Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada P.T Altrak 1978 Cabang Medan

SKRIPSI

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA
KARYAWAN PADA P.T ALTRAK 1978 CABANG MEDAN

OLEH

RIKKI LINGGA
070502108

PROGRAM STUDI STRATA-I MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja
Karyawan pada PT Altrak 1978 Cabang Medan”. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan yang terdiri
dari 3 dimensi, yaitu kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokratis, dan
kepemimpinan bebas terhadap kinerja karyawan pada PT Altrak 1978 cabang
Medan.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif
dan analisis regresi linear berganda. Pengolahan data dilakukan dengan
menggunakan SPSS 16.0 for windows. Populasi dalam penelitian ini adalah
karyawan pada PT Altrak 1978 Cabang Medan dan yang dijadikan sebagai sampel
adalah seluruh karyawan yang berjumlah 75 orang.
Hasil penelitian ini menunjukkan variabel gaya kepemimpinan otoriter,
gaya kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan bebas berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Altrak 1978 Cabang Medan. Hasil
ini dapat dilihat pada analisis regresi berganda dan pada koefisien determinasi,
nilai R sebesar 0,632 berarti hubungan antara gaya kepemimpinan otoriter, gaya
kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan bebas terhadap kinerja
karyawan sebesar 63,2 %, artinya hubungan antar variabel erat. Nilai Adjusted R
Square sebesar 0,355 yang berarti 35,5 % kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh
gaya kepemimpinan yang terdiri dari gaya kepemimpinan otoriter, gaya
kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan bebas. Sedangkan sisanya
64,5 % dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian
ini.
Kata Kunci : Kinerja Karyawan, Gaya Kepemimpinan, Kepemimpinan
Otoriter, Kepemimpinan Demokratis, dan Kepemimpinan Bebas.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
This research entitled "Analysis of the Effect of Leadership style on
Employees Job Performance in PT Altrak 1978 Cabang Medan". The purpose of
this research is to investigate and analyze the influence of Leadership style
consists of autocratic leadership, democratic leadership, and laissez-faire
leadership on employees job performance in PT Altrak 1978 Cabang Medan.
The research methodology used is descriptive analysis method and
multiple linear regression analysis. Data processing was performed using SPSS
16.0 for windows. The population in this research were employees of PT Altrak
1978 Cabang Medan and is used as the samples are the employees, amounting to
75 peoples.
The result of this research showed that the variable of Leadership style
have significant influence on employees job performance of PT Altrak 1978
Cabang Medan. These results can be viewed on multiple regression analysis and
the coefficient of determination, the R value of 0.632 means the relation between
Leadership style consists of autocratic leadership, democratic leadership, and
laissez-faire leadership on employees job performance of 63.2%, meaning that the
relationship between variables closely. Adjusted R Square value of 0.355 which
means 35.5% job performance can be explained by Leadership style consists of
autocratic leadership, democratic leadership, and laissez-faire leadership. The
remaining 64.5% can be explained by other factors not examined in this research.
Keywords : Job Performance, Leadership Style, Democratic Leadership,
Autocratic Leadership, and Laissez-faire Leadership.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur hanya bagi Tuhan Yesus Kristus, hanya atas berkat dan
kasihNya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Gaya
Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Altrak 1978 Cabang
Medan.
Penulisan skripsi ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan tahun akademik 2010/2011. Penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua
tercinta, Kongres Lingga dan Tiodorlina P. Siboro. atas dukungan, kasih sayang,
pengorbanan serta doa yang tulus dan tidak pernah putus untuk penulis. Pada
kesempatan ini dengan hati yang tulus penulis juga ingin mengucapkan terima
kasih yang tak terhingga kepada :
1.

Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.

2.

Ibu Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME selaku Ketua Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3.

Ibu Dra. Marhayanie, M.Si selaku Sekretaris Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

4.

Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si selaku Ketua Program Studi S1
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

5.

Ibu Dra. Komariah Pandia, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang selama ini
telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

6.

Ibu Dra. Marhaini, MS

selaku dosen penguji I yang telah banyak

memberikan masukan dan bimbingan untuk perbaikan skripsi ini.
7.

Ibu Dra. Muly Kata Sebayang, M.Si selaku dosen penguji II yang telah
banyak memberikan masukan dan bimbingan untuk perbaikan skripsi ini.

8.

Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

9.

Seluruh Pegawai Departemen Manajemen (Kak Dani, Bang Jum, Kak Vina)
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan.

10. Seluruh staf manajemen, karyawan, dan karyawati PT. Altrak 1978 cabang
Medan.
11. Keluargaku tercinta, Santo Joy Lingga, Roy Dertianna Lingga, Doriani
Lingga, dan Resdelina Lingga. terima kasih banyak atas doa dan
dukungannya.
12. Untuk orang yang kusayangi Rimelpha saragih, terima kasih banyak atas
kesabaran, doa, dan dukungannya selama ini.
13. Untuk semua sahabatku yang selalu menemaniku baik suka maupun duka,
Faber, Nostra, Zein, Doges, Diana, Grace, dan teman-teman seperjuangan
Hendra, Romi, Medy, Frans janwarman, dan seluruh sahabatku yang tidak
dapat disebutkan satu per satu. Terimakasih atas dukungannya selama ini.
14. Seluruh rekan di bangku perkuliahan terutama teman-teman stambuk 2007
Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
15. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini, namun
terlewatkan dalam penyebutan ucapan terima kasih di lembaran ini penulis

Universitas Sumatera Utara

mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya dan tidak berarti kelalaian tersebut
mengurangi rasa terima kasih penulis.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, masih banyak
kekurangan baik dari isi maupun penyajiannya. Semoga skripsi ini bermanfaat
bagi semua pihak. Terima kasih. Tuhan memberkati.
.

