PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN.

No. Daftar FPIPS.
4626/UN/40.2.5.1/PL/2015

PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN
WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI WISATA ALAM
TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN

SKRIPSI

diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Pariwisata Program Studi Manajemen Resort & Leisure FPIPS

Diajukan oleh:
Yupianti Oktora Rusbandi
1103115

PROGRAM STUDI MANAJEMEN RESORT & LEISURE
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2015
Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pengaruh Fasilitas Wisata dan Citra
Taman Wisata Alam Cimanggu
sebagai Wisata Alam Terhadap
Keputusan Berkunjung Wisatawan

Oleh
Yupianti Oktora R

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh
gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

© Yupianti Oktora R 2015
Universitas Pendidikan Indonesia
Juni 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

LEMBAR PENGESAHAN

YUPIANTI OKTORA RUSBANDI
1103115
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA
ALAM CIMANGGU SEBAGAI WISATA ALAM TERHADAP
KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN

disetujui dan disahkan oleh pembimbing:

Pembimbing I

Erry Sukriah. SE., M.SE.
19791215 200812 2 002

Pembimbing II

Sri Marhanah, SS., MM.
19811014 200604 2 001

Mengetahui,
Ketua Program Studi Manajemen Resort & Leisure

Fitri Rahmafitria, SP., M.Si.
19741018 200812 2 001

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Lokasi yang menjadi tempat untuk penelitian adalah Taman Wisata Alam
Cimanggu yang berada di Jalan Raya Ciwidey, Patenggang KM 13, Patengan,
Rancabali, Kabupaten Bandung. Untuk menuju Taman Wisata Alam Cimanggu
dari Kota Bandung dapat ditempuh dalam waktu sekitar kurang lebih 2 jam.

Gambar 3.1 Plang TWA Cimanggu
Sumber: Olahan Penelii, 2014

B. Desain Penelitian
Dalam penelitian ini menganalis mengenai pengaruh fasilitas wisata dan
citra Taman Wisata Alam sebagai wisata alam terhadap keputusan berkunjung
wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil tentang keterkaitan
antara fasilitas wisata yang ada dan citra TWA Cimanggu sebagai wisata alam
terhadap keputusan berkunjung wisatawan.
Jenis metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif,verifikatif yang
bertujuan untuk dapat memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai
pengaruh antara fasilitas wisata dan citra TWA Cimanggu sebagai wisata alam
terhadap keputusan berkunjung. Lalu metode deskriptif verifikatif ini akan
memakai data kuantitatif yang nantinya akan diolah secara statistik.

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

30

C. Metode Yang Digunakan
Berdasarkan tingkat penjelasan dan bidang penelitian, variabel-variabel
yang diteliti, maka jenis penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian
deskriptif dan verifikatif.
Menurut Traver dan Umar (2001:21) metode deskriptif merupakan suatu
cara penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu
variabel atau lebih (eksogen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan
dengan variabel lain. Tujuan dari penelitian ini adalah menyajikan suatu profil
atau menjelaskan aspek-aspek yang relevan dengan suatu fenomena yang diteliti
dari perspektif individual, organisasi, industri dan aspek lainnya. Menurut
Suharsimi (2008:7) metode penelitian verifikatif pada dasarnya ingin menguji
kebenaran pengumpulan data dilapangan. Data dapat diperoleh dari sumber data
primer dan data sekunder, dimana data primer didapatkan dari hasil menyebarkan
kuisioner kepada wisatawan yang dijadikan sampel agar memperoleh data yang
relevan dan up to date. Penelitian verifikatif disini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh fasilitas wisata dan citra TWA Cimanggu sebagai wisata alam terhadap
keputusan berkunjung wisatawan.

D. Definisi Operasional
Untuk menghindari perbedaan persepsi maka peneliti memberikan definisi
operasional sebagai berikut:
1. Pariwisata
Menurut ahli pariwisata Oka A.Yoeti (1996: 116) dalam bukunya yang
berjudul “Pengantar Ilmu Pariwisata” yaitu pariwisata adalah suatu perjalanan
yang dilakukan untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu
tempat ke tempat lain dengan maksud bukan untuk berusaha (business) atau
mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk
memenuhi keinginan yang beraneka ragam.
2. Fasilitas Wisata
Menurut Lawson-Baud Bovy (1998:246), yang termasuk dalam fasilitas
wisata adalah fasilitas pendukung kegiatan wisata seorang pengunjung harian
atau seorang wisatawan. Fasilitas pendukung (ancillary facilities) dibagi
Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

31

menjadi enam jenis, yakni: akomodasi, makan dan minum, sanitasi,
aksesbilitas, fasilitas aktif, dan lain-lain seperti pos penjaga, pos keamanan,
dan lainnya.
3. Citra
Menurut Hemel dan Prahalad (2000:484) terdapat empat elemen untuk
mengukur citra, yaitu:
a. Recognition
b. Reputation
c. Affinity
d. Brand Loyalty
4. Keputusan Berkunjung Wisatawan
Fandy Tjiptono (2008: 156) Keputusan berkunjung didasari pada informasi
tentang keunggulan suatu produk yang disusun sehingga menimbulkan rasa
menyenangkan yang akan merubah seseorang untuk melakukan keputusan
berkunjung.
Menurut Kotler (2011:240) ada enam keputusan yang dilakukan oleh
wisatawan, yaitu:
a. Pemilihan Produk/Jasa
b. Pilihan Brand (Merek)
c. Pemilihan Penyalur
d. Waktu kunjungan
e. Jumlah kunjungan
f. Metode Pembayaran

