Kemampuan Berbahasa Inggris Lulusan SMK Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Deli Serdang Kaitannya Terhadap Kesempatan Kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri

HUBUNGAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS LULUSAN
SMK BISNIS DAN MANAJEMEN DI KABUPATEN DELI
SERDANG TERHADAP KESEMPATAN KERJA
DI DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI

TESIS

Oleh

MEILDA PUSPITA UMRA
077003044/PWD

E

K O L A

S

H

S

N

A

PA

C

ASARJA

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

HUBUNGAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS LULUSAN
SMK BISNIS DAN MANAJEMEN DI KABUPATEN DELI
SERDANG TERHADAP KESEMPATAN KERJA
DI DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magíster Sains
dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan
pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh

MEILDA PUSPITA UMRA
077003045/PWD

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

i
Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

Nama Mahasiswa
Nomor Pokok
Program Studi

: HUBUNGAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS
LULUSAN SMK BISNIS DAN MANAJEMEN DI
KABUPATEN DELI SERDANG TERHADAP
KESEMPATAN KERJA DI DUNIA USAHA DAN
DUNIA INDUSTRI
: Meilda Puspita Umra
: 077003044
: Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE)
Ketua

(Kasyful Mahalli,SE, M.Si)
Anggota

(Drs. Rujiman, MA)
Anggota

Ketua Program Studi,

Direktur,

(Prof. Bachtiar Hassan Miraza)

(Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B, M.Sc)

Tanggal lulus : 08 Maret 2009

ii
Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada
Tanggal : 08 Maret 2010

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua

: Prof. Dr. lic. rer. reg. Sirojuzilam, SE

Anggota

: 1. Kasyful Mahalli, SE. M.Si
2. Drs. Rujiman, MA
3. Prof.Aldwin Surya, SE, M.Pd, PhD
4. Amil Dilham, SE, M.Si

iii
Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

HUBUNGAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS
LULUSAN SMK BISNIS DAN MANAJEMEN
DI KABUPATEN DELI SERDANG TERHADAP KESEMPATAN
KERJA DI DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI

TESIS

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang
pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan
tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau
pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara
tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.

Medan,

Maret 2010

Meilda Puspita Umra

iv
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Meilda NIM. 077003044 “Kemampuan Berbahasa Inggris Lulusan SMK
Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Deli Serdang Kaitannya Terhadap Kesempatan
Kerja
di
Dunia
Usaha
dan
Industri”
di
dibawah
bimbingan
Prof.Dr.lic.rer.reg.Sirojuzilam, SE, Kasyful Mahalli,SE, M.Si dan Drs. Rujiman, MA
Globalisasi menjadi sebuah tantangan dalam peningkatan kualitas sumberdaya
manusia dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Globalisasi membuat persaingan
kerja dan bisnis akan lebih hebat dari sebelumnya dan Indonesia sebagai sebuah
Negara berkembang yang tidak bisa lepas dari pengaruh globalisasi, harus memiliki
kesiapan sumber daya manusia yang handal dan kompetitif serta mampu menguasai
bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris
Kabupaten Deli Serdang yang memiliki letak geografis yang strategis dekat
dengan kota Medan dan merupakan daerah pengembang kota Medan. Kota Medan
sebagai pusat pemerintah Propinsi Sumatera Utara adalah merupakan kota terbesar di
luar pulau Jawa sehingga letak geografis wilayah Kabupaten Deli Serdang yang
mengelilingi kota Medan strategis untuk berbagai kegiatan seperti industri,
pariwisata, pertanian, perdagangan dan kegiatan lain.
Pada penelitian ini terdapat 96 sampel dari Lulusan SMK Bisnis dan
Manajemen di Kabupaten Deli Serdang Tahun Pelajaran 2005 – 2006 dari dua
kecamatan yaitu kecamatan Labuhan Deli dan Sunggal. Hasilnya terdapat hubungan
positif dan signifikan antara kemampuan berbahasa Inggris lulusan SMK Bisnis dan
Manajemen di Kabupaten Deli Serdang terhadap Kesempatan Kerja, dengan indeks
korelasi Spearman rs = 0,576 pada taraf signifikansi 0,01. Dan selanjutnya
berdasarkan hasil jawaban responden sebanyak 65,62 % menyatakan bahwasannya
Kemampuan Berbahasa Inggris menjadi persyaratan di dunia kerja.
Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwasannya bahasa Inggris
berkontribusi terhadap pengembangan wilayah. Banyaknya perusahaan dalam
Penanaman Modal Asing di Kabupaten Deli Serdang yang membutuhkan tenaga
kerja yang mampu berbahasa Inggris serta banyaknya perusahaan yang menjadikan
bahasa Inggris sebagai salah satu kualifikasinya. Dengan memiliki sumberdaya
manusia yang berkualitas dan mampu berbahasa Inggris yang sesuai dengan
kebutuhan dunia kerja, tentunya akan mengurangi jumlah pengangguran di
Kabupaten Deli Serdang. Dan diharapkan keterserapan ini dapat memberikan
kontribusi terhadap pengembangan wilayah di Kabupaten Deli Serdang.

Kata kunci

: Kemampuan Berbahasa Inggris,SMK Bisnis dan Manajemen di
Kabupaten Deli Serdang, Kesempatan Kerja

v
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

Meilda NIM. 077003044 “The English Ability of Business and Management
Vocational Graduate in Deli Serdang Regency associated with Job Opportunity in
Business and Industry World, under the guidance, Prof.Dr.lic.rer.reg.Sirojuzilam,
SE, Kasyful Mahalli,SE, M.Si dan Drs. Rujiman, MA
Globalization becomes a challenge in improving the quality of human
resources in facing competitive work world. Globalization makes labor and business
competition will be more powerful than before and Indonesia as a developing country
that can not be separated from the influence of globalization must have the readiness
of human resources that are reliable, competitive and able to master the international
language of English.
Deli Serdang Regency has a strategic geographical location close to the city
of Medan and is the developer of Medan. As the center of Medan, North Sumatra
Province government is the largest city outside Java, so the geographical position of
Deli Serdang Regency area surrounding the city of Medan to strategic activities such
as industry, tourism, agriculture, trade and other activities.
In this study there were 96 samples of Business and Management Vacational
Graduate Batch 2005 – 2006 from two districts, they are Labuhan Deli and Sunggal.
The result is positive and significant relationship between English Ability of Business
and Management Vacational Graduate to Job Opportunity, with a Spearman
correlation index rs = 0.576 at 0.01 significance level. And then based on the results
of the respondent's answer as many as 65.62% stated that English ability is required
in the work world.
In this study also found that English contribute to regional development. The
number of firms in Foreign Investm`ent in Deli Serdang district that requires workers
who can speak English and the number of companies that make the English language
as one of the qualification. By having qualified human resources who are able to
speak English and are in accordance with the needs of the working world, of course,
would reduce the number of unemployed in Deli Serdang regency. And this
absorption is expected to contribute to the development of areas in Deli Serdang
regency.

