21
c Retribusi Perijinan Tertentu, meliputi: Retribusi Izin Mendirikan Bagunan,
Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol, Retribusi Izin Gangguan, dan Retribusi Izin Trayek.
3. Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan, terdiri dari: bagian laba atas
penyertaan modal pada perusahaan milik pemerintahan daerahnegara dan bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik swasta atau
kelompok usaha masyarakat. 4.
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, merupakan penerimaan daerah yang berasal dari hasil penjualan aset daerah yang tidak dipisahkan, seperti
penerimaan jasa giro, penerimaan bunga, penerimaan ganti rugi atas kekayaan daerah, komisi denda keterlambatan pekerjaan, dan lain-lain.
2.1.4 Belanja Daerah
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 1 Ayat 16, belanja daerah adalah semua kewajiban daerah yang diakui sebagai pengurang
nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan. Sumber- sumber pembiayaan daerah yang utama dalam rangka pelaksanaan desentralisasi
fiskal terdiri dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan pinjaman daerah. Hubungan keuangan antara pusat dan daerah, pada prinsipnya lebih menyangkut
persoalan tentang pembagian kekuasaan. Terutama hak mengambil keputusan mengenai anggaran, yaitu bagaimana memperoleh dan membelanjakannya.
Belanja daerah dipergunakan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupatenkota, yang terdiri dari urusan
wajib dan urusan pilihan yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan.
Universitas Sumatera Utara
22
Belanja urusan wajib diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan
dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial, dan fasilitas umum yang layak, serta mengembangkan sistem jaminan sosial. Belanja urusan pilihan, terdiri dari:
pertanian, kehutanan, energi dan sumber daya mineral, pariwisata, kelautan dan perikanan, perdagangan, perindustrian, dan transmigrasi Syahputra, 2010: 31.
Pemerintahan daerah menetapkan target capaian kinerja setiap belanja, baik dalam konteks daerah, satuan kerja perangkat daerah, maupun program dan
kegiatan, yang bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran dan memperjelas efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Berdasarkan
Permendagri No. 22 2011, belanja daerah dapat diklasifikasikan ke beberapa bagian.
1. Belanja Tidak Langsung, merupakan belanja yang penganggarannya tidak
dipengaruhi secara langsung oleh adanya usulan program atau kegiatan. Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan setiap bulan
dalam satu tahun anggaran sebagai konsekuensi kewajiban pemerintahan daerah secara periodik kepada pegawai yang bersifat tetap pembayaran
gaji dan tunjangan dan atau kewajiban untuk pengeluaran belanja lainnya yang diperlukan secara periodik. Kelompok belanja tidak langsung dibagi
menurut jenis belanja yang terdiri dari: a
Belanja Pegawai, merupakan belanja kompensasi dalam bentuk gaji dan tunjangan, serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada
Universitas Sumatera Utara
23
pegawai negeri sipil yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,
b Belanja Bunga, digunakan untuk menganggarkan pembayaran
bunga utang yang dihitung atas kewajiban pokok utang principal outstanding berdasarkan perjanjian-pinjaman jangka pendek,
jangka menengah, dan jangka panjang, c
Belanja Subsidi, digunakan untuk menganggarkan bantuan biaya produksi kepada perusahaan atau lembaga yang menghasilkan
produk dan jasa pelayanan umum kepada masyarakat agar harga jual dari produksijasa yang dihasilkan tersebut dapat terjangkau
oleh masyarakat luas, d
Belanja Hibah, digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang, barang, dan atau jasa kepada pemerintahan
pusat atau pemerintahan daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik
telah ditetapkan peruntukannya, e
Belanja Bantuan Sosial, digunakan untuk pemberian bantuan yang bersifat sosial kemasyarakatan dalam bentuk uang dan atau barang
kepada kelompok atau anggota masyarakat, dan partai politik, yang pemberiannya secara selektif, serta memiliki kejelasan peruntukan
penggunaanya dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan ditetapkan berdasarkan keputusan kepala daerah,
Universitas Sumatera Utara
24
f Belanja Bagi Hasil, digunakan untuk menganggarkan dana bagi
hasil yang bersumber dari pendapatan pemerintahan provinsi kepada kabupatenkota atau pendapatan pemerintahan desa atau
pendapatan pemerintahan tertentu kepada pemerintahan lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,
g Belanja Bantuan Keuangan, digunakan untuk menganggarkan
bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus dari provinsi kepada kabupatenkota, pemerintahan desa, dan pemerintahan desa
lainnya dalam rangka pemerataan dan peningkatan kemampuan keuangan,
h Belanja Tidak Terduga, merupakan belanja untuk kegiatan yang
sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan terjadi berulang, seperti penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang tidak bisa
diperkirakan sebelumnya, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah untuk tahun-tahun yang telah ditutup.
2. Belanja Langsung, merupakan belanja yang penganggarannya dipengaruhi
secara langsung oleh adanya program atau kegiatan. Belanja langsung dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari:
a Belanja Pegawai, merupakan belanja digunakan untuk mendanai
pengeluaran honorariumupah dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintahan daerah,
b Belanja Barang dan Jasa, yang digunakan untuk mengangarkan
pengadaan barang dan jasa yang nilai manfaatnya kurang dari 12
Universitas Sumatera Utara
25
dua belas bulan dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan daerah, berupa belanja habis pakai, bahanmaterial, jasa kantor,
premi asuransi, perawatan kendaraan bermotor, cetakpengadaan, sewa rumahgedungparkir, sewa sarana mobilitas, sewa alat berat,
sewa perlengkapan dan peralatan kantor, makanan dan minuman, pakaian dinas dan atributnya, pakaian kerja, pakaian khusus dan
hari-hari tertentu, perjalanan dinas, perjalanan dinas pindah, jasa konsultasi dan lain-lain pengadaan barangjasa, dan belanja lainnya
yang sejenis, c
Belanja Modal, merupakan pengeluaran yang dilakukan dalam rangka menambah nilai aset tetap berwujud yang mempunyai masa
manfaat lebih dari 12 dua belas bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan.
2.1.5 Analisis Flypaper Effect