Preparasi dan Karaterisasi Nanopartikel Zink Pektinat Mengandung Diltiazem Hidroklorida dengan Metode Gelasi Ionik.

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

PREPARASI DAN KARAKTERISASI
NANOPARTIKEL ZINK PEKTINAT MENGANDUNG
DILTIAZEM HIDROKLORIDA DENGAN METODE
GELASI IONIK

SKRIPSI

SUBHAN ASFARI
1111102000086

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI FARMASI
JAKARTA
JUNI 2015

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

PREPARASI DAN KARAKTERISASI
NANOPARTIKEL ZINK PEKTINAT MENGANDUNG
DILTIAZEM HIDROKLORIDA DENGAN METODE
GELASI IONIK

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi

SUBHAN ASFARI
1111102000086

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI FARMASI
JAKARTA
JUNI 2015

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

ii

HALAMAN PENGESAHAN

iii

ABSTRAK

Nama
Program Studi
Judul Skripsi

:
:
:

Subhan Asfari
Farmasi
Preparasi dan Karaterisasi Nanopartikel Zink Pektinat
Mengandung Diltiazem Hidroklorida dengan Metode Gelasi
Ionik.

Nanopartikel zink pektinat mengandung diltiazem hidroklorida telah dibuat dengan
metode gelasi ionik. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh
penambahan diltiazem hidroklorida serta perbedaan medium preparasi (akuades
dan NaCl 0,05M) terhadap karakteristik fisik nanopartikel. Nanopartikel diperoleh
dari tiga formula yang berbeda. Formula 1 merupakan nanopartikel zink pektinat
kosong yang dipreparasi dalam medium NaCl 0,05 M. Formula 2 merupakan
nanopartikel zink pektinat mengandung diltiazem hidroklorida yang dipreparasi
dalam medium NaCl 0,05 M. Formula 3 merupakan nanopartikel zink pektinat
mengandung diltiazem hidroklorida yang dipreparasi dalam medium akuades.
Pembuatan nanopartikel dilakukan dengan menambahkan larutan ZnCl2 ke dalam
larutan pektin dan campuran pektin-diltiazem hidroklorida tetes demi tetes di
bawah pengadukan ultrasonik. Ukuran partikel, potensial zeta, efisiensi penjerapan,
spektrum FT-IR, dan sifat termal dari setiap formula nanopartikel dikarakterisasi.
Ukuran partikel formula 1, 2 dan 3 masing-masing 433,82 nm, 502,41 nm dan
765,47 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan diltiazem
hidroklorida ke dalam nanopartikel dapat menyebabkan peningkatan ukuran
partikel, penurunan potensial zeta dan derajat sambung silang. Sementara itu,
keberadaan natrium klorida selama preparasi menyebabkan penurunan ukuran
partikel, potensial zeta dan derajat sambung silang. Perbedaan medium preparasi
tidak menyebabkan perbedaan dalam efisiensi penjerapan.
Kata Kunci

:

Nanopartikel, diltiazem hidroklorida, pektin, zink klorida,
gelasi ionik, ultrasonik.

iv

ABSTRACT

Name
Program Study
Title

:
:
:

Subhan Asfari
Pharmacy
Preparation and Characterization Zinc Pectinate
Nanoparticles Containing Diltiazem Hidrochloride by Ionic
Gelation

Zinc pectinate nanoparticles containing diltiazem hydrochloride had been prepared
by ionic gelation method. The aim of the research was to investigate effect of
diltiazem hydrochloride addition and the differences of preparation media (aquadest
and NaCl 0,05M) toward physical characteristics of nanoparticles. Nanoparticles
were obtained from three different formula. Formula 1 was blank zinc pectinate
nanoparticles which prepared in 0,05 M NaCl media. Formula 2 was zinc pectinate
nanoparticles containing diltiazem hydrochloride which prepared in 0.05 M NaCl
media. Formula 3 was zinc pectinate nanoparticles containing diltiazem
hydrochloride which prepared in aquadest media. Preparation of nanoparticles was
done by adding ZnCl2 solution into pectin and pectin-diltiazem hydrochloride
mixture solution dropwise under ultrasonic stirring. Particle size, zeta potential,
entrapment efficiency, FT-IR spectrum, and thermal properties of each
nanoparticles formula were characterized. Particle size of formula 1, 2 and 3 were
433,82 nm, 502,41 nm and 765,47 nm respectively. The results showed that the
addition of diltiazem hydrochloride into nanoparticles can lead to increase in
particle size, decrease in zeta potential and degree of crosslinking. Meanwhile, the
presence of sodium chloride during the preparation can lead to decrease in particle
size, zeta potential, and degree of crosslinking. The differences of preparation
media did not cause differences in entrapment efficiency.
Keyword

