Panen Kelapa Sawit Komposisi Minyak Kelapa Sawit

Pesifera sebagai induk jantan.Varietas tersebut mempunyai kualitas dan kuantitas yang lebih baik dibandingkan varietas lainnya. Tim Penulis. 1997.

2.3. Panen Kelapa Sawit


Panen dan pengolahan hasil panen merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan budi daya kelapa sawit.Kegiatan ini memerlukan teknik tersendiri untuk
mendapatkan hasil yang berkualitas.Tanaman kelapa sawit mulai berbunga dan membentuk buah setelah umur 2-3 tahun. Buah akan menjadi masak sekitar 5-6
bulan setelah penyerbukan. Proses pemasakan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan menjadi merah jingga ketika masak. Proses pemanenan pada tanaman
kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil TPH
serta ke pabrik. Pelaksanaan pemanenan tidak secara sembarang.Perlu diperhatikan beberapa criteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah
untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengan kualitas yang baik. Fauzi, Y,.dkk. 2004.
Tujuan akhir adalah memperoleh TBS yang berkualitas baik dengan rendemen CPO dan KPO tinggi serta memenuhi standar mutuyang ditetapkan oleh
badan internasional. Perkiraan jumlah produksi sangat penting karena merupakan dasar untuk menentukan kebijakan perkebunan, khususnya yang berkaitan dengan
kerja pabrik, penambahan atau pengurangan jam kerja, penyediaan alat transportasi TBS dan CPOKPO, kapasitas kilang CPOKPO, dan lain-lain.
Prediksi panen dapat dilakukan untuk kebutuhan jangka pendek, yaitu satu hari
Universitas Sumatera Utara
hingga enam bulan yang akan datang, jangka menengah, yaitu enam bulan hingga dua tahun, dan jangka panjang yaitu, dua tahun atau lebih.Mustafa, H.M. 2004

2.4. Kriteria Matang Panen


Kriteria kematangan optimal ditentukan pada saat kandungan minyak maksimal sedangkan kandungan asam lemak bebas ALB dalam kondisi minimal. Pada saat
ini kriteria umum yang digunakan adalah 2 brondolan untuk 1 kg tandan buah segar TBS untuk tanaman dewasa yang sudah berumur lebih dari 6 tahun.
Sedangkan untuk tanaman muda 3 – 5 tahun adalah 1 kg brondolan untuk 1 kg
tandan buah segar. Dengan kriteria demikian maka akan diperoleh TBS yang kematangannya paling optimal, yaitu 2 dan 3 dengan rendemen minyak
22,2.Syamsulbahri. 1996

2.4.1. Cara Panen


Berdasarkan tinggi tanaman ada tiga cara panen yang umum dilakukan oleh perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Untuk tanaman yang tingginya 2-5 m
digunakan cara panen jongkok dengan alat dodos, sedangkan tanaman dengan ketinggian 5-10 m dipanen dengan cara berdiri dan menggunakan alat kampak
siam. Cara engrek digunakan untuk tanaman yang tingginya lebih dari 10 m dengan menggunakan alat arit bergagang panjang.Untuk memudahkan
pemanenan, sebaiknya pelepah daun yang menyangga buah dipotong terlebih dahulu dan diatur rapi di tengah gawangan.Tandan buah yang matang dipotong
sedekat mungkin dengan pangkalnya, maksimal 2 cm. Tandan buah yang telah dipotong diletakkan teratur dipiringan dan brondolan dikumpulkan terpisah dari
tandan. Brondolan harus bersih dan tidak tercampur tanah atau kotoran lain.
Universitas Sumatera Utara
Disyaratkan proporsi kotoran tidak melebihi 0,3 dari berat tandan. Selanjutnya tandan buah dan brondolan dikumpulkan di THP.Fauzi, Y,.dkk.2004

