Saham Landasan Teori 1. Pasar Modal

menahan holdingatau membeli satu atau beberapa saham. Untuk itu perlu diketahui berbagai angka indeks yang terdapat di BEI berikut ini: a. Indeks Harga Saham IndividualIHSI Individual Index Merupakan indeks yang menggunakan harga setiap saham sebagai harga dasarnya. Bursa efek memberikan angka dasar IHSI sebesar 100 ketika saham diluncurkan pada pasar perdana dan berubah sesuai dengan perubahan pasar. b. Indeks Harga Saham Sektoral Sector Stock Price Index Merupakan sebuah indeks yang menggunakan semua saham yang termasuk ke dalam masing-masing sektor, yaitu: Sektor PrimerEkstraktif meliputi pertanian dan pertambangan, Sektor SekunderIndustri Manufaktur meliputi industri dasar dan kimia, aneka industri, dan industri barang konsumsi, dan Sektor TersierJasa meliputi properti dan real estate, transportasi dan infrastruktur, keuangan serta perdagangan, jasa dan investasi. Perhitungan harga dasar masing-masing sektor didasarkan pada harga akhir setiap saham pada tanggal 28 Desember1995. Indeks ini mulai diberlakukan tanggal 2 Januari 1996. c. Indeks Harga Saham GabunganIHSG Jakarta Composite Index Merupakan indeks yang menggunakan semua saham yang tercatat sebagai komponen perhitungan indeks. Tanggal 10 Agustus 1982 ditetapkan sebagai hari dasar dengan nilai indeks 100. d. Indeks LQ45 LQ45 Index Merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham perusahaan publik yang mempunyai kapitalisasi pasar dan likuiditas yang tinggi. Indeks LQ45 menggunakan hari dasar tanggal 13 Juli 1994. Untuk seleksi awal digunakan data dari Juli 1993-Juni 1994. Hasilnya terpilih 45 emiten yang mewakili 72 dari total kapitalisasi pasar dan 72,5 dari nilai transaksi di pasar reguler. e. Indeks Syariah Jakarta Islamic IndexJII JII adalah suatu indeks yang terdiri dari 30 saham yang didasarkan pada Hukum Islam. Saham yang masuk dalam indeks ini adalah saham yang dikeluarkan oleh issuers yang menjalankan aktivitas bisnis mereka dengan kriteria sebagi berikut: 1 Tidak melakukan usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi. 2 Tidak melakukan usaha lembaga keuangan konvensional ribawi, termasuk perbankan dan asuransi konvensional. 3 Tidak melakukan usaha yang memproduksi, mendistribusi, menyediakan dan memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram. 4 Tidak melakukan usaha yang memproduksi, mendistribusi atau menyediakan barang-barang atau jasa yang dapat merusak moral. f. Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan Main Board and Development Board Indices Merupakan indeks harga saham yang secara khusus dikelompokkan berdasarkan kelompok saham yang terdaftar di BEI, yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan. g. Indeks KOMPAS 100 KOMPAS 100 Indices Merupakan Indeks Harga Saham hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dengan harian KOMPAS. Indeks ini meliputi 100 saham.

4. Volatilitas Harga Saham

Volatilitas adalah pengukuran statistik untuk fluktuasi harga selama periode tertentu Firmansyah, 2006. Ukuran tersebut menunjukkan penurunan dan peningkatan harga dalam periode yang pendek dan tidak mengukur tingkat harga, namun derajat variasinya dari satu periode ke periode berikutnya. Mengingat volatilitas dapat direpresentasikan dengan simpangan baku standard deviation, publik juga mempersepsikan volatilitas sebagai risiko. Semakin tinggi tingkat volatilitas, semakin tinggi pula tingkat ketidakpastian dari imbal hasil return saham yang dapat diperoleh. Salah satu dari sepuluh prinsip manajemen keuangan menyatakan bahwa investor tidak akan mau mengambil risiko yang lebih tinggi kecuali apabila dapat memperoleh kompensasi berupa return yang lebih tinggi high risk, high return Keown et al., 2003. Volatilitas harga saham terjadi akibat masuknya informasi baru ke dalam pasar atau bursa. Akibatnya para pelaku pasar melakukan penilaian kembali terhadap asset yang mereka perdagangkan. Pada pasar yang efisien, tingkat harga akan melakukan penyesuaian dengan cepat sehingga harga yang terbentuk mencerminkan informasi baru tersebut Anton, 2006. Pergerakan harga saham selalu berubah-ubah hal ini sesuai dengan teori Random Walk yang menyatakan bahwa harga saham di masa lampau serta arah harga saham atau pasar secara keseluruhan tidak dapat dipakai sebagai alat untuk meramal pergerakan harga saham di masa mendatang. Sebab, harga saham bergerak secara acak random dan tidak dapat diprediksi. Peluangnya untuk naik sama dengan peluangnya untuk turun. Tapi, dalam jangka panjang, harga saham akan cenderung meningkat. Dengan kata lain, teori ini menyatakan bahwa harga saham bergerak ke arah yang acak dan tidak dapat diperkirakan. Jadi tidak mungkin seorang investor dapat memperoleh return melebihi return pasar tanpa menanggung risiko lebih. Menurut Schwert dan W. Smith, Jr. 1992 dalam Hugida 2010 terdapat lima jenis volatilitas dalam pasar keuangan, yaitu future volatility, historical volatility, forecast volatility, implied volatility, dan seasonal volatility. a. Future Volatility Future volatility adalah apa yang hendak diketahui oleh para pemain dalam pasar keuangan trader. Volatilitas yang paling baik adalah yang mampu menggambarkan penyebaran harga di masa yang akan datang untuk suatu underlying contract. Secara teori angka tersebut merupakan yang kita maksud ketika kita membicarakan input