The impact of credit by Grameen Bank scheme from Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-M3) Cooperative on coastal communities income in Tuban District.

ANALISIS DAMPAK PEMBERIAN KREDIT POLA GRAMEEN BANK
TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA KECIL
MASYARAKAT PESISIR OLEH KOPERASI LEMBAGA EKONOMI
PENGEMBANGAN PESISIR MIKRO MITRA MINA (LEPP-M3)
DI KABUPATEN TUBAN

ENNY SYAFRIDA MARPAUNG

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012

SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan dengan sebenar-benarnya, bahwa tugas akhir yang
berjudul :

ANALISIS DAMPAK PEMBERIAN KREDIT POLA GRAMEEN BANK
TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA KECIL
MASYARAKAT PESISIR OLEH KOPERASI LEMBAGA EKONOMI
PENGEMBANGAN PESISIR MIKRO MITRA MINA (LEPP-M3)
DI KABUPATEN TUBAN

merupakan hasil gagasan dan hasil kajian saya sendiri di bawah bimbingan komisi
pembimbing, kecuali yang dengan jelas ditunjukkan rujukannya. Tugas akhir ini
belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar pada program sejenis di perguruan
tinggi lain. Sumber informasi dan data yang digunakan berasal, atau dikutip dari
karya penulis lain yang diterbitkan, maupun tidak diterbitkan telah disebutkan dalam
teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka secara jelas dan dapat diperiksa
kebenarannya.

Bogor,

April 2012

Enny Syafrida Marpaung
P054094155

i

ABSTRACT
Enny Syafrida Marpaung. The impact of credit by Grameen Bank scheme from
Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-M3) Cooperative
on coastal communities income in Tuban District. This thesis is Supervised by Ma’mun
Sarma as Chairman and W.H. Limbong as Member.
Coastal communities consist of fishermen, fish farmer, fish manufacturers and
traders, and other communities which its social and economies depend on marine and
fisheries resources. Over 32% of its population, which is two times higher than national
poverty line, is categorised as poor. One of the main factor which contributes why coastal
communities cannot improve their economy is low capital. This is because they have
limited access to capital and it might be true that bank give limited credit facilities to
fisheries stakeholders. The objectives of this research are to: (1) identify the
implementation process of Grameen Bank credit scheme from LEPP-M3 Tuban
cooperative; (2) identify constrains faced in giving credit on Grameen Bank scheme; (3)
identify benefit offered in giving credit on Grameen Bank scheme; and (4) analyse the
impact of giving credit on Grameen Bank scheme on coastal communities income. The
sampling technique used is Cluster Sampling technique. This technique is sample
collecting technique which is based on subject groups between one to other groups and
not to individuals without any level. Respondent as data sources in each village groups is
selected by accidental sampling method. This means that respondents selected from each
group do not have any specific criteria. Descriptive Statistics, Multiple Linier Regression
Analysis and Hypothesis Testing have been carried out to answer the research objective.
These Statistics and Analysis have been done to find out the level of knowledge of all
members, the level of program implementation and the level of benefits received by
members. Meanwhile, the Hypothesis Testing is used to find out the absolute effects in
net income of small enterprises before and after Grameen Bank credit scheme has been
given. This effects is analysed Paired t-Test. The results show that the level of knowledge
of the members to the LEPP-M3 Cooperative of Grameen Bank scheme is very good.
The implementation of Grameen Bank scheme helps greatly the communities in
improving their business with reasonable requirements that are not burden to its members.
Furthermore, another benefit of Grameen Bank lending scheme for their members is to
raise their capital with credit facilities, and they are also accustomed to saving. In
installment payments, members do not have to go to the cooperatives LEPP-M3, but
cooperative management will visit a weekly meeting place which has been determined.
Meanwhile, the results of Paired Samples Test indicate that there a positive correlation
between the income of small enterprises before and after Grameen Bank Program. This
means that by Grameen Bank scheme from the LEPP-M3 Cooperative Tuban, the income
of small businesses increase.
Keywords : Grameen Bank, government, micro credit, poverty reduction.

ii

RINGKASAN
Enny Syafrida Marpaung. Analisis Dampak Pemberian Kredit Pola Grameen Bank
terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Kecil Masyarakat Pesisir oleh Koperasi
Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-M3) di
Kabupaten Tuban. Di bawah bimbingan Ma’mun Sarma sebagai Ketua dan W.H.
Limbong sebagai Anggota.
Masyarakat pesisir terdiri atas nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan
pedagang hasil laut, serta masyarakat lainnya yang kehidupan sosial ekonominya
tergantung pada sumberdaya perikanan dan kelautan. Jumlah masyarakat pesisir
berdasarkan hasil studi Smeru adalah 16,48 juta jiwa. Jumlah ini diperkirakan
meningkat mencapai 20 juta jiwa yang saat ini tersebar di lebih dari 10.666 desa
pesisir di seluruh Indonesia. Poverty Headcount Index (PHI) masyarakat pesisir
adalah 0,3214. Artinya, lebih dari 32% dari penduduk di wilayah pesisir masih
tergolong miskin atau dua kali rata-rata tingkat kemiskinan nasional.
Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) dengan sistem
peminjaman (Cash Collateral) kepada Bank Pelaksana yang dilaksanakan oleh
Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan
dan Perikanan yang telah berjalan selama 4 tahun yaitu sejak tahun 2004 sampai
dengan tahun 2007. Dalam kurun waktu tersebut telah terbentuk sekitar 277 Lembaga
Keuangan Mikro (LKM) yang terdapat di seluruh wilayah pesisir di Indonesia.
Namun demikian, meskipun LKM sebagai salah satu alternatif lembaga penyedia
dana untuk kegiatan usaha masyarakat pesisir telah berperan maksimal dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir terhadap modal, namum tetap saja masih
ada segmen masyarakat yang belum tersentuh dampak keberadaan LKM tersebut. Hal
ini disebabkan karena sistem yang diterapkan oleh LKM masih mensyaratkan agunan
sehingga masyarakat yang tidak memiliki agunan belum dapat memanfaatkan LKM
sebagai solusi dalam mengatasi ketiadaan modal usaha mereka. Menyadari akan
keadaan tersebut, maka mulai tahun 2007 mengenalkan sistem skim kredit yang bisa
diakses oleh kaum miskin dengan tanpa agunan dan syarat yang tidak memberatkan,

iii

yaitu sistem Grameen Bank yang merupakan ide dan terobosan terbesar dari Prof.
Muhammad Yunus dari Bangladesh.
Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk:
(1) Mengetahui proses penerapan sebagai gambaran umum pemberian kredit pola
Grameen Bank

