Warga Negara dalam Hukum Kewarganegaraan Indonesia

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG KEWARGANEGARAAN

E. Warga Negara dalam Hukum Kewarganegaraan Indonesia

Istilah warga negara merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu “citizen” dan istilah Perancis-nya adalah “citoyen”. Secara harfiyah keduanya berarti warga kota. Hal itu terpengaruh oleh konsep ”polis” pada masa Yunani Purba. Polis mempunyai warga yang disebut warga polis atau warga kota. Kemudian istilah ini disempurnakan kedalam bahasa Belanda ”staatsburger” atau warga negara. Dalam bahasa Indonesia dahulu dikenal pula istilah kaulanegara. Istilah tersebut diambil dari bahasa Jawa yang dalam peraturan perundang- undangan Hindia-Belanda mempunyai arti yang serupa dengan ”onderdaan”. 12 AS Hikam mendefinisikan bahwa ”Warga negara adalah anggota dari sebuah komunitas yang membentuk negara itu sendiri. Istilah tersebut merupakan terjemahan dari citizenship, yang menurutnya istilah itu lebih baik ketimbang istilah kawula negara. Karena istilah warga negara dipakai jika bentuk pemerintahan negara itu republik, sedangkan istilah kawula negara dipakai jika bentuk pemerintahan negara itu kerajaan”. 13 12 A. Ubaidillah, dkk, Pendidikan Kewargaan: Demokrasi, HAM Masyarakat Madani, Jakarta: IAIN Jakarta Press, 2000, h. 58. 13 AS Hikam, Pengertian Warga Negara, dalam Tim ICCE UIN Jakarta, Pendidikan kewargaaan: Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman RI, 1999, h. 74. Warga negara merupakan salah satu tiang daripada adanya negara, atau dalam kata lain merupakan faktor terpenting dalam hal untuk mendukung terbentuknya suatu negara. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa syarat untuk mendirikan suatu negara yang merdeka dan berdaulat salah satunya adalah dengan adanya warga negara disamping dua syarat yang lain, yaitu wilayah dan pemerintah negara. 14 Berdasarkan hubungannya dengan dunia Internasional, maka orang-orang yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah kekuasaan negara harus dibedakan antara warga negara dan penduduk, karena setiap warga negara adalah penduduk dari negara tersebut tetapi tidak setiap penduduk adalah warga negara yang bersangkutan, dalam hal ini disebut penduduk bukan warga negara atau warga negara asing. 15 Warga negara yaitu mereka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh peraturan negara sehingga yang bersangkutan dapat dikatakan sebagai warga negara dan diperkenankan mempunyai tempat tinggal tetap domisili. Sedangkan penduduk yang bukan warga negara ialah mereka yang bertempat tinggal di suatu negara tidak untuk selamanya dan tidak ada maksud menetap di wilayah negara tersebut. 14 B.P. Paulus, Kewarganegaraan RI di Tinjau dari UUD 1945: Khususnya Kewarganegaraan Peranakan Tionghoa, Jakarta: P.T. Pradnya Paramita, 1983, h. 41. 15 Abdul Bari Azed, Intisari Kuliah Masalah Kewarganegaraan, Jakarta: IND-HILL- CO, 1995, h. 1. Dengan kata lain warga negara adalah sekelompok manusia yang ada dalam kewenangan hukum suatu negara. Warga negara itu sendiri mempunyai kedudukan yang khusus terhadap negaranya yaitu hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik diantara keduanya. 16 Berbeda dengan warga negara asing, meski mereka memiliki hak dan kewajiban tetapi dalam bebrapa hal tidaklah sama dengan warga negara dari negara yang bersangkutan. Meskipun seseorang mempunyai status sebagai warga negara asing ia tetap mempunyai hubungan dengan negara yang didatanginya tetapi hanya selama ia bertempat tinggal di wilayah negara tersebut. Warga negara menurut hukum kewarganegaraan Indonesia disebutkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2006 Bab 1 Pasal 2, yaitu: “Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara”. 1. Hak dan Kewajiban Warga Negara Wujud hubungan antara warga negara dengan negara pada umumnya adalah berupa peranan role. Peranan pada dasarnya adalah tugas apa yang dilakukan sesuai dengan status yang dimiliki, dalam hal ini sebagai warga negara. 16 Moh. Kusnardi dan Harmaily Ibrahim, Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia, T.tp, CV Sinar Bakti, 1988, h. 291. Hak dan kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam Pasal 27 sampai Pasal 34 Undang Undang Dasar 1945. Bebarapa hak warga negara Indonesia antara lain sebagai berikut : a. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. b. Hak membela negara c. Hak berpendapat d. Hak kemerdekaan memeluk agama e. Hak mendapatkan pengajaran f. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan Nasional Indonesia g. Hak ekonomi untuk mendapatkan kesejahteraan sosial h. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial Sedangkan kewajiban warga negara Indonesia terhadap negara Indonesia adalah : a. Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan b. Kewajiban membela negara c. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara Selain itu ditentuakan pula hak dan kewajiban negara terhadap warga negara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. Beberapa ketentuan tersebut, anatara lain sebagai berikut: a. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintah b. Hak negara untuk dibela c. Hak negara untuk menguasai bumi, air , dan kekayaan untuk kepentingan rakyat d. Kewajiban negara untuk menajamin sistem hukum yang adil e. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara f. Kewajiban negara mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat g. Kewajiban negara memberi jaminan sosial h. Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang telah tertuang dalam Undang Undang Dasar 1945 mencakup berbagai bidang. Bidang-bidang ini antara lain bidang politik dan pemerintahan, sosial, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan

F. Sejarah Perundang-undangan Tentang Kewarganegaraan Indonesia

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2713 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 704 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 591 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 388 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 527 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 890 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 809 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 494 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 734 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 878 23