Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi Pengelolaan, Pertunjukan, dan Struktur Musik.

SUMATERA INCIDENTAL MUSIC DI TAMAN BUDAYA SUMATERA
UTARA: DESKRIPSI PENGELOLAAN, PERTUNJUKAN, DAN
STRUKTUR MUSIK
Skripsi
Dikerjakan Oleh:
Jefri Hutagalung
060707018

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
DEPARTEMEN ETNOMUSIKOLOGI
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Group musik Sumatera Incidental Music adalah salah satu grup musik
yang menyajikan musik etnik dalam setiap pertunjukannya. Grup ini di ketuai
oleh Hendri Perangin Angin dan bersekretariat di Taman Budaya Sumatera Utara.
Pada awalnya Sumatera Incidental Music dibentuk oleh Hendri Perangin Angin
dan Winarto Kartupat. Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat mempunyai
visi dan pemikiran yang sama untuk membentuk sebuah grup musik pada tahun
2000. Sehingga pada tanggal 8 april tahun 2000 terbentuklah Sumatera Incidental
Music.
Grup musik ini adalah grup musik yang menampilkan musik etnis disetiap
pertunjukannya. Grup ini menggarap musik etnik menjadi musik kontemporer
dengan tujuan untuk di pertontonkan atau untuk sebuah seni pertunjukan. Pada
umumnya Sumatera Incidental Music biasanya mempertunjukan musik etnik yang
ada di Sumatera utara. Group musik ini juga kerap mengiringi tari dalam sebuah
seni pertunjukan dan juga sering dikolaburasi dengan teater. Tapi tidak jarang
pula Sumatera Incidental Music menampilkan musik instrumental tanpa di
kolaburasi dengan tari.
Walaupun bersekretariat di Taman Budaya Sumatera Utara, tetapi tidak
ada hubungan yang mengikat antara Sumatera Incidental Music dan pemerintah.
Tetapi pemerintah kota Medan sering meminta Sumatera Incidental Music untuk
tampil di kegiatan yang menjadi program pemerintah kota Medan. Pemerintah
juga memberikan perhatian terhadap Sumatera Incidental Music dan juga sanggarsanggar yang terdapat di Taman Budaya Sumatera Utara dengan memfasilitasi
gedung sebagai tempat sekretariat dan juga sebagai tempat latihan.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah
memberkati dan memberikan kekuatan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat
diselesaikan dengan baik. Skripsi yang berjudul Sumatera Incidental Music Di
Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi Pengelolaan, Pertunjukan, dan
Struktur Musik ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar
sarjana di Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Sumatera Utara.
Banyak pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis dalam proses
menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Dr. Muhammad Takari, M. Hum, sebagai Ketua Departemen
Etnomusikologi dan juga sebagai dosen pembimbing I yang telah
banyak memberi perhatian kepada penulis dan kesabaran yang luar biasa
membimbing penulis, memotivasi penulis, bahkan rela meluangkan
waktu beliau selama penulisan skripsi ini.
2. Bapak Drs. Torang Naiborhu, M. Hum, sebagai dosen pembimbing II
yang telah membimbing dan memberikan ilmu dan masukan kepada
penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
3. Bapak dan Ibu staf pengajar Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu
Budaya USU yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengajaran
selama penulis mengikuti perkuliahan.

Universitas Sumatera Utara

4. Bapak Drs. Perikuten Tarigan, M. Si,

sebagai dosen pembimbing

akademik yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan kepada
penulis selama menjadi mahasiswa.
5. Ibu

Adri

dan

Bang

Awang

selaku

pegawai

di

Departemen

Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya USU yang telah banyak
membantu penulis dalam menyelesaikan segala proses administrasi baik
dalam perkuliahan maupun dalam penyusunan skripsi.
6. Kedua orang tua ku yang tercinta, ayahanda N. Hutagalung dan Ibunda
SH. Simanungkalit yang setia berdoa dan memotivasi penulis baik moral
maupun material kepada penulis sehingga penulis dapat sampai seperti
ini. Semua ini penulis persembahkan buat ayah dan bunda semoga ilmu
yang penulis dapat bisa bermanfaat dan membalas segala pengorbanan,
kesabaran, kesetiaan yang telah ayah dan ibu berikan.
7. Keluarga besar Hutagalung : kak Rohayu Romauli Hutagalung. SE, kak
Lamtiurma Happy Rumata Hutagalung. Spd, kak Elvy Valentina
Hutagalung. Amk, kak Roy Celly Ana Hutagalung. Amd, kak Sabar
Lasmarito Hutagalung. SE, Kak Ida Lasroha S.Pt, adek saya Sandi Eigh
Cristian Hutagalung, lae SERMA Amir D. Hutauruk, lae Happy Hulu.
ST, lae PRAKA Fajar Harefa dan juga para keponakan saya Gabriel
Batistuta, Bill Brigh, dan Grace Olivia yang setia mendoakan penulis
dan selalu memotivasi.
8. Pacar saya Anita Novyanti Purba. SS, yang selalu setia disamping saya
untuk

membantu,

memotivasi

dan

mendoakan

saya

dalam

menyelesaikan skripsi ini, serta senantiasa menemani saya baik dalam

Universitas Sumatera Utara

keadaan suka maupun duka dan rela meluangkan waktu untuk
menghibur penulis saat mengalami kesulitan dalam mengerjakan skripsi.
9. Para Informan saya Bang Hendri Perangin Angin, Bang Winarto
Kartupat, Bang Hardoni Sitohang, Bang Monang Butar-butar, Bonggud
Sidabutar, Bang Ojax Manalu dan, Bang Desmaret Napitupulu yang
telah bersedia meluangkan waktu dan mebantu penulis dalam
memberikan informasi untuk melengkapi tulisan ini.
10. Teman-teman saya Etnomusikologi khusunya stambuk 2006 dan juga
teman-teman saya di PSM USU yang selalu memotivasi dan
memberikan dukungan kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca
demi perkembangan ilmu linguistik pada masa yang akan datang.
Akhirnya, penulis berharap skripsi ini dapat menambah wawasan
pengetahuan pembaca.

