Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) Pada Bank Bni Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (Studi Pada PT. BNI 46 Kantor Cabang Universitas Sumatera Utara)

PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA
BANK BNI SEBAGAI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)
(STUDI PADA PT. BNI 46 KANTOR CABANG UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA)
SKRIPSI
Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dalam memenuhi syarat-syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Hukum

OLEH:
SONTI YULYANDA S.B
NIM: 060200124
DEPARTEMEN HUKUM KEPERDATAAN
PROGRAM KEKHUSUSAN HUKUM PERDATA DAGANG

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA
BANK BNI SEBAGAI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)
(STUDI PADA PT. BNI 46 KANTOR CABANG UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA)
SKRIPSI
Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dalam memenuhi syarat-syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Hukum

OLEH:
SONTI YULYANDA S.B
NIM: 060200124
DISETUJUI OLEH:
KETUA DEPARTEMEN HUKUM PERDATA

Prof. Dr. Tan Kamello, S.H, M.S
NIP. 196204211988031004

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Puspa Melati Hsb, SH. M. Hum
NIP. 196801281994032001

Prof. Dr. Tan Kamello, S.H, M.S
NIP. 196204211988031004

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih
dan penyertaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai
salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi ini adalah “PENERAPAN
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA BANK BNI
SEBAGAI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) (STUDI PADA PT.
BNI 46 KANTOR CABANG UNIVERSITAS SUMATERA UTARA)”.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan
yang sebesar-besarnya kepada Ayahanda Sontang Sidabutar, Ibunda Ramatio
Sitompul, yang telah membesarkan dan mendidik saya tanpa pamrih sehingga saat
ini saya mampu menyelesaikan perkuliahan saya di Universitas Sumatera Utara.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapat bantuan dari
berbagai pihak sehinggapada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan rasa
terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Runtung, SH, M.Hum selaku Dekan Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, SH, M.H selaku Pembantu Dekan I Fakultas
Hukum Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Syafruddin Hasibuan, SH, M.H, DFM selaku Pembantu Dekan II
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

4. Bapak Muhammad Husni, SH M.Hum selaku Pembantu Dekan III
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Prof. Dr. Tan Kamello, S.H, M.S selaku Ketua Departemen Hukum
Perdata fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan sekaligus selaku
Dosen Pembimbing I yang berkenan membantu dan memperhatikan
Mahasiswa Hukum Perdata.
6. Ibu Puspa Melati Hsb, SH. M. Hum selaku Dosen Pembimbing II yang
banyak menuntun penulis dari awal sampai akhir pembuatan skripsi yang
dengan kesabaran menuntun penulis dalam penulisan skripsi ini sehingga
skripsi ini dapat selesai.
7. Ibu Nurmalawaty, SH. M. Hum selaku Dosen Penasehat Akademik selama
perkuliahan.
8. Bapak dan Ibu Dosen pengajar Fakultas HukumUniversitas Sumatera
Utara yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
9. Seluruh Pegawai Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
10. Teman-teman seperjuangan stambuk 2006 dan juga semua pihak yang
telah membantu penulisan skripsi ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan yang berlipat ganda
atas semua kebaikan yang telah diberikan.
Dalam menyelesaikan skripsi in, penulis menyadari sepenuhnya bahwa
tulisan ini masih banyak kekurangan baik dari struktur bahasa, maupun teknik
penyajiannya, ini semua karena keterbatasan ilmu dan kemampuan yang ada pada
penulis.

Universitas Sumatera Utara

Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang sehat yang bersifat membangun demi kesempurnaan isi
skripsi ini, namun demikian penulis berharap agar laporan ini dapat bermanfaat
bagi penulis sendiri maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Medan,

Maret 2010

Penulis

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................ iv
ABSTRAK ................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Perumusan Masalah ..................................................................... 8
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan ..................................................... 8
D. Keaslian Penulisan....................................................................... 9
E. Tinjauan Kepustakaan ................................................................. 10
F. Metode Penulisan ........................................................................ 13
G. Sistematika Penulsan ................................................................... 15
BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR)
A. Sejarah Perkembangan Corporate Social Responsibility (CSR) .... 17
B. Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)....................... 23
C. Model Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) ......... 27
D. Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) ........................... 29
E. Pengaturan Hukum Mengenai Corporate Social Responsibility
(CSR) .......................................................................................... 40
BAB III TINJAUAN UMUM MENGENAI BADAN USAHA MILIK
NEGARA (BUMN)

Universitas Sumatera Utara

A. Pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ......................... 54
B. Bentuk-bentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ................... 55
a.