Medan,

Agustus 2011
Penulis

Rikki Lingga

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ...................................................................................................... i
ABSTRACT ............................................................................................... ii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iii
DAFTAR TABEL ...................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. vi
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. vii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................
1.1. Latar Belakang .........................................................................
1.2. Perumusan Masalah ..................................................................
1.3. Tujuan Penelitian......................................................................
1.4. Manfaat Penelitian....................................................................

1
1
6
6
6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................
2.1. Uraian Teoritis .........................................................................
2.1.1. Defenisi Kepemimpinan .................................................
2.1.2. Gaya Kepemimpinan ......................................................
2.1.3. Kinerja Karyawan ...........................................................
2.1.4. Indikator Kinerja Karyawan ............................................
2.2. Penelitian Terdahulu .................................................................
2.3. Kerangka Konseptual ...............................................................
2.4. Hipotesis ..................................................................................

8
8
8
9
12
13
14
16
17

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................
3.1. Jenis Penelitian .........................................................................
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian ...................................................
3.3. Batasan Operasional .................................................................
3.4. Definisi Operasional .................................................................
3.5. Skala Pengukuran Variabel .......................................................
3.6. Populasi dan Sampel.................................................................
3.7. Jenis Data .................................................................................
3.8. Metode Pengumpulan Data .......................................................
3.9. Uji Validitas dan Realibilitas ...................................................
3.10. Metode Analisis Data ...............................................................

18
18
18
18
19
23
23
24
25
25
29

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................
4.1. Gambaran Umum Perusahaan...................................................
4.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan ...........................................
4.1.2. Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan............................
4.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan .....................................
4.1. Analisis Deskriptif....................................................................
4.2.1. Analisis Deskriptif Responden ......................................
4.2.2. Analisis Deskriptif Variabel .........................................

33
33
33
34
35
37
38
40

Universitas Sumatera Utara

4.3. Uji Asumsi Klasik ...................................................................
4.4. Analisis Regresi Linear Berganda .............................................
4.4.1. Pengujian Koefisien Determinan (R2) ..........................
4.4.2. Uji secara Simultan (Uji F)............................................
4.4.3. Uji secara Parsial (Uji t) ................................................
4.5. Pembahasan..............................................................................

47
49
49
51
52
54

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 57
5.1. Kesimpulan ............................................................................. 57
5.2. Saran ....................................................................................... 58
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 59
LAMPIRAN ................................................................................................ 61

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1
Tabel 2.1
Tabel 3.1
Tabel 3.2
Tabel 3.3
Tabel 3.4
Tabel 3.4
Tabel 3.6
Tabel 4.1
Tabel 4.2
Tabel 4.3
Tabel 4.4
Tabel 4.5

Jumlah Penjualan Alat Berat, Mesin, dan Suku Cadang ...............
Tiga Macam Gaya Kepemimpinan............................................. ....
Operasionalisasi Variabel ............................................................
Skor Pernyataan...........................................................................
Jumlah Karyawan PT Altrak 1978 cabang Medan ........................
Uji Validitas 1 .............................................................................
Uji Validitas 2 .............................................................................
Uji Reliability Statistics ...............................................................
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ................................
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ..................
Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ..........
Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja .. ...................
Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel
Kepemimpinan Otoriter .............................................................
Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel
Kepemimpinan Demokratis .........................................................
Tabel 4.7 Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel
Kepemimpinan Bebas ..................................................................
Tabel 4.7 Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel Kinerja
Karyawan ....................................................................................
Tabel 4.9 Uji Kolmogorov-Smirnov…. .......................................................
Tabel 4.10 Uji Determinan ............................................................................
Tabel 4.11 Uji Regresi Secara Simultan (Uji F) ............................................
Tabel 4.12 Uji Regresi Secara Parsial (Uji t) ................................................

4
11
22
23
24
26
27
28
38
38
39
39
40
42
43
45
49
50
51
52

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.2 Kerangka Konseptual............................................................... 17
Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT Altrak 1978 Cabang Medan ................. 35
Gambar 4.2 Pengujian Normalitas P-P Plot ................................................. 48

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3
Lampiran 4
Lampiran 5
Lampiran 6
Lampiran 7

Kuesioner Penelitian .................................................................
Tabulasi Validitas dan Reliabilitas ............................................
Output Uji Validitas dan Reliabilitas .........................................
Tabulasi Regresi .......................................................................
Analisis Deskriptif ....................................................................
Uji Asumsi Klasik ....................................................................
Regresi Linier Berganda ...........................................................