Medan,

September 2011

Penulis,

Jefri Hutagalung

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

ABSTRAK ........................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ v
DAFTAR TABEL ............................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... x
BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang ...................................................................... 1

1.2

Pokok Permasalahan.............................................................. 7

1.3

Tujuan dan Manfaat Penelitian.............................................. 7

1.4

1.5

1.6

1.3.1

Tujuan Penelitian .................................................... 7

1.3.2

Manfaat Penelitian .................................................. 8

Konsep dan Teori .................................................................. 8
1.4.1

Konsep..................................................................... 8

1.4.2

Teori ...................................................................... 11

Metode Penelitian ................................................................. 14
1.5.1

Penelitian Lapangan ............................................... 14

1.5.2

Kerja Laboratorium ................................................ 15

1.5.3

Studi kepustakaan................................................... 16

Menentukan Lokasi Penelitian ............................................. 16

Universitas Sumatera Utara

BAB II

SEJARAH DAN KEBERADAAN SUMATERA INCIDENTAL
MUSIC DI KOTA MEDAN
2.1

Sejarah Terbentuknya Sumatera Incidental Music ............... 17

2.2

Keberadaan dan Eksisistensi Sumatera Incidental Music
di Kota Medan .................................................................... 21

BAB III

2.3

Perekrutan Anggota .............................................................. 29

2.4

Pendapat Masyarakat ............................................................ 31

SISTEM PENGELOLAAN SUMATERA INCIDENTAL MUSIC
YANG TERSUSUN SECARA TRADISIONAL
3.1

Sistem Pengelolaan Sumatera Incidental Music .................. 33

3.2

Keadaan Sarana dan Prasarana Sumatera Incidental
Music .................................................................................... 34
3.2.1

Prasarana Gedung Sebagai Tempat Sekretariat
dan Tempat Latihan................................................ 35

3.2.2

Alat Musik .............................................................. 37

3.3

Keanggotaan ........................................................................ 42

3.4

Sumber Keuangan dan Pengeluaran Sumatera Incidental
Music .................................................................................... 47

3.5

Proses Latihan ...................................................................... 49

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

PENYAJIAN DAN STRUKTUR MUSIK DALAM KONTEKS
PERTUNJUKAN OLEH SUMATERA INCIDENTAL MUSIC
4.1

Penyajian Musik Dalam Pertunjukan ................................... 52
4.1.1

Penyajian Musik Dalam Mengiringi Tari…………53

4.1.2

Penyajian Musik Dalam Mengiringi Teater………57

4.1.3

Penyajian Musik Secara Tersendiri dan
Dikolaborasi dengan Vokal .................................... 60

4. 2

4.1.4

Deskripsi Pertunjukan…………………………….63

4.1.5

Properti Panggung………………………………...65

4.1.6

Kostum……………………………………………66

4.1.7

Pertunjukan……………………………………….70

4.1.8

Tahapan Pertunjukan……………………………..71

4.1.9

Interpretasi Cerita Dalam Pertunjukan………….. 72

4.1.10

Penonton………………………………………… 73

Struktur Musik ...................................................................... 74
4.2.1

Notasi dan Transkripsi ........................................... 74

4.2.2

Proses Pentraskripsian ............................................ 75
4.2.2.1

Sampel Repertoar……………………….76

4.2.2.2

Tangga Nada…………………………….92

4.2.2.3

Nada Dasar………………………………93

4.2.2.4

Wilayah Nada……………………………95

4.2.2.5

Jumlah Nada-nada yang Dipakai
(Modus)…………………………………96

4.2.2.6

Interval Nada……………………………98

Universitas Sumatera Utara

BAB V

4.2.2.7

Pola Kadensa……………………………99

4.2.2.8

Formula Nada (Bentuk)……………….101

4.2.2.9

Kontur…………………………………103

KESIMPULAN DAN SARAN
5.1

Kesimpulan .......................................................................... 106

5.2

Saran .................................................................................... 113

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 114
DAFTAR WEBSITE YANG DIGUNAKAN ................................................... 115
DAFTAR INFORMAN ..................................................................................... 116

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Daftar Sanggar-sanggar yang Biasa Menggunakan
Musik Produksi Sumatera Incidental Music sebagai
Musik Pengiring ............................................................................... 22
Tabel 2 : Daftar Repertoar Musik yang Terdapat dalam Album
Incidental Satu .................................................................................. 23
Tabel 3 : Daftar Alat Musik yang Dimainkan Para Anggota Sumatera
Incidental Music dalam Album Incidental Satu ............................... 24
Tabel 4 : Daftar Repertoar Tradisional yang Pernah Digarap oleh
Sumatera Incidental Music ............................................................... 26
Tabel 5 : Daftar Alat Musik Tradisional Sumatera Incidental Music ............. 39
Tabel 6 : Daftar Alat Musik Barat yang Digunakan Sumatera
Incidental Music ............................................................................... 41
Tabel 7 : Daftar Anggota Tetap Sumatera Incidental Music........................... 44
Tabel 8 : Daftar Anggota Cabutan Sumatera Incidental Music ...................... 47
Tabel 9 : Frekuensi pemakaian nada berdasarkan durasi ritmis ...................... 94
Tabel 10: Persentase Pemakaian Nada Repertoar Sihutur Sanggul ................. 97
Tabel 11: Pemakain interval dalam repertoar Sihutur Sanggul ........................ 99

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Latihan Sumatera Incidental Music dengan grup tari …….. 51
Gambar 2 : Latihan Musik Sumatera Incidental Music… ………………51
Gambar 3 : Tari Karo yang Diiringi Sumatera Incidental Music………..56
Gambar 4 : Sumatera Incidental Music Saat Mengiringi Tari Melayu …56
Gambar 5 : Penampilan Menggunakan Vokal…………………………...61
Gambar 6 : Penampilan Music Instumental………………………………….62
Gambar 7 : Penampilan Music Instumental………………………………….62
Gambar 8 : Menggunakan Kostum Switer……………………………….68
Gambar 9 : Menggunakan Kostum Jas Koko…………………………….68
Gambar 10 : Menggunakan Kostum Kaos Oblong Dilapisi Jas Koko…….69
Gambar 11 : Menggunakan Kostum dengan Memakai Ulos…………….. 69

