YouTube: Broadcasting The World dan Opini Mahasiswa (Studi Deskriptif tentang Opini Mahasiswa Universitas Sumatera Utara terhadap Penggunaan Situs YouTube sebagai Media Komunikasi Global)

YOUTUBE: BROADCASTING THE WORLD DAN
OPINI MAHASISWA
(Studi Deskriptif tentang Opini Mahasiswa Universitas Sumatera
Utara terhadap Penggunaan Situs YouTube sebagai Media
Komunikasi Global)
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan
Pendidikan Sarjana (S-1)
pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Departemen Ilmu Komunikasi
Disusun Oleh :
SOYA SORAYA
060904049

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI

YouTube merupakan situs video yang menyediakan berbagai informasi
berupa ‘gambar bergerak’ dan bisa diandalkan. Situs ini memang disediakan bagi
mereka yang ingin melakukan pencarian informasi video dan menontonnya
langsung. Kita juga bisa berpartisipasi mengunggah (meng – upload) video ke
server YouTube dan membaginya ke seluruh dunia. Suatu fenomena yang
menarik terutama ketika masyarakat dunia ikut berperan dalam menjelaskan berita
lewat pemikirannya sendiri tanpa paksaan ataupun pengaruh orang lain, bahkan
dapat dikatakan tanpa batas. Fenomena ini sendiri sangatlah kritis, di mana negara
pun sampai-sampai turun tangan untuk memblokir situs ini di negaranya
dikarenakan bebasnya arus informasi yang masuk. Tujuan dilakukannya
penelitian ini adalah untuk melihat bagaimanakah opini yang terbentuk terhadap
penggunaan YouTube sebagai media komunikasi global dan manfaat yang
dirasakan oleh para penggunanya.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori yang relevan,
yaitu: Komunikasi dan Komunikasi Massa, Teknologi Komunikasi, Opini Publik,
dan Teori S-O-R. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif yang mana
hanya menggambarkan suatu situasi atau peristiwa penelitian, tanpa mencari atau
menjelaskan hubungan, serta tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Objek penelitian ini adalah mahasiswa. Hal ini dikarenakan mahasiswa
merupakan kaum intelektual dan unsur yang paling sadar dalam masyarakat.
Sebagai Agent of Change sekaligus pencipta dan penyebar kebudayaan tinggi,
mahasiswa berperan sebagai penggerak, perantara dan penyelesai masalahmasalah yang ada di masyarakat. Idealnya, mahasiswa harus kritis terhadap
fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Responden yang
dipilih adalah mahasiswa Universitas Sumatera Utara program S-1 angkatan 2007
– 2008 dengan jumlah populasi sebanyak 4.476 orang. Untuk menentukan jumlah
sampel dari populasi tersebut, maka digunakan rumus Taro Yamane dengan
presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90%. Dengan demikian jumlah sampel
adalah 98 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
Proportional Stratified Random Sampling, dan Purposive Sampling. Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal,
dengan menggunakan aplikasi Statistical Product and System Solution (SPSS) 16.
Kesimpulan dari hasil yang diperoleh, para mahasiswa Universitas
Sumatera Utara mengemukakan opini bahwa mereka sebagai responden dalam
penelitian ini, menerima dan juga tidak menyesalkan baik peran maupun
penggunaan YouTube sebagai media komunikasi global. Manfaat yang bisa
dirasakan adalah makin berkembangnya citizen journalism, freedom of speech,
social movement, mass communication, dan broadcasting the world truthfully
yang mana lebih berpihak kepada masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Dengan segala kerendahan hati, peneliti mengucapkan puji dan syukur
kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya yang
berlimpah kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul “YouTube: Broadcasting The World dan Opini Mahasiswa (Studi
Deskriptif tentang Opini Mahasiswa Universitas Sumatera Utara terhadap
Penggunaan Situs YouTube sebagai Media Komunikasi Global)”. Skripsi ini
merupakan tugas akhir perkuliahan peneliti sebagai syarat pendidikan sarjana (S1). Peneliti berharap ke depannya skripsi ini dapat menjadi inspirasi bagi
mahasiswa dalam mengembangkan penelitian. Tentunya skripsi ini masih sangat
jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis senantiasa mengharapkan gagasan
baru, kritik, serta saran yang membangun demi perbaikan ke depan.
Dalam penyelesaian skripsi ini peneliti banyak mendapat bimbingan dan
bantuan dari berbagai pihak. Pertama sekali peneliti mengucapkan terima kasih
yang sedalam-dalamnya kepada orangtua peneliti yakni Ayahanda Said Abdullah
dan Ibunda Wirdayanti Hasbi yang selalu ada di rumah untuk membimbing dan
memberikan semangat, cinta, dan kasih sayangnya. Untuk adik-adik saya Dea,
Aci, Isan, dan Ara, terima kasih telah selalu mendoakan peneliti dalam setiap
kesempatan dan yang selalu berharap bahwa peneliti nantinya akan menjadi
manusia yang berguna di masa yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

Dalam proses penyelesaian skripsi ini, peneliti tidak hanya mengandalkan
kemampuan diri sendiri. Begitu banyak pihak yang memberi kontribusi, baik
berupa materi, pikiran, maupun dorongan semangat dan motivasi. Oleh karena itu
melalui kata pengantar ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof.Dr.M.Arif Nasution, MA selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Amir Purba, MA dan Ibu Dra.Dewi Kurniawati, M.Si selaku
Ketua dan juga sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi sekaligus
peneliti

anggap

sebagai

orangtua

kedua

yang

begitu

baik

memperlakukan peneliti selama proses pengerjaan skripsi.
3. Ibu Emilia Ramadhani S.Sos selaku dosen pembimbing peneliti yang
memiliki pengetahuan yang cukup luas mengenai berbagai hal yang
membuat peneliti termotivasi untuk membuat suatu penelitian yang
cukup

menantang,

dan

memiliki

kesabaran,

ketekunan

dalam

memberikan masukan-masukan bagi skripsi ini.
4. Para dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU yang selalu memberikan
contoh, masukan serta teladan yang patut untuk ditiru oleh peneliti
berupa semangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
5. Kak Ross, Kak Icut, Kak Maya, dan Kak Rotua untuk semua
dorongannya agar peneliti segera menyelesaikan studi, serta semua
dukungan dan pengertiannya.
6. Jidah dan Nenek, serta sanak saudara yang lainnya yang selalu
mendoakan yang terbaik bagi peneliti.