E. Populasi Penelitian
Populasi menurut Kountur (2007: 145) “Populasi merupakan suatu
kumpulan menyeluruh dari suatu objek yang merupakan perhatian peneliti, objek
penelitian dapat berupa makhluk hidup, benda, sistem dan prosedur, fenomena
dan lain-lain”.
Menurut Bintaro (1992:42) populasi dapat diartikan sebagai himpunan
individu atau subyek yang banyaknya terbatas atau tidak terbatas. Menurut
Wardiyanta (2006:19) populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisis yang
Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

32

ciri-cirinya akan diduga. Sedangkan menurut Bungin (2005:99) menjelaskan
populasi merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa manusia,
hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap, hidup dan
sebagainya. Dari beberapa pengertian diatas, daapat disimpulkan bahwa populasi
merupakan jumlah keseluruhan dari objek yang akan diteliti. Maka yang dijadikan
dalam populasi penelitian ini adalah wisatawan Taman Wisata Alam Cimanggu.

F. Sampel Penelitian
Menurut Sugiono (2006:90), sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Agar sampel yang diambil
dapat mewakili populasi, maka menurut Sugiono, sampel yang diambil dari
populasi harus benar-benar mewakili.
Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebagian wisatawan
TWA Cimanggu. Diketahui data kunjungan wisatawan di TWA Cimanggu dari
tahun 2011 sampai tahun 2014 adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1
Jumlah pengunjung Taman Wisata Alam Cimanggu pada tahun 2011 sampai
tahun 2014

2011
2012
2013
2014
Total

140.740
121.056
96.802
78.336
436.934

Sumber: pengelola TWA Cimanggu

Dengan menggunakan rumus Slovin (dalam Husein Umar, 2007: 78),
maka ukuran sampel yang akan dijadikan sebagai sampel responden, adalah
sebagai berikut:
n : Ukuran Sampel
N : Ukuran Populasi
e : Presentasi Kelonggaran Ketidakpastian

n=

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

33

n=
n=

= 99,97=100 orang

Batas kesalahan yang ditolerir untuk setiap populasi tidak sama, ada yang
1%, 2%, 3%, 4%, 5%, atau 10%. Dalam penelitian ini, batas kesalahan yang
ditolerir adalah 10% yang artinya tingkat kepercayaan dalam penelitian ini adalah
90%.
Dalam pemilihan sampel, peneliti akan menggunakan tehnik sampling,
yaitu non probability sampling. Non probability sampling yaitu teknik
pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama pada setiap
anggota populasi untuk terambil sebagai sampel. Cara yang digunakan dalam
tehnik non probability sampling adalah purposive sampling, teknik pengambilan
sampel berdasarkan faktor kesengajaan sesuai dengan persyaratan sampel yang
diperlukan, dalam penelitian ini maka sampelnya adalah wisatawan yang
menginap atau pernah menginap di TWA Cimanggu. Penelitian dengan 100
sampel yang dilakukan di lokasi penelitian yaitu di TWA Cimanggu sebanyak 83
dan sisanya sebanyak 17 kuisioner melalui internet.

G. Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
a. Data kualitatif, berupa hasil wawancara dan observasi di lapangan
tentang pengaruh fasilitas wisata dan citra TWA Cimanggu sebagai
wisata alam terhadap keputusan berkunjung wisatawan ke TWA
Cimanggu.
b. Data kuantitatif, berupa data kunjungan wisatawan yang berkunjung ke
TWA Cimanggu.

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

34

2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berupa :
a. Data primer, yaitu informasi yang bersumber dari pengalaman
penulis langsung ke lokasi penelitian, hasil wawancara.
b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah
jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Biasanya
dalam bentuk publikasi saperti data yang diperoleh dari situs-situs
internet dan data lainnya yang berhubungan langsung dengan objek
yang diteliti. Data sekunder yang digunakan peneliti adalah berupa
artikel-artikel dari internet, teori-teori dari buku yang berkaitan
dengan topik yang akan dibahas, serta data angka kunjungan
wisatawan dari tahun 2011 sampai tahun 2014 dari Pengelola
Taman Wisata Alam Cimanggu.
Tabel 3.2
Jenis dan Sumber Data
Jenis Data
Sumber Data
Dokumen Bagian Tata Usaha TWA
Profil TWA Cimanggu
Cimanggu
Data kunjungan wisatawan ke TWA
Dokumen Bagian Tata Usaha TWA
Cimanggu
Cimanggu
Tanggapan responden mengenai
Kuisioner dari wisatawan TWA
fasilitas wisata di TWA Cimanggu
Cimanggu
Tanggapan responden mengenai citra
Kuisioner dari wisatawan TWA
TWA Cimanggu sebagai wisata alam
Cimanggu
di TWA Cimanggu
Tanggapan responden mengenai
Kuisioner dari wisatawan TWA
keputusan berkunjung wisatawan di
Cimanggu
TWA Cimanggu
Sumber: Olahan Penulis (2015)

3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data primer dan sekunder yang penulis gunakan
dalam penelitian ini adalah:
a. Kuesioner. Kuisioner yang berisikan beberapa pertanyaan yang
berkaitan dengan penelitian dengan menggunakan skala ordinal yaitu
mengurutkan data dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang
paling tinggi atau sebaliknya. Kuisioner ini akan disebarkan sebanyak
100 kepada wisatawan yang menginap di TWA Cimanggu. Untuk
Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

