Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM BERAS
UNTUK KELUARGA MISKIN DI KELURAHAN BELAWAN I
KECAMATAN MEDAN BELAWAN

Diajukan guna memenuhi salah Satu Syarat
Untuk Memenuhi Gelar SarjanaSosial
Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial

Diajukan Oleh:
RAHMAT SAPUTRA

060902052

DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2011

Universitas Sumatera Utara

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Nama : Rahmat Saputra
Nim : 06090252
ABSTRAK
Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin Di
Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan. Skripsi ini terdiri dari 6 bab
6 bab, 109 halaman dan 39 tabel
Masyarakat Indonesia khususnya Sumatera masih bergelut dengan
kemiskinan, seperti yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan maret
2010 jumlah penduduk miskin yang hidup dibawah garis kemiskinan mencapai 31.02
juta jiwa sedangkan di Sumatera Utara sendiri menurut hasil Survei Sosial Ekonomi
Nasional yang dilaksanakan pada bulan maret 2010 jumlah penduduk miskin adalah
sebanyak 1.490.900 jiwa, karena adanya kemiskinan itu pemerintah membuat sesuatu
program yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, salah satu program yang
dibuat oleh pemerintah adalah program Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap program beras
untuk keluarga miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan.
Penelitian ini adalah penelitian deskritif yaitu membuat gambaran secara
keseluruhan tentang bagaimana respon masyarakat. Penelitian ini dilakukan di
Kelurahan Belawan I dengan responden yang berjumlah 98 KK. Teknik pengumpulan
data melalui angket kepada responden, observasi dan wawancara langsung kepada
masyarakat. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
cluster random sampling atau teknik pengambilan sampel secara random atas dasar
himpunan, dan teknik analisa data menggunakan skala likert untuk mengukur
Pengetahuan, Sikap dan Partisipasi seseorang atau sekelompok tentang fenomena
sosial. Responden diberikan angket kemudian jawaban responden disajikan dalam
bentuk tabel dan kemudian dilakukan analisi kuantitatif dengan skala likert.
Hasil analisa data menunjukka n bahwa responden memiliki pengetahuan yang
netral terhadap program beras untuk keluarga miskin, dengan nilai 0,39. Sikap
responden terhadap program beras untuk keluarga miskin adalah positif dengan nilai
0,80 dan Partisipasi responden terhadap program beras untuk keluarga miskin adalah
positif dengan nilai 0,34. Berdasarkan hasil analisa diatas, dapat dikemukakan bahwa
respon masyarakat terhadap program beras untuk keluarga miskin di Kelurahan
Belawan I Kecamatan Medan Belawan adalah positif. Masyarakat berharap program
Raskin tetap dilanjutkan dan mutu beras dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

Kata Kunci: Respon Masrakat, Beras untuk keluarga miskin

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk semua
berkat dan rahmat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini tidak
akan mungkin terselesaikan tanpa pernyataanNya dan bantuan dari berbagai pihak
yang turut membantu dan mendukung penulis
Skripsi ini merupakan karya ilmiah yang disusun sebagai salah satu syarat
guna memperoleh gelar sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Sumatera Utara. Skripsi ini berjudul: “Respon Masyarakat Terhadap Program
Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan
Belawan”.
Pada kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih banyak
kepada segala pihak yang telah bersedia membantu dan menyemangati dalam
pengerjaan skripsi ini.
Dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.

Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

2.

Ibu Kharani Siregar M.Sp selaku Ketua Departeman Ilmu Kesejahteraan
Sosial.

3.

Bapak Drs. Matias Siagian M.Si selaku Dosen Pembimbing, terima kasih
penulis ucapkan untuk semua yang telah diajarkan dan masukan untuk
menyempurnakan skripsi ini dan semangat yang tidak pernah bosan bapak
berikan.

Universitas Sumatera Utara

4.

Seluruh Dosen Ilmu Kesejahteraan Soial FISIP USU yang telah memberikan
ilmu yang sangat berharga bagi penulis selama masa perkulihan.

5.

Seluruh Staff Pendidikan dan Administrasi FISIP USU, yang membantu
segala hal yang dibutuhkan penulis dalam hal administrasi, yaitu Ibu Zuraida
dan Kak Debby.

6.

Seluruh Staff LSM P3MN (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat
Nelayan) yang telah membantu penulis, terima kasih untuk Direktur Eksekutif
Bang Leonardo Marbun, Kak Nova Anggreini selaku Staff keuangan, Kak
ErnaTati selaku Managemen Data dan Bang Yani dan Bang Eman selaku
staff lapangan. Banyak terima kasih untuk dukungan dan semangat sejak awal
hingga akhir skripsi ini.

7.

Buat kedua orang tua saya Bapak Tumirin dan Ibu Annum Batubara yang
telah mendoakan saya sehingga skripsi saya ini dapat selesai

Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari masih terdapat banyak
kekurangan dalam skripsi ini. Untuk itu sangat diharapkan saran dan kritik guna
menyempurnakannya , Penulis berharap bermanfaat bagi semua pembaca

Medan,

Maret 2011

Penulis

Rahmat Saputra

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
HALAMAN
ABSTRAK ......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ............................................................................................... vi

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2. Perumusan Masalah ..................................................................... 7
1.3. Tujuan Penelitian ......................................................................... 8
1.4. Manfaat Penelitian ....................................................................... 8
1.5. Sistematika Penulisan .................................................................. 9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Respon Masyarakat ..................................................................... 10
2.2. Keluarga Miskin .......................................................................... 20
2.3. Program Beras Untuk Keluarga Miskin ........................................ 25
2.3.1. Mekanisme Perencanaan dan Pelaksanaan .............................. 27
2.3.3.1. Penentuan Pagu dan Alokasi ............................................. 27
2.3.3.2. Organisasi dan Penanggung Jawab .................................... 28
2.3.3.3. Penentuan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat ....... 29
2.3.3.4. Musyawarah Desa/Kelurahan ........................................... 30