oleh koperasi LEPP-M3 Tuban; (2) Mengidentifikasi kendala-

kendala apa saja yang dihadapi dalam pemberian kredit pola Grameen Bank; (3)
Mengidentifikasi tingkat pengetahuan, Peranan dan manfaat apa saja yang didapat
dalam penerapan pemberian kredit pola Grameen Bank; (4) Menganalisis pengaruh
pemberian kredit pola Grameen Bank terhadap peningkatan pendapatan usaha kecil
masyarakat pesisir sebelum dan sesudah pelaksanaan pola Grameen Bank.
Teknik penarikan sampling yang digunakan adalah teknik Cluster Sampling.
Responden sebagai sumber data pada tiap kelompok desa dipilih dengan metode
accidental sampling. Artinya responden yang dipilih pada tiap kelompok tidak
dengan spesifikasi khusus. Dalam menjawab tujuan penelitian menggunakan cara
yaitu Deskriptif Statistik, Analisis Regresi Linear Berganda dan pengujian Hipotesis.
Deskriptif Statistik dan Analisis Regresi Linear Berganda untuk mengetahui tingkat
pengetahuan anggota, tingkat penerapan program dan tingkat manfaat yang didapat
anggota. Hipotesis untuk mengetahui pengaruh mutlak pendapatan bersih pada para
usaha-usaha kecil sebelum dan sesudah pemberian kredit pola Grameen Bank
dianalisis menggunakan uji t berpasangan (Paired t-Test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anggota terhadap
Koperasi LEPP-M3 pola Grameen Bank sangat baik, penerapan Kredit Pola Grameen
Bank sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan usahanya dengan syaratsyarat yang tidak memberatkan anggotanya sedangkan manfaat yang didapat dari
Pemberian Kredit Pola Grameen Bank

bagi anggota bisa untuk menambah

permodalan dengan adanya bantuan kredit, di samping itu mereka juga dibiasakan
untuk menabung. Dalam pembayaran cicilan anggota dimudahkan dengan tidak perlu
mendatangi Koperasi LEPP-M3 tetapi pengurus koperasi yang mendatangi tempat di
mana pertemuan kelompok setiap minggunya ditentukan. Sedangkan hasil analisis
Paired Samples Test didapat bahwa pendapatan usaha kecil Sebelum dan Sesudah

iv

Program

Greeman Bank terdapat perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah

progam.

Berarti dapat dikatakan bahwa dengan adanya pemberian kredit pola

Grameen Bank dari Koperasi LEPP-M3 Tuban pendapatan usaha kecil mengalami
peningkatan.

v

©Hak Cipta milik Institut Pertanian Bogor, tahun 2012
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau
menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan,
penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau
tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan yang
wajar IPB.
Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh Karya tulis
dalam bentuk apapun tanpa izin IPB

vi

ANALISIS DAMPAK PEMBERIAN KREDIT POLA GRAMEEN BANK
TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA KECIL
MASYARAKAT PESISIR OLEH KOPERASI LEMBAGA EKONOMI
PENGEMBANGAN PESISIR MIKRO MITRA MINA (LEPP-M3)
DI KABUPATEN TUBAN

ENNY SYAFRIDA MARPAUNG

Tugas Akhir
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Magister Profesional pada
Program Studi Industri Kecil Menengah

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012

vii

Judul Tugas Akhir

:

Nama Mahasiswa
Nomor Pokok

:
:

Analisis Dampak Pemberian Kredit Pola Grameen Bank
Terhadap peningkatan Pendapatan usaha Kecil Masyarakat
Pesisir Oleh Koperasi Lembaga Ekonomi Pengembangan
Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-M3) di Kabupaten Tuban.
Enny Syafrida Marpaung
P054094155

Disetujui
Komisi Pembimbing

Dr. Ir. Ma’mun Sarma, M.Ec

Prof.Dr. Ir. W.H. Limbong, MS

Ketua

Anggota

Diketahui

Ketua Program Studi
Industri Kecil Menengah

Dekan Sekolah Pascasarjana

Prof.Dr.Ir. H. Musa Hubeis, MS,Dipl.Ing,DEA

Dr. Ir. Dahrul Syah, M.Sc.Agr

Tanggal Ujian : 23 April 2012

Tanggal Lulus :

viii

Mei 2012

Penguji Luar Komisi pada Ujian Tugas Akhir : Prof.Dr.Ir. H. Musa Hubeis,
MS,Dipl.Ing,DEA

ix

PRAKATA
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah atas
segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan Tugas Akhir
ini yang berjudul “Analisis Dampak Pemberian Kredit Pola Grameen Bank terhadap
Peningkatan Pendapatan Usaha Kecil Masyarakat Pesisir oleh Koperasi Lembaga
Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-M3) di Kabupaten Tuban”.
Tugas Akhir ini disusun dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk
memperoleh gelar Magister Profesional pada Program Studi Industri Kecil Menengah,
Institut Pertanian Bogor.
Penulis menyadari bahwa penyempurnaan Tugas Akhir ini dapat tersusun atas
bantuan moril maupun materiil, baik secara langsung maupun tidak langsung dari
berbagai pihak.
Secara khusus dalam kesempatan ini, dengan segala kerendahan dan
keikhlasan hati, penulis mengucapkan rasa terima kasih dan hormat kepada:
1.

Dr.Ir. Ma’mun Sarma, M.Ec., selaku ketua komisi pembimbing atas pengorbanan
waktu, tenaga dan kesabarannya memberi bimbingan dan dorongan serta saran
dan koreksi demi kesempurnaan tugas akhir ini.

2.

Prof.Dr. Ir. W.H. Limbong, MS., selaku anggota komisi pembimbing yang telah
mengorbankan waktu, tenaga dan kesabarannya memberi bimbingan dan
dorongan serta saran dan koreksi demi kesempurnaan tugas akhir ini.

3.

Bapak/Ibu dosen PS MPI yang telah membantu membuka cakrawala ilmu dan
menambah wawasan pengetahuan bagi penulis.

4.

Bapak/Ibu dewan penguji yang telah meluangkan waktu untuk memberikan
sumbangan saran untuk perbaikan Tugas Akhir ini.

5.

Pengelola, staf administrasi serta karyawan Program Magister Profesional pada
Program Studi Industri Kecil Menengah IPB yang telah memberikan
sumbangsihnya dalam penyusunan Tugas Akhir ini.

x

6.