Keywords: English Ability, Business and Management Vacational in Deli Serdang
Regency, Job Oppurtunity.

vi
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji syukur disampaikan kepada Allah SWT, karena atas izin-Nyalah penulis
telah selesai melaksanakan penelitian yang berjudul “Kemampuan Berbahasa Inggris
Lulusan SMK Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Deli Serdang Kaitannya
Terhadap Kesempatan Kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri”. Penelitian ini
merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains (M.Si) pada
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Penulis mengucapkan terima kasih
kepada seluruh pihak yang turut memberikan bantuan dan dukungan, baik sewaktu
penulis mengikuti proses perkuliahan maupun pada saat penulis melakukan
penelitian. Ucapan terima kasih dan penghargaan penulis sampaikan kepada yang
terhormat:
1

Ibu Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B. MSc., selaku Direktur Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara.

2

Bapak Prof. Bachtiar Hassan Miraza, selaku Ketua Program Studi Perencanaan
Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD).

3

Prof. Dr. lic.rer.reg. Sirozujilam, SE selaku Ketua Komisi Pembimbing yang
telah banyak memberi bimbingan serta arahan dalam penelitian ini.

4

Bapak Kasyful Mahalli, SE. M.Si selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah
banyak memberi bimbingan serta arahan dalam penulisan penelitian ini

5

Bapak Drs. Rujiman, MA. selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah
banyak memberi bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini.

6

Bapak Prof. Aldwin Surya, SE,MPd, PhD., Ami Dilham, SE, M.Si yang bersedia
menjadi dosen penguji serta telah memberikan masukan dan arahan yang
bermanfaat dalam penulisan tesis ini.

7

Seluruh sivitas akademika Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara,
yang telah banyak membantu penulis dalam proses administrasi maupun

vii
Universitas Sumatera Utara

kelancaran kegiatan akademik, termasuk juga seluruh teman-teman di jurusan
PWD USU Medan.
8

Menteri Pendidikan Nasional yang telah memberikan dukungan pembiayaan
melalui Program Beasiswa Unggulan berdasarkan DIPA Sekretariat Jenderal
DEPDIKNAS Tahun Anggaran 2007 sampai dengan 2009.

9

Lulusan SMK Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Deli Serdang yang telah
menjadi responden dan telah meluangkan waktu untuk membantu penulis dalam
menyelesaikan tesis.

10 Segenap pimpinan, staf dan guru SMA PAB 6 Helvetia yang telah memberikan
dukungan dalam menyelesaikan tesis.
11 Teristimewa buat suami dan anakku ‘Yeyen Tristianto,SE dan Athaya Arrumi
Trista’ dimana selama penulis mengerjakan tesis ini berkurang perhatian yang
harus mereka terima, namun tetap setia mendampingi dan mendukung dalam
penyelesaian tesis ini.
12 Orangtua penulis M. Rasyid Muchtar/ Umi Kalsum Asmur, Adik M.Apreza
Umra, Bunda Hj. Raihanum Asmur, SH dan Mertua penulis Anwar Marsiman/
Zaleha beserta seluruh keluarga yang terus mendukung selama penulis
menyelesaikan pendidikan.
Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini masih kurang sempurna oleh karena itu
penulis berkenan menerima kritik dan saran demi perbaikan. Akhirnya penulis
mengucapkan terimakasih.

Medan,
Penulis

Maret 2010

Meilda Puspita Umra
NIM. 077003044

viii
Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

Meilda Puspita Umra lahir di Medan, 08 Mei 1981. Putri Pertama dari pasangan M.
Rasyid Muchtar dan Umi Kalsum Asmur. Pendidikan yang ditempuh : Tahun 1988
Sekolah Dasar Swasta Pertiwi Medan tamat tahun 1994, melanjut ke SMP Negeri 10
Medan tamat tahun 1996, melanjut ke SMU Negeri 6 Medan tamat tahun 1999.
Tahun 1999 diterima di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan dan
menyelesaikan studi pada tahun 2005 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Kemudian
pada tahun 2007 penulis masuk ke Sekolah Pascasarjana pada Program Studi
Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Konsentrasi Perencanaan
Pendidikan melalui program beasiswa unggulan Depdiknas. Penulis pernah bekerja
selepas menyelesaikan sekolah dari SMU Negeri 6 Medan pada tahun 1999 sekarang di SMA Swawta PAB 6 Helvetia Deli Serdang sebagai staf administrasi
sekaligus staf pengajar. Pada tahun 2006 – sekarang Penulis juga bekerja sebagai
broadcaster atau penyiar di City Radio Medan.

ix
Universitas Sumatera Utara

1

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK .......................................................................................................... i
ABSTRACT .........................................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ........................................................................................

iii

RIWAYAT HIDUP ............................................................................................

v

DAFTAR ISI .......................................................................................................

vi

DAFTAR TABEL ..............................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................

x

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................

xi

BAB I

PENDAHULUAN …………………………………………….

1

1.1 Latar Belakang .....................................................................

1

1.2 Rumusan Masalah ................................................................

8

1.3 Tujuan Penelitian .................................................................

8

1.4 Manfaat Penelitian ...............................................................

8

TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………….

10

2.1.Sekolah Menengah Kejuruan ................................................

10

BAB II

2.1.1.

Arti Pendidikan Kejuruan .......................................

10

2.1.2.

Fungsi Pendidikan Kejuruan ...................................

11

2.1.3. Tujuan Pendidikan Kejuruan ..................................

12

2.1.4.

Karakteristik Pendidikan Kejuruan .........................

13

2.2.Konsep Link and Match ........................................................

14

2.2.1 Link and Match dalam Wawasan Sumberdaya
Manusia.....................................................................

