Pemberitaan Pembatasan BBM Bersubsidi di TV One dan Perilaku Mahasiswa dalam Memilih BBM

Pemberitaan Pembatasan BBM Bersubsidi dan Perilaku Mahasiswa
(Studi korelasional pengaruh pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi di TV One
terhadap perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM)

Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S-1)
Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

Diajukan Oleh :
ERVANDO PERANGIN-ANGIN
060904078

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul “Pemberitaan Pembatasan BBM Bersubsidi dan
Perilaku Mahasiswa”.
Penelitian ini bersifat korelasional yang menjelaskan hubungan antara
pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi di TV One dengan perilaku
mahasiswa USU dalam memilih BBM.
Perumusan masalah dalam penelitian tersebut adalah “Bagaimana
pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi di TV One berpengaruh terhadap
perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM.
Penelitian ini dilakukan hanya pada berita mengenai pembatasan BBM
bersubsidi di TV One dari bulan November 2010 sampai Februari 2011. Obyek
dari penelitian ini adalah mahasiswa USU yang mempunyai kendaraan pribadi.
Penarikan Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan Sampel
Stratifikasi Proporsional (Proportional Stratified Sampling).
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan kuesioner atau
daftar pertanyaan.
Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis tabel tunggal yang
menjelaskan tanggapan mahasiswa terhadap variabel X dan variabel Y,
selanjutnya untuk menemukan hubungan atau korelasi antara pemberitaan
pembatasan BBM bersubsidi di TV One dan perilaku mahasiswa USU dalam
memilih BBM maka dilakukan analisis tabel silang. Dari analisis tabel silang
dapat dilihat bagaimana korelasi antara dua variabel tersebut.
Setelah melakukan uji hipotesis maka nilai korelasi antara pemberitaan
pembatasan BBM bersubsidi dengan perilaku mahasiswa dalam memilih BBM
diperoleh 0,383, dalam skala Guilford berada di antara 0,20-040, sehingga dapat
dikatakan bahwa korelasi pemberitaan BBM bersubsidi di TV One dengan
perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM mempunyai hubungan yang
rendah tapi pasti.
Besarnya pengaruh pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi terhadap
perilaku mahasiswa dalam memilih BBM adalah 14,6 %. Sedangkan sisanya
sebesar 85,4 % kurang berpengaruh karena faktor harga pertamax yang lebih
mahal.
Rendahnya hubungan kedua variabel disebabkan karena faktor harga.
Memang sebagian besar mahasiswa sering menonton berita mengenai
pembatasan BBM bersubsidi di TV One, dan mengerti maksud berita tersebut,
namun karena faktor harga yang lebih mahal membuat mahasiswa kurang
bertindak menggunakan BBM non subsidi seperti pertamax.
Berdasarkan hasil pengolahan data, terlihat angka probabilitas hubungan
antara pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi dengan perilaku mahasiswa
USU dalam memilih BBM sebesar 0,089. Angka probabilitas 0,089>0,05 maka
hubungan kedua variabel adalah signifikan dan layak untuk diteliti.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberitaan
pembatasan BBM bersubsidi terhadap perilaku mahasiswa USU dalam memilih
BBM, mempunyai hubungan yang rendah tetapi pasti, signifikan, dan searah.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas
berkatNya saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik mungkin.
Skripsi ini diberi judul “Pemberitaan Pembatasan BBM Bersubsidi di TV One
dan Perilaku Mahasiswa dalam Memilih BBM”. Penelitian ini bersifat korelasional
yang menjelaskan hubungan antara pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi dengan
perilaku mahasiswa dalam memilih BBM. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa
Universitas Sumatera Utara yang mempunyai kendaraan pribadi. Penelitian dilakukan
pada bulan Februari 2011.
Sebagai individu yang berjiwa humanis, maka penelitian ini membutuhkan
dukungan dan kerja sama dengan orang-orang yang dekat dengan penulis, yakni,
orang tua, orang-orang di

Departemen Ilmu Komunikasi USU tempat penulis

menjalani studi, kerabat dekat, rekan mahasiswa, oleh karena itu saya tidak lupa
mengucapkan berterima kasih kepada :
1. Orang tua saya yang selalu memberikan perhatian, motivasi, dan do’a kepada
saya.
2. Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, selaku dekan FISIP USU.
3. Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A., selaku ketua Departemen Ilmu Komunikasi
FISIP USU.
4. Ibu Dra. Dayana, M.Si yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan
skripsi ini.
5. Dra. Lusiana A. Lubis, M.Si selaku dosen wali, yang telah membantu saya
selama menjalani perkuliahan.
6. Kak Maya dan Kak Icut yang membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

7. Rekan-rekan mahasiswa yang selalu mendukung saya, M. Yahdi Ghufron,
Bayu Juliandra Putra, Siska Tri Yola, Merni, Minarno.
8. Seluruh mahasiswa USU yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini
khususnya mahasiswa FISIP USU.
9. Saudara saya yang berada di Jl. Ladang P. Bulan yang telah memberikan
tempat tinggal selama menjalani perkuliahan dan memberikan dukungan
materi dan motivasi kepada saya.
10. Teman-teman yang telah memberikan dukungan, Emra Masri Sinulingga dan
Jonson Sinuraya.

Peneliti berusaha menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik mungkin, namun
peneliti tak pernah lepas dari kesalahan atau kekurangan, sehingga peneliti
mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan hasil penelitian ini. Semoga
skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan peneliti sendiri untuk menambah wawasan
dan pengetahuan kita khususnya mengenai BBM non subsidi.
Akhir kata peneliti mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan
semua pihak.

Medan, 18 Maret 2011

Penulis
ERVANDO PERANGIN-ANGIN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

ABSTRAKSI………………………………………………………………
KATA PENGANTAR…………………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………
DAFTAR TABEL…………………………………………………………

i
ii
iv
vi

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………….
1.1
Latar Belakang………………………………………………
1.2
Perumusan Masalah...............................................................
1.3
Pembatasan Masalah………………………………………..
1.4
Tujuan dan Manfaat Penelitian……………………………..
1.4.1 Tujuan Penelitian…………………………………...
1.4.2 Manfaat Penelitian………………………………….
1.5
Kerangka Teori……………………………………………..
1.5.1 Komunikasi…………………………………………
1.5.2 Televisi sebagai Media
Komunikasi Massa……......………………………..
1.5.3 Berita……………………………………………….
1.5.4 Model S-O-R……………………………………….
1.5.5 Teori AIDDA……………………………………….
1.6
Kerangka Konsep…………………………………………..
1.7
Model Teoritis………………………………………………
1.8
Variabel Operasional……………………………………….
1.9
Definisi Operasional……………………………………….
1.10 Hipotesis…………………………………………………….

