Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI

ANALISIS VARIABEL MAKRO EKONOMI DAN RASIO
KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM
PADA PERUSAHAAN LQ 45 DI BEI

Universitas Islam Negeri
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Oleh :
HARIYADI
NIM : 205081000176
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H/2010

i

ANALISIS VARIABEL MAKRO EKONOMI DAN RASIO KEUANGAN
TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ 45 DI BEI

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial
Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh:
HARIYADI
NIM: 205081000176

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I

Pembimbing II

Prof. Dr. Ahmad Rodoni
NIP. 196902032001121003

M. Arif Mufraini, Lc, M.si
NIP : 19770122 2003 121 001

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H/2010 M

ii

Hari ini jumat, Tanggal 16 Bulan September Tahun Dua Ribu Sepuluh telah
dilakukan Ujian Skripsi atas nama Hariyadi NIM:205081000176 dengan judul
Skripsi “ ANALISIS VARIABEL MAKRO EKONOMI DAN RASIO
KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ
45 DI BEI ”. Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian
berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 16 September 2010

Tim Penguji Ujian Skripsi

M. Arif Mufraini, Lc, M.si
Penguji II

Prof. Dr. Ahmad Rodoni
Penguji I

Prof. Dr. Abdul Hamid., MS
Penguji Ahli I

Indo Yama, SE, MAB
Penguji Ahli II

iii

Hari ini Senin, Tanggal 16 Bulan Agustus Tahun Dua Ribu Sepuluh telah
dilakukan Ujian Komprehensif atas nama Hariyadi NIM:205081000176 dengan
judul Skripsi “ ANALISIS VARIABEL MAKRO EKONOMI DAN RASIO
KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ
45 DI BEI ”. Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian
berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 16 Agustus 2010

Tim Penguji Ujian Komprehensif

M. Arif Mufraini, Lc, M.si
Sekretaris

Suhendra, MM
Ketua

Prof. Dr. Abdul Hamid., MS
Penguji Ahli

iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. DATA PRIBADI
1. Nama

: Hariyadi

2. Tempat /Tanggal Lahir

: Tangerang, 25 September 1987

3. Alamat

: Jl. Karyawan 4 RT 01/01 KEL. Karang
Timur KEC. Karang Tengah Ciledug
Tangerang (15157)

4. Handphone

: (021) 94521845

5. Agama

: Islam

6. Kewarganegaraan

: Indonesia

B. DATA PENDIDIKAN
1. Tahun 1993-1999

SDN Karang Tengah 8

Tangerang

2. Tahun 1999-2002

MTS Daar El-Qolam

Tangerang

3. Tahun 2002-2005

SMA Budi Mulia

Tangerang

4. Tahun 2005-2010

FEIS Manajemen UIN

Jakarta

C. DATA PENGALAMAN KERJA
1. Tahun 2008

: Magang bagian Administrasi di Rs. Bhakti
Asih Ciledug Tangerang selama 1 bulan

2. Tahun 2008

: Bagian Tata Usaha disekolah SDI Nur
Insan

3. Tahun 2009

: Bagian bidang keguruan disekolah SDI Nur
Insan Ciledug Tangerang

v

ABSTRACT

This study aims to: 1) To analyze the effect of simultaneous and partially
between macro economic variables and financial ratios of return of stocks listed
on the Indonesia Stock Exchange 2) to analyze the independent variables which
most influence on the dependent variable. This study uses multiple regression
analysis of data used in this study uses secondary data obtained from the
Indonesian Stock Exchange. This sample selection is all the companies listed in
Indonesia Stock Exchange 45 LQ categories entering the period 20052008. Regression results found that variable inflation, SBI, Exchange Rate, Real
Interest Rate, Profitability, Leverage, Liquidity significant effect on stock returns
while partially found that the variable exchange rate, Real Interest Rate, Return
On Asset and most influential independent variable is exchange rate, with a look
at the greatest value of the beta coefficients between other independent variables.
Keyword : Inflation, SBI, Kurs, Real Interest Rate, Profitability, Leverage,
Liquidity, Stock Return

vi

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisa pengaruh secara simultan
dan secara parsial antara variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap
return saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2) Menganalisa Variabel
independen manakah yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen.
Penelitian ini menggunakan analisa regresi linier berganda Data yang digunakan
dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek
Indonesia. Pemilihan sampel ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia yang masuk kategori LQ 45 periode 2005 – 2008. Hasil uji regresi
ditemukan bahwa secara simultan variabel Inflasi, SBI, Kurs, Real Interest Rate,
Profitabilitas, Leverage, Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Return Saham
sedangkan secara parsial ditemukan bahwa variabel Kurs, Real Interest Rate,
Return On Asset dan variabel independen yang paling berpengaruh adalah Kurs,
dengan melihat nilai koefisien beta paling besar diantara variabel independen
lainya.

Kata Kunci : Inflasi, SBI, Kurs, Real Interest Rate, Profitabilitas, Leverage,
Likuiditas, Return Saham

vii

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, berkah ,taufik, dan hidayah Allah SWT, penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada panutan umat, Rasulallah Muhammad SAW.
Perjalanan panjang penulis dalam upaya menyelesaikan skripsi ini dihiasi
dengan segala kekurangan dan kelemahan penulis, dan diwarnai dengan berbagai
cobaan, tantangan, dan penuh perjuangan yang harus dihadapi. Karena itu skripsi
ini tidak akan mungkin selesai jika tanpa bantuan dari berbagai pihak, meskipun
pada akhirnya dalam skripsi ini masih terdapat banyak sekali kekurangan dan
belum mencapai kata sempurna. Maka sudah seharusnya peneliti mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Ayahanda Mar’ali dan Ibunda Siti Aisah yang membesarkan dan mendidik
serta senantiasa selalu percaya, mendoakan, memotivasi, mendukung dan
memberikan seluruh kerja kerasnya untuk mewujudkan keinginan anakanaknya dalam meraih cita-cita. ary sangat menyayangi dan mencintaimu ibu.
2. Kepada semua keluarga besar H. Caing (Alm) yang telah memberikan
dukungan baik materi, moral serta doa untuk tercapainya salah satu cita-cita
yaitu mendapatkan gelar sarjana.
3. Bapak Prof. Dr. Komarudin Hidayat, MA,. Selaku Rektor Universitas Islam
Negeri Jakarta.
4. Bapak Prof. Dr.Abdul Hamid,.Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu
Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
5. Bapak Prof,Dr.Ahmad Rodoni,MM selaku Pudek I dan dosen pembimbing
I,yang senantiasa memberikan perhatian dan ilmunya dalam membimbing
peneliti.
6. Bapak M. Arief Mufraini, Lc, M.Si selaku dosen pembimbing II, yang selalu
memberikan pengarahan dan motivasi serta ilmunya dalam membimbing
peneliti.