14

2.2.2 Link and Match dalam Wawasan Masa Depan .........

15

2.2.3 Link and Match dalam Wawasan Mutu ....................

16

2.2.4 Link and Match dalam Wawasan Keunggulan..........

18

2.2.5 Link and Match dalam Wawasan Profesionalisme ...

20

1
Universitas Sumatera Utara

2

BAB III

BAB IV

2.2.6 Link and Match dalam Wawasan Nilai Tambah .......

21

2.2.7 Link and Match dalam Wawasan Efisiensi ...............

22

2.3. Aspek – aspek Ketenagakerjaan...........................................

25

2.3.1. Sumber Daya Manusia .............................................

25

2.3.2. Lapangan kerja dan Kesempatan Kerja....................

28

2.4. Keterkaitan antara Pendidikan, Ketenagakerjaan dengan
Pengembangan Wilayah.......................................................

30

2.4.1. Pengembangan Wilayah...........................................

30

2.4.2. Pendidikan dan Ketenagakerjaan dalam Konteks
Pengembangan Wilayah...........................................

33

2.5. Bahasa Inggris......................................................................

37

2.5.1. Aspek – aspek dalam Kemampuan Bahasa Inggris .

37

2.6. Penelitian Terdahulu ............................................................

53

2.7. Kerangka Berfikir ................................................................

55

METODE PENELITIAN ……………………………………..

58

3.1. Lokasi Penelitian .................................................................

58

3.2. Jenis dan Sumber Data .........................................................

58

3.2.1 Data Primer ................................................................

58

3.2.2. Data Sekunder ............................................................

59

3.3. Populasi dan Sampel ............................................................

59

3.4. Teknik Pengumpulan Data...................................................

62

3.5. Metode Analisis Data...........................................................

62

3.5.1 Validitas dan Reliabilitas Instrumen ...........................

62

3.5.2 Teknik Analisis Data....................................................

63

3.6 Definisi Operasional.............................................................

65

HASIL DAN PEMBAHASAN ……………………………….

67

4.1 Gambaran Umum Kabupaten Deli Serdang..........................

67

4.2 Gambaran Pendidikan SMK Bisnis dan Manajemen
di Kabupaten Deli Serdang ...................................................

68

2
Universitas Sumatera Utara

3

4.3 Kondisi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di
Kabupaten Deli Serdang .......................................................

71

4.4 Profil Responden...................................................................

75

4.5 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen......................

79

4.6 Hubungan Kemampuan Berbahasa Inggris Lulusan SMK
Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Deli Serdang
Kaitannya Dengan Kesempatan Kerja di Dunia Usaha/
dunia Industri ........................................................................

80

4.7 Kontribusi Kemampuan Berbahasa Inggris ONTRIBUSI
Terhadap Pengembangan Wilayah.........................................

85

KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………….

93

5.1 Kesimpulan ...........................................................................

93

5.2 Saran......................................................................................

94

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................

95

BAB V

3
Universitas Sumatera Utara

4

DAFTAR TABEL

Nomor
1.1

Judul

Halaman

Jumlah Unit Usaha Industri di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2008 .............. 3

1.2 Kemampuan Bahasa Inggris Siswa SMK Bisnis dan Manajemen di
Kabupten Deli Serdang ....................................................................................

7

3.1 Jumlah Alumni SMK Swasta Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Deli
Serdang Tahun Pelajaran 2005-2006 ………………………………………… 61
3.2 Variabel, Sub variabel, Indikator dan Model Instrumen Penelitian................... 66
4.1

Nama Sekolah dan Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2008…… 69

4.2 Nama Sekolah dan Program Keahlian SMK Bisnis dan Manajemen di
Kabupaten Deli Serdang ……………………………………………………… 70
4.3

Indikator Angkatan Kerja di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2008 ................. 72

4.4

Jumlah Angkatan Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kabupaten
Deli Serdang ..................................................................................................... 72

4.5

Lowongan Pekerjaan yang Terdaftar dan Telah Dipenuhi
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2008 ............................................................. 74

4.6

Distribusi Responden Menurut Kelompok Umur ............................................. 75

4.7

Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin.................................................. 76

4.8

Distribusi Responden Menurut Jurusan/ Program Keahlian............................. 76

4.9

Distribusi Kegiatan Responden......................................................................... 77

4.10 Distribusi Bidang Pekerjaan Responden........................................................... 78
4.11 Distribusi Responden Menurut Jenis Pekerjaan................................................ 78
4.12 Uji Korelasi Hubungan Kemampuan Berbahasa Inggris Lulusan
SMK Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Deli Serdang
Dengan Kesempatan Kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri...................... 81
4.13 Kemampuan Berbahasa Inggris Kaitannya Dengan Kesempatan Kerja.......... 83
4.14 Jumlah Unit Usaha dan Industri di Kabupatan Deli Serdang Tahun 2008 ....... 90
4.15 Penyerapan Tenaga Kerja oleh PMA di Kabupaten Deli Serdang ................... 91

4
Universitas Sumatera Utara

5

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

2..1

Hubungan Antara Pengembangan Wilayah, Sumberdaya Alam,
Sumberdaya Manusia dan Teknologi …………………………............ 32

2.2

Kerangka Berpikir…………………………………………………….. 57

5
Universitas Sumatera Utara

6

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

1. Kuesioner Kemampuan Berbahasa Inggris Lulusan SMK Bisnis dan
Manajemen di Kabupaten Deli Serdang
Kaitannya Dengan Kesempatan .....................................................................

97

2. Kuesioner Kemampuan Berbahasa Inggris Lulusan SMK
Bisnis dan Manajemen ...................................................................................

