Kantor Bupati Tapanuli Utara (Arsitektur Metafora)

KANTOR BUPATI TAPANULI UTARA
(ARSITEKTUR METAFORA)

LAPORAN PERANCANGAN
TKA 490 – TUGAS AKHIR
SEMESTER B TAHUN AJARAN 2010 / 2011

Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Teknik Arsitektur

Oleh :

ELIAKIM SOPAN HUTABARAT
070406051

DEPARTEMEN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2011

Universitas Sumatera Utara

KANTOR BUPATI TAPANULI UTARA
(ARSITEKTUR METAFORA)

OLEH :
ELIAKIM SOPAN HUTABARAT
070406051

Medan, Juni 2011

Disetujui Oleh :

Pembimbing I

Pembimbing II

Ir. Rudolf Sitorus, MLA

Ir. Dwi Lindarto, MT

NIP. 195802241986011002

NIP. 196307161998021001

Ketua Departemen Arsitektur

Ir. N. Vinky Rahman, M.T.
NIP. 196606221997021001

Universitas Sumatera Utara

SKRIPSI INI SAYA PERSEMBAHKAN BUAT
KEDUA ORANG TUA SAYA, YANG SANGAT SAYA CINTAI

M. HUTABARAT
B. SIPAHUTAR

JUGA UNTUK SAUDARAKU YANG KUKASIHI

T. Hutabarat, Spd/J. Marbun, SE
V. Hutabarat/L. Hutauruk
M. Hutabarat/A. Sinaga, SH
Febrina Hutabarat, Amd
Dewi Hutabarat, Amd
Rina Hutabarat, AmKeb
Sartika Hutabarat
Daniel Hutabarat
Siska Hutabarat
Tota Hutabarat
Torang Hutabarat
Immanuel Hutabarat

I LOVE YOU ALL

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat
menyelesaikan perkuliahan dan penulisan skripsi ini, yang diajukan salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Teknik Arsitektur di Fakultas Teknik,
Universitas Sumatera Utara.
Dalam menyusun skripsi ini penulis menyadari banyak mengalami rintangan terutama
kurangnya pengetahuan penulis serta buku literatur yang mendukung materi skripsi ini,
namun berkat bantuan dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Dalam kesempatan ini, penulis menyadari bahwa selama perkuliahan hingga
selesainya Tuga Akhir ini telah banyak menerima bantuan moril maupun materil

dari

berbagai pihak maka dalam kesempatan ini penulis dengan tulus hati mengucapkan
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Teristimewa kepada yang tersayang dan tercinta Ayahanda M. Hutabarat dan
Ibunda B.br. Sipahutar yang telah membesarkan penulis sampai saat ini dan
berhasil meraih gelar Sarjana Teknik dan telah banyak memberikan dorongan,
Doa serta bantuan materil kepada penulis. Tampa kasih sayang dan
pengorbanannya penulis tiada berarti apa-apa.Luph u ma,pa.
2. Bapak Ir. N Vinky Rahman, MT selaku ketua jurusan Departemen Arsitektur,
Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Imam Faisal Pane, ST, MT selaku sekretaris jurusan Departemen
Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Ir.Rudolf Sitorus, MLA, selaku Dosen Pembingbing I saya yang telah
banyak memberikan saran dan kritik juga pinjaman beberapa buku dalam
menyelesaikan tugas akhir ini, terima kasih pak.
5. Bapak Ir. Dwi Lindarto Hadihugroho, MT, selaku Dosen Pembingbing II atas
pengarahan dalam tugas akhir ini.
6. Bapak Imam Faisal Pane, ST, MT dan Ibu Amy Marisa, ST, MSc selaku dosen
penguji.
7. Seluruh Dosen dan Staf pegawai di Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik,
Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

8. Teristimewa Keluarga St M.P Sipahutar/ T.br Situmeang yang memberikan
bantuan moril dan spritual mulai dari

awal studi hingga penulis dapat

menyelesaikan tugas akhir ini.
9. Keluarga Drs. E Sipahutar yang telah banyak memberikan perhatian kepada
penulis hingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
10. Teristimewa buat saudaraku yang kusayangi, T Hutabarat, Spd/ J Marbun, SE, V
Hutabarat/ J Hutauruk, M Hutabarat/ A Sinaga, SH, Febrina Hutabarat, Amd,
Dewi Hutabarat, Amd, Rina Hutabarat, AmKeb, Sartika, Daniel, Siska, Tota,
Torang dan Immnuel.
11. Buat seseorang yang kucintai (Nengsi Tampubolon) yang selalu memberikan
suport dan semangat juga cintanya, Terima kasih buat kamu Cie...
12. Buat teman-teman kampus Ebed, Radinal, Leo, Dolli, Roy, Vivi dan semua
angkatan 2007.
13. Buat adek awak Falex, Tumpal dan anak 2010 yang turut membantu.
14. Buat semua anak kos Gg Duku No 2, Bg Adon, Bg Jhon, Fernando, Desmon,
Waspada, Ken, Martin. Terima kasih atas bantuan dan hiburannya selama penulis
menyusun tugas akhir ini. Semoga sukses

Tiada kata yang terindah yang penulis persembahkan atas balas jasa kepada
semua pihak yang telah disebutkan diatas selain ucapan terima kasih. Pada
kesempatan ini penulis juga memohon maaf atas kekurangan dan kesalahan skripsi
ini dan penulis bersedia menerima saran dan kritik yang sifatnya mebangun untuk
melengkapi penyempurnaan skripsi ini.
Semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.Akhir kata penulis
mengucapkan terima kasih, semog skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.Terima Kasih.

Medan, juni 2011
Penulis

Eliakim Sopan Hutabarat
Nim: 070406051

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman

BAB I

BAB II

: PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG..................................................................................

1

I.2. TUJUAN DAN MANFAAT.............................................................

3

I.3. PERUMUSAN MASALAH...........................................................

3

I.4. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN...........................................

4

I.5. METODOLOGI PERANCANGAN................................................

7

I.6. ALUR BERPIKIR...........................................................................

8

I.7. STEMATIKA LAPORAN................................................................

9

: DESKRIPSI PROYEK
II. 1. TINJAUAN UMUM.........................................................................

10

II.1.1. Tinjauan Terhadap Kota Tarutung......................................

10

a. Sejarah Perkembangan Kota Tarutung........................

10

b. Letak dan Kondisi Geografis.......................................

12

c. Penduduk dan Tenaga kerja.........................................

14

d. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)......................

15

II.1.2 Pemilihan Lokasi..................................................................

18

a. Data Umum Proyek......................................................

18

b. Analisa Pemilihan Lokasi............................................

20

c. Penilaian Alternatif Lokasi..........................................

22

d. Penilaian Alternatif Lokasi Site..................................

23

Universitas Sumatera Utara

II.2. TINJAUAN KHUSUS......................................................................

23

II.2.1 Gedung Perkantoran...........................................................

23

a. Terminologi Judul......................................................

23

b. Fungsi dan Peran Kantor............................................