62
66
67
69
71
76
77

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja
Karyawan pada PT Altrak 1978 Cabang Medan”. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan yang terdiri
dari 3 dimensi, yaitu kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokratis, dan
kepemimpinan bebas terhadap kinerja karyawan pada PT Altrak 1978 cabang
Medan.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif
dan analisis regresi linear berganda. Pengolahan data dilakukan dengan
menggunakan SPSS 16.0 for windows. Populasi dalam penelitian ini adalah
karyawan pada PT Altrak 1978 Cabang Medan dan yang dijadikan sebagai sampel
adalah seluruh karyawan yang berjumlah 75 orang.
Hasil penelitian ini menunjukkan variabel gaya kepemimpinan otoriter,
gaya kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan bebas berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Altrak 1978 Cabang Medan. Hasil
ini dapat dilihat pada analisis regresi berganda dan pada koefisien determinasi,
nilai R sebesar 0,632 berarti hubungan antara gaya kepemimpinan otoriter, gaya
kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan bebas terhadap kinerja
karyawan sebesar 63,2 %, artinya hubungan antar variabel erat. Nilai Adjusted R
Square sebesar 0,355 yang berarti 35,5 % kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh
gaya kepemimpinan yang terdiri dari gaya kepemimpinan otoriter, gaya
kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan bebas. Sedangkan sisanya
64,5 % dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian
ini.
Kata Kunci : Kinerja Karyawan, Gaya Kepemimpinan, Kepemimpinan
Otoriter, Kepemimpinan Demokratis, dan Kepemimpinan Bebas.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
This research entitled "Analysis of the Effect of Leadership style on
Employees Job Performance in PT Altrak 1978 Cabang Medan". The purpose of
this research is to investigate and analyze the influence of Leadership style
consists of autocratic leadership, democratic leadership, and laissez-faire
leadership on employees job performance in PT Altrak 1978 Cabang Medan.
The research methodology used is descriptive analysis method and
multiple linear regression analysis. Data processing was performed using SPSS
16.0 for windows. The population in this research were employees of PT Altrak
1978 Cabang Medan and is used as the samples are the employees, amounting to
75 peoples.
The result of this research showed that the variable of Leadership style
have significant influence on employees job performance of PT Altrak 1978
Cabang Medan. These results can be viewed on multiple regression analysis and
the coefficient of determination, the R value of 0.632 means the relation between
Leadership style consists of autocratic leadership, democratic leadership, and
laissez-faire leadership on employees job performance of 63.2%, meaning that the
relationship between variables closely. Adjusted R Square value of 0.355 which
means 35.5% job performance can be explained by Leadership style consists of
autocratic leadership, democratic leadership, and laissez-faire leadership. The
remaining 64.5% can be explained by other factors not examined in this research.
Keywords : Job Performance, Leadership Style, Democratic Leadership,
Autocratic Leadership, and Laissez-faire Leadership.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Melihat perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan
kompetitif, mensyaratkan perusahaan untuk bersikap lebih responsif agar tetap
bertahan. Setiap organisasi dituntut untuk siap menghadapi perkembangan
teknologi, kebutuhan konsumen, dan persaingan yang ketat dengan perusahaan
lain. Perusahaan yang ingin tetap bertahan harus menghadapi perubahan tersebut
dengan strategi masing - masing. Salah satu strategi tersebut adalah dengan
meningkatkan kinerja karyawannya. Dengan mempertahankan kinerja karyawan
tetap tinggi, maka kemungkinan besar perusahaan juga akan mampu bertahan dan
berkembang.
Kinerja karyawan yang meningkat

merupakan salah satu faktor yang

menunjukkan efektivitas organisasi dalam mengelola sumber daya manusianya.
Kinerja karyawan merupakan faktor yang penting dalam mendorong produktifitas
perusahaan, sehingga kinerja karyawan penting untuk ditingkatkan. Tujuan
perusahaan tidak akan tercapai tanpa kinerja yang baik dari karyawannya.
Malayu

S.P. Hasibuan (2001:34) mendefinisikan “kinerja (prestasi kerja)

adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas
yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan
kesungguhan serta waktu”. Mengkunegara (2000 : 67) mendefenisikan bahwa
”kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas

Universitas Sumatera Utara

yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai
dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”.
Karyawan yang memungkinkan memiliki kinerja yang baik adalah karyawan
yang memiliki kemampuan professional, memiliki sikap perjuangan, pengabdian,
dan disiplin. Karyawan yang professional dapat diartikan sebagai karyawan yang
memliki sikap disiplin, berfikir, jujur, loyalitas tinggi, penuh dedikasi untuk
pekerjaannya. (Mangkunegara, 2000:40).
Kemampuan profesional karyawan dapat ditingkatkan dengan melakukan
pembinaan-pembinaan dan penyadaran dalam tindakan nyata. Upaya peningkatan
kemampuan profesional karyawan ini penting dilakukan agar peningkatan kinerja
dan loyalitas karyawan dapat menjadi kenyataan. Apabila karyawan bekerja
optimal penuh kesadaran, maka tujuan organisasi akan lebih mudah tercapai.
Sebagai penggerak dalam organisasi, pemimpin adalah salah satu pemegang
kunci dalam pencapaian tujuan perusahaan. Keberhasilan perusahaan dalam
mencapai tujuannya tidak lepas dari kemampuan pemimpinnya dalam mengelola
sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya tersebut termasuk
karyawan yang bekerja di perusahaan. Kepemimpinan dalam perusahaan turut
berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Sebagaimana dituliskan
Mangkunegara (2009:14) bahwa kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi kinerja seseorang dalam organisasi.
Dalam memimpin sebuah organisasi, seorang pemimpin menggunakan caracara atau gaya kepemimpinan. Thoha (2003) mendefenisikan gaya kepemimpinan
merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut

Universitas Sumatera Utara

mencoba mempengaruhi orang lain seperti yang ia lihat. Menurut Thoha (2003),
ada tiga macam gaya kepemimpinan yaitu gaya kepemimpinan otoriter,
demokrasi, dan bebas. Gaya kepemimpinan otoriter adalah gaya kepemimpinan
yang bersifat otoriter, dimana setiap keputusan berasal dari atasan dan bawahan
menjalankan tugasnya sesuai dengan perintah atasan. Gaya kepemimpinan
demokrasi ditandai dengan adanya kerjasama antara atasan dengan bawahan,
pengambilan keputusan bersifat kooperatif. Selanjutnya, gaya kepemimpinan
bebas adalah kepemimpinan dimana pemimpin memberikan kekuasaan penuh
kepada bawahan, pemimpin bersifat pasif.
Dalam menghadapi perubahan dunia bisnis yang dinamis seperti saat ini,
seorang pemimpin diharapkan menjadi titik pusat yang mengendalikan
perusahaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan perubahan yang terjadi
pada lingkungan organisasi. Begitu pula dalam hal pengendalian sumber daya
manusia di dalam perusahan, seorang pemimpin juga diharapkan mampu untuk
memfasilitasi pengembangan individu untuk merealisasi potensi dirinya.
PT. Altrak 1978 adalah perusahaan swasta yang berada dibawah naungan
Central Cipta Murdaya (CCM) Group, berkantor pusat di Jakarta. PT. Altrak 1978
cabang Medan merupakan salah satu dari

32 cabang PT. Altrak 1978 yang

tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang
penjualan alat-alat berat dan suku cadang untuk keperluan industri pertambangan,
kelautan, konstruksi, dan pertanian. PT. Altrak 1978 cabang Medan merupakan
distributor dari berbagai merek mesin dan alat berat terkemuka seperti Cummins,
New Holland, JCB, Kawasaki, dan lainnya termasuk berbagai suku cadang mesin

Universitas Sumatera Utara

dan alat-alat berat.
Kantor pusat PT. Altrak 1978 cabang Medan yang berlokasi di Jalan Gatot
Subroto No. 195 Medan adalah sekaligus merupakan lokasi pusat kegiatan
operasional perusahaan seperti penjualan dan servis. Karyawan perusahaan ini
terdiri dari bagian Marketing (pemasaran), Spare Part (Suku Cadang), Service /
Maintenance (Servis / Perawatan), Finance (Keuangan), dan Human Resources
Departement (Sumber Daya Manusia)
Tingkat penjualan yang tinggi adalah salah satu bagian penting dalam aktivitas
perusahaan. Keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan jumlah penjualan dari
tahun ke tahun merupakan gambaran dari keberhasilan pimpinan perusahaan
tersebut dalam mengelola perusahaannya.

Tingkat penjualan dapat dijadikan

sebagai salah satu indikator untuk mengukur baik buruknya kinerja karyawan di
dalam perusahaan. Tingkat penjualan pada perusahaan PT Altrak 1978 cabang
Medan dapat diukur berdasarkan data penjualan alat – alat berat, mesin dan suku
cadang yang dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1
Jumlah Penjualan Alat berat, mesin dan Suku Cadang
(dalam rupiah)
Tahun

2008

Target Penjualan Tahun
Berjalan
(Rupiah)
10.000.000.000

Penjualan Tahun
Berjalan
(Rupiah)
10.069.279.867

Perbandingan
Realisasi
(Rupiah)
(+) 69.279.867

2009

12.250.000.000

10.144.105.347

(-) 2.105.894.653

2010

13.000.000.000

10.353.110.426

(-) 2.646.889.574

Sumber: PT. Altrak 1978 cabang Medan 2011 (diolah)

Universitas Sumatera Utara

Pada Tabel 1.1, dapat dilihat jumlah penjualan dari tahun 2008 sampai tahun
2010 mengalami peningkatan. Namun, hanya penjualan tahun 2008 yang cukup
memuaskan karena dapat melebihi target penjualan yang telah ditetapkan. Jumlah
penjualan 2 tahun terakhir yaitu tahun 2009 dan 2010 tidak memenuhi target
penjualan

yang

ditetapkan

perusahaan.

Penjualan

yang

meningkat

mengindikasikan bahwa kinerja karyawan pada PT. Altrak 1978 cabang Medan
adalah baik. Namun masih perlu ditingkatkan agar target penjualan yang
ditetapkan perusahaan untuk tahun – tahun berikutnya dapat dicapai.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada masa pra penelitian, beberapa
karyawan menyatakan memiliki masalah yang berhubungan dengan gaya
kepemimpinan atasannya. Beberapa karyawan PT. Altrak 1978 cabang Medan
menyatakan mengeluh atas sikap atasannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa
karyawan merasa terbebani oleh atasan. Ada kalanya atasan membiarkan
karyawan bekerja tanpa pengawasan langsung, dan kadang atasan menerima
masukan dari karyawan,. Namun, Ada kalanya karyawan juga mendapatkan
perintah yang bersifat memaksa dan tegas dari atasan.
Dari pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat ciri-ciri gaya
kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokrasi, dan kepemimpinan bebas pada
perusahaan PT. Altrak 1978 cabang Medan. Dan berdasarkan pengamatan ini
juga, ada kemungkinan pengaruh antara gaya kepemimpinan dengan kinerja
karyawan pada perusahaan PT. Altrak 1978 cabang Medan.

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan, penelitian ini akan
mengambil judul: “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja
Karyawan pada PT. Altrak 1978 cabang Medan”

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini
adalah : “Apakah ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja
karyawan pada PT.Altrak 1978 Cabang Medan?”

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Altrak 1978
Cabang Medan.