:

Nanoparticle, diltiazem hydrochloride, pectin, zinc chloride,
ionic gelation, ultrasonic.

v

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat
dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Preparasi dan
Karakterisasi Nanopartikel Zink Pektinat Mengandung Diltiazem Hidroklorida
dengan Metode Gelasi Ionik”. Shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada
junjungan, Nabi Muhammad SAW, teladan bagi umat manusia dalam menjalani
kehidupan.
Skripsi ini ditulis untuk memenuhi tugas akhir guna mendapatkan gelar
Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu
Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada penulisan
skripsi ini, penulis tidak terlepas dari bimbingan, arahan, bantuan, serta dukungan
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap kerendahan dan kesungguhan
hati penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr. Arif Sumantri S.K.M., M.Kes. selaku Dekan Fakultas Kedokteran
dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Yardi, Ph.D., Apt., selaku Ketua Program Studi Farmasi Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
3. Ibu Yuni Anggraeni, M.Farm., Apt. sebagai Pembimbing I dan Ibu Nelly
Suryani, Ph.D., Apt. sebagai Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan,
ilmu, nasihat serta dedikasinya selama masa penelitian hingga penulisan skripsi.
4. Ibu Pricilia dari PT Rotaryana Prima yang telah membantu dalam memperoleh
bahan penelitian.
5. Seluruh dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta atas ilmu dan pengetahuan
yang telah diberikan.
6. Kedua orang tua tercinta, Ayahanda Asmawi dan Ibunda Maliyah yang
senantiasa memberikan cinta dan kasih sayang, doa yang tidak pernah terputus,
serta dukungan moral dan materi terbaiknya untuk penulis.

vi

7. Segenap laboran FKIK, Kak Rachmadi, Kak Eris, Kak Anis, Mbak Rani, Kak
Lisna, Kak Tiwi dan Kak Liken yang telah banyak membantu penulis
melakukan penelitian di laboratorium.
8. Teman-teman seperjuangan teknologi farmasi yang telah saling mendukung,
menyemangati, dan memberikan pertolongan selama penelitian dan penulisan
skripsi.
9. Rekan-rekan Mahasiswa/i S1 Farmasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
angkatan 2011, yang telah menjadi bagian penting hidup penulis selama
menjalankan pendidikan tinggi.
10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang telah
membantu dengan ikhlas baik secara langsung maupun tidak langsung dalam
proses penelitian dan penulisan skripsi ini.
Semoga semua kebaikan dan bantuan yang telah diberikan mendapatkan
balasan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini
masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Akhir kata, penulis berharap semoga ilmu dan pengetahuan yang penulis
tuangkan dalam skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi rekan sejawat dan
semua pihak yang membutuhkan, serta menjadi keberkahan tersendiri bagi penulis.