Perusahaan Perseroan (Persero)............................................. 55

b. Perusahaan Umum (Perum) ................................................... 59
C. Maksud dan Tujuan Pendirian Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) ...................................................................................... 63
D. Pengaturan Hukum Mengenai Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) ...................................................................................... 65
E. PT. Bank BNI 46 sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara.. 68
BAB IV PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
PADA PT. BNI 46 Tbk
A. Deskripsi tentang PT. BNI 46 Tbk ............................................... 72
B. Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) yang
diterapkan PT. BNI 46 Tbk .......................................................... 78
C. Manfaat Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) PT.
BNI 46 Tbk ................................................................................. 84
D. Kendala dalam Penerapan Corporate Social Responsibility
(CSR) PT. BNI 46 Tbk ................................................................ 86
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ................................................................................. 88
B. Saran ........................................................................................... 89
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... vii
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penerapan Corporate Social Responsibility pada Bank BNI sebagai badan Usaha
Milik Negara (BUMN)

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan salah satu pelaku
ekonomi dalam sistem perekonomian nasional, disamping usaha swasta dan
koperasi serta melaksanakan peran saling mendukung berdasarkan demokrasi
ekonomi. BUMN tidak hanya dituntut kemampuannya dalam mencari profit/
keuntungan saja, tetapi BUMN juga memiliki tanggung jawab memberikan
bimbingan bantuan secara aktif kepada karyawan, pengusaha golangan lemah,
koperasi, masyarakat dan juga dalam hal kegiatan pelestarian lingkungan.
Tanggung Jawab BUMN ini dilakukan melalui Program Corporate Social
Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial korporat. Pelaksanaan
Corporate Social Respnsibility (CSR) dapat dilakukan terhadap masyarakat
sekitar, karyawan perusahaan dan lingkungan hidup. Pelaksanaan Corporate
Social Responsibility (CSR) tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat sekitar
perusahaan dan lingkungan saja tetapi juga bermanfaat bagi perusahaan tersebut
dalam hal ini PT. BNI 46 Tbk. Dalam pelaksanaan Corporate Social Respnsibility
(CSR) perusahaan juga mendapatkan kendala yaitu kurang tegasnya peraturan
yang mengatur tentang Corporate Social Respnsibility (CSR).
Metode yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah dengan cara
pengumpulan data dengan penelitian kepustakaan (Library Research) yang
dilakukan dengan menelusuri kepustakaan berdasarkan sumber-sumber bacaan
seperti : Buku-buku, Literatur, Perundang-undangan yang berhubungan dengan
topik selain itu juga penelitian lapangan (Field Research) dengan melakukan
penelitian lapangan untuk mencari dan mengumpulkan bahan-bahan yang aktual
dari PT. BNI 46 Tbk.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pelaksanaan Corporate Social
Responsibility (CSR) PT.BNI 46 Tbk dilakukan terhadap masyarakat, karyawan
dan juga lingkungan hidup. Dimana pelaksanaan Corporate Social Responsibility
(CSR) PT.BNI 46 Tbk tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat saja tetapi juga
bagi PT.BNI 46 Tbk walaupun dalam pelaksanaannya ditemukan kendalakendala yang dapat menghambat pelaksanaan Corporate Social Responsibility.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penerapan Corporate Social Responsibility pada Bank BNI sebagai badan Usaha
Milik Negara (BUMN)