viii

7. Seluruh dosen yang berada di Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial Khususnya
jurusan manajemen yang memiliki peran yang sangat besar bagi saya dalam
proses perkuliahan.
8. Mbak ani yang sudah melayani saya dan temen-teman dalam proses
pendaftaran skripsi.
9. Seluruh staf akademik Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial yang telah bekerja
dengan baik melayani para mahasiswa, semoga amalnya diterima ALLAH
SWT.
10. Eko aryanto, Nova Herdiansyah my best Friends,,,ya walaupun suka nyebelin
dan ngutang sih,,,,,,!
11. Dian maulana yang sudah membimbing saya dari bab 1 – bab 3, Thanks y,,,,
12. Sepupu ku Muink, Tri makasih atas modem Gratisnya.
13. Kepada wanita dihatiku yang selalu mendukung dan mendoakan ku.
14. Semua teman – teman manajemen B dan manajemen keuangan tahun 2005.
Kalian semua teman terbaik yang bisa aku dapatkan.
15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu
dalam menyelesaikan skripsi ini.
Akhirnya semoga Allah SWT membalas budi baik semua serta skripsi ini
dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi semuanya.Amin ya
Robbal’alamin.

Jakarta, September 2010

(Hariyadi )

ix

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL DALAM............................................................

i

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ................................................

. ii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ........................................ . iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF ........................... iv
DAFTAR RIWAYAT HIDUP .....................................................................

v

ABSTRACT ................................................................................................... vi
ABSTRAK ..................................................................................................... vii
KATA PENGANTAR ................................................................................... viii
DAFTAR ISI ..................................................................................................

x

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xv
BAB I.

BAB II.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .....................................................

1

B. Perumusan Masalah ............................................................

5

C. Tujuan Penelitian ................................................................

6

D. Manfaat Penelitian..............................................................

7

LANDASAN TEORI
A. Pengertian Ilmu Ekonomi ............................................ .....

8

B. Pengertian Efek dan Bursa Efek ................................... .....

8

C. Inflasi ..................................................................................

8

1. Pengertian Inflasi ..........................................................

9

2. Komponen Inflasi .......................................................... 11
3. Timbulnya Inflasi ...................................................... ... 12
3. Cara Mengatasi Inflasi .................................................. 13

x

D. Nilai Tukar (Kurs) .............................................................. 15
1. Pengertian Nilai Tukar Rupiah...................................... 15
2. Penentuan Nilai Tukar ................................................... 16
3. Sistem Kurs Mata Uang ................................................ 16
E. Tingkat Suku Bunga ...................................................... .... 19
F. SBI ...................................................................................... 20
1. Pengertian SBI .............................................................. 20
2. Tujuan penerbit SBI...................................................... 20
3. Dasar Hukum SBI ........................................................ 21
4. Karakteristik ................................................................. 21
G. Rasio Keuangan ................................................................. 22
1. Pengertian Rasio Keuangan.......................................... 22
H. Jenis-Jenis Rasio Keuangan .............................................. 23
1. Rasio Profitabilitas ....................................................... 23
2. Rasio Leverage ............................................................. 25
3. Rasio Likuiditas ............................................................ 26
I. Return Saham ..................................................................... 27
J. Indeks LQ 45 ..................................................................... 29
K. Penelitian Terdahulu ......................................................... 30
L. Kerangka Pemikian ............................................................ 33
M. Hipotesis ............................................................................ 35

xi

BAB III.

METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian .................................................. 37
B. Metode Penentuan Sampel ................................................. 37
C. Metode Pengumpulan Data ................................................ 38
D. Metode Analisis Data ......................................................... 39
E. Variabel penelitian...………………………………….. ..... 45

BAB IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitan .................................... 50
B. Sejarah Objek Penelitian .................................................... 63
C. Hasil dan Pembahasan ........................................................ 64
D. Interprestasi ........................................................................ 82

BAB V.

PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................ 85
B. Saran .................................................................................. 86
C. Implikasi ............................................................................. 86

