FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH PADI HIBRIDA PADA PROGRAM BANTUAN LANGSUNG BENIH UNGGUL PADI HIBRIDA DI KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN KARANGANYAR

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN
SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH PADI HIBRIDA
PADA PROGRAM BANTUAN LANGSUNG BENIH UNGGUL (BLBU)
PADI HIBRIDA DI KECAMATAN KARANGANYAR
KABUPATEN KARANGANYAR

SKRIPSI

Oleh:
RETNO WURI W
H0407062

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
commit to user

i

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN
SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH PADI HIBRIDA
PADA PROGRAM BANTUAN LANGSUNG BENIH UNGGUL (BLBU)
PADI HIBRIDA DI KECAMATAN KARANGANYAR
KABUPATEN KARANGANYAR
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Guna Memperoleh Derajat Sarjana Pertanian
di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta
Jurusan/ Program Studi Penyuluhan Dan Komunikasi Pertanian

Disusun Oleh :
RETNO WURI W
H 0407062

Dosen Pembimbing:
1. Dr. Sapja Anantanyu, SP, MSi
2. Bekti Wahyu Utami, SP, MSi

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
commit to user
2011

ii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sikap Petani
Terhadap Penggunaan Benih Padi Hibrida Pada Program Bantuan
Langsung Benih Unggul (BLBU) Padi Hibrida Di Kecamatan Karanganyar
Kabupaten Karanganyar yang dipersiapkan dan disusun oleh
Retno Wuri W
H 0407062
telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
pada tanggal :
dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Susunan Tim Penguji
Ketua

Anggota I

Anggota II

Dr. Sapja Anantanyu, SP, MSi

Bekti Wahyu Utami, SP, MSi

Agung Wibowo, SP, MSi

NIP. 19780715 200112 2001

19760226 200501 1003

NIP. 19681227 199403 1002

Surakarta,
Mengetahui
Dekan Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret

Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, MS
commit to198601
user 1001
NIP. 19560225

iii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala
Rahmat, Hidayah, dan Nikmat kesehatan yang diberikan sehingga penulis dapat
melaksanakan

dan

menyelesaikan

penyusunan

skripsi

yang

berjudul

”Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sikap Petani Terhadap
Penggunaan Benih Padi Hibrida Pada Program Bantuan Langsung Benih
Unggul (BLBU) Padi Hibrida Di Kecamatan Karanganyar Kabupaten
Karanganyar”. Terselesaikannya penulisan skripsi ini juga tidak lepas dari
bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, MS, selaku Dekan Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Dwiningtyas Padmaningrum, SP, MSi selaku Ketua Jurusan Penyuluhan dan
Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian Sebelas Maret Surakarta.
3. Dwiningtyas Padmaningrum, SP, MSi selaku Ketua Komisi Sarjana Jurusan
Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sebelas
Maret Surakarta
4. Dr. Sapja Anantanyu, SP, MSi selaku pembimbing utama yang telah
membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skipsi ini.
5. Bekti Wahyu Utami, SP, MSi selaku pembimbing pendamping sekaligus
Pembimbing Akademik yang telah membimbing dan mengarahkan penulis
dalam penyusunan skripsi.
6. Agung Wibowo, SP, MSi selaku dosen penguji tamu yang telah memberikan
masukan, saran, dan kritikan yang membangun sehingga penyu0sunan skripsi
menjadi lebih baik.
7. Seluruh karyawan Jurusan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas
Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta atas kemudahan dalam
menyelesaikan administrasi penulisan skripsi.
8.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Karanganyar
commit to user
yang telah memberikan bantuannya dalam pengumpulan data.
iv

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

9. Kepala BPP dan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Kecamatan Karanganyar
yang telah memberikan bantuan dan informasi dalam pengumpulan data.
10. Ketua Gapoktan Kecamatan Karanganyar (Alm. Sutarno Yudoko) yang telah
memberikan informasi kepada penulis.
11. Kelompok Tani Makarti Tani IV, Rukun Tani IV, Makaryo Tani, Tani
Makmur I, Subur Makmur IV dan Ngudi Mulyo III, yang telah memberikan
informasi kepada penulis.
12. Keluarga tercinta, terima kasih atas kasih sayang, perhatian, nasehat,
dukungan dan doanya.
13. Rahadian Yasin, terima kasih atas dukungan, motivasi, semangat dan
bantuannya.
14. Dina, Febri, Dewi, Ida, Nurul, Sofa, Arum, Alda, Ratih, Oktin, Pasol, Susi,
Mba Fitri yang telah bersedia membantu dan memberi dukungan kepada
penulis.
15. Teman-teman PKP 2007 terima kasih atas bantuan, motivasi dan dukungan
kepada penulis.
16. Kakak-kakak tingkat PKP 2006 terima kasih atas bantuan dan dukungan
kepada penulis.
17. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan,
untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat
memberikan manfaat dan menambah pengetahuan baru bagi yang memerlukan.

Surakarta,

Juli 2011

Penulis
commit to user

v

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... ii
KATA PENGANTAR ...................................................................................... iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ............................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ x
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xi
RINGKASAN ................................................................................................... xii
SUMMARY ..................................................................................................... xiii
I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................................
B. Perumusan Masalah ..............................................................................
C. Tujuan Penelitian ..................................................................................
D. Kegunaan Penelitian .............................................................................

1
4
6
6

II. LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka ...................................................................................
B. Kerangka Berfikir .................................................................................
C. Hipotesis Penelitian ...............................................................................
D. Pembatasan Masalah .............................................................................
E. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ..................................

7
34
34
34
35

III. METODE PENELITIAN
A. Metode Dasar Penelitian ......................................................................
B. Metode Penentuan Lokasi ....................................................................
C. Jenis dan Sumber Data .........................................................................
D. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................
E. Metode Analisis Data ...........................................................................