1.4 Manfaat Penelitian
a. Bagi Perusahaan
Penelitian ini dapat memberikan masukan yang mungkin bermanfaat bagi
perusahaan mengenai hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja
karyawannya.
b. Bagi Penulis
Penelitian ini merupakan suatu kesempatan bagi penulis untuk menerapkan
ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan dan
memperluas pengetahuan penulis dalam bidang Manajemen Sumber Daya

Universitas Sumatera Utara

Manusia pada umumnya dan gaya kepemimpinan khususnya.
c. Bagi Kalangan Akademis
Dapat menjadi acuan dan sumber referensi untuk mengembangkan penelitianpenelitian selanjutnya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengaruh gaya
kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Uraian Teoritis

2.1.1 Defenisi Kepemimpinan
Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin. Istilah pemimpin digunakan
dalam

konteks

hasil

penggunaan

peran

seseorang

berkaitan

dengan

kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara. Dalam bahasa
Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelpor, pembina,
panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tuatua, dan sebagainya. Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu;
karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan
kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin.
Menurut

Kartono

(2006:10),

kepemimpinan

merupakan

kekuatan

aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampu
mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadi
conform dengan keinginan pemimpin.. Sedangkan menurut Robbin (2003:163),
Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi suatu kelompok kearah
pencapaian tujuan. Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dalam
menentukan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan,
mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya (Rivai, 2005:2).
Kepemimpinan telah didefinisikan sebagai proses mempengaruhi aktivitas
seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Dalam

Universitas Sumatera Utara

esensinya, kepemimpinan merupakan upaya pencapaian tujuan dengan dan
melalui orang-orang. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi bawahan atau kelompok untuk
bekerja sama mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
Pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan memiliki gaya atau tipe
kepemimpinan yang berbeda-beda. Masing-masing gaya atau tipe kepemimpinan
dapat dipastikan akan mengakibatkan dampak yang berbeda kepada para
karyawan atau bawahannya. Namun, yang patut diperhatikan oleh setiap
pemimpin adalah gaya atau tipe kepemimpinannya harus dapat memajukan
organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya, bukan sebaliknya.

2.1.2 Gaya Kepemimpinan
Menurut Thoha (2003), gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku
yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi
orang lain seperti yang ia lihat. Menurut Winardi (2000:78), gaya kepemimpinan
adalah suatu

pendekatan yang

digunakan

untuk

memahami suksesnya

kepemimpinan dalam hubungan mana kita memusatkan perhatian pada apa yang
dilakukan oleh pemimpin tersebut.
Menurut Rivai (2002:122) ada tiga macam gaya kepemimpinan yang
mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai, yaitu :

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter

Universitas Sumatera Utara

Kepemimpinan otoriter disebut juga kepemimpinan direktif atau diktator.
Pemimpin memberikan instruksi kepada bawahan, menjelaskan apa yang harus
dikerjakan, selanjutnya karyawan menjalankan tugasnya sesuai dengan yang
diperintahkan oleh atasan. Gaya kepemimpinan ini menggunakan metode
pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan
strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan

ini ditandai oleh adanya suatu

struktur yang

pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang
kooperatif. Dalam gaya kepemimpinan ini, ada kerjasama antara atasan dengan
bawahan. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral
tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan
diri sendiri.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas
Gaya kepemimpinan ini memberikan kekuasaan penuh pada bawahan, struktur
organisasi bersifat longgar, pemimpin bersifat pasif. Peran utama pimpinan
adalah menyediakan materi pendukung dan berpartisipasi jika diminta
bawahan.
Ralph

White

dan

Ronald

Lippitt

(dalam

Winardi,

2000:

79)

mengemukakan skema tiga macam gaya kepemimpinan sebagai berikut:

Tabel 2.1
Tiga Macam Gaya Kepemimpinan

Universitas Sumatera Utara

OTORITER

LAISSEZ-FAIRE
(BEBAS)
Semua “policies”
1. Kebebasan lengkap
merupakan bahan
untuk keputusan
pembahasan kelompok
kelompok atau
dan keputusan
individual dengan
kelompok yang
minimum partisipasi
dirangsang dan dibantu
pemimpin.
oleh pemimpin.
Perspektif aktivitas
2. Macam-macam
dicapai selama diskusi
bahan disediakan
berlangsung.
oleh pemimpin,
Dilukiskan langkahyang dengan jelas
langkah umum kea rah
mengatakan bahwa
tujuan kelompok dan
bahwa ia akan
apabila diperlukan
menyediakan
nasihat teknis, maka
keterangan apabila
pemimpin
ada permintaan. Ia
menyarankan dua atau
tidak turut
lebih banyak prosedurmengambil bagian
prosedur alternatif
dalam diskusi
yang dapat dipilih.
kelompok.
Para anggota bebas
3. Pemimpin tidak
untuk bekerja dengan
berpartisipasi sama
siapa yang mereka
sekali.
kehendaki dan
pembagian tugas
terserah pada
kelompok.
Pemimpin bersifat
4. Komentar spontan
objektif dalam pujian
yang tidak frekuen
dan kritiknya dan ia
atas aktivitasberusaha untuk
aktivitas anggota
menjadi anggota
dan ia tidak
kelompok secara
berusaha sama
mental, tanpa
sekali untuk menilai
terlampau banyak
atau mengatur
melakukan pekerjaan
kejadian-kejadian.
tersebut.
DEMOKRATIS

1. Semua determinasi
“policy”

1.

2. Teknik-teknik dan
langkan-langkah
aktivitas ditentukan
oleh pejabat satu
persatu, hingga
langkah-langkan
mendatang senantiasa
tidak pasti.

2.

3. Pemimpin biasanya
mendikte tugas
pekerjaan khusus dan
teman sekerja setiap
anggota.

3.