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan salah satu pelaku
ekonomi dalam sistem perekonomian nasional, disamping usaha swasta dan
koperasi serta melaksanakan peran saling mendukung berdasarkan demokrasi
ekonomi. BUMN tidak hanya dituntut kemampuannya dalam mencari profit/
keuntungan saja, tetapi BUMN juga memiliki tanggung jawab memberikan
bimbingan bantuan secara aktif kepada karyawan, pengusaha golangan lemah,
koperasi, masyarakat dan juga dalam hal kegiatan pelestarian lingkungan.
Tanggung Jawab BUMN ini dilakukan melalui Program Corporate Social
Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial korporat. Pelaksanaan
Corporate Social Respnsibility (CSR) dapat dilakukan terhadap masyarakat
sekitar, karyawan perusahaan dan lingkungan hidup. Pelaksanaan Corporate
Social Responsibility (CSR) tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat sekitar
perusahaan dan lingkungan saja tetapi juga bermanfaat bagi perusahaan tersebut
dalam hal ini PT. BNI 46 Tbk. Dalam pelaksanaan Corporate Social Respnsibility
(CSR) perusahaan juga mendapatkan kendala yaitu kurang tegasnya peraturan
yang mengatur tentang Corporate Social Respnsibility (CSR).
Metode yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah dengan cara
pengumpulan data dengan penelitian kepustakaan (Library Research) yang
dilakukan dengan menelusuri kepustakaan berdasarkan sumber-sumber bacaan
seperti : Buku-buku, Literatur, Perundang-undangan yang berhubungan dengan
topik selain itu juga penelitian lapangan (Field Research) dengan melakukan
penelitian lapangan untuk mencari dan mengumpulkan bahan-bahan yang aktual
dari PT. BNI 46 Tbk.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pelaksanaan Corporate Social
Responsibility (CSR) PT.BNI 46 Tbk dilakukan terhadap masyarakat, karyawan
dan juga lingkungan hidup. Dimana pelaksanaan Corporate Social Responsibility
(CSR) PT.BNI 46 Tbk tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat saja tetapi juga
bagi PT.BNI 46 Tbk walaupun dalam pelaksanaannya ditemukan kendalakendala yang dapat menghambat pelaksanaan Corporate Social Responsibility.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD 1945) merupakan
landasan konstitusi negara Indonesia. Melalui UUD 1945 pula secara jelas para
founding father merumuskan falsafah dan prinsip ekonomi yang menjadi landasan
ekonomi Indonesia. Mengenai sistem ekonomi negara Indonesia, dapat dilihat
dalam Bab XIV UUD 1945 yang berjudul “Kesejahteraan Sosial”, khususnya
Pasal 33 UUD 1954. 1
Dalam Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945, secara jelas menerangkan
bahwa cabang-cabang produksi yang penting yang menguasai hajat hidup orang
banyak serta bumi, air dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh
negara, dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam
pengertian diatas, secara jelas Indonesia menyatakan dirinya sebagai negara
kesejahteraan (welfare state), dimana kesejahteraan rakyat merupakan tujuan
utama dari pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara. 2
Indonesia dirasa perlu untuk meningkatkan penguasaan seluruh kekuatan
ekonomi nasional baik melalui regulasi sektoral maupun melalui kepemilikan
Negara terhadap unit-unit usaha tertentu dengan maksud untuk memberikan
manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Badan Usaha Milik

1
2

http://www.sinarharapan.co.id/berta/, terakhit kali diakses tanngal 18 Januari 2010.
Pasal 33 ayat (2), (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Universitas Sumatera Utara

Negara (BUMN) yang seluruh atau sebagian besar modalnya berasal dari
kekayaan negara yang dipisahkan, merupakan salah satu pelaku ekonomi dalam
sistem perekonomian nasional, disamping usaha swasta dan koperasi serta
melaksanakan peran saling mendukung berdasarkan demokrasi ekonomi. 3
Dalam sistem perekonomian nasional, BUMN ikut berperan menghasilkan
barang dan/atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya
kemakmuran masyarat. Peran BUMN dirasakan semakin penting sebagai pelopor
dan perintis dalam sektor usaha yang belum diminati oleh swasta. Di samping itu,
BUMN juga mempunyai peran strategis sebagai pelaksana pelayanan publik,
penyeimbang

kekuatan-kekuatan

swasta

besar,

dan

turut

membantu

pengembangan usaha kecil atau koperasi. BUMN juga merupakan salah satu
sumber penerimaan negara yang signifikan dalam bentuk berbagai jenis pajak,
deviden dan hasil privatisasi. 4
Di Indonesia, fungsi dan peran BUMN tertuang secara jelas pada UUD
Negara Republik Indonesia 1945. Di era Orde Lama, BUMN dijadikan alat
pemerintah untuk merealisasikan kebijakan ekonomi terpimpin, sedangkan di era
Orde Baru, Bumn diarahkan pada upaya untuk merekonstruksi ekonomi yang
parah dan sebagai perintis sektor-sektor ekonomi yang belum terbuka. Namun
semenjak jatuhnya harga minyak tahun 80-an, pemerintah memperketat anggaran
dan membelanjai sektor prioritas bukan lagi BUMN. Untuk itu pemerintah
menempuh berbagai kebijaksanaan guna memberdayakan BUMN atas dasar

3

Penjelasan Umum I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2003
Tentang Badan Usaha Milik Negara.
4
Yusuf Wibisono, Membedah Konsep & Aplikasi Corporate Social Responsibility (CSR),
,Gresik, Fascho Publishing, 2007, hal. 81.