Jakarta, Juni 2015

Penulis

vii

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

viii

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii
ABSTRAK ............................................................................................................ iv
ABSTRACT ............................................................................................................v
KATA PENGANTAR .......................................................................................... vi
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI....................... viii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xi
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xiii
BAB 1 PENDAHULUAN....................................................................................1
1.1 Latar Belakang ................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................3
1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................3
1.4 Manfaat Penelitian ..........................................................................3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ..........................................................................5
2.1 Diltiazem Hidroklorida ...................................................................5
2.2 Pektin ..............................................................................................6
2.3 Zink Klorida ...................................................................................9
2.4 Natrium Klorida ..............................................................................9
2.5 Nanopartikel Sebagai Sistem Penghantaran Obat ........................10
2.6 Gelasi Ionik...................................................................................12
2.7 Sifat dan Karaterisasi Fisik Nanopartikel Sambung Silang..........14
2.7.1 Analisis Spektrum FT-IR ...................................................14
2.7.2 Persen Efisiensi Penjerapan ...............................................15
2.7.3 Ukuran Partikel dan Indeks Polidispersitas........................15
2.7.4 Potensial Zeta .....................................................................17
2.7.5 Differential Scanning Calorimetry (DSC) .........................19
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ..........................................................21
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian.......................................................21
3.2 Bahan dan Alat .............................................................................21
3.2.1 Bahan..................................................................................21

ix

3.3

3.4

3.2.2 Alat .....................................................................................21
Prosedur Kerja ..............................................................................21
3.3.1 Preparasi Larutan NaCl 0,05 M .........................................21
3.3.2 Preparasi Nanopartikel Diltizem Hidroklorida ..................22
3.3.3 Pengeringan Nanopartikel ..................................................23
Karakterisasi Nanopartikel ...........................................................23
3.4.1 Perubahan Transmitan (%) Suspensi Nanopartikel ...........23
3.4.2 Penetapan Ukuran Partikel dan Indeks Polidispersitas ......24
3.4.3 Penetapan Potensial Zeta....................................................24
3.4.4 Penetapan Efisiensi Penjerapan (%) Diltiazem
Hidroklorida .......................................................................24
3.3.6 Analisis Spektrum Inframerah ...........................................25
3.3.7 Analisis Differential Scanning Calorimetry ......................25

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................26
4.1 Preparasi Nanopartikel .................................................................26
4.2 Penurunan Transmitansi (%) ........................................................28
3.3 Ukuran Partikel dan Indeks Polidispersitas ..................................29
4.4 Potensial Zeta ...............................................................................32
4.5 Efisiensi Penjerapan (%) Diltiazem Hidroklorida ........................35
4.6 Spektrum Inframerah ....................................................................37
4.7 Analisis Differential Scanning Calorimetry (DSC)......................40
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................43
5.1 Kesimpulan ...................................................................................43
5.2 Saran .............................................................................................43
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................44
LAMPIRAN......................................................................................................... 49

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1
Gambar 2.2
Gambar 2.3
Gambar 2.4
Gambar 2.5
Gambar 2.6
Gambar 2.7
Gambar 2.8
Gambar 4.1
Gambar 4.2
Gambar 4.3
Gambar 4.4
Gambar 4.5
Gambar 4.6
Gambar 4.6
Gambar 4.7

Halaman
Struktur molekul diltiazem hidroklorida.......................................... 5
Struktur dasar molekul pektin.......................................................... 6
Skema struktur pektin...................................................................... 7
Mekanisme gelasi............................................................................ 8
Spektrum IR sambung silang pektin dengan ZnO.......................... 14
Ilustrasi diameter hidrodinamik...................................................... 16
Skema ilustrasi percobaan DLS....................................................... 16
Skema ilustrasi partikel bermuatan negatif pada media air............. 18
Hasil preparasi nanopartikel............................................................ 28
Penurunan transmitan (%) suspensi nanopartikel........................... 29
Hubungan pH terhadap formula..................................................... 30
Konformasi rantai polimer pektin.................................................. 31
Hubungan potensial zeta terhadap formula.................................... 33
Gugus fungsional pektin................................................................. 34
Hubungan efisiensi penjerapan terhadap formula.......................... 36
Perbandingan spektrum inframerah nanopartikel kering dan
pektin.............................................................................................. 38

Gambar 4.7 Perbandingan termogram nanopartikel kering dan pektin.............. 40

xi

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 3.1
Tabel 4.1
Tabel 4.2
Tabel 4.3

Formula preparasi nanopartikel........................................................ 22
Ukuran partikel dan indeks polidispersitas....................................... 30
Estimasi jumlah ion dalam 50 mL suspensi nanopartikel................. 35
Daftar ikatan dan bilangan gelombang spektrum inframerah........... 37