4. “Dominator”
4.
cenderung bersikap
pribadi dalam pujian
dan kritik pekerjaan
setiap anggota; ia
tidak turut serta dalam
partisipasi kelompok
secara aktif kecuali
apabila ia memberikan
demonstrasi.
Sumber: Winardi (2000:79)

Universitas Sumatera Utara

2.1.3 Kinerja Karyawan
Menurut Suryadi Prawirosentono (dalam Widodo, 2005 : 78) kinerja
adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang
dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masingmasing, dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak
melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika.
Gomes (dalam mangkunegara, 2006 : 9) mengemukakan definisi kinerja
karyawan sebagai “ungkapan seperti output, efisiensi serta efektivitas sering
dihubungkan dengan produktivitas”. Selanjutnya, Mangkunegara (2000 : 67)
mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya
sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan
adalah hasil kerja yang dicapai seseorang karyawan sesuai dengan wewenang atau
tanggung jawab masing-masing karyawan selama periode waktu tertentu.
Kinerja individu perorangan (individual performance) dan organisasi
(organizational performance) memiliki keterkaitan yang sangat erat. Tercapainya
tujuan organisasi tidak bisa dilepaskan dari sumber daya yang dimiliki oleh
organisasi yang digerakkan atau dijalankan oleh sekelompok orang yang berperan
aktif sebagai pelaku dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Menurut Mangkunegara (2005: 14), kinerja (performance) dipengaruhi
oleh tiga faktor:

Universitas Sumatera Utara

a) Faktor individual yang terdiri dari kemampuan dan keahlian, latar
belakang, dan demografi.
b) Faktor psikologis yang terdiri dari persepsi, attitude (sikap), personality
(kepribadian), pembelajaran, dan motivasi.
c) Faktor organisasi yang terdiri dari sumber daya, kepemimpinan,
penghargaan, struktur, dan job design

2.1.4 Indikator Kinerja Karyawan
Mangkunegara (2000 : 67) mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah
hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan
dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan
kepadanya.
Indikator yang dipergunakan di dalam melakukan penilaian kinerja
karyawan menurut Prawirosentono (2000: 236) sebagai berikut:
a) Quantity of work yaitu jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode
yang ditentukan.
b) Quality of work yaitu kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syaratsyarat kesesuaian dan kesiapannya.
c) Job Knowledge yaitu luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan
keterampilannya.
d) Creativeness yaitu keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan
tindakan-tindakan untuk

menyelesaikan persoalan-persoalan

yang

timbul.

Universitas Sumatera Utara

e) Cooperation yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain atau
sesama anggota organisasi.
f) Dependability yaitu kesadaran untuk dapat dipercaya dalam hal
kehadiran dan penyelesaian kerja.
g) Initiative yaitu semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan
dalam memperbesar tanggungjawabnya.
h) Personal qualities yaitu menyangkut keperibadian, kepemimpinan,
keramahtamahan dan integritas pribadi.
i) Efektivitas dan efisiensi yaitu menyelesaikan pekerjaan dengan sebaikbaiknya dan mempergunakan waktu yang efisien.

2.2 Penelitian terdahulu
Lastiar (2008) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Gaya
Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Pada PT. Indosat, Tbk. Divisi
Regional Wilayah Barat Medan”. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Koefisien Determinasi (R Square) sebesar 0.654. Untuk regresi berganda
menggunakan Adjusted R Square yang disesuaikan dengan jumlah variabel
independen yang digunakan dalam penelitian yaitu 0.428 yang berarti 42,8 %
variasi variabel terikat (Motivasi Kerja) mampu dijelaskan oleh variabel
independen gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan otoriter, dan
gaya kepemimpinan laissez faire dan 57,2 % lagi dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini. Berdasarkan pengujian hipotesis
dengan uji Fhitung sebesar 9,988 dan Ftabel sebesar 4,08 sehingga Fhitung >

Universitas Sumatera Utara

Ftabel (9,988 > 4,08) pada α = 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel
gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan otoriter, dan gaya
kepemimpinan laissez faire secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi
kerja pegawai pada PT. Indosat, Tbk. Divisi Regional Wilayah Barat Medan. Pada
uji t, variabel gaya kepemimpinan demokratis berpengaruh positif dan signifikan
terhadap motivasi kerja pegawai.
Ulfa (2010) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Perilaku
Kepemimpinan Situasional Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. Bank
Syariah Bukopin Bukopin Cabang Medan Jl. S.Parman No.77 Medan). Dari hasil
penelitian tersebut, menunjukkan bahwa: Hasil penghitungan koefisien korelasi
product moment sebesar 0,830 bernilai positif, hal ini memperlihatkan bahwa
koefisien korelasi yang diperoleh adalah positif. Hal ini berarti ada hubungan
antara perilaku kepemimpinan situasional terhadap kinerja karyawan pada PT
Bank Syariah Bukopin Cabang Medan.
Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan Lastiar (2008) dengan
penelitian ini sendiri adalah, penelitian yang dilakukan Lastiar (2008) bertujuan
untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan di dalam organisasi terhadap
motivasi, sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya
kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya, yang membedakan
penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Ulfa (2010) adalah,
penelitian yang dilakukan Ulfa (2010) adalah untuk mengetahui pengaruh gaya
kepemimpinan situasional terhadap kinerja karyawan. Penelitian Ulfa (2010)
memnggunaka gaya kepemimpinan situasional sebagai variabel X, sedangkan

Universitas Sumatera Utara

penelitian ini menggunakan gaya kepemimpinan yang terdiri dari 3 dimensi yaitu
gaya kepemimpinan otoriter, demokratis, dan kendali bebas sebagai variabel X,
dan kinerja karyawan sebagai variabel Y.

