Perumusan Masalah Pembatasan Masalah Kerangka Konsep

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat dikemukakan perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Bagaimana pemberitaan pembatasan BBM subsidi di TV One berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM.

1.3 Pembatasan Masalah

Untuk menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas sehingga dapat mengaburkan penelitian, maka peneliti menetapkan pembatasan masalah yang lebih jelas dan spesifik mengenai hal-hal yang diteliti. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Penelitian bersifat korelasional yang menjelaskan hubungan antara pengaruh pemberitaan pembatasan BBM subsidi di TV One terhadap perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM. b. Yang diteliti hanya berita mengenai pembatasan BBM bersubsidi yang ditayangkan TV One dari bulan Desember 2010 sd bulan Februari 2011. c. Objek dari penelitian adalah mahasiswa USU yang menggunakan kendaraan bermotor dan yang pernah menonton berita mengenai pembatasan BBM bersubsidi di TV One minimal 3 kali. Universitas Sumatera Utara 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : a. Untuk mengetahui frekuensi menonton berita di TV One pada mahasiswa USU. b. Untuk mengetahui frekuensi menonton berita mengenai pembatasan BBM bersubsidi di TV One. c. Untuk mengetahui kualitas tayangan berita mengenai pembatasan BBM bersubsidi di TV One. d. Untuk mengetahui perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM. e. Untuk mengetahui pengaruh pemberitaan pembatasan BBM subsidi terhadap perilaku mahasiswa USU dalam memilih bahan bakar.

1.4.2 Manfaat penelitian

Adapaun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menguji berbagai teori yang digunakan untuk mengukur pengaruh pemberitaan . b. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah penelitian serta menambah bahan referensi dan sumber bacaan di lingkungan USU. c. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah dan pihak-pihak yang membutuhkan pengetahuan berkenaan dengan penelitian ini. Universitas Sumatera Utara

1.5 Kerangka Teori

Teori merupakan himpunan konstruksi konsep, definisi dan preposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut Rakhmat, 2004:6. Teori berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, dan memberikan pandangan terhadap sebuah permasalahan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1.5.1 Komunikasi

Secara epistemolopgi istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari bahasa latin yakni communication, dan bersumber dari kata communis yang berarti “ sama ”. Sama dalam arti kata ini bisa dikatakan dengan pemaknaan yang sama. Jadi, secara sederhana dalam proses Komunikasi yang terjadi adalah bermuara pada usaha untuk mendapatkan kesamaan makna atau pemahaman pada subjek yang melakukan komunikasi tersebut. Komunikasi bukan hanya hal yang paling wajar dalam pola tindakan manusia, tetapi juga paling rumit Purba dkk,2006;29. Ungkapan di atas tidak dapat dipungkiri karena Komunikasi merupakan hal yang dilakukan sejak manusia lahir ke bumi. Komunikasi dapat diartikan sebagai bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain sengaja atau tidak sengaja, dan tidak terbatas pada komunikasi verbal saja Cangara,2003:20. Dalam perkembangannya, banyak ahli komunikasi mendefinisikan komunikasi secara berbeda-beda. Sejak awal abad 20 tepatnya 1930-1960, definisi-definisi mengenai komunikasi telah banyak diungkap, ketika itu para ahli di Amerika Serikat mulai merasakan kebutuhan akan “Science Of Communication”, dan diantaranya Universitas Sumatera Utara adalah Carl I Hovland. Menurutnya ilmu komunikasi adalah salah satu usaha yang sistimatis untuk merumuskan secara tegas atas dasar azas-azas tersebut disampaikan informasi serta dibentuk dan sikap a systematic to formulate in regurous fashin the principles by which information is teransmitted and opinions and attitudes are formed Purba dkk,2006:29. Jika Carl I. Hovland mendefinisikan Komunikasi sebagai usaha yang sistimatis, maka Harold Laswell menerangkan cara terbaik untuk menggambarkan Komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Who Says What channel To Whom Whit What Effect? Yang berarti “Siapa Mengatakan Apa dengan Saluran Apa Kepada Pengaruh Bagaimana?” Mulyana,2005:62.