Universitas Sumatera Utara

2.3.3.5. Mekanisme Distribusi ....................................................... 31
2.3.3.6. Administrasi Distribusi ..................................................... 32
2.3.3.7. Biaya Operasional Raskin ................................................. 33
2.3.2. Mekanisme Pembayaran dan Administrasi HPB Raskin .......... 34
2.3.3. Indikator Keberhasilan Program ............................................. 35
2.3.4. Pengaduan Masyarakat ........................................................... 36
2.3.5. Pengawasan ........................................................................... 36
2.3.6. Sosialisasi Program ................................................................ 35
2.4. Kesejahteraan Sosial .................................................................... 38
2.5. Kerangka Pemikiran .................................................................... 39
2.6. Defenisi Konsep .......................................................................... 41
2.6. Defenisi Operasional .................................................................... 42

BAB III

METODE PENELITIAN
3.1. Tipe Penelitian............................................................................. 45
3.2. Lokasi Penelitian ......................................................................... 45
3.3. Populasi dan Sampel .................................................................... 46
3.4. Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 48
3.5. Teknik Analisis Data.................................................................... 49

BAB IV

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
4.1. Gambaran Umum lokasi............................................................... 50

Universitas Sumatera Utara

4.2. Luas Penduduk ........................................................................... 51
4.3. Pembagian Wilayah ..................................................................... 51
4.4. Kependudukan ............................................................................. 49
4.4.1. Penduduk Berdasarkan Lingkungan .................................... 53
4.4.2. Penduduk Berdasarkan Usia ............................................... 55
4.4.3. Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ................................. 56
4.4.4. Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian ........................... 58
4.4.5. Penduduk Berdasarkan Pendidikan ..................................... 59
4.4.6. Penduduk Berdasarkan Agama ............................................ 60
4.4.7. Penduduk Berdasarkan Suku ............................................... 61
4.5. Fasilitas/Prasarana ....................................................................... 62
4.6. Organisasi Sosial Budaya ............................................................. 63
4.7. Sistem Pemerintahan.................................................................... 62

BAB V

ANALISIS DATA
5.1. Karakteristik Umum Responden ................................................... 66
5.1.1. Data Jenis Kelamin Responden ............................................ 67
5.1.2. Data Usia Responden .......................................................... 68
5.1.3. Data Agama Responden ...................................................... 69
5.1.4. Data Latar Belakang Pendidikan Responden ....................... 70
5.1.5. Data Suku Responden.......................................................... 72
5.1.6. Data Jumlah Anak Responden ............................................. 73
5.1.7. Data Pekerjaan Responden................................................... 74

Universitas Sumatera Utara

5.1.8. Data Penghasilan Responden ............................................... 76
5.2. Analisa Kualitatif Responden Terhadap Program Raskin............... 77
5.2.1. Pengetahuan Responden Tentang Program Raskin................ 77
5.2.2. Sikap Responden Tentang Program Raskin .......................... 91
5.2.3 Partisipasi Responden Tentang Program Raskin.....................109
5.3. Analisa Data Kuantitatif Responden Terhadap Program Raskin....122
5.3.1. Pengetahuan Masyarakat Terhadapa Program Raskin............124
5.3.2. Sikap Masyarakat Tentang Program Raskin............................126
5.3.3. Partisipasi Masyarakat Tentang Program Raskin....................128
BAB VI

PENUTUP
6.1. Kesimpulan.......................................................................................131
6.2. Saran.................................................................................................132

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................133
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

BAB II

Tabel 2.1 Kriteria Rumah Tangga Miskin Menurut BPS ............

21

BAB IV

Tabel 4.1 Pembagian Wilayah Kelurahan Belawan I ..................

51

Tabel 4.2 Komposisi Penduduk Berdasarkan Lingkungan ..........

43

Tabel 4.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia ....................

55

Tabel 4.4 Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin .......

57

Tabel 4.5 Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian .

58

Tabel 4.6 Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan ...........

59

Tabel 4.7 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama .................

60

Tabel 4.8 Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku ....................

61

Tabel 4.9 Fasilitas/Prasarana Kelurahan Belawan I ....................

62

Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ..

67

Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ................

68

Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Agama ............

69

Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ......

70

Tabel 5.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Suku ...............

72

Tabel 5.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anak ...

73

Tabel 5.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan ........

74

Tabel 5.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan .....

76

BAB V

Tabel 5.9 Pengetahuan Responden Tentang Tingkat Sosial
Ekonomi ...................................................................

77

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.10 Sumber Informasi Responden Tentang Keluarga Miskin 78
Tabel 5.11 Pengetahuan Responden Tentang Pelaksanaan Program
Raskin.......................................................................

79

Tabel 5.12 Sumber Informasi Tentang Program Raskin Pertama
Kali...........................................................................

80

Tabel 5.13 Pengetahuan Responden Tentang Tata Cara Memperoleh
Raskin.......................................................................

81

Tabel 5.14 Sumber Informasi Responden Tentang Program Raskin 82
Tabel 5.15 Pemahaman Responden Tentang Program Raskin.......

83

Tabel 5.16 Pengetahuan Responden Tentang Pendaftaran Peserta
Program Raskin .........................................................

84

Tabel 5.17 Pengetahuan Responden Tentang Waktu Pelaksanaan
Program Raskin ........................................................

85

Tabel 5.18 Pengetahuan Responden Tentang Harga Raskin .........

86

Tabel 5.19 Pengetahuan Responden Tentang Kuota Raskin .........

87

Tabel 5.20 Pengetahuan Responden Tentang Kenaikan Harga
Raskin......................................................................

88

Tabel 5.21 Pengetahuan Responden Tentang Tujuan Program
Raskin......................................................................

89

Tabel 5.22 Pengetahuan Responden Tentang Manfaat Program
Raskin ......................................................................

90

Tabel 5.23 Sikap Responden Tentang Program Raskin ................

91

Tabel 5.24 Penilaian Repsonden Tentang Cara Penyampaian

Universitas Sumatera Utara

Informasi Program Raskin ........................................

92

Tabel 5.25 Penilaian Responden Tentang Penyampaian Informasi
Program Raskin ........................................................

94

Tabel 5.26 Tanggapan Responden Tentang Kesesuaian
Program Raskin dengan Kebutuhan Keluarga .............

95

Tabel 5.27 Penilaian Responden Tentang Tata Cara Menjadi
Peserta Program Raskin ............................................