Universitas Sumatera Utara

kemampuan sendiri, dengan tujuan peningkatan produktifitas, efektifitas dan
efisiensi terjaminya prinsi-prinsip ekonomi dalam pengelolaannya (accountable &
audittable) dan mempunyai daya saing tinggi berdasarkan prinsip mekanisme
pasar bebas agar dapat mempertahankan kehadirannya sebagai salah satu pelaku
ekonomi nasional, serta yang pada akhirnya sebagai salah satu pelaku ekonomi
nasional, serta yang pada akhirnya sebagai salah satu pelaku ekonomi nasional,
serta yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak (agen
of development). 5
Merupakan fakta yang tidak bisa dibantah bahwa BUMN Indonesia
mengemban misi yang amat strategis dalam pembangunan nasional. BUMN
dituntut untuk mampu memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan
perekonomian nasional, diantaranya melalui deviden dan pajak. BUMN juga
duwajibkan untuk berpartisipasi dalam program-program strategis untuk
mengatasi berbagai permasalahan nasional. Lebih dari itu, BUMN juga dituntut
untuk memiliki tanggung jawab dalam upaya peningkatan kualitas hidup
masyarakat pada umumnya. 6
Oleh karena itu, BUMN tidak hanya dituntut kemampuannya dalam
mencari profit/ keuntungan saja, tetapi BUMN juga memiliki tanggung jawab
memberikan bimbingan bantuan secara aktif

kepada karyawan,

pengusaha

golangan lemah, koperasi, masyarakat dan juga dalam hal kegiatan pelestarian

5

Marsuki , Analisis Perekonomian Nasional dan Internasional Kebijaksanaan Ekonomi,
Ekonomi Kerakyatan Perbankan, Kredit, Uang, Pasar Modal, BUMN, Privatisasi, Pengusaha
Utang Luar Negeri, dan Isu Ekonomi Sektoral, Jakarta, Mitra Wacana Media, 2005, hal 255-256.
6
Dibyo Soemantri Priambodo, Perjalanan Panjang dan berliku Refleksi BUMN 19932993 Sebuah Catatan tentang Peristiwa, Pandangan dan Renungan dalam Satu Dasawarsa,
Yogyakarta, Media Pressindo, 2004, hal. 3.

Universitas Sumatera Utara

lingkungan. Tanggung Jawab BUMN ini dilakukan melalui Program Corporate
Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial korporat. Peraturan
tentang Corporate Social Responsibility (CSR) ini diatur dalam Undang-Undang
RI No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Undang-undang ini
kemudian dijabarkan lebih lanjut oleh Peraturan Menteri Negara Badan Usaha
Milik Negara No.4 Tahun 2007 yang mengatur mulai dari besaran dana hingga
tatacara pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR).
Di Tanah Air, perbincangan mengenai Corporate Social Responsibility
(CSR) semakin menguat setelah dinyatakan dengan tegas dalam Undang-Undang
RI No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Disebutkan bahwa Perseroan
Terbatas yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber
daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74
ayat 1).Peraturan lain yang juga mengatur tentang Corporate Social Responsibility
(CSR) adalah Undang-Undang RI No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.
Dalam Pasal 16 (b) menyatakan bahwa “Setiap penanaman modal berkewajiban
melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.” 7
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah konsep dimana
perusahaan memutuskan secara sukarela untuk memberi kontribusi kepada
masyarakat dengan lebih baik lagi dan lingkungan yang lestari. Tanggung Jawab
Sosial korporat atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah merupaka
suatu konsep bahwa organisasi, Khususnya (namun bukan hanya) perusahaan
adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang

7

http://mamrh.wordpress.com/, terakhir kali diakses tanggal 03 Februari 2010.