41
41
44
45
45

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN
A. Keadaan Geografis ............................................................................... 48
B. Keadaan Penduduk .............................................................................. 49
C. Keadaan Pertanian ............................................................................... 53
D. Keadaan Sarana Perekonomian ........................................................... 54
E. Penggunaan Benih Padi Hibrida Pada Program BLBU Padi Hibrida Di
Kecamatan Karanganyar ...................................................................... 56
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Program BLBU Padi Hibrida ..............................................................
B. Identitas Responden .............................................................................
C. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sikap ...............................
D. Sikap Petani Terhadap Penggunaan Benih Padi Hibrida .....................
commit to user

vi

57
58
61
70

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

E. Hubungan Antara Variabel-Variabel Penelitian Dengan Sikap Petani
Terhadap Penggunaan Benih Padi Hibrida Pada Program BLBU
Padi Hibrida ......................................................................................... 73
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ......................................................................................... 84
B. Saran ................................................................................................... 86
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

commit to user

vii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Variabel Yang Berhubungan Dengan Sikap ...................................... 38
Tabel 2.2 Sikap Petani Terhadap Penggunaan Benih Padi Hibrida ................... 40
Tabel 3.1 Data Kelompok Tani Kecamatan Karanganyar Pada Program
BLBU Padi Hibrida ............................................................................ 42
Tabel 3.2 Data Jumlah Sampel Sasaran Kelompok Tani Kecamatan
Karanganyar ....................................................................................... 44
Tabel 4.1 Penggunaan Lahan Di Kecamatan Karanganyar ................................ 49
Tabel 4.2 Keadaan Penduduk Kecamatan Karanganyar Menurut Kelompok
Umur Tahun 2010 ............................................................................... 49
Tabel 4.3 Keadaan Penduduk Kecamatan Karanganyar Menurut Tingkat
Pendidikan Tahun 2010 ...................................................................... 51
Tabel 4.4 Keadaan Penduduk Kecamatan Karanganyar Menurut Mata
Pencaharian Tahun 2010 .................................................................... 52
Tabel 4.5 Luas Panen dan Produksi Tanaman Pangan Kecamatan
Karanganyar Tahun 2010 ................................................................... 54
Tabel 4.6 Keadaan Lembaga Perekonomian Kecamatan Karanganyar Tahun
2010 .................................................................................................... 55
Tabel 5.1 Perbedaan Varietas Bernas, Arize dan Intani 2 ................................... 58
Tabel 5.2 Identitas Responden ............................................................................ 60
Tabel 5.3 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pengalaman
Berusahatani Kecamatan Karanganyar ............................................... 63
Tabel 5.4 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pengaruh Orang Lain
Kecamatan Karanganyar .................................................................... 65
Tabel 5.5 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Formal
Kecamatan Karanganyar .................................................................... 67
Tabel 5.6 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Non Formal
Kecamatan Karanganyar .................................................................... 68
Tabel 5.7 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Penggunaan Media
commit to.........................................................
user
Massa Kecamatan Karanganyar
70

viii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Tabel 5.8 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pengaruh Kepercayaan
Kecamatan Karanganyar .................................................................... 71
Tabel 5.9 Distribusi Petani Berdasarkan Tingkat Sikap Petani Terhadap
Penggunaan Benih Padi Hibrida Kecamatan Karanganyar ................ 72
Tabel5.10 Hubungan Antar Variabel Penelitian Tingkat Pengalaman
Berusahatani, Tingkat Pengaruh Orang Lain, Tingkat Pendidikan
Formal, Tingkat Pendidikan Non Formal, Tingkat Penggunaan
Media Massa dan Tingkat Pengaruh Kepercayaan Dengan Sikap
Petani Terhadap Penggunaan Benih Padi Hibrida Pada Program
BLBU Padi Hibrida ............................................................................ 76

commit to user

ix

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Skema Kerangka Berpikir Variabel-Variabel Yang Berhubungan
Dengan Sikap Petani Terhadap Penggunaan Benih Padi Hibrida
Pada Program BLBU Padi Hibrida di Kecamatan Karanganyar .. 34
Gambar 5.1 Mekanisme Penetapan Kelompok Tani Penerimaan BLBU ......... 59

commit to user

x

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Kuisioner Penelitian .................................................................... 94
Lampiran 2 : Identitas Responden ................................................................... 104
Lampiran 3 : Variabel X .................................................................................. 107
Lampiran 4 : Variabel Y .................................................................................. 109
Lampiran 5 : Correlations ................................................................................ 111
Lampiran 6 : Frequency ................................................................................... 113
Lampiran 7 : Foto-Foto Kegiatan Penelitian .................................................... 114
Lampiran 8 : Peta Daerah Penelitian ................................................................ 115
Lampiran 9 : Surat Ijin Penelitian ....................................................................116

commit to user

xi

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

RINGKASAN
Retno Wuri W, H 0407062 ”FAKTOR-FAKTOR YANG
BERHUBUNGAN
DENGAN
SIKAP
PETANI
TERHADAP
PENGGUNAAN BENIH PADI HIBRIDA PADA PROGRAM BANTUAN
LANGSUNG BENIH UNGGUL (BLBU) PADI HIBRIDA DI
KECAMATANKARANGANYAR
KABUPATEN
KARANGANYAR”.
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dibawah bimbingan Dr.
Sapja Anantanyu, SP, MSi dan Bekti Wahyu Utami, SP. MSi
Penyediaan pangan yang cukup harus didukung oleh produk hasil tanaman
pangan yang cukup pula. Salah satu tantangan paling besar di sektor pertanian
saat ini adalah upaya memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional dari produksi
dalam negeri. Untuk mendukung upaya peningkatan produktivitas padi serta
meringankan beban petani dalam rangka peningkatan benih varietas unggul
bermutu dan mendukung peningkatan produktivitas padi, maka pemerintah
memberikan bantuan benih varietas unggul bermutu melalui program Bantuan
Langsung Benih Unggul (BLBU) padi hibrida. Program BLBU padi hibrida
dilaksanakan di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar sejak tahun
2008, dengan harapan agar hasil produksi tanaman padi di Kecamatan
Karanganyar Kabupaten Karanganyar meningkat serta menigkatkan kesadaran
petani menggunakan benih unggul.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) Mengkaji sikap petani terhadap
penggunaan benih padi hibrida pada program BLBU padi hibrida, (2) Mengkaji
faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap petani terhadap penggunaan benih
padi hibrida pada program BLBU padi hibrida, (3) Mengkaji hubungan antara
faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap, dengan sikap petani terhadap
penggunaan benih padi hibrida pada program BLBU padi hibrida. Metode dasar
penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik survei. Penelitian berlokasi
di Kecamatan Karanganyar dengan responden sebanyak 50 orang yang diambil
menggunakan teknik area sampling. Untuk mengetahui hubungan antara variabel
penelitian digunakan analisis korelasi Rank Spearman (rs).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap petani terhadap tujuan
penggunaan benih padi hibrida pada program BLBU padi hibrida termasuk dalam
kategori tinggi yaitu sebanyak 34 orang atau 68 persen, sikap petani terhadap hasil
penggunaan benih padi hibrida pada program BLBU padi hibrida tergolong netral
yaitu sebanyak 34 orang atau 68 persen dan sikap petani terhadap kualitas
penggunaan benih padi hibrida pada program BLBU padi hibrida tergolong tinggi
yaitu sebanyak 38 orang atau 76 persen. Tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara tingkat pengalaman berusahatani, tingkat pengaruh orang lain, tingkat
pendidikan formal, dan tingkat pengaruh kepercayaan dengan sikap petani
terhadap penggunaan benih padi hibrida pada program BLBU padi hibrida,
sedangakan hubungan yang signifikan terdapat antara tingkat pendidikan non
formal dan tingkat penggunaan media massa dengan sikap petani terhadap
penggunaan benih padi hibrida pd program BLBU padi hibrida.
commit to user