1.5.2 Televisi sebagai Media Komunikasi Massa

Televisi TV berasal dari kata tele yang artinya jauh dan vision, artinya tampak. Jadi, televisi adalah suatu alat komunikasi yang tampak atau dapat dilihat dari jarak jauh. Televisi juga bisa dikatakan sebagai perangkat elektronik yang dapat disaksikan atau dinikmati. Televisi juga merupakan alat yang dapat menampilkan gambar pada layar berasal dari gelombang frekuensi tinggi tanpa perantara fisik. http;duniatv.bogspot.com200802sejarah-televisi.html Di Indonesia, pada tahun 1962 menjadi tonggak pertelevisian nasional Indonesia dengan berdiri dan beroperasinya TVRI. Pada perkembangan TVRI menjadi alat strategis pemerintah dalam banyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial hingga kegiatan-kegiatan politik. Selanjutnya televisi terus berkembang ditandai dengan banyaknya stasiun swasta yang bermunculan, seperi Indosiar, RCTI, SCTV, Metro TV, TV One, Global TV dll. Media televisi mampu mendekatkan peristiwa dan tempat kegiatan dengan penontonnya. Universitas Sumatera Utara Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui televisi maka setiap audiens dapat menerima informasi dalam ruang lingkup yang sangat luas.

1.5.3 Berita A. Pengertian

Berita adalah laporan mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media on-line internet. Menurut Willard C. Bleyer, berita merupakan sesuatu yang terbaru yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar. Karena itu ia dapat menarik atau mempunyai makna bagi pembaca surat kabar, atau karena jika dapat menarik pembaca - pembaca tersebut. http:kries07.blogspot.com200902pengertian-berita.html, 10 Februari 2011 Sedangkan menurut William S. Maulsby, berita adalah suatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta yang mempunyai arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar yang memuat berita tersebut.

B. Klasifikasi berita

Berita dapat diklasifikasikan ke dalam 2 kategori : berita berat hard news, berita ringan soft news. Jenis - jenis berita : 1. Straight News Report, adalah laporan langsung mengenai suatu kejadian 2. Depth News Report 3. Comperhensive News, merupakan laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek. Universitas Sumatera Utara Di dalam membuat sebuah berita ada unsur-unsur yang perlu di parhatikan yaitu 5W + 1H. Unsur ini adalah untuk mengetahui dengan tepat apa yang akan disiarkan atau disampaikan dalam bentuk berita. Itulah rumus yang sering dugunakan oleh para jurnalis. baiklah kita akan bahas satu persatu dengan ringkas berikut ini : 1. W1 = What Ini adalah untuk menanyakan tentang apa yang akan kita tulis, tema apa yang akan diangkat dalam berita, atau hal apa yang akan dibahas dalam berita tersebut. 2. W2 = Who adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama di WHAT. unsur siapa selalu menarik perhatian pembaca, apalagi manusia yang menjadi objek berita itu adalah seorang yang aktif di bidangnya. Unsur SIAPA ini harus dijelaskan dengan menunjukkan cirri-cirinya seperti nama, umur, pekerjaan, alamat serta atribut lainnya berupa gelar bangsawan, suku, pendidikan pangkatjabatan. 3. W3 = When Unsur ini adalah menanyakan kapan peristiwa itu terjadi. jadi dalam sebuah berita tentunya akan menyebutkan kapan waktu peristiwa itu terjadi. Misal, “peristiwa pengeroyokan seorang mahasiswa itu terjadi pada hari kamis siang sekitar pukul 13.00 waktu setempat” 4. W4 = Where unsur ini menanyakan lokasi kejadian peristiwa dimana atau tempat berlangsungnya peristiwa tersebut. Contohnya, “aksi pengeroyokan tersebut berlangsung tidak jauh dari kampus korban” Universitas Sumatera Utara 5. W5 = Why why atau kenapa peristiwa itu terjadi. ini menanyakan alasan mengapa peristiwa itu bisa terjadi. disini penulis di tuntut untuk menguraikan penyebab terjadinya peristiwa. Contoh, “menurut pengakuan pelaku, korban dikeroyok karena telah menghina pelaku dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan kepada pelaku” 6. H = How Pertanyaan How bagaimana ini menggambarkan suasana dan proses peristiwa terjadi. Semua unsur diatas sangat perlu di perhatikan dalam menulis sebuah berita. Boleh dikata berita tanpa unsur diatas bagai sayur tanpa garam. Menurut Askurival Baksin, terdapat unsur-unsur dominan yang terjadi ciri khas televisi, yaitu Baksin, 2006-63-68 :

