LAKIP UPT. BPML – LIPI 2012
4
a. Tanah dan Bangunan Gedung
UPTBalai Pengolahan Mineral Lampung LIPI berlokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Tajungbintang, Kabupaten Lampung Selatan menempati tanah seluas 12,1 hektar sudah
bersertifikat hak pakai, dan satu hektar tanah di Desa Lematang sudah bersertifikat hak pakai yang rencananya diperuntukkan sebagai Sarana Laboratorium Bukan Logam.Dua
unit Bangunan Gedung kantor menempati tanah seluas 800 m
2
dengan didukung oleh peralatan kantor untuk kegiatan administrasi dan kegiatan ilmiah lainnya serta
bangunan untuk kegiatan operasional menempati lahan seluas 2 hektar. Selain itu, UPT BPML memiliki tanah seluas 674 m
2
berikut bangunannya dengan bersertifikat hak pakai yang berada di Jalan P. Diponegoro No. 45B Teluk Betung, Bandar Lampung yang
digunakan sebagai Rumah Jabatan dan juga dapat digunakan sebagai tempat peristirahatan tamu LIPI.
b. Sarana Produksi
Sarana Pengecoran Logam
Sarana pengecoran dilengkapi dengan satu unit tungku kupola berkapasitas 1 ton, dua unit Induction Furnace masing-masing kapasitas 500 kg dan satu unit
pengecoran non-ferro.
Perbengkelan
Sarana perbengkelan UPT untuk melayani perbaikan dan perawatan serta memelihara peralatan pendukung pada proses peleburan, peralatan listrik dan air,
las dan pekerjaan mekanik maupun pekerjaan sipil untuk menunjang kegiatan penambangan dan pengolahan mineral.
Sarana Penambangan
Sarana penambangan dengan memiliki satu unit Crushing Plant, dua unit Wheel Loaderdan 1 satu unit Exavator untuk pengangkutan mineral.
Gudang bahan baku
Gudang bahan baku sebagai tempat penyimpanan bahan baku dengan luas 1000 m
2
.
Bangunan briket
Satu buah bangunan briket seluas 300 m
2
dilengkapi dengan dua unit tungku karbonisasi kapasitas masing-masing 1 ton, satu buah Mixer, dua unit mesin
pencetak briket.
c. Sarana Penelitian dan pengembangan
Sarana produksi yang tersedia dimanfaatkan sebagai sarana penelitian, pengembangan
LAKIP UPT. BPML – LIPI 2012
5
dan rekayasa antara lain :
Unit pengecoran logam, lengkap dengan mesin pembuatcetakan pasir sand mold dan mesin centrifugal casting untuk pengembangan teknologi pengecoran.
Unit permesinan untuk pembuatan komponen dan pengerjaan akhir produk cor logam finishing
Unit heat treatment untuk meningkatkan kualitas struktur produk pengecoran
Unit perbengkelan dan rekayasa untuk pembuatanrancang bangun alat.
Unit laboratorium analisa kimia untuk menganalisa bahan baku mineral, hasil produksi dan produk sampingan lainnya.
3 Sumber Dana
a Anggaran DIPA Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran memuatrincian Belanja Pegawai
Mengikat dan Tidak mengikat, Belanja barang Mengikat dan TidakMengikat, dan Belanja Modal.
Dalam DIPA UPT. BPML, dibagi dalam dua program sebagai berikut: 1.
Kegiatan Kemampuan Teknologi Pengolahan Bahan Mineral Kegiatan Tematik, dengan ko ponen kegiatan Peran angan Tungku PengolahanBijih Mangan enjadi
Ferro angan .
2. Kegiatan Tata Kelola Pendukung Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik yang terdiri
dari komponen: a.
Pembayaran Gaji dan Tunjangan pegawai b.
Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran c.
Peningkatan Jasa Pelayanan Litbang Iptek PNBP d.
Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Satker Anggaran DIPA UPT. BPML tahun 2012 sebesar Rp5.439.439.000,-. Tahun ini mengalami
kenaikan anggaran sebesar 21,61 dibandingkan tahun 2011. Anggaran Kegiatan Tematik turun sebesar 37,84 dibandingkan tahun lalu sedangkan anggaran untuk PNBP naik
sebesar 18,06.Pada tahun 2012 juga dilakukan refocusing kegiatan Tematik sesuai dengan arahan dari LIPI dimana untuk UPT BPML terjadi pengurangan kegiatan penelitian
dari 3 tiga kegiatan menjadi 1 satu kegiatan. b
Pada tahun 2012, UPT BPML kembali menerima anggaran dari KNRT dalam bentuk Program Insentif Penguatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa PKPP sebesar
Rp500.000.000,- dan program Insentif Sistem Inovasi Nasional SINAS sebesar Rp750.000.000.- dengan jumlah kegiatan sebanyak 2 dua kegiatan untuk masing-masing
LAKIP UPT. BPML – LIPI 2012
6
program. Jumlah ini meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun 2011, yaitu dari Rp450.000.000,- di tahun 2011 menjadi Rp. 1.250.000.000,- di tahun 2012.
1.4 Sistimatika dan Ruang Lingkup Laporan