Ketua, Pengelola dan seluruh anggota Koperasi LEPP-M3 Tuban pola Grameen
Bank serta masyarakat setempat atas bantuan dan kerjasamanya selama penulis
mengumpulkan data dan informasi di lapangan.

7.

Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Bapak Dr. Sudirman Saad,
M.Hum, Kabag Keuangan, Umum dan Kepegawaian Bapak Miftahul Huda, M.Si,
rekan kerja saya Indri Kartika Sari, A.Md, Dany Dwi Maryadi, S.Sn dan seluruh
Keluarga Besar Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil
tempat penulis bekerja, yang telah memberikan segala dukungan baik berupa
moril maupun materiel sampai penulis mampu menyelesaikan studi.

8.

Keluarga ku tercinta, Bapak Amri Marpaung, Ibunda Tiolan Tambunan serta
saudara-saudaraku tercinta, Rosdewita Marpaung, Ferdinan Haulian Marpaung
dan Helwijaya Marpaung atas bantuan moril maupun materiel selama penulis
studi di Institut Pertanian Bogor hingga selesai.

9.

Rekan-rekan mahasiswa Pascasarjana program studi MPI angkatan 13 atas segala
masukan dan saran dalam percepatan penyelesaian studi.

10. Semua pihak yang penulis tidak dapat sebutkan namanya satu-persatu yang telah
memberi dukungan mulai penyusunan dan kesempurnaan tugas akhir ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penelitian dan penyusunan Tugas Akhir ini
masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis
mengharapkan masukan dan saran yang diberikan demi kebaikan penulis dimasa
yang akan datang.
Kiranya Allah SWT memberikan rahmat dan karunia-Nya yang senantiasa
menyertai semua pihak yang telah mendukung dan membantu penulis sampai akhir
penyusunan Tugas Akhir ini.
Alhamdulillaahirabbil’alamin.
Bogor, April 2012
Penulis

xi

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan pada tanggal 6 September 1979 di Dabo Singkep, salah
satu Pulau di Kepulauan Riau, sebagai putri kedua, dari empat bersaudara dari
pasangan Bapak Amri Marpaung dan Ibu Tiolan Tambunan.
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) diselesaikan pada tahun 1992 di SDN 03 Pagi
Jakarta Utara, Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan pada tahun 1995 di
SMPN 261 Muara Angke, Jakarta Utara, serta Sekolah Menengah Atas diselesaikan
pada tahun 1998 di SMAN 40 Pademangan, Jakarta Utara. Tahun 2002 Penulis
menyelesaikan D III di STMIK SWADHARMA Jurusan Manajemen Informatika dan
melanjutkan S1 kembali di STMIK SWADHARMA lulus Tahun 2003.
Memiliki riwayat pekerjaan pada Bulan Februari 2005 hingga bulan Oktober
2008 bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Pemberdayaan Masyarakat
Pesisir, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian
Kelautan dan Perikanan sebagai sekretaris Direktur Pemberdayaan Masyarakat
Pesisir, Oktober 2008 hingga Agustus 2010 menjadi sekretaris Sesditjen Kelautan,
Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Agustus
2010 menjadi sekretaris Dirjen Kelautan, pesisir, dan Pulau-pulau Kecil sampai
dengan sekarang.

xii

DAFTAR ISI
ABSTRACT ............................................................................................................................. ii
RINGKASAN ......................................................................................................................... iii
PRAKATA ............................................................................................................................... x
RIWAYAT HIDUP ................................................................................................................ xii
DAFTAR TABEL .................................................................................................................. xv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ xvi
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................ xvii
I. PENDAHULUAN ................................................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang Penelitian ............................................................................................ 1
1.2. Perumusan Masalah ..................................................................................................... 3
1.3. Tujuan Penelitian ......................................................................................................... 4
II. TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................................................... 5
2.1. Grameen Bank .............................................................................................................. 5
2.2. Metode Pemberian kredit pola Grameen Bank ............................................................ 6
2.2.1. Falsafah Dasar Grameen Bank ............................................................................... 7
2.2.2. Visi Gramen Bank dan Misi Grameen Bank.......................................................... 7
2.2.3. Prinsip Dasar Pemberian kredit pola Grameen Bank ............................................. 8
2.2.4. Proses Pengajuan Pinjaman ................................................................................. 10
2.2.5. pembentukan Kelompok ...................................................................................... 11
2.3. Pendapatan ................................................................................................................. 12
2.4. Pengaruh Pemberian kredit pola Grameen Bank Terhadap Pendapatan ..................... 13
2.5. Keadaaan Umum Masyarakat Pesisir......................................................................... 14
2.6. Tinjauan Penelitian..................................................................................................... 16
2.7. Tinjauan Pengujian Validitas dan Reabilitas Instrumen ............................................ 17
2.7.1. Pengujian Validitas Instrumen ............................................................................ 17
2.7.2. Pengujian Reliabilitas Instrumen ........................................................................ 18
III. METODELOGI KAJIAN ................................................................................................ 20
3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian .................................................................................. 20
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................................................. 22

xiii

3.3. Data dan Sumber Data ............................................................................................... 24
3.4. Penentuan Jumlah Sampel dan Metode Penarikan Sampel........................................ 24
3.4.1. Penentuan Jumlah Sampel................................................................................... 24
3.4.2. Teknik Penarikan Sampel ................................................................................... 25
3.5. Metode Pengumpulan Data ........................................................................................ 26
3.6. Metode Pengolahan Data dan Analisis Data .............................................................. 26
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................................................... 31
4.1. Gambaran Umum Penerapan Kredit Pola Grameen Bank di Tuban........................... 31
4.1.1. Kondisi Umum Kabupaten Tuban ...................................................................... 31
4.1.2. Angka Kemiskinan di Kabupaten Tuban ............................................................ 32
4.1.3. Kondisi Usaha Koperasi LEPP M3 Kabupaten Tuban ....................................... 32
4.1.4. Skema Organisasi Grameen Bank di Kabupaten Tuban .................................... 34
4.1.5. Prosedur Penyaluran Kredit Sistem Grameen Bank ........................................... 36
4.1.6. Cara Menilai Kelayakan Anggota ....................................................................... 40
4.1.7. Petunjuk Uji Kelayakan Anggota........................................................................ 42
4.2. Kendala-kendala Dalam Pemberian Kredit Pola Grameen Bank ............................. 45
4.3. Keberhasilan Penyaluran Kredit Pola Grameen Bank ............................................. 45
4.4. Kekuatan dan Peluang Pemberian Kredit Pola Grameen Bank ................................ 46
4.5. Analisis Deskriptif Statistik ....................................................................................... 47
4.5.1. Deskripsi Data Responden .................................................................................. 47
4.5.2. Deskripsi Tingkat Pengetahuan Anggota ............................................................ 49
4.5.3. Deskripsi Tingkat Penerapan Kredit Pola Grameen Bank ................................ 52
4.5.4. Deskripsi Tingkat Manfaat Kredit Pola Grameen Bank ..................................... 55
4.6. Analisis Regresi Linear Berganda .............................................................................. 57
4.7. Pengujian Hipotesis ................................................................................................... 59
KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................................................. 61
1. Kesimpulan .................................................................................................................... 61
2. Saran ............................................................................................................................... 62
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 64
LAMPIRAN ........................................................................................................................... 66

