UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1. Uji Antraquinon
Sejumlah ekstrak didihkan bersama asam sulfat H
2
SO
4
lalu disaring selagi hangat. Filtrat yang dihasilkan ditambah dengan 5 mL kloroform
dan dikocok. Lapisan kloroform dipipet dan dimasukkan kedalam tabung reaksi yang lain dan ditambahkan 1 mL ammonia. Perubahan
warna yang terjadi pada larutan mengindikasikan adanya antraquinon
2. Uji Terpenoid :
Sejumlah ekstrak
ditambahkan dengan
2 mL
kloroform. Kemudian dengan hati-hati ditambahkan H
2
SO
4
pekat 3 mL sampai membentuk lapisan. Terbentuknya warna merah kecoklatan
menunjukkan adanya terpenoid.
3. Uji Flavonoid :
Tiga metode yang digunakan untuk menguji flavonoid. Pertama, amonia encer 5 mL ditambahkan ke sebagian filtrat encer dari
ekstrak. kemudian asam sulfat pekat 1 mL ditambahkan. Sebuah warna kuning yang hilang menunjukkan adanya flavonoid. Kedua,
beberapa tetes larutan aluminium 1 ditambahkan ke sebagian dari filtrat. terbentuknya warna kuning menunjukkan adanya flavonoid.
Ketiga, sebagian dari ekstrak dipanaskan dengan 10 mL etil asetat yang telah diuapkan selama 3 menit. Campuran kemudian disaring dan 4 mL
filtrat dikocok dengan penambahan 1 mL larutan amonia encer. terbentuknya warna kuning menunjukkan adanya flavonoid.
4. Uji Saponin :
Sejumlah ekstrak ditambahkan 5 mL aquades dalam tabung reaksi. Larutan dikocok kuat dan diamati. Terbentuknya busa stabil
menunjukkan adanya saponin.
5. Uji Fenolik :
Sejumlah ekstrak dalam 10 mL air dididihkan dalam tabung reaksi kemudian disaring. beberapa tetes besi klorida 0,1 ditambahkan dan
diamati, terbentuknya warna hijau kecoklatan atau biru-hitam menunjukkan adanya fenolik.
6. Uji Alkaloid Tiwari et al, 2011 :
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Ekstrak dilarutkan dalam asam klorida encer dan kemudian disaring. a. Uji Mayer
: Filtrat diberi reagen mayer. terbentuknya endapan
berwarna kuning menunjukkan adanya alkaloid.
b. Uji Dragendroff : Filtrat diberikan reagen dragendroff,
terbentuknya endapan merah menunjukkan adanya alkaloid. 3.4 Uji Antiinflamasi
3.4.1 Aklimatisasi dan pengelompokan hewan percobaan