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Group musik Sumatera Incidental Music adalah salah satu grup musik
yang menyajikan musik etnik dalam setiap pertunjukannya. Grup ini di ketuai
oleh Hendri Perangin Angin dan bersekretariat di Taman Budaya Sumatera Utara.
Pada awalnya Sumatera Incidental Music dibentuk oleh Hendri Perangin Angin
dan Winarto Kartupat. Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat mempunyai
visi dan pemikiran yang sama untuk membentuk sebuah grup musik pada tahun
2000. Sehingga pada tanggal 8 april tahun 2000 terbentuklah Sumatera Incidental
Music.
Grup musik ini adalah grup musik yang menampilkan musik etnis disetiap
pertunjukannya. Grup ini menggarap musik etnik menjadi musik kontemporer
dengan tujuan untuk di pertontonkan atau untuk sebuah seni pertunjukan. Pada
umumnya Sumatera Incidental Music biasanya mempertunjukan musik etnik yang
ada di Sumatera utara. Group musik ini juga kerap mengiringi tari dalam sebuah
seni pertunjukan dan juga sering dikolaburasi dengan teater. Tapi tidak jarang
pula Sumatera Incidental Music menampilkan musik instrumental tanpa di
kolaburasi dengan tari.
Walaupun bersekretariat di Taman Budaya Sumatera Utara, tetapi tidak
ada hubungan yang mengikat antara Sumatera Incidental Music dan pemerintah.
Tetapi pemerintah kota Medan sering meminta Sumatera Incidental Music untuk
tampil di kegiatan yang menjadi program pemerintah kota Medan. Pemerintah
juga memberikan perhatian terhadap Sumatera Incidental Music dan juga sanggarsanggar yang terdapat di Taman Budaya Sumatera Utara dengan memfasilitasi
gedung sebagai tempat sekretariat dan juga sebagai tempat latihan.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah
Kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan yang keberadaannya sangat
diperlukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kesenian merupakan
sesuatu yang hidup senafas dengan mekarnya rasa keindahan yang tumbuh dalam
sanubari manusia dari masa ke masa dan hanya dapat dinilai dengan ukuran rasa
dan sedikit rasionalitas. Setiap manusia membutuhkan kesenian untuk hiburan,
ritual, ekspresi estetis, dan lainnya dalam kehidupannya. Hal tersebut sesuai
dengan yang dikatakan oleh (Koentjaraningrat 1981: 395-396) bahwa kesenian itu
merupakan ekspresi hasrat manusia akan keindahan.
Salah satu cabang dari kesenian adalah musik. Baik itu berupa hiburan
pribadi maupun hiburan yang dapat dinikmati secara bersama-sama. Hiburan itu
dapat dibuat berdasarkan kebutuhan diri sendiri atau juga yang dibuat untuk orang
lain. Pada awalnya hiburan yang bersifat tradisional dibuat untuk kebutuhan
sendiri dan tertutup bagi orang lain. Namun belakangan sudah mulai dapat
dinikmati oleh orang lain. Sedangkan hiburan yang dibuat untuk dinikmai
bersama-sama adalah berbagai macam hiburan yang tumbuh dan berkembang di
zaman modern ini. Seperti pertunjukan musik, tari, film, olahraga, dan lain-lain.
Dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan
musik, maka para seniman membentuk kelompok-kelompok musik. Mereka ada
di perkotaan maupun di pedesaan. Kelompok musik ini tumbuh karena sesuai

Universitas Sumatera Utara

dengan kebutuhan masyarakat pemilik dan penggunanya. Di Kota Medan terdapat
beberapa kelompok musik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Medan secara
umum. Di antaranya adalah: Ria Agung Nusantara, Sri Indera Ratu, Metronom,
Sumatera Incidental Music, dan lain-lainnya.
Grup musik Sumatera Incidental Music menampilkan musik etnik di setiap
pertunjukannya. Grup ini menggarap musik etnik menjadi musik kontemporer
dengan tujuan untuk dipertontonkan atau untuk sebuah seni pertunjukan. Pada
umumnya Sumatera Incidental Music biasanya menggarap dan mempertunjukan
musik etnik yang ada di Sumatera Utara, di antaranya musik Batak Toba, Karo,
Simalungun, Pakpak-Dairi, Melayu, Mandailing, dan Nias. Grup musik ini juga
kerap mengiringi tari dalam sebuah seni pertunjukan dan juga sering dikolaburasi
dengan teater. Tetapi tidak jarang pula Sumatera Incidental Music melakukan
pertunjukan sendiri, tanpa dikolaburasi dengan tari ataupun teater.
Sumatera Incidental Music didirikan oleh Hendri Perangin Angin dan
Winarto Kartupat. Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat mempunyai visi
dan pemikiran yang sama untuk membentuk sebuah grup musik pada tahun 2000.
Sehingga pada tanggal 8 April 2000 terbentuklah Sumatera Incidental Music.
Latar belakang musik dari Hendri Perangin Angin adalah musik barat dan
merupakan tamatan dari SMK 11 Medan, sedangkan Winarto sendiri pada
awalnya memiliki latar belakang tari, yang pernah menekuni tari di Bagong Jogja
dan Winarto juga mempunyai keahlian dalam membuat alat musik. Selama
kurang lebih dua tahun anggota Sumatera Incidental Music hanyalah Hendri
Perangin Angin dan Winarto Kartupat. Walaupun hanya berdua, mereka sering
juga mendapat job di kota Medan dan juga di luar kota Medan.

Universitas Sumatera Utara

Dengan semakin bertambahnya permintaan dari konsumen yang
memberikan job kepada Sumatera Incidental Music, sehingga Hendri Perangin
Angin dan Winarto Kartupat berkeinginan untuk menambah jumlah anggota,
untuk itu direkrutlah seorang pemain gendang melayu dan juga mempunyai
keahlian dalam menyanyi yaitu Sirtoyono dan lama kelamaan Sumatera Incidental
Music menambah anggotanya satu demi satu yang memiliki latar belakang
pendidikan musik. Menurut Desmaret Napitupulu yang juga sebagai anggota
Sumatera Incidental Music, anggota Sumatera Incidental Music pada umumnya
tidak hanya menguasai satu instrument musik saja, tetapi anggota Sumatera
Incidental Music pada umumnya menguasai lebih dari satu instrument musik baik
itu instrument musik tradisional Sumatera Utara ataupun instrumen musik barat.
Pada awal dibentuk, Sumatera Incidental Music memliki satu garapan
musik yang diberi judul Kampung Halaman dan garapan ini berulang-ulang
ditampilkan di setiap acara pertunjukan yang dilakukan Sumatera Incidental
Music. Garapan ini hanyalah digunakan untuk mengiringi tari. Repertoar
Kampung Halaman merupakan suatu garapan musik yang diciptakan oleh
Sumatera Incidental Music dan musik ini merupakan sebuah musik medley
tradisional Sumatera Utara.
Dengan

semakin

bertambahnya

keinginan

dari

konsumen

yang

membutuhkan jasa Sumatera Incidental Music, sehingga grup ini mulai
menggarap repertoar musik tradisi yang lain khususnya musik etnik Sumatera
Utara dan tidak hanya mengiringi tari lagi, tetapi kerap juga mengiringi teater dan
bahkan menggarap musik sendiri dan bukan bertujuan untuk mengiringi tari
ataupun teater.