xiv

DAFTAR TABEL

No

Halaman

1. Jumlah populasi dan sampel menurut desa pemukiman anggota........

25

2. Pengukuran Variabel Penelitian …………...…..................................

29

3. Pemberian Skor …………..................................................................

30

4. Uji Kelayakan Indeks Rumah.............................................................

42

5. Uji Kelayakan Indeks Asset................................................................

43

6. Kepemilikan Ternak dan Asset lain…………………………………

44

7. Penentuan tes indeks asset…………………………………………...

44

8. Kategori Jenis Usaha Anggota………………………………………

48

9. Komposisi Usia……………………………………………………...

49

10. Tingkat Pendidikan Terakhir Anggota………………………………

49

11. Pengetahuan Anggota Terhadap Koperasi LEEP-M3 Pola Grameen
Bank……………………………………………………….................

50

12. Tingkat Pengetahuan...........................................................................

51

13. Penerapan Kredit Pola Grameen Bank………..................………….

53

14. Tingkat Penerapan Kredit Pola Grameen Bank..................................

54

15. Manfaat Pemberian Kredit Pola Grameen Bank……….……………

55

16. Tingkat Manfaat..................................................................................

56

17. Koefisien Persamaan...........................................................................

57

18. Analisis Sidik Ragam..........................................................................

58

19. Korelasi...............................................................................................

58

20. Paired Samples Test Pendapatan Sebelum Dan Sesudah Program
Greeman Bank……………………………………………………….

xv

59

DAFTAR GAMBAR
No

Halaman

1. Proses Pengajuan Pinjaman ……………………………………...

10

2. Kerangka Alur Penelitian.......................……................................

21

3. Peta Lokasi Penelitian ………...........................………................

23

4. Skema Organisasi Grameen Bank....…………………………….

34

5. Skema Usaha Koperasi LEPP-M3 Kab. Tuban……...…………...

35

6. Skema Organisasi Grameen Bank Kab. Tuban…………………..

36

7. Uji Kelayakan…………………………………………………….

37

8. Pertemuan Umum………………………………………………...

38

9. Pertemuan Umum Terbatas………………………………………

38

10. Latihan Wajib Kumpul…………………………………………...

38

11. Ujian Pengesahan Kumpul……………………………………….

39

12. Pertemuan Mingguan……………………………………………..

39

13. Proses Keanggotaan Grameen Bank……………………………...

40

14. Grafik Tingkat Pengetahuan……………………………………...

52

15. Grafik Tingkat Penerapan Kredit pola Grameen Bank.................

54

16. Grafik Tingkat Manfaat Pemberian Kredit pola Grameen Bank....

56

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

No

Halaman

1. Pengantar Kuesioner Penelitian …...........................................……….

67

2. Kuesioner Penelitian Untuk Anggota......……………………………..

68

3. Kuesioner Penelitian Untuk Pengurus/Pengelola..................................

73

4. Kuesioner Penelitian Untuk Tokoh Masyarakat....................................

75

5. Data Hasil Olahan Menggunakan Nilai Pemusatan ...............………...

77

6. Realiability Analysis – Scale (Split)………………………….…...…..

85

7. Pendapatan Bersih Bulanan Usaha Kecil Sebelum dan Sesudah
Memperoleh Kredit................................................................................

xvii

88

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian
Masyarakat pesisir terdiri atas nelayan, pembudidaya ikan, pengolahan dan
pedagang hasil laut, serta masyarakat lainnya yang kehidupan sosial ekonominya
tergantung pada sumberdaya perikanan dan kelautan. Jumlah masyarakat pesisir
berdasarkan hasil studi Smeru (2003) adalah 16,48

juta jiwa.

Jumlah ini

diperkirakan meningkat mencapai 20 juta jiwa yang saat ini tersebar di lebih dari
10.666 desa pesisir di seluruh Indonesia. Poverty Headcount Index (PHI) masyarakat
pesisir adalah 0,3214.

Artinya, lebih dari 32% dari penduduk di wilayah pesisir

masih tergolong miskin atau dua kali rata-rata tingkat kemiskinan nasional (KKP,
2009).
Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) dengan sistem
peminjaman (Cash Collateral) kepada Bank Pelaksana yang dilaksanakan oleh
Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir,
dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah berjalan
selama 4 tahun yaitu sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2007. Dalam kurun
waktu tersebut telah terbentuk sekitar 277 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang
terdapat di seluruh wilayah pesisir di Indonesia termasuk di Kabupaten Tuban. Hal
ini tentu saja merupakan suatu prestasi yang cukup menggembirakan karena dengan
berdirinya LKM tersebut, masyarakat pesisir dapat lebih mudah dalam mengakses
dana untuk menambah modal usaha mereka (Sunaryanto, 2009).
Di lain pihak, meskipun masyarakat pesisir menjadi lebih mudah dalam
mengakses modal, tetapi LKM harus tetap memperhatikan persyaratan dalam
peminjaman yaitu harus adanya agunan (jaminan) seperti syarat peminjaman di bank
pada umumnya. Agunan ini dianggap perlu karena untuk mengatasi apabila terjadi
kemacetan pengembalian diakibatkan oleh kurang menentunya produktifitas
masyarakat pesisir dalam kurun waktu setahun, dimana sebanyak 8 bulan produktif
dan 4 bulan dianggap kurang produktif. Hal ini tentu saja sedikit banyak menjadi
1

masalah bagi masyarakat pesisir, khususnya yang tidak memiliki barang atau surat
berharga yang dapat dijadikan agunan. Permasalahan yang umum dihadapi oleh
masyarakat pesisir berkaitan dengan akses modal adalah tidak memiliki agunan
sehingga tidak dapat mengakses modal pada LKM program PEMP. Meskipun ada
masyarakat pesisir yang mendapat pinjaman tanpa agunan, tetapi jumlahnya tidak
banyak dan hanya tergantung dari rekomendasi dewan komite dari LKM.
Menyadari akan keadaan tersebut, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat
Pesisir mulai tahun 2007 mengenalkan sistem skim kredit yang bisa diakses oleh
kaum miskin dengan tanpa agunan dan syarat yang tidak memberatkan. Skim kredit
memiliki pola berbanding terbalik dengan pola perbankan yaitu sistem Grameen
Bank yang merupakan ide dan terobosan terbesar dari Prof. Muhammad Yunus dari
Bangladesh (KKP, 2009). Lembaga keuangan mikro Bangladesh Grameen Bank,
yang didirikan oleh peraih Nobel Ekonomi tahun 2006 Dr. Muhammad Yunus
tersebut telah berhasil menjadi penggerak roda perekonomian suatu negara. Grameen
Bank menjadi contoh bagi negara-negara lainnya.