96

Tabel 5.28 Penilaian Responden Tentang Cara Memperoleh
Raskin .......................................................................

97

Tabel 5.29 Penilaian Responden Tentang Harga Raskin..............

99

Tabel 5.30 Penilaian Responden Tentang Keterjangkauan Harga
Raskin...................................................................... 100
Tabel 5.31 Penilaian Responden Tentang Kuota Raskin............... 101
Tabel 5.32 Penilaian Responden Tentang Mutu Raskin ................ 102
Tabel 5.33 Tanggapan Responden Tentang Program Raskin dalam
Memenuhi Kebutuhan Keluarga ................................ 103
Tabel 5.34 Tanggapan Responden Tentang Program Raskin dalam
Memenuhi Kebutuhan Pangan .................................. 104
Tabel 5.35 Penilaian Responden Tentang Program Raskin ........... 105
Tabel 5.36 Penilaian Responden Tentang Pelaksanaan Program
Raskin...................................................................... 106
Tabel 5.37 Penilaian Responden Tentang Kesesuaian Program
Raskin dengan Aturan yang Berlaku ......................... 107

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.38 Tanggapan Responden Tentang Kelanjutan Program
Raskin...................................................................... 108
Tabel 5.39 Sikap Responden Setelah Mendengar Program Raskin 109
Tabel 5.40 Pernah Tidaknya Diadakan Musyawarah Tentang
Program Raskin ........................................................ 110
Tabel 5.41 Pernah Tidaknya Responden Diundang untuk
Menghadiri Musyawarah Tentang Program Raskin..... 111
Tabel 5.42 Kehadiran Respon dalam Menghadiri Musyawarah
Program Raskin ........................................................ 112
Tabel 5.43 Pengetahuan Responden Tentang Kesimpulan
Musyawarah Program Raskin ................................... 113
Tabel 5.44 Sikap Responden Apabila Tidak Menghadiri
Musyawarah Program Raskin ................................... 113
Tabel 5.45 Pernah Tidaknya Diadakan Sosialisasi Tentang Program
Raskin ...................................................................... 114
Tabel 5.46 Kehadiran Responden Dalam Menghadiri Sosialisasi
Program Raskin ........................................................ 115
Tabel 5.47 Pengetahuan Responden Tentang Kesimpulan Sosialisasi
Program Raskin ........................................................ 116
Tabel 5.48 Sikap Responden Apabila Tidak Menghadiri Sosialisasi
Program Raskin ........................................................ 117
Tabel 5.49 Keikutsertaan Responden Sejak Adanya Program
Raskin...................................................................... 118

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.50 Frekuensi Mendapatkan Raskin ................................. 119
Tabel 5.51 Sikap Responden dalam Mencari Tahu Informasi Tentang
Program Raskin ........................................................ 120
Tabel 5.52 Pernah Tidaknya Terjadi Penyimpangan dalam
Pelaksanaan Program Raskin ..................................... 121
Tabel 5.53 Pengetahuan Masyarakat Terhadap Program Raskin ... 124
Tabel 5.54 Sikap Masyarakat Terhadap Program Raskin.............. 126
Tabel 5.55 Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Raskin....... 128

Universitas Sumatera Utara

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Nama : Rahmat Saputra
Nim : 06090252
ABSTRAK
Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin Di
Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan. Skripsi ini terdiri dari 6 bab
6 bab, 109 halaman dan 39 tabel
Masyarakat Indonesia khususnya Sumatera masih bergelut dengan
kemiskinan, seperti yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan maret
2010 jumlah penduduk miskin yang hidup dibawah garis kemiskinan mencapai 31.02
juta jiwa sedangkan di Sumatera Utara sendiri menurut hasil Survei Sosial Ekonomi
Nasional yang dilaksanakan pada bulan maret 2010 jumlah penduduk miskin adalah
sebanyak 1.490.900 jiwa, karena adanya kemiskinan itu pemerintah membuat sesuatu
program yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, salah satu program yang
dibuat oleh pemerintah adalah program Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap program beras
untuk keluarga miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan.
Penelitian ini adalah penelitian deskritif yaitu membuat gambaran secara
keseluruhan tentang bagaimana respon masyarakat. Penelitian ini dilakukan di
Kelurahan Belawan I dengan responden yang berjumlah 98 KK. Teknik pengumpulan
data melalui angket kepada responden, observasi dan wawancara langsung kepada
masyarakat. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
cluster random sampling atau teknik pengambilan sampel secara random atas dasar
himpunan, dan teknik analisa data menggunakan skala likert untuk mengukur
Pengetahuan, Sikap dan Partisipasi seseorang atau sekelompok tentang fenomena
sosial. Responden diberikan angket kemudian jawaban responden disajikan dalam
bentuk tabel dan kemudian dilakukan analisi kuantitatif dengan skala likert.
Hasil analisa data menunjukka n bahwa responden memiliki pengetahuan yang
netral terhadap program beras untuk keluarga miskin, dengan nilai 0,39. Sikap
responden terhadap program beras untuk keluarga miskin adalah positif dengan nilai
0,80 dan Partisipasi responden terhadap program beras untuk keluarga miskin adalah
positif dengan nilai 0,34. Berdasarkan hasil analisa diatas, dapat dikemukakan bahwa
respon masyarakat terhadap program beras untuk keluarga miskin di Kelurahan
Belawan I Kecamatan Medan Belawan adalah positif. Masyarakat berharap program
Raskin tetap dilanjutkan dan mutu beras dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