xii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

SUMMARY

Retno Wuri W, H 0407062 "RELATED FACTORS OF FARMER’S
ATTITUDE TOWARD HYBRIDA RICE SEED ULITILIZING ON
BANTUAN LANGSUNG BENIH UNGGUL (BLBU) IN KARANGANYAR
SUBDISTRICT OF KARANGANYAR REGENCY”. Agriculture Faculty of
Sebelas Maret University. Under guidance of Dr. Sapja Anantanyu, SP, MSi and
Bekti Wahyu Utami, SP, MSi.
Adequate supplying of food should be supported by the adequate food
production too. The hard defiance in agriculture sector on this time is the effort of
fulfiil national rice consumption from domestic’s production. To support this
effort of rice productivity improvement and demulcent farmer’s burfen in superior
quality of variety seed improvement pregame and support rice productivity
improvement, the goverment give superior quality hybrid rice seed trough
Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) hybrid rice program. BLBU hybrid rice
program seed held in Karanganyar sub district of Karanganyar regency since
2008, it hope to echancing the product of rice and the farmer awareness of using
superior seed in Karanganyar sub district of Karanganyar regency.
The purpose of the research are (1) to investigate farmer attitude toward
hybrid rice seed utilizing in BLBU hybrid rice program, (2) to investigate the
related factors of farmer attitude toward hybrid rice seed utilizing in BLBU hybrid
rice program, (3) to investigate the relationship between the hybrid rice utilizing
with farmer attitude toward hybrid rice seed utilizing in BLBU hybrid rice
program. The base method of the research is quantitave research by using survey
technique. The research located in Karanganyar sub district of Karanganyar
regency with respondents 50 people taken by area sampling technique. This
research using Rank Spearman (rs) correlation, it uses to know the relationship
between research variables.
The result of the research show that farmer attitude toward the purpose of
hybrid rice seed utilizing on BLBU hybrid rice program belonging to high
category, it is 34 people or 68 %, farmer attitude toward the result of hybrid rice
seed on BLBU hybrid rice program appertain to netral, it is 34 people or 68 % and
farmer attitude toward hybrid rice seed utilizing in BLBU hybrid rice program
appertain to high, it is 38 people or 76 %. There is no significant relationship
between farming experience, other influence level, formal education level and
farmer’s belief with farmer’s attitude toward hybrid rice seed utulizing in BLBU
hybrid rice program, whereas the significant relationship contained between non
formal education and mass media utilizing with farmer’s attitude toward hybrid
rice seed utilizing in BLBU hybrid rice program.

commit to user

xiii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya
hidup atau bekerja pada sektor pertanian. Sebagai negara yang penduduknya
banyak maka stabilitas dalam penyediaan tanaman pangan menjadi hal yang
penting. Penyediaan pangan yang cukup harus didukung oleh produk hasil
tanaman pangan yang cukup pula.
Salah satu tantangan paling besar di sektor pertanian saat ini adalah
upaya memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional dari produksi dalam
negeri. Konsumsi beras akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan
penduduk, karena sampai saat ini upaya diversifikasi pangan pokok
(sumber karbohidrat) belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan.
Disisi lain luas lahan tanaman padi semakin sedikit karena pergeseran
industrialisasi. Luas pertanaman padi di Indonesia diperkirakan mencapai
11-12 juta ha, yang tersebar di berbagai tipologi lahan seperti sawah (5,10 juta
ha), lahan tadah hujan (2,10 juta ha), ladang (1,20 juta ha), dan lahan pasang
surut. Lebih dari 90% produksi beras nasional dihasilkan dari lahan sawah dan
lebih dari 80% total area pertanaman padi sawah telah ditanami varietas
unggul.
Berbagai upaya diprogramkan pemerintah untuk meningkatkan produksi
padi secara nasional, yaitu melalui peningkatan mutu intensifikasi yang
ditempuh melalui penggunaan benih unggul, khususnya padi hibrida dan padi
varietas unggul. Daerah-daerah yang biasa menanam varietas lokal akan terus
diusahakan beralih menanam varietas unggul dan pada akhirnya menanam
varietas hibrida. Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, kendala yang
dihadapi antara lain masih rendahnya produktivitas tanaman karena sebagian
petani belum menggunakan varietas unggul bermutu dalam budidayanya.
Rendahnya produktivitas padi juga dapat disebabkan beberapa faktor di
antaranya : daya dukung lahan, infrastruktur, kelangkaan pupuk akibat pola
commit to user
distribusi yang belum optimal, belum menggunakan benih unggul yang