Hampir 97% dari nasabah

Grameen Bank yang berjumlah total 25 juta adalah wanita, karena wanita itu
berorientasi pada keluarga. Wanita akan mempertimbangkan keluarga dan anakanaknya sebelum bertindak (Shahjahan, 2011).
Gerakan pemberdayaan masyarakat miskin menurut filosofi Grameen Bank
tidak hanya disebabkan oleh minimnya keterampilan seseorang, karena keterampilan
seseorang tidak berbanding lurus dengan kualitas hidup. Jadi kualitas hidup yang
baik selain memerlukan keterampilan juga dana untuk hal demikian. Kalaupun ada
sumbangan atau hibah tidak memerlukan pertanggungjawaban bahkan malah
menciptakan ketergantungan.
inisiatif dan kreatifitas.

Keluarnya seseorang dari kemiskinan menuntut
Grameen Bank merancang kredit mikro berbasis

kepercayaan bukan kontrak legal. Metodologi ini dirancang guna mendorong rasa
tanggung jawab dan solidaritas terhadap sesama peminjam dalam suatu komunitas.
Grameen Bank telah berhasil mengembangkan konsep community building
(pengembangan komunitas), dengan penguatan dari sisi pembinaan mingguan, serta
pemberlakuan konsep tanggung-renteng dalam satu kelompok. (KKP, 2009).

2

Penelitian ini berangkat dari fenomena keberhasilan Grameen Bank dengan
indikator ekonomi (berkembangnya usaha anggotanya, pendapatan bertambah, lancar
dalam pengembalian, meningkatnya jumlah tabungan). Grameen Bank telah
direplikasikan sejak tahun 2007 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk
membantu perekonomian masyarakat pesisir dengan memberikan kredit dan juga
pelatihan keterampilan-keterampilan untuk membantu perekonomian keluarga
mereka. Kabupaten Tuban adalah salah satu kabupaten yang menerapkan Grameen
Bank yang merupakan bagian dari koperasi perikanan dan kelautan Lembaga
Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-M3) Kabupaten Tuban
yang memiliki unit usaha yaitu unit simpan pinjam swamitra mina dan unit simpan
pinjam pola Grameen Bank, dan penelitian ini dapat melihat pengaruh Grameen Bank
terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Kecil Masyarakat Pesisir oleh Koperasi
LEPP-M3 di Kabupaten Tuban.
1.2. Perumusan Masalah
Kabupaten Tuban adalah salah satu Kabupaten yang dipilih oleh Departemen
Kelautan dan Perikanan untuk mengenalkan skim kredit pola Grameen Bank.
Kabupaten Tuban adalah suatu Kabupaten di Jawa Timur, Ibu Kotanya berada di
Kota Tuban. Luasnya adalah 1.904,70 km2 dan panjang pantai mencapai 65 km
dengan penduduk berjumlah 1 juta jiwa.

Lokasi target yang ditetapkan untuk

cakupan wilayah pola Grameen Bank: (1) Desa Leran Kec. Palang; (2) Desa
Mondokan Kec. Tuban; (3) Desa Penambangan Kec. Semanding; (4) Desa
Prunggahan Kulon Kec. Semanding; (5) Dusun Tlogo Desa Prunggahan Kulon Kec.
Semanding; (6) Dusun Princik Desa Prunggahan Kulon Kec. Semanding; (7) Dusun
Jarum Desa Prunggahan Kulon Kec. Semanding.

Dari uraian yang telah

dikemukakan pada latar belakang penelitian, maka dirumuskan permasalahan yang
akan dianalisis adalah :
1. Bagaimana penerapan pemberian kredit pola Grameen Bank oleh koperasi
LEPP-M3 Tuban?

3

2. Apakah kendala-kendala yang dihadapi dalam pemberian kredit pola Grameen
Bank?
3. Apakah pengetahuan, Penerapan dan manfaat yang didapat dalam pemberian
kredit pola Grameen Bank?
4. Bagaimana Pengaruh pemberian kredit pola Grameen Bank

terhadap

peningkatan pendapatan usaha kecil masyarakat pesisir?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan pelaksanaan tugas akhir ini adalah:
1. Mengetahui proses penerapan sebagai gambaran umum pemberian kredit pola
Grameen Bank oleh koperasi LEPP-M3 Tuban.
2. Mengidentifikasi kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pemberian
kredit pola Grameen Bank.
3. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan, peranan dan manfaat apa saja yang
didapat dalam penerapan pemberian kredit pola Grameen Bank.
4. Menganalisis pengaruh pemberian kredit pola Grameen Bank

terhadap

peningkatan pendapatan usaha kecil masyarakat pesisir sebelum dan sesudah
pelaksanaan pola Grameen Bank.

