Hubungan Faktor-faktor QWL dengan Kepuasan Fisik

4.4. Analisis Hubungan Faktor-faktor Quality of Work Life dengan Kepuasan

Kerja Karyawan Analisis korelasi Rank Spearman digunakan untuk melihat kekuatan hubungan faktor-faktor QWL dengan empat faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. Perinciannya yaitu hubungan faktor-faktor QWL dengan kepuasan fisik, hubungan faktor-faktor QWL dengan kepuasan psikologik, hubungan faktor- faktor QWL dengan kepuasan finansial dan hubungan faktor-faktor QWL dengan kepuasan sosial. Hubungan antara beberapa variabel akan dijelaskan pada sub bab dibawah.

4.4.1 Hubungan Faktor-faktor QWL dengan Kepuasan Fisik

Analisis hubungan faktor-faktor QWL dengan komponen faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan yang meliputi kepuasan fisik, kepuasan psikologik, kepuasan finansial dan kepuasan sosial. Komponen faktor- faktor QWL yang diteliti meliputi partisipasi karyawan, lingkungan yang aman, penyelesaian konflik, komunikasi, kesehatan kerja, kompensasi, kebanggaan, pengembangan karir. Jika nilai peluang α 0,05, maka terdapat hubungan nyata antara faktor-faktor QWL dengan kepuasan kerja. Begitu pula sebaliknya, jika nilai peluang α 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang nyata antara faktor- faktor QWL dengan kepuasan kerja. Hasil uji korelasi faktor-faktor QWL dengan kepuasan kerja terbagi dalam empat tabel yang terdiri dari hubungan faktor-faktor QWL dengan kepuasan fisik, hubungan faktor QWL dengan kepuasan psikologik, hubungan faktor QWL dengan kepuasan finansial, hubungan faktor QWL dengan kepuasan sosial. Tabel 21. Hubungan Faktor-faktor Quality of Work Life dengan Kepuasan Fisik No. Faktor-faktor QWL Nilai Nilai Hubungan dengan Kepuasan Fisik Korelasi Peluang 1. Kebanggaan 0,593 0,000 Positif dan agak kuat 2. Kompensasi 0,530 0,000 Positif dan agak kuat 3. Kesehatan Kerja 0,436 0,000 Positif dan agak lemah 4. Pengembangan Karir 0,306 0,014 Positif dan agak lemah 5. Lingkungan yang Aman 0,275 0,028 Positif dan agak lemah 6. Komunikasi 0,261 0,037 Positif dan agak lemah 7. Partisipasi Karyawan 0,250 0,046 Tidak ada hubungan 8. Penyelesaian Konflik 0,245 0,051 Tidak ada hubungan Pada Tabel 21 terlihat bahwa kepuasan fisik tidak memiliki hubungan dengan faktor partisipasi karyawan dan penyelesaian konflik karena faktor fisik merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja dan karyawannya yang meliputi peralatan kerja, keadaan suhu, penerangan, sirkulasi udara, kondisi kesehatan karyawan dan pengaturan jam kerja oleh perusahaan. Faktor lingkungan yang aman memiliki hubungan positif agak lemah. Hal tersebut mengindikasikan lingkungan perusahaan yang menciptakan suasana nyaman dalam bekerja serta beberapa fasilitas kerja yang cukup menunjang pekerjaan. Faktor komunikasi berhubungan positif namun agak lemah dengan nilai korelasi sebesar 0,261 dan nilai peluangnya sebesar 0,037. Nilai 0,037 lebih kecil daripada tingkat signifikansi +1 sehingga dinyatakan positif dan berada pada rentang 0,26- 0,50 sehingga dinyatakan memiliki hubungan dengan intensitas lemah. Faktor kesehatan kerja hampir memiliki hubungan yang kuat dengan kepuasan fisik dengan nilai korelasi sebesar 0,436 dengan nilai peluang sebesar 0,000. Hal tersebut menggambarkan betapa pentingnya menciptakan suasana kerja yang nyaman guna terjaminnya kesehatan karyawan. Sedangkan faktor kompensasi dan kebanggaan memiliki hubungan positif dan agak kuat, dimana masing-masing nilai korelasinya sebesar 0,530 dan 0,593. Hubungan faktor kompensasi dan kebanggaan merupakan hubungan yang nyata dengan signifikansi sebesar 0,000 yang artinya tidak ada kemungkinan penolakan faktor yang berhubungan nyata dengan kepuasan fisik. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pemberian kompensasi dan rasa kebanggaan pada pekerjaan berpengaruh besar dalam kepuasan fisik, semakin besar jumlah kompensasi yang diberikan dan rasa kebanggaan karyawan, maka akan semakin tinggi pula kepuasan fisik karyawan. Faktor pengembangan karir yang dilaksanakan perusahaan akan meningkatkan kepuasan fisik karyawan, dimana nilai peluang 0,014 dan nilai korelasinya 0,306. Walaupun sebagian besar karyawan memiliki masa kerja yang cukup lama, namun hubungan ini menggambarkan bahwa perusahaan belum menyadari bahwa tingkat kepuasan fisik karyawannya perlu ditingkatkan, sehingga karyawan memerlukan adanya perencanaan karir sesuai dengan bidangnya.

4.4.2 Hubungan Faktor-faktor QWL dengan Kepuasan Psikologik