35

penilaian, kuisioner ini menggunakan skala Likert dengan masingmasing bobot penilaian yang akan dijelaskan berikutnya.
b. Wawancara. Teknik ini digunakan untuk mendapatkan informasi data
secara lebih mendalam kepada responden. Dengan mengajukan
beberapa pertanyaan secara langsung kepada wisatawan yang
menginap di TWA Cimanggu. Wawancara akan dilakukan pada
kondisi tertentu saat kuesioner tidak bisa dilakukan. Materi yang
dijadikan sebagai bahan wawancara mengacu pada isi dari kuesioner
yang disebar.
c. Studi literatur (data sekunder), pengumpulan informasi yang
berhubungan dengan teori-teori yang didapatkan dari berbagai sumber
an berbagai alat untuk menunjang variabel-variabel yang diteliti.
Variabel dalam penelitian ini mengenai fasilitas wisata, citra, dan
keputusan berkunjung wisatawan.
Skala likert adalah skala dimana responden diminta untuk memberikan
penilaiannya terhadap beberapa pernyataan atas suatu obyek tertentu. Menurut
Rangkuti (2007:66) dalam skala likert kemungkinan jawaban tidak hanya sekedar
setuju dan tidak setuju melainkan dibuat dengan lebih banyak kemungkinan
jawaban misalnya sebagai berikut:
Sangat setuju

: bobot nilai 5

Setuju

: bobot nilai 4

Cukup setuju

: bobot nilai 3

Tidak setuju

: bobot nilai 2

Sangat tidak setuju

: bobot nilai 1

Sedangkan menurut Istijanto (2009:90), skala likert yaitu meminta
responden menunjukkan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuannya terhadap
serangkaian pernyataan tentang suatu obyek. Skala ini dikembangkan oleh Rensis
Likert dan biasanya memiliki 5 atau 7 kategori dari “sangat setuju” sampai dengan
“sangat tidak setuju”.

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

36

H. Instrumen Penelitian
Menurut Bungin (2005:94), instrumen penelitian adalah perangkat lunak
dari seluruh rangkaian proses pengumpulan data penelitian dilapangan. Instrumen
dalam penelitian kuantitatif dapat berupa test, pedoman wawancara, pedoman
observasi dan kuisioner (Sugiyono, 2012:59). Dalam penelitian ini instrumen
yang digunakan oleh peneliti adalah kuisioner.
I. Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel yang diiteliti dalam penelitian ini meliputi dua macam variabel,
yaitu variabel independent (variabel bebas) dan variabel dependent (variabel
terikat). Menurut Sugiyono (2012: 4), pengertian masing-masing variabel adalah
sebagai berikut:
a. Variabel independentI (X), sering disebut sebagai variabel stimulus,
prediktor, antecedant. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai
variabel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang
mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel
dependent (terikat). Berdasarkan pengertian tersebut, maka yang menjadi
variabel independent dalam penelitian ini adalah, fasilitas wisata (X1),
dan citra (X2).
b. Variabel dependent (Y), sering disebut sebagai variabel output, kriteria,
konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel
terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. Berdasarkan pengertian tersebut,
maka yang menjadi variabel independent dalam penelitian ini adalah,
keputusan berkunjung sebagai variabel Y.
Untuk lebih jelas variabel-variabel tersebut bisa dilihat pada tabel 3.3 dibawah ini:

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

37

Tabel 3.3
Tabel Operasionalisasi Variabel
Variabel (X1)

Sub
Variabel

Fasilitas Wisata
fasilitas wisata
adalah fasilitas

Akomodasi

pendukung kegiatan
wisata seorang
pengunjung harian

Indikator

Skala

No
Item

Keterawatan
cottage di
TWA
Cimanggu

Ordinal

1

Ordinal

2

Ordinal

3

Ordinal

4

Ordinal

5

Kelengkapan
fasilitas cottage
di TWA
Cimanggu
Kenyamanan
cottage di
TWA
Cimanggu
Keamanan
cottage di
TWA
Cimanggu

atau seorang
wisatawan (LawsonBaud
Bovy,1998:246)
Makan dan
Minum

Sanitasi

Keragaman
jenis makanan
di sekitar TWA
Cimanggu
Kebersihan
tempat makan
di sekitar TWA
Cimanggu
Kebersihan
toilet di TWA
Cimanggu
Keberadaan
tempat sampah
di TWA
Cimanggu
Kebersihan di
area sekitar
TWA
Cimanggu
Kebersihan air
panas di TWA
Cimanggu

Ordinal

6

Ordinal

7

Ordinal

8

Ordinal

9

Ordinal

10

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

38

Variabel (X1)

Sub
Variabel

Aksesibilitas

Fasilitas
Aktif

Indikator

Skala

No
Item

Keadaan akses
jalan menuju
lokasi TWA
Cimanggu

Ordinal

11

Kapasitas
tempat parkir
Ordinal
yang disediakan

12

Keragaman
permainan yang
ditawarkan
TWA
Cimanggu

13

Ordinal

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

39

Variabel (X2)

Sub
Variabel

Recognition

Citra

Citra adalah kumpulan
kepercayaan, gagasan dan
impesi yang dimiliki oleh
konsumen terhadap
sesuatu (Hamel dan
Prahalad, 2000:484)