1
1
6
6
6
6
7
7
8
9
9
17
18
19
21
21
23
26

BAB II URAIAN TEORITIS……………………………………………..
2.1
Komunikasi…………………………………………………
2.2
Televisi Sebagai Media Komunikasi Massa……………….
2.2.1 Pengertian Televisi……………………………………
2.2.2 Fungsi Televisi ……......……………………………...
2.2.3 Sejarah Perkembangan Televisi………………………
2.2.4 Sejarah Televisi di Indonesia…………………………
2.3
Berita……………………………………………………….
2.3.1 Pengertian Berita…………………………………….
2.3.2 Nilai-nilai Berita………………………………………
2.3.3 Jenis-jenis Berita…………………………………….
2.3.4 Unsur-unsur Berita……………………………………
2.3.5 Struktur Berita………………………………………...
2.4
Model Teori S-O-R…………………………………………
2.5
Teori AIDDA………………………………………………
2.6
Tentang TV One……………………………………………

27
27
28
28
29
30
33
34
34
35
37
39
40
40
44
45

Universitas Sumatera Utara

2.7

Bahan Bakar Minyak (BBM)………………………………
2.7.1 Jenis-jenis Bahan Bakar………………………………
2.8 Pengertian Mahasiswa………………………………………….

48
48
50

BAB III Metodologi Penelitian…………………………………………
3.1 Lokasi Penelitian…………………………………………….
3.2 Populasi dan Sampel………………………………………….
3.2.1 Populasi…………………………………………….
3.2.2 Sampel………………………………………………
3.3 Teknik Penarikan Sampel…………………………………….
3.4 Teknik Pengumpulan Data……………………………………
3.5 Teknik Analisis Data…………………………………………

52
52
53
53
54
55
59
59

BAB IV Hasil dan Pembahasan…………………………………………
4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian........................................................
4.2 Analisis Tabel Tunggal………………………………………..
4.3 Analisis Tabel Silang…………………………………………..
4.4 Uji Hipotesis…………………………………………………..
4.5 Pembahasan…………………………………………………….

62
62
65
95
103

BAB V PENUTUP…………………………………………………………
5.1 Kesimpulan……………………………………………………..
5.2 Saran…………………………………………………………….

109
109
110

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
- Daftar Kode Responden
- Surat Izin Penelitian
- Daftar Bimbingan
- Kuesioner
- Biodata

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
No. Tabel
Tabel 1.
Tabel 2.
Tabel 3.
Tabel 4.
Tabel 5.
Tabel 6.
Tabel 7.
Tabel 8.
Tabel 9.
Tabel 10.
Tabel 11.
Tabel 12.
Tabel 13.
Tabel 14.
Tabel 15.
Tabel 16.
Tabel 17.
Tabel 18.
Tabel 19.
Tabel 20.
Tabel 21.
Tabel 22.
Tabel 23.
Tabel 24.
Tabel 25.
Tabel 26.
Tabel 27.
Tabel 28.
Tabel 29.
Tabel 30.
Tabel 31.
Tabel 32.
Tabel 33
Tabel 34.
Tabel 35.

Halaman
Variabel Operasional……... ……... ……... ……... ……... .
Data Populasi Mahasiswa USU……. ……... ……... ……... .
Proporsi Mahasiswa dari setiap Fakultas…... ……... ……... .
Frekuensi Menonton Mahasiswa USU.......... ……... ……... .
Frekuensi Menonton Berita
Pembatasan BBM bersubsidi. ……... ……... ……... ……... .
Kejelasan Penyampaian Berita.……………. ……... ……... .
Tampilan Gambar dalam Berita……. ……... ……... ……... .
Kesesuaian Pesan dengan
Tampilan Gambar………….............. ……... ……... ……... .
Watak Penyaji Berita
Dengan Berita yang Disajikan…….. …….. ……... ……... .
Intonasi Bahasa…….. ……... ……... ……... ……... ……... .
Ekspresi Wajah Penyaji Berita……...……... ……... ……... .
Warna Suara Penyaji Berita………... ……... ……... ……... .
Keterkaitan Topik dengan
Aspek Ekonomi……. ……... …….. …….. …….. ……... .
Keluarbiasaan Berita. ……………... ……... ……... …….. .
Kebaruan Berita……. ……... …….. ……... ……... ……... .
Dampak Berita……............... ……... ……... ……... ……... .
Aktualitas................................................................... ……... .
Meberikan Informasi………..……………... ……………….
Kedekatan Berita dengan
Kehidupan Masyarakat…….. ……... ……... ……... ……... .
Pertentangan di Masyarakat
Terhadap Berita.......................................................................
Keterkejutan Masyarakat terhadap Berita….. ……………... .
Perhatian terhadap BBM Non Subsidi…….. ……... …… .
Pengetahuan terhadap Perbedaan BBM…… ……... ……... .
Kesan terhadap BBM Non Subsidi............................ ……... .
Ketertarikan terhadap BBM Non Subsidi….. ……... ……... .
Keinginan Mengetahui BBM Non Subsidi………… ……... .
Minat Menggunakan BBM Non Subsidi…... …….. ……... .
Kesesuaian BBM Non Subsidi dengan Kebutuhan………... .
Keputusan Menerima BBM Non Subsidi….. ……... ……... .
Tindakan Menggunakan BBM Non Subsidi. …………....... .
Hubungan Frekuensi Menonton
Dengan Perhatian terhadap BBM Non Subsidi……. ……... .
Hubungan Frekuensi Berita dengan
Pengetahuan terhadap BBM. ……... …….. ……... ……... .
Hubungan Frekuensi Menonton Berita
Dengan Kesan terhadap BBM Non Subsidi. …….. ……... .
Hubungan Frekuensi Menonton Berita
Dengan Ketertarikan terhadap BBM Non Subsidi….……... .
Hubungan Frekuensi Menonton Berita dengan
Keinginan Mengetahui BBM Non Subsidi… …….. ……... .

22
53
57
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98

Universitas Sumatera Utara

Tabel 36.
Tabel 37.
Tabel 38.