24

c. Klasifikasi Kantor......................................................

24

d. Tata Ruang Perkantoran.............................................

28

II.2.2 Tinjauan Terhadap Kantor Bupati......................................

28

a. Kondisi Umum Kantor Bupati Tapanuli Utara
Masa Kini...................................................................

28

b. Struktur Organisasi.....................................................

30

1. Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara.....

30

2. Organisasi Lembaga Teknisi Daerah

BAB III

Kabupaten Tapanuli Utara....................................

32

II.2.3 Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang..........................

38

II.2.4 Studi Banding.....................................................................

41

: ELABOBRASI DAN INTERPRETASI TEMA
III.1. Latar Belakang Pemilihan Tema...................................................

BAB IV

43

a. Pengertian Arsitektur Metafora..........................................

45

b. Sejarah Budaya Batak........................................................

46

III.1.2 Interpretasi Tema.....................................................................

47

III.1.3 Kesimpulan Studi Banding.......................................................

49

: ANALISA PERANCANGAN
IV.1.ANALISA KEBUTUHAN DAN BESARAN RUANG.................

50

IV.2. ANALISA PENCAPAIAN.............................................................

66

IV.3. ANALISA SIRKULASI.................................................................

67

Universitas Sumatera Utara

IV.4 ORGANISASI RUANG..................................................................

68

IV.5. ANALISA KEGIATAN / AKTIFITAS.........................................

69

IV.6.ANALISA KARAKTER LUAR DAN PENGHIJAUAN..............

70

IV.7 ANALISA FASILITAS KENDARAAN.......................................

71

IV.8 ANALISA SIRKULASI DAN BANGUNAN...............................

73

IV.9 ANALISA PENATAAN DAN ORIENTASI
MASSA BANGUNAN...............................................................

BAB V

BAB VI

75

: KONSEP

V.1. ZONING..........................................................................

76

V.2. KONSEP SIRKULASI..................................................................

77

V.3. KONSEP BANGUNAN UTAMA................................................

78

V.4. Sketsa.............................................................................................

79

: HASIL PERANCANGAN .................................................................

83

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................

103

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

HAL

1. Gbr I.1Peta Kab. Tapanuli Utara................................................ ..........
2. Gbr I.2Kantor Bupati Tapnuli Utara........................................... ..........
3. Gbr I.3 Kawasan kantor Bupati Tapanuli Utara................... ...............
4. Gbr I.4 Kantor Polres Taput..................................................................
5. Gbr I.5. Kantor Kodim Taput................................................................
6. Gbr I. 6. Rumah Warga.........................................................................
7. Gbr I.7. Sopo Partungkoan....................................................................
8. Gbr I.8. Tugu sisingamangaraja XII.....................................................
9. Gbr II.I Peta Sumatera .........................................................................
10. Gbr II.2 Peta Sumatera Utara...............................................................
11. Gbr II.3 Peta Tapanuli Utara.................................................................
12. Gbr II.4 Peta Kec Tarutung...................................................................
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.

1
2
5
5
6
6
6
7
12
12
13
13

Gbr.II.5 Peta Kec Tarutung............................................................................. 20
Gbr.II.6 Peta Alternatif A............................................................................... 20
Gbr.II.7Peta Alternatif B................................................................................. 20
Gbr.II.8 Peta Alternatif C............................................................................... 20
Gbr.II.9 Susunan Meja Rapat......................................................................... 39
Gbr.II.10 Pola Hubungan Antar Ruang.......................................................... 40
Gbr.II.11 Pola Peletakan Perabot.................................................................... 40
Gbr.II.12 Kantor Bupati Deli Serdang........................................................... 41
Gbr.II.13 Kantor Bupati Badung................................................................... 42
Gbr.III.1 Gambar Stasiun TGV..................................................................... 48
Gbr.III.2 E.X Plaza Indonesia....................................................................... 49

24. Gbr IV.1 Peta Site (analisa pencapaian)................................................
25. Gbr IV.2 Peta site (analisa sirkulasi) ...................................................
26. Gbr V.1 Zoning.....................................................................................
27. Gbr V.2 Konsep Sirkulasi........................................................................
28. Gbr V.3 Zoning Horizontal....................................................................
29. Gbr V.4 Zoning Vertikal.......................................................................
30. Gbr V.5 Sketsa bentuk..........................................................................
31. Gbr V.6 Bentuk Kolom.........................................................................
32. Gbr V.7 Gambar cicak..........................................................................
33. Gbr V.8 Singa-singa..............................................................................
34. Gbr V.9 Gorga.....................................................................................
35. Gbr V.10 Pemakaian Gorga Dalam............................................ .........
36. Gbr V.11 Pemakaian Unsur Minimalis.................................................
37. Gbr V.12 Ruangan Bupati.....................................................................
38. Gbr V.13 Site Plan................................................................................
39. Gbr V.14 Ground Pland .............................................................................

66
67
76
77
78
78
79
80
80
80
80
81
81
82
84
85

Universitas Sumatera Utara

40. Gbr V.15 Denah Lt 1............................................................................
41. Gbr V.16 Denah Lt 2.............................................................................
42. Gbr V.17 Denah Lt 3............................................................................
43. Gbr V.18 Denah Atap............................................................................
44. Gbr V.19 Tampak depan dan belakang................................................
45. Gbr V.20 Samping.......................................................................................
46. Gbr V.21 Potongan A-A.......................................................................
47. Gbr V.22 Potongan B-B dan C-C.........................................................
48. Gbr V.23 Rencana Atap........................................................................
49. Gbr V.24 Detail Atap...................................................................................
50. Gbr V.25 Rencana Pondasi...................................................................
51. Gbr V.26 Detail Pondasi.......................................................................
52. Gbr V.27 Rencana Pembalokan Lt 1....................................................
53. Gbr V.28 Rencana Pembalokan Lt 2....................................................
54. Gbr V.29 Rencana Pembalokan Lt 3.....................................................
55. Gbr V.30 Detail balok...........................................................................
56. Gbr V.31 Foto-foto Maket..........................................................................