2.3 Kerangka Konseptual
Menurut Rivai (2002:122) ada tiga macam gaya kepemimpinan yang
mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai, yaitu : Gaya
Kepemimpinan Otoriter, disebut juga kepemimpinan direktif atau diktator. Gaya
kepemimpinan ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai
keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling
diuntungkan dalam organisasi. Gaya Kepemimpinan Demokratis, ditandai oleh
adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan
pengambilan keputusan yang kooperatif. Dibawah kepemimpinan demokratis
bawahan cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu
kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri. Gaya Kepemimpinan Kendali Bebas
yaitu memberikan kekuasaan penuh pada bawahan, struktur organisasi bersifat
longgar, pemimpin bersifat pasif. Peran utama pimpinan adalah menyediakan
materi pendukung dan berpartisipasi jika diminta bawahan.
Untuk menunjang keberhasilan manajemen dibutuhkan seorang pemimpin
yang dapat melaksanakan tugas dan fungsi manajemen. Seorang pemimpin yang
baik harus dapat memberikan motivasi agar dapat mencapai produktivitas kerja
dan meningkatkan kinerja bawahannya. Dapat dikatakan bahwa kepemimpinanlah
yang memainkan peranan yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi

Universitas Sumatera Utara

dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya terutama terlihat dalam kinerja
para pegawainya (Siagian, 2003:3).
Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai
oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2000 : 67). Kinerja merupakan
catatan outcome yang dihasilkan dari suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu
selama satu periode waktu tertentu. Berdasarkan Pernyataan tersebut, maka
kerangka konseptual penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gaya Kepemimpinan
- Kepemimpinan Otoriter (X1)
Kinerja Karyawan (Y)
- Kepemimpinan Demokrasi (X2)
- Kepemimpinan Bebas (X3)
Sumber : Rivai (2002) , Mangkunegara (2000); (diolah)

Gambar 2.2
Kerangka Konseptual
2.4 HIPOTESIS
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian. Adapun hipotesis yang penulis kemukakan berdasarkan perumusan
masalah dan kerangka konseptual diatas adalah : “Gaya kepemimpinan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Altrak
1978 Cabang Medan”

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian digolongkan dalam penelitian menurut tingkat eksplanasi
(penjelasan). Penelitian menurut tingkat eksplanasi adalah penelitian yang
bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan
antara satu variabel dengan variabel yang lain. Pada tingkat eksplanasi penelitian
termasuk kedalam penelitian asosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua
variabel atau lebih untuk melihat pengaruh, yaitu pengaruh gaya kepemimpinan
terhadap kinerja karyawan. (Ginting dan Situmorang 2008:57)

3.2

Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada kantor PT. Altrak 1978 Cabang Medan yang

berlokasi di Jl. Gatot Subroto No. 195 Medan. Waktu penelitian direncanakan
dilakukan pada bulan April sampai bulan Juni 2011.

3.3

Batasan Operasional
Batasan operasional adalah untuk menghindari kesimpangsiuran dalam

membahas dan menganalisis permasalahan dalam penelitian. Penelitian ini
dibatasi mengenai pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada
PT. Altrak 1978 Cabang Medan.

Universitas Sumatera Utara

3.4

Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan petunjuk bagaimana suatu variabel diukur

untuk mengetahui baik buruknya pengukuran dalam penelitian. Yang menjadi
objek penelitian ini adalah gaya kepemimpinan sebagai variabel bebas dan kinerja
karyawan sebagai variabel terikat. Variabel-variabel tersebut dapat didefenisikan
sebagai berikut:
A. Variabel Bebas (X) : Gaya Kepemimpinan.
Menurut Rivai (2002:122) ada tiga macam gaya kepemimpinan yang
mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai, yaitu :
1. Gaya Kepemimpinan Otoriter
Kepemimpinan Otoriter disebut juga kepemimpinan otoriter atau diktator.
Pemimpin memberikan instruksi kepada bawahan, menjelaskan apa yang harus
dikerjakan, selanjutnya karyawan menjalankan tugasnya sesuai dengan yang
diperintahkan oleh atasan. Gaya kepemimpinan ini menggunakan metode
pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan
strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan

ini ditandai oleh adanya suatu

struktur yang

pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang
kooperatif. Dalam gaya kepemimpinan ini, ada kerjasama antara atasan dengan
bawahan. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral
tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan
diri sendiri.

Universitas Sumatera Utara

3. Gaya Kepemimpinan Bebas
Gaya kepemimpinan ini memberikan kekuasaan penuh pada bawahan, struktur
organisasi bersifat longgar, pemimpin bersifat pasif. Peran utama pimpinan
adalah menyediakan materi pendukung dan berpartisipasi jika diminta
bawahan.
B. Variabel terikat (Y) : Kinerja Karyawan
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan. Kinerja
karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh
seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. Mangkunegara (2000 : 67)
Indikator yang dipergunakan di dalam melakukan penilaian kinerja
karyawan menurut Prawirosentono (2000: 236) sebagai berikut:
1) Quantity of work yaitu jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode yang
ditentukan.
2) Quality of work yaitu kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat
kesesuaian dan kesiapannya.
3) Job

Knowledge

yaitu

luasnya

pengetahuan

mengenai pekerjaan

dan

keterampilannya.
4) Creativeness yaitu keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakantindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul.
5) Cooperation yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain atau sesama
anggota organisasi.