2.4.2. Pengolahan Hasil Panen


Pengolahan tandan buah segar TBS dipabrik bertujuan untuk memperoleh minyak sawit yang berkualitas baik. Proses tersebut berlangsung cukup panjang
dan memerlukan control yang cermat, dimulai dari pengangkutan TBS atau brondolan dari THP ke pabrik sampai dihasilkan minyak sawit dan hasil
sampingnya. Pada dasarnya aa dua macam hasil olahan utama TBS di pabrik, yaitu minyak sawit yang merupakan hasil pengolahan daging buah dan minyak
inti sawit yang dihasilkan dari ekstraksi inti sawit.Fauzi, Y,.dkk. 2012 Minyak sawit yang sekarang banyak kita temukan di pasar sebagai minyak
goring itu diperoleh dari daging buah dan inti kernel sawit.Dengan demikian, minyak sawit didapatkan dengan memproses daging buah beserta memecah
tempurung intikernel. Agar diperoleh minyak sawit yang bermutu tinggi dengan rendemen yang tinggi pula maka proses pengolahannya harus memperhatikan
beberapa hal, diantaranya adalah tingkat efisiensi mesin pengolah yang tinggi dan mutu tandan buah segar serta kecepatan proses panen hingga proses pengolahan.
Syamsulbahri. 1996
Universitas Sumatera Utara

2.4.3. Kapasitas Olah Panen


Ukuran besarnyanya pabrik umumnya dinyatakan dengan kapasitas olah yaitu
kemampuan pabrik untuk mengolah bahan baku untuk menghasilkan produk. Kapasitas olah dinyatakan dalam satuan massa per satuan waktu, dan untuk pabrik
kelapa sawit PKS dinyatakan dengan ton TBSjam.Sulistyo,B..et.al.2006. Kapasitas pemanen setiap harinya tergantung dari
a Produksi per ha yang dikaitkan dengan umur tanaman
b Topografi areal
c Kerapatan pohon
d Masa panen puncak atau panen rendah
Kapasitas per hari adalah basis tugas pemanen menurut jumlah kg tandan yang harus diselesaikan per hari kerja.Basis borongbasis premi adalah batasan jumlah
tandan yang dipanen dalam tugas yang tidak mendapatkan premi. Berdasarkan hal tersebut di atas, panen yang baik adalah jika:
1 Jumlah brondolan di pabrik sebanyak 15 dari tandan yang dipanen
2 Fraksi 2 dan 3 minimal 65 dari jumlah tandan
3 Fraksi 1 maksimal 20 dari jumlah tandan
4 Fraksi 4 dan 5 maksimal 15 dari jumlah tandan.