Universitas Sumatera Utara

7. Dina selaku sahabat peneliti untuk cerita-ceritanya yang menginspirasi
dari ide awal penulisan sampai penelitian ini selesai. Juga untuk obrolanobrolan panjang dan menggelikan yang selalu menghasilkan ide-ide atau
motivasi bagi satu sama lain dan hal-hal lainnya yang tidak pernah
terpikir sebelumnya. Terima kasih ya, Don.
8. Bang Abram, Bang Adit, Bang Yogi, Kak Hanita, Bang Galy dan
segenap kakak-kakak atau abang-abang yang sudah membantu suplai
materi penelitian peneliti dengan tulus dan ikhlas.
9. Ama, Ieya, dan Dwi, sahabat-sahabat peneliti, yang selalu memotivasi
peneliti dalam berbagai cara. Terutama Ama yang walaupun dekat
namun sering terlupakan. Maafkan saya ya, tapi sekarang kita udah bisa
bisa main lagi. Ieya dan Dwi juga nanti kita main lagi ya.
10. Adis, Abi, Tika, Aghi, Teguh, dan Mira buat segala macam perbuatan
tingkah laku kalian, baik yang pantas dan tidak pantas, yang selalu
menyemarakkan hari-hari peneliti. Untuk persahabatan merangkap
persaudaraan yang tidak bisa diterima akal sehat manapun awal mula
ceritanya. Sebenarnya tidak bisa dengan pemakaian bahasa yang baik
dan benar untuk menggambarkan mereka, karena artiannya jadi
menyimpang terlalu jauh. Tapi demi kesopanan, maka penulis cukupkan
sampai di sini mengenai mereka.

Universitas Sumatera Utara

11. Dina, Zawya, Fatimah, Rara, Olin, Rina, Icha, Manda, dan Nurul untuk
selalu menyemangati peneliti. Mereka juga tidak bisa digambarkan
dengan bahasa yang baik, kecuali Mama tentu. Mama memang paling
OK! Yang lain...saya cukupkan juga sampai di sini.
12. Para teman-teman seangkatan 2006 yang lain yang dari awal perkuliahan
sama-sama melewati masa-masa kuliah. Mudah-mudahan bisa cepat
menyusul. Amin.
13. Para adik stambuk 2007 dan 2008 yang peneliti kenal dan sering
berinteraksi. Para senior dari yang 2002 sampai 2005 yang juga turut
men – support penulis dari awal waktu perkuliahan hingga sekarang.
14. Terima kasih yang paling dalam kepada Alm. Cory Handayani (Kak
Bun-bun), yang dari awal peneliti masuk di Ilmu Komunikasi, beliau
selalu mendukung dan bermain bersama peneliti. Rasanya saya tidak
akan bisa sampai di sini tanpa bantuannya. Terima kasih ya, Mamak
sayang...Insya Allah mamak diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah
SWT. Amin. Tidak lupa juga terima kasih kepada Bang Doli yang dulu
juga menyemarakkan hari-hari peneliti bersama mamak.
15. Bang DJ, Bang Lake, Bang Steve, Bang Doc, Bang House, Bang Avery,
dan abang-abang pemandu sorak peneliti lainnya yang selalu sukses
mengembalikan mood penulis dikala lelah, letih, lesu.

Universitas Sumatera Utara

16. Terakhir special thanks to Dea dan Rastri. Sudah rela dibombardir
selama hampir 24 jam sehari demi penelitian ini. Laptop – nya
maksudnya. Juga kepada Isan dan Rara yang rela seikhlas hati jadi
bulan-bulanan peneliti dikala peneliti sedang penat. Kalian memang
paling OK! Karena kakaknya Super OK!
Semoga Skripsi ini bermanfaat bagi seluruh pihak dan dapat membuka
khazanah berpikir kita.
Medan, Maret 2010
Peneliti

Soya Soraya

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

ABSTRAKSI................................................................................................ ........ i
KATA PENGANTAR.................................................................................. ....... ii
DAFTAR ISI...................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL........................................................................................ ...... xi
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ xii

BAB I: PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Masalah..................................................................... 1
I.2. Perumusan Masalah............................................................................ 6
I.3. Pembatasan Masalah.......................................................................... 7
I.4. Tujuan Penelitian............................................................................... 7
I.5. Manfaat Penelitian............................................................................. 8
I.6. Kerangka Teori.................................................................................. 8
I.6.1. Komunikasi dan Komunikasi Massa........................................ 9
I.6.2. Teknologi Komunikasi............................................................ 10
I.6.3. Opini Publik............................................................................. 11
I.6.4. Teori S-O-R............................................................................. 12
I.7. Kerangka Konsep.............................................................................. 13
I.8. Model Teoritis................................................................................... 14
I.9. Variabel Operasional......................................................................... 15
I.10. Defenisi Operasional....................................................................... 16

Universitas Sumatera Utara

BAB II: URAIAN TEORITIS
II.1. Komunikasi Massa............................................................................ 19
II.1.1. Pengertian Komunikasi Massa................................................ 19
II.1.2. Komponen Komunikasi Massa............................................... 23
II.1.3. Karakteristik, Fungsi, dan Efek Komunikasi.......................... 25
II.2. Teknologi Komunikasi...................................................................... 31
II.2.1. Pengertian Teknologi Komunikasi.......................................... 31
II.2.2. Karakteristik Teknologi Komunikasi...................................... 34
II.2.3. Internet.................................................................................... 36
II.2.4. Manfaat Internet...................................................................... 38
II.2.5. Internet sebagai Media Komunikasi........................................ 39
II.2.6. YouTube.................................................................................. 41
II.3. Opini Publik...................................................................................... 49
II.3.1. Pengertian Opini..................................................................... 49
II.3.2. Pengertian Publik.................................................................... 50
II.3.3. Tipe Publik.............................................................................. 51
II.3.4. Pengertian Opini Publik.......................................................... 54
II.3.5. Proses Pembentukan Opini Publik.......................................... 56
II.3.6. Kekuatan Opini Publik........................................................... 58
II.4. Teori S-O-R...................................................................................... 59

