Pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 22 Pamulang

PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP
MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII3 SMP
MUHAMMADIYAH 22 PAMULANG

Disusun Oleh:
Evi Rahmawati
NIM: 109011000191

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014 M / 1435 H

ABSTRAK
EVI RAHMAWATI

(109011000191), “Pengaruh Lingkungan Sekolah

Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII3 SMP Muhammadiyah 22
Pamulang”.
Kata Kunci: Lingkungan Sekolah, Motivasi Belajar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah
terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII3 SMP Muhammadiyah 22 Pamulang.
Secara oprasional yang dimaksud dengan lingkungan sekolah adalah
lingkungan yang berkaitan dengan fisik dan non fisik, lingkungan fisik adalah
segala sesuatu yang berkaitan dengan saran dan prasarana yang ada di sekolah,
seperti perpustakaan, laboratorium, ruangan kelas, dll. Sedangkan lingkunga non
fisik adalah pola hubungan antara guru dengan murid, murid dengan murid, dan
lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud motivasi belajar siswa adalah adanya
suatu dorongan yang kuat untuk melakukan kegiatan belajar, yang dipengaruhi
oleh faktor intrinsik, dan ekstrinsik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan
menggunakan penelitian lapangan, yaitu dengan melakukan teknik pengumpulan
data yang berupa observasi dan angket. Obyek penelitian di sini ialah siswa kelas
VIII3 SMP Muhammadiyah 22 Pamulang.
Dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, penyebaran
angket maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah berpengaruh terhadap
motivasi belajar siswa SMP Muhammadiyah 22 Pamulang.

vi

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur atas keagungan Allah SWT, Tuhan
Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu yang diciptakanNya. Segala nikmat
dan hidayah-Nya yang selalu mengalir merupakan suatu anugrah yang terindah
dalam kehidupan ini. Kemudahan dan kelancaran yang diberikan oleh Allah SWT
dalam penulisan skripsi ini merupakan hidayah-Nya yang sangat diharapkan oleh
penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini untuk memperoleh gelar Sarjana
Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2014.
Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammada SAW
beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Yang telah
membawa

manusia

kejalan

yang

benar

dengan

ajaran-ajaran

yang

disampaikannya.
Selanjutnya, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tak
terhingga kepada semua pihak yang membantu kelancaran penulisan skripsi ini,
baik berupa moril dan materil. Karena penulis yakin tanpa adanya bantuan dan
dukungan tersebut rasanya sulit bagi penulis untuk menyelesaikan penulisan
skripsi ini.
Disamping itu izinkan penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih
yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah berjasa dalam penulisan
skripsi ini, kepada yang terhormat:
1. Ibu Dra. Hj. Nurlena Rifa’I, MA. Ph.D selaku Dekan Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan.
2.

Bapak Dr. H Abdul Majid Khon, M.Ag selaku Kepala Jurusan Pendidikan
Agama Islam.

3. Ibu Hj. Marhamah Saleh, LC. MA selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan
Agama Islam.

vii

4.

Bapak Dr. H Abdul Majid Khon, M. Ag selaku pembimbing skripsi yang
senantiasa membimbing, mengarahkan dan memberikan motivasi kepada
penulis dalam melakukan penelitian.

5. Bapak M. Zuhdi, Ph.D selaku Dosen pembimbing akademik yang telah
membantu dan memberikan saran kepada penulis.
6.

Seluruh Dosen dan Staff jurusan Pendidikan Agama Islam.

7. Bapak Drs. Hudaefi selaku Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 22
Pamulang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan
penelitian di sekolah.
8. Bapak Roni Boan Elarika, S.Pd. yang telah membantu penulis selama
penelitian berlangsung.
9. Ibu Hj. Indratni Khair, S.Ag. yang senantiasa membantu penulis dalam
melakukan penelitian.
10. Para tata usaha sekolah, yang telah memberikan data-data dan informasi
sekolah dalam penelitian ini.
11. Para siswa dan siswi kelas VIII3 yang bersedia menjadi obyek dalam
penelitian ini.
12. Teristimewa untuk ayahanda tercinta H. Ach Satiri Zen dan ibunda
tercinta Hj. Hasanah yang selalu memberikan kasih sayang, doa dan
motivasi yang tak terhingga kepada penulis.
13. Saudara dan saudariku tersayang kepada Fitri Hidayati, Dini Amalia, H.
Ach Irhamsyah, Ahmad Muhajir, Muammar Salim, Nur Ali Akbar,
Riayatul Millah, Dan Sofi Kamilah yang telah memberikan doa dan
dukungan kepada penulis.
14. Tercinta Arif Susanto sebagai orang yang istimewa dalam hidup penulis,
orang yang selalu mendampingi penulis baik suka maupun duka, moril
maupun materi dalam melakukan penelitian.
15. Sahabat penulis Ulvi Sayyidah dan Na’afiah Dwi Budi Utami yang
senantiasa mendoakan dan meluangkan waktunya untuk membantu
penulis dalam melakukan penelitian.

viii

16. Keluarga besar jurusan Pendidikan Agama Islam kelas E angkatan 2009
yang selama ini bersama-sama menyelesaikan studi S1 di Universitas
Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta.
17. Keluarga besar jurusan Pendidikan Agama Islam peminatan Sejarah
Angkatan 2009 yang bersama-sama menyelesaikan studi S1 di Universitas
Islam NegeriSyarif Hidayatullah Jakarta.
Akhirnya penulis berharap semoga amal baik semua pihak yang telah
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini mendapatkan balasan dan
pahala dari Allah SWT. Semoga apa yang telah ditulis dalam skripsi ini dapat
bermanfaat untuk semua pihak. Amien ya Rabbal alamin.