Kata Kunci: Respon Masrakat, Beras untuk keluarga miskin

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Krisis yang terjadi di Indonesia saat ini berdampak besar terhadap lapangan
kerja, konsumsi dan tabungan masyarakat. Kondisi ini berakibatkan pula pada
perubahan tingkat kemiskinan dalam 20 tahun terakhir ini, dimana hal ini terlihat dari
kesulitan yang dialami berjuta-juta orang dan rumah tangga untuk memenuhi
kebutuhan pokoknya. Bersamaan dengan itu terjadi pula depresiasi nilai tukar rupiah
yang luar biasa sehingga berdampak pada tingginya harga barang-barang dagangan
disatu pihak khususnya pangan (hhtp://.www.Kompas.com diakses pada tanggal 1 juli
2010).
Disadari bahwa beras memiliki peran yang strategis dalam ketahanan pangan,
ketahanan ekonomi, dan ketahanan/stabilitas politik. Pengalaman tahun 1966 dan
1998 menunjukkan bahwa goncangan politik dapat berubah menjadi krisis politik
yang dahsyat karena melonjaknya harga pangan dalam waktu singkat. Dampak dari
masalah disebabkan oleh nilai tukar rupiah yang tinggi dan krisis ekonomi menjadi
masalah kemiskinan di kehidupan masyarakat.
Kemiskinan menjadi masalah yang berkepanjangan, bahkan sampai saat ini
masih memprihatinkan, tercermin dari belum terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat
miskin yang berupa pangan, kesehatan, perumahan, pendidikan, pekerjaan, tanah,
sumber daya alam, air bersih dan sanitasi juga rasa aman serta hak untuk
berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan publik dan proses pembangunan

Universitas Sumatera Utara

(http://www.ekonomirakyat.org/edisi_22/artikel_6.htm di akses pada tanggal 1 juli
2010 pukul 21.00).
Dampak yang ditimbulkan oleh kemiskinan adalah jutaan anak tidak bisa
mengenyam pendidikan berkualitas, kesulitan biaya kesehatan, kurangnya akses
terhadap pelayanan publik, kurangnya lapangan pekerjaan, kurangnya tabungan dan
investasi dan perlindungan terhadap keluarga, menguatnya arus urbanisasi dan lebih
parah adalah kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat untuk memenuhi kebutuhan
sandang pangan, dan papan secara terbatas. Hal ini membuktikan masalah
kemiskinan merupakan masalah yang kompleks dan kronis dalam proses
pembanguan

(http://www.

program

raskin

kebijakan

pemerintah

dan

permasalahan.pdf diakses pada tanggal 1 juli 2010 pukul 20.30 ).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah persentase penduduk miskin pada
periode 1997-2007 meningkat dari tahun ke tahun. Pada periode 1996-1999 jumlah
penduduk miskin meningkat 13,96 juta karena krisis ekonomi, yaitu dari 34,01 juta
pada tahun 1996 menjadi 47,97 juta pada tahun 1999. persentase penduduk miskin
dari 17,47% menjadi 23,43% pada periode yang sama.
Peningkatan jumlah persentase penduduk miskin terjadi karena adanya
kenaikan BBM, pada maret 2008 (posisi terakhir angka kimiskinan dari BPS), jumlah
penduduk miskin mencapai 34,96 juta orang (15,42%), dibandingkan dengan jumlah
penduduk miskin pada maret 2007 yang berjumlah 37,17 juta orang (16,58%)
(http://www.Depkeu.go.id.diakses pada tanggal 1 juli 2010 pukul 20.30 wib).
Jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2010 (penduduk dengan
pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di indonesia mencapai

Universitas Sumatera Utara

31,02 juta (13,33%) (http://www bps.go.di diakses pada tangggal 1 juli 2010 pukul
20.30 wib).
Sementara jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara, Hasil Survei Sosial
Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada bulan Maret 2010

adalah

1.490.900 orang atau sebesar (11,31%). Kondisi ini masih lebih baik jika
dibandingkan dengan tahun 2009 yang jumlah penduduk miskinnya sebanyak
1.499.700 (http://sumut.BPS.go.id.2010.Pdf diakses pada tanggal 1 Juli 2010 pukul
20.30 wib).
Untuk mengatasi masalah kemiskinan pemerintah membuat beberapa program,
antara lain Program Nasional Pengembangan Masyarakat (PNPM), Bantuan
Langsung Tunai (BLT), Program Bantuan untuk Keluarga Miskin, Dana Bantuan
Sekolah (BOS) dan sebagainya.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan yang menjadi hak setiap warga
negara, pemerintah menetapkan kebijakan penyediaan dan penyaluran beras
bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin. Program raskin dimulai sejak tahun
1998 dengan nama Operasi Pasar Khusus (OPK) beras, pada tahun 2002 Operasi
Pasar Khusus (OPK) beras di ubah menjadi Program Beras untuk Keluarga Miskin
(Raskin) (http://www.menkokesra.go.id.diakses pada tanggal 1 juli 2010 pukul 20.30
wib).
Program raskin merupakan subsidi pangan untuk meningkatkan ketahanan
pangan

dan

memberikan

perlindungan

kepada

keluarga

miskin

melalui

pendistribusian beras yang diharapkan mampu menjangkau keluarga miskin dimana
masing-masing keluarga akan menerima beras minimal 10 kg/KK per bulan dan

Universitas Sumatera Utara

maksimal 20 kg/KK/bulan netto dengan harga netto Rp 1.000 per kg di titik distribusi
(http://www.bulog.co.id/sekilasraskin_v2.php diakses pada tanggal 1 juli 2010).
Tujuan program raskin adalah memberikan bantuan dan meningkatkan atau
membuka akses pangan keluarga miskin dalam rangka pemenuhan kebutuhan beras
sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui penjualan
beras kepada keluarga penerima manfaat pada tingkat harga bersubsidi dengan
jumlah yang telah ditentukan.
Sasaran program raskin adalah terbantunya dan terbukanya akses beras keluarga
miskin yang telah terdata dengan kuantum tertentu sesuai dengan hasil musyawarah
desa/kelurahan dengan harga bersubsidi di tempat sehingga dapat membantu
meningkatkan ketahanan pangan keluarga miskin
(hhtp://www.efektifitas pelaksanaan raskin pdf di diakses tanggal 5 juli 2010 pukul
23.00 wib).
Beberapa kendala dalam pelaksanaan raskin terutama dalam pencapaian
ketepatan indikator maupun ketersediaan anggaran. Sampai saat ini, jumlah beras
yang akan disalurkan baru ditetapkan setelah anggarannya tersedia. Selain itu
ketetapan jumlah raskin yang disediakan juga tidak selalu dilakukan pada awal tahun,
dan sering dilakukan perubahan di pertengahan tahun karena berbagai faktor. Hal ini
akan menyulitkan perencanaan, perencanaan dan perhitungan biaya-biayanya.
Data RTS yang dinamis menjadi suatu kendala tersendiri di lapangan. Masih
ada RTM di luar RTS yang belum dapat menerima raskin karena tidak tercatat
sebagai RTS di BPS. Kebijakan lokal dan “keikhlasan” sesama RTM dalam berbagi,

