiperbilirubinemia. Antibiotik sulfonamid adalah contoh obat utama pada kasus ini (Hashem, 2005).
Volume distribusi dalam kompartemen tubuh bayi sangat berbeda dengan orang dewasa. Jumlah total kandungan air tubuh mencapai 70-80% dari berat badan pada bayi prematur dan bayi baru lahir, dibandingkan dengan orang dewasa sekitar 50-55%. Cairan ekstraseluler sekitar 40% dari total berat badan, sekitar dua kali pada orang dewasa. Tingginya kandungan air tubuh dan rendahnya kapasitas protein plasma mengakibatkan volume distribusi obat yang larut dalam air lebih besar. Sehingga dibutuhkan dosis relatif lebih besar untuk obat yang larut dalam air untuk menghasilkan efek terapi yang diinginkan (Hashem, 2005).
Secara substansial jumlah lemak tubuh pada neonatus lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa, dan hal ini juga dapat mempengaruhi efek terapi obat. Beberapa obat yang kelarutannya tinggi dalam lemak, distribusinya lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa. Sebagai contoh, perbedaan volume distribusi diazepam berkisar 1,4-1,8 L/kg pada neonatus dan 2,2-2,6 L/ kg pada dewasa (Nahata dan Taketomo, 2008). 2.3.1.3 Metabolisme pada Neonatus
Neonatus memiliki kemampuan lebih rendah untuk metabolisme obat yang rentan dibandingkan dengan bayi dan anak-anak (Nahata dan Taketomo, 2008). Secara umum metabolisme obat oleh enzim hati belum sempurna pada neonatus. Setelah lahir, kapasitas metabolisme akan naik secara dramatis dari sekitar seperlima hingga sepertiga tingkat orang dewasa selama minggu pertama kehidupan (Hashem, 2005).
Universitas Sumatera Utara

Jalur utama metabolisme obat dibagi menjadi fase reaksi 1 dan fase reaksi 2. Fase 1 melibatkan reaksi oksidasi, reduksi, hidrolisis, dan hidrasi. Jalur paling utama adalah reaksi oksidasi yang melibatkan enzim sitokrom P450 (CYP). Enzim-enzim CYP utama dibagi menjadi CYP1A2, CYP2B6, CYP2C8 - 10, CYP2C19, CYP2D6, CYP2E1 dan CYP3A4 dan 5. Jalur untuk fase 2 melibatkan glukuronidasi, sulfasi, metilasi, asetilasi dan konjugasi glutation. Jumlah kandungan sitokrom P450 di hati janin adalah antara 30% dan 60% dari nilai dewasa dan mendekati nilai-nilai orang pada usia 10 tahun (Choonara, 2005).
Tempat utama metabolisme obat adalah dalam hati, selain saluran pencernaan, sel darah, dan organ lain juga terlibat dalam metabolisme obat. Tujuan biologis metabolisme obat adalah untuk mengkonversi senyawa lipofilik (larut dalam lemak) menjadi lebih polar dan lebih larut dalam air dengan demikian lebih mudah diekskresikan ke dalam empedu atau urin (Choonara, 2005). Obat-obat yang nonpolar, dan larut dalam lipid (misalnya diazepam, teofilin dan parasetamol) akan dimetabolisme dalam hati sehingga menjadi lebih polar. Sedangkan obat yang larut dalam air, biasanya diekskresikan dalam bentuk tidak berubah oleh filtrasi glomerulus dan / atau sekresi tubular pada ginjal (misalnya aminoglikosida, penisilin, dan diuretik) (WHO, 2007).
Bayi baru lahir memiliki kemampuan memetabolisme obat yang rendah dibandingkan dengan bayi dan anak terutama pada neonatus prematur. Perubahan metabolisme dapat mempengaruhi neonatus yaitu terjadinya resiko toksisitas obat lebih besar. Neonatus biasanya membutuhkan dosis obat yang lebih kecil dan diberikan lebih jarang dari pada bayi dan anak-anak (Choonara, 2005).
Universitas Sumatera Utara

2.3.1.4 Ekskresi pada Neonatus Pada neonatus fungsi ginjal belum berkembang secara sempurna, sehingga
ekskresi obat pada neonates obat lebih lambat. Neonatus memiliki kemampuan yang rendah memekatkan urin sehingga pH urin rendah, sehingga mempengaruhi ekskresi beberapa senyawa. Fungsi ginjal secara keseluruhan mendekati tingkat dewasa pada akhir atau tahun pertama sejak kelahiran (Hashem, 2005).
Fungsi ginjal sangat penting untuk disposisi obat pada periode neonatus. Banyak pasien neonatus yang mengalami infeksi diberi antibiotik yang larut dalam air. Secara umum pada neonatus waktu paruh eliminasi obat semakin lama. Laju eliminasi meningkat pesat selama minggu-minggu berikutnya, dan waktu paruh sama dengan orang dewasa biasanya dicapai pada akhir bulan pertama (WHO, 2010). 2.3.2 Fisiologi dan Kinetika pada Bayi dan Anak
Ada beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi pemberian obat pada bayi (5 - 52 minggu setelah dilahirkan) dan anak-anak (1 -12 tahun). Pertumbuhan dan kematangan biologis yang progresif menstabilisasi respon tubuh terhadap obat sampai memberikan respon yang akhirnya sama dengan perkiraan pada orang dewasa. Selama pertumbuhan, terjadi peningkatan massa tubuh, perbedaan kandungan lemak, dan penurunan volume air tubuh. Semua hal itu akan mempengaruhi penyerapan, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat. Selain itu, hambatan anatomis seperti kulit dan sawar otak lebih efektif pada bayi. Pertumbuhan yang cepat selama masa kanak-kanak dan pubertas juga dapat mempengaruhi respon obat (Hashem, 2005).
Universitas Sumatera Utara