Universitas Sumatera Utara

BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
III.1. Deskripsi Lokasi Penelitian............................................................. 62
III.1.1.Sejarah dan Perkembangan USU............................................ 63
III.1.2. Visi, Misi dan Tujuan USU................................................... 66
III.1.3. Struktur Organisasi USU....................................................... 67
III.2. Deskripsi tentang YouTube: Broadcast Yourself............................ 72
III.3. Metode Penelitian........................................................................... 74
III.4. Lokasi Penelitian............................................................................. 74
III.5. Populasi dan Sampel........................................................................ 76
III.6. Teknik Penarikan Sampel................................................................ 80
III.7. Teknik Pengumpulan Data.............................................................. 80
III.8. Teknik Analisa Data........................................................................ 81

BAB IV: ANALISA DAN PEMBAHASAN
IV.1. Penyajian dan Analisa Data............................................................. 82
IV.1.1. YouTube sebagai Media Komunikasi Global........................ 82
IV.2. Teknik Pengolahan Data.................................................................. 97
IV.3. Analisa Tabel Tunggal..................................................................... 98
IV.3.1. Karakteristik Responden................................................... 98
IV.3.2. Opini Mahasiswa Terhadap Penggunaan YouTube sebagai
Media Komunikasi Global............................................... 102
IV.4 Pembahasan..................................................................................... 112

Universitas Sumatera Utara

BAB V: PENUTUP
V.1. Kesimpulan....................................................................................... 117
V.2. Saran................................................................................................. 119
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1

Konsep Operasional....................................................................... 15

Tabel 2

Populasi Penelitian Mahasiswa Universitas Sumatera Utara
program S-1 stambuk 2007 s/d 2008............................................. 77

Tabel 3

Jumlah Sampel Setiap Fakultas..................................................... 79

Tabel 4

Program Studi S-1 Responden...................................................... 99

Tabel 5

Lama Pemakaian Internet (dalam satu hari).................................. 99

Tabel 6

Lokasi Akses Internet................................................................... 100

Tabel 7

Frekuensi Akses YouTube (dalam satu minggu).......................... 100

Tabel 8

Keanggotaan di YouTube............................................................. 101

Tabel 9

Fitur-fitur yang Ditawarkan di Situs YouTube............................. 102

Tabel 10

Jenis Informasi yang Ada di Situs YouTube............................... 103

Tabel 11

Cara Pengoperasian Situs YouTube............................................. 103

Tabel 12

Tampilan Home Page Situs YouTube.......................................... 104

Tabel 13

Rasa Suka terhadap Situs YouTube............................................. 105

Tabel 14

Ketertarikan Menggunakan Situs YouTube................................. 105

Tabel 15

Pengertian tentang Isi Video/Informasi Apa Saja yang Ada di Situs
YouTube....................................................................................... 106

Tabel 16

Pemahaman Cara Pengoperasian YouTube.................................. 106

Tabel 17

Pengetahuan tentang Peran YouTube sebagai Media Komunikasi
Global........................................................................................... 107

Tabel 18

Penerimaan terhadap YouTube sebagai Sumber Informasi dari
Berbagai Penjuru.......................................................................... 108

Tabel 19

Penyesalan terhadap Penggunaan YouTube................................. 109

Tabel 20

Opini tentang Informasi yang Dapat Diperoleh di Situs
YouTube....................................................................................... 110

Tabel 21

Kelayakan YouTube Dikategorikan sebagai Media Komunikasi
Global........................................................................................... 110

Tabel 22

Keinginan Terus Menggunakan YouTube................................... 111

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1

Model S-O-R................................................................................ 13

Gambar 2

Model Teoritis.............................................................................. 14

Gambar 3

Model S-O-R................................................................................ 60

Gambar 4

Struktur Organisasi Universitas Sumatera Utara.......................... 72

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI

YouTube merupakan situs video yang menyediakan berbagai informasi
berupa ‘gambar bergerak’ dan bisa diandalkan. Situs ini memang disediakan bagi
mereka yang ingin melakukan pencarian informasi video dan menontonnya
langsung. Kita juga bisa berpartisipasi mengunggah (meng – upload) video ke
server YouTube dan membaginya ke seluruh dunia. Suatu fenomena yang
menarik terutama ketika masyarakat dunia ikut berperan dalam menjelaskan berita
lewat pemikirannya sendiri tanpa paksaan ataupun pengaruh orang lain, bahkan
dapat dikatakan tanpa batas. Fenomena ini sendiri sangatlah kritis, di mana negara
pun sampai-sampai turun tangan untuk memblokir situs ini di negaranya
dikarenakan bebasnya arus informasi yang masuk. Tujuan dilakukannya
penelitian ini adalah untuk melihat bagaimanakah opini yang terbentuk terhadap
penggunaan YouTube sebagai media komunikasi global dan manfaat yang
dirasakan oleh para penggunanya.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori yang relevan,
yaitu: Komunikasi dan Komunikasi Massa, Teknologi Komunikasi, Opini Publik,
dan Teori S-O-R. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif yang mana
hanya menggambarkan suatu situasi atau peristiwa penelitian, tanpa mencari atau
menjelaskan hubungan, serta tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Objek penelitian ini adalah mahasiswa. Hal ini dikarenakan mahasiswa
merupakan kaum intelektual dan unsur yang paling sadar dalam masyarakat.
Sebagai Agent of Change sekaligus pencipta dan penyebar kebudayaan tinggi,
mahasiswa berperan sebagai penggerak, perantara dan penyelesai masalahmasalah yang ada di masyarakat. Idealnya, mahasiswa harus kritis terhadap
fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Responden yang
dipilih adalah mahasiswa Universitas Sumatera Utara program S-1 angkatan 2007
– 2008 dengan jumlah populasi sebanyak 4.476 orang. Untuk menentukan jumlah
sampel dari populasi tersebut, maka digunakan rumus Taro Yamane dengan
presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90%. Dengan demikian jumlah sampel
adalah 98 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
Proportional Stratified Random Sampling, dan Purposive Sampling. Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal,
dengan menggunakan aplikasi Statistical Product and System Solution (SPSS) 16.
Kesimpulan dari hasil yang diperoleh, para mahasiswa Universitas
Sumatera Utara mengemukakan opini bahwa mereka sebagai responden dalam
penelitian ini, menerima dan juga tidak menyesalkan baik peran maupun
penggunaan YouTube sebagai media komunikasi global. Manfaat yang bisa
dirasakan adalah makin berkembangnya citizen journalism, freedom of speech,
social movement, mass communication, dan broadcasting the world truthfully
yang mana lebih berpihak kepada masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah
Sejak terjadinya revolusi industri, komunikasi global mulai berkembang
dengan sangat pesat dan memiliki pengaruh yang luar biasa. Istilah “Broadcasting
The World” (menyiarkan dunia) pun mulai berkembang. Suatu negara dapat
mengerti apa yang terjadi di belahan dunia lainnya berkat tumbuh-kembangnya
teknologi ini. Saat ini bagian yang sangat penting dari arus informasi internasional
lahir melalui perkembangan teknologi dan metode penyiaran. Salah satu area
utama dalam komunikasi internasional, yang merupakan perkembangan teknologi
terkini, yang menjadi salah satu fenomena hubungan internasional yaitu internet.
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang
mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara
lain di seluruh dunia, di mana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya
informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang
mempunyai akses ke internet. Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di
internet:
1. Informasi untuk kehidupan pribadi: kesehatan, rekreasi, hobi, dan
pengembangan pribadi, rohani, serta sosial.
2. Informasi