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

bersertifikat, faktor iklim (curah hujan) yang tinggi, pengendalian OPT
(organisme pengganggu tanaman) belum optimal, dan permodalan petani.
Padi inbrida dan padi hibrida mempunyai beberapa perbedaan, yaitu padi
inbrida berasal dari galur murni yang melakukan penyerbukan sendiri, turunan
benih dapat ditanam kembali, tanaman padi kurang seragam, produksinya ratarata dan harga lebih murah. Padi hibrida merupakan perkawinan dari dua
genotip yang berbeda sifatnya, turunan keduanya tidak busa dibenihkan
kembali sehingga harus membeli benih yang baru, tanaman lebih tegak dan
seragam, hasil lebih tinggi 20-30% dari padi inbrida serta harga benih lebih
mahal karena proses produksinya yang rumit. Berdasarkan penjelasan diatas,
dapat diketahui bahwa kondisi genetik padi inbrida dan hibrida berbeda. Selain
itu, teknologi produksi benihnya juga berbeda. Produksi benih padi hibrida
lebih jauh rumit daripada produksi padi inbrida, sehingga wajar jika harganya
pun lebih mahal.
Kontribusi

penggunaan

benih

varietas

unggul

bermutu

dalam

meningkatkan produktivitas, produksi bahkan mutu hasil telah terbukti secara
signifikan, antara lain dengan keberhasilan peningkatan produksi komoditas
tanaman pangan yang terjadi selama ini. Hasil penelitian lapangan Fakultas
Pertanian UGM menunjukan bahwa hasil panen padi hibrida meningkat sekitar
14 persen dibandingkan hasil panen padi IR 64, produksi panen padi hibrida
menghasilkan 6,5-7,0 ton per hektar. Sedangakan panen padi IR64
menghasilkan 5,9 ton per hektar (UGM, 2007).
Penyebab rendahnya adopsi benih varietas unggul bermutu salah satunya
adalah daya beli dan tingkat kesadaran serta keyakinan petani terhadap manfaat
penggunaan benih varietas unggul bermutu masih relative rendah. Untuk
mendukung upaya peningkatan produktivitas padi serta meringankan beban
petani dalam rangka peningkatan benih varietas unggul bermutu dan
mendukung peningkatan produktivitas padi, maka pemerintah memberikan
bantuan benih varietas unggul bermutu melalui program Bantuan Langsung
Benih Unggul (BLBU) padi hibrida. BLBU padi hibrida merupakan program
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang diberikan kepada petani
yang tergabung dalam kelompok tani.
Program BLBU padi hibrida dilaksanakan di Kecamatan Karanganyar
Kabupaten Karanganyar sejak tahun 2008, dengan harapan agar hasil panen
padi di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar meningkat serta
menigkatkan kesadaran petani menggunakan benih unggul. Akan tetapi
kesadaran petani untuk menggunakan benih padi hibrida masih rendah
dikarenakan mahalnya harga benih padi. Melalui program BLBU padi hibrida
diharapkan petani di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar mau
beralih menggunakan benih padi hibrida sehingga dapat meningkatkan hasil
panen padi yang berkualitas secara berkelanjutan. Upaya program BLBU padi
hibrida dilakukan melalui pemberian benih padi hibrida secara gratis dari
pemerintah kemudian langsung disalurkan ke kelompok tani.
Usaha untuk mencapai keberhasilan penggunaan benih hibrida ini sangat
diperlukan sikap atau respon yang baik dari petani. Ketika diketahui sikap
petani maka pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan apa yang cocok
untuk pengembangan penggunaan benih hibrida. Sikap petani yang positif akan
membantu keberlangsungan dan kemajuan penggunaan benih padi hibrida,
akan tetapi ketika sikap petani negatif maka penggunaan benih padi hibrida
akan mengalami hambatan.
Dalam penelitian ini akan mengkaji faktor-faktor yang berhubungan
dengan sikap petani terhadap penggunaan benih padi hibrida pada program
Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) padi hibrida di Kecamatan
Karanganyar Kabupaten Karanganyar. Melalui program BLBU padi hibrida
diharapkan ke depan petani di Kecamatan Karanganyar mau beralih
menggunakan benih padi hibrida sehingga dapat meningkatkan hasil produksi
yang berkualitas secara berkelanjutan. Upaya program BLBU padi hibrida
dilakukan melalui pemberian benih padi hibrida secara gratis dari pemerintah
kemudian langsung disalurkan ke kelompok tani.
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

B. Perumusan Masalah
Padi merupakan salah satu tanaman pangan yang memilki peranan
penting sebagai bahan pangan, pakan dan industri dalam negeri. Kebutuhan
padi setiap tahunnnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan
jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan.
Sejauh ini pengalaman menunjukkan bahwa tingkat produksi tahunan
lebih ditentukan oleh areal tanam dari pada tingkat produktivitas. Namun
demikian upaya peningkatan produksi melalui peningkatan produktifitas masih
terbuka lebar. Untuk mengatasi permasalahan penurunan produktivitas padi,
pemerintah melakukan terobosan dalam memproduksi padi dengan inovasi
penggunaan benih padi hibrida yang hasil produksinya sangat menjanjikan.
Adapun keuntungan menggunakan benih padi hibrida antara lain tanaman
kokoh dan tahan roboh, toleran terhadap hama dan penyakit, kebutuhan benih
cukup 15kg/ha, cukup satu bibit per lubang, rasa nasi pulen dan wangi, tinggi
tanaman sedang 100-118 cm sehingga tidak mudah rebah, umur panen 115-120
hari setelah semai serta potensi hasil dapat mencapai 12,4 ton (Bayer, 2007).
Kendala yang dihadapi petani di Kecamatan Karanganyar Kabupaten
Karanganyar yaitu mahalnya harga benih padi hibrida, sehingga petani
cenderung memilih benih padi lokal dengan alasan harga benih padi
terjangkau. Selain itu, petani harus membeli benih baru setiap tanam, karena
benih hasil panen sebelumnya tidak dapat dipakai untuk pertanaman
berikutnya.
Dari kendala di atas dapat dilihat bahwa sikap petani terhadap
penggunaan benih padi hibrida kurang diminati petani. Untuk dapat
meningkatkan hasil yang maksimal dan meningkatkan minat petani dalam
penggunaan benih padi hibrida maka pemerintah Karanganyar mencanangkan
program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) padi hibrida. Melalui
program ini, diharapkan para petani mau beralih menggunakan benih padi
hibrida yang diberikan gratis oleh pemerintah. Selain itu, diharapkan setelah
program selesai petani mau beralih menggunakan benih padi hibrida tanpa
commit dapat
to user meningkatkan pendapatan dan
tergantung pemerintah, sehingga