Universitas Sumatera Utara

tidak

jarang

dipersalahkan

sebagai

ketidaktepatan

sasaran

(hhtp:www.bulog.co.id/sekilasraskin.php).
Ketepatan harga terkendala dengan hambatan geografis. Jauhnya lokasi RTS
dari Titik Ditsribusi mengakibatkan RTS harus membayar lebih untuk mendekatkan
beras ke rumahnya. Harga tebus raskin oleh RTS tidak lagi seharga Rp.1.000/kg atau
1.600/kg karena rumah tangga sasaran harus membayar biaya-biaya lain untuk
operasional dan angkutan dari Titik Distribusi (TD) ke rumah mereka. Peran
Pemerintah Kabupaten/Kota untuk membantu RTS mencapai tepat harga perlu terus
didorong. Saat ini sudah banyak Pemerintah Kabupaten/Kota yang menyediakan dana
dalam

anggaran

pembelanjaan

badan

daerah

untuk

Raskin

(http.www.bulog.co.id/sekilasraskin_v2.php).
Apresiasi bagi Pemerintah Kabupaten/Kota patut diberikan karena perhatian
terhadap penyediaan dan pengalokasian APBD serta pengawalan terhadap
pelaksanaan Raskin. Kepedulian terhadap program Raskin berarti kepedualian
terhaap RTS yang muncul dari hati nurani untuk mengentaskan kemiskinan.
Kesadaran bahwa raskin merupakan tugas bersama Pemerintah Pusat dan Daerah
untuk membantu mengurangi beban pengeluaran 18,5 juta RTS (pada tahun 2009)
perlu terus ditumbuhkan (http://www.Bulog.co.id.php diakses pada tanggal 4 agustus
2010 pukul 16.00 wib).
Hasil penelitian program raskin sebelumnya pernah dilaksanakan di delapan
provinsi terpilih, yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi
Tenggara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat,
didapatkan bahwa kualitas raskin lebih sedikit dari jatah yang seharusnya, yaitu 20

Universitas Sumatera Utara

kg/KK. Harga Raskin lebih tinggi disebabkan biaya angkut/transportasi hal itu
menimbulkan banyak respon negatif dari masyarakat di beberapa provinsi.
(http://www.majalahpangan.com diakses pada tanggal 10 agustus 2010 pada pukul
20.00 wib).
Sebagai program nasional program raskin dilaksanakan di seluruh wilayah
Indonesia. Hal ini berarti program raskin beroperasi tanpa membedakan kondisi
kemiskinan karena Rumah Tangga Miskin (RTM) tersebar dari Provinsi sampai
Desa/Kelurahan. Namun demikian tinjauan dokumen menunjukkan bahwa pada
beberapa kasus yang terdapat di Kecamatan atau Desa/Kelurahan yang tidak
menerima program raskin selama beberapa waktu tertentu karena adanya tunggakan,
penyelewengan pelaksanaan atau permintaan pihak kecamatan.
(hhtp://www.efektifitas pelaksanaan raskin pdf di diakses tanggal 10 agustus 2010
pukul 23.00).
Program raskin juga dilaksanakan di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan
Belawan karena sebagian besar masyarakatnya yang terdiri dari 31 lingkungan
tergolong masyarakat miskin. Dengan adanya program tersebut maka penulis tertarik
untuk meneliti mengenai bagaimana respon masyarakat terhadap program raskin
khususnya di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan dengan judul
“Respon Masyarakat terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di
Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan”.

Universitas Sumatera Utara

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah diuraikan, maka penulis
merumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana respon masyarakat
terhadap program beras untuk keluarga miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan
Medan Belawan.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang ada maka tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui respon masyarakat terhadap program beras untuk keluarga miskin di
Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan.

1.3.2. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap
pihak/intansi yang terkait langsung dengan program Raskin dan juga dapat menjadi
acuan dalam rangka membuat rencana kerja (program) dalam membahas kajian
program kesejahteraan sosial berkelanjutan yang dilaksanakan oleh pihak pemerintah
maupun swasta.

Universitas Sumatera Utara

1.4. Sistematika Penulisan
Penulisan penelitian ini disajikan dalam enam bab dengan sistematika sebagai
berikut :
BAB I

: PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan uraian dan konsep yang berkaitan dengan masalah
dan objek yang diteliti, kerangka pemikiran, defenisi konsep dan
defenisi operasional.

BAB III

: METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan tipe penelitian, lokasi penelitian, populasi dan
sampel, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data.

BAB IV

: DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Bab ini berisikan sejarah singkat gambaran umum lokasi penelitian
dan data-data lain yang turut memperkaya karya ilmiah ini.

BAB V

: ANALISIS DATA
Bab ini berisikan tentang uraian data yang diperoleh dari hasil
penelitian berserta dengan analisisnya.

BAB VI

: PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang bermanfaat
sehubungan dengan penelitian yang akan dilakukan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Respon Masyarakat
Pada pengamatan berlangsung perangsang-perangsang. Stimulus berati
rangsangan

dan

respon

berarti

tanggapan.

Rangsangan

diciptakan

untuk

memunculkan tanggapan. Respon lambat laun tertanam atau diperkuat melalui
percobaan yang berulang-ulang (Djamarah: 2002 : 23)
Respon atau tanggapan adalah kesan-kesan yang dialami jika perangsang
sudah tidak ada. Jika proses pengamatan sudah berhenti dan hanya tinggal kesankesannya saja, peristiwa sedemikian ini disebut tanggapan. Defenisi tanggapan ialah
gambaran ingatan dari pengamatan (Kartono, 1984: 54). Dalam ini untuk mengetahui
respon masyarakat dapat dilihat melalui persepsi, sikap, dan partisipasi masyarakat.
Persepsi menurut Mc Mahon adalah proses menginterprestasikan rangsangan
(input) dengan menggunakan alat penerima informasi (sensori information).
Sedangkan menurut Morgan, King, dan Robinson menunjuk bagian kita melihat,
mendengar, merasakan, mencium dunia sekitar kita, dengan kata lain persepsi dapat
juga didefenisikan sebagai segala sesuatu yang dialami manusia (Adi, 2000: 105).
Berdasarkan uraian diatas, William James menyatakan bahwa persepsi
terbentuk atas dasar data yang kita peroleh dari lingkungan yang diserap indra kita,
serta sebagian yang lainnya. Diperolehnya dari pengolahan ingatan (memory),
kemudian diolah kembali berdasarkan pengalaman yang kita miliki.