2.4.4. Fraksi TBS dan Mutu Panen


Tanaman yang dikembangkan sekarang adalah Hibrida TeneraDura x Pesifera.
Buahnya mengandung 80 daging buah dan 20 biji yang batok atau cangkangnya tipis dan menghasilkan 34.040 terhadap buah. Bagaimana bentuk
Universitas Sumatera Utara
sususan atau komposisi tandan buah segar akan menentukan bagaimana cara maupun hasil pengolahannya. Komposisinya pertama ditentukan oleh jenis
tanamannya, kesempurnaan penyerbukan bunganya, dan saat pelaksanaan panennya.Jenis Tenera adalah hasil persilangan jenis Deli Dura dengan jenis
Pesifera Buah Dura mempunyai daging bauh tipis dan cangkang yang tebal.Sedangkan buah Pesifera mempunyai daging buah yang sangat tebal dan
tidak mempunyai cangkang.Buah Tenera mempunyai daging buah yang agak tebal dan cangkang yang tipis. Kesempurnaan penyerbukan akan menentukan
jumlah buah yang terdapat dalam satu tandan. Hasil penyerbukan oleh serangga ini jauh lebih sempurna.Tandan menjadi padat dengan buah, sampai ke lapisan
paling dalam dari tandan. Tetapi kadar minyak dalam tandan hampir tidak bertambah. Tetapi kadar inti dalam tandan telah meningkat sampai 1,5 kali.
Kriteria matang panen ditentukan sedemikian rupa. Pada umunya untuk pusingan 7 hari kriteria matang panen adalah 1,5
– 2 brondolan per kg berat tandan, dinyatakan sebagai jumlah brondolan yang terdapat di piringan sebelum tandan
dipotong. Pelukaan buah buah memar sedapat mungkin harus dihindarkan untuk mencegah agar kadar ALB dalam minyak tidak menjadi terlalu tinggi. Tandan
yang lebih matang akan lebih mudah luka. Mangoensoekarjo Semangun. 2008
Komposisi fraksi tandan yang biasanya ditentukan di pabrik sangat dipengaruhi perlakuan sejak awal panen.Faktor penting yang cukup berpengaruh
adalah kematangan buah dan tingkat kecepatan pengangkutan buah ke pabrik.Berdasarkan hal tersebut, ada beberapa tingkatan atau fraksidari TBS yang
dipanen.Fraksi-fraksi TBS tersebut sangan memengaruhi mutu panen, termasuk kuliah minyak sawit yang dihasilkan.Dikenal ada lima fraksi TBS. Secara ideal,
Universitas Sumatera Utara
dengan mengikuti ketentuan dan criteria matang panen dan terkumpulnya brondolan serta pengangkutan yang lancer maka dalam suatu pemanenan akan
diperoleh komposisi fraksi tandan buah yang dapat diolah sebagai berikut: a
Jumlah brondolan di pabrik sekitar 25 dari berat tandan seluruhnya b
Tandan yang berdiri dari fraksi 2 dan 3 minimal 65 dari jumlah tandan. c
Tandan yang terdiri dari fraksi 1 maksimal 20 dari jumlah tandan d
Tandan yang terdiri dari fraksi 4 dan 5 maksimal 15 dari jumlah tandan Table 2.1. Beberapa Tingkat Fraksi TBS
Fraksi Jumlah Brondolan
Tingkat Kematangan
00
1 2
3 4
5 Tidak ada, buah berwarna hitam
1 – 12,5 buah luar membrondol
12,5 – 25 buah luar membrondol
25 – 50 buah luar membrondol
50 – 75 buah luar membrondol
75 – 100 buah luar membrondol
Buah dalam juga membrondol, ada buah yang busuk
Sangat mentah Mentah
Kurang matang Matang I
Matang II Lewat matang I
Lewat matang II
Dalam hal ini, pengetahuan mengenal derajat kematangan buah mempunyai arti penting sebab jumlah dan mutu minyak yang akan diperoleh sangat ditentukan
oleh faktor ini. Penentuan saat panen sangat mempengaruhi kandungan asam lemak bebas ALB minyak sawit yang dihasilkan.
Universitas Sumatera Utara
Tabel 2.2. Hubungan Rendemen Minyak Dengan ALB
Fraksi Rendemen Minyak
Kadar Asam Lemak Bebas
1 2
3 4
5 16
21,4 22,1
22,2 22,2
21,9 1,6
1,7 1,8
2,1 2,6
3,8 Apabila pemanenan buah tersebut dilakukan dalam keadaan lewat matang II masa
minyak yang dihasilkan mengandung ALB dalam presentase tinggi lebih dari 3, namun rendemen minyaknya sudah mulai menurut. Sebaliknya, jika
pemanenan dilakukan dalam keadaann buah belum matang, selain kadar ALB-nya rendah, rendemen minyak yang diperoleh juga rendah.Fauzi, Y,.dkk. 2012
Warna minyak kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh kandungan karoten dalam minyak tersebut.Karoten dikenal sebagai sumber vitamin A, pada
umumnya terdapat pada tumbuhan yang berwarna hijau kuning termasuk kelapa sawit, tetapi para konsumen tidak menyukainya.Oleh karena itu para produsen
berusaha untuk menghilangkan bleaching earth. Mutu minyak sawit juga dipengaruhi oleh kadar asam lemak bebasnya, karena jika kadar asam lemak
bebasnya tinggi, maka akan timbul bau tengik di samping juga dapat merusak peralatan karena mengakibatkan timbulnya korosi. Faktor- faktoryang dapat
menyebabkan naiknya kadar asam lemak bebas dalam CPO antara lain adalah; a
Kadar air dalam CPO b
Enzim yang berfungsi sebagai katalis dalam CPO t
Universitas Sumatera Utara
Kadar air dapat mengakibatkan naiknya kadar assam lemak bebas karena air pada CPo dapat menyebabkan terjadinya hidrolisa pada trigliserida dengan bantuan
enzim lipase dalam CPO tersebut.Tambun,R.2006

