4.3.1 Persepsi Karyawan terhadap Faktor-faktor QWL
Penerapan faktor-faktor QWL yang dipersepsikan oleh karyawan terdiri dari partisipasi karyawan, lingkungan yang aman, penyelesaian konflik,
komunikasi, kesehatan kerja, kompensasi, kebanggaan dan pengembangan karir. Persepsi karyawan terhadap penerapan partisipasi karyawan dapat dilihat pada
Tabel 7 berikut.
Tabel 7. Persepsi Karyawan terhadap Partisipasi Karyawan No.
Indikator Faktor-faktor QWL Skor
Keterangan Rataan
1. Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan
sesuai dengan yang ditetapkan perusahaan. 3,83
Sesuai 2.
Tingkat kesungguhan
karyawan dalam
melaksanakan tugas adalah baik. 3,73
Sesuai 3.
Saya selalu dilibatkan dalam kegiatan perusahaan dan merasa bagian penting dalam
perusahaan. 3,25
Kurang sesuai
Total 3,60
Sesuai
Pada Tabel 7 karyawan merasa bahwa partisipasi yang diberikan telah sesuai dengan yang diharapkan. Hal tersebut terlihat dari nilai skor rataan sebesar
3,60. Karyawan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan yang ditetapkan perusahaan, dengan skor rataan sebesar 3,83. Hal ini mengindikasikan karyawan
dapat menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan sesuai peraturan perusahaan. Tingkat kesungguhan dalam melaksanakan tugas adalah baik, terlihat dari nilai
skor rataan sebesar 3,73. Kemudian, karyawan merasa belum dilibatkan dalam kegiatan perusahaan dan belum merasa bagian penting dalam perusahaan, dengan
skor rataan 3,25. Hal tersebut mengindikasikan bahwa karyawan merasa belum memiliki keterlibatan yang tinggi dalam setiap kegiatan perusahaan.
Tabel 8. Persepsi Karyawan terhadap Lingkungan yang Aman No.
Indikator Faktor-faktor QWL Skor
Keterangan Rataan
1. Saya
dan karyawan
lain berusaha
mencerminkan suasana yang tenang dalam bekerja.
3,95 Sesuai
2. Saya sering meninggalkan tempat kerja
karena suasana kerja yang kurang nyaman. 2,47
Tidak sesuai 3.
Perusahaan tidak mudah memberhentikan karyawannya.
3,75 Sesuai
Total 3,39
Kurang sesuai
Berdasarkan pada Tabel 8 dapat dilihat secara garis besar persepsi karyawan terhadap lingkungan yang aman dinilai kurang sesuai dengan harapan.
Pada indikator suasana yang tenang dalam bekerja memperoleh skor rataan sebesar 3,95. Angka tersebut menjelaskan bahwa suasana kerja di lingkungan
perusahaan sudah sesuai dengan harapan, dimana terjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja di setiap divisi. Akan tetapi, karyawan menilai bahwa tempat
kerja mereka kurang nyaman dan sering meninggalkan tempat kerja, dengan skor rataan 2,47. Hal itu dikarenakan sebagian besar karyawan bekerja pada bagian
produksi, dimana suhu ruangan yang panas membuat karyawan kurang nyaman bekerja, sehingga mereka sering terlihat keluar ruangan.
Karyawan tidak mudah diberhentikan oleh perusahaan mendapat persepsi baik dari karyawannya dengan nilai skor rataan 3,75. Hal itu dikarenakan
mayoritas karyawan berstatus karyawan tetap dan rata-rata merupakan karyawan yang cukup berpengalaman. Mereka menganggap bahwa tempat kerja saat ini
yang paling sesuai dengan kapasitas kerja mereka dan karyawan merasa bahwa tekanan kerja di perusahaan lain lebih berat jika dibandingkan saat ini. Selain itu,
karyawan memperoleh kepastian status pekerjaan serta penghasilan untuk menghidupi keluarganya, sehingga tidak ada kekhawatiran akan diberhentikan
bahkan berpikiran untuk pindah kerja di perusahaan lain.
Tabel 9. Persepsi Karyawan terhadap Penyelesaian Konflik No.
Indikator Faktor-faktor QWL Skor
Keterangan Rataan
1. Saya tidak beradu argumentasi dengan atasan
sekalipun saya tidak yakin jika atasan Saya adalah benar.
3,23 Kurang sesuai
2. Saya dapat mendiskusikan atau memberikan
argumentasi tentang masalah-masalah yang diketahui.