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

mensejahterakan para petani. Demi terwujudnya program ini diperlukan
kesadaran petani terhadap penggunaan benih padi hibrida dibandingkan benih
padi lokal.
Sikap merupakan proses aktif penggunaan pikiran sehingga menimbulkan
tanggapan bahkan dapat membentuk sikap seseorang terhadap suatu
rangsangan. Sikap yang terbentuk dalam diri petani akan mempengaruhi cara
pandangnya terhadap BLBU padi hibrida dan mempengaruhi tingkat
keberhasilan petani dalam penggunaan benih padi hibrida. Ketika petani
mempunyai sikap yang positif terhadap penggunaan benih padi hibrida maka
akan membantu keberhasilan program BLBU padi hibrida, akan tetapi apabila
petani mempunyai sikap yang negatif maka kemungkinan akan menghambat
keberlangsungan program BLBU padi hibrida. Sikap petani merupakan salah
satu ukuran keberhasilan dari suatu program, agar program dapat berjalan
sesuai tujuan maka perlu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
sikap petani dalam penggunaan benih padi hibrida.
Dari uraian di atas maka timbul beberapa permasalahan yang nantinya
akan dikaji dalam penelitian ini, antara lain :
1. Bagaimana sikap petani terhadap penggunaan benih padi hibrida di
Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar pada program Bantuan
Langsung Benih Unggul (BLBU) padi hibrida ?
2. Faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan sikap petani terhadap
penggunaan benih padi hibrida pada program Bantuan Langsung Benih
Unggul (BLBU) padi hibrida di Kecamatan Karanganyar Kabupaten
Karanganyar ?
3. Bagaimana hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap,
dengan sikap petani terhadap penggunaan benih padi hibrida di Kecamatan
Karanganyar Kabupaten Karanganyar pada program Bantuan Langsung
Benih Unggul (BLBU) padi hibrida ?

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan
untuk :
1. Mengkaji

sikap

petani

terhadap

penggunaan

benih

padi

hibrida

di Kecamatan Karanganyar pada program Bantuan Langsung Benih Unggul
(BLBU) padi hibrida.
2. Mengkaji faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan sikap petani
terhadap penggunaan benih padi hibrida pada program Bantuan Langsung
Benih Unggul (BLBU) padi hibrida di Kecamatan Karanganyar Kabupaten
Karanganyar.
3. Mengkaji hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap,
dengan sikap petani terhadap penggunaan benih padi hibrida di Kecamatan
Karanganyar Kabupaten Karanganyar pada program Bantuan Langsung
Benih Unggul (BLBU) padi hibrida.
D. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berkut :
1. Bagi peneliti, hasil penelitian ini sangat bermanfaat untuk menambah
wawasan dan merupakan salah satu syarat memperoleh gelar sarjana di
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.
2. Bagi pemerintah dan instansi terkait, diharapkan dapat menjadi bahan
informasi dan landasan untuk menentukan kebijakan yang terkait dengan
pengembangan program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) padi
hibrida.
3. Bagi peneliti lain, dapat dipergunakan sebagai referensi dalam penelitian
sejenis selanjutnya.
4. Bagi petani di Kecamatan Karanganyar, dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam mengembangkan budidaya padi hibrida.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

II. LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka
1. Pembangunan Pertanian
Pembangunan merupakan usaha yang dilakukan oleh masyarakat
dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup melalui modernisasi,
industrialisasi untuk memajukan keadaan sosial termasuk keadilan yang
lebih besar, kebebasan dan kualitas terhadap lingkungannya. Pembangunan
berarti membangkitkan masyarakat di negara-negara sedang berkembang
dari keadaan kemiskinan, pengangguran, dan ketidakpastian sosial
(Nasution, 2004).
Tiga kebiasaan mental yang sangat penting bagi pembangunan
pertanian. Pertama adalah kebiasaan melakukan pengukuran, berpikir dan
menghitung jumlah (kuantitatif). Kebiasaan ini membuat seseorang dalam
menilai suatu hasil panen misalnya, tidak merasa puas dengan hanya
menyebutkannya panen yang ”baik”, tetapi masih terus bertanya seberapa
baikkah panen itu jika dinyatakan dalam jumlah kilogram, bau atau patok.
Kedua adalah selalu bertanya mengapa, mengapa tanah ini tidak sesubur
tanah itu? Ketiga adalah kebiasaan untuk terus mencari alternatif lain,
mencari cara lain untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan. Selalu
mencari alternatif lain dapat dipupuk menjadi suatu kebiasaan, sama hal nya
dengan kebiasaan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang tetap sama
(Mosher, 1978).
Kemajuan keadaan sosial akan terwujud dengan adanya pembangunan
pertanian mencakup banyak kegiatan yang beraneka ragam yang semuanya
itu dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup petani. Perwujudannya
dapat beraneka ragam seperti misalnya pelayanan-pelayanan penyuluhan,
bantuan teknis, sampai dengan proyek-proyek yang dimaksudkan untuk
meningkatkan taraf hidup petani. Selain itu perlu adanya proses-proses
dimana usaha-usaha dari orang-orang itu sendiri disatukan dengan usaha
commit to user
pemerintah untuk memperbaiki keadaan sosial ekonomi, dan kultur