99

 

3. Kuesioner Kesempatan Kerja Lulusan SMK Bisnis dan Manajemen .......... 101
 

4. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Kemampuan Berbahasa Inggris
 
Lulusan SMK Bisnis dan Manajemen Kabupaten Deli Serdang ................... 102
 

5. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Kesempatan Kerja ......................... 104
 

6. Rekapitulasi Jawaban Responden ................................................................. 106
 

7. Lowongan Kerja............................................................................................. 110
 

8. Test Kemampuan Berbahasa Inggris ............................................................ 114

6
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Meilda NIM. 077003044 “Kemampuan Berbahasa Inggris Lulusan SMK
Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Deli Serdang Kaitannya Terhadap Kesempatan
Kerja
di
Dunia
Usaha
dan
Industri”
di
dibawah
bimbingan
Prof.Dr.lic.rer.reg.Sirojuzilam, SE, Kasyful Mahalli,SE, M.Si dan Drs. Rujiman, MA
Globalisasi menjadi sebuah tantangan dalam peningkatan kualitas sumberdaya
manusia dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Globalisasi membuat persaingan
kerja dan bisnis akan lebih hebat dari sebelumnya dan Indonesia sebagai sebuah
Negara berkembang yang tidak bisa lepas dari pengaruh globalisasi, harus memiliki
kesiapan sumber daya manusia yang handal dan kompetitif serta mampu menguasai
bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris
Kabupaten Deli Serdang yang memiliki letak geografis yang strategis dekat
dengan kota Medan dan merupakan daerah pengembang kota Medan. Kota Medan
sebagai pusat pemerintah Propinsi Sumatera Utara adalah merupakan kota terbesar di
luar pulau Jawa sehingga letak geografis wilayah Kabupaten Deli Serdang yang
mengelilingi kota Medan strategis untuk berbagai kegiatan seperti industri,
pariwisata, pertanian, perdagangan dan kegiatan lain.
Pada penelitian ini terdapat 96 sampel dari Lulusan SMK Bisnis dan
Manajemen di Kabupaten Deli Serdang Tahun Pelajaran 2005 – 2006 dari dua
kecamatan yaitu kecamatan Labuhan Deli dan Sunggal. Hasilnya terdapat hubungan
positif dan signifikan antara kemampuan berbahasa Inggris lulusan SMK Bisnis dan
Manajemen di Kabupaten Deli Serdang terhadap Kesempatan Kerja, dengan indeks
korelasi Spearman rs = 0,576 pada taraf signifikansi 0,01. Dan selanjutnya
berdasarkan hasil jawaban responden sebanyak 65,62 % menyatakan bahwasannya
Kemampuan Berbahasa Inggris menjadi persyaratan di dunia kerja.
Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwasannya bahasa Inggris
berkontribusi terhadap pengembangan wilayah. Banyaknya perusahaan dalam
Penanaman Modal Asing di Kabupaten Deli Serdang yang membutuhkan tenaga
kerja yang mampu berbahasa Inggris serta banyaknya perusahaan yang menjadikan
bahasa Inggris sebagai salah satu kualifikasinya. Dengan memiliki sumberdaya
manusia yang berkualitas dan mampu berbahasa Inggris yang sesuai dengan
kebutuhan dunia kerja, tentunya akan mengurangi jumlah pengangguran di
Kabupaten Deli Serdang. Dan diharapkan keterserapan ini dapat memberikan
kontribusi terhadap pengembangan wilayah di Kabupaten Deli Serdang.

Kata kunci

: Kemampuan Berbahasa Inggris,SMK Bisnis dan Manajemen di
Kabupaten Deli Serdang, Kesempatan Kerja

v
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

Meilda NIM. 077003044 “The English Ability of Business and Management
Vocational Graduate in Deli Serdang Regency associated with Job Opportunity in
Business and Industry World, under the guidance, Prof.Dr.lic.rer.reg.Sirojuzilam,
SE, Kasyful Mahalli,SE, M.Si dan Drs. Rujiman, MA
Globalization becomes a challenge in improving the quality of human
resources in facing competitive work world. Globalization makes labor and business
competition will be more powerful than before and Indonesia as a developing country
that can not be separated from the influence of globalization must have the readiness
of human resources that are reliable, competitive and able to master the international
language of English.
Deli Serdang Regency has a strategic geographical location close to the city
of Medan and is the developer of Medan. As the center of Medan, North Sumatra
Province government is the largest city outside Java, so the geographical position of
Deli Serdang Regency area surrounding the city of Medan to strategic activities such
as industry, tourism, agriculture, trade and other activities.
In this study there were 96 samples of Business and Management Vacational
Graduate Batch 2005 – 2006 from two districts, they are Labuhan Deli and Sunggal.
The result is positive and significant relationship between English Ability of Business
and Management Vacational Graduate to Job Opportunity, with a Spearman
correlation index rs = 0.576 at 0.01 significance level. And then based on the results
of the respondent's answer as many as 65.62% stated that English ability is required
in the work world.
In this study also found that English contribute to regional development. The
number of firms in Foreign Investm`ent in Deli Serdang district that requires workers
who can speak English and the number of companies that make the English language
as one of the qualification. By having qualified human resources who are able to
speak English and are in accordance with the needs of the working world, of course,
would reduce the number of unemployed in Deli Serdang regency. And this
absorption is expected to contribute to the development of areas in Deli Serdang
regency.

Keywords: English Ability, Business and Management Vacational in Deli Serdang
Regency, Job Oppurtunity.

vi
Universitas Sumatera Utara

7

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Globalisasi menjadi sebuah tantangan dalam peningkatan kualitas sumber
daya manusia dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Globalisasi membuat
persaingan kerja dan bisnis akan lebih hebat dari sebelumnya dan Indonesia sebagai
sebuah Negara berkembang yang tidak bisa lepas dari pengaruh globalisasi, harus
memiliki kesiapan sumber daya manusia yang handal dan kompetitif. Globalisasi
yang membawa dampak luas pada berbagai bidang kehidupan, mulai dari ekonomi,
politik, budaya, sampai pendidikan. Globalisasi memicu knowledge-driven economy,
yang mensyaratkan tenaga – tenaga professional dan berketrampilan tinggi, untuk
bekerja di sektor industri, bisnis, dan jasa.
Implikasi terhadap seleksi sumber daya manusia yang handal di era
globalisasi adalah dengan penguasaan bahasa internasional yaitu bahasa Inggris.
Salah satu persyaratan pada dunia kerja adalah mampu berkomunikasi secara lisan
dan tulisan dalam bahasa Inggris, karena begitu banyak informasi dalam bahasa
Inggris yang menunjukkan bahwasannya bahasa Inggris adalah hal yang penting
yang harus dikuasai. Menurut Acha (2003) English is one of the important things
that we have to know because in this era of globalization there is much information
written down in English.

