Kondisi Geografis Kota Pematangsiantar Sejarah Kota Pematangsiantar

BAB II PROFIL KOTA PEMATANGSIANTAR, SUMATERA UTARA

2.1 Kondisi Geografis Kota Pematangsiantar

Kota Pematangsiantar merupakan wilayah yang berada di tengah-tengah Kabupaten Simalungun, yakni pada ketinggian 400-500 meter dpl diatas permukaan laut, yang secara geografis terletak pada garis 2 o 53’ 20”-3 o 01’ 00” Lintang Utara dan 99 o 1’ 00”-99 o 6’ 35” Bujur Timur. Kota Pematangsiantar tergolong ke dalam daerah tropis dan daerah datar, beriklim sedang dengan suhu maksimum 30,4 o C dan suhu minimum 21,1 C. Selama tahun 2013, kelembapan udara rata-rata 85. Rata-rata tertinggi pada bulan Januari dan Oktober, masing- masing mencapai 88, sedangkan curah hujan rata-rata 314mm dimana curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember yang mencapai 560mm 23 . Luas daratan Kota Pematangsiantar adalah 79.971 Km 2 , yang secara Administratif terdiri dari 8 Kecamatan, yaitu : 1. Kecamatan Siantar Marihat 2. Kecamatan Siantar Marimbun 3. Kecamatan Siantar Selatan 4. Kecamatan Siantar Barat 5. Kecamatan Siantar Utara 6. Kecamatan Siantar Timur 7. Kecamatan Siantar Martoba 23 Badan Pusat Statistik, 2014. Pematangsiantar dalam angka 2014. 30 Universitas Sumatera Utara 8. Kecamatan Siantar Sitalasari Adapun luas daerah berdasarkan Kecamatan adalah sebagai berikut: Tabel 2.1: Luas Daerah Berdasarkan Kecamatan No Kecamatan Jumlah Kelurahan Luas Wilayah Km 2 Luas 1 Siantar Marihat 7 7,825 9,78 2 Siantar Marimbun 6 18,006 22,52 3 Siantar Selatan 6 2,020 2,53 4 Siantar Barat 8 3,205 4,01 5 Siantar Utara 7 3,650 4,56 6 Siantar Timur 7 4,520 5,65 7 Siantar Martoba 7 18,022 22,54 8 Siantar Sitalasari 5 22,723 28,41 Jumlah 53 79,971 100,00 Sumber Data: Pematangsiantar Dalam Angka 2014. Melihat hasil dari Tabel 2.1, bahwa Kecamatan Siantar Sitalasari merupakan kecamatan dengan ukuran wilayah yang paling luas dengan luas 22,723 Km 2 atau dengan 28,41 luas wilayah Kota Pematangsiantar. Sedangkan kecamatan dengan ukuran wilayah yang paling kecil adalah Kecamatan Siantar Selatan dengan luas 2,020 Km 2 atau sekitar 2,53 dari luas wilayah Kota Pematangsiantar.