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 88

xii

DAFTAR TABEL

Nomor

Keterangan

Halaman

2.1

Ringkasan Penelitian Terdahulu

32

4.1

Daftar Perusahaan yang menjadi Objek Peneliti

64

4.2

Hasil Pengujian Multikolinearitas

74

4.3

Hasil pengujian Auto Korelasi

75

4.4

Hasil Pengujian Uji t

77

4.5

Hasil Pengujian Uji F

79

4.6

Hasil Pengujian Adj R Square

80

4.7

Hasil Analisis Regresi

81

xiii

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Keterangan

Halaman

2.1

Kerangka Pemikiran

34

4.1

Struktur Pasar modal Indonesia

54

4.2

Grafik Kurs

65

4.3

Grafik Real Interest Rate

66

4.4

Grafik Return On Asset

67

4.5

Grafik Debt To Equity Ratio

69

4.6

Grafik Current Ratio

70

4.7

Grafik Return Saham

71

4.8

Grafik Normalitas Data

73

4.9

Grafik Uji Heteroskedastisitas

76

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Keterangan

Halaman

1

Daftar Objek Penelitian

91

2

Perhitungan Data Mentah

92

3

Hasil Uji Regresi Berganda Dengan SPSS 16.0

98

xv

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pasar modal merupakan pasar keuangan (financial market) dimana
diperjual belikan sekuritas atau instrumen surat berharga yang memiliki sifat
jangka panjang (Husnan, 1997). Di Indonesia, Bursa Efek Jakarta (BEJ)
merupakan sejarah panjang pasar modal Indonesia. BEJ didirikan pada tahun
1912 oleh pemerintah kolonial Belanda, kemudian terhenti oleh adanya invasi
Jepang 1942, dan baru aktif kembali 10 Agustus 1977 dengan dibentuknya
Bapepam (Badan Pelaksana Pasar Modal) oleh Pemerintah. Swastanisasi
dilakukan pada saat pasar modal Indonesia mengalami bullish pada tahun
1990.
Penurunan indeks yang sangat tajam di BEJ terjadi antara tahun 1981
sampai dengan 1986, yang disebabkan pemerintah melakukan devaluasi mata
uang rupiah terhadap dolar pada tahun 1984. Selanjutnya indeks kembali turun
antara tahun 1990 sampai dengan 1992, yang disebabkan oleh pemerintah
memberlakukan kebijakan uang ketat (tight money policy) pada tahun 1991.
Dan terakhir tahun 1996 sampai dengan 1997, yang disebabkan oleh krisis
moneter.
Hal tersebut diatas menggambarkan bahwa perubahan kondisi makro
ekonomi dicerminkan pada indeks pasar saham di BEJ. Sehingga anggapan
bahwa variabel-variabel makro ekonomi merupakan variabel yang dapat

1

menggerakkan harga saham adalah suatu teori yang dapat diterima secara
umum (Maysami and Sim Koh, 2000).
Banyak metode yang dapat dipergunakan untuk mengkaji hubungan
variabel-variabel makro ekonomi terhadap pasar modal suatu negara. Salah
satu teori yang sering dipergunakan adalah konsep Arbitrage Pricing Theory
(APT) yang dikembangkan oleh Ross (1976). Konsep APT ini merupakan
konsep model keseimbangan yang mempergunakan hukum satu harga (the law
of one price), dimana dua kesempatan investasi yang identik sama tidak bisa
dijual dengan harga yang berbeda (Elton et. al., 1995).
Dengan menggunakan APT, Chen et. al. (1986) membuktikan bahwa
variabel-variabel makro ekonomi memiliki pengaruh yang sistematik terhadap
tingkat kembalian (return) pasar saham. Kekuatan ekonomi mempengaruhi
tingkat diskonto (discount rate), kemampuan perusahaan untuk menggerakkan
aliran kas (cash flow), dan pembayaran dividen dimasa yang akan datang
(future dividen payouts). Mekanisme seperti ini menunjukkan bahwa variablevariabel makro ekonomi merupakan faktor yang krusial di pasar ekuitas
(Maysami and Sim Koh, 2000).
Adapun kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dan kegiatan
operasinya merupakan fokus utama dalam penilaian prestasi perusahaan
(analisis fundamental perusahaan), karena laba perusahaan selain merupakan
indikator kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bagi para
penyandang dananya, juga merupakan elemen dalam menciptakan nilai
perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan dimasa yang akan datang.

2

Tingkat probabilitas perusahaan pada analisis fundamental biasanya diukur
dari beberapa aspek, yaitu berdasarkan ROS (Return On Sales), EPS (Earning
Per Share), ROA ( Return On Asset) maupun ROE (Return on Equity).
Meskipun telah digunakan secara luas oleh investor sebagai salah satu
dasar dalam pengambilan keputusan investasi karena nilainya tercantum
dalam laporan keuangan, penggunaan analisis rasio keuangan sebagai alat
pengukur akuntansi

konvensional

memiliki kelemahan

utama,

yaitu

mengabaikan adanya biaya modal sehingga sulit untuk mengetahui apakah
suatu perusahaan telah berhasil menciptakan suatu nilai atau tidak.
Untuk dapat mengukur kinerja perusahaan diperlukan alat pembanding
dan rasio dalam industri sebagai keseluruhan yang sejenis, dimana perusahaan
menjadi anggotanya yang dapat digunakan sebagai alat pembanding dari
angka rasio perusahaan, salah satu rasio yang biasa digunakan adalah ROA
(Return On Asset). ROA adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas
untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan
menggunakan total aktiva yang ada.
Dalam konteks manajemen investasi, return atau tingkat keuntungan
merupakan imbalan yang diperoleh dari investasi. Return ini dibedakan
menjadi dua, pertama return yang telah terjadi (actual return) yang dihitung
berdasarkan data historis, dan kedua return yang diharapkan (expected return)
akan diperoleh investor dimasa mendatang. (Abdul Halim, 2003)
Tingkat keuntungan (return) merupakan rasio antara pendapatan investasi
selama beberapa periode dengan jumlah dana yang diinvestasikan. Pada

3

umumnya investor mengharapkan keuntungan yang tinggi dengan resiko
kerugian yang sekecil mungkin, sehingga para investor berusaha menentukan
tingkat keuntungan investasi yang optimal dengan menentukan konsep
investasi yang memadai. Konsep ini penting karena tingkat keuntungan yang
diharapkan dapat diukur. Dalam hal ini tingkat keuntungan dihitung
berdasarkan selisih antara capital gain dan capital loss. Rata-rata return
saham biasanya dihitung dengan mengurangkan harga saham periode tertentu
dengan harga saham periode sebelumnya dibagi dengan harga saham
sebelumnya.
Dalam penelitiannya, Roohi Ahmed and Khalid Mustafa (2005), Hubungan

antara inflasi dan return saham kembali nyata (yang diteliti oleh fama) dan
pertumbuhan yang tak terduga dan inflasi yang tidak diharapkan

adalah

negatif dan signifikan terhadap return saham.
Noer Sasongko dan Nila Wulandari (2006), menunjukkan bahwa earning
per share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham. IG.K.A. ULUPUI (2007),
meneliti bahwa Variabel current ratio memiliki pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap return saham satu periode ke depan. Hal ini
mengindikasikan bahwa pemodal akan memperoleh return yang lebih tinggi
jika kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya semakin
tinggi.
Ana Oktaviana (2007), Secara bersama-sama ada pengaruh yang sangat
signifikan antara Nilai Tukar Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI
terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta periode 2003-

4

2005. Chairul Nazwar (2008), Menganalisis Pengaruh Variabel Makro ekonomi
Terhadap Return Saham Syariah Di Indonesia pada periode 2000-2006. Penelitian ini
menunjukan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan tehadap

Return Saham Syariah di Indonesia. Sedangkan Suku bunga SBI berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap Return Saham Syariah di Indonesia.