Hubungan Frekuensi Menonton Berita
Dengan Minat Menggunakan BBM Non Subsidi…. ……... .
Hubungan Frekuensi Menonton Berita
Dengan Menerima penggunaan BBM Non Subsidi. ……... .
Hubungan Frekuensi Menonton Berita
Dengan tindakan menggunakan BBM Non Subsidi. …….. .

99
100
101

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul “Pemberitaan Pembatasan BBM Bersubsidi dan
Perilaku Mahasiswa”.
Penelitian ini bersifat korelasional yang menjelaskan hubungan antara
pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi di TV One dengan perilaku
mahasiswa USU dalam memilih BBM.
Perumusan masalah dalam penelitian tersebut adalah “Bagaimana
pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi di TV One berpengaruh terhadap
perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM.
Penelitian ini dilakukan hanya pada berita mengenai pembatasan BBM
bersubsidi di TV One dari bulan November 2010 sampai Februari 2011. Obyek
dari penelitian ini adalah mahasiswa USU yang mempunyai kendaraan pribadi.
Penarikan Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan Sampel
Stratifikasi Proporsional (Proportional Stratified Sampling).
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan kuesioner atau
daftar pertanyaan.
Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis tabel tunggal yang
menjelaskan tanggapan mahasiswa terhadap variabel X dan variabel Y,
selanjutnya untuk menemukan hubungan atau korelasi antara pemberitaan
pembatasan BBM bersubsidi di TV One dan perilaku mahasiswa USU dalam
memilih BBM maka dilakukan analisis tabel silang. Dari analisis tabel silang
dapat dilihat bagaimana korelasi antara dua variabel tersebut.
Setelah melakukan uji hipotesis maka nilai korelasi antara pemberitaan
pembatasan BBM bersubsidi dengan perilaku mahasiswa dalam memilih BBM
diperoleh 0,383, dalam skala Guilford berada di antara 0,20-040, sehingga dapat
dikatakan bahwa korelasi pemberitaan BBM bersubsidi di TV One dengan
perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM mempunyai hubungan yang
rendah tapi pasti.
Besarnya pengaruh pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi terhadap
perilaku mahasiswa dalam memilih BBM adalah 14,6 %. Sedangkan sisanya
sebesar 85,4 % kurang berpengaruh karena faktor harga pertamax yang lebih
mahal.
Rendahnya hubungan kedua variabel disebabkan karena faktor harga.
Memang sebagian besar mahasiswa sering menonton berita mengenai
pembatasan BBM bersubsidi di TV One, dan mengerti maksud berita tersebut,
namun karena faktor harga yang lebih mahal membuat mahasiswa kurang
bertindak menggunakan BBM non subsidi seperti pertamax.
Berdasarkan hasil pengolahan data, terlihat angka probabilitas hubungan
antara pemberitaan pembatasan BBM bersubsidi dengan perilaku mahasiswa
USU dalam memilih BBM sebesar 0,089. Angka probabilitas 0,089>0,05 maka
hubungan kedua variabel adalah signifikan dan layak untuk diteliti.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberitaan
pembatasan BBM bersubsidi terhadap perilaku mahasiswa USU dalam memilih
BBM, mempunyai hubungan yang rendah tetapi pasti, signifikan, dan searah.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Televisi merupakan perpanjangan indera manusia. Melalui televisi seseorang
dapat mengetahui peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarnya dalam jangkauan
yang tidak terbatas. Walaupun seseorang berada di tempatnya sendiri, ia dapat
mengetahui berita atau informasi baik nasional maupun lingkungan internasional
melalui televisi yang disertai audio dan visual. Televisi membantu manusia untuk
mengetahui segala sesuatu, membuka wawasan, memperluas pandangan dalam skala
yang sangat luas.
Televisi memiliki beberapa fungsi seperti halnya media komunikasi massa
lainnya, yaitu menginformasikan, mendidik, menghibur, mempengaruhi. Melalui
televisi seseorang dapat menerima informasi, mengenai masalah sosial, ekonomi,
politik, budaya, dll. TV dapat juga mendidik khalayak dengan menyuguhkan tayangan
yang terkait dengan pendidikan. Acara game atau musik merupakan tayangan yang
dapat menghibur khalayak. Selain itu, beberapa tayangan, seperti fenomena sosial,
melalui TV dapat mempengaruhi khalayak. Secara keseluruhan tayangan tersebut
bertujuan untuk mengubah sikap, opini, perilaku, dan masyarakat.
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang digunakan untuk
memancarkan dan menerima siaran gambar bergerak, baik itu yang monokrom
("hitam putih") maupun warna, biasanya dilengkapi oleh suara. "Televisi" juga dapat
diartikan sebagai kotak televisi, rangkaian televisi atau pancaran televisi. Kata
"televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan
visio ("penglihatan") dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai

Universitas Sumatera Utara

telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan
dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di
Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
(http://blogbintang.com/sejarah-perkembangan-televisi,19 oktober 2010)
Tayangan yang ada di televisi dihadirkan oleh berbagai stasiun TV. Tayangan
yang ada di televisi Indonesia saat ini dihadirkan oleh 10 stasiun TV yang disiarkan
secara nasional yaitu, Indosiar, MNC, Trans TV, Anteve, Global TV, RCTI, SCTV,
TV One, Metro TV, dan TVRI. Masing-masing stasiun TV menghadirkan acara
tersendiri, mulai dari hiburan, berita, realita sosial, wisata, dll.
TV One secara progresif menginspirasi masyarakat Indonesia yang berusia 15
tahun ke atas agar berpikiran maju dan melakukan perbaikan bagi diri sendiri serta
masyarakat sekitar melalui program News and Sports yang dimilikinya.
Mengklasifikasikan program-programnya dalam kategori News One, Sport One, Info
One, dan Reality One, TV One membuktikan keseriusannya dalam menerapkan
strategi tersebut dengan menampilkan format-format yang inovatif dalam hal
pemberitaan dan penyajian program.(http://www.tvonenews.tv/tvone,20oktober 2010)
Seperti media televisi lainnya, selain menyajikan berita, TV One juga
menayangkan beberapa program, seperti dialog interaktif, realita sosial, wisata,
game/hiburan, dll. Salah satu yang diberitakan TV One saat ini adalah mengenai
pembatasan BBM subsidi. Pemberitaan tersebut berlangsung dari bulan September
2010 sampai dengan tahun 2011 saat ini. Yang diberitakan bahwa pengguna
kendaraan bermotor dianjurkan menggunakan BBM non-subsidi seperti Pertamax
dengan harga Rp 8500,-/ liter. Dengan kisaran harga tersebut daya beli masyarakat
semakin berkurang jika dibandingkan dengan harga BBM subsidi yang berkisar Rp
4500,-/ liter. Pemerintah menetapkan kebijakan tersebut tak lain untuk mengurangi