2.5. Proses Pengolahan Minyak Kelapa Sawit


Proses pengolahan TBS menjadi minyak dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan dapat pula dengan teknologi tinggi yang sudah biasa digunakan
oleh perkebunan-perkebunan besar yang menghasilkan minyak sawit mentah atau CPO Crude Palm Oildengan kualitas ekspor. Adapun tahapan proses
pengolahan minyak kelapa sawit adalah sebagai berikut:

2.5.1. Penerimaan Buah dan Sortasi


Buah yang diterima di PKS pertama-tama harus melalui jembatan timbang.Jembatan timbang berfungsi untuk mengontrol proses pengolahan buah
masuk, menghitung rendemen, sebagai dasar perhitungan pembayaran premi permanen dan buah pihak ketiga dan pencatatan produksi TBS kebun
pemasok.Dan jembatan timbang dikalibrasi secara rutin.Selanjutnya buah dibawa ke loading ramp yang berfungsi untuk penimbunan sementara TBS. di Loading
Ramp dilakukan sortasi panen untuk memastikan bahwa buah masuk berada dalam kondidi yang optimal untuk diektrak minyaknya dalam artian kandungan
minyak buah maksimal dan ALB yang rendah.
Bila TBS yang tidak memenuhi syarat kurang dari 50, biasanya TBS yang memenuhi syarat diterima pabrik sedangkan TBS yang tidak memnuhi
Universitas Sumatera Utara
syarat dikembalikan, sedangkan bila TBS yang tidak memenuhi syarat lebih dari 50 seluruh buah di dalam sebuah truk dikembalikan. Brondolan sebenarnya
sedapat mungkin dihindari dalam proses ekstrksi karena akan diperoleh rendemen yang relative rendah dan menyebabkan turunnya daya pemutihan bleachability
CPO yang dihasilkan. Umumnya terdapat 10 brondolan dari total buah yang diterima di pabrik kadar minyak dalam brondolan mencapai 37-45.