Universitas Sumatera Utara

Pertunjukan

Sumatera

Incidental

music

secara

tersendiri

kerap

dikolaburasi dengan vokal, hal ini dilakukan supaya pertunjukan yang dilakukan
oleh Sumatera Incidental Music tidak terasa membosankan. Lagu-lagu yang
dibawakan oleh Sumatera incidental music terdiri dari lagu-lagu tradisional
Sumatera Utara dan juga lagu-lagu pop, baik itu lagu-lagu pop Indonesia maupun
lagu-lagu pop barat.
Pada umumnya sanggar tari yang berada di Taman Budaya Sumatera
Utara menggunakan musik Sumatera Incidental Music sebagai musik pengiring
dari tarian mereka baik itu secara live ataupun melalui rekaman audio. Bukan
hanya itu saja, musik Sumatera Incidental Music juga sudah sangat sering
digunakan untuk mengiringi tarian di luar dari sanggar yang berada di Taman
Budaya Sumatera Utara khususnya sanggar-sanggar yang berada di kota Medan
maupun grup-grup tari yang bukan merupakan grup yang berasal dari sebuah
sanggar.
Sumatera Incidental Music bersekretariat di Taman Budaya Sumatera
Utara. Walaupun bersekretariat di Taman Budaya Sumatera Utara, tetapi tidak ada
hubungan yang mengikat antara Sumatera Incidental Musik dan pemerintah.
Seperti kita ketahui bahwa Taman Budaya Sumatera Utara adalah suatu lembaga
yang bernaung di bawah pemerintahan Kota Medan. Sebagian besar sanggar yang
berada di Taman Budaya Sumatera Utara juga tidak ada hubungan mengikat
dengan pemerintah kota Medan, baik itu sanggar musik, tari maupun teater, tetapi
pemerintah Kota Medan tetap memberikan perhatian terhadap sanggar-sanggar
yang berada di Taman Budaya Sumatera Utara dengan memberikan fasilitas
gedung sebagai sekretariat dan tempat latihan. Pemerintah juga sering

Universitas Sumatera Utara

menggunakan jasa dari sanggar-sanggar yang berada di Taman Budaya Sumatera
Utara untuk mengisi acara-acara yang berkaitan dengan pemerintah. Begitu juga
dengan Sumatera Incidental Music, pemerintah kota Medan sering meminta grup
ini untuk tampil dikegiatan yang menjadi program pemerintah kota Medan.
Sumatera Incidental Music juga pernah melakukan konser tunggal dan itu
merupakan kerjasama dengan pemerintah dan menjadi program kerja dari
pemerintah kota Medan. Tidak jarang juga pemerintah memakai jasa Sumatera
Incidental Music untuk tampil di event-event kesenian yang mewakili Provinsi
Sumatera Utara, baik itu di kota Medan, di luar kota Medan, bahkan ke luar
negeri.
Karena perhatian yang diberikan pemerintah kepada Sumatera Incidental
Music dan sanggar-sanggar lainnya yang berada di Taman Budaya Sumatera
Utara, sehingga Sumatera Incidental Music selalu mendahulukan kegiatankegiatan yang berhubungan dengan pemerintah kota Medan khususnya kegiatan
yang berhubungan dengan Taman Budaya Sumatera Utara yang menjadi program
dari pemerintah. Kerjasama yang baik dengan pemerintah tersebut selalu dijaga
dengan baik oleh Sumatera Incidental Music, karena Sumatera Incidental Music
menganggap, kerjasama dengan pemerintah dalam melakukan pertunjukan adalah
suatu kesempatan yang sangat baik, karena tidak semua grup musik yang ada di
Kota Medan bisa mendapat kesempatan seperti yang didapatkan oleh Sumatera
Incidental Music. Dengan bekerjasama dengan pemerintah kota Medan walaupun
itu bukanlah suatu kerjasama yang mengikat1, tentu saja menambah pemasukan
keuangan bagi Sumatera Incidental Music, dimana pertunjukan yang dilakukan

1

Tidak ada kontrak tertentu antara pemerintah dengan Sumatera Incidental Music

Universitas Sumatera Utara

oleh Sumatera Incidental Music yang mewakili pemerintah kota Medan sering
dilakukan di luar Kota Medan, bahkan tidak jarang pula dilakukan di luar negeri.
Sumber keuangan Sumatera Incidental Music sendiri berasal dari bayaran
setiap melakukan pertunjukan baik itu pertunjukan yang berhubungan dengan
pemerintah atau pun pertunjukan yang dilakukan tanpa ada hubungan dengan
pemerintah. Dari situlah uang untuk membayar anggota Sumatera Incidental
Music dan juga uang untuk memperbaiki ataupun menambah inventaris Sumatera
Incidental Music, baik itu berupa alat musik, kostum, dan inventaris lainnya yang
mungkin masih diperlukan pada saat latihan atau saat pertunjukan.
Berdasarkan alasan-alasan di atas, penulis menganggap bahwa grup musik
ini penting dikaji karena saat ini sangat jarang kita jumpai grup musik yang
seperti ini. Menurut Hendri Perangin Angin, saat ini sangat jarang dijumpai grup
yang seperti Sumatera Incidental Music di Kota Medan yang dapat bertahan sudah
sekitar sebelas tahun, memang banyak grup yang memiliki genre musik seperti
musik Sumatera Incidental Music, tetapi banyak orang membentuk grup musik
seperti ini hanya bertujuan untuk tampil di satu pertujukan, sesudah pertunjukan
tersebut selesai grup tersebut bubar. Disamping itu, tulisan ini juga berkaitan
dengan studi etnomusikologi, dimana studi etnomusikologi mengkaji musik di
dalam kebudayaan dan begitu juga dengan Sumatera Incidental Music yang
menggarap musik etnik Sumatera Utara menjadi sebuah musik kontemporer
dengan tujuan untuk dipertunjukkan baik untuk mengiringi tari, teater, atau pun
pertunjukan tersendiri tanpa dikolaborasi dengan tari atau teater.
Untuk mengetahui lebih dalam, penulis berniat untuk melakukan suatu
penelitian ilmiah yang memfokuskan tulisan ini pada sisitem deskripsi

Universitas Sumatera Utara

pengelolaan, pertunjukan, dan struktur musik. Dalam hal ini penulis akan
memfokuskan meneliti grup musik Sumatera Incidental Music sebagai objek
penelitian dan membuat penelitian ini ke dalam sebuah tulisan ilmiah dengan
judul Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi
Pengelolaan, Pertunjukan, dan Struktur Musik.

I.2. Pokok Permasalahan
Untuk menghindari permasalahan yang terlalu luas yang dapat
mengaburkan penelitian, maka penulis membatasi masalah yang akan diteliti,
yaitu bagaimana deskripsi pengelolaan, pertunjukan, dan struktur musik yang
disajikan Sumatera Incidental Music.