Jakarta, 16 April 2014

Evi Rahmawati

ix

DAFTAR ISI
HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................

i

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ ii
UJI REFERENSI ...........................................................................................

iii

HALAMAN PERNYATAAN KARYA SENDIRI ..................................... iv
ABSTRAK ......................................................................................................

v

KATA PENGANTAR .................................................................................... vi
DAFTAR ISI ................................................................................................... x
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ............................................................................. 6
C. Pembatasan Masalah ............................................................................ 6
D. Perumusan Masalah .............................................................................. 7
E. Tujuan Penelitian.................................................................................. 7
F. Kegunaan Penelitian ............................................................................ 7
G. Penelitian yang Relevan ...................................................................... 8
BAB II KAJIAN TEORI
A. Lingkungan Sekolah ............................................................................. 9
1. Pengertian Lingkungan Sekolah ................................................... 9
2. Ruang Lingkup Lingkungan Sekolah ............................................ 11
3. Sifat dan Ciri Sekolah ................................................................... 11
4. Syarat-syarat Lingkungan sekolah yang Sehat.............................. 12
5. Tanggung Jawab Sekolah ............................................................. 14
6. Fungsi dan Peranan Sekolah ......................................................... 15
B. Motivasi Belajar ................................................................................... 17
1. Pengertian Motivasi Belajar .......................................................... 17
2. Macam-Macam Motivasi .............................................................. 19
3. Peran Motivasi Dalam Belajar ....................................................... 21
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar .................... 23

x

5. Indikator Berkembangnya Motivasi ............................................... 24
C. Kerangka Berfikir ................................................................................ 25
D. Hipotesis............................................................................................... 26
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................. 27
B. Metode Penelitian ................................................................................. 27
C. Variabel Penelitian ............................................................................... 27
D. Populasi dan Sampel ............................................................................ 28
E. Tehnik Pengumpulan Data ................................................................... 28
F. Tehnik Pengolahan Data ...................................................................... 30
G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penilaian .................................... 31
H. Tehnik Analisa Data ............................................................................. 32
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMPM 22 Pamulang .............................................. 36
B. Deskripsi Data ...................................................................................... 53
C. Analisis Data ........................................................................................ 79
D. Interpretasi Data .................................................................................. 85
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan .......................................................................................... 88
B. Saran ..................................................................................................... 90
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 90
LAMPIRAN

xi

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen ........................................................................... 29
Tabel 3.2 Skala Penilaian Instrumen ............................................................... 30
Tabel 3.3 Angka Presentase ............................................................................. 33
Tabel 3.4 Interpretasi Data .............................................................................. 34
Tabel 4.1 Daftar Nama-nama Guru SMPM 22 ................................................ 44
Tabl 4.2 Tenaga Kependidikan SMPM 22....................................................... 47
Tabel 4.3 Data Siswa-siswi SMPM 22 Pamulang ........................................... 47
Tabel 4.4 Luas Lantai Sekolah ......................................................................... 48
Tabel 4.5 Inventaris Kelas dan Ruang Kerja .................................................. 49
Tabel 4.6 Tata Ruang Sekolah ....................................................................... 50
Tabel 4.7 Sekolah Menyediakan Buku-buku Lengkap di Perpustakaan ....... 53
Tabel 4.8 Siswa Menbaca Buku di Perpustakaan ketika jam pelajaran kosong
.......................................................................................................................... 54
Tabel 4.9 Sekolah Menyediakan Laboratorium Untul Proses Pembelajaran ...
.......................................................................................................................... 55
Tabel 4.10 Guru Menggunaka infokus pada saat memberikan materi pelajaran
.......................................................................................................................... 55
Tabel 4.11 Sekolah Menyediakan Tempat Ibadah yang Nyaman.................... 56
Tabel 4.12 Lingkungan Sekolah Selalu Terjaga Kebersihannya ..................... 56
Tabel 4.13 Fasilitas di Sekolah Sangat Lengkap ............................................. 57
Tabel 4.14 Toilet di Sekolah Terjaga Kebersihannya ...................................... 57

xii

Tabel 4.15 Terawatnya Keindahan Taman yang ada disekolah ....................... 58
Tabel 4.16 Tersedianya Tempat Sampah Disetiap Ruangan disekolah .......... 58
Tabel 4.17 Siswa Memiliki Hubungan yang Harmonis dengan Guru ............. 59
Tabel 4.18 Siswa Menghormati dan Menghargai Setiap Nasehat Guru ......... 59
Tabel 4.19 Siswa Selalu Memperhatikan Guru Ketika Menerangkan ............. 60
Tabel 4.20 Guru PAI Acuh terhadap Kondisi Kelas ........................................ 60
Tabel 4.21 Siswa Bertanya Kepada Guru Mengenai Materi yang Belum
dipahami .......................................................................................................... 61
Tabel 4.22 Guru PAI Mendengarkan Segala Kritik yang diberikan Siswa ..... 61
Tabel 4.23Siswa Terpengaruh Dengan Gaya Hidup ........................................ 62
Tabel 4.24 Siswa Membantu Teman yang Belum Paham terhadap Mata
Pelajaran PAI ................................................................................................... 62
Tabel 4.25 Siswa Membantu Temannya Apabila Kesulitan dalam Belajar..... 63
Tabel 4.26 Siswa Selalu Berdiskusi dengan Temannya Tentang Pelajaran yang
Sulit .................................................................................................................. 63
Tabel 4.27 Rata-rata Jawaban Angket Lingkungan Sekolah .......................... 64
Tabel 4.28 Siswa Belajar Atas Kemauan Sendiri ........................................... 65
Tabel 4.29 Siswa Belajar Lebih dari 3 Jam dalam Satu Malam ...................... 65
Tabel 4.30Siswa Menggunakan Waktu Luang Untuk Belajar ......................... 66
Tabel 4.31 Siswa Belajar Keras Agar Prestasinya Naik .................................. 66
Tabel 4.32Kondisi Jasmani Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa .............. 67
Tabel 4.33 Kondisi Rohani Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa ............... 67

xiii

Tabel 4.34 Siswa Berusaha Mengerjakan PR dengan Baik ............................. 68
Tabel 4.35 Belajar Merupakan Suatu Kebutuhan Bagi Siswa ......................... 68
Tabel 4.36 Siswa Tidak Pernah Memperhatikan Pelajaran PAI dengan Baik,
Kerena Tidak Menyukainya