untuk

kehidupan

profesional/pekerja:

sains,

teknologi,

perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi

Universitas Sumatera Utara

bisnis, dan berbagai forum komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal
batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor-faktor lain yang biasanya
dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia
yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap
anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi
atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Semenjak diciptakannya internet, maka dunia seakan melebihi kapasitas di
luar ambang batas. Tidak hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang dapat
muncul di berita, tetapi semua orang sekarang dapat berperan dalam menyiarkan
seluruh

hal,

bahkan

tentang

dirinya

sendiri

(http://www.litbang.depkes.go.id/tik/media/Pengantar_WWW.doc).
Berbicara tentang menyiarkan dunia, menyiarkan diri kita, maka kita
secara tidak langsung membicarakan situs YouTube.com (sesuai dengan
slogannya, yakni: “Broadcast Yourself”). Situs ini merupakan ketiga populer saat
ini. Pada tahun 2007 YouTube mencapai puncak kesuksesannya dalam persaingan
bisnis di internet setelah mereka memiliki ribuan bahkan sampai jutaan member
baik yang aktif maupun yang tidak aktif di seluruh dunia.
YouTube merupakan situs video yang menyediakan berbagai informasi
berupa ‘gambar bergerak’ dan bisa diandalkan. Situs ini memang disediakan bagi
mereka yang ingin melakukan pencarian informasi video dan menontonnya
langsung. Kita juga bisa berpartisipasi mengunggah (meng – upload) video ke
server YouTube dan membaginya ke seluruh dunia (Baskoro, 2009:58).

Universitas Sumatera Utara

YouTube diprakarsai oleh tiga orang mantan pegawai perusahaan Paypal
yaitu Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim. Hurley merupakan alumnus
design di University Indiana Pennsylvania, sedangkan Chen dan Karim alumnus
ilmu komputer di University Illinois Urbana-Champaign. Nama domain
‘YouTube.com’ sendiri diaktifkan pada 15 Februari 2005, dan pada bulan-bulan
berikutnya YouTube mulai dibangun. Mereka mempublikasikan preview dari
website tersebut pada Mei 2005, atau 6 bulan sebelum launching secara resmi
(http://www.youtube.com/t/about).
Setelah didirikan, YouTube mendapat suntikan modal pertamanya dari
investor yaitu Sequoia Capital sebesar $ 11,5 juta di bulan November 2005 –
April 2006. Dengan tambahan modal yang besar, YouTube berkembang dengan
cepat. Juli 2006, ada lebih dari 65.000 video baru yang di – upload setiap hari di
YouTube,

dan

ada

100

juta

video

yang

dilihat

per

harinya

(http://www.usatoday.com/tech/news/2006-07-16-youtube-views_x.htm).
Dengan format berkas (file) FLV (Flash Video) yang efisien dan ada di
mana-mana sebagai standar pengodean film yang di – upload oleh para user,
membuat YouTube mudah diakses oleh masyarakat secara instan di internet.
Sebagai

tambahan,

dengan

teknologi

yang

memungkinkan,

YouTube

menginspirasi masyarakat untuk menonton video melalui web dengan fitur
jaringan sosial Web-2,0; seperti komentar, grup, halaman beranda untuk anggota,
langganan, dan ide-ide lainnya yang berbasis komunitas yang dipopulerkan
melalui website seperti MySpace, Facebook, dan lain-lain (Yogapratama, 2009:12).

Universitas Sumatera Utara

Dengan perkembangan yang sangat pesat, YouTube sukses menarik minat
Google.inc. Oktober 2006 Google.inc sukses mengakuisisi YouTube dengan nilai
transaksi $1, 65 miliar. Saat ini, menurut penyedia data market internet
‘ComScore’, YouTube merupakan penyedia video online terbesar di AS dengan
market share 43% dan lebih dari 6 milliar video dilihat di bulan Januari 2009
(http://www.comscore.com).
Tingginya jumlah penonton dan video di YouTube, wajar jika YouTube
menjadi bagian dalam budaya internet. Kebebasan setiap orang menikmati
komputer pribadi mereka tanpa intervensi dari pemerintah mampu menyajikan
berita dari sudut pandang yang lebih variatif.
Menyadari pentingnya peran YouTube dalam budaya internet, ‘Pulitzer
Center’, sebuah lembaga non-profit di AS yang memiliki misi menyiarkan berita
dengan lebih independen bekerja sama dengan YouTube membuat kontes
jurnalisme independen tahunan. Diharapkan dengan adanya kontes ini, peran
citizen journalism semakin kuat dalam menyeimbangkan pemberitaan yang
dikuasai

oleh

perusahaan-perusahaan

media

raksasa

(http://www.youtube.com/pulitzercenter).
Suatu fenomena yang menarik terutama ketika masyarakat dunia ikut
berperan dalam menjelaskan berita lewat pemikirannya sendiri tanpa paksaan
ataupun pengaruh orang lain, bahkan dapat dikatakan tanpa batas. Fenomena ini
sendiri sangatlah kritis, di mana negara pun sampai-sampai turun tangan untuk
memblokir situs ini di negaranya dikarenakan bebasnya arus informasi yang
masuk.