Universitas Sumatera Utara

Jadi yang dimaksud dengan persepsi adalah proses kognitif yang dialami oleh
setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungan baik lewat
penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penerimaan. Persepsi
merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi dan bukan suatu pencatatan
yang benar (Mahmud 1990: 55).
Fenomena lain yang terkait dengan pengindraan adalah ilusi. Ilusi muncul
karena akibat keterbatasan kemampuan indra kita, dan ilusi bukanlah suatu tipuan
(trick) ataupun persepsi-persepsi yang salah (misperception). Morgan, King, Weisz,
dan schopler memandang bahwa ilusi adalah suatu persepsi, tetapi ia sebut persepsi
karena tidak sejalan dengan persepsi lain.
Fenomena lain yang terpenting dengan persepsi adalah atensi. Atensi adalah
suatu proses penyeleksian input yang diproses dalam kaitan dengan pengalaman.
Oleh karena itu atensi ini menjadi yang terpenting dalam proses persepsi. Sedangkan
atensi itu banyak mendasarkan diri pada proses yang disebut filtering atau proses
untuk menyaring informasi yang ada pada lingkungan, karena sensori channel kita
tidak mungkin memproses semua rangsangan yang berada pada lingkungan kita (Adi,
2000: 14).
Hal-hal yang mempengaruhi atensi seseorang dapat dilihat dari faktor internal
dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi atensi adalah :
1. Motif dan kebutuhan
2. Prepator set, yaitu kesiapan seseorang untuk merespon terhadap suatu input
sensori tertentu tetapi tidak pada input yang lain.
3. Minat (interest).

Universitas Sumatera Utara

Faktor esternal mempengaruhi atensi adalah:
1. Intensitas dan ukuran (intersity and size). Misalnya makin keras suatu bunyi
maka makin menarik perhatian seseorang.
2. Kontras dengan hal-hal yang baru.
3. Pengulangan
4. pergerakan (Adi, 2000: 105).
Bila berbicara tentang respon tidak lepas dari perubahan sikap. Sikap
merupakan kecenderungan atau kesedian seseorang untuk bertingkah laku tertentu
jika ia menghadapi suatu rangsangan.
Perubahan sikap dapat menggambarkan bagaimana respon seseorang terhadap
objek-objek tertentu seperti perubahan lingkungan atas situasi lain. Sikap yang
muncul dapat positif yakni menyenangi, mendekati, mengharapkan suatu objek atau
muncul sikap negatif yakni menghindari, membenci suatu objek (Adi, 2000 : 178).
Mengenaii sikap, thurstone mengajukan pendapat:
“An attitudeas the degree of positive or negative affect associated with some
phsysicological object thurstone means any symbol,pharase, slogan, person,
institution, ideal or idea, toward which people can differ with respect to
positive or negative affect”.
Dari batasan tersebut dapat dikemukakan bahwa thurstone memandang sikap
sebagai suatu tingkatan afeksi baik bersifat positif maupun yang bersifat negatif
dalam hubungannya dengan objek-objek psikologis. Thurstone melihat sikap hanya
sebagai afeksi saja belum mengkaitkan sikap dengan perilaku. Dengan kata lain dapat

Universitas Sumatera Utara

dikemukakan bahwa thurstone secara eksplisit melihat sikap hanya mengandung
komponen afeksi saja
Disamping itu Rokeach memberikan pengertian tentang sikap sebagai berikut :
“An attitude is relatively enduring organization of beliefs araound an abject
or situation predisposing one to respond in some preferintial”
Dari batasan tersebut dapat dikemukakan bahwa dalam pengertian sikap telah
terkandung komponen kognitif dan komponen kognatif, yaitu sikap merupakan
predisposing, untuk merespons, untuk berprilaku. Ini berarti bahwa sikap berkaitan
dengan perilaku, sikap merupakan predisposisi untuk berbuat atau berprilaku.
(Thurstone, dalam Walgito, 1999: 109).
Sikap merupakan organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek
atau situasi yang relatif yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar
kepada orang tersebut untuk membuat respon atau berprilaku dalam cara yang
tertentu yang dipilihnya. (Walgito, 1999: 110).
Ciri-ciri sikap adalah sebagai berikut :
a. Dalam sikap selalu terdapat hubungan subjek-objek. Tidak ada sikap tanpa
objek. Objek ini berupa benda, orang, ideologi, nilai-nilai sosial, lembaga
masyarakat dan sebagainya.
b. Sikap tidak dibawa sejak lahir tetapi dipelajari dan dibentuk berdasarkan
pengalaman dan latihan.
c. Karena sikap dapat dipelajari, maka sikap dapat berubah-ubah, meskipun
relatif sulit berubah.
d. Sikap tidak menghilang walau kebutuhan sudah dipenuhi.

Universitas Sumatera Utara

e. Sikap tidak hanya satu macam saja, melainkan sangat beragam sesuai dengan
objek yang menjadi pusat perhatiannya.
f. Dalam sikap tersangkut juga faktor motivasi dan perasaan (Adi, 2000.179).
Selain persepsi dan sikap, pertisipasi juga menjadi hal yang sangat penting.
Bahkan mutlak diperlukan dalam mengukur respon. Pendekatan partisipasi bertumpu
pada kekuatan masyarakat untuk secara aktif berperan serta (ikut serta) dalam proses
pembanguan secara menyeluruh (Suprapto, 2007: 8).
Partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan
memerlukan kesadaran warga masyarakat dalam minat dan kepentingan yang sama.
Strategi yang biasa diterapkan adalah melalui penyadaran. Untuk berhasilnya
program pembangunan, warga masyarakat dituntut untuk terlibat tidak hanya aspek
kognitif dan praktis tetapi juga ada keterlibatan emosional pada program tersebut. Hal
ini diharapkan dapat memberikan kekuatan dan perasaan untuk ikut serta dalam
gerakan perubahan yang mencakup seluruh bangsa.
Partisipasi bukan hanya sebagai strategi dalam program pengembangan
masyarakat, tetapi juga hasil yang diharapkan dari program pengembangan
masyarakat. Dengan adanya partisipasi, kita dapat memperoleh keuntungankeuntungan antara lain:
1. Mampu merangsang timbulnya swadaya masyarakat, yang merupakan
dukungan penting bagi pembangunan.
2. Mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan masyarakat dalam
membangun.

