2.4.1. Teori Ketidaksesuaian Discrepancy Theory
Menurut Rivai 2004, teori ini mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara sesuatu yang seharusnya dengan kenyataan
yang dirasakan, sehingga apabila kepuasannya diperoleh melebihi dari yang diinginkan, maka orang akan menjadi lebih puas, sehingga terdapat
ketidaksesuaian, tetapi merupakan ketidaksesuain yang positif. Menurut teori ketidaksesuaian, kepuasan kerja dapat diperoleh jika pencapaian hasil yang
diperoleh lebih dari yang diharapkan.
2.4.2. Teori Pemenuhan Kebutuhan Need FullFillment Theory
Menurut Hasibuan 2008, Teori Abraham Maslow disebut juga teori pemenuhan kebutuhan satisfaction of needs theory. Teori Maslow
menitikberatkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh pegawai untuk mencapai kepuasan, dan dorongan-dorongan yang menyebabkan para pegawai itu
berperilaku tertentu. Berikut teori pemenuhan kebutuhan berdasarkan teori kebutuhan Maslow Gambar 2.
Gambar 2. Hierarki Kebutuhan Menurut Maslow Sumber : Stoner, J.A.F dan R.E. Freeman. 1994
Menurut teori kebutuhan Maslow, kebutuhan-kebutuhan manusia digolongkan menjadi lima tingkat kebutuhan, yaitu :
a. Kebutuhan fisiologis atau kebutuhan untuk mempertahankan hidup terdiri dari tiga macam kebutuhan pokok, yaitu sandang, pangan dan papan.
Kebutuhan aktualisasi diri
Kebutuhan penghargaan
Kebutuhan rasa memiliki
Kebutuhan rasa aman
Kebutuhan fisiologis
Keinginan untuk memenuhi kebutuhan ini merangsang seseorang berperilaku dan bekerja giat.
b. Kebutuhan akan rasa aman berwujud kebutuhan akan keamanan jiwa, di tempat kerja maupun diluar jam kerja, dan dimana pun orang itu berada,
serta kebutuhan akan keamanan harta. Bentuk lain dari pemuasan kebutuhan ini dengan memberikan perlindungan asuransi kepada
karyawan. c. Kebutuhan sosial dapat digolongkan menjadi empat macam, yakni :
- Kebutuhan akan rasa diakui atau diterima oleh orang lain atau oleh kelompok tempat menusia itu berada sense of belonging.
- Kebutuhan akan perasaan dihormati, karena setiap manusia merasa dirinya penting sense of importance.
- Kebutuhan akan pencapaian prestasi sense of achievement. - Kebutuhan akan perasaan ikut serta sense of participation.
d. Kebutuhan akan prestise esteem needs berhubungan dengan sosial status. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam jenjang organisasi semakin
tinggi pula status dan prestisenya. Prestise dam status dimanifestasikan dalam banyak hal, misalnya : kamar kerja sendiri lengkap dengan perabot
ruang kerja, kursi berlengan, meja lebih besar, kendaraaanmobil dinas dan lain sebagainya.
e. Kebutuhan akan kemampuan kerja yang lebih tinggi self actualization dengan menggunakan kecakapan, kemampuan, keterampilan, dan potensi
optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain.
2.4.3. Teori Dua Faktor Two Factor Theory