1
7
Universitas Sumatera Utara

8

(Bahasa Inggris adalah salah satu hal penting yang harus diketahui karena di era
globalisasi pada saat sekarang ini banyak informasi di tulis dalam bahasa Inggris).
Kemampuan berbahasa inggris secara baik dan benar merupakan nilai tambah
untuk meraih sukses dalam dunia kerja. Hal inilah yang seharusnya mendorong
seseorang untuk berusaha meningkatkan kemampuan pribadinya yang meliputi
pengetahuan yang dimilikinya, ketrampilan, pengalaman kerja, maupun penguasaan
bahasa. Perusahaan – perusahaan yang saat ini memprioritaskan bagi mereka yang
terampil

dan

juga

memiliki

kemampuan

berbahasa

Inggris

menunjukkan

bahwasannya kebutuhan akan bahasa Inggris menjadi suatu faktor penting dan juga
salah satu tolak ukur dalam dunia kerja. Ada beberapa fakta yang menyatakan bahwa
bahasa inggris menjadi sangat krusial, menurut Keith (2003): 1) 400 milion speakers
of first language; 2) 700 milion speakers of second or foreign language; 3) over 80%
of the information stored in the world’s computers is in English ; 4) more than half
the world’s scientific journals are in English; and 5) it’s the main language on the
internet, films, songs, and so on. Hal ini menunjukkan bahwasannya bahasa Inggris
sangatlah penting sebagai bahasa pengantar, walaupun Indonesia sendiri masih
menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa asing (foreign language). Perusahaan –
perusahaan saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berbahasa
Inggris dengan baik, karena segala informasi banyak menggunakan bahasa Inggris.
Kabupaten Deli Sedang memiliki letak geografis yang strategis dekat dengan
kota Medan dan merupakan daerah pengembangan kota Medan. Kota Medan sebagai
pusat pemerintahan Propinsi Sumatera Utara adalah merupakan kota perdagangan

8
Universitas Sumatera Utara

9

terbesar di luar pulau jawa sehingga letak geografis wilayah Kabupaten Deli Serdang
yang mengelilingi Kota Medan strategis untuk berbagai kegiatan seperti industri,
pariwisata, pertanian, perdagangan dan kegiatan lainnya. Usaha industri kecil yang
dibina sebanyak 12.245 unit usaha dan tersebar di beberapa kecamatan mencakup
sejumlah komoditi yang sebagian besar sudah diekspor. Berbagai industri skala besar,
menengah dan kecil yang berkembang dan menjadi andalan di Kabupaten Deli
Serdang antara lain keramik, gelas, obat nyamuk dan mie instan di Tanjung Morawa
dan beberapa daerah lainnya,industri batu bata yang tersebar di beberapa Kecamatan
seperti Lubuk Pakam, Pagar Merbau, Beringin, Pantai Labu dan Tanjung Morawa.
Industri pembuatan kacamata, jam, mebel kayu dan rotan di Tanjung Morawa dan
Deli Tua, industri kompor, batteray, paving blok di Sunggal.
Tabel 1.1 Jumlah Unit Usaha Industri di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2008

No.

Uraian

Unit
Usaha
(UU)

Tenaga
Kerja(org)

(Rp. 000)

Investasi

Nilai
Produksi
(Rp. 000)

1

Industri Besar

219

7.027

624.909.963

275.227.450

2

Industri Menengah

659

96.605

538.922.682

400.597.055

3

Industri Kecil Formal
Industri Kecil
NonFormal

2.077

28.337

65.257.163

348.550.597

9.442

29.104

2.078.528

481.542.000

12.397

161.073

4
Total

1.231.168.336 1.505.917.102

Sumber Data : Dinas Perindag Kabupaten Deli Serdang, Tahun 2008

9
Universitas Sumatera Utara

10

Dari Tabel 1.1 di atas terlihat bahwa jumlah unit usaha di kabupaten Deli
Serdang tergolong cukup besar. Jumlah ini diperkirakan akan meningkatkan setiap
tahunnya. Peningkatan jumlah unit usaha dapat meningkatkan keubutuhan akan
tenaga kerja termasuk tenaga kerja dengan pendidikan SMK dengan berbagai
program keahlian. Lulusan SMK berpeluang besar mengisi lapangan kerja yang
tersedia dikarenakan lulusan SMK telah dibekali kemampuan dan ketrampilan untuk
meningkatkan life skill mereka. Pendidikan SMK untuk semua bidang keahlian
ditekankan untuk memiliki ketrampilan berbahasa Inggris yang baik.
Pendidikan kejuruan yang dalam hal ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) memiliki berbagai jenis bidang keahlian. Sesuai dengan tujuan pendidikan
kejuruan untuk menghasilkan manusia siap kerja dan mandiri. Namun pada tulisan ini
yang menjadi pembahasan penulis adalah Sekolah Menengah Kejuruan Bidang
Keahlian Bisnis dan Manajemen sebagai bagian dari Pendidikan Menengah dalam
Sistem Pendidikan Nasional yang bertujuan menyiapkan siswa untuk memasuki
lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap professionalisme dalam bidang
bisnis dan manajemen serta menyiapkan siswa untuk mengisi tenaga kerja tingkat
menengah yang mandiri (bekerja untuk dirinya sendiri) dan/ atau mengisi kebutuhan
dunia kerja bidang bisnis dan manajemen. Pada Rencana Strategis (Renstra)
Departemenen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tahun 2004 - 2009, salah satu target
yang ingin dicapai dalam jenjang pendidikan menengah adalah reposisi rasio Sekolah
Menengah Atas (SMA) terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

10
Universitas Sumatera Utara

11

Pada tahun 2009, rasio jumlah unit sekolah dan siswa SMA:SMK ditargetkan
menjadi 40:60 dan pada tahun 2015 rasio SMA:SMK menjadi 30:70. Hal ini
dimaksudkan untuk mendorong output pendidikan agar lebih relevan dengan
kebutuhan pasar kerja.
Diharapkan melalui pengembangan SMK, tingkat pengangguran dapat ditekan.
Karena berbeda dengan pendidikan SMA, pendidikan SMK didasarkan pada
kurikulum yang membekali lulusannya dengan keterampilan tertentu untuk mengisi
dunia usaha/ dunia industri (DU/ DI). Selain itu, SMK juga dapat diarahkan untuk
mengangkat keunggulan lokal sebagai modal daya saing bangsa. Kurikulum SMK
sangat memungkinkan untuk dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah dan
lapangan pekerjaan/usaha yang timbul akibat aktivitas perekonomian wilayah.
Kompetensi kunci SMK menghadapi era globalisasi adalah: 1) Memiliki ketrampilan
dasar yang kuat dan luas, yang memungkinkan pengembangan dan penyesuaian diri
sesuai dengan perkembangan iptek; 2) Mampu mengumpulkan, menganalisa, dan
menggunakan data dan informasi; 3) Mampu mengkomunikasikan ide dan informasi;
4) Mampu merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan; 5) Mampu bekerjasam
dalam kerja kelompok; 6) Mampu memecahkan masalah; 7) Berfikir logis, dan
mampu menggunakan teknik – teknik matematika; 8) Menguasai bahasa komunikasi
global (bahasa inggris).