C. Penyajian berita

- Televisi sifatnya sekilas, pesan cepat terlupakan. Konsekuensi: harus membuat katakalimat yang mudah diingat - Pesan Televisi disajikan dalam bentuk audio-visualsuara dan gambar “No Picture no News”Konsekuensi: jangan memberikan penjelasan terhadap gambar. - Gambar dalam televisi sangat terbatas. Konsekuensi:kamera harus merekam apa yang ingin diketahui pemirsa - Televisi lebih mengutamakan gambar visual. Konsekuensi:- mendahulukan ada gambarnya, ketimbang artistik gambar. - Pemirsa lebih tertarik pada gambar dari pada kata-kata. Universitas Sumatera Utara

D. Penampilan Penyaji berita

Penyaji atau yang leih dikenal dengan sebutan presenter atau pemandu acara adalah istilah inggris untuk orang yang membawakan acara atau program televisi. Seorang presenter televisi biasanya juga seorang aktor, penyanyi, dan lainya. http:id.wikipedia.orgwikiPresenter_televisi 1 Penampilan yang baik dan perlu didukung oleh watak dan pengalaman. RM Handoko dalam Baksin 2006 menyebutkan beberapa prasyarat untuk menjadi presenter televisi yang baik, yaitu Baksin,2006:157: 2 Jenis suara yang dengan warna suara yang enak untuk didengar dan memiliki wibawa cukup mantap. 3 Intonasi bahasa yang baik 4 Kemampuan mengucapkan kata dan bahasa non verbal serta berekspresi yang wajar dan menarik 5 Ber – etika yang baik contoh simple smile 6 Cerdas 7 Mampu menyampaikan hal2 yang menarik bagi penonton karena acara banyak bersifat “live”

E. Narasumber

Narasumber adalah orang yang menjadi sumber informasi atau yang mengetahui informasi tertentu. Menurut R. Fadli yang digolongkan kepada narasumber yang tidak sembarangan atau special adalah : 1. Memiliki kapabilitas Kapabilitas adalah kemampuan yang meliputi dalam bidang akademis maupun pengalaman. Universitas Sumatera Utara 2. Memiliki kredibilitas Kredibilitas merupakan kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. 3. Memiliki akseptabilitas yang baik Akseptabilitas meliputi latar belakang pribadi profesi seorang narasumber. 4. Bahasa Bahasa merupakan sistem ungkapan melaui suara yang dihasilkan oleh pita sura manusia yang bermakna, dengan satuan-satuan utamanya berupa kata-kata dan kalimat, yang masing-masing memiliki kaidah-kaidah pembentuknya Baksin, 2006:67. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan oleh para anggota masyarakat untuk bekerja untuk sama, berintraksi, dan mengidentifikasi diri Baksin,2006 : 67. Hampir setiap bangsa di dunia ini mempunyai bahasa sebagai dari reprensentasi kebudayaannya. Bahasa yang digunakan terutama dipakai sebagai media Komunikasi. Sampai saat ini bahasa tetap merupakan unsur esensial dalam mendukung suatu kegiatan komunikasi. Menurut Askurufal Baksin ,pada prinsipnya penyelenggara siaran di stasiun televisi menjadi dua, yakni siaran karya artistik dan karya jurnalistik Baksin 2006:79. Unsur lain yang perlu diperhatikan dalam pembuatan berita adalah: harus relevan, hangat, eksklusif, ada tujuannya, unik, trendy, prestisius, dramatik, jenaka, memiliki dimensi human interest, magnitude, gaya bahasa, desain dan tataletak yang menarik, foto atau karikatur yang menarik. Lalu disesuaikan dengan watak dan kapasitas media yang bersangkutan, karena ada perbedaan antara media cetak dengan media eletronik. Universitas Sumatera Utara