3,94 Sesuai
3. Saya berusaha mengatasi sendiri masalah-
masalah yang berhubungan dengan pekerjaan. 3,88
Sesuai
Total 3,68
Sesuai
Hasil analisis persepsi pada Tabel 9 bahwa perusahaan sudah mampu menyelesaikan konflik dengan baik, terbukti pada nilai skor rataan sebesar 3,68.
Nilai tersebut menjelaskan bahwa penyelesaian konflik dapat dilakukan secara baik. Konflik yang sering muncul dalam perusahaan adalah koordinasi antar
personal di tiap divisi yang sering terjadi kesalahpahaman, hal tersebut
digambarkan pada salah satu contoh peristiwa ketika terjadi kesalahan produksi dan kesalahan penggunaan aplikasi protective coating cat pelapis pada kapal laut
yang mengakibatkan gagalnya investasi yang bernilai milyaran rupiah ataupun rusaknya kapal di laut. Akibat yang ditimbulkan menjadi fatal dimana perusahaan
harus menanggung biaya garansi dan docking ulang serta biaya kerugian selama kapal tidak beroperasi.
Pihak manajemen telah melakukan berbagai pendekatan dengan menggunakan jalur keorganisasian berupa penyusunan strategi dan kebijakan
SDM yang baru dengan mendiskusikan masalah yang diketahui dan ada yang hanya dilakukan dengan pendekatan personal, dimana karyawan dapat mengatasi
sendiri masalah-masalah yang berhubungan dengan pekerjaan.
Tabel 10. Persepsi Karyawan terhadap Komunikasi No.
Indikator Faktor-faktor QWL Skor
Keterangan Rataan
1. Saya memberi umpan balik kepada semua
karyawan, baik atasan, rekan sekerjanya dan bawahannya.
3,72 Sesuai
2. Atasan selalu menyampaikan dengan jelas
arah tujuan yang diinginkan kepada saya. 3,53
Sesuai 3.
Karyawan disini berbicara dengan sopan kepada siapapun dan dengan nada suara yang
santun kepada siapa saja pada semua tingkatan jabatan dalam perusahaan.
3,78 Sesuai
Total 3,68
Sesuai
Komunikasi diperlukan dalam menyampaikan pesan, ide dan gagasan dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi. Pada umumnya,
komunikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa lisan yang mudah dimengerti oleh orang lain. Berdasarkan Tabel 10 menunjukkan bahwa komunikasi pada
perusahaan dinilai baik, terlihat dari skor rataan sebesar 3,68. Adapun perinciannya meliputi karyawan berpendapat bahwa sebagian besar karyawan
memberi umpan balik atau merespon setiap kejadian, tindakan atau ucapan sehingga terbentuk sebuah kerjasama yang berkesinambungan, dan itu sangat
berpengaruh positif terhadap perkembangan perusahaan. Terlihat dari hasil skor rataan sebesar 3,72. Karyawan menyatakan bahwa atasan mereka dapat
menyampaikan arah tujuan pekerjaan dengan jelas jika ada pekerjaan yang kurang dimengerti oleh karyawan, terlihat dari skor rataan sebesar 3,53. Selanjutnya
karyawan menilai bahwa setiap masing-masing karyawan dapat bersikap santun yaitu dengan berbicara sopan kepada siapapun pada tingkatan jabatan dalam
perusahaan. Hal tersebut dapat digambarkan dari nilai skor rataan sebesar 3,78. Sikap santun yang sering terlihat pada setiap karyawan menumbuhkan keeratan
hubungan karyawan baik dalam hal pekerjaan maupun di luar pekerjaan.
Tabel 11. Persepsi Karyawan terhadap Kesehatan Kerja No.
Indikator Faktor-faktor QWL Skor
Keterangan Rataan
1. Saya mendapatkan tunjangan kesehatan dari
perusahaan. 3,19
Kurang sesuai 2.
Saya mendapatkan perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan jaminan hari tua dari
perusahaan. 3,58
Sesuai 3.
Kondisi lingkungan kerja yang bersih dan nyaman.