......................................................................... 69

Tabel 4.37 Siswa Memperbaikin Cara Belajarnya Tanpa Menuggu Arahan dari
Guru ................................................................................................................ 69
Tabel 4.38 Siswa Belajar Karena dipaksa Oleh Orang Tua ............................. 70
Tabel 4.39 Siswa Lebih Semangat Belajar Karena Mendapat Dorongan Dari
Teman-teman ................................................................................................... 70
Tabel 4.40 Siswa Mengerjakan Tugas Yang diberikan Guru ......................... 71
Tabel 4.41 Siswa Masuk Tepat Waktu Ketikan Pelajaran PAI Akan dimulai

71

Tabel 4.42 Siswa Menikmati Tugas Yang diberikan Oleh Guru PAI.............. 72
Tabel 4.43 Materi Pelajaran PAI Sangat Menarik Perhatian Siswa................. 72
Tabel 4.44 Siswa Membutuhkan Bantuan Guru Dalam Belajar ..................... 72
Tabel 4.45 Siswa Lebih Giat Belajar Karena Mendapat Arahan dari Guru..... 73
Tabel 4.46 Siswa Berharap Mendapat Pujian Atas Prestasi Yang didapatkan 73
Tabel 4.47 Guru PAI Menberikan Kepercayaan Kepada Siswa Untuk
Menyelesaikan Setiap Permasalahan Yang dihadapinya ................................. 74
Tabel 4.48 Rata-rata Skor Jawaban Angket Motivasi Belajar ........................ 75
Tabel 4.49 Hasil Angket Lingkungan Sekolah ................................................ 75
Tabel 4.50 Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa ............................................ 77
Tabel 4.51 Hasil Pengujian Validitas Lingkungan Sekolah............................. 80

xiv

Tabel 4.52 Hasil Pengujian Validitas Motivasi Belajar ................................... 71
Tabel 4.53 Analisis Korelasi Variabel X dan Y ............................................... 83

xv

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan
martabat manusia dan berlangsung sepanjang hayat, dilaksanakan dilingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan merupakan tanggung jawab
bersama antara keluarga, sekolah dan pemerintah.1
Misi utama lembaga pendidikan adalah mengajarkan budi pekerti, etika,
saling mengalah, dan mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan
pribadi. Hai ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga
maupun dalam masyarakat. Setelah itu institusi dan tenaga pendidik yang akan
mengajarkan keterampilan yang membuat benih manusia itu mampu menyokong
hidupnya sendiri di masa depan.
Dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia
untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan
kebudayaan. Dalam perkembangannya, istilah pendidikan atau paedagogie berarti
bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa
agar ia menjadi dewasa. Selanjutnya, pendidikan diartikan sebagai usaha yang
dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau
mencapai tingkat hidup atau kehidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.2
Pendidikan sekarang lebih berorientasi kepada bagaimana meningkatkan
kecerdasan,

prestasi, keterampilan dan bagaimana menghadapi persaingan.

Pendidikan moral dan berkarakter bukan lagi merupakan faktor utama seorang
anak dalam mengenyam pendidikan.
Sekolah adalah lembaga pendidikan yang penting sesudah keluarga.
Ketika anak meningkat usia enam tahun, perkembangan iptek, dan daya pikir
mereka telah sedemikian rupa sehingga mereka telah membutuhkan beberapa
1

M.Arifin, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), cet. 1, h. 71-

2

Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Gafindo persada, 2006), h.

71
1.

1

2

dasar-dasar pengetahuan. Masa antara 6 atau 7 tahun sampai 12 atau 13 tahun,
biasanya anak disebut masa intelek. Anak-anak telah cukup matang untuk belajar
dasar-dasar berhitung, ilmu-ilmu alamiah atau kemasyarakatan, perbendaharaan
atau ilmu bahasa, ilmu pengetahuan dan keagamaan.3
Sebagai pelanjut dari pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan dalam
lingkungan sekolah. Apa yang sudah ditanamkan dalam keluarga dilanjutkan pada
lingkungan sekolah. Oleh karena itu sekolah sering disebut sebagai lingkungan
kedua setelah keluarga.
Dewasa ini pendidikan di sekolah menjadi semakin penting dan mencakup
ruang lingkup yang lebih luas. Masyarakat modern menuntut adanya pendidikan
yang bersifat masal. Sebagaimana halnya dengan proses sosialisasi pada
umumnya, pendidikan sekolah mempunyai dua aspek penting, yaitu aspek
individual dan aspek sosial. Disatu pihak pendidikan sekolah bertugas
mempengaruhi dan menciptakan kondisi yang memungkinkan perkembangan
pribadi anak secara optimal. Dipihak lain pendidikan sekolah bertugas mendidik
anak mengabdikan dirinya kepada masyarakat.4
Pengaruh sekolah terhadap masyarakan pada dasarnya tergantung kepada
luas tidaknya kualitas out put (lulusan) pendidikan sekolah ini sendiri. Semakin
besarnya out pun tersebut disertai kualitas yang bagus dalam artian mampu
mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, maka tentu saja pengaruhnya
sangat positif bagi masyarskat. Sebaliknya apabila out put yang dikeluarkan
dengan SDM yang rendah secara kualitas itu juga akan menjadi masalah, tidak
saja bagi out put yang bersangkutan tetapi berpengaruh juga bagi masyarakat.
Dalam hal ini sekolahlah yang mempunyai peran penting untuk dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. Tugas guru dan pemimpin-pemimpin
sekolah di samping memberikan pendidikan budi pekerti, memberikan pula dasardasar pengetahuan. Ketika sekolah membuka tawaran dan mampu menggaransi
3

Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: PT Al-Ma’arif,
1989), cet. 8, h. 56-57
4
St. Vembriarto, Sosiologi pendidikan, (Jakarta: PT. GramediaWidiasarana Indonesia,
1993), cet. 1, h. 74.