Reputation

Affinity

Brand
Loyalty

Indikator

Skala

No
Item

Pengetahuan
terhadap TWA
Cimanggu sebagai
wisata alam

Ordinal

1

Kesan terhadap
TWA Cimanggu

Ordinal

2

Daya tarik wisata
alam TWA
Cimanggu

Ordinal

3

Pelayanan yang
diberikan oleh
TWA Cimanggu

Ordinal

4

Informasi yang
diberikan oleh
TWA Cimanggu

Ordinal

5

Motivasi untuk
berkunjung
kembali ke TWA
Cimanggu

Ordinal

6

Ordinal

7

Ordinal

8

Kepuasan
berkunjung ke
TWA Cimanggu
Merekomendasikan
TWA Cimanggu
kepada orang lain

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

40

Variabel (Y)

Sub
Variabel

Berdasarkan
Produk/Jasa

Keputusan
Berkunjung
(Menurut Kotler
(2011:240) ada enam
keputusan yang
dilakukan oleh
wisatawan, yaitu
berdasarkan
produk/jasa,
berdasarkan harga,
waktu kunjungan,
jumlah kunjungan,
pemilihan brand, dan
metode pembayaran)

Indikator
Kunjungan
wisatawan
karena air
panas alami
TWA
Cimanggu
Keunggulan air
panas alami
TWA
Cimanggu
sebagai wisata
alam
dibandingkan
tempat lain
Pelayanan yang
diberikan TWA
Cimanggu

Berdasarkan
Harga

Waktu
Kunjungan

Jumlah
Kunjungan
Pemilihan
Merek

Kunjungan
berdasarkan
banyaknya
aktivitas yang
ditawarkan
Kesesuaian
harga yang
diberikan
dengan
pelayanan oleh
TWA
Cimanggu
Kunjungan
pada saat hari
kerja
Kunjungan
pada saat hari
libur
Jumlah
kunjungan
dalam setahun
Kunjungan
berdasarkan
kepopuleran
TWA
Cimanggu

Skala

No
Item

Ordinal

1

Ordinal

2

Ordinal

3

Ordinal

4

Ordinal

5

Ordinal

6

Ordinal

7

Ordinal

8

Ordinal

9

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

41

J. Teknik Pengujian Data Validitas dan Reliabilitas
1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan dari suatu
instrumen. Dalam penelitian, data yang mempunyai kedudukan paling tinggi
karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan fungsinya
sebagai pembentukan hipotesis. Oleh karena itu benar tidaknya data sangat
menentukan mutu hasil penelitian. Sedangkan benar tidaknya data tergantung
dari baik tidaknya instrumen pengumpulan data. Instrumen yang baik harus
memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliable. Menurut Sugiono
(2009:172) menjelaskan instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan
untuk mendapatkan data itu valid, valid berarti instrumen tersebut dapat
digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Keputusan pengujian
validitas item instrumen adalah sebagai berikut:
a. Item pertanyaan yang diteliti dikatakan valid jika rhitung > rtabel.
b. Item pertanyaan yang diteliti dikatakan tidak valid jika rhitung < rtabel.
Adapun formula yang digunakan untuk perhitungan uji validitas dalam
penelitian ini menggunakan rumus product moment dari Karl Pearson sebagai
berikut:

Keterangan:
r

= Koefisien korelasi uji validitas

X

= Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item

Y

= Skor total yang diperoleh dari seluruh item

∑X

= Jumlah skor dalam distribusi X

∑Y

= Jumlah skor dalam distribusi Y

∑X2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi X
∑Y2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y
N

= Banyaknya responden

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

42

2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan bahwa suatu
instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan
data karena instrumen tersebut sudah baik. Jika instrumen dapat dipercaya
maka data yang dihasilkan oleh instrumen tersebut dapat dipercaya (Husen
Umar, 2008:170). Selain itu, menurut Sujarweni dan Endrayanto (2012:186)
mengartikan uji reliabilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi
responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk
pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu
bentuk kuisioner. Uji reliabilitas dapat dilakukan secara bersama-sama
terhadap seluruh butir pernyataan-pernyataan. Kaplan menyatakan “it has been
suggested that realibility estimates in the range of 0.7 to 0.8 are good enough
for most purposes in basic research” Robert M. Kaplan & Dennis P.
(1993:126)
Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa: kelompok item dalam suatu
dimensi dinyatakan realibilitas jika koefisien realibilitasnya tidak lebih rendah
dari 0.7.
Menurut kriteria Guilford (1956), koefisien realibilitas telah dihitung,
maka untuk menentukan keeratan hubungan, yaitu:
a. > 0.20

:Hubungan yang sangat kecil dan bisa diabaikan

b. 0.20 - < 0.40 : Hubungan yang kecil (tidak erat)
c. 0.40 - < 0.70 : Hubungan yang cukup erat
d. 0.70 - < 0,90 : Hubungan yang erat (reliabel)
e. 0.90 – < 1.00 :Hubungan yang sangat erat (sangat reliabel)
f. 1.00

: Hubungan yang sangat erat

K. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS versi 16 for
windows, maka diperoleh hasil pengujian validitas dan reliabilitas dari item-item
pernyataan yang diajukan oleh peneliti. Hasil pengujian validitas dan reliabilitas
ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