3,67 Sesuai
Total 3,48
Sesuai
Perusahaan berkewajiban memberikan pelayanan dan perlindungan bagi karyawannya dari setiap kemungkinan negatif yang dapat membahayakan
kesehatan dan mencegah dari timbulnya gangguan kesehatan pada karyawan yang diakibatkan oleh kondisi lingkungan pekerjaannya. Hal tersebut dimaksudkan
untuk menjaga tingkat kesehatan kerja karyawan baik fisik maupun mental, karyawan berpersepsi bahwa perusahaan belum mampu memberikan tunjangan
kesehatan dengan skor rataan 3,19. Kegiatan tes medical check up yang selalu diadakan oleh perusahaan setiap tahunnya kurang mendapat respon positif, ketika
salah satu karyawan mengalami gangguan kesehatan, setelah itu tidak ada tindak lanjut dari perusahaan untuk memberikan bantuan penyembuhan, sehingga tes
medical check up dianggap hanya sebagai formalitas oleh sebagian besar karyawan. Akan tetapi, aspek perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan
jaminan hari tua diperoleh skor rataan sebesar 3,58. Hal ini sebagai bukti bahwa perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua yang diberikan kepada
karyawan dalam bentuk pergantian biaya pengobatan dan jaminan uang pension. Jika karyawan dirawat di rumah sakit, maka biaya perawatan sebagian ditanggung
oleh perusahaan. Kemudian persepsi karyawan pada kondisi lingkungan kerja yang bersih dan nyaman diperoleh skor rataan sebesar 3,67. Angka tersebut
mengindikasikan bahwa setiap karyawan mampu menjaga kebersihan serta
merawat aset-aset perusahaan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa perusahaan mampu mengelola kesehatan kerja karyawannya dengan baik.
Tabel 12. Persepsi Karyawan terhadap Kompensasi No.
Indikator Faktor-faktor QWL Skor
Keterangan Rataan
1. Perusahaan
telah memberikan
berbagai tunjangan.
2,95 Kurang sesuai
2. Saya mendapatkan bonus setiap akhir tahun
yang jumlahnya disesuaikan dengan prestasi kerja dan laba perusahaan.
3,36 Kurang sesuai
3. Insentif
yang saya
dapatkan sangat
berpengaruh terhadap motivasi kerja. 3,89
Sesuai
Total 3,40
Sesuai
Berdasarkan hasil analisis persepsi karyawan pada Tabel 12 menunjukkan bahwa karyawan menilai perusahaan belum mampu memberikan berbagai
tunjangan yang sesuai, terlihat pada skor rataan sebesar 2,95. Hal tersebut disebabkan terdapat ketimpangan dalam besaran tunjangan yang diberikan serta
divisi personalia yang kurang tanggap dalam penanganan masalah tersebut. Kemudian dalam hal kebijakan tersebut belum berjalan secara maksimal, sehingga
masalah ini berlarut-larut dan berlangsung lama. Persepsi tersebut dituangkan pada skor rataan sebesar 3,36. Kurang tanggapnya divisi personalia
menyelesaikan permasalahan kompensasi dapat dilihat melalui persepsi karyawan yang menilai bahwa insentif yang didapat karyawan sangat berpengaruh terhadap
motivasi kerja dengan skor rataan sebesar 3,89. Angka tersebut sudah jelas menggambarkan bahwa karyawan sangat termotivasi dalam bekerja jika
mendapatkan kompensasi yang layak dan sesuai.
Tabel 13. Persepsi Karyawan terhadap Kebanggaan No.
Indikator Faktor-faktor QWL Skor
Keterangan Rataan
1. Saya merasa senang bekerja di tempat kerja
sekarang. 3,50
Sesuai 2.
Saya dipercaya atasan untuk mengerjakan tugas sendiri.
3,91 Sesuai
3. Saya ingin mengetahui seberapa baik saya
bekerja. 3,80
Sesuai 4.
Saya menggunakan umpan balik untuk memperbaiki diri saya sendiri.
3,86 Sesuai
Total 3,77
Sesuai
Karyawan merasa senang bekerja di perusahaan, hal tersebut pada persepsi karyawan dengan nilai rataan sebesar 3,50. Rata-rata karyawan memiliki masa
kerja yang cukup lama, sehingga terjalin bentuk hubungan kekeluargaan dan suasana keakraban dalam bekerja. Situasi kerja tersebut hampir mengikis
kesenjangan antara atasan dengan bawahan, dimana sebagai bawahan dipercaya atasan mengerjakan tugas sendiri, tergambarkan pada persepsi karyawan dengan
nilai rataan 3,91. Masing-masing individu menganggap atasan sebagai rekan kerja, begitu pula sebaliknya. Maka mereka sangat ingin mengetahui seberapa
baik dalam bekerja, dapat ditunjukkan pada persepsi karyawan dengan nilai rataan 3,80. Interaksi di lingkungan kerja berupa komunikasi dua arah seperti teguran,
saran, peringatan dianggap karyawan sebagai modal awal untuk memperbaiki diri dalam pekerjaan, hal tersebut terlihat pada skor rataan sebesar 3,86 sehingga para
atasan tidak segan untuk memberi teguran secara lisan apabila bawahannya melakukan kesalahan dan meminta untuk memperbaikinya. Secara keseluruhan
nilai kebanggaan di perusahaan dikatakan baik dengan skor rataan sebesar 3,77.