4

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Grameen Bank
Hadiah Nobel perdamaian bagi Muhammad Yunus dengan Grameen Banknya di Bangladesh, memberikan pelajaran akan pentingnya institusi keuangan mikro
bagi kaum miskin, khususnya dikalangan kaum perempuan. Hal penting lain yang
dapat kita ketahui adalah bahwa perempuan memegang peranan penting dalam
mentransfer kredit mikro ke keluarga dan lebih lanjut mengentaskan keluarga dari
kemiskinan. Hal ini mengingat bahwa 97 persen nasabah Grameen Bank adalah
perempuan. Program kredit mikro, yang memberikan akses kredit yang lebih luas
kepada kaum miskin, telah dianggap sebagai suatu program kunci bagi upaya
pemberantasan kemiskinan, mengingat selama ini masyarakat miskin mendapat
banyak halangan untuk mengakses sistem atau lembaga perbankan lainnya.
Program kredit mikro Grameen Bank, yang bermula dari pilot proyek kecilkecilan yang dijalankan dengan bantuan mahasiswa-mahasiswa M. Yunus yang
semuanya berasal dari daerah setempat. Gagasan ini yang bermula di desa Jobra
sebuah desa kecil di Bangladesh yang bersebelahan dengan Chittagong University
tempat M. Yunus mengajar. Dekatnya dengan desa Jobra menjadikan sebuah pilihan
sempurna bagi M. Yunus untuk mata kuliahnya yang baru dan memutuskan untuk
menjadi mahasiswa kembali dan warga Jobralah yang akan menjadi dosen-dosen-nya
untuk belajar sebanyak mungkin tentang desa tersebut. Universitas – universitas
yang ada sekarang menciptakan kesenjangan hebat antara mahasiswanya dengan
kenyataan hidup sehari-hari di Bangladesh. M. Yunus ingin mengajari mahasiswanya
cara memahami kehidupan orang miskin. Perjalanan berulang kali ke pedesaan di
sekitar kampus Chittagong Unversity membuahkan temuan-temuan yang penting
dalam mendirikan Grameen Bank. Kaum miskin mengajarkan ilmu ekonomi yang
sepenuhnya baru. Dengan mempelajari masalah-masalah yang mereka hadapi dari
perspektif mereka sendiri dengan mencoba banyak hal ada yang berjalan lancar ada
yang tidak, salah satu yang berjalan baik adalah menawari sedikit pinjaman kepada

5

masyarakat untuk membangun usaha mandiri. Pinjaman ini menyediakan titik awal
bagi industri rumah tangga dan kegiatan-kegiatan lain untuk meningkatkan
pendapatan yang memanfaatkan keterampilan yang sudah dimiliki oleh masyarakat
peminjam itu sendiri. M. Yunus tidak pernah menbayangkan bahwa program kredit
mikro ini akan menjadi basis bagi “bank untuk kaum miskin” berskala nasional yang
melayani 2,5 juta orang, dan diadaptasi di lebih dari 114 negara di 5 benua. Saat ini
telah berkembang dan menjangkau tujuh juta orang miskin di 73.000 desa
Bangladesh, 97 persen diantaranya perempuan. Grameen Bank memberikan kredit
bebas agunan untuk mata pencaharian, perumahan, sekolah dan usaha mikro untuk
keluarga-keluarga miskin dan menawarkan setumpuk program tabungan yang atraktif,
dana pensiun, dan asuransi untuk para anggotanya. Sejak diperkenalkan tahun 1984,
kredit perumahan telah membangun 640.000 rumah.

Kepemilikan legal rumah-

rumah ini menjadi hak para perempuan itu sendiri. Secara kumulatif, Grameen Bank
telah

memberikan

kredit

sebesar

sekitar

US$

6

miliar

dengan

tingkat

pengembaliannya 99 persen dan telah mampu mengangkat 58 persen nasabah dari
garis kemiskinan.

Grameen Bank telah memperoleh pengakuan dari pemerintah

Bangladesh dan telah dipayungi oleh satu undang-undang tersendiri (Yunus, 1997)
2.2. Metode Pemberian kredit pola Grameen Bank
Grameen Bank mempunyai pengertian bank desa, kata grameen merupakan
bahasa Bengali berarti desa. Bank yang awalnya mengkhususkan untuk menyalurkan
kredit bagi masyarakat miskin desa Jobra dan sekitarnya di wilayah Chittagong,
Bangladesh dalam kurun waktu 1976-1979. Grameen Bank merupakan sistem kredit
mikro yang direncanakan dan dijalankan pertama kali oleh Dr. Muhammad Yunus
dari Chittagong University pada tahun 1976 dengan pendekatan yang ramah dengan
orang miskin.
Latar belakang yang mendasari Dr. Muhammad Yunus mendirikan dan
menjalankan kredit mikro Grameen Bank adalah: (1) Banyak orang miskin di desa
terlilit hutang pada rentenir, (2) Orang miskin dalam berusaha tidak bisa mengakses
modal ke lembaga keuangan resmi, (3) Kredit di lembaga keuangan menggunakan

6

agunan yang tidak dimiliki orang miskin, (4) tidak ada produk pinjaman/kredit yang
ramah terhadap orang miskin (KKP, 2009).
Dan sampai saat ini skim kredit sistem Grameen Bank telah berkembang pesat
di Bangladesh bahkan sekarang sistem ini telah diadopsi oleh lebih dari 114 negara
dengan bantuan lembaga international PBB. Dan pada tahun 2006, Dr. Muhammad
Yunus mendapatkan hadiah nobel perdamaian sebagai tokoh yang mengentaskan
kemiskinan.
2.2.1. Falsafah Dasar Grameen Bank
1)
Pemberian bantuan pada orang miskin yang didasari pada belas
kasihan dan juga cuma-cuma (charity), tidak akan membantu orang
miskin tersebut untuk lepas dari kemiskinannya. Sebaliknya justru
akan menjerumuskan mereka ke dalam jurang kemiskinan yang
lebih dalam.
2)

Setiap pemberian bantuan pinjaman kepada orang miskin harus
didasarkan pada keikhlasan dan juga pemdampingan yang terusmenerus.

3)

Penyaluran kredit kepada orang miskin hanya sebagai entry point
saja dari serangkaian kegiatan pendampingan yang ditujukan untuk
penguatan kepada orang miskin (KKP, 2009).

2.2.2. Visi Gramen Bank dan Misi Grameen Bank
Visi dari Grameen Bank adalah Bank untuk golongan termiskin.
Adapun Misi dari Grameen Bank yaitu:
1)

Atas dasar persamaan (HAM)

2)

Membantu mereka yang benar-benar memerlukan

3)

Membantu orang miskin keluar dari kemiskinannya

4)

Pemberdayaan perempuan

5)

Mendukung pembangunan yang menyeluruh

6)

Memastikan kadar pembayaran yang tinggi

7

2.2.3. Prinsip Dasar Pemberian kredit pola Grameen Bank
Prinsip dasar atau tata cara penyaluran kredit sistem Grameen Bank
memiliki kriteria sebagai berikut:
1)

Sasaran orang atau keluarga miskin khususnya perempuan

2)

Pinjaman diberikan setelah adanya pendidikan secara terstruktur
atau latihan wajib kumpulan

3)

Pinjaman diberikan secara kelompok dan setiap kelompok terdiri
dari 5 orang

4)

Setiap minimal 2 kelompok membentuk satu center meeting sebagai
tempat semua kegiatan