I.3. Tujuan dan Manfaat
I.3.1. Tujuan Penelitian
Menurut Suharto dan Tata Iryanto dalam bukunya Kamus Bahasa
Indonesia mengatakan bahwa tujuan memiliki arti yaitu arah, jurusan, maksud,
dan sasaran. Dengan pengertian ini, maka penulis menyimpulkan penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyajian musik etnik yang di tampilkan
Sumatera Incidental Music dalam setiap pertunjukannya dan juga mengetahui
sistem pengelolaan grup music tersebut. Di samping itu, tulisan ini juga bertujuan
untuk mengetahui bagaimana pengaruh musik Sumatera Incidental Music
terhadap grup-grup ataupun sanggar-sanggar tari, teater maupun grup musik
tradisional khususnya yang di kota Medan.

Universitas Sumatera Utara

I.3.2 Manfaat Penelitian
1. Sebagai bahan pengetahuan tentang keberadaan dan eksistensi Sumatera
Incidental Music yang menyajikan musik kontemporer etnis Sumatera
Utara dalam setiap pertunjukannya.
2. Sebagai bahan pengetahuan tentang sistem pengelolaan sebuah grup musik
yang bersifat tradisional.
3. Merupakan bentuk pengaplikasian ilmu yang diperoleh penulis selama
studi di Departemen Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas
Sumatera Utara.
4. Menambah wawasan mengenai musik tradisional, musik kontemporer dan
perkembangannya, khususnya di kota Medan.

1.4. Konsep dan Teori
1.4.1. Konsep
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:456) konsep diartikan
sebagai

rancangan

ide atau pengertian yang diabstrakkan dari pengertian

konkret, gambaran mental dari objek atau apapun yang ada di luar bahasa yang
digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain.
Menurut Murgianto (1996:156) kata seni pertunjukan (pertunjukan
budaya) secara umum memiliki arti tontonan yang bernilai seni, seperti teater, tari,
musik yang disajikan secara khusus di depan penonton. Seni pertunjukan, yang
terbagi menjadi seni musik, tari dan teater. Bidang disiplin ilmu tersebut meluas

Universitas Sumatera Utara

sampai kepada siklus, kabaret dan olahraga, ritual, upacara prosesi pemakaman,
dan lain-lain.
Pertunjukan adalah sebuah komunikasi yang dilakukan oleh satu orang
atau lebih pengirim pesan, yang merasa berperan kepada seseorang atau lebih
sebagai penerima pesan. Komunikasi itu terjadi jika pengirim pesan dalam
pertunjukannya mempunyai maksud dan tujuan sedangkan penonton memiliki
perhatian untuk menerima pesan. Dalam sebuah pertunjukan harus ada penyaji,
penonton, pesan yang dikirim, dan cara penyampaian pesan yang khas.
Mediumnya boleh auditif visual atau hubungan keduanya, gerak laku, secara
multimedia dan sebagainya. Di depan kata pertunjukan biasanya dibubuhkan kata
seni yang berarti bahwa tontonan yang memiliki nilai seni bila disampaiakan
kepada sejumlah penonton.
dengan

kata

yang

Dalam hal ini, kata seni juga sering digunakan

sepadan

yaitu

kata

“performance“

(sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/The arts).
Sumatera Incidental Music adalah sebuah grup musik yang selalu
memnyajikan suatu struktur musik dengan tujuan untuk di pertontonkan. Grup
musik ini menggarap musik-musik tradisional Sumatera Utara menjadi musik
kontemporer yang menggunakan alat musik etnik Sumatera Utara sendiri dan
dikolaborasi dengan instrument musik Barat dan digarap sebaik mungkin.
Sehingga dalam setiap pertunjukan yang dilakukan, penonton dapat menikmati
musik mereka dan mengambil pesan yang disampaikan.
Manajemen (pengelolaan) adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan
organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Menurut George R. Terry dan

Universitas Sumatera Utara

Leslie W. Rue dalam bukunya yang berjudul Dasar-dasar Manajemen, dituliskan
bahwa
Manajemen adalah Suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan
bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah
tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Manajemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah
”managing” –pengelolaan-, sedang pelaksananya disebut manajer2.

Manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals)
secara efektif dan efesien (Ricky W. Griffin). Efektif berarti bahwa tujuan dapat
dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang
ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Sumatera Incidental Music adalah sebuah organisasi musik yang diketuai
oleh Hendri Perangin angin, walaupun Hendri Perangin Angin memiliki posisi
sebagai ketua Sumatera Incidental Music, tetapi dalam mengambil sebuah
keputusan Hendri Perangin Angin selalu terlebih dahulu diskusi dengan anggota
lainnya, sehingga nantinya keputusan yang diambilnya dapat diterima oleh
anggota. Menurut Hendri Perangi Angin grup musik Sumatera Incidental Music
adalah sebuah grup musik yang pengelolaannya dilakukan secara tradisional.
Dalam hal ini menurut Hendri Perangin angin bersifat tradisional itu berarti
struktur pengelolaannya tidak terlalu tertata dengan sistematis tetapi lebih kepada
kepengurusan yang lebih mementingkan apa yang dibutuhkan oleh anggota dan
akan dibicarakan secara bersama-sama untuk mengambil sebuah keputusan.

2

Baca: Dasar-dasar Manajemen yang ditulis George R Terry dan Leslie W Rue.

Universitas Sumatera Utara

Musik kelompok Sumatera Incidental Music biasanya diaransemen oleh
Hendri Perangin Angin dan dalam latihan kerap ada perubahan dari struktur
musik dari aransemen Hendri Perangin Angin dikarenakan adanya masukan dari
anggota yang lain untuk mengubah aransemen musik tersebut.
Hendri Perangin Angin ditunjuk sebagai ketua atas keputusan bersama dan
sebagai pertimbangan Hendri Perangin Angin adalah salah satu pendiri dari
Sumatera Incidental Music sekaligus sebagai pemilik sebagian besar instrumen
musik yang di gunakan grup Sumatera Incidental music baik itu saat latihan
maupun pada saat sedang melakukan pertunjukan.