Universitas Sumatera Utara

penggunaan kendaraan berlebihan yang sering menyebabkan kemacatan, selain itu
alokasi dana subsidi bisa digunakan untuk biaya pembangunan. Hal tersebut
menyebabkan kontroversi di masyarakat, ada yang merasa setuju dan ada yang
sebahagian masyarakat menolak.
Kebijakan tersebut sampai saat ini belum terealisasi, masih dibahas lebih
lanjut di DPR, siapa yang layak menggunakan BBM subsidi dan siapa yang layak
menggunakan BBM non-subsidi.
Masyarakat yang dalam aktivitas ekonominya harus menggunakan kendaraan
seperti jasa angkutan umum, pedagang keliling, angkutan barang berat, merasa resah
jika harus menggunakan Pertamax dengan kisaran harga Rp 8000,-/ liter, sehingga
mereka tetap menggunakan Premium dengan harga yang lebih murah.
Salah satu contoh yang diberitakan di TV One tanggal 9 Februari 2011 adalah
“Seluruh angkutan umum jurusan Kampung Melayu-Senen dijadikan ajang uji coba
pertama bagi pelaksanaan kebijakan pembatasan BBM yang rencananya dijalankan
pada bulan April 2011.
Angkutan umum tersebut akan ditempeli stiker agar sejumlah pom bensin bisa
mengenali dan mengawasi mereka dalam pengisian bbm subsidi.
Rencananya, hanya angkutan umum dan kendaraan roda dua yang boleh
membeli bahan bakar bersubsidi. Sementara kendaraan pribadi harus membeli bahan
bakar non-subsidi.
Pemerintah melakukan uji coba pada trayek kampung Melayu-Senen untuk
menghindari penyimpangan penggunaan BBM subsidi pada kendaraan umum. Jumlah
angkutan

umum

yang

akan

diujicoba

tersebut

mencapai

409

unit.”

(http://www.tvonenews.tv/,10 Februari 2011)

Universitas Sumatera Utara

Selain itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan
pihaknya tak mau gegabah menjalankan kebijakan pembatasan BBM tanpa
perhitungan matang.
Hatta mengatakan kajian harus dilakukan secara matang agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal, dua bulan jelang pelaksanaan kebijakan pembatasan
BBM.
Sebelumnya, Menko Perekonomian memastikan pembatasan bbm akan
berjalan bulan april nanti, namun kini berubah. Saat ini Hatta mengungkapkan
pihaknya masih menunggu kajian tambahan untuk menjalankan kebijakan pembatasan
BBM.
Hatta mengharapkan kajian evaluasi tersebut selesai pada Maret dengan
mempertimbangkan kondisi perekonomian saat ini dan situasi global. Sejauh ini
pemerintah tak lagi terlihat ngotot untuk memaksakan kebijakan pembatasan bbm
bulan April nanti. Pemerintah menyadari melonjak komoditas barang dan pembatasan
BBM akan membuat inflasi makin tinggi.
Alasan pemilihan TV One sebagai media penelitian adalah karena TV One
sebagai salah satu media pemberitaan mempunyai berita yang akurat, pemberitaan
suatu masalah atau peristiwa disajikan dari awal pemberitaan sampai akhir
permasalahan, adanya wawancara dalam penyelesaian suatu masalah dari pihak yang
terkait.Salah satu wawancara beberapa waktu lalu yaitu dengan menteri ESDM
Darwin Zahedi Saleh.
Kebijakan tersebut juga menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan salah
satunya adalah mahasiswa sebagai kalangan akademis. Pemikiran kritis, demokratis,
dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa

Universitas Sumatera Utara

kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di
masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah
aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis,yaitu
:

(http://10108620.blog.unikom.ac.id/fungsi-dan-peranan.l3,10 Februari 2011)
-

sebagai penyampai kebenaran (agent of social control)

-

sebagai agen perubahan (agent of change)

-

sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)
Mahasiswa USU merupakan mahasiswa dari lingkungan universitas yang

cukup kritis terhadap suatu isu atau kebijakan yang terkait dengan masalah ekonomi,
sosial, dan politik. Mahasiswa USU selalu memperhatikan kepentingan masyarakat,
sehinga mahasiswa dituntut untuk berperan lebih aktif, tidak hanya bertanggung
jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengemban
tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas
sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk
dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga
kehidupan di luar kampus.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti,
bagaimanakah pengaruh pemberitaan pembatasan BBM subsidi di TV One terhadap
perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM.

Universitas Sumatera Utara

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat
dikemukakan perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana pemberitaan pembatasan BBM subsidi di TV One berpengaruh
terhadap perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM.

1.3 Pembatasan Masalah
Untuk menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas sehingga dapat
mengaburkan penelitian, maka peneliti menetapkan pembatasan masalah yang lebih
jelas dan spesifik mengenai hal-hal yang diteliti.
Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Penelitian bersifat korelasional yang menjelaskan hubungan antara pengaruh
pemberitaan pembatasan BBM subsidi di TV One terhadap perilaku
mahasiswa USU dalam memilih BBM.
b. Yang diteliti hanya berita mengenai pembatasan BBM bersubsidi yang
ditayangkan TV One dari bulan Desember 2010 s/d bulan Februari 2011.
c. Objek dari penelitian adalah mahasiswa USU yang menggunakan kendaraan
bermotor dan yang pernah menonton berita mengenai pembatasan BBM
bersubsidi di TV One minimal 3 kali.

Universitas Sumatera Utara

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1 Tujuan penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui frekuensi menonton berita di TV One pada mahasiswa
USU.
b. Untuk mengetahui frekuensi menonton berita mengenai pembatasan BBM
bersubsidi di TV One.
c. Untuk mengetahui kualitas tayangan berita mengenai pembatasan BBM
bersubsidi di TV One.
d. Untuk mengetahui perilaku mahasiswa USU dalam memilih BBM.
e. Untuk mengetahui pengaruh pemberitaan pembatasan BBM subsidi
terhadap perilaku mahasiswa USU dalam memilih bahan bakar.