43

Tabel 3.4.
Hasil Uji Validitas

No

Pertanyaan

Nilai r hitung

Nilai r tabel

Keterangan

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

Fasilitas Wisata
Akomodasi
1
2
3
4

5
6

7
8
9
10

11
12

13

Keterawatan cottage di TWA
Cimanggu

1

Kelengkapan fasilitas cottage
0.888
di TWA Cimanggu
Kenyamanan cottage di TWA
0.571
Cimanggu
Keamanan cottage di TWA
0.488
Cimanggu
Makan dan Minum
Keragaman jenis makanan di
0.520
sekitar TWA Cimanggu
Kebersihan tempat makan di
0.636
sekitar TWA Cimanggu
Sanitasi
Kebersihan toilet di TWA
0.422
Cimanggu
Keberadaan tempat sampah di
0.507
TWA Cimanggu
Kebersihan di sekitar area
0.398
TWA Cimanggu
Kebersihan air panas di TWA
0.664
Cimanggu
Aksesibilitas
Keadaan jalan menuju lokasi
0.627
TWA Cimanggu
Kapasitas tempat parkir yang
0.421
disediakan
Fasilitas Aktif
Keragaman aktivitas yang
0.481
ditawarkan TWA Cimanggu
Citra
Recognition

14

Pengetahuan terhadap TWA
Cimanggu sebagai wisata alam

0.882

0.361

Valid

15

Kesan terhadap TWA Cimanggu

0.529

0.361

Valid

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

44

Reputation
16

17
18

19
20
21

22

23

24
25

26

27
28
29

30

Daya tarik wisata alam TWA
Cimanggu

0.687

Affinity
Pelayanan yang diberikan oleh
0.556
TWA Cimanggu
Informasi yang diberikan oleh
0.532
TWA Cimanggu
Brand Loyalty
Motivasi untuk berkunjung
0.398
kembali ke TWA Cimanggu
Kepuasan berkunjung ke TWA
0.670
Cimanggu
Merekomendasikan
TWA
0.362
Cimanggu kepada orang lain
Keputusan Berkunjung
Berdasarkan Produk/Jasa
Kunjungan wisatawan karena
air
panas
alami
TWA
0.364
Cimanggu
Keunggulan air panas alami
TWA
Cimanggu
sebagai
0.557
wisata alam dibandingkan
tempat lain
Pelayanan yang diberikan
0.369
TWA Cimanggu
Kunjungan
berdasarkan
banyaknya
aktivitas
yang
0.607
ditawarkan
Berdasarkan Harga
Kesesuaian
harga
yang
ditawarkan dengan pelayanan
0.471
yang diberikan oleh TWA
Cimanggu
Waktu Kunjungan
Kunjungan pada saat hari kerja
0.659
Kunjungan pada saat hari libur
0.632
Jumlah Kunjungan
Jumlah
kunjungan
dalam
0.588
setahun
Pemilihan Merk
Kunjungan
berdasarkan
0.604
kepopuleran TWA Cimanggu

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

0.361
0.361

Valid
Valid

0.361

Valid

0.361

Valid

Sumber: Olahan Peneliti 2015

Berdasarkan tabel 3.4 diketahui bahwa syarat suatu instrumen dinyatakan
valid jika rhitung > rtabel dan item pernyataan dinyatakan tidak valid jika rhitung <
Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

45

rtabel. Melihat data yang tertera pada tabel 3.4 menunjukkan bahwa semua point
pernyataan dinyatakan valid karena skor rhitung lebih besar dari rtabel.
Tabel 3.5.
Hasil Uji Realibilitas

No
Pernyataan
1 Fasilitas Wisata
2 Citra
3 Keputusan Berkunjung

Nilai r hitung
0.907
0.825
0.904

Nilai r table
0.7
0.7
0.7

Keterangan
Reliabel
Reliabel
Reliabel

Sumber : Olahan Peneliti 2015

Berdasarkan tabel 3.5 diketahui bahwa syarat suatu instrumen dinyatakan
reliable jika nilai alpha > 0.7. Melihat data yang tertera pada tabel 3.5
menunjukkan bahwa semua point pernyataan yang diajukan peneliti dinilai
reliable karena nilai alpha lebih besar dari 0.7.

L. Rancangan Analisis Data
Menurut Wardiyanta (2006:38-40) kegiatan analisis data meliputi rangkaian
kegiatan sebagai berikut: mengedit data, mengkode data dan mengolah data.
1. Mengedit data
Mengedit data adalah kegiatan memperbaiki kualitas data. Tujuannya adalah
menghilangkan keraguan akan kebenaran yang mungkin timbul setelah
membaca data tersebut. Kegiatan editing mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Pemeriksaan mengenai kelengkapan data. Misalnya dari daftar
pernyataan/pertanyaan yang berhasil diambil kembali terdapat banyak
jawaban yang tidak ada jawabannya atau bertentangan dalam jawaban
satu responden.
b. Pemeriksaan mengenai keseragaman ukuran data. Data harus dicatat
dalam satuan-satuan yang seragam untuk mempermudah olahan data.
2. Mengkode data
Mengkode data adalah upaya mengklasifikasikan jawaban responden menurut
macamnya kedalam kategori-kategori tertentu untuk dapat mengkode data
dengan cermat langkah pertama mempelajari jawaban responden kemudian
memutuskan perlu tidaknya jawaban tersebut dikategorikan terlebih dahulu.
Selanjutnya memberi kodepada jawaban yang ada sesuai dengan kategori yang
telah ditentukan.
Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

46

3. Mengolah data
Mengolah data merupakan tahapan yang snagat penting dan menentukan
keberhasilan penelitian.pada tahap ini data diolah sedemikian rupa sehingga
diperoleh kesimpulan berupa kebenaran-kebenaran yang dapat digunakan atas
permasalahan-permasalahan yang diajukan dalam penelitian.