1.4.2. Teori
Dalam membahas secara lebih detail pengelolaan organisasi, pertunjukan,
dan struktur musik Sumatera Incidental Music, penulis menggunakan beberapa
teori. Diantaranya adalah teori untuk mengkaji seni pertunjukan digunakan teori
semiotika. Teori semiotika digunakan penulis dalam rangka usaha untuk
memahami bagaimana makna diciptakan dan dikomunikasikan melalui simbol
yang membangun sebuah peristiwa seni. Dua tokoh perintis semiotika adalah
Perdinan de Saussure seorang ahli bahasa dari Swiss dan Charles Sanders Peirce,
seorang Filosof dari Amerika Serikat . Saussure melihat bahasa sebagai system
yang membuat lambang bahasa itu terdiri dari sebuah imaji bunyi (sound image)
atau signifier yang berhubungan dengan konsep (signified). Setiap bahasa
mempunyai lambang bunyi tersendiri. Peirce juga menginterpertasikan bahasa
sebagai system lambang, tetapi terdiri dari tiga bagian yang saling berkaitan: (1)
representatum, (2) pengamat (interpretani), dan (3) objek. Dalam kajian kesenian

Universitas Sumatera Utara

berarti kita harus memperhitungkan peranan seniman pelaku dan penonton
sebagai pengamat dari lambang-lambang dan usaha kita untuk memahami proses
pertunjukan atau proses penciptaan.
Dalam hal ini penulis menggunakan Sumatera Incidental Music sebagai
objek penelitian, yang mana penulis akan membahas bagaimana Sumatera
Incidental Music mengkomunikasikan musik melalui simbol yang membangun
sebuah peristiwa seni. Dengan menggunakan pendekatan semiotika, dua pakar
pertunjukan budaya Tadeuz Kowzan dan Patrice Pavis dari Perancis
mengaplikasikannya dalam pertunjukan. Kowzan menawarkan 13 sistem lambang
dari sebuah pertunjukan yaitu kata-kata, nada bicara, mimik, gestur, gerak, makeup, gaya rambut, kostum, properti, setting, lighting, musik, dan efek suara.
Sedangkan Pavis (dalam Murgianto, 1996) menyusun daftar pertanyaan
yang lugas dan diteil untuk mengkaji sebuah pertunjukan yaitu (1) diskusi umum
tentang pertunjukan, (2) skenografi, (3) system tata cahaya, (4) properti panggung,
(5) kostum, (6) pertunjukan, (7) fungsi music dan efek suara, (8) tahapan
pertunjukan, (9) interpretasi cerita dalam pertunjukan, (10) teks dalam
pertunjukan, (11) penonton, (12) mencatat produksi pertunjukan secara teknis dan
imaji apa yang menjadi fokus, (13) apa yang tidak dapat diuraikan dari tandatanda pertunjukan, (14) masalah-masalah khusus yang perlu dijelaskan.
Kemudian untuk mengkaji tentang pengelolaan organisasi penulis juga
menggunakan teori yang dikemukakan oleh George R. Terry dan Leslie W. Rue
dalam bukunya yang berjudul Dasar-dasar Manajemen, yang mengatakan:
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orangorang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud
yang nyata. Manajemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya

Universitas Sumatera Utara

adalah ”managing” –pengelolaan-, sedang pelaksananya disebut
manajer.

Sedangkan menurut H.B. Siswanto dalam bukunya pengantar Manajemen
disebutkan juga bahwa:
Manajemen adalah Ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna
mencapai tujuan yang spesifikasinya meliputi perencanaan,
pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang agar
mencapai tujuan.
Oleh karena itu, penulis mengambil kesimpulan bahwa dalam pengelolaan
suatu

organisasi

diperlukan

perencanaan,

pengarahan,

pemotivasian

dan

pengendalian terhadap orang lain.
Untuk mengkaji struktur musik Sumatera Incidental Music, dalam hal ini
penulis menggunakan teori weigted scale yang di kemukakan oleh William P.
Malm (1977: 8) yang di gunakan untuk mengkaji aspek musikal yang terdiri dari:
(1) tangga nada, (2) nada dasar (pitch center), (3) Wilayah nada (ambitus), (4)
jumlah pemakaian nada, (5) interval yang dipakai, (6) pola kadensa, (7) formula
nada, (8) kantur (garis melodi).

Universitas Sumatera Utara

1.5.

Metode Penelitian
Untuk mendapatkan data yang akurat, penulis mengadakan metode

penelitian kualitatif, baik itu penelitian lapangan, kerja laboratorium dan Studi
kepustakaan (library research).

1.5.1

Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan yaitu dengan cara mengikuti berbagai pertunjukan

yang dilakukan Sumatera Incidental Music, melakukan wawancara kepada para
pelaku pertunjukan atau kepada anggota Sumatera Incidental Music dan juga
kepada pengunjung disaat Sumatera Incidental Music melakukan sebuah
pertunjukan.
Dalam penelitian lapangan, penulis melakukan beberapa hal yang begitu
sering dilakukan diantaranya :
1) Observasi, terlibat dalam pertunjukan, tanpa memposisikan diri sebagai
pelaku pertunjukan, sering menyaksikan berlangsungnya pertunjukan dari
awal sampai akhir. Hal ini berguna untuk mengenal dengan baik dan lebih
jauh lagi jalannya pertunjukan dan aspek-aspek yang terkandung di
dalamnya.
2) Wawancara, wawancara terfokus dan wawancara bebas. Wawancara
terfokus dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih kaya dan tidak
membosankan atau membuat kaku suasana antara penulis dan informan.
Sedangkan wawancara bebas dilakukan secara tidak terfokus, tetapi
mendapatkan banyak informasi yang dibutuhkan.

Universitas Sumatera Utara

Dalam penelitian lapangan ini, penulis berhubungan langsung dengan
informan kunci yaitu, anggota grup musik Sumatera Incidental Music khususnya
Hendri Perangin angin yang juga sebagai ketua dari Sumatera Incidental Music.
Penulis mengadakan perkenalan, ngobrol, wawancara dan semampu mungkin
untuk menjalin hubungan emosional kepada para informan ini agar penelitian ini
berjalan lancar. Penulis berusaha meyakinkan kalau penulis adalah teman baik
mereka yang mampu membawakan diri kedalam lingkungan mereka.
Dalam penelitian lapangan ini penulis menggunakan alat tulis dalam
wawancara. Setiap pembicaraan yang memberikan informasi penting sesegera
mungkin dicatat, namun tidak pada saat ngobrol atau wawancara berlangsung,
tetapi pada saat kita tidak mengobrol lagi atau ada pembicaraan singkat dari
informan kepada orang lain dan dalam dokumentasi penulis melakukan rekaman
baik itu audio visual atau video atau pun mengambil gambar dengan kamera,
kemudian menganalisis semua data yang diperoleh.

1.5.2

Kerja laboratorium
Kerja laboratorium yaitu dengan cara mengolah data yang didapat sewaktu

penelitian lapangan dan disaring sebaik mungkin untuk dijadikan sebagai tulisan.
Kerja laboratorium disebut juga analisis yang merupakan pengolahan data yang
diperoleh dari kerja lapangan, setelah pengolahan data dianalisis kemudian
disusun secara sistematis sehingga hasilnya dapat dikembangkan sebagai bahan
yang akurat dalam pembahasan masalah yang dihadapi. Dalam tahapan ini penulis
mengumpulkan data-data yang didapat dari lapangan, kemudian memilih datadata yang relevan dengan tulisan ini.