1.4.2 Manfaat penelitian
Adapaun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menguji berbagai teori yang
digunakan untuk mengukur pengaruh pemberitaan .
b. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah
penelitian serta menambah bahan referensi dan sumber bacaan di
lingkungan USU.
c. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
kepada pemerintah dan pihak-pihak yang membutuhkan pengetahuan
berkenaan dengan penelitian ini.

Universitas Sumatera Utara

1.5 Kerangka Teori
Teori merupakan himpunan konstruksi (konsep), definisi dan preposisi yang
mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi di
antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan

gejala tersebut (Rakhmat,

2004:6). Teori berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, dan memberikan
pandangan terhadap sebuah permasalahan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini
adalah:

1.5.1 Komunikasi
Secara epistemolopgi istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris
communication berasal dari bahasa latin yakni communication, dan bersumber dari
kata communis yang berarti “ sama ”. Sama dalam arti kata ini bisa dikatakan dengan
pemaknaan yang sama. Jadi, secara sederhana dalam proses Komunikasi yang terjadi
adalah bermuara pada usaha untuk mendapatkan kesamaan makna atau pemahaman
pada subjek yang melakukan komunikasi tersebut. Komunikasi bukan hanya hal yang
paling wajar dalam pola tindakan manusia, tetapi juga paling rumit (Purba
dkk,2006;29). Ungkapan di atas tidak dapat dipungkiri karena Komunikasi
merupakan hal yang dilakukan sejak manusia lahir ke bumi. Komunikasi dapat
diartikan sebagai bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi antara yang
satu dengan yang lain sengaja atau tidak sengaja, dan tidak terbatas pada komunikasi
verbal saja (Cangara,2003:20).
Dalam perkembangannya, banyak ahli komunikasi mendefinisikan komunikasi
secara berbeda-beda. Sejak awal abad 20 tepatnya 1930-1960, definisi-definisi
mengenai komunikasi telah banyak diungkap, ketika itu para ahli di Amerika Serikat
mulai merasakan kebutuhan akan “Science Of Communication”, dan diantaranya

Universitas Sumatera Utara

adalah Carl I Hovland. Menurutnya ilmu komunikasi adalah salah satu usaha yang
sistimatis untuk merumuskan secara tegas atas dasar azas-azas tersebut disampaikan
informasi serta dibentuk dan sikap (a systematic to formulate in regurous fashin the
principles by which information is teransmitted and opinions and attitudes are
formed) (Purba dkk,2006:29). Jika Carl I. Hovland mendefinisikan Komunikasi
sebagai usaha yang sistimatis, maka Harold Laswell menerangkan cara terbaik untuk
menggambarkan Komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut: Who Says What channel To Whom Whit What Effect? Yang berarti “Siapa
Mengatakan

Apa

dengan

Saluran

Apa

Kepada

Pengaruh

Bagaimana?”

(Mulyana,2005:62).

1.5.2 Televisi sebagai Media Komunikasi Massa
Televisi (TV) berasal dari kata tele yang artinya jauh dan vision, artinya
tampak. Jadi, televisi adalah suatu alat komunikasi yang tampak atau dapat dilihat dari
jarak jauh. Televisi juga bisa dikatakan sebagai perangkat elektronik yang dapat
disaksikan atau dinikmati. Televisi juga merupakan alat yang dapat menampilkan
gambar pada layar berasal dari gelombang frekuensi tinggi tanpa perantara fisik.
(http;duniatv.bogspot.com/2008/02/sejarah-televisi.html)
Di Indonesia, pada tahun 1962 menjadi tonggak pertelevisian nasional
Indonesia dengan berdiri dan beroperasinya TVRI. Pada perkembangan TVRI
menjadi alat strategis pemerintah dalam banyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial
hingga kegiatan-kegiatan politik. Selanjutnya televisi terus berkembang ditandai
dengan banyaknya stasiun swasta yang bermunculan, seperi Indosiar, RCTI, SCTV,
Metro TV, TV One, Global TV dll. Media televisi mampu mendekatkan peristiwa dan
tempat kegiatan dengan penontonnya.

Universitas Sumatera Utara

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui televisi maka setiap
audiens dapat menerima informasi dalam ruang lingkup yang sangat luas.

1.5.3 Berita
A. Pengertian
Berita adalah laporan mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, dan atau
penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar,
radio, televisi, atau media on-line internet.
(http://kries07.blogspot.com/2009/02/pengertian-berita.html, 10 Februari 2011)
Menurut Willard C. Bleyer, berita merupakan sesuatu yang terbaru yang
dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar. Karena itu ia dapat menarik
atau mempunyai makna bagi pembaca surat kabar, atau karena jika dapat menarik
pembaca - pembaca tersebut.
Sedangkan menurut William S. Maulsby, berita adalah suatu penuturan secara
benar dan tidak memihak dari fakta yang mempunyai arti penting dan baru terjadi,
yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar yang memuat berita tersebut.

B. Klasifikasi berita
Berita dapat diklasifikasikan ke dalam 2 kategori : berita berat (hard news),
berita ringan (soft news).
Jenis - jenis berita :
1. Straight News Report, adalah laporan langsung mengenai suatu kejadian
2. Depth News Report
3. Comperhensive News, merupakan laporan tentang fakta yang bersifat
menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek.