86
87
88
89
90
91

92
93
94
95

96
97
98
99
100
101
102

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

HAL

1. Tabel II.1. Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk
Menurut Desa/KelurahanTahun 2008.................................... 14
2. Tabel II. 2.Kriteria Pemilihan Lokasi .................................................... 19
3. Tabel II.3 Penilaian Alternatif Lokasi.................................................... 23
4. Tabel II.4 Pembagian ruang dalam kantor serta fungsinya................... 27
5. Tabel II.5 STANDAR LUAS RUANG GEDUNG KANTOR.......................... 38
6. Tabel IV.1 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor Bupati.......................... 57
7. Tabel IV.2 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor Bappeda...................... 58
8. Tabel IV.3 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor BKD........................... 60
9. Tabel IV.4 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor Bawasda..................... 62
10. Tabel IV.5 Analisa Kebutuhan Ruang Kantor BPMD........................ 64
11. Tabel IV .6 kebutuhan pencahayaan ruang luar terhadap fungsinya. ... 74
12. Tabel IV.7 Perbandingan efesiensi energi dan waktu kadaluarsa
pada beberapa jenis lampu . ................................................ 74

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
I.1. LATAR BELAKANG

Seorang pemimpin (leadership) adalah seseorang yang yang mempunyai “bawahan”
atau masyarakat, seorang pemimipin juga adalah seseorang yang mempunyai wibawa, pada
dasarnya pemimpin salalu dihormati dan ditinggikan. Untuk memimpin masyarakatnya
seorang pemimpin membutuhkan sebuah tempat atau kantor. Indonesia adalan negara yang
terdiri atas 92 provinsi, 497 kota dan kabupaten. Setiap kabupaten dipimpin oleh seorang
kepala daerah yaitu BUPATI. Tapanuli Utara merupakan salah satu dari sekian banyak
kabupaten di Indonesia.
Tapanuli Utara sampai saat ini sudah memekarkan 3 kabupaten yaitu Dairi, Tobasa
dan Humbang Hasundutan.Bahkan sudah ada kabupaten yang memekarkan kembali.setelah
pemekaran dari Tapanuli Utara yaitu kabupaten Samosir hasil pemekaran dari Tobasa.
Setelah berpisah dari Kab Humbang Hasundutan saat ini Tapanuli Utara terdiri dari 15
kecamatan. Kelima belas kecamatan ini terbagi dalam 232 desa dan 11 kelurahan. Kecamatan
yang paling banyak jumlah desa/kelurahan yaitu Kecamatan Tarutung (24 desa dan 7
kelurahan) dan yang paling sedikit jumlah desanya yaitu Kecamatan Simangumban (8 desa),
sedangkan penduduknya saat ini berjumlah 272.587 jiwa yang terdiri dari 135.367 jiwa lakilaki dan 137.220 jiwa perempuan.

Gbr I.1 .Peta Kab. Tapanuli Utara
sumber : www.taputkab.go.id

Universitas Sumatera Utara

Kota

Tarutung

adalah

Ibukota

(IKAB)

dari

Kabupaten

Tapanuli

Utara.

”TARUTUNG” berasal dari Bahasa Batak Toba yang artinya disebut (DURIAN =
TARUTUNG).
Tarutung merupakan salah satu kabupaten yang memiliki banyak potensi di berbagai
biadang contohnya di bidang pertaian, pariwisata dan budaya. Di bidang pertanian Tarutung
unggul dalam tanaman holtikultura yang sudah diekspor sampai keluar negeri, di bidang
pariwisata Tarutung memiliki wisata rohani yaitu Salib Kasih yang sudah terkenal dimanamana selain itu Tarutung merupakan pusat Gereja HKBP se-dunia, ada juga wisata alam
yaitu Permandian Air soda dan Air panas, sedangkan di bidang budaya masyarakat Tarutung
terkenal dengan keramah tamaan masyarakatnya dan menjungjung tinggi budaya Batak Toba.
Kantor Bupati Tapanuli Utara bertempat di ibukota kabupaten yaitu Tarutung.
Bertambahnya usia kabupaten Tapanuli Utara tidak diikuti dengan pembangunan daerah
termasuk pembangunan kantor pemerintahan. Bupati Tapanuli Utara sudah selayaknya
memiliki kantor yang baru. Banyak hal yang menjadi dasar pembangunan kantor tersebut,
diantaranya dari segi kapasitas dengan adanya penambahan struktur organisai di tubuh pemda
setempat maka bertambah pula ruangan yang dibutuhkan. Saat ini kantor-kantor
pemerintahan tersebar di bebagai tempat atau pemerintahannya tidak terpusat. Usia bangunan
juga menjadi salah satu pertimbangan yaitu dengan adanya peraturan perundang – undangan
yang mengatakan maximal pembangunan dilakukan dalam kurun waktu 10-20 Tahun,
sementara bangunan kantor Bupati Tapanuli Utara suah memiliki usia ± 30 Tahun sejak
direnovasi terakhir.

Gbr I.2. Kantor Bupati Tapnuli Utara
Sumber : survey lapangan

Universitas Sumatera Utara

Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana kantor Pemerintahan Kabupaten
Tapanuli Utara merupakan salah satu wujud untuk melaksanakan fungsi pemerintahan yang
berkualitas dan professional. Dengan adanya perkembangan fungsi-fungsi di dalam tubuh
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan dalam rangka meningkatkan efisiensi kegiatan
antar fungsi-fungsi dalam tubuh Pemda serta pelayanan masyarakat umum dibutuhkan Kantor
Pemerintahan dengan kebutuhan ruang dan tempat yang lebih luas dan memadai.
Berdasarkan uraian tersebut diatas, di kota Tarutung dibutuhkan suatu kantor
Pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Utara yang berkonsep one stop service untuk dapat
mempermudah koordinasi antar dinas-dinas setempat dan meningkatkan efektifitas pelayanan
kepada masyarakat. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan
perencanaan dan perancangan Kantor Pemerintah Kabupaten tapanuli Utara yang
representatif.
I.2. TUJUAN DAN MANFAAT
Adapun Tujuan dari perancangan ini yaitu menyediakan fasilitas kantor BUPATI
Tapanuli Utara, yang selama ini memang masih memiliki permasalahan di berbagai aspek,
oleh karena itu dengan menggunakan program kegiatan yang sudah ada dari kantor PT
CIPTA KARYA saat ini, serta untuk membangun suatu karya arsitektur yang dapat
mewadahi dan membina aktivitas yang berhubungan dengan aktivitas daerah.
Sedangkan manfaat dari perancangan ini yaitu dengan adanya kantor BUPATI sebagai
kantor seorang pemimpin tertinggi di Tapanuli utara dan juga sebagai sarana untuk kegiatan
pemerintahan daerah Tapanuli Utara.
I.3. PERUMUSAN MASALAH
Secara Umum, permaslahan yang timbul yaitu bagaimana mendesain menerapkan
bangunan kantor yang bersifat “friendly office”, dan mudah dalam mengakses ke berbagai
kantor terutama akses menuju kantor Bupati harus cepat.Secara khusus, masalah perancangan
yang timbul yaitu:
-

Site yang cukup sempit.

-

Lokasi berada dilahan yang berbukit.

-

Bagaimana menyediakan sarana yang memadai untuk kelancaran jalannya aktivitas
kantor, ruang-ruang yang sesuai dengan persyaratan dan dapat memberikan
kenyamanan dalam bekerja .

-

Menjadikan bangunan kantor Bupati yang baru menjadi Icon di kota Tarutung.

Universitas Sumatera Utara

I.4. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
1. Ruang Lingkup Substansial
-

Fungsi
Batasan fungsi adalah kegiatan yang akan dilangsungkan dalam kantor Bupati pada
umumnya bersifat melayani, resmi dan formal.