2.2 Sejarah Kota Pematangsiantar

Pematangsiantar merupakan Daerah Kerajaan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pematangsiantar yang berkedudukan di Pulau Holing dan raja terakhir dari dinasti ini adalah keturunan marga Damanik yaitu 31 Universitas Sumatera Utara Tuan Sang Nawaluh Damanik yang memegang kekuasaan sebagai raja tahun 1906. Di sekitar Pulau Holing kemudian berkembang menjadi perkampungan tempat tinggal penduduk diantaranya Kampung Suhi Haluan, Siantar Bayu, Suhi Kahean, Pantoan, Suhi Bah Bosar, dan Tomuan. Daerah-daerah tersebut kemudian menjadi daerah hukum Kota Pematangsiantar yaitu : 1. Pulau Holing menjadi Kampung Pematang 2. Siantar Bayu menjadi Kampung Pusat Kota 3. Suhi Kahean menjadi Kampung Sipinggol-pinggol, Kampung Melayu, Martoba, Sukadame, dan Bane 4. Suhi Bah Bosar menjadi Kampung Kristen, Karo, Tomuan, Pantoan, Toba dan Martimbang. Setelah Belanda memasuki Daerah Sumatera Utara, Daerah Simalungun menjadi daerah kekuasaan Belanda sehingga pada tahun 1907 berakhirlah kekuasaan raja-raja. Kontroleur Belanda yang semula berkedudukan di Perdagangan, pada tahun 1907 dipindahkan ke Pematangsiantar. Sejak itu Pematangsiantar berkembang menjadi daerah yang banyak dikunjungi pendatang baru, Bangsa Cina mendiami kawasan Timbang Galung dan Kampung Melayu. Pada tahun 1910 didirikan Badan Persiapan Kota Pematangsiantar. Kemudian pada tanggal 1 Juli 1917 berdasarkan Stad Blad No. 285 Pematangsiantar berubah menjadi Gemente yang mempunyai otonomi sendiri. 32 Universitas Sumatera Utara Sejak Januari 1939 berdasarkan Stad Blad No. 717 berubah menjadi Gemente yang mempunyai Dewan. Pada zaman Jepang berubah menjai Siantar State dan Dewan dihapus. Setelah Proklamasi kemerdekaan Pematangsiantar kembali menjadi Daerah Otonomi. Berdasarkan Undang-undang No. 22 1948 Status Gemente menjadi Kota Kabupaten Simalungun dan Walikota dirangkap oleh Bupati Simalungun sampai tahun 1957. Berdasarkan Undang-undang No. 1 1957 berubah menjadi Kota Praja Penuuh dan dengan keluarnya Undang-undang No. 18 1965 berubah menjadi Kota, dan dengan keluarnya Undang-undang No. 5 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah berubah menjadi Kota Daerah Tingkat II Pematangsiantar sampai sekarang. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 1981 Kota Daerah Tingkat II Pematangsiantar terbagi atas empat wilayah kecamatan yang terdiri atas 29 Desa Kelurahan dengan luas wilayah 12,48 Km 2 yang peresmiannya dilaksanakan oleh Gubernur Sumatera Utara pada tanggal 17 Maret 1982. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah : 1. Kecamatan Siantar Barat 2. Kecamatan Siantar Timur 3. Kecamatan Siantar Utara 4. Kecamatan Siantar Selatan 33 Universitas Sumatera Utara Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1986 tanggal 10 Maret 1986 Kota Daerah Tingkat II Pematangsiantar diperluas menjadi 6 wilayah kecamatan, dimana 9 desa kelurahan dari wilayah Kabupaten Simalungun masuk menjadi wilayah Kota Pematangsiantar, sehingga Kota Pematangsiantar terdiri dari 38 desa kelurahan dengan luas wilayah menjadi 70,230 Km 2 . Kecamatan-kecamatan tersebut yaitu : 1. Kecamatan Siantar Barat 2. Kecamatan Siantar Timur 3. Kecamatan Siantar Utara 4. Kecamatan Siantar Selatan 5. Kecamatan Siantar Marihat, dan 6. Kecamatan Siantar Martoba Selanjutnya, pada tanggal 23 Mei 1994 dikeluarkan kesepakatan bersama Penyesuaian Batas Wilayah Administrasi antara Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Adapun hasil kesepakatan tersebut adalah wilayah Kota Pematangsiantar menjadi seluas 79,9706 Km 2 . Pada tahun 1997 Wilayah Administrasi di Kota Pematangsiantar mengalami perubahan status sesuai dengan SK yang meliputi : 1. SK Gubsu No. 140. 050. K 97 tertanggal 13 Februari 1997 dan direalisasikan oleh SK Walikota KDH Tk II Kota Pematangsiantar No. 34 Universitas Sumatera Utara 1401961Pem97 tertanggal 15 April 1997 tentang: Pembentukan Lima Kelurahan Persiapan di Kec. Siantar Martoba 2. SK Gubsu No. 1402610. K95 tertanggal 4 Oktober 1995 serta direalisasikan oleh SK Walikota KDH TK II Kota Pematangsiantar No. 1401961Pem97 tertanggal 2 Juli 1997 tentang Perubahan Status 9 Sembilan Desa menjadi Kelurahan. Sehingga pada tahun 1997 wilayah administrasi Kota Pematangsiantar menjadi 43 Kelurahan. Pada tahun 2007, diterbitkan 5 Peraturan Daerah tentang pemekaran wilayah administrasi Kota Pematangsiantar yaitu : 1. Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kecamatan Siantar Sitalasari 2. Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kecamatan Siantar Marimbun 3. Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kelurahan Bah Sorma 4. Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kelurahan Tanjung Tongah, Naga Pitu dan Tanjung Pinggir 5. Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kelurahan Parhorasan Nauli, Sukamakmur, Marihat Jaya, Tong Marimbun, Mekar Nauli, dan Nagahuta Timur. 35 Universitas Sumatera Utara Dengan demikian jumlah Kecamatan di Kota Pematangsiantar ada sebanyak 8 delapan kecamatan dengan jumlah kelurahan sebanyak 53 lima puluh tiga Kelurahan. Pada tabel berikut ini dicantumkan para pejabat Walikota KDH yang penuh memegang tampuk pimpinan di Kota Pematangsiantar sampai sekarang. Tabel 2.2: Nama Pejabat Walikota KDH TK. II Pematangsiantar Sejak Tahun 1956 Sampai Sekarang NO Nama Masa Jabatan 1. O.K.H Salamuddin 1956-1957 2. Jamaluddin Tambunan 1957-1959 3. Rakoetta Sembiring 1960-1964 4. Abner Situmorang Juni 1964 - Agustus 1964 5. Pandak Tarigan 10 Agustus 1964 – 31 Agustus 1965 6. Zainuddun Hasan 31 Agustus 1965 – 17 Desember 1966 7. Tarif Siregar 1 Oktober 1965 – 7 Desember 1966 8. Drs. M. Pardede 28 Desember 1966 – 24 April 1967 9. Letkol Leurimba Saragih 25 April 1967 – 28 Juni 1974 10. Kol. Sanggup Ketaren 29 Juni 1974 – 29 Juni 1979 11. Kol. Drs. MJT. Sihotang 29 Juni 1979 – 29 Juni 1984 12. Drs. Jabanten Damanik 29 Juni9 1984 – 29 Juni 1989 13. Drs. Zulkufli Harahap 29 Juni 1989 – 29 Juni 1994 14. Drs. Abu Hanifah 29 Juni 1994 – 25 Mei 2000 15. Drs. Marim Purba 25 Mei 2000 – Januari 2005 16. Ir. R.E Siahaan Agustus 2005 – Oktober 2010 17. Hulman Sitorus, S.E Oktober 2010 – Sekarang Sumber: www.pematangsiantarkota.go.id

2.3 Komposisi Penduduk Kota Pematangsiantar

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

94 2606 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 674 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 571 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 370 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 504 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 847 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 755 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 474 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 700 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

29 833 23