2.3.2.1 Absorpsi pada Bayi dan Anak Keasaman lambung belum mendekati nilai-nilai orang dewasa sampai usia
sekitar dua sampai tiga bulan. Pada infant beberapa obat yang tidak tahan asam seperti benzil penisilin, ampisilin, dan nafsilin oral dapat diabsorpsi dengan baik karena kurangnya asam lambung pada masa awal bayi. Hal ini disebabkan adanya cairan ketuban dalam perut bayi sehingga pH lambung netral (6-8). Laju pengosongan lambung menyerupai orang dewasa sekitar usia 6 sampai 8 bulan. Barrier seperti kulit dan sawar otak lebih efektif selama pertumbuhan bayi, hal ini menyebabkan anak berisiko lebih rendah terhadap efek toksik beberapa obat (Hashem, 2005; Milsap dan Jusko, 1994). 2.3.2.2 Distribusi pada Bayi dan Anak
Distribusi obat dalam tubuh dipengaruhi oleh jumlah dan karakter protein plasma, volume relative cairan tubuh, lemak, dan kompartemen jaringan tubuh. Jumlah total air tubuh, dinyatakan sebagai persentase dari total berat badan. Bayi premature adalah 85% dan neonatus 78%. Meningkatnya fraksi total air tubuh berpengaruh terhadap nilai parameter volume distribusi obat yang berkaitan dengan konsentrasi obat (Hashem, 2005; Milsap dan Jusko, 1994). Pengikatan protein pada obat umumnya hampir sama pada orang dewasa dan dicapai pada usia satu tahun (Hashem, 2005). 2.3.2.3 Metabolisme pada Bayi dan Anak
Tingkat metabolik pada bayi dan anak-anak usia dua sampai tiga tahun secara umum lebih tinggi dari orang dewasa. Dosis terapeutik obat relatif terhadap berat badan, mungkin lebih besar untuk anak-anak dibandingkan orang dewasa, contohnya teofilin. Dosis harus individual untuk setiap anak berdasarkan berat
Universitas Sumatera Utara

badan, dan harus disesuaikan dosis tersebut dengan adanya variasi metabolism secara individu. Artinya, dosis harus individual untuk setiap anak berdasarkan berat badan. Enzim hepatik dapat berubah sedemikian rupa pada anak yang sudah mature sehingga kliren teofilin akan berkurang, dan penyesuaian dosis lebih lanjut mungkin dibutuhkan (Hashem, 2005). Biotransformasi metronidazol lebih lambat oleh sistem enzim P450 pada bayi yang mengalami malnutrisi berat dibandingkan pada bayi yang tidak mengalami malnutrisi (Milsap dan Jusko, 1994). 2.3.2.4 Ekskresi pada Bayi dan Anak
Perubahan fungsi ginjal bergantung pada usia, sampai sekitar 6-12 bulan kematangan fungsi ginjal dan hati belum tercapai (Milsap dan Jusko, 1994; Hashem, 2005). Saat lahir, fungsi glomerulus lebih baik dari fungsi tubulus dan berlanjut sampai umur 6 bulan (Milsap dan Jusko, 1994).
Pada pasien infant dan children pemberian obat dosis berganda harus diberikan secara hati-hati. Dosis obat diekskresikan sebagian besar dalam bentuk tidak berubah (unmetabolized) oleh ginjal, seperti digoksin (untuk gagal jantung kongestif) dan gentamisin (antibiotik aminoglikosida) (Hashem, 2005). Proses filtrasi glomerulus, sekresi tubulus, dan reabsorpsi tubulus, semuanya menentukan efisiensi eliminasi obat melalui ginjal seperti gentamisin, dan agen lainnya seperti glukosa, fosfat, dan bikarbonat (Milsap dan Jusko, 1994). 2.4 Interaksi Obat 2.4.1 Pengertian
Interaksi obat yaitu situasi ketika suatu zat (biasanya obat lain) mempengaruhi aktivitas obat

Dokumen yang terkait

Studi Retrospektif Interaksi Obat pada Pasien Pediatrik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Periode Januari–Juni 2012

8 111 168

Kepuasan Pasien Rawat Inap yang Menggunakan Layanan Asuransi Kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

0 35 117

Gambaran Jenis dan Biaya Obat pada Pasien Rawat Inap dengan Sindroma Koroner Akut di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan pada Tahun 2011

0 52 62

Karakteristik Penderita Sirosis Hati Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012

0 55 118

Pemeriksaan Kuman Patogen di Ruang Rawat Inap Rindu Bi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

0 17 70

Profil Peresepan Obat Pada Pasien Rawat Jalan Jamkesmas Dari Poli Kardiovaskular Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Periode Januari–Maret 2011

2 83 74

Gambaran Persepsi Pasien Tuberkulosis terhadap Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan

1 77 62

Studi Retrospektif Interaksi Obat pada Pasien Pediatrik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Periode Januari–Juni 2012

0 0 92

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pasien Pediatrik - Studi Retrospektif Interaksi Obat pada Pasien Pediatrik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Periode Januari–Juni 2012

0 0 14

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Studi Retrospektif Interaksi Obat pada Pasien Pediatrik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Periode Januari–Juni 2012

0 0 8

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1813 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 472 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 426 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 255 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 377 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 555 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 490 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 315 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 484 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 568 23