5)

Pinjaman diberikan dengan pola 2 2 1 atau 3 2 sesuai dengan
kebutuhan

6)

Semua transaksi dilakukan di pertemuan center (center meeting)

7)

Setiap transaksi pinjaman dikenakan biaya, yang dibayarkan oleh
client dan dibayarkan bersamaan dengan angsuran

8)

Pinjaman diberikan dengan jangka waktu yang cukup panjang
sehingga dimanfaatkan secara maksimal

9)

Angsuran dilakukan setiap seminggu sekali di center meeting

10)

Selain produk pinjaman, juga dibuat produk tabungan untuk melatih
anggota menyisihkan pendapatan untuk hal-hal yang lebih penting

11)

Setelah lunas pinjaman pertama, maka client harus memperoleh
pinjaman berikutnya sepanjang menunjukkan progress yang
meningkat

12)

Setiap kegiatan center meeting, dilakukan dengan motivasi baik
berupa ikrar maupun pembaca do’a

13)

Isi ikrar atau doa mencerminkan tujuan jangka panjang dari
program dalam rangka meningkatkan kualitas hidup client di masa
yang akan datang

14)

Semua pelaksanaan program harus dilakukan secara professional
dan transparan

8

15)

Berbagai isu diluar kegiatan mikro kredit menjadi prioritas
berikutnya setelah kegiatan utama berjalan dengan baik

Kriteria lebih khusus sistem Grameen Bank sebagai berikut:
1) Sasaran khusus kepada golongan termiskin
a) Golongan sasaran dikenal pasti dan jelas
b) Termiskin diantara yang miskin
2) Sistem penyaluran modal, khusus dibuat untuk golongan termiskin
a) Syarat pinjaman mudah
b) Modal dibawa langsung kepada yang termiskin
c) Perempuan sebagai sasaran
d) Pendekatan secara berkumpulan
e) Mengutamakan tanggung jawab bersama
f)

Pinjaman kecil-kecil

g) Pinjaman berkelanjutan tergantung “rapor”
h) Angsuran mingguan
i)

Ada tabungan

j)

Modal dipakai untuk usaha sesuai pilihannya sendiri

k) Komitmen kepada latihan
3) Tenaga pelaksana professional dan terlatih
a) Latihan dan proyek lapangan selama 6 bulan
b) Latihan lebih bertumpu pada belajar sendiri
4) Program dilaksanakan dengan kaedah “perbankan”
a) Tenaga pelaksana profesional
b) Pinjaman dikenakan biaya administrasi
c) Program dijalankan secara terbuka
d) Pinjaman adalah pelanggan dan nantinya ikut memiliki saham di
Grameen Bank

9

2.2.4. Proses Pengajuan Pinjaman
(1)

Anggota

Center

(2)

(9)
Staff Lapang
(8)

(7)

(3)

(6)

Branch
Manager

Kasir
(5)

(4)
Regional
Gambar 1. Proses Pengajuan Pinjaman
Dalam proses pengajuan pinjaman kredit pola Grameen Bank (Gambar
1) terdapat beberapa tahap-tahap berikut Penjelasannya:
(1)

Anggota yang mengajukan permohonan pinjaman tampil kedepan
pertemuan center/rembung pusat.

Sambil berdiri menghadap pada

anggota center, yang bersangkutan secara lisan menyampaikan usulan
pinjaman untuk mendapatkan persetujuan dari semua anggota. Usulan
tersebut adalah jumlah pinjaman dan tujuan/rencana penggunaannya.
(2)

Apabila semua anggota telah menyetujui usulan tersebut, maka staf
lapangan mencatat dalam Formulir Pengajuan Pinjaman (FPP),
kemudian anggota yang bersangkutan menandatangani di ikuti oleh
semua anggota kumpulan.

(3)

Staff

lapang melapor kepada Manager Cabang disertai penjelasan

mengenai identitas dan kelayakan anggota yang bersangkutan.
(4)

Manager Cabang akan mengajukan kepada regional Manager untuk
mendapatkan jumlah pinjaman yang disetujui.
10

(5)

Regional Manager akan mengembalikan formulir setelah menyetujui
jumlah pinjaman.

(6)

Manager Cabang mengembalikan berkas usulan kepada staff lapang
setelah diteliti dan ditanda tangani (untuk persetujuan).

(7)

Staff lapang menyerahkan berkas usulan pinjaman untuk mendapatkan
uang pinjaman dan mempersiapkan: Formulir Permohonan Pinjaman
(FPP), rincian angsuran, cacatan kejadian, pengajuan pinjaman Dana
Tabungan Kumpulan dan buku pinjaman umum perorangan.

(8)

Staff lapang menerima uang sebelum berangkat ke pertemuan Center
minggu berikutnya.

(9)

Realisasi pinjaman kepada anggota. Anggota penerima pinjaman
menandatangani Formulir Penggunaan Pembiayaan (FPP) sebagai bukti
tanda terima.

(10) Satu minggu setelah pinjaman diberikan, ketua kumpulan dan ketua
Center memeriksa penggunaan pinjaman anggotanya. Setelah mereka
membubuhi tanda tangan dalam Formulir Pemeriksaan Penggunaan
Pinjaman (FP3). Selanjutnya formulir tersebut disampaikan kepada
staff lapang.
2.2.5. pembentukan Kelompok
Pembentukan Kelompok merupakan tahap awal untuk terbentuknya
sebuah kelompok.
1) Syarat-syarat kelompok:
a) Perempuan miskin
b) Umur anggota hampir sama
c) Tingkat pendidikan hampir sama
d) Tidak ada hubungan darah, misal : Ibu dan anak, adik dan kakak tidak
bisa menjadi satu kelompok tapi harus beda kelompok
e) Rumah berdekatan
f) Anggota saling kenal satu dengan yang lainnya