M. Analisis Data Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang bersifat
kualitatif serta digunakan untuk melihat faktor penyebab. Dalam penelitian ini,
analisis

deskriptif

digunakan

untuk

mendeskripsikan

variabel-variabel

penelitian yaitu:
1. Analisis deskripsi tanggapan responden mengenai fasilitas wisata di TWA
Cimanggu.
2. Analisis deskripsi tanggapan responden mengenai citra TWA Cimanngu
sebagai wisata alam.
3. Analisis deskripsi tanggapan responden mengenai keputusan berkunjung
wisatawan ke TWA Cimanggu
Adapun rumus perhitungan garis kontinum adalah:
Skor total = hasil keseluruhan dari item pertanyaan
Nilai indeks maksimum
(nilai tertinggi kategori pertanyaan × jumlah item pertanyaan × jumlah
responden)
Nilai indeks minimum
(nilai terendah kategori pertanyaan × jumlah item pertanyaan × jumlah
responden)
Jarak interval
(nilai maksimum – nilai minimum) : kategori pertanyaan
Presentase skor
([total skor] : nilai maksimum) × 100%
Tidak Baik

Kurang Baik

Cukup Baik

Baik

Sangat Baik

Sumber: Sugiyono (2012)
Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

47

N. Analisis Data Verifikatif
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi
linier berganda. Teknik regresi linier berganda hanya dapat dilakukan apabila
jumlah variabel bebasnya minimal sebanyak dua variabel. Penelitian ini
menggunakan data ordinal seperti dijelaskan dalam operasional variabel
sebelumnya, oleh karen aitu semua data ordinal yang terkumpul, terlebih
dahulu harus ditransformasi menjadi skala interval atau Method of Successive
Interval (MSI).

O. Transformasi Data Ordinal Menjadi Data Interval
Salah satu asumsi yang mendasari analisis regresi adalah skala data yang
digunakan minimal dengan skala interval. Sedangkan data yang diperoleh
dalam penelitian ini adalah data yang berskala ordinal sehingga data tidak
langsung dapat dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik. Oleh
karena itu data ordinal tersebut harus ditingkatkan (ditransformasikan) terlebih
dahulu dengan menggunakan Metode Successive Interval (MSI). Langkahlangkah di dalam Metode Successive Interval (MSI) menurut Riduwan
(2007:30) adalah sebagai berikut:
1. Pertama perhatikan setiap butir jawaban responden dari angket yang
disebarkan.
2. Pada setiap butir ditentukan berapa orang yang mendapatkan skor 1,2,3,
dan 4 yang disebut sebagai frekuensi.
3. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya
disebut proporsi.
4. Tentukan nilai proporsi kumulatif dengan jelas menjumlahkan nilai
proporsi secara berurutan perkolom skor.
5. Gunakan tabel distribusi normal, hitung nilai Z untuk setiap proporsi
kumulatif yang diperoleh.
6. Tentukan nilai tinggi densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh
(dengan menggunakan tabel tinggi densitas).
7. Tentukan nilai skala dengan menggunakan rumus:

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

48

Dimana:
Mean of Interval

: Rata-rata interval

Densityat Lower Limit

:

: Kepadatan batas bawah

Densityat Upper Limit

:

: Kepadatan batas atas

Area Under Upper Limit : Daerah di bawah atas
Area Under Lower Limit : Daerah di bawah atas bawah
8. Tentukan nilai transformasi dengan rumus: Y = NS + {1 +[NS min]}

P. Uji Asumsi Klasik
Menurut Nugroho (2005:36-40) teknik analisis regresi linier berganda
digunakan dengan prosedur kerja sebagai berikut:
1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil
berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Model regresi yang baik
adalah berdistribusi normal atau mendekati normal. Jika data tidak
mengikuti pola sebaran distribusi normal, maka akan diperoleh taksiran
yang bias. Pengujian normalitas dilakukan melalui tes KolmogorovSmirnov koreksi Lilliefors dengan rumus sebagai berikut:
SN(Xi) =

D=
Dimana:

Fo (X) : fungsi distribusi komulatif yang ditentukan
SN (X) : distribusi frekuensi komulatif yang diobservasi dari suatu
random dengan N observasi
i

: 1,2,..........N

Adapun kriteria Uji: Jika nilai probabilitas > 0.05 maka distribusi
normal dan jika probabilitas < 0.05 maka distribusi tidak normal. Uji
normalitas ini menggunakan bantuan software SPSS ver.16 for windows dan
diperoleh hasilnya sebagai berikut:

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

49

Tabel 3.6
Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Predicted Value
N

100

Normal Parametersa Mean
Std. Deviation

24.8843800
4.46576503

Most Extreme

Absolute

.076

Differences

Positive

.063

Negative

-.076

Kolmogorov-Smirnov Z

.755

Asymp. Sig. (2-tailed)

.619

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Hasil Pengelohan Data,2015

Berdasarkan kriteria uji normalitas yaitu jika p-value > 0.05 maka
data tersebut berdistribusi normal dan jika p-value < 0.05 maka data
tersebut tidak berdistribusi normal. Data yang tertera pada tabel 3.6.
diketahui bahwa data pada penelitian ini berdistribusi normal karena nilai
p-value (asymp.sig. 0.619) lebih dari 0.05. Maka dari itu, data tersebut
dapat digunakn karena variabel residu berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk melihat ada atau tidaknya
korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model
regresi linier berganda. Jika ada korelasi yang tinggi diantara variabelvariabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel
terikatnya menjadi terganggu. Uji multikolinearitas dilakukan dengan
melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Apabila nilai
tolerance lebih tinggi daripada 0,01 atau VIF lebih kecil daripada 10 maka
dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas. Nilai tolerance (a) dan
variance inflation factor (VIF) dapat dicari sebagai berikut:
a. Besar nilai tolerance (a): a = 1 / VIF
b. Besar nilai variance inflation factor (VIF): VIF = 1 / a
Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