3

mutu, baik sekolah pemerintah ataupun swasta, pilihan-pilihan masyarakat akan
semakin banyak. Kesadaran mereka membayar tidak lagi ditentukan oleh berapa
besar uang yang harus disetor, melainkan berapa baik mutu sekolahan tersebut.
Untuk merespon makin bervariasinya kebutuhan dan tuntutan masyarakat, sekolah
harus mampu berbeda dengan sekolah lain.5
Prestasi belajar di sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh bagaimana anakanak giat belajar dan dapat memahami pelajaran di sekolah, tapi juga kondisi
lingkungan sekolahnya yang mendukung. Lingkungan sekolah yang nyaman dan
bersih dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, anak-anak
menjadi lebih sehat dan dapat berpikir secara jernih, sehingga dapat menjadi anakanak yang cerdas dan kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat atau wahana yang paling umum
digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di
Indonesia. Lingkungan sekolah yang paling dianggap dapat menumbuhkan minat
dan merangsang para pelajar untuk berbuat dan membuktikan hasil pembelajaraan
yang diterima, khususnya pada bidang ilmu pengetahuan alam. Dalam setiap
aspek dan perilaku siswa tentunya tampak dari kebiasaan nya setiap hari.
Demikianlah dengan lingkungan kelas bahkan lingkungan sekolah sekalipun. Bila
lingkungan sekolah maupun lingkungan kelas termasuk ruangan kelas bersih dan
ditata sebaik – baiknya, maka motivasi belajar yang timbulpun akan
mengajak sahabat – sahabat untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran.
Karena, bila lingkungan sehat maka semua mahkluk hidup yang ada
disekeliling kita akan dapat bernafas dengan baik. Terutama kita sebagai siswa
dapat menerima materi pembelajaran dengan baik. Karena bila ruangan kelas
bersih, pastilah udara akan sejuk. Dan oleh karena itu otak dapat menjalankan
fungsi dan kegunaannya dengan sempurna. Otak dapat bekerja dengan cepat. Jika
lingkungan sehat dan bersih, otak dapat bekerja melebihi dari benda cepat apapun
yang pernah ada. Karena otak memiliki berjuta – juta rangsangan yang meliputi
dan melindungi otak agar otak dapat bekerja dengan maksimal.
5

1, h. 48.

Sudarwan Danim, Menjadi Komunitas pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), cet.

4

Setidaknya, dengan menjaga kebersihan, kita juga telah melestarikan dan
menjaga maupun menghargai bakat kita dalam Iptek. Karena orang sukses pasti
berasal dari lingkungan yang sehat dan bersih. Sehingga ia dapat berfokus pada
pembelajaran yang ia terima.
Sekolah tak lepas dari masyarakat, sekolah didirikan oleh masyarakat
untuk mendidik anak menjadi warga negara yang berguna dalam masyarakat.
namun disamping itu masyarakat atau lingkungan laboratorium dan sumber yang
penuh dengan kemungkinan untuk memperkaya pengajaran. Oleh karena itu,
setiap guru harus mengenal masyarakat dan lingkungannya dan menggunakannya
secara fungsional dalam pengajarannya.
Selain itu, sekolah dapat menjadi faktor penghambat proses belajar, jika ia
tampil sebagai lingkungan yang tidak menyediakan tempat bagi spontanitas anakanak. Hambatan lain yang ditimbulkan sekolah dapat dilihat melalui pembatasan
terhadap keinginan atau dorongan melakukan gerakan.
Iklim

sekolah

yang

tidak

menguntungkan

bagi

pergerakan

itu

mengakibatkan menurunnya prestasi belajar. Duduk berjam-jam, kegiatan senam
dan olahraga yang tidak cukup, kesempatan-kesempatan yang sangat sedikit untuk
turut aktif dalam proses belajar, serta program-program kegiatan perjalanan yang
hampir tidak ada. Gejala ini sudah seharusnya mendapat tanggapan yang kritis,
bukan saja dari sudut higiene fisis, tetapi juga dalam kaitannya dengan kesehatan
dan kemampuan belajar anak-anak.6
Sekolah yang sehat dan kondusif akan sangat memungkinkan para siswa
mampu mengembangkan rasa harga dirinya, serta dapat bersikap yang bebas dari
melakukan kesalahan. Sekolah itu akan memberikan kesempatan baginya untuk
mengumpulkan pengalaman-pengalaman yang positif dalam pergaulannya dengan
manusia-manusia yang lainnya.

6

11

Kurt Singer, Membina Hasrat Belajar di Sekolah, (Bandung: Remadja karya, 1987), h

5

Dalam hal anak mengalami kesulitan belajar atau tidak dapat
mengintegrasikan dirinya dalam kelompok belajar sering dianggap sebagai
masalah pribadi murid yang bersangkutan. Akan tetapi, bukankah banyak
kesulitan yang timbulnya justru sebagai akibat struktur dan program kerja
sekolah-sekolah tersebut.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa sekolah-sekolah tersebut ternyata
berusaha memerangi apa yang diakibatkan sendiri, misalnya kemalasan,
kurangnya perhatian, kepasifan, dan keagresifan. Berdasarkan pemikiran penulis
diatas maka penulis mengambil judul “Pengaruh Lingkungan Sekolah
terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Muhammadiyah 22 Setia Budi
Pamulang”.
B. Identifikasi Masalah
Dengan

memperhatikan

latar

belakang

di

atas,

maka

dapat

diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
a.

Motivasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 22 masih relatif rendah

b.

Lingkungan sekolah kurang mempengaruhi dalam motivasi belajar
siswa SMP Muhammadiyah 22

c.

Peran guru dan teman sebaya dalam memotivasi belajar siswa masih
kurang mendukung.

d.

Peran orang tua dalam memotivasi belajar siswa. Masih adanya orang
tua yang terlihat acuh kepada anaknya, sehingga memberi kepercayaan
sepenuhnya kepada sekolah dalam memberikan pendidikan.

e.

Sarana dan prasarana di sekolah kurang memadai sehingga dapat
mempengaruhi motivasi belajar

f.

Kemajuan teknologi merupakan tantangan perubahan zaman yang
mempunyai dampak negatif terhadap motivasi belajar siswa.

C.

Pembatasan masalah
Melihat banyaknya masalah yang ada, maka perlu ada pembatasan

masalah agar penelitian lebih terarah, antara lain:

6

1.