Universitas Sumatera Utara

saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Corporate Social Responsibility (CSR) berhubungan erat dengan “pembangunan
berkelanjutan”, dimana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam
melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata hanya
berdasarkan faktor keuangan belaka seperti halnya keuntungan atau deviden
melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosisl dan lingkungan untuk saat
ini maupun untuk jangka panjang. 8
Pemikiran yang mendasari Corporate Social Responsibility (CSR) yang
sering dianggap inti dari etika bisnis adalah bahwa perusahaan tidak hanya
mempunyai kewajiban-kewajiban ekonomis dan legal (artinya kepada pemegang
saham atau shareholder) tapi juga kewajiban-kewajiban terhadap pihak-pihak lain
yang berkepentingan (stakeholders) yang jangkauannya melebihi kewajibankewajiban diatas. Beberapa hal yang termasuk dalam Corporate Social
Responsibility (CSR) antara lain adalah tata laksana perusahaan (Corporate
Governance) yang sekarang sedang marak di Indonesia, kesadaran perusahaan
akan lingkungan, kondisi tempat kerja dan standar bagi karyawan, serta hubungan
perusahaan-masyarakat.
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan program yang bersifat
mutualis,

antara

korporat

dan

stakeholders

(pihak-pihak

lain

yang

berkepentingan). Ini mengindisikasikan bahwa mekanisme komunikasi yang
dilakukan pastinya juga bersifat dua arah. Korporat tidak hanya berperan sebagai
penyampai pesan tetapi juga harus arif untuk mendengar aspirasi stakeholders

8

http://id.wikipedia.org/wiki/, terakhir kali diakses tanggal 9 Januari 2010

Universitas Sumatera Utara

(pihak-pihak lain yang berkepentingan). Demikian pula dengan stakeholders
(pihak-pihak lain yang berkepentingan), baik internal maupun eksternal, juga
mengedepankan sebuah prinsip dan nilai-nilai untuk melakukan kerja sama dan
kemitraan dengan korporat dalam menjalankan aktivitas Corporate Social
Responsibility (CSR). Mekanisme dialog dan dengar pendapat menjadi hal
mendasar yang tidak dapat dihindari. 9
Dengan demikian, Corporate Social Responsibility (CSR) tidak hanya
terbatas pada konsep pemberian donor saja, tapi konsepnya sangat luas dan tidak
bersifat statis dan pasif, hanya dikeluarkan dari perusahaan, akan tetapi hak dan
kewajiban yang dimiliki bersama antara stakeholders (pihak-pihak lain yang
berkepentingan). Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) melibatkan
tanggung jawab kemitraan antara pemerintah, lembaga sumberdaya komunitas,
juga komunitas setempat (lokal). Kemitraan ini, tidaklah bersifat pasif dan statis.
Kemitraan ini merupakan tanggung jawab bersama secara sosial antara
stakeholders (pihak-pihak lain yang berkepentingan). Konsep kedermawanan
perusahaan (corporate philanthropy) dalam tanggung jawab sosial tidak lagi
memadai, karena konsep tersebut tidak melibatkan kemitraan tanggung jawab
perusahaan

secara

sosial

dengan

stakeholders

(pihak-pihak

lain

yang

berkepentingan) lainnya. 10
Sejalan dengan semangat dunia usaha untuk mengimplementasikan
program Corporate Social Responsibility (CSR) yang semakin meluas, maka

9

Reza Rahman, Corporate Social Responsibility Antara Teori dan Kenyataan, Jakarta,
PT. Buku Kita, 2009, hal. 103.
10
Bambang Rudito, Melia Famiola, Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
di Indonesia, Bandung, Rekayasa Sains, 2007, hal. 207.

Universitas Sumatera Utara

pemerintah beserta segenap jajarannya sebaiknya berusaha untuk memahami
konsep Corporate Social Responsibility (CSR) ini agar ada keterpaduan dengan
pemahaman dunia usaha. Sebab, bukan tidak mungkin bila pemahaman terhadap
konsep ini tidak sejalan, maka kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak
akan pernah sejalan pula dengan kebijakan dunia usaha.
Banyak pihak menganggap bahwa sulitnya merealisasikan beberapa tujuan
ideal kebijaksanaan ekonomi pemerintah, secara mendasar disebabkan oleh
berbagai alasan. Diantaranya, masih kurang terkoordinasinya pelaksanaan
kebijaksanaan yang disusun oleh lembaga-lembaga yang ada secara bersinergi,
sebagai akibat belum jelasnya blue print pembangunan ekonomi nasional kita.
Sehingga beberapa lembaga yang ada hanya menjalankan rencana-rencana kerja
mereka secara parsial, belum dalam suatu kerangka sistem perencanaan
pembangunan ekonomi yang baik. Hal ini, ditengarai sebagai masih terlalu
banyaknya deal-deal politik dan kepentingan perorangan atau kelompok, yang
menjadi latar belakang pengambilan kebijaksanaan ekonomi pemerintah, sehingga
tidak atau belum mempunyai kaitan dengan kebutuhan pembangunan ekonomi
masyarakat yang diharapkan. 11
Pemerintah sebaiknya sering duduk bersama dengan pelaku usaha, tanpa
diliputi prasangka dan menganggap diri lebih baik, membincangkan apa yang
dibutuhkan masyarakat secara bersama, bila perlu berikan blue print rencana kerja
pemerintah yang terkait dengan kepentingan publik. Dengan demikian ada
komunikasi dua arah, sehingga kemungkinan adanya kerjasama antara pemerintah
11