Yogi Permana (2009), Berdasarkan pengujian secara bersama-sama,
diketahui bahwa ketujuh variabel bebas (EPS, PER, BVS, PBV, ROE, tingkat
bunga SBI, dan tingkat inflasi) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
harga saham. Sedangkan secara parsial, diketahui bahwa kedua variabel
variabel bebas yaitu hanya PBV yang memiliki pengaruh signifikan terhadap
harga saham, pada perusahaan-perusahaan Semen yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.
Dwi Martani, Mulyono, dan Rahfiani Khairurizka (2009), bahwa rasio
keuangan, ukuran perusahaan, dan arus kas dari aktivitas operasi activities
altogether affect market adjusted return and abnormal return. Kegiatan sama
sekali mempengaruhi disesuaikan kembali pasar dan abnormal return.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dimana masih menunjukkan hasil
yang kontradiktif, maka peneliti tertarik untuk menelaah lebih lanjut . Oleh
karena itu, dalam skripsi peneliti mengambil judul “Analisis Variabel Makro
Ekonomi dan Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan
LQ 45 di BEI Pada Periode 2005 - 2008”

5

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel
makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham ?
2. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel
makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham ?
3. Variabel independen manakah yang paling berpengaruh terhadap variabel
dependen ?

C. Tujuan Penelitian
1. Menganalisis pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel
makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham.
2. Menganalisis pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel
makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham.
3. Menganalisis Variabel independen manakah yang paling berpengaruh
terhadap variabel dependen.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
Sebagai wahana pengaplikasikan ilmu yang telah peneliti peroleh di
bangku kuliah sekaligus sebagai pemenuhan syarat untuk memperoleh
gelar sarjana pada Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri.

6

2. Bagi Pengguna
Memberikan masukan kepada berbagai pihak mengenai penerapan inflasi,
kurs rupiah, SBI, Real Interest rate, Profitabilitas, Leverage, Likuiditas
sebagai alat Pengukuran kinerja suatu perusahaan.
3. Bagi Perusahaan
Memberikan masukan atau pertimbangan kepada manajemen perusahaan
indeks LQ45 yang go public di Bursa Efek Indonesia mengenai
penggunaan inflasi, kurs rupiah, SBI, Real Interest rate, Profitabilitas,
Leverage, Likuiditas dan pengaruhnya terhadap return saham dalam
melakukan pengukuran kinerja keuangan perusahaan.

7

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Ilmu ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya manusia
untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang
terbatas. Menurut objek yang dipelajari, ilmu ekonomi dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Ekonomi mikro
memfokuskan pembahasannya pada perilaku individual dari pelaku ekonomi,
sedangkan ekonomi makro memfokuskan pembahasannya pada gejala-gejala
perekonomian secara keseluruhan, secara totalitas, atau gejala umumnya.
(Pindyck, Robert S. dan Daniel L. Rubinfeld, 2003)
Contoh dari ekonomi mikro adalah perilaku individual dari suatu
perusahaan dalam menetapkan berapa banyak barang yang akan dibeli, jika
harga barang tersebut mengalami kenaikan atau penurunan, bagaimana
meningkatkan jumlah produksinya, seberapa tinggi harga barang akan dijual
agar perusahaan memperoleh laba maksimum, dan sebagainya. Sedangkan
contoh dari ekonomi makro adalah membahas pertumbuhan ekonomi dan
gejala-gejalanya seperti inflasi, SBI, kurs yang akan dibahas oleh peneliti,
sebagai berikut ini :
B. Pengertian Efek dan Bursa Efek
Menurut undang RI No.8 tahun 1995 (Widjaja dan Ernawati, 2002: 2)
“Efek diartikan sebagai surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti

8

hutang, unit penyertaan investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan
setiap derivatif dari efek”.
Agar efek-efek tersebut dapat diperjulbelikan maka diperlukan suatu
wadah atau tempat berlangsungnya transaksi tersebut yang dikenal dengan
bursa efek. Menurut undang-undang RI No. 8 Tahun 1995 yang terdapat
dalam jurnal Widjaja dan Ernawati (2002: 2) yang dimaksud dengan Bursa
Efek adalah “pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan system atau
sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek”.
Indeks harga saham merupakan indicator yang menggambarkan
pergerakan harga-harga saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 April 1983 sebagai indicator
pergerakan harga saham yang tercatat di Bursa, baik saham biasa maupun
saham preferen. Hari dasar perhitungan indeks adalah tanggal 10 Agustus
1982 dengan nilai 100, sedangkan jumlah saham yang tercatat pada waktu itu
adalah 13 saham.

C. Inflasi
1. Pengertian Inflasi
Inflasi adalah kecenderungan barang-barang naik secara umum dan
dalam jangka waktu yang tertentu (Case dan Fair, 1999). Dalam ilmu
ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara
umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar

9

dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat
yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang.
Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai
mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan
tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap
tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses
kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruhmempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan
peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab
meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua
yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator. Pada
urnumnya inflasi bermakna "kenaikan yang berterusan dalarn tingkat
harga urnum".
Menurut Winardi dan Setiawan (2006), definisi inflasi adalah
sebagai suatu kenaikan relatif dalam tingkat harga umum. Inflasi dapat
timbul bila jumlah barang serta jasa yang ditawarkan atau karena
kehilangan kepercayaan terhadap mata uang nasional dan terdapat adanya
gejala yang meluas untuk menukar dengan barang-barang.
Inflasi di definisikan sebagai suatu proses kenaikan harga-harga
yang berlaku dalam suatu perekonomian. Tingkat inflasi (prosentase
kenaikan harga) berbeda dari suatu periode keperiode lainnya, dan berbeda
pula dari suatu Negara ke Negara lainnya. Inflasi adalah suatu

10

kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terud
menerus. (Sadono Sukirno : 2004 : 15)
Teori Keynes mengatakan bahwa inflasi terjadi karena masyarakat
hidup diluar batas kemampuan ekonomisnya. Teori ini memperlihatkan
bagai mana perebutan rejeki antara golongan-golongan masyarakat yang
dapat menimbulkan permintaan agregat yang lebih dari pada jumlah
barang yang tersedia (apabila timbul “inflation gap”). Selama inflation
gap tetap ada, selama itu pula proses inflasi akan berkelanjutan.
2. Komponen Inflasi
Ada tiga komponen yang hams dipenuhi agar dapat dikatakan telah
terjadi inflasi, Prathama dan Mandala (2001:203)
1. Kenaikan harga
Harga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi
darpada harga periode sebelumnya.
2. Bersifat umum
Kenaikan harga suatu komoditas belum dapat dikatakan inflasi
jika kenaikan tersebut tidak menyebabkan harga secara umum naik.
3. Berlangsung terus menerus
Kenaikan harga yang bersifat umum juga belum akan
memunculkan inflasi, jika terjadi sesaat, karena itu perhitungan inflasi
dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan.