Lingkungan sekolah yang dimaksud dalam skripsi ini adalah lingkungan
didalam area sekolah baik fisik maupun non fisik. Lingkungan fisik seperti
masjid, perpustakaan, laboratorium, lapangan, ruang muldimedia, ruang
bimbingan konseling, poliklinik, dan lain-lain yang sifatnya berpengaruh
terhadap kelangsungan proses belajar mengajar disekolah. Sedangkan
lingkungan non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan
dengan hubungan antara murid dengan guru, dan antara guru dengan
sesama guru, antara murid dengan sesama murid.

2.

Motivasi yang dimaksud dalam skripsi ini adalah motivasi instrinsik dan
ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang bersumber dari dalam
individu itu sendiri, tersirat baik dari dalam tugas itu sendiri maupun pada
diri siswa yang didorong oleh keinginan untuk mengetahui, tanpa ada
paksaan dan dorongan dari orang lain. Sedangkan motivasi ekstrinsik
adalah sebuah motivasi yang bersumber akibat pengaruh dari luar
individu. Dengan adanya sebuah ajakan, suruhan, dan paksaan dari orang
lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu
atau belajar. Pelajar dimotivasi dengan adanya angka, ijazah, hadiah,
persaingan, dan pertentangan.

D. Perumusan Masalah
1. Bagaimana lingkungan sekolah di SMP Muhammadiyah 22 Pamulang ?
2. Bagaimana motivasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 22 Pamulang ?
3. Adakah pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa
SMP Muhammadiyah 22 Pamulang ?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang dilakukan disekolah ini adalah
a. Mengetahui kondisi lingkungan sekolah di SMP Muhammadiyah 22
Pamulang.
b. Mengetahui tingkat motivasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah
22 Pamulang.
c. Mengetahui besarnya pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi
belajar siswa SMP Muhammadiyah 22 Pamulang.

7

F. Kegunaan Penulisan
Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka penelitian ini
diharapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak antara lain:
a. Bagi Penulis
Sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan dan kajian keilmuan
tentang Lingkungan Sekolah dan motivasi belajar.
b. Bagi Sekolah atau Intuisi Pelaksana
Sebagai tambahan informasi dan dapat pula dijadikan bahan masukan
dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
c. Bagi Masyarakat
Sebagai tambahan pengetahuan dan informasi mengenai pengaruh
lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa.

G. Penelitian yang relevan
Ada beberapa penelitian sebelumnya yang dijadikan referensi bagi penulis,
diantaranya :
 Penelitian yang dilakukan oleh Olivia Andayani (2012) yang berjudul
“Lingkungan Sekolah Dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi Belajar Siswa
Di SMP

egeri

Depok” menyimpulkan bahwa lingkungan sekolah

memiliki peran yang cukup penting dalam memotivasi siswa, ini dapat
dilihat dari besarnya perhatian sekolah dalam memberikan penyuluhan
kepada guru dan karyawan untuk menjaga hubungan yang harmonis
dengan seluruh siswa. Guru juga dituntut untuk menciptakan suasana
belajar yang nyaman agar dapat memotivasi siswa. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi
belajar siswa di SMP Negeri 13 Depok mempunyai pengaruh yang penting
terhadap motivasi siswa di SMP 13 Depok.
 Penelitian yang dilakukan oleh Syukur Yakub (2012) yang berjudul
“Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di SMP
Darul Ma’arif Jakarta” menyimpulkan bahwa kontribusi lingkungan
sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada bidang Ilmu Pengetahuan

8

Sosial (IPS) sebesar 49% dan sisanya 51% dipengaruhi oleh faktor lain
diluar penelitian ini.
 Penelitian yang dilakukan oleh Afnita (2010) yang berjudul “Pengaruh

Perhatian Orang Tua Dan Lingkungan Tempat Tinggal Siswa Terhadap
Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam” menyimpulkan bahwa ada
korelasi yang signifikan antara perhatian guru, orang tua dan lingkungan
tempat tinggal siswa terhadap motivasi belajar pendidikan agama Islam.
Artinya semakin besar orang tua dalam memberikan perhatian dan
memilih lingkungan tempat tinggal yang baik, maka akan baik pula dalam
memberikan motivasi belajar terutama pendidikan agam Islam. Begitu
pula sebaliknya, semakin kurang orang tua memberikan perhatian dan
memilih tempat tinggal yang kurang layak, maka anak tidak akan
termotivasi untuk belajar.

9

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Lingkungan Sekolah
1. Pengertian Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah terdiri dari dua kata yaitu, lingkungan dan sekolah.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia lingkungan adalah “daerah (kawasan
dan sebagainya) yang termasuk didalamnya”.1
Menurut Zakiyah Darajat “lingkungan adalah segala sesuatu yang tampak
dan terdapat dalam alam kehidupan yang senantiasa berkembang. Ia adalah
seluruh yang ada, baikmanusia maupun benda buatan manusia, atau alam yang
bergerak atau tidak bergerak. Kejadian-kejadian atau hal-hal yang mempunyai
hubungan dengan seseorang”.2
Menurut Hafi Anshari “lingkungan adalah segala sesuatu yang ada
disekitar anak baik berupa benda, peristiwa, maupun kondisi masyarakat, terutama
yang dapat memberi pengaruh kuat pada anak yaitu lingkungan dimana proses
pendidikan berlangsung dan dimana anak bergaul sehari-hari”.3
Menurut Sratain (ahli psikologi Amerika) yang dimaksud dengan
lingkungan (environment) meliputi kondisi dan alam dunia ini yang dengan caracara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau
lift prosess.4
Jadi dapat disimpulkan lingkungan adalah segala sesuatu yang ada
disekitar kita yang berupa fisik maupun non fisik. Yang mana keduanya sangat
berpengaruh terhadap perkembangan pola tingkah laku dan berfikir seseorang.