Universitas Sumatera Utara

6) Dependability yaitu kesadaran untuk dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan
penyelesaian kerja.
7) Initiative yaitu semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam
memperbesar tanggungjawabnya.
8) Personal

qualities

yaitu

menyangkut

keperibadian,

kepemimpinan,

keramahtamahan dan integritas pribadi.
9) Effectivity dan efficiency yaitu menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya
dan mempergunakan waktu yang efisien.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 3.1
Operasional Variabel
Variabel

Defenisi
Operasional
Variabel
Gaya
Norma
perilaku yang
Kepemimpinan digunakan oleh
seorang pada
(X)
saat
orang
tersebut
mencoba
mempengaruhi
perilaku orang
lain.

Kinerja
Karyawan
(Y)

Dimensi
Variabel
- Otoriter

- Demokrasi

- Bebas

Hasil kerja
secara kualitas
dan kuantitas
yang dicapai
oleh seseorang
karyawan
dalam
melaksanakan
tugasnya sesuai
dengan
tanggung
jawab yang
diberikan
kepadanya

Indikator

- Memerintah dengan
paksaaan.
- Menjadi orang yang
paling berperan.

Skala

Likert

- Menerima masukan
dan pendapat dari
bawahan.
- Adanya
pendelegasian
wewenang kepada
bawahan.
- Memberikan
kebebasan kepada
bawahan dalam hal
pengambilan
keputusan.
- Pemimpin memiliki
peran yang sangat
sedikit dalam
penentuan tugas
- Kuantitas pekerjaan Likert
- Kualitas pekerjaan
- Pengetahuan teknis
pada pekerjaan
- Kreativitas karyawan
- Kesediaan untuk
bekerja sama
- Kesadaran diri
karyawan
- Inisiatif diri sendiri
- Kualitas kepribadian
karyawan
- Efektifitas dan
efisiensi dalam
menyelesaikan
pekerjaan

Sumber : Rivai (2002), Prawirosentono (2000) ; data diolah

Universitas Sumatera Utara

3.5 Skala Pengukuran Variabel
Skala pengukuran variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah skala
Likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok
orang tentang fenomena social. Setiap pernyataan yang akan diberi skala sangat
setuju sampai skala sangat tidak setuju untuk pernyataan pada variabel (X) dan
variabel (Y), dimana skala tersebut mempunyai skor seperti pada table berikut:
Tabel 3.2
Skor Pernyataan
No.

Pernyataan

Skor

1
2
3
4
5

Sangat Setuju (SS)
Setuju (S)
Kurang Setuju (KS)
Tidak Setuju (TS)
Sangat Tidak Setuju (STS)

5
4
3
2
1

Sumber: Sugiyono (2006)

3.6 Populasi dan sampel
a.

Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau obyek
yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono,
2008:72). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Karyawan
PT.Altrak 1978 Cabang Medan yang berjumlah 75 orang.

b.

Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel sensus, yaitu
semua populasi digunakan sebagai sampel karena populasinya relatif kecil
(Sugiyono, 2006).

Universitas Sumatera Utara

Tabel 3.3
Jumlah karyawan PT Altrak 1978 cabang Medan
No.

Bagian

Jumlah karyawan

1

Marketing (marketing unit)

15

2

Spare Part

15

3

Service (Maintenance)

33

4

Finance

6

5

HRD

6
Total

75

Sumber: PT. Altrak 1978 cabang Medan 2011; data diolah.

3.7 Jenis Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1

Data Primer
Diperoleh langsung dari responden melalui wawancara maupun dengan
memberikan kuesioner untuk mendapatkan data tentang gaya kepemimpinan
terhadap kinerja karyawan.

2

Data Sekunder
Diperoleh dari jurnal-jurnal penelitian, literatur dan buku-buku kepustakaan
yang ada hubungannya dengan penelitian ini untuk dijadikan sebagai
landasan teori dalam mencari alternatif pemecahan yang dihadapi.

3.8 Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian untuk analisis data adalah:
a.

Metode Kuesioner
Peneliti menggunakan daftar pertanyaan secara tertulis yang diberikan

Universitas Sumatera Utara

kepada responden untuk dijawab sesuai dengan alternatif jawaban yang
tersedia. Kuisioner ini terdiri dari beberapa item pertanyaan yang berkaitan
dengan

identitas

responden,

tanggapan

responden

tentang

gaya

kepemimpinan atasan dan kinerja responden.
b.

Wawancara
Yaitu wawancara langsung dengan responden yang terpilih untuk
memperoleh data atau informasi yang diperlukan dalam penelitian ini.

c.

Metode Dokumentasi
Peneliti membaca literatur-literatur dan jurnal-jurnal yang berhubungan
dengan sumber daya manusia terutama masalah yang berkaitan dengan gaya
kepemimpinan dan kinerja karyawan.

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas
1.

Uji Validitas
Uji validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur
apa yang ingin diukur (Ginting dan Situmorang, 2008:172). Uji Validitas
dilakukan terlebih dahulu dengan memberikan kuesioner kepada karyawan
PT Altrak 1978 cabang Medan yang berjumlah 30 orang diluar sampel
penelitian. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan software Statistical
Package for the Social Sciences (SPSS) versi 16.0 dengan kriteria sebagai
berikut:
a. Jika r hitung > r table maka pernyataan valid
b. Jika r hitung < r table maka pernyataan tidak valid

Universitas Sumatera Utara

Hasil pengolahan data unt

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada P.T Altrak 1978 Cabang Medan