Universitas Sumatera Utara

1.5.3

Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan dilakukan dengan cara membaca berbagai buku dan

skripsi yang berhubungan dengan tulisan sehingga dapat menambah wawasan
peneliti untuk mengembangkan tulisan tersebut. Selain itu penulis juga
mengambil sebagian data dari internet yang berhubungan dengan tulisan dengan
tujuan untuk membuat tulisan semakin sempurna. Studi kepustakaan dilakukan
penulis untuk memperoleh data tambahan di luar data lapangan, baik berupa
konsep-konsep dan teori-teori yang dapat digunakan sebagai acuan dalam
penelitian dan juga dalam pembahasan serta penulisan.

1.6

Menentukan Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang dipilih penulis adalah Taman Budaya Sumatera

Utara yang merupakan tempat sekretariat Sumatera Incidental Music. Selain
Taman Budaya Sumatera Utara, peneliti juga memilih lokasi penelitian tempattempat di mana grup Sumatera Incidental Music melakukan pertunjukan
khususnya di kota Medan, selain itu peneliti juga melakulan observasi ke
beberapa sanggar tari dan teater yang menggunakan musik Sumatera Incidental
Music sebagai pengiring teater ataupun tarian mereka.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
SEJARAH DAN KEBERADAAN
SUMATERA INCIDENTAL MUSIC DI KOTA MEDAN

2.1 Sejarah Terbentuknya Sumatera Incidental Music
Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun
temurun, dipertahankan sebagai sarana hiburan tau ritual. Tiga komponen yang
saling memengaruhi di antaranya adalah seniman, musik itu sendiri, dan
masyarakat penikmatnya. Hal ini bermaksud untuk mempersatukan persepsi
antara pemikiran seniman dan masyarakat tentang usaha bersama dalam
mengembangkan dan melestarikan seni musik tradisional. Menjadikan musik
tradisional sebagai perbendaharaan seni di masyarakat, sehingga musik tradisional
lebih menyentuh pada sektor komersial umum.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberi kontribusi bagi peserta juga
kepada masyarakat luas, sehingga musik tradisional dapat berperan sebagai
hiburan untuk menjalankan bisnis para pengusaha. Musik tradisional juga adalah
musik yang berkembang secara tradisional, di kalangan suku-suku tertentu.
Keberadaan musik tradisional yang digunakan sebagai hiburan, tentunya sudah
sangat sering dilakukan dalam sebuah seni pertunjukan. Dalam sebuah
pertunjukan seni, musik tradisional sering diaransemen kembali menjadi sebuah
musik kontemporer. Salah satu grup musik di Kota Medan yang menggarap musik
tradisional menjadi musik kontemporer adalah Sumatera Incidental Music.

Universitas Sumatera Utara

Sumatera Incidental Music menggarap musik-musik tradisional menjadi musik
kontemporer dengan tujuan untuk sebagai hiburan dan untuk seni pertunjukan.
Seni Kontemporer adalah perkembangan seni yang terpengaruh dampak
modernisasi dan digunakan sebagai istilah umum sejak istilah Contemporary Art
berkembang di Barat sebagai produk seni yang dibuat sejak Perang Dunia II.
Istilah ini berkembang di Indonesia seiring makin beragamnya teknik dan medium
yang digunakan untuk memproduksi suatu karya seni, juga karena telah terjadi
suatu percampuran antara praktek dari disiplin yang berbeda, pilihan artistik, dan
pilihan presentasi karya yang tidak terikat batas-batas ruang dan waktu.
Tafsiran lain mengenai praktek seni kontemporer di Indonesia adalah
sebagai berikut:
1. Dihilangkannya sekat antara berbagai kecenderungan artistik, ditandai
dengan meleburnya batas-batas antara seni visual, teater, tari, musik.
2. Intervensi disiplin ilmu sains dan sosial, terutama yang dicetuskan sebagai
pengetahuan populer atau memanfaatkan teknologi mutakhir.
Istilah ini dianggap bisa menyertai sebutan seni visual, musik, tari, dan
teater. Meskipun di Barat, istilah Contemporary Art jamak digunakan untuk
menyebut praktik seni visual sesuai kebutuhan kegiatan museum maupun lembaga
pencetus nilai seperti Galeri Seni dan Balai Lelang.
Begitu juga dengan musik kontemporer yang merupakan salah satu dari
seni kontemporer. Musik kontemporer merupakan, musik yang mengalami
perkembangan berjalan dari musik tradisi kemudian mengalami perubahan sesuai
dengan kemajuan atau perkembangan jaman. Oleh karena itu, musik kontemporer
adalah musik yang sesuai dengan perkembangan jaman, yang sekarang teknologi

Universitas Sumatera Utara

telah mengubah warna musik. Musik telah banyak yang menggunakan alat-alat
elektronik yang sesuai dengan apa yang dialami oleh jaman sekarang ini. Seakan
musik menyesuaikan diri dengan keadaan yang dialaminya. Musik kontemporer
bisa berasal dari segala tempat dan mempengaruhi gaya musik lain.
Sumatera Incidental Music adalah suatu grup musik yang menyajikan
musik tradisional dan digarap kembali menjadi sebuah musik kontemporer.
Terbentuknya Sumatera Incidental Music dilatarbelakangi adanya keinginan dari
Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat untuk membentuk sebuah grup
musik. Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat adalah sama-sama Pegawai
Negeri Sipil di Taman Budaya Sumatera Utara. Sehingga dengan visi dan
keinginan yang sama sehingga pada tanggal 8 April 2000 terbentuklah Sumatera
Incidental Music. Nama Incidental sendiri diberikan oleh Ben Pasaribu.
Terbentuknya juga Sumatera Incidental Music tidak lepas dari pengaruh Ben
Pasaribu yang memberikan motivasi kepada Hendri Perangin Angin dan Winarto
Kartupat untuk membentuk sebuah grup musik. Hendri Perangin Angin adalah
seoarang musisi yang memiliki latar belakang musik Barat dan Winarto memiliki
latar belakang musik tradisi dan juga memiliki keahlian dalam tari.
Sebelum membentuk Sumatera Incidental Music, Hendri Perangin Angin
dan Winarto Kartupat sempat satu grup musik dengan Ben Pasaribu. Nama grup
musik tersebut adalah Pan Sumateran Ensambel yang beranggotakan Ben
Pasaribu, Winarto Kartupat, Hendri Perangin Angin, Anton Sitepu, Martogi
Sitohang, dan Masyono. Selain anggota tetap yang dimiliki oleh Sumateran Pan
Ensambel, kerap juga Sumateran Pan Ensambel memanggil pemain “cabutan”
apabila diperlukan.