1

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka), h. 526
2
Zakiyah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: BumiAksara, 2008), cet. VII, h. 63.
3
Hafi Anshari, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1982), h. 90
4
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta; Raja Grafindo Persada, 2006), h. 32

9

10

Sedangkan sekolah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan
bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan
memberi pelajaran5
Sekolah adalah suatu lembaga yang didirikan untuk proses pembelajaran
anak dibawah pengawasan guru dengan tujuan untuk meningkatkan kecerdasan
serta pembentukan moral dan karakter anak agar menjadi individu yang lebih
berkualitas.
Sekolah merupakan sarana yang sengaja dirancang untuk melaksanakan
pendidikan , seperti yang dikemukakan bahwa karena kemajuan zaman keluarga
tidak mungkin lagi memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda
terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin maju masyarakat , semakin
penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk
kedalam proses pembangunan masyarakat itu. Oleh karena itu sekolah sebagai
pusat pendidikan mampu melaksanakan fungsi pendidikan secara optimal yaitu
mengembangkan kemampuan meningkatkan mutu kehidupan dan martabat
bangsa Indonesia.6
Dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah adalah seluruh komponen
atau bagian yang terdapat didalam sekolah, yang mana seluruh komponen dan
bagian tersebut ikut berpengaruh dan menunjang dalam proses pencapaian tujuan
pendidikan yang ada di sekolah.
Secara garis besar lingkungan sekolah sangatlah berpengaruh terhadap
sebuah proses pembelajaran bagi anak didik, karena bagaimanapun lingkungan
sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan.Pada
dasarnya lingkungan mencakup:
a. Tempat (lingkungan fisik) ; keadaaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam.
b. Kebudayaan (lingkungan budaya) ; dengan warisan budaya tertentu
bahasa,seni, ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, keagamaan
5

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka), h. 796
6
Ericson Damanik, Pengertian Sekolah, 2013,
(http://sondyi.blogspot.com/2013/05/nilai-estetika-pendidikan.html)

11

c. Kelompok hidup bersama (lingkungan sosial atau masyarakat) ; keluarga,
kelompok bermain, desa, perkumpulan7

2. Ruang Lingkup Lingkungan Sekolah
Dari penjelasan ruang lingkup diatas maka dapat dijelaskan bahwa ruang
lingkup sekolah adalah:
a. Lingkungan fisik sekolah : bangunan sekolah, sarana dan prasarana
sekolah, keadaan geografis di sekitar sekolah.
b. Lingkungan budaya sekolah : intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
c. Lingkungan sosial sekolah : kelompok belajar siswa, ekstrakurikuler
dan intrakurikuler, proses belajar mengajar di dalam kelas.
“Lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam
proses pendidikan (pakaian, kedaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat
peraga, dan lain-lain) dinamakan lingkungan pendidikan”.8
Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada dan terjadi
disekeliling proses pendidikan. (Manusia dan lingkungan fisik). Jadi lingkungan
sekolah merupakan lingkungan yang berpengaruh kedua setelah lingkungan
keluarga, dan adapun keberhasilan proses pembelajaran tidak hanya ditentukan
oleh sebuah proses atau lingkungan sekolah saja melainkan lingkungan keluarga
dan lingkungan masyarakat juga menjadi faktor penunjang keberhasilan tersebut.
3. Sifat dan Ciri-ciri Sekolah
Pada dasarnya pendidikan disekolah merupakan bagian dari pendidikan
keluarga, yang sekaligus merupakan lanjutan dalam keluarga.
Disamping itu, pendidikan sekolah juga mempunyai ciri-ciri khusus
sebagai berikut:
a. Diselenggarakan secara khusus dan dibagi atas jenjang pendidikan.
b. Usia siswa (anak didik) disuatu jenjang yang relatif homogen.

7

Hasbullah, Dasar-dasarIlmuPendidikan, h 33
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan , h 33

8

12

c. Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan program pendidikan
yang harus diselesaikan.
d. Isi pendidikan (materi) lebih banyak yang bersifat akademis dan
umum.
e. Mutu pendidikan sangat ditekankan sebagai jawaban terhadap
kebutuhan dimasa yang akan datang.
Berkenaan dengan sumbangan sekolah terhadap pendidikan itulah, maka
sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a. Tumbuh sesudah keluarga
b. Lembaga pendidikan formal
c. Lembaga pendiidkan yang tidak bersifat kodrati9

4. Syarat-syarat Lingkungan Sekolah Yang Sehat
a. Lapangan bermain
Fasilitas lapangan bermain adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi
kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya yang berhubungan dengan
ketangkasan dan pendidikan jasmani. Selain itu lapangan bermain juga dapat
digunakan untuk kegiatan bermain siswa, kegiatan upacara/apel pagi, dan
kegiatan perayaan/pentas seni yang memerlukan tempat yang luas.
b. Pepohonan rindang
Semakin pesatnya pertumbuhan sebuah daerah menyebabkan pepohonan
rindang habis ditebangi untuk dijadikan bangunan, terlebih jika harga tanah
ikut melonjak naik. Inilah yang menjadikan jumlah oksigen berkurang.
Oksigen adalah salah satu pendukung kecerdasan anak. Kadar oksigen yang
sedikit pada manusia akan menyebabkan suplai darah ke otak menjadi lambat,
padahal nutrisi yang kita makan sehari-hari disampaikan oleh darah ke
seluruh tubuh kita. Karena itulah dibutuhkan banyaknya pohon rindang di
lingkungan pekarangan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah.