Universitas Sumatera Utara

Tercatat China (selama konflik dengan Mongol), Iraq, dan Thailand
memblokir situs YouTube dengan berbagai alasan. China memblokir situs ini
untuk menghidari persepsi negatif yang berlebihan untuk menyelesaikan kasus
Mongol. Sedangkan Thailand memblokir situs YouTube dengan alasan
menghindari propaganda yang akan disebar oleh Thaksin Shinawatra pada para
pendukungnya. Hal tersebut cukup membuktikan YouTube bukan hanya media
penyebaran internet culture, dan pop culture dalam hal musik, trendsetter, dan
budaya pop lainnya. Tapi juga bisa menjadi wadah bagi para citizen journalism
untuk menyiarkan pemberitaan versi mereka (http://www.kapanlagi.com).
Dengan adanya situs YouTube, maka aktor-aktor yang dianggap berperan
dalam komunikasi global seperti perusahaan-perusahaan penyiaran baik itu dalam
surat kabar, radio, ataupun televisi seakan berkurang peranannya. Semua orang
dapat menyiarkan kabar di YouTube. Bahkan, ada beberapa berita yang hanya
disiarkan lewat YouTube dikarenakan bebasnya orang-orang untuk meng –
upload video mereka sendiri. Karena tujuan utama YouTube adalah sebagai
tempat bagi setiap orang (tidak peduli tingkat keahliannya) untuk meng – upload
dan

membagikan

pengalaman

perekaman

mereka

kepada

orang

lain

(Yogapratama, 2009:3).
YouTube telah menjadi fenomena yang mendunia, untuk itu peneliti
memutuskan untuk meneliti fenomena tersebut. Dalam penelitian ini, responden
yang diambil berasal dari kalangan mahasiswa. Hal ini dikarenakan mahasiswa
merupakan kaum intelektual dan unsur yang paling sadar dalam masyarakat.
Sebagai Agent of Change sekaligus pencipta dan penyebar kebudayaan tinggi,

Universitas Sumatera Utara

mahasiswa berperan sebagai penggerak, perantara dan penyelesai masalahmasalah yang ada di masyarakat. Idealnya, mahasiswa harus kritis terhadap
fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Dengan sifat, peran,
dan fungsi mahasiswa tersebut maka peneliti memilih mahasiswa sebagai sampel
dalam penelitian ini. Dari sekian banyak universitas yang ada di Sumatera Utara
peneliti memilih Universitas Sumatera Utara.
Universitas Sumatera Utara (USU) adalah salah satu perguruan tinggi
negeri yang ada di Sumatera Utara dan termasuk sebagai salah satu perguruan
tinggi terbaik. USU berada pada urutan ke – 10 universitas terbaik di Indonesia.
Peringkat itu didasarkan pada survei majalah Globe Asia. USU bersama
Universitas Hassanuddin merupakan perguruan tinggi milik pemerintah di luar
Pulau Jawa yang masuk dalam daftar rangking (Seputar Indonesia, Edisi 27
Februari 2008).
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti
bagaimanakah opini mahasiswa Universitas Sumatera Utara terhadap penggunaan
situs YouTube.
I.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut: “Bagaimanakah opini mahasiswa Universitas Sumatera Utara
terhadap penggunaan situs YouTube sebagai media komunikasi global?”

Universitas Sumatera Utara

I.3. Pembatasan Masalah
Untuk menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas sehingga
dapat mengaburkan penelitian, maka peneliti membatasi masalah yang akan
diteliti. Adapun pembatasan masalah tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian bersifat deskriptif, yang mana hanya memaparkan suatu situasi
atau peristiwa secara sistematis, tidak mencari atau menjelaskan
hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
2. Penelitian terbatas pada opini publik terhadap penggunaan YouTube
sebagai media komunikasi global.
3. Objek penelitian ini adalah Mahasiswa USU yang pernah menggunakan
YouTube dari stambuk 2007 – 2008.
4. Penelitian akan dilakukan pada bulan Maret 2010.
I.4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui opini yang terbentuk di kalangan mahasiswa terhadap
penggunaan YouTube sebagai media komunikasi global.
2. Untuk mengetahui manfaat yang didapat oleh para mahasiswa pengguna
YouTube.

Universitas Sumatera Utara

I.5. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut:
1. Secara teoritis, dapat memberi masukan pada teori-teori komunikasi,
seperti: Teori Komunikasi dan Komunikasi Massa, Teori Teknologi
Komunikasi, Teori Opini Publik, dan Teori S-O-R (Stimulus-OrganismResponse).
2. Secara akademis, diharapkan dapat memperkaya wacana penelitian di
bidang Ilmu Komunikasi, khususnya Komunikasi Massa dan Komunikasi
Internasional.
3. Secara praktis, data yang diperoleh dari penelitian ini dapat menjadi
masukan bagi situs YouTube dalam meningkatkan kualitasnya sebagai
media komunikasi global.
I.6. Kerangka Teori
Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berpikir
dalam memecahkan atau menyoroti permasalahannya. Untuk itu perlu disusun
kerangka teori yang memuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari
sudut mana akan disoroti (Nawawi, 2001:39-40 ).
Kerlinger menyebutkan teori merupakan himpunan konstruk (konsep),
defenisi, dan preposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejalagejala dengan menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan
meramalkan gejala tersebut (Rakhmat, 2004:6).
Dalam penelitian ini, teori-teori yang dianggap relevan antara lain:

Universitas Sumatera Utara

I.6.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa
Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris berasal dari
bahasa latin communis yang berarti “sama”, communico, communication, atau
communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama
(communis) adalah istilah yang paling sering dipakai sebagai asal-usul kata
komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata latin yang mirip. Komunikasi
menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna atau suatu pesan dianut secara
sama (Mulyana, 2005:41).
Menurut

Carl Hovland

dalam

karyanya

yang

berjudul

“Social

Communication” muncul istilah science of communication yang didefenisikan
sebagai suatu upaya yang sitematis untuk merumuskan dengan cara setepattepatnya asas-asas pentransmisian informasi serta pembentukan opini dan sikap
(Effendy, 2003:13).
Komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses penyampaian suatu pesan
oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau merubah sikap,
pendapat atau perilaku baik langsung maupun tidak langsung melalui media.
Tujuan utama mempelajari komunikasi adalah untuk mengetahui
bagaimana efek komunikasi terhadap seseorang, yaitu kondisi yang harus
dipenuhi jika kita menginginkan agar suatu pesan membangkitkan tanggapan
yang kita kehendaki.
Dalam setiap peristiwa komunikasi, meliputi lima unsur di dalamnya, yaitu
komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek (Effendy, 2006:10). Dalam
buku Ardianto (2004:7), Rakhmat merangkum defenisi-defenisi komunikasi