-

Arsitektural
Batasan arsitektural yaitu batasan nilai-nilai arsitektur yang akan dibahas nantinya
dalam perncangan kantor BUPATI ini antara lain :
a. Bentuk dan Ruang, Bagaimana bentuk dan ruang dalam arsitektur jika ditinjau dari
segi:
Gubahan Massa, yang diantaranya adalah sbb”
- Massa tunggal ( Kantor Bupati ), Terdiri dari beberapa massa tunggal lain
dan fasilitas penunjang serta fasilitas pendukung .
b. Karasteristik Lahan, Karakterristik lahan yang diperuntukkan untuk kantor Bupati.
c. Lokasi, yang berhubungan dengan lokasi antara lain : GSB, KDB, KLB

2. Ruang Lingkup Spasial
Batas-Batas
Batas-batas wilayah geografis wilayah perencanaan dan perancangan Kantor
Pemerintahan Daerah di Tarutung
- Sebelah Utara

: Kantor Kepolisian Resot Tapanuli Utara

- Sebelah Timur : Kantor Kodim Tapanuli Utara
- Sebelah Selatan : Rumah Warga, Kantor Polosi Militer
- Sebelah Barat

: Jl Mayjend Suprapto

Universitas Sumatera Utara

Lokasi Kantor Bupati (existing )

1

2

5

4
3
Gbr I.3. Kawasan kantor Bupati Tapanuli Utara
Sumber : Dokumen pribadi

KETERANGAN

1) Kantor Polres Tapanuli Utara
Kantor yang terletak di sebelah utara
kantor bupati ini merupakan
bangunan yang juga sudah memiliki
usuia cukup tua. Jarak antara kantor
Bupati dengan kantor Polres sekitar
5 meter.

Gbr I. 4. Kantor Polres Taput
Sumber : Suvey lapangan

Universitas Sumatera Utara

2) Kantor Kodim Tapanuli Utara
Disebelah timur kantor Bupati
terdapat juga kantor Kodim
Tapanuli utara, tepat disamping
bangunan kantor bupati.
Bangunan ini tergolong masih
baru apabila dibandingkan
dengan bangunan kantor bupati
dan kantor polres Tapanuli
utara.

Gbr I. 5. Kantor Kodim Taput
Sumber : Suvey lapangan

3) Rumah warga
Rumah ini berada tepat dibelakang
kantor bupati, saat ini rumah ini
dihuni oleh salah satu pejabat di
daerah Kabupaten Tapanuli Utara.
Didepan rumah terdapat kantor
Polosi Militer (PM ).

Gbr I. 6. Rumah Warga
Sumber : Suvey lapangan

4) Sopo Partungkoan, Gedung DPRD dan
Balai kota.
Saat ini salah satu bangunan terbesar di kota
Tarutung ilalah sopo partunkoan. Gedung
ini sering digunakan untuk acara-acara yang
beersifat umum.di sebelah kanan terdapat
kantor DPRD, dan sebelah kiri terdapat
balai kota. Bentuk bangunan diadopsi dari
bentuk rumah adat suku batak toba. Jarak ke
kantor bupati sekitar 100 meter
Gbr I. 7. Sopo Partungkoan
Sumber : Suvey lapangan

Universitas Sumatera Utara

5) Tugu Pahlawan Nasional
Sisingamangaraja XII
Salah satu tokoh dari Tapanuli Utara
adalah Sisingamngaraja XII yang
juga termasuk pahlawan nasional.
Tugu sisingamangaraja berada tepat
didepan kantor Bupati Tapanuli
Utara
Gbr I.8. Tugu sisingamangaraja XII
Sumber : Suvey lapangan

I.5. METODOLOGI PERANCANGAN

Dalam mencari pemecahan arsitektur terhadap masalah-masalah yang ada, dilakukan
beberapa tahap penelitian, yaitu :
-

Pengumpulan Data
Dalam metode pengumpulan data, dilakukan dengan beberapa cara yaitu studi
pustaka, studi banding dan studi lapangan. Studi pustaka berkaitan langsung dengan
judul dan tema yang diangkat untuk mendapatkan informasi dan bahan literatur yang
sesuai dengan materi laporan yang berguna untuk memperkuat fakta secara ilmiah.
Studi banding terhadap proyek dan tema sejenis dengan melekukan pendekatan
perancangnan dengan melihat keadaan yang sudah ada, sumber dapat berupa buku,
majalah, internet, dan sebagainya. Sedangkan studi lapangan mengenai kondisi sekitar
lahan studi dan lingkungan fisik yang berhubungan dengan kasusu pro

Universitas Sumatera Utara

I.6. ALUR BERPIKIR
LATAR BELAKANG
Aktualitas







Adanya rencana pembangunan kantor bupati baru oleh pemda setempat
Lokasi Tarutung yang merupakan jalur perdagangan di kawasan tapanuli akan membawa Tarutung
menjadi kota yang maju beberapa tahun kedepan.
Lokasi beberapa instansi pemerintahan yang tersebar menyebabkan kurangnya efisiensi kegiatan ditubuh
pemda serta kurang maksimal dalam memberikan pelayanan pada masyarakat umum.
Kebutuhan ruang kantor saat ini sudah tidak sesuai dengan susunan organisasi yang baru

Urgensi


F
Perlu adanya perencanaan dan perancangan kantor Bupati Kabupaten Tapanuli Utara yang baru sehingga
Pusat Pemerintahan yang terkoordinasi dalam satu area.

Originalitas



E
E

Perlu adanya perencanaan dan perancangan kantor Bupati kabupaten Tapanuli Utara untuk
meningkatkan koordinasi antar instansi pemerintah serta meningkatkan pelayanan pada masyarakat
umum.
Perlu adanya perencanaan dan perancangan untuk pengembangan Kantor Bupati berupa penambahan
luas, ruang, dan fasilitas yang mendukung yang berkesinambungan dengan bangunan baru.

D
B
A
C

DATA

TINJAUAN PUSTAKA
K

-

STUDI BANDING

- Tinjauan umum kantor.
- Tinjauan kantor
Pemerintahan
Kabupaten.

Tinjaun Kota Tarutung
Data fisik dan non fisik kantor Bapti Kab
Taput

KESIMPULAN, BATASAN dan ANGGAPAN

ANALISA
ANALISA KUANTITATI

ANALISA KUALITATIP

Terhadap kapasitas ruang dan besaran ruang serta
pendekatan mengenai lokasi dan pajak

Terhadap aspek pelaku kejahatan,kebutuhan
ruang,penataan ruang dan sirkulasi

Pendekatan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur
Aspek Fungsional,Aspek Kontekstual,Aspek Kinerja,Aspek Teknis,Aspek

Konsep Dasar Perencanaan dan Perancangan
kantor Bupati Tapanuli Utara
Program Ruang,Konsep Perancangan,Tapak Terpilih

Universitas Sumatera Utara

I.7. STEMATIKA LAPORAN
Pada sitematika Laporan ini, terdiri dari enam bab, yaitu bab pendahuluan, deskripsi
proyek, elaborasi tema, analisa, konsep perancangan, dan hasil perancangan.