Universitas Sumatera Utara

Di dalam membuat sebuah berita ada unsur-unsur yang perlu di parhatikan
yaitu 5W + 1H. Unsur ini adalah untuk mengetahui dengan tepat apa yang akan
disiarkan atau disampaikan dalam bentuk berita. Itulah rumus yang sering dugunakan
oleh para jurnalis. baiklah kita akan bahas satu persatu dengan ringkas berikut ini :
1. W1 = What
Ini adalah untuk menanyakan tentang apa yang akan kita tulis, tema apa yang
akan diangkat dalam berita, atau hal apa yang akan dibahas dalam berita tersebut.
2. W2 = Who
adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama di WHAT. unsur siapa selalu
menarik perhatian pembaca, apalagi manusia yang menjadi objek berita itu adalah
seorang yang aktif di bidangnya.
Unsur SIAPA ini harus dijelaskan dengan menunjukkan cirri-cirinya seperti
nama, umur, pekerjaan, alamat serta atribut lainnya berupa gelar (bangsawan, suku,
pendidikan) pangkat/jabatan.
3. W3 = When
Unsur ini adalah menanyakan kapan peristiwa itu terjadi. jadi dalam sebuah
berita tentunya akan menyebutkan kapan waktu peristiwa itu terjadi. Misal, “peristiwa
pengeroyokan seorang mahasiswa itu terjadi pada hari kamis siang sekitar pukul
13.00 waktu setempat”
4. W4 = Where
unsur ini menanyakan lokasi kejadian peristiwa (dimana) atau tempat
berlangsungnya peristiwa tersebut. Contohnya, “aksi pengeroyokan tersebut
berlangsung tidak jauh dari kampus korban”

Universitas Sumatera Utara

5. W5 = Why
why atau kenapa peristiwa itu terjadi. ini menanyakan alasan mengapa
peristiwa itu bisa terjadi. disini penulis di tuntut untuk menguraikan penyebab
terjadinya peristiwa. Contoh, “menurut pengakuan pelaku, korban dikeroyok karena
telah menghina pelaku dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan kepada
pelaku”
6. H = How
Pertanyaan How / bagaimana ini menggambarkan suasana dan proses
peristiwa terjadi. Semua unsur diatas sangat perlu di perhatikan dalam menulis sebuah
berita. Boleh dikata berita tanpa unsur diatas bagai sayur tanpa garam.
Menurut Askurival Baksin, terdapat unsur-unsur dominan yang terjadi ciri khas
televisi, yaitu (Baksin, 2006-63-68) :

C. Penyajian berita
- Televisi sifatnya sekilas, pesan cepat terlupakan. Konsekuensi: harus membuat
kata/kalimat yang mudah diingat
- Pesan Televisi disajikan dalam bentuk audio-visual(suara dan gambar) “No
Picture no News”Konsekuensi: jangan memberikan penjelasan terhadap gambar.
- Gambar dalam televisi sangat terbatas. Konsekuensi:kamera harus merekam apa
yang ingin diketahui pemirsa
- Televisi lebih mengutamakan gambar (visual). Konsekuensi:- mendahulukan ada
gambarnya, ketimbang artistik gambar.
- Pemirsa lebih tertarik pada gambar dari pada kata-kata.

Universitas Sumatera Utara

D. Penampilan Penyaji berita
Penyaji atau yang leih dikenal dengan sebutan presenter atau pemandu acara
adalah istilah inggris untuk orang yang membawakan acara atau program televisi.
Seorang presenter televisi biasanya juga seorang aktor, penyanyi, dan lainya.
(http:id.wikipedia.org/wiki/Presenter_televisi) RM Handoko dalam Baksin 2006
menyebutkan beberapa prasyarat untuk menjadi presenter televisi yang baik, yaitu
(Baksin,2006:157):
1) Penampilan yang baik dan perlu didukung oleh watak dan pengalaman.
2) Jenis suara yang dengan warna suara yang enak untuk didengar dan
memiliki wibawa cukup mantap.
3) Intonasi bahasa yang baik
4) Kemampuan mengucapkan kata dan bahasa non verbal

serta

berekspresi yang wajar dan menarik
5) Ber – etika yang baik contoh simple smile
6) Cerdas
7) Mampu menyampaikan hal2 yang menarik bagi penonton karena acara
banyak bersifat “live”

E. Narasumber
Narasumber adalah orang yang menjadi sumber informasi atau yang
mengetahui informasi tertentu. Menurut R. Fadli yang digolongkan kepada
narasumber yang tidak sembarangan atau special adalah :
1. Memiliki kapabilitas
Kapabilitas adalah kemampuan yang meliputi dalam bidang akademis maupun
pengalaman.

Universitas Sumatera Utara

2. Memiliki kredibilitas
Kredibilitas

merupakan

kualitas,

kapabilitas,

atau

kekuatan

untuk

menimbulkan kepercayaan.
3. Memiliki akseptabilitas yang baik
Akseptabilitas meliputi latar belakang pribadi profesi seorang narasumber.
4. Bahasa
Bahasa merupakan sistem ungkapan melaui suara yang dihasilkan oleh pita
sura manusia yang bermakna, dengan satuan-satuan utamanya berupa kata-kata dan
kalimat, yang masing-masing memiliki kaidah-kaidah pembentuknya (Baksin,
2006:67). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa adalah sistem lambang bunyi
yang arbiter, yang dipergunakan oleh para anggota masyarakat untuk bekerja untuk
sama, berintraksi, dan mengidentifikasi diri (Baksin,2006 : 67).
Hampir setiap bangsa di dunia ini mempunyai bahasa sebagai dari
reprensentasi kebudayaannya. Bahasa yang digunakan terutama dipakai sebagai
media Komunikasi. Sampai saat ini bahasa tetap merupakan unsur esensial dalam
mendukung suatu kegiatan komunikasi.
Menurut Askurufal Baksin ,pada prinsipnya penyelenggara siaran di stasiun
televisi menjadi dua, yakni siaran karya artistik dan karya jurnalistik (Baksin
2006:79).
Unsur lain yang perlu diperhatikan dalam pembuatan berita adalah: harus
relevan, hangat, eksklusif, ada tujuannya, unik, trendy, prestisius, dramatik, jenaka,
memiliki dimensi human interest, magnitude, gaya bahasa, desain dan tataletak yang
menarik, foto atau karikatur yang menarik. Lalu disesuaikan dengan watak dan
kapasitas media yang bersangkutan, karena ada perbedaan antara media cetak dengan
media eletronik.

Universitas Sumatera Utara

F. Kriteria Umum Nilai Berita
Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar,
menarik dan penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti
surat kabar, radio, televisi, atau media on line internet
1. Kriteria umum nilai berita
a. Keluarbiasaan (unusualness)
Berita adalah sesuatu yang luar biasa.
b. Kebaruan (newness)
News is new. Berita adalah semua apa yang terbaru.
c. Akibat (impact)
Newa has impact. Berita adalah segala sesuatu yang bedampak
luas.
d. Aktual (timelness)
News is timeliness. Berita adalah peristiwa yang sedang atau baru
terjadi.
e. Kedekatan (proximity)
News is nearby. Berita adalah kedekatan. Kedekatan mengandung
dua arti. Kedekatan geografis dan kedekatan psikologis. Kedekatan
geografis menunjuk kepada suatu peristiwa atau berita yang terjadi
di sekitar tempat tinggal kita. Kedekatan psikologis lebih banyak
ditentukan oleh tingkat ketertarikan pikiran, perasaan, atau
kejiwaan, seseorang dengan suatu obyek peristiwa atau berita.