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1.
Lampiran 2.
Lampiran 3.
Lampiran 4.
Lampiran 5.
Lampiran 6.
Lampiran 7.
Lampiran 8.
Lampiran 9.
Lampiran 10.
Lampiran 11.
Lampiran 12.
Lampiran 13.
Lampiran 14.
Lampiran 15.
Lampiran 16.
Lampiran 17.
Lampiran 18.
Lampiran 19.
Lampiran 20.
Lampiran 21.
Lampiran 22.
Lampiran 23.
Lampiran 24.

Alur Penelitian .............................................................................. 51
Sertifikat Analisis Diltiazem Hidroklorida ................................... 52
Sertifikat Analisis Pektin .............................................................. 53
Sertifikat Analisis Natrium Klorida .............................................. 54
Perhitungan Preparasi Larutan NaCl 0,05M ................................. 56
Perhitungan Bahan dalam Preparasi Nanopartikel ........................ 56
Perhitungan Persen Transmitan .................................................... 57
Data Distribusi Ukuran Partikel dan Indeks Polidispersitas ......... 58
Data Pengukuran Potensial zeta .................................................... 59
Data Perhitungan Jumlah Ion ........................................................ 59
Data Perhitungan pH. .................................................................... 62
Spektrum Serapan Diltiazem Hidroklorida dalam Akuades. ........ 63
Spektrum Serapan Diltiazem Hidroklorida dalam NaCl 0,05 M. . 63
Kurva Kalibrasi Diltiazem Hidroklorida dalam Pelarut Akuades. 64
Kurva Kalibrasi Diltiazem Hidroklorida dalam Pelarut NaCl 0,05
M ................................................................................................... 64
Data Efisiensi Penjerapan ............................................................. 65
Contoh Perhitungan Persen Penjerapan Diltiazem Hidroklorida. . 65
Data Spektrum Inframerah ............................................................ 67
Data Hasil Analisa DSC ................................................................ 71
Alat-alat penelitian ........................................................................ 74
Proses Sambung Silang ................................................................. 75
Suspensi Nanopartikel ................................................................... 76
Hasil Sentrifugasi Suspensi Nanopartikel ..................................... 76
Hasil Pengeringan Suspensi Nanopartikel .................................... 77

xiii

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Nanoteknologi saat ini sering digunakan untuk berbagai aplikasi, di

antaranya serat dan tekstil, pertanian, elektronik, ilmu forensik, antariksa, dan terapi
medis (Kumar, Yadav dan Yadav, 2010). Salah satu bidang penelitian yang paling
aktif dari nanoteknologi adalah nanomedicine yang menerapkan nanoteknologi
untuk intervensi medis yang sangat spesifik untuk pencegahan, diagnosis dan
pengobatan penyakit (Lobatto dkk., 2011). Nanopartikel merupakan bagian studi
nanomedicine dalam sistem penghantaran obat.
Nanopartikel dapat bertindak sebagai sistem penghantaran obat dengan
menjerap molekul obat dalam struktur interiornya, mengadsorpsi molekul obat di
permukaan, atau terikat secara kovalen dengan suatu bahan prekursor (Tiwari dkk.,
2012). Teknologi nanopartikel menawarkan keuntungan besar di antaranya
meningkatkan