BAB I

PENDAHULUAN berisikan tentang kajian latar belakang, perumusan
masalah, tujuan dan manfaat, telaah pustaka, kerangka teoritis, metodologi
perancangan dan sistematika pelaporan.

BAB II

DESKRIPSI PROYEK berisikan tentang terminologi judul, lokasi, deskripsi
kondisi eksisting lokasi dan tinjauan fungsi.

BAB III ELABORASI TEMA berisikan tentang pengertian tema, interpretasi tema,
keterkaitan tema dengan judul dan studi banding arsitektur yang mempunyai
tema sejenis.
BAB IV ANALISA berisikan tentang analisa kondisi tapak, analisa linkungan, analisa
bangunan, analisa fungsional, analisa teknologi, analisis dan penerapan tema.
BAB V

KONSEP perancangan berisikan tentang konsep perancangan tapak,
pencapaian dan entrance, zoning tata guna lahan, massa dan bentuk bangunan,
open space dan taman, area parkir, perangkat lunak, dan penerapan tema

BAB VI DESAIN AKHIR ( hasil perancangan) berisikan tentang gambar rancangan
dan maket.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
DESKRIPSI PROYEK
II. 1. TINJAUAN UMUM
II.1.1. Tinjauan Terhadap Kota Tarutung
a. Sejarah Perkembangan Kota Tarutung
Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk
kedalam Keresidenan Tapanuli yang dipimpin seorang Residen Bangsa Belanda yang
berkedudukan di Sibolga. Pada saat itu, Keresidenan Tapanuli dibagi menjadi 4 (empat)
Afdeling (Kabupaten), salah satu diantaranya adalah Afdeling Batak Landen dengan
ibukotanya Tarutung, dan 5 (lima) Onder Afdeling (wilayah) yang meliputi : Onder Afdeling
Silindung, Toba, Samosir, Dairi dan Barus. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, sejarah
perkembangan pemerintahan Republik Indonesia di Kabupaten Tapanuli Utara diawali
dengan terbitnya Besluit Nomor : 1 dari Residen Tapanuli Dr. Ferdinan Lumbantobing pada
tgl. 5 Oktober 1945 yang memuat Pembentukan Daerah Tapanuli dengan pengangkatan staf
pemerintahannya, juga pengangkatan Kepala-kepala Luhak dalam Daerah Tapanuli. Afdeling
Tanah Batak diubah menjadi LUHAK TANAH BATAK, dan sebagai Kepala Luhak diangkat
Bpk. Cornelius Sihombing (alm). Dalam catatan sejarah Tapanuli Utara, beliaulah dianggap
sebagai Bupati pertama Tapanuli Utara
Sesuai dengan UU Drt. No. 7 Thn 1956, di Daerah Propinsi dibentuk daerah otonom
kabupaten. Salah satu kabupaten yang dibentuk dalam UU Drt. tersebut adalah Kabupaten
Tapanuli Utara
Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, maka untuk meningkatkan daya
guna pemerintahan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan di daerah ini, maka pada tahun
1964 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten, yaitu Kabupaten
Tapanuli Utara dan Dairi. Pemekaran Kabupaten Dairi dari Kabupaten Tapanuli Utara sesuai
dengan UU No. 15 Tahun 1964 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Dairi. Pada tahun
1998 untuk kedua kalinya Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten,
yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba Samosir, sesuai dengan UU No. 12
Tahun 1998 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten Daerah
Tingkat II Mandailing Natal

Universitas Sumatera Utara

Kemudian pada tahun 2003, Kabupaten Tapanuli Utara untuk yang ketiga kalinya
dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten
Humbang Hasundutan sesuai dengan UU No. 9 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten
Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Propinsi
Sumatera Utara. Pemekaran wilayah kabupaten ini dimaksudkan untuk meningkatkan
penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan pembangunan
serta untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini
Sebagaimana uraian singkat sejarah perkembangan Pemerintahan Republik Indonesia di
Kabupaten Tapanuli Utara diawali dengan terbitnya Besluit No. 1 dari Residen Tapanuli Dr.
Ferdinan Lumbantobing pada tgl. 5 Oktober 1945 yang memuat Pembentukan Daerah
Tapanuli dan pengangkatan Kepala-kepala Luhak dalam daerah Tapanuli, maka tanggal 5
Oktober ditetapkan menjadi Hari jadi Kabupaten Tapanuli Utara sesuai dengan Peraturan
Daerah Kabupaten Tapanuli Utara No. 5 Tahun 2003.

Universitas Sumatera Utara

b. Letak dan Kondisi Geografis

Gambar menunjukkan posisi provinsi
sumatera utara terhadap provinsi lainnya

Gbr II.1 Peta Sumatera

Gambar menunjukkan Posisi
Kabupaten Tapanuli Utara
terhadap kabupaten lainnya di
Sumatera utara.

Gbr II.2 Peta Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

Kabupaten Tapanuli Utara merupakan
salah satu kabupaten dalam wilayah
Sumatera Utara dengan luas 3.793,71
Belum Termasuk Luas Danau Toba :
6,60 Km2/ , terletak pada posisi 10

20’ - 20 41’ Lintang Utara dan
98005’–99016’ Bujur Timur
dengan ketinggian bervariasi.

Gbr II.3 Peta Tapanuli Utara

Gambar menunjukkan posisi
kota Tarutung terhadap
kecamatan lainnya.
Tarutung berbatasan dengan
-

Utara : sipoholon
Selatan : adian koting
Barat : siatas barita
Timur : sipoholon

Gbr II.4 Peta Kec Tarutung

Universitas Sumatera Utara

c. Penduduk dan Tenaga kerja
 Demografis

Desa/Kelurahan

1

Luas

Jumlah

Jumlah

Jiwa)

(Km2)

Penduduk

Penduduk

Kepadatan

Pertengahan

Akhir

Penduduk

Tahun (Jiwa)

Tahun(Jiwa)

(Jiwa/Km2)