F. Kriteria Umum Nilai Berita

Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media on line internet 1. Kriteria umum nilai berita a. Keluarbiasaan unusualness Berita adalah sesuatu yang luar biasa. b. Kebaruan newness News is new. Berita adalah semua apa yang terbaru. c. Akibat impact Newa has impact. Berita adalah segala sesuatu yang bedampak luas. d. Aktual timelness News is timeliness. Berita adalah peristiwa yang sedang atau baru terjadi. e. Kedekatan proximity News is nearby. Berita adalah kedekatan. Kedekatan mengandung dua arti. Kedekatan geografis dan kedekatan psikologis. Kedekatan geografis menunjuk kepada suatu peristiwa atau berita yang terjadi di sekitar tempat tinggal kita. Kedekatan psikologis lebih banyak ditentukan oleh tingkat ketertarikan pikiran, perasaan, atau kejiwaan, seseorang dengan suatu obyek peristiwa atau berita. Universitas Sumatera Utara f. informasi information News is information. Berita adalah informasi. Menurut Wilbur Schramm, informasi adalah segala yang bisa menghilangkan ketidakpastian. g. Konflik conflict News is conflict. Berita adalah konflik atau segala sesuatu yang mengandung unsur atau sarat dengan unsur pertentangan. h. Orang penting public figure, news maker News is about people. Berita adalah tentang orang-orang penting, orang-orang ternama, pesohor, selebriti, figure public. i. Kejutan surprising News is surpising. Kejutan adalah sesuatu yang datangnya tiba- tiba, di luar dugaan, tidak direncanakan, di luar perhitungan, tdak diketahui sebelumnya. Dari berbagai aspek tsb ada beberapa yang patut dijadikan pedoman untuk wartawan dan redaktur: a. Eksklusif b. relevan dan masih hangat c. dramatik d. jenaka e. memiliki dimensi human interest. Disesuaikan dengan bidangnya: a. Politik b. Hukum c. Kebudayaan Universitas Sumatera Utara d. celebrities. Biasanya redaksi memiliki T.O.R Terms of References dalam hal memberi pedoman kerja tsb.

1.5.4 Model teori S-O-R

Model teori S-O-R singkatan dari Stimulus Organism Respon, suatu model klasik Komunikasi yang lahir pada 1930-an. Asumsi dasar dari model ini adalah media massa menimbulkan efek yang terarah, segera dan langsung terhadap komunikan. Model teori ini merupakan model teori paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang berkaitan dengan behavioristik Mulyana, 2008:32. Menurut stimulus respons ini, efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunika. Unsur-unsur dalam model ini adalah : 1. Pesan stimulus, S adalah pemberitaan pembatasan BBM subsidi di TV One. 2. Komunikan organism, O adalah mahasiswa USU yang menonton acara berita di TV One. 3. Efek respons, R adalah pengaruh yang ditimbulkan acara tersebut terlihat dalam perilaku mahasiswa dalam memilih BBM. Teori ini asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahaan perilaku tergantung kepada kualitas rangsang stimulus yang berkomunikasi dengan organisme. Artinya kualitas dari sumber Komunikasi sources misalnya kredibilitas, kepemimpinan, gaya berbicara sangat menentukan keberhasilan perubahaan perilaku seseorang, kelompok atau masyarakat. Universitas Sumatera Utara Dalam prinsip S-O-R secara gamblang dijelaskan tentang sebuah proses belajar dimana efek adalah suatu reaksi khusus yang timbul akibat stimulus tertentu. Artinya bahwa orang-orang dapat memprediksi keterkaitan yang erat antara pesan- pesan yang disampaikan melaui media massa terhadap reaksi yang akan muncul dalam diri penerima akibat pesan tersebut.

1.5.5 Teori AIDDA

Teori yang relevan untuk digunakan dalam penelitian ini adalah teori AIDDA yang sering disebut A-A Procedure atau Attention ro action Procedure. Aidda merupakan akronim dari kata Attention Perhatian, Interest Minat, Desire Keinginan, Decision Keputusan, dan Action Tindakan. Tahapan tersebut mengandung pengertian bahwa proses komunikasi antar pribadi dalam pembentukan konsep diri siswai yang berpengaruh dalam prestasi belajar hendaknya dimulai sengan membangkitkan perhatian, dimana dalam hal ini, seorang guru harus mengetahui cara yang tepat untuk menarik perhatian siswa agar siswa memiliki minat melalui pesan yang berisi informasi yang disampaikan guru sehingga akan timbul keinginan dan akhirnya diambil keputusan untuk bertindak terhadap pesan tersebut. Effendy, 1986:31 Teori AIDDA merupakan suatu poses psikologi pada diri komunikan. Berdasarkan formula AIDDA ini, komunikasi persuasive didahului dengan upaya membangkitkan perhatian. Upaya ini tidak hanya dilakukan dalam gaya bicara dengan kata-kata yang merangsang tetapi juga dengan penampilan appearance ketika menghadapai komunikan. Universitas Sumatera Utara Apabila ditinjau dari segi psikologisnya, maka komponen perubahan yang terjadi pada teori AIDDA juga bisa ditinjau dari komponen perubahan sikap yang terjadi pada diri manusia akibat terpaan pesan Rakhmat, 1986:52 yaitu: a. Cognitive: Pesan yangdisampaikan ditujukan pada pikiran komunikan. Hal ini dilakukan agar komunikan tahu dan paham akan pesan yang disampaikan. Hal ini sama dengan Attention dalam Teori AIDDA. b. Afektif: Pada tahap ini tujuan komunikator tidak hanya supaya komunikan tergerak hatinya hingga timbul perasaan tertentu seperti minat yang muncul akibat adanya perhatian. c. Behavioral: Dampak yang timbul adalah berupa tindakan atau kegiatan. Hal ini sudah bisa mulai dilihat pada proses pengambuilan keputusan.