solubilisasi

bahan

aktif

obat

hidrofobik,

meningkatkan

bioavailabilitas, memperbaiki farmakokinetik bahan aktif obat, melindungi bahan
aktif obat dari degradasi fisik, kimia atau biologis (Gupta & Kumar, 2012), dan
meningkatkan waktu retensi sediaan (Petros & DeSimone, 2010).
Saat ini sedang berkembang pembuatan nanopartikel dari polisakarida alam.
Menurut Racovita dkk. (2009), polisakarida alam seperti pektin dapat diaplikasikan
dalam sistem penghantaran obat sebagai nanopartikel. Hal ini karena, sifat
mukoadhesif pektin membuat nanopartikel berbasis polisakarida ini menjadi sistem
penghantaran obat yang menjanjikan (Jonassen, Treves, Kjøniksen, Smistad &
Hiorth, 2013). Selain itu, pektin memiliki kelebihan diantaranya toksisitas rendah,
biokompatibel, biodegradable (Chakraboty dkk., 2012) dan biaya produksi yang
rendah sehingga membuat pektin menjadi unsur penting dalam produk farmasi
(Sriamornsak, 2011). Namun, dibandingkan dengan nanopartikel berbasis
polisakarida lain, masih sedikit studi literatur mengenai nanopartikel pektin. Sifat
kompleks dari molekul pektin sebagian dapat menjelaskan hal ini (Sande, 2005).

1

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2

Pembuatan nanopartikel pektin didasarkan atas kemampuan pektin untuk
membentuk gel dengan penyambung silang berupa kation divalen, umumnya
kalsium dan zink. Gel terbentuk karena adanya ikatan ionik antara gugus karboksil
yang bermuatan negatif dari pektin dengan ion divalen (Racovita dkk.2009). Telah
dilakukan penelitian bahwa zink merupakan penyambung silang yang lebih baik
untuk pektin dibandingkan dengan kalsium, karena membentuk ikatan yang lebih
kuat pada pektin (Das, Ng, & Ho, 2010 dan Adingsih, 2012).
Berbeda dengan pembuatan gel pektin makroskopik, pembuatan
nanopartikel pektin harus dilakukan pada konsentrasi pektin encer (Vauthier &
Bouchemal, 2009), yaitu di bawah konsentrasi tumpang tindih antar rantai polimer.
Konsentrasi tumpang tindih dari larutan polimer tergantung pada konformasi rantai
polimer dalam larutan dan pada sifat pelarut serta kondisi termodinamika (Jonassen,
Treves, Kjøniksen, Smistad & Hiorth, 2013). Konformasi rantai pektin dalam
media air juga tergantung pada derajat ionisasi yaitu derajat esterefikasi pektin dan
pH larutan. Dalam air murni, ionisasi rantai pektin akan memiliki konformasi
terentang karena tolakan elektrostatik (Sriamonsrak, 2011).
Jonassen, Treves, Kjøniksen, Smistad & Hiorth (2013) meneliti pengaruh
natrium klorida terhadap konformasi rantai polimer dalam proses pembentukan
nanopartikel pektin. Penambahan garam akan menyaring beberapa tolakan
elektrostatik sehingga mengubah konformasi rantai polimer membentuk kumparan
yang semula terentang. Partikel yang lebih kecil dan lebih kompak dapat dibentuk
dalam air garam dibandingkan dengan air murni. Hal ini dipicu oleh dominasi taut
silang intramolekul dibandingkan intermolekul polimer. Penambahan NaCl dalam
pembuatan nanopartikel pektin juga dilakukan pada penelitian ini. Hal tersebut
diharapkan dapat memicu salting-out dan meningkatkan kecenderungan agregrasi
rantai polimer, sehingga nanopartikel pektin lebih mudah terbentuk.
Meskipun pembuatan nanopartikel pektin yang disambung silang dengan
zink telah dilakukan, dan pengaruh penambahan NaCl telah dipelajari, nanopartikel
pektin yang dibuat belum mengandung agen terapeutik. Sebagai model agen terapi
yang akan ditambahkan, digunakan diltiazem yang merupakan pemblok kanal
kalsium keluarga benzodiazepin yang telah banyak digunakan secara luas untuk
pengobatan angina pektoris dan hipertensi (Yan dkk., 2013). Diltiazem dianggap