3

4

5

2

001 Siandor-andor

8.50

574

576

67,76

002 Hutapea Banuarea

8,25

1.004

1.009

122,30

003 Parbubu Pea

1,25

525

528

422,40

4,5

728

731

162,44

005 Parbubu Dolok

7,94

1.131

1.135

142,95

006 Hutatoruan VIII

3,5

399

401

114,57

007 Parbubu I

4,75

1.049

1.053

221,68

008 Hutatoruan I

2,00

1.763

1.771

885,50

009 Sosunggulon

2,62

943

946

361,07

010 Parbaju Toruan

4,55

1.242

1.247

274,07

011 Hapoltahan

1,44

929

932

647,22

012 Hutatoruan IV

0,87

870

874

1.004,60

013 Aek Sian Simun

4,56

1.234

1.239

247,80

014 Hutatoruan V

1,5

772

775

516,67

015 Hutatoruan VI

3,25

633

635

195,38

016 Hutatoruan XI

0,2

1.531

1.537

7.685,00

017 Hutatoruan IX

0,85

1.215

1.221

1.436,47

018 Hutatoruan X

1,04

4.740

4.759

4.575,96

019 Hutatoruan VII

2,00

4.970

4.990

2.495,00

020 Partali Toruan

0,62

2.397

2.406

3.880,65

021 Parbaju Tonga

3,5

1.021

1.026

293,14

022 Simamora

3,4

2.019

2.027

596,18

004 Parbubu II

023 Hutagalung Siwalu ompu

3,2

1.189

1.194

373,13

024 Siraja Oloan

3,75

1.205

1.210

322,67

025 Hutauruk

2,19

493

495

226,03

3,5

984

988

282,29

027 Partali Julu

2,00

995

999

499,50

028 Sitampurung

7,75

812

816

93,15

029 Jambur Nauli

8,76

1.011

1.016

131,10

030 Sihujur

5,00

438

439

87,80

031 Hutatoruan III

0,44

313

314

71,36

JUMLAH 2008

107,68

39.129

39.289

350,54

JUMLAH 2007

107,68

38.566

38.727

345,53

026 Parbaju Julu

Tabel II.1. Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Desa/KelurahanTahun 2008
Sumber BPS Tapanuli Utara

Universitas Sumatera Utara

d. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Secara umum Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tapanuli Utara
(2001 – 2011) terdiri atas Kawasan Lindung, Kawasan Budidaya dan Kawasan Prioritas.
 Kawasan Lindung

Kawasan Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi
kelestarian lingkungan hidup, yang terdiri dari :
- Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya, yaitu berupa
kawasan hutan lindung yang terdapat di semua kecamatan Kabupaten Tapanuli Utara.
- Kawasan perlindungan setempat, berupa sempadan sungai di sepanjang aliran
sungai,kawasan sekitar danau/waduk yang terdapat di 13 kecamatan.
-

Kawasan suaka alam dan cagar budaya

-

Kawasan rawan bencana alam
 Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk

dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan
sumber daya buatan. Kawasan budidaya di Kabupaten Tapanuli Utara terdiri dari:
1.

Kawasan Hutan Produksi Terbatas
Terdapat di Kecamatan Parmonangan, Adiankoting, Pangaribuan, Garoga dan Sipahutar.

2.

Kawasan Pertanian termasuk:
Kawasan Tanaman Pangan lahan basah dan lahan kering yang terdapat di seluruh
kecamatan.
Kawasan Tanaman Tahunan yang terdapat di seluruh kecamatan namun potensi terbesar
terdapat di Kecamatan Garoga, Pangaribuan dan Parlilitan.
Kawasan Peternakan pengembangannya terdapat di Kecamatan Tarutung, Siatas Barita,
Siborongborong, Parmonangan, Sipahutar dan Pangaribuan.
Kawasan Perikanan, berupa tambak, kolam, perairan darat dan danau dengan wilayah
pengembangan direncanakan di Kecamatan Muara dan Pahae Jae.

Universitas Sumatera Utara

3.

Kawasan Pertambangan
Khususnya bahan tambang galian golongan C terdapat di Kecamatan Tarutung, Pahae
Julu, Pahae Jae, Parmonangan, Pangaribuan, Sipahutar dan Siborongborong.

4.

Kawasan Pariwisata
Sesuai dengan Rencana Pembangunan Pariwisata Sumatera Utara bahwa Tapanuli
Utara merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) Utama Nasional. Salah satu
pengembangan pariwisata di Kabupaten Tapanuli Utara adalah “Kawasan Wisata Danau
Toba di Kecamatan Muara”. Selain itu juga akan diteruskan/dikembangkan beberapa
objek wisata alam, budaya dan agama yang terdapat di Kecamatan Muara, Adiankoting,
Sipoholon dan Tarutung.

5.

Kawasan Perindustrian
Kawasan Industri Kecil, dikembangkan di semua kecamatan yang memiliki potensi
industri kecil dan kerajinan.
Kawasan Industri Menengah dan Besar terdapat di Kecamatan Siborongborong.

6.

Kawasan Permukiman
Terdiri dari permukiman perkotaan dan perdesaan. Kawasan permukiman perkotaan
utama direncanakan pada Ibukota Kecamatan Tarutung, Siborongborong, Pahae Jae dan
Muara.

7.

Arahan Pengembangan Sarana/ Prasarana
Pengembangan prasarana irigasi dilaksanakan di seluruh kecamatan yang memiliki lahan
potensi sawah.
Pengembangan prasarana kelistrikan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas terpasang.
Pengembangan telekomunikasi
Pengembangan Kawasan Transportasi.

Universitas Sumatera Utara

 Kawasan Prioritas
1.

Kawasan Pesisir Danau Toba
Kawasan Muara dengan pusat kegiatan kota Muara dengan potensi sektor pertanian dan
pariwisata

2.

Kawasan Siborongborong
Mencakup Kecamatan Siborongborong dengan potensi sektor pertanian, perkebunan dan
perindustrian terutama pengembangan potensi agroindustri dan kerajinan tangan.

3.

Kawasan Tarutung – Sipoholon
Mencakup Kecamatan Tarutung dan Sipoholon dengan pusat kegiatan adalah kota
Tarutung

dengan

potensi

sektor

pertanian,

perindustrian,

pemerintahan

dan

kepariwisataan.
4.

Kawasan Sipahutar – Pangaribuan
Sepanjang ibukota Kecamatan Pangaribuan – ibukota Kecamatan Sipahutar – ibukota
Kecamatan Garoga dengan potensi sektor pertanian dan industri pengolahan.

5.

Kawasan Pahae
Meliputi Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae dengan potensi sektor pertanian dan
pertambangan/energi panas bumi untuk dikembangkan.
Saat ini Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara masih dalam tahap revisi untuk
penyempurnaannya kedepan

Berdasarkan uraian diatas maka kecamatan Tarutung merupakan pusat dari pemerintahan
kabupaten Tapanuli Utara, termasuk kantor Bupati tapanuli Utara.

Universitas Sumatera Utara

II.1.2 Pemilihan Lokasi
a. Data Umum Proyek
1. Fungsi Bangunan

: Kantor Bupati Tapanuli Utara

2. Tema

: Arsitektur Neo-Vernakular

3. Status Proyek

: Fiktif

4. Pemilik Proyek

: Pemerintah Daerah Tapanuli Utara

5. Sumber Dana

: Pemerintah Daerah Tapanuli Utara

6. Lokasi

: Jl Mayjend Suprapto, Kec Tarutung

7. Luas Lahan

: ± 1 Ha

8. KDB

: 60%

9. KLB

: ± 12 m (1-3 lantai)

Pengembangan pusat perkantoran di kota TARUTUNG perlu memperhatikan hal-hal


sebagai berikut:



Koefisien Lantai Bangunan ( KLB)



Batas Ketinggian Bangunan



Koefisien Dsar Bangunan (KDB)



Garis Sempada Bangunan (GSB)



Kebutuhan Parkir
Faktor-faktor estetika dan kesesuaian lingkungan

Adapun Kriteria dalam pemilihan lokasi untuk proyek ini adalah
N0
1.