Marsuki, Analisis Perekonomian Indonesia Kontemporer, (Jakarta: Mitra Wacana
Media, 2006), hal 2.

Universitas Sumatera Utara

dan dunia usaha menjadi terbuka semakin lebar. Setidaknya, tidak terjadi
overlapping program antara pemerintah dan dunia usaha. 12

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan judul skripsi “Penerapan Corporate Social Responsibility
(CSR) pada BNI sebagai Badab Usaha Milik Negara (BUMN)” maka dirumuskan
permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) yang
diterapkan PT. BNI 46 Tbk?
2. Apa manfaat Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. BNI
46 Tbk?
3. Apa

yang

menjadi kendala

dalam Penerapan

Corporate Social

Responsibility (CSR) PT. BNI 46 Tbk?
C. Tujuan Dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan utama penulisan ini adalah untuk memenuhi syarat
mendapatkan gelar Sarjana Hukum. Namun berdasarkan permasalahan yang telah
dikemukakan diatas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah:
1. Untuk mengetahui Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR)
yang diterapkan PT. BNI 46 Tbk.
2. Untuk mengetahui Manfaat Penerapan Corporate Social Responsibility
(CSR) PT. BNI 46 Tbk.

12

Yusuf Wibisono, Ibid. hal 107-108.

Universitas Sumatera Utara

3. Untuk

mengetahui

Kendala

dalam

Penerapan

Corporate

Social

Responsibility (CSR) PT. BNI 46 Tbk.
Manfaat Penulisan:
1. Secara Teoritis
a. Diharapkan dapat

memberikan sumbangan

pemikiran bagi

perkembangan ilmu hukum pada umumnya.
b. Untuk mengetahui secara konkrit sejauhmana penerapan Corporate
Social Responsibility (CSR) pada BNI sebagai Badan Usaha Milik
Negara (BUMN).
2. Secara Praktis
Diharapkan dapat menjadi masukan bagi pembaca, khususnya
dunia perusahaan yang berhubungan langsung dengan penerapan
Corporate Social Responsibility (CSR)

tersebut

kemudian dapat

mengimplementasikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dengan
sebaik-baiknya sehingga membawa manfaat baik bagi perusahaan, bagi
pemerintah, bagi masyarakat, maupun bagi kelestarian lingkungan.

D. Keaslian Penulisan
“PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA
BANK BNI SEBAGAI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)” yang
diangkat menjadi judul skripsi ini telah diperiksa dan diteliti melalui penelusuran
kepustakaan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Kalaupun terdapat
judul yang hampir sama dengan judul ini, akan tetapi substansi pembahasannya
berbeda.

Universitas Sumatera Utara

E. Tinjauan Kepustakaan
Dalam tinjauan kepustakaan ini perlu diperhatikan beberapa ketentuan
atau batasan yang menjadi sorotan. Ketentuan atau batasan tersebut berguna untuk
membantu melihat ruang lingkup skripsi ini agar sesuai dengan topik yang telah
ditentukan sebelumnya serta membantu pembaca untuk mengerti cakupan skripsi
ini. Adapun ketentuan-ketentuan atau batasan-batasan yang akan ditentukan antara
lain sebagai berikut:
Menurut Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha
Milik Negara dalam Pasal 1 angka 1 dinyatakan bahwa:“Badan Usaha Milik
Negara adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki
oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan
negara yang dipisahkan”. 13
Corporate Social Responsibility (CSR) secara sederhana dapat diartikan
bagaimana sebuah perusahaan mengelola proses usaha yang dijalankan untuk
menghasilkan pengaruh positif di masyarakat. Corporate Social Responsibility
(CSR) adalah memberi timbal balik usaha terhadap masyarakat. Menurut Lord
Home dan Richard Watts:
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah komitmen berkelanjutan
perusahaan untuk berprilaku secara etis dan berkontribusi kepada
pengembangan ekonomi dengan tetap meningkatkan kualitas hidup dari
para pekerja dan keluargamereka, begitu juga halnya dngan masyarakat
sekitar perusahaan dan masyarakat secara keseluruhan. 14