Universitas Sumatera Utara

3. Pelaksanaan pembangunan semakin sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan
masyarakat.
4. Jangkauan pembangunan menjadi lebih luas, meskipun dengan dana yang
terbatas.
5. Tidak menciptakan ketergantungan masyarakat terhadap pemerintahan.
6. Dalam Sikap tersangkut juga faktor motivasi dan perasaan (Adi, 2000: 179).
Partisipasi yang sering juga disebut peran serta atau ikut serta masyarakat,
diartikan sebagai adanya motivasi dan keterlibatan masyarakat secara aktif
(terorganisir) dalam seluruh tahapan pembangunan, sejak tahap persiapan,
perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, evaluasi, hingga pembangunan atau
perluasan. Partisipasi ditinjau dari fungsi yang diambil oleh masyarakat (pelaku)
untuk suatu program, fungsi yang dapat diambil oleh masyarakat dalam berpartisipasi
antara lain ialah:
1. Berperan serta dalam menikmati hasil pembangunan. Karena semua sudah
dikerjakan oleh pihak luar maka masyarakat tinggal menerima jadi berupa
hasil pembangunan. Misalnya gedung sekolah, pos KB, pembibitan tanaman,
masyarakat tinggal menerima bibitnya. Partisipasi ini jelas mudah namun
menikmatinya belum berarti memelihara.
2. Berperan serta dalam melaksanakan program pembangunan hal ini terjadi
karena pihak luar masyarakat, sudah mengerjakan persiapan, perencanaan dan
menyediakan semua kebutuhan program. Masyarakat tinggal melaksanakan
dan setelah itu baru menikmati hasilnya. Misalnya dalam pembangunan jalan
(pengerasan), masyarakat ikut serta dalam meratakan jalan dan menata atau

Universitas Sumatera Utara

merapikan batu. Pemugaran rumah, masyarakat tinggal memasang alatalat/bahan yang sudah disediakan dll.
3. Berperan serta dalam memelihara hasil program. Fungsi ini lebih sulit apalagi
kalau masyarakat tidak terlibat dalam pelaksanaan. Sulit bukan saja karena
tidak mempunyai keterampilan, tetapi yang lebih penting karena mereka
merasa tidak memiliki program tersebut. Misalnya biasanya masyarakat
bersedia memelihara satu gedung milik umum di desa jika mereka ikut ambil
bagian dalam membangunnya, bahkan ikut menyumbang sebagian bahan.
Contoh lagi, masyarakat bersedia mananam dan memelihara bibit tanaman
(dari proyek pembibitan) kalau masyarakat ikut berkorban atau berpartisipasi
selama pembibitan disiapkan dan dilaksanakan.
4. Berperan serta dalam minilai program. Fungsi ini kadang diambil masyarakat
karena diminta oleh penyelenggara program dan masyrakat merasakan
program tidak sesuai dengan aspirasinya (tetapi hal ini biasanya melakukan
secara bersembunyi-sembunyi (Suprapto, 2007: 11).
Dari berberapa fungsi diatas maka dapat diketahui bahwa partisipasi memiliki
hubungan/kaitan dengan frekuensi dan kualitas yaitu :
1. Frekuensi
Kaitan partisipasi dengan frekuensi ialah bahwa partisipasi merupakan
keterlibatan masyarakat dimana keterlibatan tersebut harus memiliki frekuensi
yang baik dan teratur agar masyarakat dapat melaksanakan program
pembangunan dengan penuh persiapan, perencanaan, pemahaman, dan
evaluasi.

Universitas Sumatera Utara

Contoh: berperan serta dalam bersosialisasi untuk menilai suatu program
2. Kualitas
Kaitan partisipasi dengan kualitas ialah dalam melaksanakan suatu program
harus diperlakukan sikap yang berkualitas pada masyarakat tersebut dan
keterlibatan masyarakat yang bertata laku dengan baik maka mereka akan
menjadikan terinternalisasi dengan sikap dan nilai pribadi yang kondusif
terhadap kualitas.
Contoh: Berperan serta dalam melaksanakan suatu program
Partisipasi masyarakat juga mengikutsertakan masyarakat dalam proses
pengidentifikasian masalah dan potensi yang ada masyarakat, pemilihan dan
pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah,
pelaksanaan upaya mengatasi masalah dan keterlibatan masyarakat dalam
proses mengevaluasi perubahan yang terjadi (Isbandi, 2007:27).
Pertisipasi dapat dibagi menjadi 6 pengertian yaitu :
1

Partisipasi adalah kontribusi sukarela dari masyarakat kepada proyek tanpa
ikut serta dalam pengembilan keputusan

2

Partisipasi adalah pemekaan (membuat peka) pihak masyarakat untuk
meningkatkan kemauan menerima dan kemampuan untuk menanggapi
proyek-proyek pembangunan

3

Partisipasi adalah keterlibatan sukarela oleh masyarakat dalam perubahan
yang ditentukannya sendiri

Universitas Sumatera Utara

4

Partisipasi adalah suatu proses yang aktif, yang mengandung arti bahwa orang
atau kelompok yang terkait, mengambil inisiatif dan menggunakan kebebasan
untuk melakukan hal itu

5

Partisipasi adalah pemantapan dialog antara masyarakat setempat dengan para
staf yang melakukan persiapan, pelaksanaan, monitoring, proyek agar
memperoleh informasi mengenai konteks lokal dan dampak-dampak sosial