Universitas Sumatera Utara

massa, komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan
kepada sejumlah khalayak tersebar, heterogen, anonim, melalui media cetak
maupun elektronik sebagai pesan yang sama yang dapat diterima secara serentak
dan sesaat. Pada dasarnya, komunikasi massa adalah komunikasi melalui media
massa (media cetak dan media elektronik). Ada beberapa bentuk komunikasi
massa, antara lain: televisi, radio, majalah, koran, buku, dan film (Nurudin,
2004:2)
Menurut Wright (1959), dalam Severin dan Tankard (2007:4), perubahan
teknologi baru menyebabkan perubahan dalam defenisi komunikasi yang
memiliki ciri:
1. Komunikasi massa yang diarahkan kepada audience yang relatif besar,
heterogen, dan anonim.
2. Pesan-pesan yang disebarkan secara umum sering dijadwalkan untuk bisa
mencapai sebanyak mungkin anggota audience secara serempak dan
sifatnya sementara.
3. Komunikator cenderung berada atau beroperasi dalam sebuah organisasi
yang kompleks yang mungkin membutuhkan biaya yang besar.
I.6.2. Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi adalah suatu penerapan ilmu pengetahuan untuk
memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan komunikasi. Rogers, 1986
dalam Lubis (2005:42), mendefenisikan teknologi komunikasi sebagai “alat
perangkat keras, struktur organisasi dan nilai-nilai sosial yang digunakan, untuk
mengumpulkan, memproses, dan mempertukarkan informasi dengan orang lain”.

Universitas Sumatera Utara

Perkembangan teknologi komunikasi dewasa ini berlangsung demikian
pesatnya sehingga para ahli menyebut gejala ini sebagai suatu revolusi. Sekalipun
kemajuan tersebut masih dalam perjalanannya, tapi sejak sekarang sudah dapat
diperkirakan terjadinya berbagai perubahan di bidang komunikasi maupun di
bidang-bidang kehidupan lain yang berhubungan, sebagai implikasi dari
perkembangan keadaan yang dimaksud. Perubahan-perubahan yang kelak terjadi,
terutama disebabkan berbagai kemampuan dan potensi teknologi komunikasi
tersebut, yang memungkinkan manusia untuk saling berhubungan dan memenuhi
kebutuhan komunikasi mereka secara hampir tanpa batas (Nasution, 1989:6).
I.6.3. Opini Publik
William Albig mengemukakan bahwa pendapat atau opini itu dinyatakan
kepada sesuatu hal yang kontroversial atau sedikit-dikitnya terdapat pandangan
yang berlainan mengenai masalah tersebut (Sunarjo, 1984:31).
Sunarjo (1984:24) menjelaskan opini (pendapat) mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Selalu diketahui dari pernyataan-pernyataan;
2. Merupakan sintesa atau kesatuan dari banyak pendapat;
3. Mempunyai pendukung dalam jumlah yang besar.
Menurut Mayor Polak (Sunarjo, 1984:19), publik atau khalayak ramai
adalah sejumlah orang yang mempunyai minat sama terhadap suatu persoalan
tertentu. Mempunyai minat yang sama tidak berarti mempunyai pendapat yang
sama. Dengan demikian, publik adalah sejumlah orang yang berminat dan merasa
tertarik terhadap suatu masalah dan berhasrat mencari suatu jalan keluar dengan

Universitas Sumatera Utara

mewujudkan tindakan yang konkret.
Herbert Blumer (Sastropoetro, 1990:108) mengemukakan ciri-ciri publik
sebagai berikut:
1. Dikonfrontasikan atau dihadapkan pada suatu isu;
2. Terlibat dalam diskusi mengenai isu tersebut;
3. Memiliki perbedaan pendapat tentang cara mengatur isu.
Irish dan Protho (Susanto, 1985:91) menyatakan bahwa suatu pendapat
harus dinyatakan terlebih dahulu agar dapat dinilai sebagai opini publik. Hal ini
disebabkan karena sesuatu yang belum dinyatakan belum bisa disebut opini
karena belum mengalami proses komunikasi. Suatu pendapat akan menjadi isu
apabila mengandung unsur kemungkinan pro dan kontra suatu pendapat (tentang
suatu kejadian) yang telah dinyatakan. Dengan demikian, ia akan menimbulkan
adanya pendapat baru yang menyenangkan atau tidak baginya.
Selanjutnya Irish dan Protho (Susanto, 1985:92) menambahkan bahwa
suatu isu akan menjadi isu sosial apabila ia menyebabkan orang lain akan
membentuk pendapatnya (dan menyatakannya) atau memberikan tanggapannya
atas persoalan yang dibahas oleh pendapat semula.
I.6.4. Teori S-O-R
Teori S-O-R sebagai singkatan dari Stimulus-Organism-Response ini
semula berasal dari psikologi. Menurut teori ini, efek yang ditimbulkan adalah
reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan
dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan. Jadi unsurunsur dalam model ini adalah (Effendi, 2003:254-255):

Universitas Sumatera Utara

1. Pesan (Stimulus, S), stimulus atau pesan yang dimaksud di sini adalah situs
YouTube – Broadcast Yourself.
2. Komunikan (Organism, O), yang menjadi sasaran dalam penelitian ini
adalah Mahasiswa USU.
3. Efek (Response, R), berupa opini sebagai respon yang ditujukan terhadap
perangsang yang bersifat kontroversif.
Teori S-O-R dapat dirumuskan sebagai berikut :

Stimulus

Organism :




Perhatian
Pengertian
Penerima

Response

Gambar 1. Model S-O-R
I.7. Kerangka Konsep
Kerangka konsep sebagai hasil pemikiran yang rasional merupakan uraian
yang bersifat kritis dan memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang
dicapai dan dapat mengantarkan penelitian pada rumusan hipotesa (Nawawi,
2001:40).
Konsep adalah penggambaran secara tepat fenomena yang hendak diteliti
yakni istilah dan defenisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak

Universitas Sumatera Utara

kejadian, keadaan, kelompok atau individu, yang menjadi pusat perhatian ilmu
sosial (Singarimbun, 1995:33).
Jadi, kerangka konsep adalah hasil pemikiran yang rasional dalam
menguraikan rumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari masalah
yang diuji kebenarannya. Agar konsep-konsep dapat diteliti secara empiris, maka
harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Opini mahasiswa USU terhadap penggunaan YouTube sebagai media
komunikasi global.
2. Karakteristik responden. Karakteristik responden adalah nilai-nilai yang
dimiliki oleh seseorang yang dapat membedakannya dengan orang lain.
I.8. Model Teoritis
Berdasarkan kerangka konsep di atas maka dapat dibentuk model teoritis
sebagai berikut:

YouTube –
Broadcast Yourself

Opini Mahasiswa

Gambar 2. Model Teoritis

Universitas Sumatera Utara

I.9. Variabel Operasional
Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep yang telah diuraikan di
atas, maka untuk lebih memudahkan penelitian diperlukan suatu variabel
operasional terkait yaitu sebagai berikut:
Tabel 1. Konsep Operasional
Variabel Penelitian

Operasional Variabel

Opini Mahasiswa terhadap Penggunaan

• Fitur-fitur yang Ditawarkan

YouTube sebagai Media Komunikasi

• Jenis Informasi

Global

• Penggunaan
• Tampilan Website
• Perhatian
a. Ketertarikan
b. Rasa Suka
• Pengertian
a. Pengetahuan
b. Pemahaman
• Penerimaan
a. Tahap Kognitif
b. Tahap Afektif

Karakteristik Responden

1. Fakultas
2. Frekuensi Pemakaian Internet
3. Lokasi Akses Internet
4. Frekuensi Pemakaian YouTube
5. Keanggotaan di Youtube

Universitas Sumatera Utara

I.10. Defenisi Operasional
Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan
bagaimana caranya untuk mengukur suatu variabel. Dengan kata lain, defenisi
operasional adalah suatu informasi ilmiah yang amat membantu peneliti yang
ingin menggunakan variabel yang sama (Singarimbun, 1995:46).
Definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini adalah:
1. Penggunaan YouTube sebagai Media Komunikasi Global, terdiri
dari:


Fitur-fitur yang Ditawarkan di YouTube: apa-apa saja fitur yang bisa
digunakan seperti meng – upload, download, sharing, hingga
merespon video.



Jenis Informasi di YouTube, yaitu informasi apa saja yang dapat
diakses mulai dari sosial, politik, pendidikan, hingga hiburan.



Penggunaan YouTube: bagaimana mengakses situs tersebut, YouTube
dapat diakses oleh siapa saja, baik anggota maupun bukan anggota.
Untuk video yang dianggap kurang layak ditampilkan untuk semua
umur, YouTube membatasinya hanya bagi anggota dan harus ter –
verified sebagai pengguna berumur di atas 18 tahun.



Tampilan Website YouTube, yaitu halaman awal ketika membuka
situs tersebut. Halaman beranda website YouTube cukup menarik,
dengan menampilkan video-video yang sedang dilihat saat ini, videovideo yang dipromosikan, dan featured videos. Juga ada seleksi linklink tambahan, elemen-elemen navigasi, dan iklan-iklan bagus yang
jumlahnya relatif sedikit.

Universitas Sumatera Utara

2. Opini mahasiswa USU, terdiri dari:


Perhatian
- Ketertarikan terhadap YouTube, yaitu adanya keinginan untuk
membuka situs YouTube.
- Rasa Suka terhadap YouTube, adanya keinginan untuk terus
menggunakan situs YouTube karena telah timbul rasa suka.



Pengertian
- Pengetahuan tentang YouTube, yaitu responden mengetahui isi
dari situs YouTube.
- Pemahaman tentang YouTube, yaitu responden mengerti dan
memahami penggunaan situs YouTube.



Penerimaan
Dalam penelitian ini tahap penerimaan terhadap situs YouTube hanya
sampai 2 tahap, yaitu:
− Tahap kognitif, yaitu meliputi ingatan-ingatan terhadap suatu
pesan, kesadaran/pengenalan terhadap pesan, dan pengetahuan
terhadap pesan tersebut.
− Tahap afektif, meliputi kesediaan untuk mencari lebih banyak lagi
informasi, evaluasi terhadap pesan, dan minat untuk mencoba dan
melakukannya.

Universitas Sumatera Utara

3. Karakteristik Responden, terdiri dari:


Fakultas, yaitu dari fakultas mana responden berasal.



Frekuensi Pemakaian Internet,

yaitu

berapa

lama responden

menggunakan internet dalam sehari.


Lokasi Akses Internet, di mana responden mengakses internet.



Frekuensi Pemakaian YouTube, yaitu berapa kali responden membuka
situs YouTube dalam seminggu.



Keanggotaan di YouTube, yaitu status keanggotaan responden di situs
YouTube.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

II.1. Komunikasi Massa
II.1.1. Pengertian Komunikasi Massa
Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris communication berasal dari
bahasa iatin: communicatio dan bersumber dari kata communis yang berarti sama.
Sama di sini maksudnya adalah sama makna (Effendy, 2006:9).
Komunikasi menyentuh semua aspek kehidupan bermasyarakat, atau sebaliknya
semua aspek kehidupan masyarakat menyentuh komunikasi. Justru itu orang
melukiskan komunikasi sebagai ubiquitos atau serba hadir. Artinya komunikasi
berada di manapun dan kapanpun juga. Menurut Carl I. Hovland dalam karyanya
yang

berjudul

Social

Communication

memunculkan

istilah science

of

communication yang didefenisikan sebagai suatu upaya yang sistematis untuk
merumuskan dengan cara setepat-tepatnya asas-asas penstransmisian informasi
serta pembentukan opini dan sikap (Effendy, 2003:13).
Sedangkan menurut Fisher (Arifin, 2003:20), komunikasi menyentuh
semua aspek kehidupan masyarakat atau sebaliknya semua aspek kehidupan
masyarakat menyentuh komunikasi. Justru itu orang melukiskan komunikasi
sebagai ubiquitos atau serba hadir, artinya komunikasi berada di manapun dan
kapanpun juga.
Rumusan komunikasi yang sangat dikenal orang adalah rumusan yang
dibuat oleh Harold Lasswell. Menurut Lasswell (Mulyana, 2005:62) komunikasi

Universitas Sumatera Utara

adalah: “who says what in which channel to whom with what effect ”. jadi, jika
dipilah-pilahkan akan terdapat lima unsur atau komponen di dalam komunikasi,
yaitu:
• Siapa yang mengatakan

komunikator (communicator)

• Apa yang dikatakan

pesan (message)

• Media apa yang digunakan

media (channel)

• Kepada siapa pesan disampaikan

komunikan (communicant/receiver)

• Akibat yang terjadi

efek (effect)

Wilbur Schram menampilkan apa yang ia sebut “The Condition of Success
in Communication”, yakni kondisi yang harus dipenuhi jika kita menginginkan
agar suatu pesan membangkitkan tanggapan yang kita kehendaki. Kondisi tersebut
dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat
menarik perhatian komunikan.
2. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman
yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga sama-sama
mengerti.
3. Pesan

harus

membangkitkan

kebutuhan

pribadi

komunikan

dan

menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.
4. Pesan harus menyampaikan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan tadi
yang layak bagi situasi kelompok di mana komunikan berada pada saat ia
digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.

Universitas Sumatera Utara

Pengertian komunikasi massa merujuk, kepada pendapat Tan dan Wright,
merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam
menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak,
bertempat tinggal yang jauh (terpencar), sangat heterogen, dan menimbulkan efek
tertentu. Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh
Bittner (Ardianto, 2004:3), yakni: komunikasi massa adalah pesan yang
dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass
communication is messages communicated through a mass medium to a large
number of people). Dari defenisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi
massa itu harus menggunakan media massa.
Menurut Mulyana (2005:75) komunikasi massa (mass communication)
adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar,
majalah) atau elektronik (radio, televisi), yang dikelola oleh suatu lembaga atau
orang yang tersebar yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar
orang yang tersebar di banyak tempat, anonim dan heterogen.
Selain pengertian di atas, beberapa ahli komunikasi juga mengemukakan
pendapatnya

tentang

pengertian

komunikasi

massa.

Joseph

A.

Devito

merumuskan komunikasi massa menjadi dua hal, yaitu:
“Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada
massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini berarti bahwa khalayak
meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau semua orang
yang menonton televisi, agaknya ini tidak berarti pula bahwa khalayak itu besar
pada umumnya agak sukar untuk didefenisikan. Kedua, komunikasi massa adalah

Universitas Sumatera Utara

komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar yang bersifat audio atau
visual. Komunikasi massa menjadi lebih logis jika didefenisikan menurut
bentuknya seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, buku, tabloid, film, dan
pita” (Ardianto, 2004:6).
Defenisi komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan oleh ahli
komunikasi lain, yaitu Gebner, komunikasi massa adalah produksi dan distribusi
yang

berlandaskan

teknologi

dan

lembaga

dari

arus

pesan

yang

berkesinambungan serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri
(Ardianto, 2004:4).
Menurut Joseph R. Dominick mendefenisikan komunikasi massa sebagai
suatu proses di mana suatu organisasi yang kompleks dengan bantuan satu atau
lebih mesin memproduksi dan mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar,
heterogen, dan tersebar. Sedangkan menurut Jalaluddin Rakhmat mendefenisikan
komunikasi massa sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah
khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim, melalui media cetak atau
elektronis, sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.
Sementara itu, menurut Jay Black dan Frederick C (Nurudin, 2004:12)
disebutkan bahwa komunikasi massa adalah sebuah proses di mana pesan-pesan
yang diproduksi secara massal atau tidak sedikit itu disebarkan kepada massa
penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen. Luas di sini berarti lebih besar
daripada sekadar kumpulan orang yang berdekatan secara fisik, sedangkan
anonim berarti individu yang menerima pesan cenderung asing satu sama lain, dan
heterogen berarti pesan dikirimkan kepada orang-orang dari berbagai macam

Universitas Sumatera Utara

status, pekerjaan, dan jabatan dengan karakteristik yang berbeda satu sama lain
dan bukan penerima pesan yang homogen.
Berdasarkan

pengertian

tentang

komunikasi

massa

yang

sudah

dikemukakan oleh para ahli komunikasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media ma

Dokumen yang terkait

Pemberitaan Konflik Indonesia-Malaysia Dan Opini Mahasiswa (Studi Korelasional Pengaruh Pemberitaan Media Televisi Mengenai Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Oleh Malaysia Terhadap Opini Mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB –

0 68 126

Fatwa Mui Dan Opini Publik (Studi deskriptif Opini Mahasiswa Anggota HMI Komisariat Fakultas Hukum USU Terhadap Pemberitaan Fatwa Haram Bunga Bank oleh MUI Di Internet )

1 62 129

Opini Mahasiswa Terhadap Iklan Nasional Demokrat (Studi Deskriptif Opini Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU Terhadap Iklan Nasional Demokrat Di Metro TV)

0 54 90

Opini Mahasiswa Terhadap Figur Obama Dalam Iklan Wafer Tango (studi deskriptif terhadap mahasiswa Universitas Sumatera Utara).

1 55 148

Situs YouTube dan Peningkatan Kemampuan Bermusik Mahasiswa Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara

0 31 78

Pemanfaatan Situs Universitas Sumatera Utara Dengan Pendapat Publik Mahasiswa (Studi Korelasional Tentang Peranan Situs Universitas Sumatera Utara dengan Opini Mahasiswa Terhadap Layanan Informasi Pendidikan)

0 58 108

Opini Mahasiswa Terhadap Tayangan MTV Insomnia Di Global TV(Studi Deskriptif Terhadap Mahasiswa Universitas Sumatera Utara)

1 25 93

Pemberitaan Aksi Mahasiswa di Media Massa dan Pembentukan Opini Publik (Studi Deskriptif tentang Pemberitaan Aksi Mahasiswa di Metro TV terhadap Pembentukan Opini Mahasiswa FISIP USU)

2 35 105

PERSEPSI PENGGUNA INTERNET (NETTER) MENGENAI PENGGUNAAN SITUS YOUTUBE SEBAGAI MEDIA AKTUALISASI DIRI (Studi Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Pengguna Aktif Situs YouTube)

0 9 22

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG SITUS YOUTUBE SEBAGAI MEDIA POPULARITAS SESEORANG (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang)

13 54 15

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3901 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1037 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 932 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 624 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 780 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1328 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1227 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 813 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1097 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1326 23