9

Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, h 35

13

c. Sistem sanitasi dan sumur resapan air
Sistem sanitasi yang baik adalah syarat terpenting sebuah lingkungan
layak untuk ditinggali. Dengan sistem sanitasi yang bersih, maka seluruh
warga sekolah akan dapat lebih tenang dalam mengadakan proses belajar
mengajar. Selain itu diperlukan juga sistem sumur resapan air untuk
mengaliri air hujan agar tidak menjadi genangan air yang dapat menjadikan
kotor lingkungan sekolah, atau bahkan membahayakan apabila didiami oleh
jentik-jentik nyamuk.
d. Tempat pembuangan sampah
Sampah adalah salah satu musuh utama yang mempengaruhi kemajuan
suatu peradaban. Semakin bersih suatu tempat, maka semakin beradab pula
orang-orang di tempat itu. Terbukti dari kesadaran penduduk-penduduk di
negara maju yang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dalam
masalah sampah di sekolah, perlunya ditumbuhkan kesadaran bagi seluruh
warga sekolah untuk turut menjaga lingkungan. Caranya adalah dengan
menyediakan tempat pembuangan sampah berupa tong-tong sampah dan
tempat pengumpulan sampah akhir di sekolah, dan memberikan contoh
kepada siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.
e. Lingkungan sekitar sekolah yang mendukung
Adanya kasus di beberapa daerah, misalnya lingkungan sekolah yang
dekat dengan pabrik yang bising dan berpolusi udara, atau lingkungan
sekolah yang berada di pinggir jalan raya yang selalu padat, atau bahkan
lingkungan sekolah yang letaknya berdekatan dengan tempat pembuangan
sampah atau sungai yang tercemar sampah sehingga menimbulkan
ketidaknyamanan akibat bau-bau tak sedap. Kasus-kasus tersebut adalah
kasus yang perlu penanganan langsung dan serius dari pemerintah.
Lingkungan sekitar sekolah yang seperti itu akan dapat menyebabkan siswa
cenderung tidak nyaman belajar, atau bahkan penurunan kualitas kecerdasan
akibat

polusi

tersebut.

Karena

itulah

sudah

saatnya

pemerintah

memperhatikan generasi penerusnya ini, karena beberapa kasus terjadi malah
diakibatkan pemerintah itu sendiri. Contohnya, sebuah sekolah yang sudah

14

berada di lingkungan yang mendukung, tapi tiba-tiba harus merasakan imbas
dari pembangunan proyek di sekitar sekolah itu akibat pemerintah yang tidak
mengindahkan sistem tata kota yang sudah ada.
f. Bangunan sekolah yang kokoh dan sehat
Banyak sekali adanya kasus tentang bangunan sekolah yang roboh di
Indonesia. Entah itu karena bangunannya sudah tua, ataupun bangunan baru
yang dibangun dengan asal-asalan. Ini juga adalah kewajiban pemerintah
untuk mengatasinya. Karena bangunan sekolah sudah semestinya dibangun
dengan kokoh dan memiliki syarat-syarat bangunan yang sehat, seperti
ventilasi yang cukup dan luas masing-masing ruang kelas yang ideal.10
Jadi lingkungan sekolah dapat dikatakan sehat apabila segala sesuatu yang
ada disekitarnya baik didalam maupun diluar sekolah dapat menunjang proses
pencapaian tujuan pendidikan yang mana didukung dari faktor kelengkapan
fasilitas sekolah, kebersihan, serta kenyamanan lingkungan.

5. Tanggung Jawab Sekolah
Sebagai pendidikan yang bersifat formal, sekolah menerima fungsi
pendidikan berdasarkan asas-asas sebagai berikut:
a. Tanggung jawab formal kelembagaan, sesuai dengan fungsi dan tujuan
yang ditetapkan menurut ketentuan yang berlaku, Undang-undang
Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003.
b. Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan, dan tingkat
pendidikan yang dipercayakan kepadanya oleh masyarakat dan bangsa
c. Tanggung jawab fungsional, ialah tanggung jawab profesional,
pengelola, dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini
berdasarkan ketentuan-ketentuan jabatannya.11
Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka
diserahkan kepadanya. Karena itu sumbangan sekolah sebagai lembaga
pendidikan, diantaranya adalah:
10

Lutfi Nur Azizah, Lingkungan Sehat Disekolah, 2013, (http://lingkungansehatmts3mojoroto.blogspot.com/)
11
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, h. 47

15

a. Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang
baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
b. Sekolah

memberikan

pendidikan

untuk

kehidupan

di

dalam

masyarakat yang sukar, atau tidak dapat diberikan di rumah.
c. Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan, seperti
membaca, menulis, berhitung, serta ilmu-ilmu lain yang sifatnya
mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
d. Disekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, dan
membedakan benar salah.12

6. Fungsi Dan Peranan Sekolah
Berbicara mengenai fungsi dan peranan sekolah sebagai lembaga yang
membantu lingkungan keluarga, maka sekolah bertugas mendidik dan mengajar
serta memperbaiki tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarganya, dilain
sisi juga mempunyai fungsi dalam pengembangan kecerdasan, pikiran, dan ilmu
pengetahuan.
Sekolah

adalah

tempat

mendidik

dan

mengajar

anak-anak.

Sekolahmempunyaitata tertib dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh
murid-murid. Sekolah didirikan dengan tujuan menarik masyarakat ketingkatan
yang lebih tinggi. Tujuan sekolah melaksanakan dasar yang pokok yaitu,
mendidik semua anak-anak dengan pendidikan yang sebenarnya, sehingga mereka
menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat dikemudian hari. Apabila anggota
itu buruk dan lemah, niscaya masyarakat akan buruk dan lemah pula. Apabila
tiap-tiap anggota masyarakat itu sempurna, niscaya masyarakat akan sempurna
pula. Maka kemajuan masyarakat tidak akan tercapai, kecuali dengan baiknya
sekolah-sekolah rakyat.13
Sekolah merupakan waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu
sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan
utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa
12

Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, h. 34-35
Mahmud Yunus, Pokok-pokok Pendidikan dan Pengajaran, (Jakarta: PT Hidakarya
Agung), h.29
13

16

anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara
berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan
estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan sekolah anak-anak
didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga
memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan
sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran di atas. “Sedangkan tugas sekolah
ialah mempersiapkan anak-anak untuk mengisi kebutuhan masyarakat tempat
tiggalnya dan untuk menempuh kehidupan yang sempurna, sehingga mereka
mendapat kebahagiaan bersama masyarakatnya.”14
Peranan sekolah sebagai lembaga yang membantu lingkungan keluarga
maka sekolah bertugas mendidik, mengajar, serta memperbaiki dan memperhalus
tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarganya.
Sementara itu, dalam perkembangan kepribadian anak didik, peranan
sekolah melalui kurikulum, antara lain sebagai berikut:
a. Anak didik belajar bergaul sesama anak didik, antara guru dengan
anak didik, dan antara anak didik dengan orang yang bukan guru
(karyawan).
b. Anak didik belajar mentaati peraturan-peraturan sekolah.
c. Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang
berguna bagi nusa dan bangsa, serta bagi agama dan negara15
Jadi secara garis besar pembentukan pola pikir,kecerdasan serta sebuah
karakter pribadi anak yang baik itu semua tidak lepas dari peran sekolah.Menurut
Suwarno dalam bukunya “Pengantar Umum Pendidikan” sebagaimana dikutip
oleh Hasbullah, fungsi sekolah sebagai berikut:
a. Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan
Disamping mengembangkan pribadi anak didik, fungsi sekolah yang
lebih penting adalah menyampaikan pengetahuan.
b. Spesialisasi