Kriteria
Tinjauan terhadap stuktur kota

Lokasi
Berada di kawasan kota yang yang juga
merupakan daerah kawasan perkantoran.
Selain itu berada dekat dengan jalan besar
sebagai penghubung transportasi.

2.

Pencapaian

Akses pencapaian harus terdapat angkutan
umum dan pribadi dari setiap badan jalan dan
pengaturan jalan masih dapat di kontrol

Universitas Sumatera Utara

dengan baik .Namun kendaraan pribadi
merupakan fokus utama
pencapaian,sehubungan dengan sasaran
aktifitas dari berbagai kantor lainnya.
3.

Area Pelayanan

Daerah komersil dan ruang terbuka adalah
lingkungan sekitar yang dapat saling
mendukung dengan bangunan yang akan
direncanakan.diharapkan dengan adanya
lingkungan ini dapat memperkuat posisi
kantor Bupati.

4.

Ukuran Lahan

Ukuran lahan harus mencukupi kebutuhan
ruang

secara fungsional besrta fasilitas-

fasilitas yang di rencanakan (± 1 Ha)
5.

Kemudahan Enterance

Enterance menuju dan keluar tapak harus
mudah diakses oleh para karyawan kantor.

6.

Kontur Tapak

Kontur tapak sebaiknya relatif datar untuk
mudah diakses pencapaian dan pergerakan
aktivitas yang berlangsung dalam kantor

7.

Kebisingan

Keadaan bebas dari kebisingan dan getaran
yang berlebihan merupakan hal yang bersifat
mutlak.Untuk itu perencanaan bangunan harus
mempertimbangkan eksistensi bangunan di
sekitarnya yang tidak akan mempengaruhi
baik dimasa sekarang maupun masa yang akan
datang.

Tabel II. 2.Kriteria Pemilihan Lokasi

Universitas Sumatera Utara

b. Analisa Pemilihan Lokasi
Berdasarkan tinjauan terhadap fungsi bangunan yang bersifat pemerintahan,
maka sebaiknya kantor Bupati dibangun di sekitar pusat perkantoran yang area
pelayanannnya mudah diakses dari berbagai wilayah di Tarutung.

Gbr.II.5 Peta Kec Tarutung

Gbr.II.6 Peta Alternatif A

Gbr.II.7 Peta Alternatif B
Gbr.II.8 Peta Alternatif C

1. Alternatif Lokasi

 Alternatif A, Jl Mayjend Suprapto, Kec Tarutung ( kantor Bupati lama )

Universitas Sumatera Utara

Potensi




Luas lahan ±1 Ha.



Berada pada jalan arteri primer.



Berdasarkan lokasi dengan fungsi pemerintahan, perumahan dan pariwisata.



Berada pada kecamatan Tarutung.

Termasuk dalam wilayah pusat kota.

Batas-batas
- Sebelah Utara

: Kantor Kepolisian Resot Tapanuli Utara

- Sebelah Timur : Kantor Kodim Tapanuli Utara
- Sebelah Selatan : Rumah Warga, Kantor Polosi Militer
- Sebelah Barat

: Jl Mayjend Suprapto

 Alternatif B, Jl TD Pardede, Kec tarutung



Potensi



Berada dekat jalan lintas sumatera (jalan Propinsi )



Berdasarkan lokasi dengan fungsi pemerintahan, perumahan dan pariwisata.



Luas lahan ±1 Ha.



Berada pada kecamatan Tarutung.



Bisa dijangkau dari semua wilayah kota Tarutung.
Lahan kosong (perasawahan ).

Batas-batas
- Sebelah Utara

: Rumah warga

- Sebelah Timur : Jl TD Pardede
- Sebelah Selatan : Lahan Persawahan
- Sebelah Barat

: Lahan Persawahan

 Alternatif C, Jl Raja johannes Hutabarat, Kec Tarutung

Universitas Sumatera Utara



Potensi



Dekat dengan kantor-kantor dinas lain.



Berdasarkan lokasi dengan fungsi pemerintahan, perumahan dan pariwisata.



Luas lahan ±1 Ha.



Berada pada kecamatan Tarutung.



Bisa dijangkau dari semua wilayah kota Tarutung.
Berada di jalan Umum menuju empat wisata rohani ( Salib Kasih ).

Batas-batas
- Sebelah Utara

: Kantor lingkungan hidup

- Sebelah Timur : Jl Raja Johannes Huatabarat
- Sebelah Selatan : Lahan Kosong (Persawahan )
- Sebelah Barat

: Lahan Kosong (Persawahan )

c. Penilaian Alternatif Lokasi

Potensi Lokasi

Lokasi A

Lokasi B

Lokasi A

Jl Mayjend Suprapto, kec

Jl TD Pardede, kec

Jl Raja Johannes, Kec

Tarutung

Tarrutung

Tarutung

± 1 Ha

± 1 Ha

± 1 Ha

Kontur tapak

Berkontur

Datar

Datar

Kondisi jalan

Lebar Jalan 5m.

Lebar jalan 3 m, pencapaian

Lebar Jalan 4m, jalan

Jalan tidak terlalu padat

2 arah. Kondisi jalan tidak

lumayan padat.

Luas Lahan

padat

Pencapaian

Berada di pusat kota, dekat

Pencapaian tergolong mudah

Berada di jalan arteri primer,

simp 4 Tarutung dan tidak

karena dekat dengan jalan

Dekat dengan terminal.

terlalu padat, sehingga mudah

umum (jl lintas provinsi).

dalam pencapaian

Namun tidak semua
angkutan umum meleatinya.

Tata Guna Lahan

Kawasan Perkantoran

Kawasan permukiman

Kawasan permukiman,
perkantoran dan pendidikan

Kondisi Site

Cukup Baik

Baik

Sangat baik

Universitas Sumatera Utara

View Lingkungan
Sekitar

Dekat dengan kantor

Dekat dengan permukiman,

Dekat kantor Diknas,

polisi,kodim dan Pengadilan

persawahan dan juga dekat

Lingkungan

Negeri Tarutung

dengan pasar.

Hidup, catatan Sipil
Dan permukiman.

Tabel II.3 Penilaian Alternatif Lokasi
d. Penilaian Alternatif Lokasi Site
Adapun hal yang paling penting terhadap kriteria pemilihan likasi untuk Kantor
Bupati Tpanuli Utara adalah:

 Suasan cukup tenang dan nyaman.

 Berada di sekitar lingkungan perkantoran.

 Pencapaian oleh kendraan pribadi, angkutan umum, dan pejalan kaki.

 Pencapaian langsung dari jalan utama.