11
Universitas Sumatera Utara

12

Namun pada kenyataannya, tamatan SMK hanya diakui oleh sekolah sendiri
dan masih minimnya kepercayaan dunia usaha/ dunia industri (DU/ DI). Hal ini
dikuatkan oleh Sidi (2001 : 137) bahwa pendidikan kejuruan model lama memiliki
kelemahan yaitu, penyelenggaraan pendidikan secara sepihak sehingga anak didik
tertinggal oleh kemajuan dunia usaha/ dunia industri (DU/DI), tidak jelas kompetensi
yang dicapai, tidak mengakui keahlian yang diperoleh di luar sekolah. Sudah menjadi
masalah klasik bagi dunia pendidikan SMK di Indonesia pada umumnya, bahwa link
and match antara output pendidikan SMK dengan dunia usaha/dunia industri (DU/DI)
sebagai pengguna output pendidikan SMK belum tercapai. Salah satu masalahnya
terletak pada kualitas lulusan SMK yang belum sesuai dengan standar kompetensi
yang dibutuhkan pasar tenaga kerja. Berdasarkan kurikulum Sekolah Menengah
Kejuruan Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, pelajaran Bahasa Inggris
merupakan program pembelajaran adaptif dengan jam pembelajaran 544 jam.
Program Pembelajaran adaptif sendiri bertujuan meyiapkan tamatan untuk menjadi
tenaga kerja yang memiliki bekal penunjang bagi penguasaan keahlian profesi dan
bekal kemampuan pengembangan diri untuk mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Ketrampilan yang dipelajari dalam pelajaran bahasa
inggris mencakup ketrampilan Listening, Speaking, Reading dan Writing.
Fenomena yang terjadi kemampuan berbahasa Inggris siswa SMK Bisnis dan
Manajemen di Kabupaten Deli Serdang dapat dikatakan belum menggembirakan, hal
ini dapat dilihat dari nilai Ujian Nasional Bahasa Inggris dari Tahun Pelajaran 2005 –
2008.

12
Universitas Sumatera Utara

13

Tabel 1.2 Kemampuan Bahasa Inggris Siswa SMK Bisnis dan Manajemen di
Kabupten Deli Serdang
No

Tahun Pelajaran

Nilai rata – rata

Klafikasi

1

2005 – 2006

5,81

C

2

2006 – 2007

6,19

C

3

2007 – 2008

4,75

D

4

2008 – 2009

5,80

C

Sumber data: Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang 2009
Berdasarkan informasi di atas, kemampuan berbahasa Inggris siswa SMK di
Kabupaten Deli Serdang masih dikatakan rendah, salah satunya dikarenakan sarana
prasarana yang belum memadai, dari 47 SMK Bisnis dan Manajemen yang ada di
Kabupaten Deli Serdang hanya 4 sekolah yang memiliki Laboratorium bahasa (Data
Pokok SMK, 2009) yang mana Laboratorium bahasa ini merupakan salah satu faktor
pendukung kemampuan siswa berbahasa inggris lebih akftif. Kemampuan berbahasa
Inggris siswa yang rendah bertolak belakang dengan tuntutan dunia usaha/ dunia
industri (DU/ DI) di era globalisasi saat ini. Maka peneliti merasa tertarik dan perlu
melakukan suatu penelitian tentang Hubungan antara Kemampuan Berbahasa Inggris
Lulusan SMK Bisnis dan Manajemen Kabupaten Deli Serdang terhadap Kesempatan
Kerja di Dunia Usaha/ Dunia Industri, serta meneliti bagaimana kemampuan
berbahasa Inggris dapat berkontribusi terhadap Pengembangan Wilayah.

13
Universitas Sumatera Utara

14

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Apakah ada hubungan antara kemampuan berbahasa inggris lulusan SMK Bisnis
dan Manajemen terhadap kesempatan kerja di dunia usaha/ dunia industri?
b. Bagaimana kontribusi kemampuan berbahasa Inggris terhadap Pengembangan
Wilayah?

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan sebagai
berikut:
a. Untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berbahasa inggris siswa SMK
Bisnis dan Manajemen terhadap kesempatan kerja lulusannya di dunia usaha/
dunia industri.
b. Untuk mengetahui kemampuan berbahasa Inggris dapat berkontribusi terhadap
Pengembangan Wilayah.

1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut:
a. Secara teoritis hasil penelitian ini bernanfaat bagi pengembangan ilmu
pengetahuan.
b. Bagi pihak sekolah, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada guru
bagaimana memberdayakan sumberdaya pendidikan yang ada untuk meningkatan

14
Universitas Sumatera Utara

15

kualitas berbahasa inggris dan dapat bekerja pada sektor-sektor formal maupun
informal.
c. Sebagai bahan masukan bagi segenap pihak (masyarakat luas, akademisi, peneliti,
pemerintah serta pengambil kebijakan).
d. Membuka peluang bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian lanjutan dan
lebih mendalam yang berkaitan dengan sumber daya pendidikan.

15
Universitas Sumatera Utara

16

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Sekolah Menengah Kejuruan
Pendidikan Menengah menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang

Sistem Pendidikan Nasional, diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan
pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang
memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal baik dengan hubungan sosial,
budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam
dunia kerja atau pendidikan tinggi.

2.1.1

Arti Pendidikan Kejuruan
Rumusan arti pendidikan kejuruan bervariasi menurut subyektif si perumus.