2.5.2. Perebusan Sterilisasi


Perebusan atau sterilisasi buah dilakukan dalam sterilizer yang berupa bejana bertekanan. Biasanya sterilizer dirancang untuk dapat memuat sampai 10 lori
dengan tekanan uap 3 kgcm
2
. Lori Adalah tempat buahyang dapat menampung buah 2,5
– 3,5 dari 5,0 ton. Fungsi lori yang berlubang dengan diameter 0,5 inch ini adalah untuk mempertinggi penetrasi uap pada bauh dan penetesan air
kondensat yang terdapat diantara buah. Sterilizer harus dilengkapi dengan katup pemngaman safety valve untuk menjaga tekanan di dalam sterilizer tidak
melebihi tekanan kerja maksimum yang diperkenankan. Tujuan dari sterilisasi ini adalah:
a Menonaktifkan enzim untuk mencegah kenaikan asam lemak bebas ALB
minyak yang akan dihasilkan b
Memudahkan pelepasan bbrondolan buah dari tandan c
Melunakkan buah untuk memudahkan dalam proses pelumatan di digester d
Prakondisi untuk biji agar tidak mudah pecah selama proses pengepresan dan pemecahan biji
Universitas Sumatera Utara
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan tekanan uap sebesar 2,8 – 3 kgcm
dengan lama sterilisasi sekitar 90 menit. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu sterillisasi :
a Tekanan uap dan lama sterilisasi
Tekanan uap dan lama sterilisasi kurang cukup akan mengakibatkan: 1.
Buah kurang masak, karena sebagian brondolan tidak terlepas dari tandannya dan akan menyebabkan kehilangan minyak dalam tandan
kosong yang meningkat 2.
Pelumatan dalam digerster tidak sempurna. Sehingga mengakibatkan proses pengepresan tidak sempurna dan mengakibatkan kerugian
minyak pada ampas dan biji bertambah 3.
Serat fiber menjadi basah. Sehingga mengakibatkan proses pembakaran dalam tungku ketel uap tidak komplit.
b Pembuangan udara dan air kondensat
Apabila udara di dalam sterilizer tidak dikeluarkan maka terjadi campuran udara dan uap yang mengakibatkan pemindahan panas dari uap ke buah
tidak sempurna.Udara yang masih ada di dalam sterilizer dapat memberikan pembacaan tekanan semu tidak nyata pada alat ukur tekanan
pressure gauge. c
Siklus sterilisasi Ada dua sistem yang digunakan yaitu double peak dua puncak dan triple
peak tiga puncak. Jumlah puncak dalam sterilisasi dilihat dari jumlah pembukaan atau penutupan dari uap masuk atau uap keluar selama
sterilisasi berlangsung yang diatur secara manual atau otomatik
Universitas Sumatera Utara

2.5.3. Penebahan Buah Threshing


Penebahan adalah pemisahan brondolan buah dari tandan kosong kelapa
sawit.Buah yang telah direbus di sterilizer diangkat dengan hoisting crane dan dituang ke dalam threser melalui hopper yang berfungsi untuk menampung buah
rebus.Autofeeder akan mengatur meluncurnya buah agar tidak masuk sekaligus. Pemipilan dilakukan dengan membanting buah dalam drum yang dengan
kecepatan putaran 23-25 rpm. Buah yang terpipil akan jatuh melalui kisi-kisi dan ditampung oleh fruit elevator dan dibawa dengan distributing conveyor untuk
didistribusikan ke tiap unit-unit digester. Selanjutnya tandan kosong melalui empty bunch conveyor dibawa ke empty bunch hopper untuk penimbunan
sementara sebelum diangkut ke kebun sebagai mulsa atau kompos.

2.5.4. Pengempaan Pressing


Peremasan Pelumatan Buah digester.Digester adalah alat untuk melumatkan
brondolan sehingga daging buah terpisah dari biji.Digester terdiri dari tabung silinder yang berdiri tegak yang didalamnya dipasang pisau-pisau pengaduk
strirring arms sebanyak 6 tingkat yang diikatkan pada poros dan digerakkan oleh motor listrik.Buah yang masuk ke dalam digester diaduk sedemikian rupa
sehingga sebagian besar daging buah sudah terlepas dari dagingnya. Untuk memudahkan proses pelumatan diperlukan panas 90 -95
Cyang diberikan dengan cara menginjeksikan uap 3 kgcm
2
langsung atau melalui mantel jacket. Proses pengadukan berlangsung selama 30 menit. Terhambatnya pengeluaran minyak
Universitas Sumatera Utara
akan menyebabkan minyak berfungsi sebagai pelumas pisau sehingga menguraikan efek pelumatan pisau digester.
Pengempaan Buah Pemerasan Minyak . Pengempaan screw press digunakan untuk memisahkan minyak kasar crude oildari daging buah
pericarp. Alat ini terdiri dari sebuah silinder press silinder yang berlubang- lubang darn di dalamnya terdapat 2 buah ulir screw yang berputas berlawanan
arah. Tekanan kempa diatur oleh dua konus cones yang berada pada bagian ujung pengempa yang dapat digerakkan maju mundur oleh mekanisme hidrolik.
Massa yang keluar dari digesterdiperas dalam screw press pada tekanan 50 – 60
bar dengan menggunakan air pembilas screw press suhu 90 - 95 C sebanyak 7
TBS maks dengan hasil minyak kasar crude oil yang viscositasnya tinggi. Untuk menurunkan viscositas minyak, penambahan air dapat pula dilakukan di oil
gutter kemudian dialirkan melalui oil gutter ke stasiun klarifikasi, sedangkan biji yang bercampur dengan serat masuk ke alat pemecah ampas kempa cake breaker
conveyor untuk dipecahkan.