Maka dari hasil uaraian diatas maka lokasi yang tepat untuk pembangunan Kantor
Bupati Tapanuli Utara adalah alternatif A, berada di Jl Mayjend Suprapto. Selain berada
di daerah perkantoran, Lokasi juga mudah diakses dari semua wilayah di Tarutung.
Lokasi ini juga merupak lokasi kantor Bupati yang lama.
Selain itu dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 Pasal 5 tentang
perubahan atas peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang pengadaan tanah bagi
pelaksanaan untuk kepentingan umum, maka lokasi pembangunan kantor Bupati
Tapanuli Utara akan dibangun di lokasi yang lama.
II.2. TINJAUAN KHUSUS
II.2.1 Gedung Perkantoran
a. Terminologi Judul
Dalam mengartikan gedung perkantoran,akan diartikan perkata,yaitu:
Gedung adalah :




Rumah besar berdinding batu
Bangunan (rumah) untuk orang banyak,terang atau nyata sekali.

Kantor adalah Bangunan atau bagian dari bangunan yang di perlukan bagi maksud
pengaryran administrasi dan atau perdagangan.


Balai,(gedung,rumah,ruang) tempat tulis menulis atau mengurus suatu
pekerjaan (perusahaan dsb)

Universitas Sumatera Utara



Bangunan kantor sebagai bangunan tempat berlangsungnya kegiatan bisnis
maupun pelayanan jasa tertentu,dan ruang-ruang yang di dalam nya terjadi
transaksi bisnis atau pelayanan jasa tertentu dalam suatu bangunan.

Dapat dikatakan gedung merupakan suatu wadah untuk tempat manusia melakukan
aktivitasnya,baik sosial budaya maupun aktivitas ekonomi,dimana ini menjadi suatu
kebutuhan dasar manusia yang semakin berkembang dan semakin dibutuhkan.
Konsep kantor itu sendiri bukan mengenai manusia maupun benda fisik,namun lebih
kepada pengaturan serta pergerakan manusia dan benda-benda di dalam nya pada jarak-jarak
yang berkaitan g dengan peraturan dan kontrol.
Bupati : Seseorang yang menjadi pemimpin pemerintahan di satu daerah kabupaten.
Dalam hal ini Bupati merupakan opemipin daerah kabupaten Tapanuli Utara.
b. Fungsi dan Peran Kantor
Tempat kerja adalah sebuah tempat interaksi sosial dari si pemakai,yang bertambah
makna nya,karena struktur kerja yang formal (pengelolahan data,organisasi kerja dan
seterusnya).
Secara fungsi kantor mempunyai potensi dalam kegiatan-kegiatan administrasif
(kearsipan,penyetoran,percetakan,pencarian,perolehan bahan-bahan)dan kegiatan-kegiatan
komunikasi (konfrensi,rapat) yang waktu kerjanya setiap minggu kira-kira 25%.Aktivitass
kerja lembur dikurangi sekitar 50%.
c. Klasifikasi Kantor
a. Berdasarkan tujuan usaha dan lingkungan suasana kerja yaitu:


Kantor administrasi pemerintah yang merupakan salah satu jenis kantor di
bawah tanggung jawab pemerintahan.Sama hal nya dengan penggorganisasian
dan pengaturan kantor dinas (stuktur biro,menejemen pelayanan,teknologi
biro) maka kesesuaian ruang di dalam nya juga di perlukan.Penelitian terhadap
ruang dalam waktu yang panjang menunjukkan bahwa tipologi gedung makin





berkembang dan berubah.
Kantor Administrasi Perusahaan
Kantor Administrasi Sosial

Universitas Sumatera Utara

b. Berdasarkan Pemiliknya yaitu:




Milik pemerintah
Milik Swasta

c. Berdasarkan pengguna /pemakai bangunan kantor yaitu




Kantor untuk sekelompok badan usaha
Kantor untuk satu badan usaha

d. Berdasarkan sifat dari bangunan kantor yaitu:




Kantor yang bersifat komersil
Kantor yang bersifat non komersil

e. Berdasarkan Hirarki yaitu:






Kantor Induk
Kantor Cabang
Kantor Ranting (perwakilan)

Dari klarifikasi di atas maka kantor bupati ini merupakan



Kantor Administrasi pemerintah berdasarkan tujuan usaha dan lingkungan
suasana kerja.



abaerdasarkan pemiliknya merupakan jenis kantor pemerintah



kantor.



kantor.

Kantor untuk sekelompok badan berdasarkan pemakai /pengguna bangunan

Kantor yang bersifat non-komersil ditinjau berdasarkan sifat dari bangunan

Kantor induk berdasarkan hirarki.

Besar bersumber pada kenaikan secara ilmiah dan beban alamiah untuk lapangan
pekerjaan itu (ruangan yang cukup,ruangan kerja pribadi yang tersusun,sirkulasi
udara,pencahayaan,perlindungan yang cukup terhadap gangguan-gangguan ).75% hari-hari
kerja berlangsung di dalam ruang kerja yang sempit dan lebar.
Kontak kerja yang penting,termasuk juga perlengkapan yang digunakan bersama
sangat berarti.Dari sanalah dorongan/bantuan sebuah kombinasi pemakaian dari ruang-ruang
tersendiri dan ruangan-ruangan kelompok,tempat-tempat kerja pribadi dan tempat-tempat
kerja bersama.

Universitas Sumatera Utara

Pembagian ruang dalam kantor serta fungsinya.
No
1

Nama Bagian
Bagian Kantor



Fungsi
Kantor dengan ruangan –ruangan kecil
untuk 1-3 karyawan denagn tempat
kerja yang sesuai dengan kelulusan



perguruan tinggi.
Ruang kantor kelompok yang dapat
menampung 20 orang dengan tempat



kerja lulusan PT.



hingga 200 orang pada suatu areal.

Ruang besar yang dapat menampung

Ruang kantor kombinasi yang terdiri
dari ruang-ruang kecil dan ruang

2

Bagian Arsip



bersama yang efisien.



karja individu dan kelompok.

Seluruh ruang multifungsional bagi

Penyimpanan dokumendokumen,microfilm,computer,alat-alat
untuk
mengarsip,memproduksi,mencetak
ulang,meralat pemasukan
data,menerbitkan
menghancurkan,menghasilkan
gambar,pengiriman dokumen melalui
band berjalan atau alat mekanis.

3

Bagian Dokumentasi



Dokumentasi sentral dengan alat
perekam percakapan,mesi foto
copy,mesin pencetak,pencetak klise
laboratorium foto

Universitas Sumatera Utara

4

Ruang Surat-menyurat



Administrasi material(sedapat
mungkin berada dekat dengan lantai
dasar)



Ruang-ruang direksi dengan kamar
gnti,ruang

pameran,ruang

konfrensi,ruang bicara,

6

Bagian Umum



Ruang penyimpanan/jas.dapur
kecil,WC,Ruang istirahat,Ruang senam.

7

Bagian Tambahan dan peluasan



Tempat kursus dengan tambahan dan
perluasan,tempat kursus dengan perangkat

8

Areal Parkir



audio visual.

Jalan utama,tempat pengiriman
barang,garasi yang dapat menampung

9

Bagian Pengh

Dokumen yang terkait

Dokumen baru