3

sebagai model agen terapi yang tepat untuk dimodifikasi sebagai nanopartikel
karena bioavailabilitas oral hanya 30-40% (Shukla, Kharia & Kaur, 2012), dan
tablet atau kapsul konvensional perlu diberikan 3 atau 4 kali sehari karena waktu
paruh biologis hanya sekitar 6 jam (Mahale & Sreenivas, 2013).
Dalam penelitian ini, akan dibuat nanopartikel pektin sambung silang
dengan zink yang mengandung diltiazem hidroklorida. Sumber logam monovalen
berupa NaCl ditambahkan untuk mempermudah terbentuknya nanopartikel. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh penambahan diltiazem
hidroklorida dan NaCl terhadap karakteristik fisik dari nanopartikel serta jumlah
diltiazem hidroklorida yang dapat dijerap dalam nanopartikel yang dihasilkan.
1.2

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari penelitian ini di antaranya;

a) Bagaimana pengaruh penambahan diltiazem hidroklorida terhadap
karakteristik fisik nanopartikel sambung silang zink pektinat?
b) Bagaimana pengaruh penambahan NaCl terhadap karakterisitik fisik
nanopartikel yang dibuat dan jumlah diltiazem hidroklorida yang terjerap?
1.3
a)

Tujuan Penelitian
Membuat nanopartikel sambung silang zink pektinat mengandung diltiazem
hidroklorida.

b) Mempelajari pengaruh penambahan diltiazem hidroklorida terhadap
karakteristik fisik nanopartikel yang dihasilkan.
c)

Mempelajari pengaruh penambahan NaCl terhadap jumlah diltiazem
hidroklorida yang terjerap dan karakteristik fisik nanopartikel yang
dihasilkan.

1.4

Manfaat Penelitian
Diharapkan hasil penelitian ini memberikan manfaat sebagai berikut:

a)

Meningkatkan nilai guna pektin dalam bidang farmasetik terutama dalam
sistem penghantaran obat.

b) Meningkatkan bioavabilitas dan efektivitas terapi diltiazem.

4

c)

Memberikan peluang terhadap penelitian lebih lanjut mengenai formulasi
sediaan berbasis nanopartikel zink pektinat mengandung diltiazem
hidroklorida

5

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Diltiazem Hidroklorida
Diltiazem adalah penghambat kanal kalsium golongan benzotiazepin

(Golan dkk., 2011) yang biasa digunakan untuk terapi hipertensi dan angina
pektoris.

.

Gambar 2.1

HCl

Struktur molekul diltiazem hidroklorida.

Sumber : Sweetman, 2009 (telah diolah kembali).

Diltiazem

hidroklorida

atau

(2S-cis)-3-(asetiloksi)-5-[2

(dimetil

amino)etil]-2,3–dihidro–2-(4–metoksifenil)-1,5–benzotiazepin-4-(5H)-on memiliki rumus molekul C22H26N2O4S.HCl dan berat molekul 451,0. Diltiazem
hidroklorida berupa serbuk hablur atau hablur kecil putih, tidak berbau, melebur
pada suhu sekitar 210oC disertai peruraian. Senyawa ini mudah larut dalam
kloroform, dalam metanol, dalam asam format dan dalam air, agak sukar larut
etanol mutlak, dan tidak larut dalam eter (Departemen Kesehatan RI, 1995).
Obat golongan ini bekerja dengan menurunkan influks ion kalsium ke dalam
sel miokard, sel‐sel dalam sistem konduksi jantung, dan sel‐sel otot polos pembuluh
darah. Efek ini akan menurunkan kontraktilitas jantung, menekan pembentukan dan
propagasi impuls elektrik dalam jantung dan memacu aktivitas vasodilatasi,
interferensi dengan konstriksi otot polos pembuluh darah (Gormer, 2007).
Diltiazem HCl diberikan secara oral untuk pengobatan angina pektoris dan
hipertensi serta perlu dikonsumsi 3–4 kali sehari untuk tetap mempertahankan
tekanan darah normal dan mencegah serangan angina pektoris. Bioavailabilitas
diltiazem HCl pada pemberian oral sekitar 40% dengan konsentrasi plasma yang

5

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

6

bervariasi antar individu (Sweetman, 2009).
2.2

Pektin
Pektin merupakan satu di antara polisakarida anionik alam yang

diperoleh dari ekstraksi kulit jeruk dan apel dengan asam mineral encer panas
pada pH ± 2 (Sriamornsak, 2011). Pektin adalah polisakarida alami yang biasa
digunakan dalam industri makanan sebagai gelling dan thickening agent (Jonassen,
2014). Pektin memiliki sifat hidrofilik, sehingga dapat digunakan sebagai matriks
hidrofilik yang dapat digunakan untuk sistem penghantaran obat oral dan untuk
formulasi yang pelepasannya dimodifikasi (Adiningsih, 2012 dan Bhatia dkk.,
2008).