6

Partisipasi adalah keterlibatan masyarakat dalam pembangunan diri,
kehidupan dan lingkungan mereka (Mikkelsen, 1999: 64).
Maka defenisi partisipasi di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa partisipasi

adalah keterlibatan aktif dari seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) secara
sadar untuk berkontribusi secara sukarela dalam program pembangunan dan
keterlibatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan sampai pada tahap
evaluasi.
Dalam merespon stimulus, tidak terlepas dari subjek dan objeknya. Subjek
merupakan orang yang merespon dan objek merupak stimulus atau yang akan
direspon. Dalam hal ini yang menjadi subjeknya adalah masyarakat penerima manfaat
Raskin dan menjadi objeknya adalah program Raskin.
Masyarakat dalam bahasa inggris adalah Society yang berasal dari kata socius
yang artinya kawan. Hidup dalam masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan
orang-orang disekitar dengan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi
orang lain. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa masyarakat merupakan
kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat-istiadat yang bersifat
kontinue dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Universitas Sumatera Utara

Ciri-ciri masyarakat menurut konsep Horton dan Hunt adalah :
1. Kelompok manusia, yang sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat
kekal,
2. Menempati suatu kawasan.
3. Memiliki kebudayaan.
4. Memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan (Horton dan Hunt
dalam Wahyu, 1986: 60).
Sedangkan menurut Fairchild, unsur atau ciri masyarakat adalah :
1. Kelompok manusia.
2. Adanya keterpaduan atau kesatuan diri berlandaskan kepentingan utama.
3. Adanya Pertahanan dan kekekalan diri.
4. Adanya kesinambungan.
5. Adanya hubungan yang pelik diantara anggotanya (Fairchild, dalam Setiadi,
2007: 79).
Diantara masyarakat yang telah dikemukakan di atas, tidak terdapat perbedaan
pendapat tentang ungkapan yang mendasar, justru yang ada yaitu mengenai
persamaannya. Namun yang utama masyarakat itu merupakan kelompok atau
kolektivitas manusia yang melakukan antar hubungan, sedikit banyak sifat kekal,
berlandaskan perhatian dan tumbuh bersama, serta telah melakukan jalinan secara
kesinambungan dalam waktu yang relatif lama dan merupakan suatu sistem hidup
bersama dimana mereka menciptakan nilai, norma dan kebudayaan bagi kehidupan
mereka (Setiadi, 2007:80).

Universitas Sumatera Utara

Dengan akhirnya bahwa masyarakat mengandung pengertian yang sangat luas
dan dapat meliputi seluruh umat manusia. Masyarakat terdiri dari berbagai kelompok
besar maupun kecil tergantung pada jumlah anggotanya (Wahyu, 1986:60).
Jadi yang dimaksud dengan respon masyarakat adalah tingkah laku balas atau
tindakan masyarakat yang merupakan wujud dari persepsi dan sikap masyarakat
terhadap suatu objek yang dapat dilihat melalui proses pemahaman, penilaian,
pengaruh atau penolakan, suka atau tidak suka serta pemanfaatan terhadap objek
tersebut (Elisa:2009).

2.2. Keluarga Miskin
Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada dibawah standart
kebutuhan minimum, baik untuk makan dan non pangan, yang disebut dengan garis
kemiskinan (poverti line) atau batas kemiskinan (poverty threshold). Garis
kemiskinan adalah sejumlah rupiah yang diperlukan oleh setiap individu untuk
membayar kebutuhan makanan yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat
membayar kebutuhan makanan yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat
membayar kebutuhan makanan setara 2100 kilokalori/orang/hari dan kebutuhan non
makanan yang terdiri dari perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi,
serta aneka barang dan jasa lainnya (BPS dan Depsos 2002, dalam Suharto, 2005:42).
Kemiskinan memiliki beberapa ciri yaitu:
a. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (pangan, sandang,
dan papan)

Universitas Sumatera Utara

b. Ketiadaan akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan,
pendidikan, sanitasi, air bersih, dan transportasi).
c. Ketiadaan jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan
dan keluarga).
d. Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massal.
e. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan keterbatasan sumber daya
alam.
f. Keterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat.
g. Ketiadaan akses terhadap lapangan kerja dan mata pencaharian yang
berkesinambungan.
h. Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.
i. Ketidakmampuan dan ketidakberuntungan sosial (anak telantar, wanita korban
tindak kekerasan rumah tangga, janda miskin, kelompok marginal dan
terpencil).

Universitas Sumatera Utara

TABEL 2.1
Kriteria Rumah Tangga Miskin Menurut Badan Pusat Statistika
No
1

4

Variabel
Luas lantai bangunan tempat
tinggal
Jenis lantai bangunan tempat
tinggal
Jenis dinding bangunan tempat
tinggal
Fasilitas tempat buang air besar

5
6

Sumber penerangan rumah tangga
Sumber air minum

7

Konsumsi daging/susu/ayam/per
minggu
Pembelian pakaian baru untuk
setiap ART dalam setahun
Makanan dalam sehari untuk
setiap ART
Kemampuan membayar untuk
berobat ke puskesmas/poliklinik
Lapangan pekerjaan utama kepala
rumah tangga

2
3

8
9
10
11

12

Pendidikan tertinggi kepala rumah
tangga keluarga
Kepelilikan aset/ tabungan

Kriteria Rumah Tangga Miskin
Kurang dari 8 meter per orang
Tanah/bambu/kayu murahan
Bambu/rumbia/kayu
berkualiatas
rendah/tembok tanpa di plester.
Tidak punya/bersama-sama dengan
rumah tangga lain
Bukan listrik
Sumur/mata
air
tidak
terlindungi/sungai/air hujan.
Tidak pernah mengkonsumsi/hanya
dalam satu kali seminggu.
Tidak pernah membeli/hanya satu
stel dalam setahun
Hanya sekali makan/dua kali makan
dalam sehari
Tidak mampu membayar untuk
berobat
Petani dengan luas tanah 0,5
ha/buruh tani, nelayan, buruh
bangunan, buruh perkebunan, atau
pekerjaan
lainnya
dengan
berpendapatan
dibawah
Rp
600.000/bulan
Tidak sekolah/tidak tam

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan