Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

ANALISISSS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA
DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
DI KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

TESIS

Oleh
MUHAMMAD AZIZUR RAHMAN
087003029/ PWD

E

K O L A

S

H

S

N

A

PA

C

ASARJA

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

 

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA
DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
DI KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

TESIS

 

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan
pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh
MUHAMMAD AZIZUR RAHMAN
087003029/PWD

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

 

Judul Tesis

: ANALISIS

STRATEGI

PENGEMBANGAN

KAWASAN WISATA DALAM PENINGKATAN
KESEJAHTERAAN

MASYARAKAT

DI

KECAMTAN PANTAI CERMIN KABUPATEN
SERDANG BEDAGAI
Nama Mahasiswa

: Muhammad Azizur Rahman

Nomor Pokok

: 087003029

Program Studi

: Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan
(PWD)

Komisi Pembimbing,

(Dr. Ir. Tavi Supriana, MS)
Ketua

(Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D)
Anggota

Ketua Program Studi

(Prof.Bachtiar Hasan Miraza)

Tanggal lulus

(Dr. Ir. Rahmanta, M.Si)
Anggota

Direktur

(Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B, M.Sc)

: 18 Agustus 2010

Universitas Sumatera Utara

 

Telah diuji pada
Tanggal 18 Agustus 2010

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

:

Dr. Ir. Tavi Supriana, MS

Anggota

: 1. Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D
2. Dr. Ir. Rahmanta, M.Si
3. Kasyful Mahalli, S.E, M.Si
4. Agus Suriadi, S.Sos, M.Si

Universitas Sumatera Utara

 

“Kepuasan dan Kebahagiaan
hanya bisa kita rasakan
apabila kita tahu caranya nikmat syukur
atas apa yang kita lakukan dan kita dapatkan
dan itu semua merupakan
jawaban atas doa dan usaha kita”

Universitas Sumatera Utara

 

E

K O L A

S

H

S

N

A

PA

C

ASARJA

Universitas Sumatera Utara



Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

M.Azizur Rahman, NIM. 087003029 ”Analisis Strategi Pengembangan
Kawasan Wisata dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan
Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai”, di bawah bimbingan Dr. Ir. Tavi
Supriana, MS, Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D dan Dr. Ir. Rahmanta, M.Si.
Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan Kabupaten Serdang
Bedagai. Salah satu lokasi wisata andalan andalah Kawasan Wisata Pantai Cermin
yang potensial untuk dikembangkan. Untuk itu diperlukannya suatu strategi yang
tepat dan efektif. Dengan adanya Strategi pengembangan kawasan wisata Pantai
Cermin dari segi objek wisata, prasarana dan sarana wisata serta pasar dan
promosi wisata diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat yang
dilihat dari tingkat pendapatan, kesehatan dan pendidikan masyarakat.
Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin yang terdiri dari 6
objek wisata yang berlokasi di Desa Kota Pari, Pantai Cermin Kanan, Desa Pantai
Cermin Kiri dan Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang
Bedagai Propinsi Sumatera Utara. Tipe penelitian adalah deskriptif dengan
menggunakan analisis statistik, yang artinya penulis tidak menggunakan
pengujian hipotesis tetapi hanya mendeskripsikan data-data yang di peroleh di
lapangan, kemudian dilakukan interpretasi terhadap data, dan akhirnya analisis
dan pembahasan terhadap data serta anlisis SWOT yang artinya penulis
mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman kemudian
menentukan faktor Internal dan faktor eksternal untuk mendapatkan strategi
pengembangannya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi pengembangan kawasan wisata
Pantai Cermin masih dapat ditingkatkan. Strategi utama dalam pengembangan
kawasan wisata yakni strategi yang memanfaatkan dan menggali potensi
masyarakat dalam mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengedepankan nilai unik
dari kawasan wisata Pantai Cermin melalui kebijakan Pemerintah membuat
kalender wisata tahunan Kabupaten Serdang Bedagai serta industri pariwisata
disarankan melibatkan masyarakat untuk mengembangkan kawasan wisata
sehingga dengan ikut terlibatnya masyarakat secara aktif maka masyarakat akan
memperoleh penghasilan yang tetap sehingga kesejahteraannya meningkat.
Kata Kunci : Kondisi pengembangan Kawasan Wisata, Strategi Pengembangan
Kawasan Wisata

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

M.Azizur Rahman, NIM : 087003029, “Analysis Strategic of Development
Tourism Region in increasing community welfare at Pantai Cermin district
Serdang Bedagai Regency”, under guiding Dr. Ir. Tavi Supriana, MS, Prof.
Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D and Dr. Ir. Rahmanta, M.Si.
Tourism sector is one of the prime sector Serdang Bedagai Regency. The
one of prime tourism located is Tourism Region of Pantai Cermin which has
potential to be developed. For that, the Strategic is needed to appropriate and
effective. With the existence strategic of Development Tourism Region from
tourism object, infrastructure and means as well as tourism market and
promotion desire to increasing community welfare from income, healthy and
education factor.
This research was conducted in Pantai Cermin Tourism Region which have
4 tourism object that located in Kotapari Village, Pantai Cermin Kanan Village,
Pantai Cermin Kiri Village and Kuala Lama Village at Pantai Cermin district
Serdang Bedagai Regency Province of North Sumatera. The type of the research
was descriptive by using statistic analysis, in term of the author was not
performed hypothesis, but only describes the data wich obtain from the field, then
performing interpretation to the data, and finally, the author performed both
analysis and study on data as well as using SWOT analysis, in term of the author 
identified Strength , weakness, opportunities and Threat and then determined
internal factor and external factor to get development strategic.
The research result that the condition of development tourism region is
could be increased.. For that, grand strategic needed to develop tourism region is
strategic that used and dig up community potency to held events that front up
unique value form Pantai Cermin tourism region through government policy in
annual tourism almanac Serdang Bedagai Regency and also tourism industry
involve around community to develop tourism region in result community has
raise constant income and increase welfare.

Keywords : Condition of development tourism region, Strategic development of
tourism region

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senatiasa
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan
tugas penyusunan tesis ini. Penulis tesis penelitian dengan judul Analisis Strategi
Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di
Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai, merupakan sebagai
persyaratan untuk mendapatkan gelar Magister Sains di Program Studi Magister
Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas Sumatera
Utara.
Dalam Penulisan Tesis ini, Penulis banyak sekali mendapat bantuan dan
bimbingan dari semua pihak, maka dengan segala kerendahan hati Penulis
menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1.

Bapak Prof. Bachtiar Hassan Miraza selaku Ketua Program Studi Magister
Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas
Sumatera Utara.

2.

Bapak Kasyful Mahalli, SE. M.Si selaku Sekretaris Program Magister
Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas
Sumatera Utara.

3.

Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS selaku ketua pembimbing yang selalu
memberikan dan arahan kepada Penulis.

4.

Bapak Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D yang selalu memberikan
bimbingan dan arahan kepada Penulis.

Universitas Sumatera Utara

5.

Bapak Dr. Ir. Rahmanta, M.Si yang selalu memberikan bimbingan dan
arahan kepada Penulis.

6.

Bapak Bupati Kabupaten Deli Serdang H.Amri Tambunan selaku pemberi
ijin belajar mengikuti sekolah pasca sarjana S2.

7.

Orang tua dan adik-adik, dan keluarga besar saya yang selalu mendoakan
saya untuk maju dan berkembang.

8.

Pihak-pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak
langsung dalam penyusunan tesis ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa bentuk dan penyajian tesis ini masih

jauh dari sempurna, oleh karena itu Penulis berharap adanya kritik dan saran yang
membangun sehingga tesis penelitian ini dapat lebih sempurna dan dapat
memberikan manfaat bagi daerah yang di teliti khususnya dan daerah lain
umumnya.

Medan,
Agustus 2010
Penulis,

M. AZIZUR RAHMAN
NIM.087003029

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

Muhammad Azizur Rahman lahir di Pantai Cermin Kabupaten Serdang
Bedagai Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 06 Februari 1986, anak bungsu
dari empat bersaudara pasangan Bapak Drs. Fadlan dan Ibu Nur’ainun.
Pendidikan Penulis di mulai dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 101953
Pantai Cermin lulus tahun 1997, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I
Pantai Cermin lulus tahun 2000, dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I
Lubuk Pakam lulus tahun 2003 dan kuliah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri
(IPDN) pada Fakultas Politik Pemerintahan Jurusan Pembangunan dan
Pemberdayaan Masyarakat lulus tahun 2008.
Penulis bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor
Kelurahan Syahmad Kabupaten Deli Serdang sebagai Sekretaris Kelurahan
dengan pangkat Penata Muda (III/a).

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK .................................................................................................

i

ABSTRACT ...............................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ..............................................................................

iii

RIWAYAT HIDUP ..................................................................................

v

DAFTAR ISI..............................................................................................

vi

DAFTAR TABEL .....................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR.................................................................................

xi

DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................

xii

BAB I

: PENDAHULUAN ..............................................................

1

1.1. Latar Belakang Masalah ...............................................

1

1.2. Perumusan Masalah......................................................

7

1.3. Tujuan...........................................................................

8

1.4. Manfaat Penelitian........................................................

8

: TINJAUAN PUSTAKA ....................................................

9

2.1. Kepariwisataan .............................................................

9

BAB II

2.1.1 Kawasan Wisata Bahari....................................

10

2.1.2 Strategi Pengembangan Kawasan Wisata.........

11

2.1.2.1 Pengembangan Obyek Wisata ..............

12

2.1.2.2 Pengembangan
Prasarana
dan
Sarana wisata......................................

13

Universitas Sumatera Utara

BAB III

BAB IV

2.1.2.3 Pengembangan Pasar dan Promosi
Wisata.................................................

15

2.2. Kesejahteraan Masyarakat............................................

18

2.2.1 Pendapatan msyarakat ......................................

19

2.2.2 Kesehatan masyarakat ......................................

21

2.2.3 Pendidikan masyarakat .....................................

22

2.3. Penelitian Sebelumnya .................................................

23

2.4. Kerangka Pemikiran .....................................................

25

: METODE PENELITIAN .................................................

27

3.1. Ruang Lingkup Penelitian ............................................

27

3.2. Jenis dan Sumber Data .................................................

27

3.3. Populasi dan Sampel.....................................................

29

3.4. Teknik Pengumpulan Data ...........................................

29

3.5. Teknik Pengolahan Data...............................................

31

3.5.1 Analisis Statistik ...............................................

31

3.5.2 Analisis SWOT.................................................

33

3.6. Defenisi Operasional Variabel .....................................

39

: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...............

41

4.1 Gambaran Umum Kecamatan Pantai Cermin .............

41

4.1.1 Keadaan Geografis ..........................................

41

4.1.2 Keadaan Demografi .........................................

44

4.1.3 Keadaan Sosial, Keamanan, Ketertiban dan
Ekonomi Kemasyarakatan ...............................

50

4.1.4 PDRB Kecamatan.............................................

53

Universitas Sumatera Utara

BAB V

4.2 Pembahasan .................................................................

57

4.2.1 Deskripsi responden ......................................

57

4.2.2 Kondisi Pariwisata............................................

59

4.2.2.1 Objek Wisata ........................................

59

4.2.2.2 Sarana dan Prasarana ...........................

65

4.2.2.3 Pasar dan Promosi ..............................

70

4.2.3 Strategi Pengembangan Kawasan Wisata
Pantai Cermin ..................................................

72

4.2.3.1 Analisis Faktor-faktor Internal .............

73

4.2.3.2 Analisis Faktor-faktor Eksternal...........

85

: KESIMPULAN DAN SARAN.........................................

104

5.1 Kesimpulan ..................................................................

104

5.2 Saran.............................................................................

105

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................

107

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No
1.1

Halaman
PDRB Kecamatan Pantai Cermin Menurut Lapangan
Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2006 –
2008 (Juta Rupiah)...............................................................

4

3.1

Jenis dan Sumber Data.........................................................

28

3.2

Matrik SWOT ......................................................................

34

3.3

Perhitungan Bobot Faktor Ekternal .....................................

35

3.4

Perhitungan Nilai Faktor Ekternal .......................................

35

3.5

Matrik ETOP........................................................................

36

3.6

Perhitungan Bobot Faktor Internal ......................................

37

3.7

Pengelompokkan Posisi SAP...............................................

38

3.8

Analisis Matriks SWOT.......................................................

38

4.1

Luas Wilayah Per Desa di kecamatan Pantai Cermin..........

42

4.2

Penggunaan Lahan di Kecamatan Pantai Cermin................

43

4.3

Kompossi Penduduk Per Desa Berdasarkan Jenis Kelamin

45

4.4

Sarana Pendidikan di Kecamatan Pantai Cermin ................

47

4.5

Tanggapan Masyarakat terhadap Peningkatan Pendidikan
Diperoleh dari Sektor Pariwisata .........................................

48

4.6

Sarana Kesehatan di Kecamatan Pantai Cermin..................

49

4.7

Tanggapan Masyarakat terhadap Peningkatan Kesehatan
Diperoleh dari Sektor Pariwisata .........................................

50

Jumlah Penduduk Kecamatan Pantai Cermin Berdasarkan
Etnis/Suku Bangsa Tahun 2009..........................................

51

Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian di
Kecamatan Pantai Cermin ...................................................

52

4.8
4.9

Universitas Sumatera Utara

4.10

PDRB Kecamatan Pantai Cermin Menurut Lapangan
Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2006 –
2008 (Juta Rupiah)...............................................................

54

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kecamatan Pantai Cermin
Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan
2000 Tahun 2006 – 2008 (%) ..............................................

55

Tanggapan Masyarakat terhadap Peningkatan Pendapatan
diperoleh dari Sektor Pariwisata ..........................................

56

Rincian Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan
Pendidikan ...........................................................................

57

Rincian Responden Berdasarkan Pekerjaan dan Kelompok
Umur ....................................................................................

58

4.15

Jumlah Pendapatan Responden............................................

59

4.16

Tanggapan Wisatawan terhadap Keunikan Objek Wisata...

60

4.17

Tanggapan Wisatawan terhadap Prasarana dan Sarana
Wisata ..................................................................................

65

Panjang prarana Jalan di Kecamatan Pantai Cermin Tahun
2009 .....................................................................................

67

Banyak Restoran, Rumah Makan, Hotel dan Penginapan
di Kecamatan Pantai Cermin Tahun 2009 ...........................

69

4.20

Tanggapan Wisatawan terhadap Pasar dan Promosi Wisata

71

4.21

Perhitungan Skor Elemen Kekuatan ....................................

73

4.22

Perhitungan Skor Elemen Kelemahan .................................

79

4.23

Perhitungan Skor Elemen Peluang ......................................

85

4.24

Perhitungan Skor Elemen Ancaman ....................................

91

4.25

Matriks SWOT kawasan wisata Pantai Cermin...................

98

4.26

Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Cermin....

99

4.11

4.12
4.13
4.14

4.18
4.19

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No
2.1

Halaman
Kerangka Pemikiran ................................................................ 25

Universitas Sumatera Utara

xii 

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

I

Gambar Peta Kecamatan Pantai Cermin

II.

Daftar Pertanyaan Kuesioner

III.

Gambar-gambar Observasi Daerah Penelitian

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

M.Azizur Rahman, NIM. 087003029 ”Analisis Strategi Pengembangan
Kawasan Wisata dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan
Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai”, di bawah bimbingan Dr. Ir. Tavi
Supriana, MS, Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D dan Dr. Ir. Rahmanta, M.Si.
Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan Kabupaten Serdang
Bedagai. Salah satu lokasi wisata andalan andalah Kawasan Wisata Pantai Cermin
yang potensial untuk dikembangkan. Untuk itu diperlukannya suatu strategi yang
tepat dan efektif. Dengan adanya Strategi pengembangan kawasan wisata Pantai
Cermin dari segi objek wisata, prasarana dan sarana wisata serta pasar dan
promosi wisata diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat yang
dilihat dari tingkat pendapatan, kesehatan dan pendidikan masyarakat.
Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin yang terdiri dari 6
objek wisata yang berlokasi di Desa Kota Pari, Pantai Cermin Kanan, Desa Pantai
Cermin Kiri dan Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang
Bedagai Propinsi Sumatera Utara. Tipe penelitian adalah deskriptif dengan
menggunakan analisis statistik, yang artinya penulis tidak menggunakan
pengujian hipotesis tetapi hanya mendeskripsikan data-data yang di peroleh di
lapangan, kemudian dilakukan interpretasi terhadap data, dan akhirnya analisis
dan pembahasan terhadap data serta anlisis SWOT yang artinya penulis
mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman kemudian
menentukan faktor Internal dan faktor eksternal untuk mendapatkan strategi
pengembangannya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi pengembangan kawasan wisata
Pantai Cermin masih dapat ditingkatkan. Strategi utama dalam pengembangan
kawasan wisata yakni strategi yang memanfaatkan dan menggali potensi
masyarakat dalam mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengedepankan nilai unik
dari kawasan wisata Pantai Cermin melalui kebijakan Pemerintah membuat
kalender wisata tahunan Kabupaten Serdang Bedagai serta industri pariwisata
disarankan melibatkan masyarakat untuk mengembangkan kawasan wisata
sehingga dengan ikut terlibatnya masyarakat secara aktif maka masyarakat akan
memperoleh penghasilan yang tetap sehingga kesejahteraannya meningkat.
Kata Kunci : Kondisi pengembangan Kawasan Wisata, Strategi Pengembangan
Kawasan Wisata

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

M.Azizur Rahman, NIM : 087003029, “Analysis Strategic of Development
Tourism Region in increasing community welfare at Pantai Cermin district
Serdang Bedagai Regency”, under guiding Dr. Ir. Tavi Supriana, MS, Prof.
Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D and Dr. Ir. Rahmanta, M.Si.
Tourism sector is one of the prime sector Serdang Bedagai Regency. The
one of prime tourism located is Tourism Region of Pantai Cermin which has
potential to be developed. For that, the Strategic is needed to appropriate and
effective. With the existence strategic of Development Tourism Region from
tourism object, infrastructure and means as well as tourism market and
promotion desire to increasing community welfare from income, healthy and
education factor.
This research was conducted in Pantai Cermin Tourism Region which have
4 tourism object that located in Kotapari Village, Pantai Cermin Kanan Village,
Pantai Cermin Kiri Village and Kuala Lama Village at Pantai Cermin district
Serdang Bedagai Regency Province of North Sumatera. The type of the research
was descriptive by using statistic analysis, in term of the author was not
performed hypothesis, but only describes the data wich obtain from the field, then
performing interpretation to the data, and finally, the author performed both
analysis and study on data as well as using SWOT analysis, in term of the author 
identified Strength , weakness, opportunities and Threat and then determined
internal factor and external factor to get development strategic.
The research result that the condition of development tourism region is
could be increased.. For that, grand strategic needed to develop tourism region is
strategic that used and dig up community potency to held events that front up
unique value form Pantai Cermin tourism region through government policy in
annual tourism almanac Serdang Bedagai Regency and also tourism industry
involve around community to develop tourism region in result community has
raise constant income and increase welfare.

Keywords : Condition of development tourism region, Strategic development of
tourism region

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Amanat UUD 1945 dalam pembukaannya disebutkan bahwa tujuan
negara adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam pembukaan
UUD 1945 alinea keempat berbunyi bahwa “Pemerintahan Negara Indonesia
dibentuk untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi dan keadilan
sosial”.
Kesejahteraan masyarakat tidak dapat dicapai bila tidak didukung oleh
kemampuan dan sumber daya manusia dalam memanfaatkan segala potensi yang
dimiliki. Penyebab utama suatu negara tidak maju atau menjadi terbelakang
adalah karena dikelola dengan tidak benar (undermanaged). Kemampuan suatu
bangsa menjadi causa prima bagi kemajuan bangsa itu sendiri, oleh karena itu,
perencanaan wilayah dengan manajemen yang baik sangat diperlukan.
Perencanaan dibutuhkan agar bangsa tersebut dapat mengangkat dirinya sendiri
dari keterbelakangan menuju kesejahteraan masyarakat yang baik.
Pada saat ini perhatian pemerintah terhadap perkembangan dan
pengembangan wilayah semakin besar, hal ini terjadi baik di negara maju maupun
di negara berkembang. Oleh karena latar belakang historis, sosial, ekonomi,
kultural, politik dan teknologi yang berbeda-beda, maka permasalahan yang
 



Universitas Sumatera Utara

muncul di negara maju jelas berbeda pula dengan permasalahan yang dihadapi
oleh negara berkembang.
Sebagaimana diketahui bahwa potensi dan kemampuan masing-masing
wilayah yang berbeda-beda satu sama lainnya dan masalah pokok yang
dihadapinya berbeda pula sehingga pembangunan tidak terjadi di semua tempat,
hal tersebut juga dinyatakan oleh Francois Perroux dalam Adisasmita (2005)
bahwa “Growth does not appear everywhere and all it once, it appear in points or
development pole, with variable intensities, it spreads along diverse channels and
with vattying terminal effect for the whole of economic, In terms of geographic
space dominant and propulsive industries make the agglomereation where they
are locate the poles of their region”.
Dalam melaksanakan pembangunan wilayahnya, pemerintah daerah
mencari potensi-potensi yang ada untuk dikembangkan sehingga dapat
menyebabkan mutliplier effect bagi wilayah disekitarnya. Salah satu yang
berpontensi untuk menciptakan kondisi tersebut adalah pengembangan di sektor
pariwisata.
Salah satu daerah yang memiliki potensi wilayah di sektor pariwisata
adalah Kabupaten Serdang Bedagai. Kabupaten Serdang Bedagai merupakan
pecahan dari Kabupaten Deli serdang yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang
Nomor 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten
Serdang

Bedagai.

Pembentukan

Kabupaten

Serdang

Bedagai

bertujuan

mendukung percepatan Pembangunan diwilayah Kabupaten Serdang Bedagai
termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Cermin.

Universitas Sumatera Utara

Kecamatan Pantai Cermin merupakan sebuah kecamatan yang berada di
bagian timur kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Dengan
panjang pantai sekitar 21 km menghadap selat malaka yang memiliki pantai yang
landai dan bersih sangat berpotensial sekali untuk dikembangkan menjadi daerah
tujuan wisata khususnya wisata bahari. Selain itu dengan jarak tempuh dari
Medan sebagai ibukota propinsi sekitar 1 jam dan merupakan satu-satunya daerah
wisata bahari terdekat dari Medan, ibukota provinsi Sumatera Utara, maka Pantai
Cermin sangat wajar sekali untuk dapat perhatian guna dikembangkan menjadi
Kawasan Wisata Bahari.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu
indikator tingkat kesejahteraan suatu daerah. PDRB pada dasarnya merupakan
jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Di lihat dari
PDRB Kecamatan Pantai Cermin Tahun 2008 atas harga konstan mencapai Rp.
297.529,37 juta ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2007 dan 2006. Tahun
2007 PDRB Kecamatan Pantai Cemin mencapai Rp. 279.694,73 juta dan pada
tahun 2006 PDRB Kecamatan Pantai Cemin mencapai Rp. 264.525,09 juta. Ini
menunjukkan bahwa jumlah PDRB Kecamatan Pantai Cemin dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan. Untuk lebih jelasnya PDRB menurut lapangan usaha atas
dasar harga konstan 2000 disajikan Tabel 1.1.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.1. DRB Kecamatan Pantai Cermin Menurut Lapangan Usaha
Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2006 – 2008 (Juta Rupiah)
No

Lapangan Usaha

1

Pertanian

2

Pertambangan dan Penggalian

3

Industri

4

Listrik,Gas, dan Air Minum

5

2006

2007*)

Atas

2008**)

111.020,71 115.374,24 115.395,24
1.985,09

2.214,93

2.225,90

78.824,90

83.013,01

83.013,01

2.114,79

2.388,15

2.391,18

Bangunan

22.006,89

26.291,29

26.302,25

6

Perdagangan, Hotel, dan Restoran

42.615,23

44.767,45

44.775,61

7

Pengangkutan dan komunikasi

868,38

915,78

920,81

8

Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan

6.464,62

6.845,19

6.835,17

13.794,12

15.683,22

15.670,20

Bangunan dan Tanah, Jasa Perusahaan
9

Jasa-jasa
Produk Domestik Regional Bruto

264.525,09 279.694,73 297.529,37

(PDRB)
Sumber : BPS Kabupaten Serdang Bedagai
Keterangan :*) Angka Sementara
**) Angka Sangat Sementara
Peningkatan PDRB di sektor pariwisata dapat dilihat dari tumbuhnya
perdagangan, hotel dan restoran serta jasa mencapai sekitar 4% dari tahun 2006 ke
tahun 2008. Peningkatan tersebut dapat menunjukan bahwa sektor pariwisata di
Kecamatan Pantai Cermin telah mengalami perkembangan namun pengembangan
tersebut masih dapat ditingkatkan lagi bila menggunakan strategi yang tepat
dalam menentukan arah pengemebangan kawasan wisata Pantai Cermin.
Dalam perencanaan wilayah untuk pengembangan sektor pariwisata yang
menjadikan Kecamatan Pantai Cermin sebagai suatu Kawasan Wisata Bahari
harus dilihat dari berbagai aspek strategis multi dimensi. Pembangunan tidak

Universitas Sumatera Utara

dapat dilaksanakan hanya dari satu sisi saja melainkan secara menyeluruh lintas
sektoral sehingga perencanaan wilayah tersebut dapat dikatakan terencana dengan
baik yang berakhir pada tujuan utama yakni meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Perencanaan wilayah dalam pembangunan prasarana wisata harus
mempertimbangkan kondisi dan lokasi yang akan meningkatkan aksesbilitas suatu
obyek wisata yang pada gilirannya akan meningkatkan daya tarik dari obyek
wisata itu sendiri. Selain itu, kebutuhan wisatawan yang lain juga perlu disediakan
di daerah tujuan wisata, seperti bank, apotek, rumah sakit, pom bensin, pusatpusat perbelanjaan dan lain-lain. Sarana wisata secara kuantitatif menunjuk pada
jumlah sarana wisata yang harus disediakan, dan secara kualitatif menunjukkan
pada mutu pelayanan yang diberikan dan tercermin pada kepuasan wisatawan
yang memperoleh pelayanan. Dalam hubungannya dengan jenis dan mutu
pelayanan sarana wisata di daerah tujuan wisata telah disusun suatu standar wisata
yang baku baik secara nasional maupun internasional, sehingga penyediaan sarana
wisata tinggal memilih atau menentukan jenis dan kualitas yang akan disediakan.
Keterlibatan atau partisipasi masyarakat lokal menjadi penting bila
dikaitkan dengan upaya keberlanjutan pariwisata itu sendiri dalam hal
perlindungan terhadap lingkungan maupun manfaatnya bagi kesejahteraan
masyarakat. Hal ini penting agar upaya pengembangan pariwisata tidak hanya
demi meningkatkan pendapatan daerah tetapi juga betul-betul memberikan
manfaat terutama yang berada di daerah obyek pariwisata yang bersangkutan.

Universitas Sumatera Utara

Apabila dicermati, disamping keuntungan materi yang dapat diraih,
pesatnya perkembangan industri pariwisata seringkali menimbulkan berbagai
tantangan baru yang tidak dapat diabaikan begitu saja.

Secara kategorial,

tantangan baru itu meliputi sektor ekonomi, lingkungan hidup dan lingkungan
sosial. Tantangan di sektor ekonomi terkait dengan apakah sektor indutri
pariwisata itu mampu meningkatkan kesejahteran penduduk setempat. Sampai
berapa jauh penduduk setempat dapat ikut berperan secara aktif dan menikmati
keuntungan dalam pembangunan industri pariwisata mengingat kesiapan
perorangan maupun kelembagaannya (sosial adaptation). Tantangan di bidang
lingkungan hidup menyangkut besarnya modal yang harus ditanam sehingga
mendorong pengusaha untuk mengejar keuntungan materi sebesar-besarnya.
Adakah keutungan materi itu seimbang dengan besarnya kerusakan yang
ditimbulkan. Sedangkan tantangan sosial budaya menyangkut kesiapan penduduk
untuk memanfaatkan peluang yang terbuka dan berperan serta dalam kegiatan
subjek dalam meningkatkan kesejahteran mereka.
Namun yang harus diperhatikan, walaupun dengan adanya pariwisata akan
dapat menimbulkan dampak yang positif dari pembangunan bidang lainnya, pada
umumnya orang terpikat oleh kemudahan usaha menjaring keuntungan materi dan
lupa akan dampaknya bagi lingkungan dan kehidupan sosial budaya masyarakat
yang terlibat dalam kegiatan secara langsung ataupun tak langsung. Pariwisata
juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat, misalkan
peredaran obat-obatan terlarang, masuknya kebudayaan asing yang tidak sesuai
dengan kebudayaan bangsa Indonesia seperti seks bebas dan mabuk-mabukan.

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan keterangan di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa sektor
pariwisata di Pantai Cermin memiliki peluang yang lebih besar lagi untuk
ditingkatkan dari perkembangannya saat ini. Sektor pariwisata dapat menjadi
sektor unggulan lainnya disamping sektor pertanian dan sektor indsutri. Dengan
meningkatnya sektor pariwisata diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect
terhadap kesejahteraan masyarakat disekitarnya.
Permasalahan

tersebut

apabila

tidak

ditindaklanjuti

maka

akan

menimbulkan efek negatif. Pengembangan wilayah yang diharapkan dapat
menimbulkan multiplier effect pun tidak tercapai. Oleh karena itu, maka
diperlukan suatu perencanaan wilayah yang baik yang dapat memanfaatkan
kekuatan, dan peluang yang ada dengan meminimalisir kelemahan dan ancaman
yang terjadi.
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, Penulis tertarik
untuk melakukan penelitian yang dituangkan dalam tesis yang berjudul “Analisis
Strategi Pengembangan Kawasan Wisata dalam Peningkatan Kesejahteraan
Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai”.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada latar belakang masalah
yang ada di atas, Penulis mengungkapkan permasalahan dalam penelitian ini ke
dalam suatu perumusan masalah yaitu :

Universitas Sumatera Utara

1. Bagaimana kondisi pengembangan kawasan wisata Pantai Cermin?
2. Bagaimana strategi pengembangan kawasan wisata dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat di kecamatan Pantai Cermin?
1.3. Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah yang dipaparkan di atas, tujuan
penelitian ini adalah:
1. Untuk menganalisis kondisi terkini dari pengembangan kawasan wisata Pantai
Cermin.
2. Untuk menganalisis strategi yang perlu dilakukan dalam mengembangkan
kawasan wisata di kecamatan Pantai Cermin.
1.4. Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang perumusan masalah maka manfaat penelitian
ini adalah:
1. Segi ilmu pengetahuan, sebagai penambah khasanah ilmu pengetahuan tentang
pengembangan kawasan wisata di kecamatan Pantai Cermin.
2. Segi masyarakat, sebagai masukan kepada masyarakat agar memanfaatkan
perngembangan

kawasan

wisata

untuk

meningkatkan

kesejahteraan

masyarakat di kecamatan Pantai Cermin.
3. Segi pemerintah, sebagai masukan untuk melakukan strategi, kontrol dan
evaluasi terpadu terhadap perubahan dinamika sosial ekonomi masyarakat
serta pengembangan wilayah di Kecamatan Pantai Cermin.

Universitas Sumatera Utara

 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kepariwisataan
Pengembangan sektor pariwisata ditujukan untuk meningkatkan kualitas
hidup dan kesejahteraan serta dapat memberikan manfaat terhadap pemenuhan
kebutuhan masyarakat. Dengan mengembangkan sektor pariwisata ini juga
diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pemerintah
terutama dari segi pembiayaan pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah.
Selanjutnya menurut Guyer Freuler dalam Yoeti (1996) merumuskan
pengertian pariwisata dengan memberikan batasan yakni “Pariwisata dalam artian
modern adalah merupakan fenomena dari zaman sekarang yang didasarkan atas
kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan
menumbuhkan cinta terhadap keindahan alam dan pada khususnya disebabkan
oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas masyarakat manusia
sebagai

hasil

daripada

perkembangan

perniagaan,

perdagangan

serta

penyempurnaan dari pada alat-alat pengangkutan”.
Keberhasilan pengembangan pariwisata ditentukan oleh 3 faktor,
sebagaimana yang dikemukakan oleh Yoeti (1996), sebagai berikut :
1.

Tersedianya objek dan daya tarik wisata.

2.

Adanya fasilitas accessibility yaitu sarana dan prasarana, sehingga
memungkinkan wisatawan mengunjungi suatu daerah atau kawasan wisata.



Universitas Sumatera Utara

3.

Terjadinya fasilitas amenities yaitu sasaran kepariwisataan yang dapat
memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
Demand pariwisata sangat berkaitan dengan pengguna atau konsumen

(wisatawan). Wisatawan diistilahkan sebagai pasar, karena wisatawan merupakan
target atau sasaran yang hendak dituju dalam suatu penawaran pariwisata.
Sehingga faktor permintaan yang datang dari para wisatawan tersebut sangat
berpengaruh pada perkembangan pariwisata.
2.1.1. Kawasan Wisata Bahari
Kawasan diartikan sebagai suatu wilayah yang mempunyai fungsi atau
aspek fungsional tertentu. Dengan menerapkan pendekatan pembangunan kawasan
diharapkan pembangunan dapat lebih interaktif dan responsive secara fungsional
sehingga manfaat pembangunan yang akan dikembangkan itu memiliki sektor atau
usaha yang potensial dan strategis untuk menunjang pembangunan. Kawasan yang
dimaksud menurut Adisasmita (2005) disebut kawasan andalan dan sektornya
adalah sektor unggulan.
Wisata pesisir dan bahari adalah proses ekonomi yang memasarkan
ekosistem dan merupakan pasar khusus yang menarik dan langka untuk orang yang
sadar akan lingkungan dan tertarik untuk mengamati alam. Lima faktor batasan
yang mendasar dalam penentuan prinsip utama ekowisata yaitu :
1.

lingkungan; ekowisata bertumpu pada lingkungan alam, budaya yang belum
tercemar.

2.

masyarakat; ekowisata bermanfaat ekologi, sosial dan ekonomi pada
masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

3.

Pendidikan dan pengalaman; ecotourism harus dapat meningkatkan
pemahaman akan lingkungan alam dan budaya dengan adanya pengalaman
yang dimiliki.

4.

berkelanjutan; ecotourism dapat memberikan sumbangan positif bagi
keberlanjutan ekologi baik jangka pendek maupun jangka panjang.

5.

manajemen;

ecotourism harus

dikelola

secara

baik

dan

menjamin

sustainability lingkungan alam, budaya yang bertujuan untuk peningkatan
kesejahteraan sekarang maupun generasi mendatang.
2.1.2 Strategi Pengembangan Kawasan Wisata
Tujuan pengembangan pariwisata menurut Soekadijo (1996) diantaranya
adalah untuk mendorong perkembangan beberapa sektor ekonomi, yaitu antara
lain :
1. Meningkatkan urbanisasi karena pertumbuhan, perkembangan serta perbaikan
fasilitas pariwisata.
2. Mengubah industri-industri baru yang berkaitan dengan jasa-jasa wisata.
Misalnya, usaha transportasi, akomodasi (hotel, motel, pondok wisata,
perkemahan, dan lain-lain) yang memerlukan perluasan beberapa industri
kecil seperti kerajinan tangan.
3. Memperluas pasar barang-barang lokal.
4. Memberi dampak positif pada tenaga kerja, karena pariwisata dapat
memperluas lapangan kerja baru (tugas baru di hotel atau tempat penginapan,
usaha perjalanan, industri kerajinan tangan dan cendera mata, serta tempattempat penjualan lainnya).

Universitas Sumatera Utara

Menurut Marpaung (2002) perkembangan kepariwisataan bertujuan
memberikan keuntungan baik bagi wisatawan maupun warga setempat. Pariwisata
dapat

memberikan

kehidupan

yang

standar

kepada

warga

setempat

melalui keuntungan ekonomi yang didapat dari tempat tujuan wisata. Dalam
perkembangan infrastruktur dan fasilitas rekreasi, keduanya menguntungkan
wisatawan dan warga setempat, sebaliknya kepariwisataan dikembangkan melalui
penyediaan tempat tujuan wisata. Hal tersebut dilakukan melalui pemeliharaan
kebudayaan, sejarah dan taraf perkembangan ekonomi dan suatu tempat tujuan
wisata yang masuk dalam pendapatan untuk wisatawan akibatnya akan
menjadikan pengalaman yang unik dari tempat wisata. Pada waktu yang sama, ada
nilai-nilai yang membawa serta dalam perkembangan kepariwisataan. Sesuai
dengan panduan, maka perkembangan pariwisata dapat memperbesar keuntungan
sambil memperkecil masalah-masalah yang ada.
2.1.2.1 Pengembangan Obyek Wisata
Pengertian obyek wisata adalah sumber daya alam , buatan dan budaya
yang berpotensi dan berdaya tarik bagi yang pada umumnya daya tarik wisata
menurut Suwontoro (2001) dipengaruhi oleh :
1.

Adanya sumber / obyek yang dapat menimbulkan rasa senang, nyaman, dan
bersih.

2.

Adanya aksesibilitas yang tinggi untuk dapat mengunjungi.

3.

Adanya arti khusus yang bersifat langka.

4.

Adanya sarana dan prasarana penunjang untuk melayani para wisatawan yang
hadir.

Universitas Sumatera Utara

5.

Obyek wisata alam mempunyai daya tarik yang tinggi karena keindahannya,
seperti keindahan alam pegunungan, sungai, pantai, pasir, hutan dan
sebagainya.
Menurut Mariotto dalam Yoeti

(1996)

yang merupakan objek dan

atraksi wisata adalah :
1. Benda-benda yang tersedia dan terdapat di alam semesta, yang istilah
pariwisata disebut dengan natural amenities
2. Hasil cipta manusia (man made supply)
3. Tata cara hidup (the way of life)
Tersedianya objek wisata dan daya tarik wisata merupakan salah satu
syarat yang harus tersedia dalam pengembangan pariwisata. Karena objek dan
daya tarik wisata merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang
berkunjung. Jadi, dalam pengembangan potensi pariwisata di Kecamatan Pantai
Cermin harus memperhatikan potensi objek wisata yang ada serta daya tarik
wisata yang tersedia.
2.1.2.2 Pengembangan Prasarana dan Sarana wisata
Sarana wisata merupakan kelengkapan pendukung yang diperlukan untuk
melayani wisatawan dalam menikmati kunjungan wisatanya. Berbagai sarana
wisata yang harus disediakan di daerah tujuan wisata adalah hotel,

biro

perjalanan, alat transportasi, rumah makan dan sebagainya. Tentu saja semakin
lengkap sarana wisata/ fasilitas yang dapat diberikan oleh daerah tujuan wisata
akan meningkatkan daya tarik obyek wisata

Universitas Sumatera Utara

Prasarana adalah kelengkapan awal sebelum (pra) sarana wisata dapat
disediakan atau dikembangkan . Oleh karena itu prasarana wisata dapat dikatakan
sebagai sumber daya alam dan buatan yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan
dalam perjalanannya menuju daerah tujuan wisata, seperti jalan, listrik, air,
telekomunikasi, terminal, jembatan dan lain sebagainya. Dalam pembangunan
prasarana pariwisata pemerintah diharapkan lebih dominan karena pemerintah
daerah dapat mengambil manfaat ganda dari pembangunan tersebut, seperti
meningkatkan arus informasi, arus lalu lintas, ekonomi dan mobilitas penduduk
yang tentu saja dapat meningkatkan kesempatan berusaha bagi masyarakat di
daerah tersebut.
Pengembangan sarana dan prasarana juga sangat penting karena dengan
berkembangnya sarana dan prasarana maka kenyamanan para wisatawan dapat
terjamin.

Menurut

Yoeti

(1996)

yang

termasuk

kelompok

prasarana

kepariwisataan adalah :
1. Prasarana perhubungan seperti jaringan jalan raya dan kereta api.
2. Instalansi pembangkit tenaga listrik.
3. Instalansi penyulingan bahan bakar minyak.
4. Sistem irigasi untuk kepentingan pertanian, peternakan, perkebunan.
5. Sistem perbankkan dan moneter.
6. Sistem telekomunikasi.
7. Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pendidikan.

Universitas Sumatera Utara

Sedangkan sarana kepariwisataan adalah :
1.

Sarana pokok kepariwisataan
Yang dimaksud sarana pokok kepariwisataan adalah perusahaan yang hidup
dan kehidupannya sangat bergantung pada arus kedatangan orang yang
melakukan perjalanan wisata.

2. Sarana pelengkap kepariwisataan
Yang dimaksud dengan sarana pelengkap kepariwisataan adalah perusahaanperusahaan atau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas rekreasi yang
fungsinya tidak hanya melengkapi sarana pokok kepariwisataan, tetapi yang
terpenting adalah untuk membuat agar para wisatawan dapat lebih lama
tinggal pada suatu daerah tujuan wisata.
3. Sarana penunjang kepariwisataan
Yang dimaksud dengan sarana penunjang kepariwisataan adalah perusahaan
yang menunjang sarana pelengkap dan sarana pokok dan berfungsi tidak
hanya membuat wisatawan lebih lama tinggal pada daerah tujuan wisata,
tetapi fungsi yang lebih penting agar wisatawan lebih banyak mengeluarkan
atau membelanjakan uang ditempat yang dikunjungi.
2.1.2.3. Pengembangan Pasar dan Promosi Wisata
Pemasaran adalah seluruh kegiatan untuk mempertemukan permintaan dan
penawaran, sehingga pembeli mendapat kepuasan dan penjual mendapat
keuntungan maksimal dengan resiko serendah-rendahnya (James.J.Spillane dalam
Ediwarsyah 1987). Lebih lanjut Winardi dalam Ediwarsyah (1987) mengatakan
bahwa pemasaran adalah aktifitas dunia usaha yang berhubungan dengan arus

Universitas Sumatera Utara

benda-benda serta jasa-jasa dari produksi sampai konsumsi dimana termasuk
tindakan

membeli,

menjual,

menyelengarakan

reklame,

menstandarisasi,

pemisahan menurut nilai, mengangkut, menyimpan benda-benda, serta informasi
pasar.
Berdasarkan keterangan di atas dapat di ambil kesimpulan pemasaran adalah
suatu kegiatan usaha perdagangan baik dalam bentuk barang-barang atau jasa,
yang dilakukan oleh Si penjual kepada Si pembeli, didalamnya termasuk tindakan
memperkenalkan barang-barang dan jasa, menjual, membeli, menstandarisasi
dengan tujuan untuk memberi kepuasan antara Si penjual kepada Si pembeli
dengan melalui proses pertukaran.
Berdasarkan keterangan di atas di ambil kesimpulan bahwa dalam kegiatan
pemasaran maka akan ada kegiatan promosi, karena promosi ini sangat diperlukan
untuk mempertemukan antara produsen dengan konsumen, memperkenalkan jenis
dan mutu barang dan jasa yang dihasilkan sehingga antara Si pembeli dan Si
penjual mendapat kepuasan.
Promosi adalah usaha untuk memajukan sesuatu, kerap kali istilah promosi
dihubungkan dengan misalnya kepariwisataan, perniagaan yang berarti usaha
untuk memajukan kedua bidang tersebut. Karena tujuan promosi menurut Mahyar
(2010) adalah :
1. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada pihak luar.
2. Untuk meningkatkan penjualan
3. Sebagai sarana untuk memberitahukan kepada pihak luar tentang kehebatan
perusahan tersebut.