2.5.5. Pemurnian Minyak Clarification


Stasiun pemurnian minyak adalah stasiun terakhir untuk pengolahan
minyak.Minyak kasar hasil stasiun pengempaan dikirim ke stasiun ini untuk diproses lebih lanjut sehingga diperoleh minyak produksi, proses pemisahan
minyak, air dan kotoran dilakukan dengan system pengendapan, sentrifugasi dan penguapan.
a Sand Trap Tank
Universitas Sumatera Utara
Alat ini diguanakan untuk memisahkan pasir dari cairan minyak kasar yang berasal dari screw press. Untuk memudahkan pengendapan pasir,
cairan minyak kasar harus cukup panas yang diperoleh dengan menginjeksi uap.
b Saringan bergetar Vibrating Screen
Saringan bergetar digunakan untuk memisahkan benda-benda padat yang terikut minyak kasar.Saringan bergetar terdiri dari 2 tingkat saringan
dengan luas permukaan masing-masing 2m
2
. Tingkat atas memakai saringan ukuran 20 mesh, sedangkan tingkat bawah memakai saringan 40
mesh. Crude oil yang telah diencerkan dialirkan ke vibrating screen dengan tujuan untuk memisahkan beberapa bahan asing seperti pasir, serabut dan
bahan-bahan lain yang masih mengandung minyak dan dapat dikembalikan ke digester. Untuk mengetahui ketepatan penambahan air pengecer maka
setiap 2 jam sekali diambil sampel crude oil sebelum masuk vibrating screen untuk selanjutnya dengan hand centrifuge electric centrifuge dapat
diketahui komposisi minyak., NOS dan air. Komposisi yang tepat adalah satu bagian minyak dan dua bagian sludge NOS dan air.Jika
menggunakan decanter maka perbandingan minyak dan sludge 1:1. Minyak kasar yang telah disaring dialirkan kedalam crude oil tank dan suhu
dipertahankan 90 – 95
C selanjutnya minyak kasar dipompa ke setling tank.
c Tangki Pompa Minyak Kasar Crude Oil Tank Pump
Tangki minyak kasar adalah tangki penampung minyak kasar, yang telah disaring, untuk dipompakan ke tangki pisah contiuous clarifier
Universitas Sumatera Utara
tankdengan pompa minyak kasar.Untuk menjaga agar suhu cairan tetap, diberikan penambahan panas dengan menginjeksikan uap.Pembersihan
secara menyulurkan luar dan dalam dilakukan ssetiap minggu akhir mengolah.
d Tangki Masakan Minyak Oil Tank
Minyak yang telah dipisah pada tangki pemisah ditampung dalam tangki ini untuk
dipanasi lagi
sebelum diolah
lebih lanjut
pada oil
centrifuge.Diusahakan agar tangki ini tetap penuh untuk menjaga agar spiral yang dialiri uap dengan tekanan 3 kgcm
2
.Tangki berbentuk silinder, dengan bagian dasar berbentuk kerucut.
e Sentrifusi Minyak Oil Purifier
Untuk pemurnian mnyak yang berasal dan tangki masakan yang mengandung air ± 0,50
– 0,70 dan ± 0,10 – 0,30 dipergunakan alat pemisah sentrifusi ini, yang berputasr antara 5.000
– 6.000 rpm. Akibat gaya sentrifugal yang terjadi, maka minyak yang mempunyai berat jenis
lebih kecil bergerak kearah poros, dan terdorong keluar oleh sudu-sudu parig disc, sedangkan kotoran dan air yang berat jenisnya lebih besar
terdorong kea rah dinding bowl. Air keluar, padatan melekat pada dinding bowl yang dikeluarkan dengan pencucian.
f Tangki Apung Float Tank
Tangki apung dipakai untuk mengatur jumlah minyak masuk kedalam tangki hampa udara vacuum agar merata dan tetap konstan. Perlu
diperhatikan agar pelampung selalu dalam keadaan baik.
Universitas Sumatera Utara
g Pengeringan Minyak Vacuum Dryer
Pengeringan minyak dipergunakan untuk memisahkan air dan minyak dengan cara penguapan hampa. Alat ini terdiri dari tabung hampa udara dan
3 tingkat steam ejector.Minyak terhisap ke dalam tabung melalui pemercik nozzle, akibat adanya hampa udara, dan terpancar ke dalam tabung
hampa.Uap air dari tabung hampa, terhisap oleh ejector 1, masuk kedalam kondensor 1, sisa uap dari kondensor 1 terhisap oleh ejector 2, masuk
kedalam kondensor 2, sisa uap terakhir dihisap oleh ejector 3 dan dibuang ke atmosfer. Air yang terbentuk dalam kondensor 1 dan 2 langsung
ditampung dalam tangki air panas di bawah hot well tank.