11

g) Telah mendapatkan ijin dari suami ataupun keluarga.
2) Cara melakukan Pembentukan Kelompok (PK) :
a) Kelompok yang mendaftar anggotanya hadir dengan membawa semua
anggota kelompoknya yang telah dibentuk oleh mereka sendiri
sebelumnya.
b) Apabila anggota kelompoknya tidak lengkap maka kelompok tersebut
tidak bisa didaftarkan.
c) Kelompok tersebut akan diwawancarai langsung oleh Manager dan
juga Field Officer (FO)/staff lapang yang telah ditugaskan di desa
tersebut.
d) Hal-hal yang disampaikan oleh Manager kepada kelompok dalam
Pembentukan Kelompok, antara lain:
1. Memastikan tidak ada hubungan darah sesama anggota dalam
kelompok tersebut.
2. Memastikan mereka saling mengenal secara pribadi maupun usaha
masing-masing anggota.
3. Mamastikan pekerjaan dan tujuan dari pinjaman masing-masing
calon anggota.
4. Menjelaskan jumlah pinjaman dan angsuran.
5. Kesanggupan untuk mengikuti Latihan Wajib Kumpulan ( LWK).
6. Kesanggupan untuk hadir di pertemuan center setiap minggunya.
7. Kesanggupan untuk system tanggung-renteng untuk anggota
kelompoknya.
2.3. Pendapatan
Pendapatan adalah kenaikan kotor dalam aset atau penurunan dalam liabilitas
atau gabungan dari keduanya selama periode yang berakibat dari investasi yang halal,
perdagangan, memberikan jasa, atau aktivitas lain yang bertujuan meraih keuntungan
(Antonio, 2001). Dalam akuntansi, pendapatan merepresentasi capaian atau hasil dan
biaya merepresentasi upaya. Dengan demikian, konsep upaya dan hasil mempunyai

12

implikasi bahwa pendapatan dihasilkan oleh biaya. Artinya hanya dengan biaya,
pendapatan dapat tercipta. Pendapatan timbul karena peristiwa atau transaksi pada
saat tertentu dan bukan karena proses selama satu periode (Suwardjono, 2005).
Pendapatan baru dapat diakui setelah suatu produk selesai diproduksi dan
penjualan benar-benar terjadi yang ditandai dengan penyerahan barang. Pendapatan
belum dapat dinyatakan ada dan diakui sebelum terjadinya penjualan yang nyata.
Sumber pendapatan dapat terjadi dari transaksi modal atau pendanaan (financing);
laba dari penjualan aktiva seperti aktiva tetap, surat-surat berharga, atau penjualan
anak atau cabang perusahaan; revaluasi aktiva; hadiah, sumbangan atau penemuan
dan penyerahan produk perusahaan (hasil penjualan produk). Dari kelima hal yang
disebutkan yang merupakan sumber utama pendapatan adalah hasil penjualan produk
(Suwardjono, 2005).
Pendapatan suatu usaha tergantung dari modal yang dimiliki, jika modal besar
maka hasil produksi tinggi sehingga pendapatan yang didapat juga tinggi. Namun
jika modal kecil maka hasil produksi rendah sehingga pendapatan yang diperoleh
rendah. Untuk menambah modal usaha guna meningkatkan pendapatan maka
dibutuhkan suatu pembiayaan.

2.4. Pengaruh Pemberian kredit pola Grameen Bank Terhadap Pendapatan
Pendapatan adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban
perusahaan yang timbul dari penyerahan barang/jasa atau kegiatan usaha lainnya
(Mardiasmo, 1995). Pendapatan merupakan salah satu faktor penunjang usaha atau
aktifitas untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan hidup.
Hal ini mendorong manusia untuk melakukan kegiatan-kegiatan untuk
eksistensi dirinya baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Tindakan-tindakan ini dilakukan karena seiring terdorong oleh kuatnya minat dan
keinginan manusia untuk memperhatikan hidupnya, dimana dalam hal ini terdapat
persoalan bagaimana usaha yang diinginkannya.

Untuk mendapatkan keinginan

tersebut diperoleh suatu pendapatan sebagai penunjang.

13

Suatu pendapatan usaha tergantung dari besar kecilnya modal yang
digunakan. Jika modal besar maka produk yang dihasilkan juga besar sehingga
pendapatannya pun meningkat. Begitu juga sebaliknya jika modal yang digunakan
kecil maka produk yang dihasilkan hanya sedikit dan pendapatan yang diperoleh juga
sedikit. Untuk itu diperlukan pembiayaan untuk meningkatkan pendapatan usaha
kecil.
Peningkatan usaha kecil kunci utamanya adalah modal. Bagi usaha kecil,
sering dijumpai pemerolehan modal diiringi dengan membayar bunga yang cukup
tinggi dan diharuskannya jaminan. Sehingga pinjaman menjadi beban yang sewaktuwaktu dapat menjadi boomerang bila terjadi kemacetan angsuran dan tidak bisanya
mendapatkan modal karena tidak ada benda berharga yang bisa dijaminkan. Pada
umumnya pedagang kecil dan industri rumah tangga mempunyai margin
(keuntungan) atau pendapatan yang cukup tinggi namun tidak bisa lepas dari
keterbatasan modal. Untuk itu perlu adanya bantuan dalam pembiayaan.
2.5. Keadaaan Umum Masyarakat Pesisir
Kemiskinan bukanlah suatu gejala baru bagi masyarakat Indonesia. Pada saat
ini, walaupun sudah hidup dalam kemerdekaan selama puluhan tahun, yang dalam
statusnya sebagai negara berkembang, kondisi kemiskinan itu selalu nyata di tengahtengah masyarakat, baik di kota maupun di desa. Masyarakat pesisir merupakan
bagian dari masyarakat Indonesia yang selama ini kurang mendapatkan perhatian
dalam kebijakan pembangunan.

Jika pada masyarakat petani terdapat berbagai

program subsidi, seperti subsidi pupuk dan benih, maka pada masyarakat nelayan
subsidi seperti itu hampir tidak pernah mereka peroleh. Memang di beberapa daerah
kadang ada semacam bantuan peralatan tangkap untuk nelayan, namun sering tidak
bisa dimanfaatkan oleh nelayan, karena kendala yang bersifat struktural seperti
keharusan adanya agunan yang tidak mereka miliki serta sistem angsuran yang tidak
sesuai dengan pola pendapatan mereka. Akibatnya, walaupun beberapa program
sudah dijalankan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
pesisir namun tetap saja kehidupan masyarakat pesisir masih akrab dengan

14

kemiskinan, menghadapi sejumlah masalah politik, sosial dan ekonomi yang
kompleks.

Masalah-masalah tersebut di antaranya adalah sebagai berikut: (1)

kemiskinan, kesenjangan sosial, dan tekanan-tekanan ekonomi yang datang setiap
saat, (2) keterbatasan akses modal, teknologi, dan pasar, sehingga mempengaruhi
dinamika usaha, (3) kelemahan fungsi kelembagaan sosial ekonomi yang a

Dokumen yang terkait

The impact of credit by Grameen Bank scheme from Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir Mikro Mitra Mina (LEPP-M3) Cooperative on coastal communities income in Tuban District.