Universitas Sumatera Utara

4. Ingin mengetengahkan segi kelebihan perusahan atau produk atau jasa
terhadap saingan.
Bila dikaitkan dengan kepariwisataan, maka yang menjadi sasaran
promosinya adalah obyek pariwisata, yaitu dengan cara memaparkan keadaan
daya tarik dari wisata tersebut, sarana dan prasarana yang telah tersedia di obyek
pariwisata, sehingga menimbulkan keinginan orang untuk berkunjung di obyek
pariwisata tersebut.
Berdasarkan gambaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan
promosi obyek pariwisata adalah :
1. Agar masyarakat mengetahui bahwa ada obyek paiwisata yang baik untuk di
kunjungi.
2. Untuk meningkatkan jumlah arus kunjungan wisatawan.
3. Untuk menunjukkan pada wisatawan tentang keadan obyek wisata yang
mempunyai sifat spesifik dan mempunyai kelebihan dibandingkan dengan
obyek pariwisata lainnya.
4. Untuk meningkatkan sumber pendapatan masyarakat terutama yang ada di
lingkungan obyek pariwisata.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pasar pariwisata adalah sebagai
berikut:
1. Adanya peningkatan pendapatan perkapita yang mempengaruhi daya beli ke
tataran yang lebih tinggi yang mendorong seseorang untuk berwisata.
2. Adanya motivasi untuk mendapatkan suasana baru, terlepas dari kegiatan atau
suasana sehari-hari serta pemanfaatan waktu luang.

Universitas Sumatera Utara

3. Ketersediaan sarana prasarana transportasi yang menunjang mobilitas
seseorang untuk melakukan perjalanan wisata.
4. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi yang memotivasi seseorang untuk
mendapatkan pengalaman baru.
2.2. Kesejahteraan Masyarakat
Pembangunan manusia ditujukan untuk meningkatkan partisipasi rakyat
dalam semua proses dan kegiatan pembangunan. Keberhasilan pembangunan
dewasa ini seringkali dilihat dari pencapaian kualitas Sumber Daya Manusianya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah melakukan berbagai upaya
untuk meningkatkan kualitas SDM di wilayahnya, baik dari aspek fisik
(kesehatan), aspek intelektualitas (pendidikan), aspek kesejahteraan ekonomi
(berdaya beli), serta aspek moralitas (iman dan ketaqwaan) sehingga partisipasi
rakyat dalam pembangunan akan dengan sendirinya meningkat.
Berbagai jenis indikator yang digunakan untuk mengetahui Kesejahteraan
Masyarakat adalah
1. Indikator Pembangunan Manusia (IPM)
2. Indikator Kemiskinan
3. Indikator GINI
4. Indikator Mutu Hidup
5. Kerentanan Sosial
Dalam penelitian ini, untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat
melalui Indikator Pembangunan Manusia (IPM) karena keterbatasan waktu dan

Universitas Sumatera Utara

biaya serta indikator IPM dapat mengukur kesejahteraan masyarakat yang lebih
baik.
United Nations Development Programme (UNDP) dalam model
pembangunannya, menempatkan manusia sebagai titik sentral dalam semua proses
dan kegiatan pembangunan. Sejak tahun 1990, UNDP mengeluarkan laporan
tahunan perkembangan pembangunan manusia untuk negara-negara di dunia.
Salah satu alat ukur untuk melihat aspek-aspek yang relevan dengan
pembangunan manusian adalah melaui Human Development Index (HDI) yang
dikenal dengan istilah IPM ( Indeks Pembangunan Manusia). IPM ini terdiri dari
3 (tiga) komponen pembangunan manusia yang dianggap mendasar:
1.

Standar hidup layak (decent living di ukur dengan rata-rata pengeluaran per
kapita riil yang disesuaikan” (adjusted real percapita expenditure).

2.

hidup (longevity) diukur dengan angka harapan hidup waktu lahir Usia
(schooling).

3.

Pengetahuan (knowledge) diukur dengan dua indikator yaitu angka melek
huruf (literacy rate) penduduk 15 tahun ke atas dan rata-rata lama sekolah.

2.2.1. Pendapatan Masyarakat
Setiap manusia tidak luput dari tuntutannya untuk memenuhi kebutuhan
hidup. Tingkat kebutuhan hidup manusia berbeda-beda tergantung pada
tersedianya jumlah barang dan jasa yang di peroleh, sedangkan untuk memperoleh
barang dan jasa itu ditentukan oleh pendapatan yang diterimanya. Hal ini sejalan
dengan yang dikatakan oleh (Djoyodikusuma dalam Ediwarsyah 1987) yakni :
tingkat hidup ditentukan oleh jumlah dan mutu barang dan jasa yang di pakai, jika

Universitas Sumatera Utara

seseorang atau sesuatu bangsa dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan
memuaskan karena ada tersedia cukup banyak barang dan jasa maka tingkat
hidupnya adalah tinggi, dan sebaliknya jika barang dan jasa sangat terbatas
jumlahnya maka tingkat hidupnya rendah, jumlah barang dan jasa yang
mempengaruhi hidup itu adalah pendapatan.
Menurut Mahyar (2010) pengertian pendapatan itu mempunyai aneka
ragam, hal ini tergantung orientasi dari permasalahan yang dihadapi, seperti :
1. Bila di tinjau dari beban biaya yang dikeluarkan dari hasil pendapatan yang di
terima, maka pengertian pendapatan itu dapat dibagi atas :
a. Pendapatan dalam arti revenue, yaitu pendapatan yang belum dikurangi
biaya - biaya untuk memperoleh pendapatan tersebut.
b. Pendapatan dalam arti

Dokumen yang terkait

Dokumen baru