Universitas Sumatera Utara

f. informasi (information)
News is information. Berita adalah informasi. Menurut Wilbur
Schramm, informasi adalah segala yang bisa menghilangkan
ketidakpastian.
g. Konflik (conflict)
News is conflict. Berita adalah konflik atau segala sesuatu yang
mengandung unsur atau sarat dengan unsur pertentangan.
h. Orang penting (public figure, news maker)
News is about people. Berita adalah tentang orang-orang penting,
orang-orang ternama, pesohor, selebriti, figure public.
i. Kejutan (surprising)
News is surpising. Kejutan adalah sesuatu yang datangnya tibatiba, di luar dugaan, tidak direncanakan, di luar perhitungan, tdak
diketahui sebelumnya.
Dari berbagai aspek tsb ada beberapa yang patut dijadikan pedoman untuk
wartawan dan redaktur:
a. Eksklusif
b. relevan dan masih hangat
c. dramatik
d. jenaka
e. memiliki dimensi human interest.
Disesuaikan dengan bidangnya:
a. Politik
b. Hukum
c. Kebudayaan

Universitas Sumatera Utara

d. celebrities.
Biasanya redaksi memiliki T.O.R (Terms of References) dalam hal memberi
pedoman kerja tsb.

1.5.4 Model teori S-O-R
Model teori S-O-R singkatan dari Stimulus Organism Respon, suatu model
klasik Komunikasi yang lahir pada 1930-an. Asumsi dasar dari model ini adalah
media massa menimbulkan efek yang terarah, segera dan langsung terhadap
komunikan. Model teori ini merupakan model teori paling dasar. Model ini
dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang berkaitan dengan behavioristik
(Mulyana, 2008:32). Menurut stimulus respons ini, efek yang ditimbulkan adalah
reaksi khusus terhadap stimulus khusus sehingga seseorang dapat mengharapkan dan
memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunika. Unsur-unsur dalam
model ini adalah :
1. Pesan (stimulus, S) adalah pemberitaan pembatasan BBM subsidi di TV
One.
2. Komunikan (organism, O) adalah mahasiswa USU yang menonton acara
berita di TV One.
3. Efek (respons, R) adalah pengaruh yang ditimbulkan acara tersebut terlihat
dalam perilaku mahasiswa dalam memilih BBM.
Teori ini asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahaan perilaku tergantung
kepada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme. Artinya
kualitas dari sumber Komunikasi (sources) misalnya kredibilitas, kepemimpinan, gaya
berbicara sangat menentukan keberhasilan perubahaan perilaku seseorang, kelompok
atau masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

Dalam prinsip S-O-R secara gamblang dijelaskan tentang sebuah proses
belajar dimana efek adalah suatu reaksi khusus yang timbul akibat stimulus tertentu.
Artinya bahwa orang-orang dapat memprediksi keterkaitan yang erat antara pesanpesan yang disampaikan melaui media massa terhadap reaksi yang akan muncul
dalam diri penerima akibat pesan tersebut.

1.5.5 Teori AIDDA
Teori yang relevan untuk digunakan dalam penelitian ini adalah teori AIDDA
yang sering disebut A-A Procedure atau Attention ro action Procedure. Aidda
merupakan akronim dari kata Attention (Perhatian), Interest (Minat), Desire
(Keinginan), Decision (Keputusan), dan Action Tindakan). Tahapan tersebut
mengandung pengertian bahwa proses komunikasi antar pribadi dalam pembentukan
konsep diri siswa/i yang berpengaruh dalam prestasi belajar hendaknya dimulai
sengan membangkitkan perhatian, dimana dalam hal ini, seorang guru harus
mengetahui cara yang tepat untuk menarik perhatian siswa agar siswa memiliki minat
melalui pesan yang berisi informasi yang disampaikan guru sehingga akan timbul
keinginan dan akhirnya diambil keputusan untuk bertindak terhadap pesan tersebut.
(Effendy, 1986:31)
Teori AIDDA merupakan suatu poses psikologi pada diri komunikan.
Berdasarkan formula AIDDA ini, komunikasi persuasive didahului dengan upaya
membangkitkan perhatian. Upaya ini tidak hanya dilakukan dalam gaya bicara dengan
kata-kata yang merangsang tetapi juga dengan penampilan (appearance) ketika
menghadapai komunikan.

Universitas Sumatera Utara

Apabila ditinjau dari segi psikologisnya, maka komponen perubahan yang
terjadi pada teori AIDDA juga bisa ditinjau dari komponen perubahan sikap yang
terjadi pada diri manusia akibat terpaan pesan (Rakhmat, 1986:52) yaitu:
a. Cognitive: Pesan yangdisampaikan ditujukan pada pikiran komunikan. Hal ini
dilakukan agar komunikan tahu dan paham akan pesan yang disampaikan. Hal
ini sama dengan Attention dalam Teori AIDDA.
b. Afektif: Pada tahap ini tujuan komunikator tidak hanya supaya komunikan
tergerak hatinya hingga timbul perasaan tertentu seperti minat yang muncul
akibat adanya perhatian.
c.

Behavioral: Dampak yang timbul adalah berupa tindakan atau kegiatan. Hal
ini sudah bisa mulai dilihat pada proses pengambuilan keputusan.

1.6 Kerangka Konsep
Konsep adalah penggambaran secara tepat fenomena yang hendak diteliti,
yakni istilah dan defenisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak
kejadian, keadaan kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial.
(Singarimbun, 1995 : 53).
Konsep adalah generalisasi dan sekelompok fenomena yang sama. Sebagai hal
yang umum konsep dibangun dari teori-teori yang digunakan untuk menjelaskan
variabel-variabel yang akan diteliti. (Bungin, 2005 : 57).
Kerangka konsep sebagai hasil pemikiran rasional yang bersifat kritis dalam
memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akan dicapai. Perumusan
kerangka konsep ini merupakan bahan yang akan menuntun dalam merumuskan
hipotesis penelitian.(Nawawi, 1991:40).