Evans (1976) bahwa pendidikan kejuruan adalah program pendidikan yang secara
langsung dikaitkan dengan penyiapan seseorang untuk suatu pekerjaan tertentu atau
untuk persiapan tambahan karier seseorang. Nampak bahwa pendidikan kejuruan
adalah pendidikan untuk memasuki lapangan kerja dan diperuntukkan bagi siapa saja
yang menginginkannya, yang membutuhkannya, dan yang dapat untung darinya.
Menurut Undang-Undang No. 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional :
”Pendidikan Kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik
untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu.” Arti pendidikan kejuruan ini dijabarkan
lebih spesifik dalam Peraturan Pemerintah nomor 29 tahun 1990 tentang Pendidikan

10
16
Universitas Sumatera Utara

17

Menengah, yaitu : ”Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang
pendidikan menengah yang mengutamakan pangembangan kemampuan siswa untuk
pelaksanaan jenis pekerjaan tertentu.”
Pada tingkat undang-undang, rumusan arti pendidikan kejuruan masih luas,
namun setelah sampai pada peraturan pemerintah, rumusan arti pendidikan kejuruan
mulai dipersempit, yaitu hanya untuk jenjang pendidikan menengah.
Apapun bedanya berbagai definisi tersebut, semuanya ada kesamaan bahwa
pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didiknya untuk
memasuki lapangan kerja. Orientasi semacam ini membawa konsekuensi bahwa
pendidikan kejuruan harus selalu dekat dengan dunia kerja.

2.1.2

Fungsi Pendidikan Kejuruan
Pendidikan kejuruan memiliki multi-fungsi yang kalau dilaksanakan dengan

baik akan berkontribusi besar terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Fungsi-fungsi dimaksud antara lain meliputi :
1. Sosialisasi, yaitu transmisi nilai-nilai yang berlaku serta norma-normanya sebagai
konkrititasi dari nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai yang dimaksud adalah teori
ekonomi, solidaritas, religi, seni, dan jasa yang cocok dengan konteks Indonesia.
2. Kontrol Sosial, yaitu kontrol perilaku agar sesuai dengan nilai sosial beserta
norma-normanya, misalnya kerjasama, keteraturan, kebersihan, kedisiplinan,
kejujuran dan sebagainya.

17
Universitas Sumatera Utara

18

3. Seleksi dan alokasi, yaitu mempersiapkan, memilih dan menempatkan calon
tenaga kerja sesuai dengan tanda-tanda pasar kerja, yang berarti bahwa
pendidikan kejuruan harus berdasarkan ”demand-driven.”
4. Asimilasi dan konservasi budaya, yaitu abosrbsi terhadap kelompok-kelompok
lain dalam masyarakat, serta memelihara kesatuan dan persatuan budaya.
5. Mempromosikan perubahan demi perbaikan, yaitu pendidikan tidak sekedar
berfungsi mengajarkan apa yang ada, tetapi harus berfungsi sebagai ”pendorong
perubahan.”
Dapat diringkas bahwa pendidikan kejuruan berfungsi sekaligus sebagai
”akulturasi” (penyesuaian diri) dan ”enkulturasi” (pembawa perubahan). Karena itu,
pendidikan kejuruan tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga harus
antisipatif.

2.1.3

Tujuan Pendidikan Kejuruan
Banyak rumusan pendidikan kejuruan yang dikemukakan oleh berbagai pihak,

dua diantaranya adalah sebagai berikut : Evans (1978) merumuskan bahwa
pendidikan kejuruan bertujuan untuk : (a) memenuhi kebutuhan masyarakt akan
tenaga kerja; (b) meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu; dan (c)
mendorong motivasi untuk belajar terus. Sedangkan Peraturan Pemerintah Nomor 29
tahun 1990 merumuskan bahwa siswa Pendidikan Menengah Kejuruan disiapkan
untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profeional. Tujuan yang
dirumuskan PP 29 ini kemudian dijabarkan lagi dalam Keputusan Mendikbud No.

18
Universitas Sumatera Utara

19

0490/U/1990 seperti berikut : (a) mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih dan/atau meluaskan pendidikan dasar; (b) meningkatkan
kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal
balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan sekitar; (c) meningkatkan kemampuan
siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan pengembangan ilmu,
teknologi dan kesenian, serta (d) menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja
dan mengembangkan sikap profesional.
Dua rumusan tersebut mengandung kesamaan yaitu mempersiapkan peserta
didik sebagai calon tenaga kerja dan mengembangkan eksistensi peserta didik, untuk
kepentingan peserta didik, masyarakat bangsa dan negara.

2.1.4

Karakteristik Pendidikan Kejuruan

1. Pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki
lapangan kerja.
2. Pendidikan kejuruan didasarkan atas ”demand-driven” (kebutuhan dunia kerja).
3. Fokus isi pendidikan kejuruan ditekankan pada penguasaan pengetahuan,
keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
4. Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan siswa harus pada ”hands-on”
atau performa dalam dunia kerja.
5. Hubungan yang erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan
kejuruan.

19
Universitas Sumatera Utara

20

6. Pendidikan kejuruan yang baik adalah reponsif dan antisipatif terhadap kemajuan
teknologi.
7. Pendidikan kejuruan lebih ditekankan pada ”learning by doing” dari ”hand-on
experience.”
8. Pendidikan kejuruan memerlukan fasilitas yang mutakhir untuk praktek.
9. Pendidikan kejuruan memerlukan biaya investasi dan operasional yang lebih
besar daripada pendidikan umum.

2.2

Konsep Link and Match
Link and match adalah salah satu kebijakan yang mulai diperkenalkan pada

tahun 1993/1994, (tahun terakhir Pelita V, sekaligus tahun terakhir PJP I, momen
tepat digunakan sebagai tahun persiapan memasuki PJP II). Secara harfiah, “Link”
berarti terkait, menyangkut proses yang harus interaktif dan “Match” berarti cocok,
menyangkut hasil yang harus sesuai atau sepadan (Djojonegoro, 1999). Karena itu,
link and match sering diterjemahkan menjadi “terkait dan sepadan”. Maka filosofis
(secara filsafat) mengandung wawasan pengembangan sumberdaya manusia,
wawasan masa depan, wawasan mutu dan keunggulan, wawasan profesionalisme,
wawasan nilai tambah dan wawasan efisiensi.

2.2.1

Link and Match dalam Wawasan Sumberdaya Manusia
Wawasan sumberdaya manusia pada kebijakan link and match berusaha

menempatkan pendidikan menengah kejuruan sebagai sub-sistem dari sestem
pembangunan nasional dalam peran dan tugas pengembangan sumberdaya manusia.