Tabel 14. Persepsi Karyawan terhadap Pengembangan Karir No.
Indikator Faktor-faktor QWL Skor
Keterangan Rataan
1. Perusahaan
memberikan kesempatan
pengembangan karir
bagi karyawan
berprestasi atau berkinerja baik. 3,55
Sesuai 2.
Perusahaan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan diri melalui
pelatihan. 3,89
Sesuai 3.
Perusahaan memberikan pekerjaan yang bervariasi terhadap karyawan.
3,78 Sesuai
Total 3,74
Sesuai
Pengembangan karir bertujuan untuk mempersiapkan karyawan dalam menghadapi pekerjaan saat ini dan menghadapi pekerjaan dimasa yang akan
datang pada perusahaan. Berdasarkan pada Tabel 14 dapat dilihat bahwa pengembangan karir yang dilakukan dengan baik oleh perusahaan, skor rataan
sebesar 3,74. Secara rinci, perusahaan telah memberikan kesempatan pengembangan karir bagi karyawannya yang berprestasi atau berkinerja baik,
telihat dari skor rataan sebesar 3,55. Hal tersebut menggambarkan bahwa perusahaan benar-benar memberikan peluang yang cukup besar bagi setiap
karyawannya yang mau berprestasi dengan pencapaian target kerja, kedisiplinan
dan perilaku sebagai poin penting dalam bekerja. Berikutnya pada skor rataan 3,89 menunjukkan bahwa karyawan merasa diberi kesempatan untuk
mengembangkan diri melalui pelatihan. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan sesuai dengan bidang pekerjaan dinilai sangat baik oleh karyawan. Perusahaan
juga memberikan pekerjaan yang bervariasi terhadap karyawannya, diperoleh skor rataan sebesar 3,78. Hal itu bertujuan untuk mencegah kejenuhan dalam bekerja,
biasanya perusahaan menerapkan kebijakan untuk memperluas bidang kerja serta perusahaan sering melakukan rotasi pekerjaan pada tiap divisi dan antar divisi
yang berbeda sehingga karyawan merasa tertantang untuk melakukan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Tabel 15. Persepsi Karyawan terhadap Faktor-faktor QWL No.
Faktor-faktor QWL Skor
Keterangan Rataan
1. Kebanggaan
3,77 Sesuai
2. Pengembangan Karir
3,74 Sesuai
3. Penyelesaian Konflik
3,68 Sesuai
4. Komunikasi
3,68 Sesuai
5. Partisipasi Karyawan
3,60 Sesuai
6. Kesehatan Kerja
3,48 Sesuai
7. Kompensasi
3,40 Kurang sesuai
8. Lingkungan yang Aman
3,39 Kurang sesuai
Total 3,59
Sesuai
Berdasarkan analisis persepsi karyawan terhadap faktor-faktor QWL pada Tabel 15 dapat disimpulkan bahwa secara umum pelaksanaan faktor-faktor QWL
dapat dikategorikan baik, dimana skor rataan 3,59. Hal ini berarti bahwa persepsi karyawan berada pada rentang yang sesuai dengan pelaksanaan faktor-faktor
QWL yang meliputi partispasi karyawan, penyelesaian konflik, komunikasi, kesehatan kerja, kebanggaan dan pengembangan karir yang diterapkan dinilai baik
oleh karyawan. Namun karyawan memiliki persepsi pada faktor kompensasi dan lingkungan yang aman yang kurang sesuai dengan yang diharapkan. Karyawan
menilai perusahaan belum mampu memenuhi kebutuhan kompensasi yang diharapkan seperti pemberian tunjangan, bonus akhir tahun dan insentif.
Kemudian, karyawan menilai bahwa faktor lingkungan yang aman kurang sesuai dengan yang terjadi sebenarnya. Hal itu dikarenakan suasana kerja yang kurang
nyaman, terlihat ketika sebagian besar karyawan pada divisi produksi sering keluar ruangan karena suhu udara yang panas.
4.3.2 Persepsi Karyawan terhadap Kepuasan Kerja