Universitas Sumatera Utara

Agar konsep-konsep tersebut dapat diteliti secara empiris, maka harus
dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variable. Adapun variabel yang
digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Variabel bebas (X)
Variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan
atau mempengaruhi atau munculnya gejala atau faktor unsur lain (Nawawi,
1991:56). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberitaan pembatasan
BBM subsidi di TV One.
2. Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau
muncul dipengaruhi atau ditentukan oleh adanya variabel bebas (Nawawi,
1991:57). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku mahasiswa
USU.
3. Variabel Antara (Z)
Variabel antara adalah sejumlah gejala yang tidak dapat dikontrol tetapi dapat
diperhitungkan pengaruhnya terhadap variabel bebas (Nawawi 1991 :58).
Variabel antara berada di antara variabel bebas dan varibel terikat, yang
berfungsi sebagai penguat dan pelemah hubungan antara variabel bebas
dengan karakteristik responden.

Universitas Sumatera Utara

1.7 Model Teoritis
Model teoritis merupakan paradigma yang mentransformasikan permasalahanpermasalahan terkait antara satu dengan lainnya. Variabel-variabel yang telah
dikelompokkan dalam kerangka konsep, dibentuk menjadi model teoritis sebagai
berikut :

Variabel Bebas (X)

Variabel Terikat (Y)

Berita Pembatasan BBM
Bersubsidi Di TV One

Perilaku Mahasiswa USU
Dalam Memilih BBM

1.8 Variabel Operasional
Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep yang telah diuraikan di atas,
maka dapat dibuat operasional variabel untuk membentuk kesatuan dan kesesuaian
dalam penelitian. Adapun operasionalisasi variabel dalam penelitian ini, yaitu sebagai
berikut :

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1
Variabel Operasional
Variabel Teoritis

Variabel Operasional

Berita Pembatasan BBM Subsidi 1. Penyajian Berita
Di TV One

A. Pesan
B. Tampilan Gambar
2. Penampilan Penyaji
A. Watak
C. Intonasi Bahasa
B. Ekspresi
C. Warna Suara
3. Topik
A. Ekonomi
4. Isi Berita
A. Keluarbiasaan (Unusualness)
B. Kebaruan (Newness)
C. Akibat (Impact)
D. Aktual (Timelness)
E. Kedekatan (Proximity)
F. Informasi (Information)
G. Konflik (Conflict)
H. Kejutan (Surprising)

Universitas Sumatera Utara

Perilaku Mahasiswa USU Dalam

1) Attention

Memilih BBM

2) Interest
3) Desire
4) Decision
5) Action

1.9 Definisi Operasional
Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana
caranya mengukur suatu variabel. Dengan kata lain, definisi operasional adalah suatu
informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan
variabel yang sama (Singarimbun, 1995:46).
Definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1) Variabel Bebas ( Berita Pembatasan BBM Berubsidi Di TV One).
1. Penyajian berita
a. Pesan yaitu penyampaian lambang-lambang verbal kepada komunikan.
b. Tampilan gambar yaitu hasil rekaman gambar (motion picture) dari
suatu peristiwa.
2. Penampilan penyaji
a. Watak, yaitu sifat atau karakter dari penyaji berita.
b. Intonasi Bahasa, tekanan suara saat penyaji menyampaikan berita.
c. Ekspresi, raut wajah dan gerakan alat tubuh ketika membacakan
berita,

Universitas Sumatera Utara

d. Warna suara, jenis suara penyaji berita.
3. Topik
a. Ekonomi yaitu, menyangkut pemasukan dan pengeluaran dalam
keuangan.
4. Isi berita
a. Keluarbiasaan (unusualness)
Berita adalah sesuatu yang luar biasa.

b. Kebaruan (newness)
News is new. Berita adalah semua apa yang terbaru.
c. Akibat (impact)
Newa has impact. Berita adalah segala sesuatu yang bedampak
luas.
d. Aktual (timelness)
News is timeliness. Berita adalah peristiwa yang sedang atau baru
terjadi.
e. Kedekatan (proximity)
News is nearby. Berita adalah kedekatan. Kedekatan mengandung
dua arti. Kedekatan geografis dan kedekatan psikologis. Kedekatan
geografis menunjuk kepada suatu peristiwa atau berita yang terjadi
di sekitar tempat tinggal kita. Kedekatan psikologis lebih banyak
ditentukan oleh tingkat ketertarikan pikiran, perasaan, atau
kejiwaan, seseorang dengan suatu obyek peristiwa atau berita.
f. Informasi (information)

Universitas Sumatera Utara

News is information. Berita adalah informasi. Menurut Wilbur
Schramm, informasi adalah segala yang bisa menghilangkan
ketidakpastian.
g. Konflik (conflict)
News is conflict. Berita adalah konflik atau segala sesuatu yang
mengandung unsur atau sarat dengan unsur pertentangan.

2) Variabel terikat (Perilaku Mahasiswa Dalam Memilih BBM)
a. Attention (perhatian), atensi atau perhatian adalah pemrosesan secara
sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang
tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan maupun
proses kognitif lainnya. Proses atensi membantu efisiensi penggunaan
sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu
kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu.Pengambilan keputusan
pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh konsumen
atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian
(Attention) terhadap barang atau jasa.
b. Interest (daya tarik), setelah timbul perhatian kemudian jika berkesan
dia akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui
lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut.
c. Desire (keinginan), jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke
tahap berhasrat/berminat (Desire) karena barang atau jasa yang
ditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan-nya.

Universitas Sumatera Utara

d. Decision (keputusan), merupakan terlibat dalam kegiatan yang
membawa seseorang pada situasi memilih apakah menerima atau
menolak, jika hasrat dan minatnya begitu kuat baik karena dorongan
dari dalam atau rangsangan persuasif dari luar maka konsumen atau
pembeli tersebut akan mengambil keputusan membeli.
e. Action (tindakan), perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau
aktifitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang
tidak dapat diamati pihak luar (Notoatmodjo 2003 hal 114), setelah
mengambil keputusan, maka melakukan tindakan

(Action to buy)

barang atau jasa yang di tawarkan.

1.10 Hipotesis
Hipotesis adalah sarana penelitian ilmiah yang penting dan tidak bisa
ditinggalkan karena merupakan instrument kerja dari teori (Singarimbun, 1995 : 43).
Hipotesis adalah kesimpulan yang masih belum final, dalam ar