7

8
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

masyarakat, menyatukan masyarakat itu menyumbangkan secara penuh bagi
kemajuan nasional (Slamet, 1993).
Dewangga (1995) berpendapat bahwa pembangunan pertanian
bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat
tani yang merupakan sebagian besar penduduk Indonesia dan tinggal di
pedesaan. Meningkatkan taraf hidup petani dan masyarakat petani dan
masyarakat pedesaan dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas
usahatani. Untuk dapat mengelola usahataninya secara efisien diperlukan
adanya perubahan perilaku petani untuk mampu bertani dengan baik dan
berusahatani lebih menguntungkan.
Pembangunan akan memberikan harapan dengan hasil yang optimal,
jika penyuluhan pertanian dilakukan secara baik. Karena penyuluhan
pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Pelaksanaan
penyuluhan yang baik dengan disertai dengan sistem pelayanan yang teratur
akan menjadi jaminan yang efektif untuk tercapainya tujuan pembangunan
itu sendiri. Inti kegiatan penyuluhan pertanian adalah komunikasi gagasan
yang inovatif maupun produk teknologi yang inovatif yang dapat
memberikan nilai ekonomis yang lebih baik kapada petani dan keluarganya
(Levis, 1996).
2. Sikap
a. Pengertian Sikap
Sikap

dapat

didefinisikan

sebagai

perasaan,

pikiran

dan

kecenderungan seseorang yang kurang lebih bersifat permanen mengenai
aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya. Komponen-komponen sikap
adalah pengetahuan, perasaan-perasaan dan kecenderungan untuk
bertindak. Lebih mudahnya, sikap adalah kecondongan evaluasi terhadap
suatu objek atau subjek yang memiliki konsekuensi yakni bagaimana
seseorang

berhadap-hadapan

dengan

objek

sikap

(Van den Ban dan Hawkins, 2007).
Sikap dapat diungkapkan melalui reaksi baik perkataan maupun
commit
to user
perbuatan, reaksi tersebut
dapat
meliputi rasa suka dan tidak suka,

9
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

mendekati atau menghindari situasi, benda, orang, kelompok dan aspek
lingkungan yang dapat dikenal lainnya, termasuk gagasan abstrak dan
kebijakan sosial. Sikap sangat terkait dengan kognisi khususnya dengan
keyakinan tentang sifat benda lebih lanjut. Sikap juga terkait dengan
tindakan

yang

kita

ambil

berkaitan

dengan

benda

tersebut

(Alkinson et all, 1991).
Attitude is a mental and neural state of readiness, organized
through experience, exerting a directive or dynamic influence
upon the individuals response to all object and situations with
which it is related.
Menurut G. W. Allport (1935) dalam Taylor (1997), sikap adalah
suatu mental dan status kesiapsiagaan, yang diorganisir melalui
pengalaman, menggunakan suatu pengaruh yang dinamik ketika individu
menjawab semua obyek dan situasi yang terkait.
Sikap ditunjukkan oleh luasnya rasa suka atau tidak suka terhadap
sesuatu. Sesuatu tersebut adalah obyek sikap. Mengukur sikap seseorang
adalah mencoba untuk menempatkan posisinya pada suatu kontinum
afektif berkisar dari sangat positif hingga sangat negatif terhadap suatu
obyek sikap. Dalam penskalaan likert kuantifikasi dilakukan dengan
mencatat penguatan respon dan untuk pernyataan kepercayaan positif dan
negatif tentang obyek sikap (Mueller, 1996).
Attitude are relatively lasting organizations of beliefes which
made you tend to respond to things in particular ways.
Attitudes are never seem directly, you infer their existence
from what people do. Attitude include positive or negative
evaluations, emotional feelings and certain positive or
negative tendencies in relation to objects, people and events.
Attitude are human responses and can be examined along
three dimensions, their directon, their intensity and their
sabence.
Myers (1992) mendefinisikan sikap sebagai bentuk evaluasi yakni
sikap

merupakan

pengorganisasian

terakhir

secara

relatif

dari

kepercayaan dimana terdapat kecenderungan untuk merespons bendabenda dalam keadaan yang nyata. Sikap tidak pernah dilihat secara
commit to user
langsung, seseorang harus mengambil kesimpulan keberadaan sikap dari

10
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

apa yang dilakukan orang lain. Sikap melibatkan evaluasi-evaluasi yang
positif dan negatif, perasaan-perasaan emosional, dan kecenderungan
positif atau negatif secara pasti yang berhubungan dengan obyek, orang
dan kejadian atau peristiwa. Sikap merupakan respons manusia dan dapat
diuji

melalui

tiga

dimensi

yaitu

arahnya,

intensitasnya,

dan

ketenangannya.
Attitudes are pivotal concept in social psychology. They are of
special interest because other people attempt to influence our
attitudes through persuasion, and attitudes are often reflected
in our behavior toward other. Attitude as beliefs that
predispose us to act and feel in certain ways. Note that
definition has three components : (a) beliefs, such as the
beliefe that door ro door salespeople are generally dishonest;
(b) feelings, such as a strong dislike for door to door
salespeople; (c) dispositions to behave, such as a readiness to
be rude to them when they come to the door.
Sikap adalah konsep sangat yang sangat penting dalam psikologi
sosial. Sikap merupakan minat khusus yang disebabkan orang lain untuk
mencoba mempengaruhi sikap melalui bujukan, dan sikap sering
dicerminkan dalam perilaku kita ke arah orang lain. Sikap merupakan
kepercayaan yang mempengaruhi kita untuk bertindak dan merasakan
sesuatu. Perlu diperhartikan, definisi sikap mempunyai tiga komponen :
(a) kepercayaan, seperti rasa percaya kepada orang lain; (b) perasaan,
seperti prasangka buruk pada orang lain; (c) kecakapan untuk bertindak,
seperti suatu kesiapsiagaan untuk berlaku tidak sopan atau kasar pada
orang yang berlaku kasar kepada kita (Lahey,1973)
Menurut Ahmadi (1999), sikap tumbuh dan berkembang dalam
basis sosial yang tertentu, misalnya : ekonomi, politik, agama dan
sebagainya. Di dalam perkembangannya sikap banyak dipengaruhi oleh
lingkungan, norma-norma atau group. Hal ini akan menyebabkan
perbedaan sikap antara individu yang satu dengan yang lain karena
perbedaan pengaruh atau lingkungan yang diterima. Sikap tidak akan
terbentuk tanpa interaksi manusia, terhadap obyek tertentu atau suatu
commit to user