1.6 Kerangka Konsep

Konsep adalah penggambaran secara tepat fenomena yang hendak diteliti, yakni istilah dan defenisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian, keadaan kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial. Singarimbun, 1995 : 53. Konsep adalah generalisasi dan sekelompok fenomena yang sama. Sebagai hal yang umum konsep dibangun dari teori-teori yang digunakan untuk menjelaskan variabel-variabel yang akan diteliti. Bungin, 2005 : 57. Kerangka konsep sebagai hasil pemikiran rasional yang bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akan dicapai. Perumusan kerangka konsep ini merupakan bahan yang akan menuntun dalam merumuskan hipotesis penelitian.Nawawi, 1991:40. Universitas Sumatera Utara Agar konsep-konsep tersebut dapat diteliti secara empiris, maka harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variable. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Variabel bebas X Variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi atau munculnya gejala atau faktor unsur lain Nawawi, 1991:56. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberitaan pembatasan BBM subsidi di TV One. 2. Variabel Terikat Y Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul dipengaruhi atau ditentukan oleh adanya variabel bebas Nawawi, 1991:57. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku mahasiswa USU. 3. Variabel Antara Z Variabel antara adalah sejumlah gejala yang tidak dapat dikontrol tetapi dapat diperhitungkan pengaruhnya terhadap variabel bebas Nawawi 1991 :58. Variabel antara berada di antara variabel bebas dan varibel terikat, yang berfungsi sebagai penguat dan pelemah hubungan antara variabel bebas dengan karakteristik responden. Universitas Sumatera Utara

1.7 Model Teoritis

Lanjutkan membaca

Dokumen yang terkait

Fungsi Media Massa dalam Pembentukan Opini Masyarakat (Studi Deskriptif Tentang Fungsi Media Massa dalam Pembentukan Opini Masyarakat Kelurahan Mangga Perumnas Simalingkar Terhadap Pemberitaan Kebijakan Pemerintah Tentang BBM di Televisi)

1 27 78

Pemberitaan Mobil Esemka Dan Motivasi Belajar (Studi Korelasional tentang Pengaruh Pemberitaan Mobil Esemka di TV One Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMK Negeri 2 Medan)

0 28 91

Berita Demonstrasi Mahasiswa di Harian Waspada dan Harian Analisa (Analisis Framing Terhadap Berita Demonstrasi Mahasiswa Terkait Kebijakan Naiknya Harga BBM di Harian Waspada dan Harian Analisa)

1 40 153

Pemberitaan Pembatasan BBM Bersubsidi di TV One dan Perilaku Mahasiswa dalam Memilih BBM

0 27 124

Pemberitaan Aksi Mahasiswa di Media Massa dan Pembentukan Opini Publik (Studi Deskriptif tentang Pemberitaan Aksi Mahasiswa di Metro TV terhadap Pembentukan Opini Mahasiswa FISIP USU)

1 33 105

Pemberitaan ISIS dan Sikap Mahasiswa (Studi Korelasional Tentang Hubungan Antara Pemberitaan ISIS di TV One dan Sikap Mahasiswa FISIP USU)

0 25 117

Analisis kebijakan redaksi TV One dalam memublikasikan berita dari TV ke Online di WWW.TVONE.CO.ID

6 61 88

HUBUNGAN PEMBERITAAN KENAIKAN HARGA BBM DI TV ONE TERHADAP CITRA KEPRESIDENAN JOKO WIDODO (Survei Terhadap Pedagang di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur Yang Menonton TV One )

1 27 141

Analisis prosedur penjualan BBM dan non BBM pada PT.Pertamina UPMS III Terminal Transit Tanjung Gerem Merak-Banten : laporan kerja praktek

0 12 31

BBM 1

1 12 35

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 1018 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 286 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 228 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

2 162 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 223 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 296 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 281 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

5 161 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

7 292 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 323 23