50

Hasil pengolahan data multikolinearitas dengan menggunakan SPSS
ver.16 disajjikan pada tabeel 3.7.
Tabel 3.7.
Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model
1

Tolerance

VIF

Fasilitas Wisata

.241

4.148

Citra

.241

4.148

a. Dependent Variable: Keputusan Berkunjung

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2015
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 3.7. untuk menguji
terjadi atau tidaknya multikolinieritas dapat melihat nilai tolerance dan
nilai VIF pada masing-masing variabel bebas. Diketahui nilai tolerance
X1, X2 adalah 0,241 dan nilai VIF X1, X2 adalah 4.148. Ini artinya nilai
tolerance yang diperoleh lebih dari 0,10 dan nilai VIF pada kedua variabel
bebas kurang dari 10. Maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa diantara
variabel bebas tersebut tidak terjadi multikolinieritas.

3. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Glejser bertujuan
untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu
pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang memenuhi
persyaratan adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Adapun dasar
pengambilan uji heteroskedastisitas adalah sebagai berikut:
a. Ho: tidak terjadi heteroskedastisitas jika p-value > 0,05
b. Ha: terjadi heteroskedastisitas jika p-value < 0,05
Berkaitan dengan hasil pengolahan uji heteroskedastisitas dengan
menggunakan bantuan software SPSS ver.16 dapat dilihat pada tabel 3.8

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

51

Tabel 3.8
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

B
(Constant)

Std. Error

1,937E-014

1.425

.000

.090

.000

.088

Fasilitas
Wisata
Citra

Coefficients
Beta

T

Sig.
.000

1.000

.000

0.000

1.000

.000

.000

1.000

a. Dependent Variable: abresid

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015
Berdasarkan hasil pengolahan data SPSS ver.16 pada tabel 3.8. dapat
diketahui bahwa nilai p-value (sig.) untuk variabel fasilitas wisata dan citra
adalah sebesar 1,000. Karena nilai p-value > 0,05 maka Ho diterima dan Ha
ditolah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak terjadi
heteroskedastisitas.
Q. Uji Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional
ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen
(Sugiyono, 2010:277). Untuk membuat ramalan malalui regresi maka digunakan
persamaan sebagai berikut:
Y = a + bx (Sugiyono, 2010:289)
Keterangan :
Y = subyek/nilai dalam variabel dependen yang diprediksikan. Keputusan
berkunjung = Y
a = Konstanta
b =Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka
peningkatan ataupun penurunan variabel independen yang didasarkan
pada variabel independen. Jika b (+) maka naik dan jika b (-) maka
terjadi penurunan

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

52

X = subyek pada variabel independen yang mempunyai nilia tertentu. X =
fasilitas wisata dan citra

R. Uji Hipotesis
Uji hipotesis digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk
mengetahui adanya pengaruh antara variabel fasilitas wisata (X1) dan citra
(X2) terhadap variabel keputusan berkunjung (Y). Pada penelitian ini,
pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis uji F, uji t
dan uji koefisien determinasi yaitu sebagai berikut:
1. Uji F
Uji F adalah uji simultan untuk melihatpengaruh variabel-variabel
fasilitas wisata (X1) dan citra (X2) terhadap variabel keputusan
berkunjung (Y). Tujuan dari uji F ini adalah untuk model kelayakan.
Persamaan untuk uji F adalah sebagai berikut:

(Sugiyono,2013:235)
Keterangan:
R = korelasi ganda
K = variabel independen
n = jumlah sampel
Adapun hipotesis yang akan diuji F adalah sebagai berikut:
a. Ho: tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas wisata
(X1) dan citra (X2) terhadap keputusan berkunjung (Y)
b. Ha: terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas wisata (X1)
dan citra (X2) terhadap keputusan berkunjung (Y)
Selanjutnya menurut Sugiyono (2013:235) bahwa hasil dari
rumus tersebut dibandingkan dengan hasil F tabel dengan dk (derajat
kebebasan) pembilang = k dan dk penyebut = (n- k-1) dengan taraf
signifikansi 5% atau 0,05 maka dihasilkan kriteria penolakan sebagai
berikut:

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

53

a. Jika Fh > Ft maka Ho ditolak dan Ha diterima.
b. Jika Fh ≤ Ft maka Ho diterima dan Ha ditolak.
2. Uji t
Uji t adalah uji parsial yang digunakan untuk melihat ada atau
tidaknya pengaruh antara variabel fasilitas wisata (X1) dan citra (X2)
terhadap keputusan berkunjung (Y). Persamaan rumus uji t adalah
sebagai berikut:

Keterangan:
r = koefisien korelasi
n = jumlah sampel yang diteliti
Adapun hipotesis yang akan diuji pada penelitian ini adalah sebagai
berikut:
a. Ho1 : β1 = o Fasilitas wisata (X1) tidak berpengaruh signifikan
terhadap Keputusan berkunjung wisatawan (Y)
Ho1 : β1 ≠ o Fasilitas wisata (X1) berpengaruh signifikan
terhadap Keputusan berkunjung wisatawan (Y)
b. Ha2 : β2 = o Citra (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap
Keputusan berkunjung wisatawan (Y)
Ha2 : β2 ≠ o Citra (X2) berpengaruh signifikan terhadap
Keputusan berkunjung wisatawan (Y)
Berikutnya Sugiyono (2013:231) menyatakan kriteria penolakan
hipotesisnya yaitu jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima,
jika thitung < ttable maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan tingkat
signifikansi 5% atau sebesar 0,05 dan uji dua pihak serta derajat kebebasan
(dk) = n-2-1.