11
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

obyek. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sikap
meliputi :
1) Faktor intern, yaitu faktor yang terdapat dalam pribadi manusia itu
sendiri. Faktor ini berupa daya pilih seseorang untuk menerima dan
mengolah pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Pilihan terdapat
pengaruh dari luar itu biasanya disesuaikan dengan motif dan sikap di
dalam diri manusia, terutama yang menjadi minat perhatiannya.
2) Faktor ekstern, yaitu faktor yang terdapat di luar pribadi manusia.
Faktor ini berupa interaksi sosial di luar kelompok. Misalnya,
interaksi antara manusia dengan hasil kebudayaan manusia yang
sampai padanya melalui alat-alat komunikasi (surat kabar, radio,
televisi, majalah, dan sebagainya).
b. Ciri-Ciri Sikap
Sikap
hubungannya

menentukan
dengan

jenis

atau

perangsang

tabiat
yang

tingkah
relevan,

laku
orang

dalam
atau

kejadian-kejadian. Dapat dikatakan bahwa sikap merupakan faktor
internal, tetapi tidak semua faktor internal adalah sikap. Adapun ciri-ciri
sikap sebagai berikut :
1) Sikap itu dipelajari (learnability), sikap merupakan hasil belajar.
Beberapa sikap dipelajari tidak sengaja dan tanpa kesadaran sebagian
individu. Barangkali yang terjadi adalah mempelajari sikap dengan
sengaja bila individu mengerti bahwa hal itu akan membawa lebih
baik untuk dirinya, membantu tujuan kelompok, atau memperoleh
sesuatu nilai yang sifatnya perseorangan.
2) Memiliki kestabilan (stability), sikap bermula dari dipelajari,
kemudian menjadi lebih kuat, tetap dan stabil melalui pengalaman.
Misalnya, perasaaan senang dan tidak senang terhadap warna tertentu
(spesifik) yang sifatnya berulang-ulang atau memiliki frekuensi yang
tinggi.
3) Personal-societal significance, sikap melibatkan hubungan antara
commit to user
seseorang dan orang lain dan juga orang dan barang atau situasi. Jika

perpustakaan.uns.ac.id

12
digilib.uns.ac.id

seseorang merasa bahwa orang lain menyenangkan, terbuka serta
hangat, maka ini akan sangat berarti bagi dirinya.
4) Berisi cognisi dan affeksi, komponen cognisi dari sikap adalah berisi
informasi yang faktual, misalnya obyek itu dirasakan menyenangkan
atau tidak menyenangkan.
5) Approach-avoidance directionality, bila seseorang memiliki sikap
yang favorable terhadap sesuatu obyek, maka mereka akan mendekati
dan membantunya. Sebaliknya bila seseorang memiliki sikap yang
unfavorable, mereka akan menghindarinya.
Kesimpulanya, sikap seseorang tidak dibawa sejak lahir, tetapi harus
dipelajari selama perkembangan hidupnya. Karena itulah sikap selalu
berubah-ubah dan dapat dipelajari. Sikap itu tidak semata-mata berdiri
sendiri, melainkan selalu berhubungan dengan obyek. Sikap pada
umumnya mempunyai segi-segi motivasi dan emosi (Ahmadi, 1999).
c. Fungsi Sikap
Ahmadi (1999) mengelompokkan fungsi atau tugas sikap menjadi
empat golongan yaitu :
1) Sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri, sikap adalah
sesuatu yang bersifat communicabel, artinya sesuati yang mudah
menjalar, sehingga mudah pula menjadi milik bersama.
1) Sikap berfungsi sebagai pengatur tingkah laku, antara perangsang dan
reaksi terdapat sesuatu yang disisipkan, yaitu sesuatu yang berwujud
pertimbangan/penilaian terhadap perangsang itu sebenarnya bukan hal
yang berdiri sendiri, tetapi sesuatu yang erat hubungannya dengan
cita-cita orang, tujuan hidup orang peraturan kesusilaan yang ada
dalam masyarakat.
2) Sikap berfungsi sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman,
artinya semua pengalaman yang berasal dari dunia luar tidak
semuanya dilayani oleh manusia, tetapi manusia memilih mana yang
perlu dan mana yang tidak perlu dilayani. Jadi semua pengalaman
commit to user
diberi penilaian, lalu dipilih.

13
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

3) Sikap

berfungsi

sebagai

pernyataan

pribadi,

sikap

sering

mencerminkan pribadi seseorang. Oleh karena itu dengan melihat
sikap pada obyek tertentu, sedikit banyak orang bisa mengetahui
pribadi orang tersebut.
Katz dalam Azwar (1995) mengatakan bahwa untuk memahami
bagaimana sikap menerima dan menolak perubahan haruslah berangkat
dari dasar motivasional sikap itu sendiri. Dasar motivasional merupakan
fungsi sikap bagi individu yang bersangkutan, fungsi sikap bagi manusia
telah dirumuskan menjadi empat macam, yaitu :
1) Fungsi Instrumental, Fungsi Penyesuaian atau Fungsi Manfaat
Fungsi ini menyatakan bahwa individu dengan sikapnya
berusaha untuk memaksimalkan hal-hal yang diinginkan dan
meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan demikian,
individu akan membentuk sikap positif terhadap hal-hal yang
dirasakanya akan mendatangkan keuntungan dan membentuk sikap
negatif terhadap hal-hal yang dirasakanya akan merugikan dirinya.
2) Fungsi Pertahanan Ego
Sewaktu individu mengalami hal yang tidak menyenangkan dan
dirasa akan mengancam egonya sewaktu ia mengetahui fakta dan
kebenaran yang tidak mengenakan bagi dirinya maka sikapnya dapat
berfungsi

sebagai

mekanisme

pertahanan

ego

yang

akan

melindunginya dari kepahitan kenyataan. Sikap dalam hal ini,
merefleksikan problem kepribadian yang tidak terselesaikan.
3) Fungsi Pernyataan Nilai
Seseorang seringkali mengembangkan sikap tertentu untuk
memperoleh kepuasan dalam menyatakan nilai yang dianutnya sesuai
dengan penilaian pribadi dan konsep dirinya. Sikap digunakan sebagai
sarana ekspresi nilai sentral dalam dirinya. Fungsi inilah yang
menyebabkan orang sering lupa diri sewaktu berada dalam situasi
massa seideologi atau sama nilai.
commit to user