Gambar 2.2

Struktur dasar molekul pektin

Sumber: Racovita dkk., 2009

Struktur pektin sangat sulit untuk ditetapkan karena pektin dapat berubah
selama isolasi, penyimpanan, dan pengolahan dari bahan tanaman (Novosel'skaya
dkk., 2000). Komposisi utama pektin adalah unit-unit asam D-galakturonik (GalA)
yang membentuk rantai ikatan α-(1,4) glikosidik. Asam uronat ini mempunyai
kelompok gugus karboksil yaitu metil ester dan gugus lainya yang apabila
direaksikan dengan amonia akan menghasilkan gugus karboksiamida. Terdapat
ratusan hingga ribuan sakarida dengan bentuk konfigurasi rantai dan berat
molekulnya sekitar lima puluh ribu Dalton (Srivastava dan Malviya, 2011).
Polisakarida pektin terbuat dari beberapa struktur elemen penting di
antaranya homogalakturonat (HG) dan rhamnogalakturonat tipe I (RG-I), di mana
daerah tersebut masing-masing digambarkan sebagai daerah "halus" dan "berbulu".
Wilayah HG terdiri dari residu (1 → 4) α-D-GalpA yang sebagian dapat termetilasi
pada C-6 dan mungkin sebagian terasetil-esterifikasi di O-2 dan/atau O-3. Wilayah
RG-I terdiri dari unit disakarida berulang [→ 4) -α-D-GalpA- (1 → 2) -α-LRhap(1 →] n dengan rantai samping beragam terdiri dari residu L-arabinosa dan D-

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

7

galaktosa .Telah dilaporkan bahwa residu GalA di wilayah RG-I sebagian dapat
terasetilasi tetapi tidak termetilasi (Morris dkk., 2010).

Gambar 2.3

Skema struktur pektin, asam galakturonat ( ), galaktosa (
arabinosa ( ), ramnosa ( ), gugus metil ( ).

),

Sumber: Morris dkk., 2010.

Rantai asam poligalakturonat sebagian dapat teresterifikasi dengan gugus
metil, dan gugus asam bebas dapat sebagian atau seluruhnya dinetralkan dengan ion
natrium, kalium atau amonium. Rasio gugus GalA yang teresterifikasi terhadap
total gugus GalA disebut sebagai DE (derajat esterefikasi). Kelas pektin
berdasarkan DE di antaranya high methoxyl (HM) pektin, dan low methoxyl (LM)
baik yang secara konvensional terdemetilasi atau hasil modifikasi dengan amidasi
menjadi amidated low methoxyl (AM) pektin. Nilai DE untuk HM-pektin komersial
biasanya berkisar 60-75% dan untuk LM-pektin antara 20 sampai 40%. Kedua
kelompok pektin membentuk gel dengan mekanisme yang berbeda (Sriamornsak,
2011)
HM-pektin membentuk gel pada pH rendah (55%) padatan terlarut, biasanya sukrosa. Gel HM-pektin stabil dengan
adanya ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik yang secara individual lemah tetapi
kuat pada zona sambungan kumulatif. Sebaliknya, LM-pektin membentuk jaringan
gel stabil secara elektrostatis dengan/atau tanpa gula dan dengan kation logam
divalen, biasanya kalsium dalam suatu model egg-box yang tergantung pada
distribusi gugus karboksilat negatif dan struktur rantai samping rhamnosa (Morris
dkk., 2010). Kemampuan pembentuk gel dari pektin dengan kation divalen mirip
dengan yang ditemukan pada alginat: Mg2+

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3864 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1026 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 616 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1213 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 802 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1315 23