14
15

Mahmud Yunus, Pokok-pokok Pendidikan dan Pengajaran, h. 29
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, h.50

17

Sekolah mempunyai fungsi sebagai lembaga sosial yang khusus
mendidik dan mengajar.
c. Efisiensi
Pendidikan disekolah dilaksanakan secara terprogram dan sistematis,
didalam sekolah dapat dididik sejumlah besar anak secara sekaligus.
d. Sosialisasi
Sekolah mempunyai peranan penting dalam proses membantu
perkembangan individu menjadi makhluk sosial, yang dapat beradaptasi
dengan baik dimasyarakat.
e. Konservasi dan Transmisi cultural
Memelihara warisan budaya yang hidup dalam masyarakat, dengan
jalan menyampaikan warisan kebudayaan.
f. Transisi dari rumah ke masyarakat
Disekolah seorang anak mendapat kesempatan untuk melatih berdiri
sendiri

dan

tanggung

jawab

sebagai

persiapan

untuk

hidup

dimasyarakat.16
Selain itu fungsi sekolah adalah mewariskan nilai-nilai kebudayaan masa
lalu kepada generasi muda, membahas, menilai secara kritis, danmenyeleksi nilai
kebudayaan masa kini untuk memberikan kecakapan, keterampilan kepada
generasi muda agar dapat hidup dan produktif, serta mengembangkan daya cipta
untukmemperbaiki keadaan masa kini dan menciptakan keadaan yang lebih baik
untuk masa datang.17

B. Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan,
pengasalan, dan motivasi.Kata “motif”, dapat diartikan sebagai daya upaya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif juga dapat katakan sebagai
daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas16

Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, h. 50-51
Tim Didaktik Metodik IKIP Surabaya, Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM,
(Jakarta; PT.Raja Grafindo Persada, 1995), Cet.5, h 111.
17

18

aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan
sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Berawal dari kata “motif” itu, maka
motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif
menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai
tujuan sangat dirasakan/mendesak.18
Motif-motif ini hanya aktif pada saat-saat tertentu saja, yaitu apabila
kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan mendesak. Apabila suatu
kebutuhan dirasakan mendesak untuk dipenuhi, maka motif atau daya penggerak
menjadi aktif. Motif atau daya penggerak yang telah menjadi aktif inilah disebut
motivasi.
Menurut Alisuf Sabri “Motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi
pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong orang untuk memenuhi
suatu kebutuhan. Dan sesuatu yang dijadikan motivasi itu merupakan suatu
keputusan yang telah ditetapkan individu sebagai suatu kebutuhan atau tujuan
yang nyata ingin dicapai”.19
Motivasi adalah suatu terhadap diri kita agar kita melakukan sesuatu hal.
Dorongan yang kita dapat itu bersumber dari mana saja, entah itu dari diri kita
sendiri ataupun dari orang lain. Dorongan yang kita sebut motivasi itu juga yang
menjadi suatu sumber tenaga seseorang dalam mengerjakan suatu hal agar
seseorang mencapai suatu tujuan yang diinginkan.
Menurut Hamzah“Belajar adalah suatu pengalaman yang diperoleh berkat
adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Belajar menunjukkan
suatu proses perubahan prilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau
pengalaman tertentu”.20
Dari pengertian salah satu ahli diatas maka, belajar adalah suatu proses
atau semua aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang sehingga

18

Sadirman A.M, Interaksi dan motivasi belajar mengajar, (Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2006), h.73
19
AlisufSabri, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan, h. 128.
20
Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008),
cet. 3, h. 22.

19

menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda antara sebelum dan sesudah
belajar.
Belajar adalah proses memperoleh pengetahuan bukan hanya melalui
sekolah tetapi melalui lingkungan dan interak sisosial.
“Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi.
Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara
potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan (reinforced practice)
yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu”.21
“Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non
intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa
senang dan bersemangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat, akan
memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar”.22
Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa harsat dan
keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita.
Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar
yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Tetapi harus diingat, kedua
faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu, sehingga seseorang
berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat.23

2. Macam-macam Motivasi
Menurut Sartain sebagaimana dikutip oleh Ngalim Purwanto, motif-motif
itu dibagi menjadi dua golongan yaitu:
1. Physiological drive adalah dorongan-dorongan yang bersifat fisiologis
atau jasmaniyah, seperti lapar, haus, dan sebagainya.
2. social motives ialah dorongan-dorongan yang ada hubungannya denga

Dokumen yang terkait

Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Viii3 Smp Muhammadiyah 22 Pamulang

4 63 161

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA

0 7 85

PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA Pengaruh Lingkungan Sekolah dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X dan XI Ips SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016.

0 3 15

PRESTASI BELAJAR IPS TERPADU DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII Prestasi Belajar IPS Terpadu Ditinjau dari Motivasi Belajar dan Lingkungan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 10 Sur

0 0 16

PRESTASI BELAJAR IPS TERPADU DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII Prestasi Belajar IPS Terpadu Ditinjau dari Motivasi Belajar dan Lingkungan Sekolah Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 10 Sur

0 3 9

PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Menengah Atas Negeri

0 2 18

PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH DAN KESULITAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Kesulitan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri

0 2 18

PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH DAN KESULITAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Kesulitan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri

0 3 13

PENGARUH INTERAKSI BELAJAR DAN MOTIVASI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP Pengaruh Interaksi Belajar dan Motivasi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012.

0 0 17

PENGARUH INTERAKSI BELAJAR DAN MOTIVASI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP Pengaruh Interaksi Belajar dan Motivasi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012.

0 0 14

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23