11

3. Timbulnya Inflasi
Timbulnya inflasi dapat dilihat dari :
a.

Berdasarkan keparahan inflasi
1) Inflasi ringan, dibawah 10% setahun
2) Inflasi sedang, antara 10% - 30% setahun
3) Inflasi berat, 30% - 100% setahun
4) Hiperinflasi di atas 100% setahun

b. Berdasarkan timbulnya inflasi
1) inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation),
inflasi ini timbul karena defisit anggaran belanja negara dan
gagalnya

pasar

yang

berakibat

harga

kebutuhan

pokok

menjadi mahal.
2) inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation)
terjadi karena kenaikan harga barang di negara lain, biaya produksi
barang luar negeri tinggi, kenaikan impor tarif barang
c. Berdasarkan sebab-sebab timbulnya inflasi, dapat digolongkan:
1) Tarikan permintaan (demand pull inflation)
Inflasi ini terjadi karena permintaan agregat masyarakat akan
berbagai macam barang terus meningkat, misalnya bertambahnya
pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang
baru dan bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena
kemudahan kredit bank

12

2) Desakan biaya (cost push inflation)
Inflasi ini diakibatkan oleh kenaikan ongkos produksi, biasanya
diawali dengan kenaikan biaya produksi, seperti kenaikan upah,
kenaikan harga bahan modal, berkurangnya jumlah penawaran,
naiknya harga barang yang dibarengi dengan turunnya jumlah
produksi
3) Inflasi campuran, terjadi karena kombinasi unsur inflasi tarikan dan
inflasi dorongan biaya.
4) Inflasi impor, terjadi karena pengaruh inflasi luar negeri dan
adanya perdagangan antar negara. Misalnya: suatu negara sedang
mengalami inflasi, kemudian hasil produksi dari negara tersebut
dibutuhkan oleh negara lain dan diimpor, maka harga barang
tersebut meningkat.
4. Cara Mengatasi Inflasi
Usaha untuk mengatasi terjadinya inflasi harus dimulai dari
penyebab terjadinya inflasi supaya dapat dicari jalan keluarnya. Secara
teoritis untuk mengatasi inflasi relatif mudah, yaitu dengan cara mengatasi
pokok pangkalnya, mengurangi jumlah uang yang beredar.
Berikut ini kebijakan yang diharapkan dapat mengatasi inflasi:
a. Kebijakan Moneter
Segala kebijakan pemerintah di bidang moneter dengan tujuan
menjaga kestabilan moneter untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebijakan ini meliputi:

13

1) Politik diskonto, dengan mengurangi jumlah uang yang beredar
dengan cara menaikan suku bunga bank, hal ini diharapkan
permintaan kredit akan berkurang.
2) Operasi pasar terbuka, mengurangi jumlah uang yang beredar
dengan cara menjual SBI
3) Menaikan cadangan kas, sehingga uang yang diedarkan oleh bank
umum menjadi berkurang
4) Kredit selektif, politik bank sentral untuk mengurangi jumlah uang
yang beredar dengan cara memperketat pemberian kredit
5) Politik sanering, ini dilakukan bila sudah terjadi hiper inflasi, ini
pernah dilakukan BI pada tanggal 13 Desember 1965 yang
melakukan pemotongan uang dari Rp.1.000 menjadi Rp. 1
b. Kebijakan Fiskal
Dapat dilakukan dengan cara:
1) menaikkan tarif pajak, diharapkan masyarakat akan menyetor uang
lebih banyak kepada pemerintah sebagai pembayaran pajak,
sehingga dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.
2) Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah
3) Mengadakan

pinjaman

pemerintah,

misalnya

pemerintah

memotong gaji pegawai negeri 10% untuk ditabung, ini terjadi
pada masa orde lama.

14

c. Kebijakan Non Moneter
Dapat dilakukan melalui:
1) Menaikan hasil produksi, pemerintah memberikan subsidi kepada
industri untuk lebih produktif dan menghasilkan output yang lebih
banyak, sehingga harga akan menjadi turun.
2) Kebijakan upah, pemerintah menghimbau kepada serikat buruh
untuk tidak meminta kenaikan upah disaat sedang inflasi.
3) Pengawasan harga, kebijakan pemerintah dengan menentukan
harga maksimum bagi barang- barang tertentu.

D. Nilai Tukar (Kurs)
1. Pengertian Nilai Tukar Rupiah
Menurut Adiningsih, dkk (1998:155), nilai tukar rupiah adalah
harga rupiah terhadap mata uang negara lain. Jadi, nilai tukar rupiah
merupakan nilai dari satu mata rupiah yang ditranslasikan ke dalam mata
uang negara lain. Misalnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS, nilai tukar
rupiah terhadap Yen, dan lain sebagainya.
Kurs inilah sebagai salah satu indikator yang mempengaruhi
aktivitas di pasar saham maupun pasar uang karena investor cenderung
akan berhati-hati untuk melakukan investasi. Menurunnya kurs Rupiah
terhadap mata uang asing khususnya Dolar AS memiliki pengaruh negatif
terhadap ekonomi dan pasar modal (Sitinjak dan Kurniasari, 2003).

15

2. Penentuan Nilai Tukar
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar,
yaitu (Madura, 1993):
a. Faktor Fundamental
Faktor fundamental berkaitan dengan indikator-indikator ekonomi
seperti inflasi, suku bunga, perbedaan relatif pendapatan antar negara,
ekspektasi pasar dan intervensi Bank Sentral.
b. Faktor Teknis
Faktor teknis berkaitan dengan kondisi penawaran dan permintaan
devisa pada saat-saat tertentu. Apabila ada kelebihan permintaan,
sementara penawaran tetap, maka harga valas akan naik dan sebaliknya.
c. Sentimen Pasar
Sentimen pasar lebih banyak disebabkan oleh rumor atau berita-berita
politik yang bersifat insidentil, yang dapat mendorong harga valas naik
atau turun secara tajam dalam jangka pendek. Apabila rumor atau
berita-berita sudah berlalu, maka nilai tukar akan kembali normal.
3. Sistem Kurs Mata Uang
Menurut Kuncoro (2001: 26-31), ada beberapa sistem kurs mata
uang yang berlaku di perekonomian internasional, yaitu:
a. Sistem kurs mengambang (floating exchange rate)
Sistem kurs ini ditentukan oleh mekanisme pasar dengan atau tanpa
upaya stabilisasi oleh otoritas moneter. Di dalam sistem kurs
mengambang dikenal dua macam kurs mengambang, yaitu :

16

1) Mengambang bebas (murni) dimana kurs mata uang ditentukan
sepenuhnya oleh mekanisme pasar tanpa ada campur tangan
pemerintah. Sistem ini sering disebut clean floating exchange rate,
di dalam sistem ini cadangan devisa tidak diperlukan karena otoritas
moneter tidak berupaya untuk menetapkan atau memanipulasi kurs.
2) Mengambang terkendali (managed or dirty floating exchange rate)
dimana otoritas moneter berperan aktif dalam menstabilkan kurs
pada tingkat tertentu. Oleh karena itu, cadangan devisa biasanya
dibutuhkan karena otoritas moneter perlu membeli atau menjual
valas untuk mempengaruhi pergerakan kurs.
b. Sistem kurs tertambat (peged exchange rate).
Dalam sistem ini, suatu negara mengkaitkan nilai mata uangnya dengan
suatu mata uang negara lain atau sekelompok mata uang, yang biasanya
merupakan

mata

uang

negara

partner

dagang

yang

utama

“Menambatkan“ ke suatu mata uang berarti nilai mata uang tersebut
bergerak mengikuti mata uang yang menjadi tambatannya. Jadi
sebenarnya mata uang yang ditambatkan tidak mengalami fluktuasi
tetapi hanya berfluktuasi terhadap mata uang lain mengikuti mata uang
yang menjadi tambatannya.
c. Sistem kurs tertambat merangkak (crawling pegs).
Dalam sistem ini, suatu negara melakukan sedikit perubahan dalam
nilai mata uangnya secara periodik dengan tujuan untuk bergerak
menuju nilai tertentu pada rentang waktu tertentu. Keuntungan utama

17

sistem ini adalah suatu negara dapat mengatur penyesuaian kursnya
dalam periode yang lebih lama dibanding sistem kurs tertambat. Oleh
karena itu, sistem ini dapat menghindari kejutan-kejutan terhadap
perekonomian akibat revaluasi atau devaluasi yang tiba-tiba dan tajam.
d. Sistem sekeranjang mata uang (basket of currencies).
Banyak negara terutama negara sedang berkembang menetapkan nilai
mata uangnya berdasarkan sekeranjang mata uang. Keuntungan dari
sistem ini adalah menawarkan stabilitas mata uang suatu negara karena
pergerakan mata uang disebar dalam sekeranjang mata uang.
Seleksi mata uang yang dimasukkan dalam “keranjang“ umumnya
ditentukan oleh peranannya dalam membiayai perdagangan negara
tertentu. Mata uang yang berlainan diberi bobot yang berbeda
tergantung peran relatifnya terhadap negara tersebut. Jadi sekeranjang
mata uang bagi suatu negara dapat terdiri dari beberapa mata uang yang
berbeda dengan bobot yang berbeda.
e. Sistem kurs tetap (fixed exchange rate).
Dalam sistem ini, suatu negara mengumumkan suatu kurs tertentu atas
nama uangnya dan menjaga kurs ini dengan menyetujui untuk menjual
atau membeli valas dalam jumlah tidak terbatas pada kurs tersebut.
Kurs biasanya tetap atau diperbolehkan berfluktuasi dalam batas yang
sangat sempit.

18

E. Tingkat suku bunga
Menurut Wardane (2003) dalam Prawoto dan Avonti (2004), suku
bunga adalah pembayaran yang dilakukan untuk penggunaan uang. Suku
bunga adalah jumlah bunga yang harus dibayar per unit waktu. Dengan kata
lain, masyarakat harus membayar peluang untuk meminjam uang. Menurut
Samuelson dan Nordhaus (1995:197) dalam Wardane, suku bunga adalah
biaya untuk meminjam uang, diukur dalam Dolar per tahun untuk setiap Dolar
yang dipinjam.
Menurut Keynes, dalam Wardane (2003), tingkat bunga ditentukan oleh
permintaan dan penawaran akan uang (ditentukan dalam pasar uang).
Perubahan tingkat suku bunga selanjutnya akan mempengaruhi keinginan
untuk mengadakan investasi, misalnya pada surat berharga, dimana harga
dapat naik atau turun tergantung pada tingkat bunga (bila tingkat bunga naik
maka surat berharga turun dan sebaliknya), sehingga ada kemungkinan
pemegang surat berharga akan menderita capital loss atau gain.
Suku bunga dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Suku bunga nominal adalah suku bunga dalam nilai uang. Suku bunga ini
merupakan nilai yang dapat dibaca secara umum. Suku bunga ini
menunjukkan

sejumlah

rupiah

untuk

setiap

satu

rupiah

yang

diinvestasikan.
2. Suku bunga riil adalah suku bunga yang telah mengalami koreksi akibat
inflasi dan didefinisikan sebagai suku bunga nominal dikurangi laju
inflasi.

19

Dalam Kamus Akuntansi (1996:69), disebutkan bahwa Interest (bunga,
kepentingan, hak) merupakan: [1] beban atas penggunaan uang dalam suatu
periode, dan [2] suatu pemilikan atau bagian kenyataan dalam suatu
perusahaan, usaha dagang, atau sumber daya.
F. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Sebagaimana tercantum dalam UU No.13 Tahun 1968 tentang Bank
Sentral, salah satu tugas Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter adalah
membantu pemerintah dalam mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan
nilai Rupiah. Dalam melaksanakan tugasnya, BI menggunakan beberapa
piranti moneter yang terdiri dari Giro Wajib Minimum (Reserve Requirement),
Fasilitas Diskonto, Himbauan Moral dan Operasi Pasar Terbuka. Dalam
Operasi Pasar Terbuka BI dapat melakukan transaksi jual beli surat berharga
termasuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
1. Pengertian Sertifikat Bank Indonesia
Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.8/13/DPM tentang
Penerbitan Sertifikat Bank Indonesia Melalui Lelang, Sertifikat Bank
Indonesia yang selanjutnya disebut SBI adalah surat berharga dalam mata
uang Rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan
utang berjangka waktu pendek.
2. Tujuan Penerbitan Sertifikat Bank Indonesia
Sebagai otoritas moneter, BI berkewajiban memelihara kestabilan
nilai Rupiah. Dalam paradigma yang dianut, jumlah uang primer (uang
kartal + uang giral di BI) yang berlebihan dapat mengurangi kestabilan

20

nilai Rupiah. SBI diterbitkan dan dijual oleh BI untuk mengurangi
kelebihan uang primer tersebut.
3. Dasar Hukum Sertifikat Bank Indonesia
Dasar hukum penerbitan SBI adalah UU No.13 Tahun 1968
tentang Bank Sentral, Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia
No.31/67/KEP/DIR tanggal 23 Juli 1998 tentang Penerbitan dan
Perdagangan Sertifikat Bank Indonesia serta Intervensi Rupiah, dan
Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/2/PBI/2004 tanggal 16 Februari 2004
tentang Bank Indonesia – Scripless Securities Settlement System.
4. Karakteristik Sertifikat Bank Indonesia
SBI memiliki karakteristik sebagai berikut (www.bi.go.id):
a. Jangka waktu maksimum 12 bulan dan sementara waktu hanya
diterbitkan untuk jangka waktu 1 dan 3 bulan.
b. Denominasi dari yang terendah Rp 50 juta sampai dengan tertinggi Rp
100 miliar.
c. Pembelian SBI oleh masyarakat minimal Rp 100 juta dan selebihnya
dengan kelipatan Rp 50 juta.
d. Pembelian SBI didasarkan pada nilai tunai berdasarkan diskonto murni
(true discount) yang diperoleh dari rumus berikut ini:
Nilai Nominal x 360

Nilai Tunai =
360 + [(Tingkat Diskonto x Jangka Waktu)]

e. Pembeli SBI memperoleh hasil berupa diskonto yang dibayar di muka.
Nilai Diskonto = Nilai Nominal – Nilai Tunai

21

f. Pajak Penghasilan (PPh) atas diskonto dikenakan secara final sebesar
15%.
g. SBI diterbitkan tanpa warkat (scripless).
h. SBI dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

G. Rasio Keuangan
1. Rasio Keuangan dan Manfaatnya
Rasio keuangan digunakan untuk membandingkan risiko dan tingkat
imbal hasil dari berbagai perusahaan untuk membantu investor dan kreditor
membuat keputusan investasi dan kredit yang baik (White et al., 2002). Ada
empat kategori rasio yang digunakan untuk mengukur berbagai aspek dari
hubungan risiko dan return (White et al., 2002), yaitu sebagai berikut.
(1) Analisis likuiditas: mengukur kecukupan sumber kas perusahaan
untuk memenuhi kewajiban yang berkaitan dengan kas dalam
jangka pendek.
(2) Analisis solvency dan long term debt (leverage): menelaah struktur
modal perusahaan, termasuk sumber dana jangka panjang dan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban investasi dan
utang jangka panjang.
(3) Analisis aktivitas: mengevaluasi revenue dan output yang
dihasilkan oleh aset perusahaan.
(4) Analisis profitabilitas: mengukur earnings (laba) perusahaan relatif
terhadap revenue (sales) dan modal yang diinvestasikan.

22

Salah satu tujuan dan keunggulan dari rasio adalah dapat digunakan
untuk membandingkan hubungan return dan risiko dari perusahaan dengan
ukuran yang berbeda.

H. Jenis – Jenis Rasio Keuangan
1. Rasio Profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba
dalam hubunganya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri.
Profitabilitas ini memberikan gambaran seberapa efektif perusahaan
beroperasi sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan. Tingkat
profitabilitas yang tinggi dapat mengindikasikan kemampuan perusahaan
untuk going concern. Profitabilitas yang tinggi juga dapat menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.
Menurut Brotman (1989) dan Boustita & Young dalam Burton,
Adam and Hardwick (1998) dalam Purnomo (2005: 29) semakin tinggi
tingkat

profitabilitas

perusahaan

maka

semakin

rendah

risiko

ketidakmampuan membayar (Default) dan semakin baik peringkat yang
diberikan terhadap perusahaan tersebut.
Menurut Ghost, et al., (2000). Dalam penelitian ini pengukuran
terhadap profitabilitas diukur dengan membandingkan laba setelah pajak
dengan total asset. Pecking order theory mengatakan bahwa perusahaan
lebih menyukai internal funding. Perusahaan dengan profitabilitas tinggi
tentu memiliki dana internal yang lebih banyak daripada perusahaan

23

dengan profitabilitas rendah. Karena itu profitabilitas akan berhubungan
negative dengan leverage perusahaan. Profitabilitas adalah kemampuan
perusahaan untuk memperoleh laba dari modal yang digunakan untuk
menghasilkan laba (Martono dan Agus, 2007).
Semakin tinggi profitabilitas berarti semakin baik dan semakin
meningkat kemakmuran perusahaan. Perusahaan yang profitabilitasnya
tinggi akan lebih banyak mempunyai dana internal daripada perusahaan
yang profitabilitasnya rendah. Perusahaan dengan profitabilitas tinggi akan
menggunakan hutang lebih kecil karena perusahaan mampu menyediakan
dana yang cukup melalui laba ditahan. Brigham dan Houston (2001) yang
dikutip oleh Andy Oky (2004) mengatakan bahwa perusahaan dengan
tingkat pengembalian yang tinggi atas investasi menggunakan hutang yang
relaltif kecil.
Tingkat

pengembalian

yang

tinggi

memungkinkan

untuk

membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang
dihasilkan secara internal. Beberapa penelitian terdahulu yang pernah
dilakukan khususnya penelitian empiris yang dilakukan oleh Khrisnan
(1996), Badhuri (2002), dan Moh’d (1998) menunjukkan bahwa
profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan. Semakin
tinggi keuntungan yang diperoleh berarti semakin rendah kebutuhan dana
asing (hutang) sehingga semakin rendah pula rasio struktur modalnya.
Hal ini disebabkan pada saat perusahaan mempunyai profitabilitas
yang tinggi akan membayar hutang sehingga tingkat leverage menjadi

24

rendah serta lebih menyukai menggunakan keuntungan tadi (pendanaan
internal) untuk kegiatan investasinya sesuai dengan POT. Hasil pengujian
ini sama dengan pengujian yang dilakukan oleh Wessel (1988), Kester
(1986) dan Fama & French (2000)
2. Rasio Leverage
Rasio Leverage merupakan rasio keuangan yang menunjukkan
proporsi penggunaan utang untuk membiayai investasi terhadap modal
yang dimiliki. Rasio ini digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu
perusahaan

menggunakan

utang

dalam

membiayai

investasinya.

Perusahaan yang tidak mempunyai leverage berarti menggunakan modal
sendiri

100%.

Penggunaan

hutang

itu

sendiri

bagi

perusahaan

mengandung tiga dimensi:
a. Pemberian kredit akan menitikberatkan pada besarnya jaminan atas
kredit yang diberikan.
b. Dengan penggunaan hutang maka apabila perusahaan mendapatkan
keuntungan akan meningkat.
c. Dengan menggunakan hutang maka pemilik memperoleh dana dan
tidak kehilangan kendali perusahaan.
Para investor maupun kreditor akan mendapatkan manfaat
sepanjang laba atas hutang perusahaan melebihi biaya bunga dan apabila
terjadi kenaikan pada nilai pasar sekuritas (Saharul dan Nizar, 2000) dalam
Kesumawati (2003 33). Semakin besar rasio leverage perusahaan, semakin
besar resiko kegagalan perusahaan. Semakin rendah leverage perusahaan,

25

semakin baik peringkat yang diberikan terhadap perusahaan (Burton,
Adam & Hardwick, 1998 dalam Herwidi 2005: 28). Hal ini
mengindikasikan perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi
cenderung

memiliki

kemampuan

yang

rendah

dalam

memenuhi

kewajibanya.
Menurut dewi Astuti (2004:17) Struktur modal adalah bauran atau
perpaduan dari hutang jangka panjang saham preferen dan saham biasa.
Struktur modal yang ditargetkan adalah perpaduan antara hutang saham
preferen dan saham biasa yang dikehendaki perusahaan dalam struktur
modalnya, sedangkan struktur modal yang optimal adalah modal yang
mengoptimalkan keseimbangan antara resiko dan pengembalian sehingga
memaksimumkan harga saham.
Menurut Elisa Tjondro (2007) struktur modal adalah gabungan
hutang jangka panjang (long-term debt ) dan modal (equity). Menurut
ghosh et.al. (2000) struktur modal adalah perbandingan antara hutang
perusahaan (total debt) dengan total aktiva (total assets). Menurut westo &
Copeland (2001: 19) struktur modal atau kapitalisasi perusahaan adalah
pembiyaan permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, saham
preferen, dan modal pemegang saham.
3. Rasio Likuiditas
Apabila likuiditas menunjukan nilai yang tinggi maka obligasi
dimungkinkan masuk pada peringkat invesment grade, karena dengan
aktiva lancar yang lebih tinggi dari hutang lancar perusahaan mempunyai

26

perisai untuk memenuhi kewajiban jangka pendek kepada investor tepat
pada waktunya. Kondisis tersebut akan memudahkan perusahaan untuk
menarik investor untuk melakukan investasi pada perusahaanya.
Tingkat likuiditas antara perusahaan satu dengan yang lain
berbeda-beda. Investor menilai suatu perusahaan salah satunya dengan
menggunakan rasio likuiditas yang angka-angkanya dapat diperoleh
melalui laporan neraca perusahaan. Semakin tinggi nilai rasionya maka
perusahaan akan semakin diminati oleh investor.
Prastowo dan Julianti (2002:78) menyatakan bahwa likuiditas
perusahaan menggambarkan kemampuan perusahaan tersebut dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya kepada kreditur jangka pendek.
Menurut Riyanto (2001:24) masalah likuiditas berhubungan dengan
masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban
finansialnya yang segera harus dipenuhi.

I.

Return Saham
Tingkat keuntungan (return) merupakan rasio antara pendapatan investasi
selama beberapa periode dengan jumlah dana yang diinvestasikan. Pada
umumnya investor mengharapkan keuntungan yang tinggi dengan resiko
kerugian yang sekecil mungkin, sehingga para investor berusaha menentukan
tingkat keuntungan investasi yang optimal dengan menentukan konsep
investasi yang memadai. Konsep ini penting karena tingkat keuntungan yang
diharapkan dapat diukur. Dalam hal ini tingkat keuntungan dihitung

27

berdasarkan selisih antara capital gain dan capital loss. Rata-rata return
saham biasanya dihitung dengan mengurangkan harga saham periode tertentu
dengan harga saham periode sebelumnya dibagi dengan harga saham
sebelumnya.
Return atau tingkat keuntungan merupakan persentase dari kekayaan
pemegang saham untuk sesuatu jangka waktu. Peningkatan dalam rupiah
adalah sama dengan dividen tunai yang diterima dalam satu jangka waktu
ditambah dengan perubahan dalam nilai saham yang berlaku dalam jangka
waktu tersebut (Ahmad Rodoni dan OthmanYong, 2002:11).
Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa
return realisasi yang sudah terjadi dan return ekspektasi yang belum terjadi
namun di harapkan dapat terjadi dimasa mendatang. Return realisasi
(Realized Return) merupakan return yang telah terjadi. Return realisasi
penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja perusahaan dan
dihitung berdasarkan data hitoris. return ekspektasi (Expected Return) adalah
return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor dimasa mendatang.
Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return ekspektasi
sifatnya belum terjadi. (Jogiyanto, 2000).
Komponen return meliputi:
1. Capital Gain (loss) merupakan keuntungan (kerugian) bagi investor yang
diperoleh dari kelebihan harga jual (harga beli) diatas harga beli (harga
jual) yang keduanya terjadi dipasar sekunder.

28

2. Yield merupakan pendapatan atau aliran kas yang diterima investor se

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2942 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 751 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 650 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 421 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 577 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 968 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 881 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 536 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 791 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 954 23