14
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

4) Fungsi Pengetahuan
Manusia mempunyai dorongan dasar untuk ingin tahu, untuk mencari
penalaran, dan untuk mengorganisasikan pengalamannya. Adanyya
unsur-unsur pengalaman yang semula tidak konsisten dengan apa
yang diketahui oleh individu akan disusun, ditata kembali atau diubah
sedemikian rupa sehingga tercapai suatu konsistensi. Jadi, sikap
berfungsi sebagai suatu skema, yaitu suatu cara strukturisasi agar
dunia di sekitar tampak logis dan masuk akal. Sikap digunakan untuk
melakukan

evaluasi

terhadap

fenomena luar

yang ada dan

mengorganisasikannya.
d. Komponen Sikap
Sikap merupakan produk dari proses sosialisasi dimana seseorang
bereaksi sesuai dengan rangsang yang diterimanya. Jika sikap mengarah
pada obyek tertentu, berarti bahwa penyesuaian diri terhadap obyek
tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan ketersediaan untuk
bereaksi dari orang tersebut terhadap obyek. Komponen sikap ada tiga
yaitu, komponen kognisi yang hubungannya dengan belief, ide dan
konsep. Komponen afektif yang menyangkut kehidupan emosional
seseorang. Komponen konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah
laku (Mar’at, 1984).
Dijelaskan Walgito (2003) bahwa, struktur sikap terdiri atas tiga
komponen yang saling menunjang, yaitu :
1) Komponen kognitif (komponen perseptual), merupakan komponen
yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan yaitu halhal yang berhubungan dengan bagaimana orang mempersepsi
terhadap objek sikap.
2) Komponen afektif (komponen emosional), merupakan komponen
yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap
objek sikap. Rasa senang merupakan hal yang positif, sedangkan rasa
tidak

senang

merupakan hal yang negatif. Komponen
commit to user
menunjukkan arah sikap, yaitu arah positif dan negatif.

ini

15
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

3) Komponen konatif (komponen perilaku), merupakan komponen yang
berhubungan dengan kecenderungan bertindak terhadap objek sikap.
Komponen ini menunjukkan intensitas sikap, yaitu menunjukkan
besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang
terhadap objek sikap.
Menurut Ahmadi (1999), tiap-tiap sikap memiliki tiga aspek :
1) Aspek Kognitif yaitu yang berhubungan dengan gejala mengenal
pikiran.
2) Aspek Afektif berwujud proses yang menyangkut perasaan-perasaan
tertentu yang ditujukan kepada obyek-obyek tertentu.
3) Aspek Konatif berwujud proses tendensi/kecenderungan untuk
berbuat sesuatu obyek.
Pyschologists often describe attitude as having three
components, what we think or believe about something
(the cognitive component), how we feel about it
(the emotional component) and how we act toward it
(the behavioral component). Sometimes these three
components are consistent with another.
Psikologi

pada

umumnya

menggambarkan

bahwa

sikap

mempunyai tiga komponen antara lain komponen kognitif, yaitu apa
yang kita pikirkan atau percaya tentang suatu hal. Komponen emosional,
yaitu bagaimana kita merasakan tentang hal tersebut dan komponen
perilak, yaitu bagaimana kita bereaksi terhadap hal itu. (Wortman, 1999).
c. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sikap
Sikap sosial terbentuk dari adanya interaksi sosial yang dialami
oleh individu. Dalam berinteraksi sosial, individu beraksi membentuk
pola sikap tertentu terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya.
Diantara faktor yang berhubungan dengan sikap adalah pengalaman
pribadi, kebudayaan, orang lain yang dianggap penting, media massa,
pendidikan formal dan pendidikan informal (Azwar, 1998).

commit to user

16
digilib.uns.ac.id

perpustakaan.uns.ac.id

1) Pengalaman Pribadi
Apa yang telah dan sedang kita alami akan ikut membentuk dan
mempengaruhi penghayatan kita terhadap stimulus sosial. Tanggapan
akan menjadi salah satu dasar terbentuknya sikap. Untuk dapat
mempunyai tanggapan dan penghayatan, seseorang harus mempunyai
pengalaman yang berkaitan dengan obyek psikologis. Apakah
penghayatan itu kemudian aan membentuk sikap positif ataukah sikap
negatif, akan tergantung pada berbagai faktor lain. Pembentukan
kesan atau tanggapan terhadap obyek merupakan proses kompleks
dalam diri individu yang melibatkan individu yang bersangkutan,
situasi dimana tanggapan itu terbentuk, dan atribut atau ciri-ciri
obyektif yang memilki stimulus (Azwar, 1995).
Pengalaman bertani merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi petani dalam menerima suatu inovasi. Pengalaman
berusahatani terjadi karena pengaruh waktu yang telah dialami oleh
para petani, petani yang berpengalaman dalam menghadapi hambatanhambatan usahataninya akan tahu cara mengatasinya. Semakin banyak
pengalaman yang diperoleh petani, diharapkan produktivitas petani
akan semakin tinggi, sehingga dalam mengusahan usahataninya akan
semakin baik (Hasan, 2000).
Mardikanto (1996), menyatakan bahwa pengalaman yang
dimiliki seseorang akan mempengaruhi semangatnya untuk belajar.
Contohnya petani yang pernah gagal dalam mengadopsi inovasi, akan
sulit untuk mengadopsi inovasi yang lain. Hal ini disebabkan, karena
pengalaman masa lalu yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi
kecenderungannya untuk merasa memerlukan dan siap menerima
pengetahuan baru.
2) Pengaruh Orang Lain Yang Dianggap Penting
Seseorang yang dianggap penting akan banyak mempengaruhi
pembentukan sikap. Diantara orang yang biasanya dianggap penting
commit to user
bagi individu adalah orang tua, orang yang berstatus sosial lebih

17
digilib.uns.ac.id

p

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1630 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 423 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 383 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 238 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 347 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 488 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 437 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 277 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 446 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 515 23