2.6. Komposisi Minyak Kelapa Sawit


Kelapa sawit mengandung 80 perikarp lapisan serat daging dan 20 buah yang dilapisi kulit yang tipis, minyak dalam perikarp sekitar 34
– 40. Minyak kelapa sawit adalah lemak semi padat yang mempunyai komposisi yang tetap.
Titik lebur minyak sawit tergantung pada kadar trigliseridanya. Minyak sawit terdiri atas berbagai trigliserida dengan rantai asam lemak yang berbeda-beda.
Rumus bangun minyak sawit adalah sebagai berikut: H
H H
—C—OH HOOCR
1
H —C—OOCR
1
H —C—OH + HOOCR
2
 H—C—OOCR
2
+ 3H
2
O H
—C—OH HOOCR
3
H —C—OOCR
3
H H
Gliserol Asam Lemak
Trigliserida Air
Universitas Sumatera Utara
Panjang rantai adalah 14 – 20 atom karbon.Dengan demikian sifat minyak
sawit ditentukan oleh perbandingan dan koposisi trigliserida.Karena kandungan asam lemak yang terbanyak adalah asam lemak jenuh oleat dan linoleat, minyak
sawit masuk golongan minyak asam oleat-linoleat. Jumlah asam jenuh dan asam tak jenuh dalam minyak sawit hampir sama. Komponen utamanya adalah asam
palmitat dan oleat.
Table 2.3 Komposisi Asam Lemak Minyak Sawit dan Inti Sawit Asam
lemak Jumlah
brondolan Tak
jenuh Titik lebur
°C Asam Lemak berat
Minyak sawit Minyak inti
sawit Kaprilat
Kaprat Laurat
Miristat Palmitat
Stearat 8
10 12
14 16
18 16,7
31,6 44,2
54,4 62,9
69,6 -
- -
1,4 0,5-6 40,1 32-45
5,5 2-7 2,7 3-5
7,0 3-7 46,6 40-52
14,1 14-17 8,8 7,9
1,3 1-3 Jumlah
asam jenuh 47,0
80,8 Oleat
Linoleat 18
18 1
2 15
-5 42,7 38-52
10,3 5-11 18,5 13-19
0,7 0,5-2 Jumlah asam lemak jenuh
53,0 19,2
Mangoensoekarjo Semangun.2008

2.7. Manfaat Kelapa Sawit dan Keunggulan pada Aplikasinya untuk


Dokumen yang terkait

Dokumen baru