Universitas Sumatera Utara

Hendri Perangin Angin adalah seorang pemain musik yang merupakan
tamatan dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 11 Medan. Hendri
Perangin Angin masuk di SMKN 11 pada tahun 1985 dan berhasil menamatkan
sekolahnya pada tahun 1990. Setelah tamat sekolah Hendri Perangin Angin
langsung diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil di Taman Budaya Sumatera Utara
pada tahun 1990. Di SMK 11 Hendri Perangin Angin menekuni musik Barat yaitu
klarinet.
Sedangkan Winarto adalah seorang musisi tradisional dan Winarto
Kartupat juga mempunyai keahlian dalam membuat alat musik tradisional.
Winarto Kartupat juga pernah menekuni seni tari di Bagong Jogja. Selain
menekuni tari di Bagong Jogja, Winarto Kartupat juga mempelajari kesenian
tradisional yang lain seperti musik, teater, seni rupa dan bahkan di sanalah
Winarto Kartupat mempelajari cara membuat alat musik. Setelah beberapa tahun
Winarto Kartupat mengembangkan dan mempelajari kesenian di Bagong Jogja
dan akhirnya Winarto kembali ke Kota Medan dan diterima menjadi Pegawai
Negeri Sipil di Taman Budaya Sumatera Utara pada tahun 1990.
Terbentuknya Sumatera Incidental Music sangat besar pengaruh dari Ben
Pasaribu, dimana pada awal terbentuk Hendri Perangin Angin dan Winarto
Kartupat kerap meminta masukan dari Ben Pasaribu, baik itu berupa masukan
untuk menjalankan kinerja dari sebuah grup musik dan juga masukan dalam
sebuah komposisi musik. Pada awal terbentuknya Sumatera Incidental Music
hanya memiliki satu garapan musik, yaang diberi nama Kampung Halaman, dan
garapan ini berulang-ulang ditampilkan di berbagai pertunjukan baik itu sebuah

Universitas Sumatera Utara

peresmian sebuah gedung, pembukaan sebuah acara, dan lain-lain. Garapan ini
hanya digunakan untuk mengiringi tari.

2.2 Keberadaan dan Eksisistensi Sumatera Incidental Music di Kota
Medan
Keberadaan musik kontemporer khususnya di Sumatera Utara biasanya
tidak lepas dari fungsi musik tersebut yang hanya digunakan sebagai musik
pengiring, baik itu dalam mengiringi lagu, tari, maupun teater. Tetapi tidak jarang
pula musik kontemporer tersebut digarap tanpa untuk mengiring tari, lagu,
maupun teater. Musik kontemporer juga adalah sebuah komposisi musik yang
diaransemen oleh para musisi, dan biasanya musik kontemporer ini digarap
dengan tujuan untuk dipertunjukkan dan juga saat ini banyak dijumpai musik
kontemporer yang dijual di pasar dengan menggunakan rekaman audio maupun
video.
Sumatera Incidental Music adalah sebuah grup musik kontemporer dan
musiknya sering digunakan sanggar-sanggar tari maupun teater di kota Medan
sebagai musik pengiring tarian mereka dan juga musik pengiring dalam sebuah
teater baik itu secara live maupun melalui suatu rekaman audio visual. Sudah
banyak dijumpai keterlibatan Sumatera Incidental Music terhadap sanggarsanggar tari maupun teater di Kota Medan khususnya sanggar-sanggar yang
berada di Taman Budaya Sumatera Utara untuk menjadi musik pengiring sanggar
tersebut. Banyaknya sanggar-sanggar yang memakai musik grup Sumatera
Incidental Music, itu disebabkan latar belakang dari musik tradisional yang
dimiliki oleh Sumatera Incidental Music lebih dari satu tradisi. Hal itu merupakan

Universitas Sumatera Utara

salah satu kelebihan dari Sumatera Incidental Music dibandingkan dengan grup
musik tradisional yang lain, yang biasanya hanya menggarap musik tradisional
hanya dalam satu kebudayaan.
Berikut ini adalah tabel sanggar-sanggar tari maupun teater yang biasa
menggunakan musik dari Sumatera Incidental Music sebagai musik pengiring
mereka.

Tabel 1:
Daftar Sanggar-sanggar yang Biasa Menggunakan Muisk Produksi
Sumatera Incidental Music sebagai Musik Pengiring
No

Nama sanggar

Pimpinan

Keterangan
Tari

Teater

1

Nusindo

Irvansyah



2

Laklak Koreografer

Sry KNA



3

Semenda

Dillinar Nasution



4

ASM

dr. Riri



5

Patria

Yosrizal



6

Teater Anak Negeri

Idris Pasaribu



7

Teater Kampusipromo

Herwin



Sumber: Hendri Perangin Angin (wawancara 2011)
Sanggar-sanggar

tersebut

adalah

beberapa

sanggar

yang

pernah

menggunakan musik Sumatera Incidental Music sebagai musik pengiring sanggar
tersebut secara live. Selain sanggar tersebut masih banyak grup-grup khususnya
grup tari yang menggunakan musik dari Sumatera Incidental Music sebagai musik
pengiring tarian mereka. Dan biasanya grup-grup tari tersebut banyak yang hanya
menggunakan rekaman audio dari Sumatera Incidental Music untuk menjadi
muisk pengiring mereka. Musik tersebut biasanya diambil dari CD album
Sumatera Incidental Music.

Universitas Sumatera Utara

Dalam perjalanan musik Sumatera Incidental Music, mereka sudah pernah
membuat satu album dalam bentuk CD audio dan album tersebut diberi nama
Incidental Satu. Dalam album tersebut terdapat tujuh repertoar musik dan satu
diantaranya merupakan ciptaan dari Sumatera incidental Music, dua repertoar
ciptaan dari Hendri Perangin Angin, satu repertoar ciptaan dari Winarto kartupat
dan tiga repertoar musik tradisional tidak diketahui penciptanya (NN). Berikut ini
adalah daftar repertoar musik yang terdapat dalam album Incidental Satu:

Tabel 2:
Daftar Repertoar Musik yang Terdapat dalam Album Incidental Satu
No.

Judul Repertoar Musik

Ciptaan

1.

Sihutur Sanggul

NN

2.

Kijom-Kijom / Endeng-Endeng

NN

3.

Ersudip

Hendri Perangin Angin

4.

Gambus Menari

Hendri Perangin Angin

5.

Harapan

Winarto Kartupat

6.

Zapin Kasih Budi

NN

7.

Kampung Halaman

NN

Sumber: Sumatera Incidental Music (2011)

Dalam album tersebut Sumatera Incidental Music masih memiliki lima
anggota yaitu Hendri Perangin Angin, Winarto Kartupat, Hardoni Sitohang,
Sirtoyono, dan Yondik Tanto. Berikut ini adalah daftar alat musik yang dimainkan
setiap anggota Sumatera Incide

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi Pengelolaan, Pertunjukan, dan Struktur Musik.