20
Universitas Sumatera Utara

21

Wawasan sumberdaya manusia menuntut supaya penyelenggaraan pendidikan
pada SMK tidak hanya sekedar layanan sosial terhadap masyarakat, tetapi secara
sungguh-sungguh dapat diandalkan menghasilkan tamatan yang berkualitas tinggi,
yang memiliki kemampuan produktif, untuk menjadi aset bangsa. Biaya yang
diinvestasikan bagi pengembangan dan operasional pendidikan kejuruan, baik yang
bersumber dari pemerintah, pinjaman asing, orangtua siswa dan masyarakat, harus
memiliki nilai ekonomi, harus accountable, tidak boleh lagi sekedar penyelenggaraan
pendidikan demi pendidikan.

2.2.2

Link and Match dalam Wawasan Masa Depan
Wawasan masa depan kebijakan link and match mengandung pemikiran

bahwa : “Produk pendidikan yang kita peroleh saat ini adalah produk pendidikan
masa lalu, dan proses pendidikan yang kita lakukan sekarang ini adalah untuk masa
depan”. Misalnya, kalau kita mau menghasilkan tamatan SMK yang bermutu tinggi
dan memiliki keunggulan kompetitig memerlukan waktu tiga tahun sesuai dengan
satuan waktu pendidikan SMK.
Peserta pendidikan yang masuk ke SMK-pun, berdasarkan wawasan
kebijakan link and match ditentukan oleh kualitas tamatan pendidikan dasar sembilan
tahun. Tetapi masyarakat umum, bahkan sebagian pakar pendidikan, kurang
menyadari, karena kurang memiliki wawasan masa depan. Sering terjadi “kekurang
puasan terhadap produk pendidikan yang dirasakan saat ini, menimbulkan kritik yang
ditujukan terhadap sistem, program, dan proses yang berlangsung sekarang ini”.

21
Universitas Sumatera Utara

22

Kebijakan link and match yang berwawasan masa depan, menuntun SMK
menganut prinsip sebagai berikut :
a. Program pendidikan pada SMK yang berproses selama tiga tahun disiapkan untuk
menghasilkan tamatan yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan tiga
tahun mendatang, dan memiliki bekal dasar untuk pengembangan diri di masa
depan.
b. Dunia kerja yang menjadi lapangan hidup tamatan SMK adalah dunia ekonomi,
dunia yang mengandung fenomena persaingan dan kerjasama, sekaligus dunia
yang cepat mengalami perubahan. Karena itu program pendidikan SMK harus
mengandung muatan :
1. Kompetitif produktif, yang memungkinkan tamatan sesegera mungkin bekerja
setelah tamat dari SMK.
2. Memiliki keunggulan sebagai faktor keunggulan kompetitif menghadapi
persaingan, dan sebagai modal kuat untuk menjalin kerjasama.
3. Memiliki bekal dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap, sebagai bekal
dasar menguasai perkembangan iptek, dan sebagai bekal dasar untuk
penyesuaian diri menghadapi perubahan.

2.2.3

Link and Match dalam Wawasan Mutu
Wawasan mutu pada kebijakan link and match, mengukur mutu tamatan SMK

dengan dunia kerja. Cara-cara konvensional mengukur hasil pembelajaran SMK
dengan angka nol sampai sepuluh, atau angka nol sampai seratus, sudah tidak

22
Universitas Sumatera Utara

23

memadai lagi, dan tidak sesuai dengan ukuran dunia kerja. Dunia kerja mengukur
kompetensi tenaga kerjanya dengan memperhatikan kualitas hasil kerjanya dan
tingkat produktivitas kerjanya. Pengukuran terhadap kualitas hasil kerja hanya
dengan dua ukuran dasar, yaitu : baik (accepted) dan jelek (rejected). Kalau hasil
kerja baik, baru diperhatikan lagi tingkat kebaikan/keberhasilannya, karena tingkat
mutu baik itu sendiri, akan mempengaruhi harga jual. Sebaliknya kalau jelek atau
gagal, langsung dirasakan sebagai kerugian atau ”lost”.
Beberapa prinsip yang diperhatikan dalam penerapan wawasan mutu sesuai
dengan kebijakan link and match, antara lain :
a. Ukuran yang dipakai untuk mengukur tingkat kemampuan tamatan SMK, adalah
ukuran dunia kerja. Dalam proses evaluasi hasil belajar SMK perlu dilengkapi
dengan uji kompetensi, yaitu proses pengujian oleh pihak dunia kerja dengan
memakai ukuran dunia kerja.
b. Tingkat produktivitas kerja dan kualitas hasil kerja seseorang, sangat kuat
dipengaruhi oleh kerja (sesuai dengan persyaratan teknis kerja), teknologi yang
digunakan dan sikap kerja pekerja tersebut. Karena itu, SMK dituntut mentransfer
cara kerja yang benar, melatihkan penguasaan iptek, serta membentuk sikap
melalui proses pembiasaan kerja yang benar.
c. Guna mendapatkan standar mutu hasil yang sesuai dengan ukuran dunia kerja,
diperlukan proses yang sesuai dengan cara kerja industri. Sehingga untuk
mendapatkan mutu tamatan SMK yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,

23
Universitas Sumatera Utara

24

diperlukan keikutsertaan dan kerjasama dengan dunia kerja, mulai dari
penyusunan program, pelaksanaan, dan evaluasi hasilnya.

2.2.4

Link and Match dalam Wawasan Keunggulan
Wawasan keunggulan pada kebijakan link and match memberikan pandangan,

bahwa sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi dan memiliki keunggulan adalah
faktor keunggulan kompetitif utama yang harus dimiliki Indonesia menghadapi
persaingan global. Persaingan industri dan perdagangan akan selalu mengacu pada
enam faktor penentu, yaitu : harga, mutu, disain (selera), waktu pemasokan (delivery
time), pemasaran dan layanan (services). Dan tingkat kemampuan enam faktor
persaingan ini, ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia yang berperan dalam
proses produksi dan pemasarannya.
Bangsa Jerman yang pernah mengalami kehancuran ekonomi aktor perang
dunia, dan menghadapi tekanan persaingan ekonomi dari negara maju lainnya, selalu
dengan bangga mengatakan bahwa mereka bisa survive dan bahkan menjadi salah
satu negara industri paling maju di dunia, adalah atas dukungan tenaga kerja terampil
yang dihasilkan melalui pendidikan dual systemnya.
Supaya pendidikan kejuruan mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang
dapat