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

54

3. Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya
pengaruh yang disambungkan oleh variabel fasilitas wisata (X1) dan citra
(X2) terhadap keputusan berkunjung (Y). Rumus persamaannya adalah
sebagai berikut:
KD = r2 x 100
(Riduwan,2012:218)

Tabel 3.9
Pedoman Koefisien Determinasi
Interval Koefisien

Tingkat Pengaruh

0% - 19,99%

Sangat Lemah

20% - 39,99%

Lemah

40% - 59,99%

Sedang

60% - 79,99%

Kuat

80% - 100%

Sangat Kuat

Sumber: Sugiyono (2012)

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya serta pembahasan yang
disertai dengan teori-teori mengenai fasilitas wisata dan citra terhadap keputusan
berkunjung, maka diperoleh simpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa fasilitas wisata yang
ditawarkan oleh pihak TWA Cimanggu cukup baik, hal tersebut dilihat
dari beberapa indikator seperti akomodasi yang cukup baik, makan dan
minum yang cukup baik dan ditunjang dengan sanitasi yang cukup baik
juga, kemudian aksesibilitasnya yang mudah dijangkau dan aktivitasnya
yang cukup beragam.
2. Berdasarkan hasil penelitian mengenai citra TWA Cimanggu sebagai
wisata alam, responden merasa cukup baik terhadap citra TWA Cimanggu
sebagai wisata alam, hal tersebut dilihat dari beberapa indikator seperti
recognition yang setuju bahwa TWA Cimanggu sebagai wisata alam dan
kesan terhadap TWA Cimanggu sangat baik, reputation yang setuju pula
bahwa TWA Cimanggu mempunyai daya tarik wisata alam yang menarik,
affinity yang cukup baik dan brand loyalty yang cukup baik.
3. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa wisatawan mempunyai
keputusan berkunjung yang cukup baik. Hal tersebut dilihat dari beberapa
indikator seperti produk/jasa yang cukup setuju bahwa TWA Cimanggu
unggul dengan air panasnya yang alami, harganya yang cukup terjangkau,
waktu kunjungannya yang cukup pula, jumlah kunjungan yang setuju
bahwa TWA Cimanggu dikunjungi lebih dari 1 kali dalam setahun, dan
pemilihan merek yang cukup baik.
4. Fasilitas wisata memberikan pengaruh positif terhadap keputusan
berkunjung wisatawan sebesar 20%, sedangkan sisanya 80% merupakan
pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti.

Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

103

5. Citra TWA Cimanggu sebagai wisata alam memberikan pengaruh positif
terhadap keputusan berkunjung wisatawan sebesar 36,8%, sedangkan
sisanya 63,2% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti.
6. Berdasarkan penelitian dengan menggunakan uji koefisien determinasi
diketahui bahwa fasilitas wisata dan citra memberikan pengaruh positif
terhadap keputusan berkunjung sebesar 56,8%, sedangkan sisanya 43,2%
merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka penulis menyarankan
beberapa hal mengenai pengaruh fasilitas wisata dan citra TWA Cimanggu
sebagai wisata alam terhadap keputusan berkunjung wisatawan adalah:
1. Untuk meningkatkan pengembangan dari aktivitas yang ada di TWA
Cimanggu tersebut seperti diadakannya terapi untuk wisatawan yang ingin
menyembuhkan penyakitnya. Sehingga wisatawan tidak merasa jenuh
berkunjung ke TWA Cimanggu, dengan adanya aktivitas yang beragam
maka kunjungan wisatawan pun akan meningkat dan bisa meningkatkan
pendapatan pula bagi TWA Cimanggu sendiri maupun bagi masyarakat
yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan aktivitas tersebut.
2. Untuk menjaga reputation TWA Cimanggu sebagai wisata alam, maka
harus lebih ditingkatkan lagi dengan menjaga TWA Cimanggu sebagai
wisata alam yang memanfaatkan alam sebagai daya tarik utamanya,
dengan ditambahkannya tempat duduk dibawah pepohonan yang rindang
untuk tempat bersantai bagi wisatawan yang berkunjung ke TWA
Cimanggu.
3. Harga yang ditawarkan oleh TWA Cimanggu harus sesuai dengan
pelayanan yang diberikan oleh pihak TWA Cimanggu, maka sebaiknya
pelayanan di TWA Cimanggu lebih ditingkatkan lagi baik dari
keramahtamahan staffnya maupun dari cara berpenampilan yang rapi dan
bersih agar wisatawan merasa senang dilayani dengan baik oleh pihak
TWA Cimanggu sehingga bisa meningkatkan kembali kunjungan
wisatawan ke TWA Cimanggu.
Yupianti Oktora Rusbandi, 2015
PENGARUH FASILITAS WISATA DAN CITRA TAMAN WISATA ALAM CIMANGGU SEBAGAI
WISATA ALAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2722 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 706 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 592 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 392 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 530 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 898 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 814 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 495 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 738 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 886 23