13

Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, Pasal 1 angka

1.
14

Amin Widjaja, Business Ethics & Coprorate Social Responsibility (CSR), (Jakarta:
Harvarindo, 2008) hal. 22.

Universitas Sumatera Utara

Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dipahami sebagai komitmen usaha
untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk
peningkatan ekonomi bersamaan dengan dengan peningkatan kualitas hidup dari
karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan komunitas secara lebih luas. 15
The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD)
adalah sebuah lembaga internasional yang berdiri tahun 1995 dan beranggotakan
lebih dari 120 multinasional company yang berasal lebih dari 30 negara itu, dalam
publikasinya Making Good Business Sense mendefinisikan Corporate Social
Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, sebagai “Continuing
commitmentby business to behave etnically and contribute to economic
development while improving the quality of life of the workforce and their families
as well as of the local community and society at large.” Maksudnya adalah
komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak secara etis, beroperasi
secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersama dengan
peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga
peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganyasekaligus juga
peningkatan komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas. 16
Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial
perusahaan yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan harus berpedoman pada
konsep triple bottom line yang dikemukakan oleh John Elkington yang berpijak
pada pemikiran bahwa selain mengejar keuntungan, perusahaan juga harus

15

Bambang Rudito, Op. cit., hal 207.
Jackie Ambadar, CSR dalam Praktek di Indonesia, jakarta, PT elex Media
Komputundo, 2008, hal 33.
16

Universitas Sumatera Utara

melihat sisi kesejahteraan sosial dengan tak lupa memperhatikan kesejahteraan
lingkungan. Atau dikenal dengan istilah 3P (Profit, People, Planet).
1. Profit (untung)
Merupakan tujuan utama dari setiap peusahaan. Setiap perusahaan pasti
akan berloba-lomba untuk menaikkan profit dengan meningkatkan
produktivitas dan menghemat biaya serendah mungkin.
2. People (masyarakat)
Masyarakat juga merupakan unsur penting pada suatu perusahaan. Setiap
perusahaan yang berdiri akan dikelilingi oleh masyarakat disekitarnya.
Sudah seharusnya apabila perusahaan ingin tetap eksis dan mendapat
kepercayaan masyarakat, maka harus menyertakan tanggung jawab sosial.
3. Planet (lingkungan)
Hubungan perusahaan terhadap lingkungan adalah hubungan sebab akibat.
Intinya segala hal yang ditimbulkan oleh lingkungan tergantung
bagaimana perlakuan perusahan terhadap lingkungan tersebut, apabila lalai
dalam merawat lingkungan, lingkungan akan memberikan dampak yang
buruk. Sebaliknya apabila perusahaan merawat lingkungan, lingkungan
pun akan memberikan hasil yang baik kepada perusahaan dan
msayarakat.17
Bank Negara Indonesia adalah bank pemerintah di Indonesia yang
tertua dalam sejarah Republik Indonesia yang didirikan pada tanggal 5 Juli 1946,

17

http://ariyo-ariyo .blogspot.com/2008/02/corporate-social-responsibility.html, terakhir
kali diakses tanggal 03 Februari 2010

Universitas Sumatera Utara

yang dalam awal berdirinya merupakan Bank Sentral yang bertanggung jawab
menerbitkan dan mengelola mata uang Republik Indonesia. 18

F. Metode Penulisan
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang
bersifat deskriptif. Penelitian normatif adalah penelitian dengan hanya
mengolah dan menggunakan data sekunder, sedangkan bersifat deskriptif
maksudnya penelitian tersebut kadang kala dilakukan dengan melakukan
survei ke lapangan untuk mendapatkan informasi yang dapat mendukung
teori yang sudah ada.
2. Lokasi Penelitian
Adapun yang menjadi lokasi penelitian yang penulis laksanakan adalah di
PT. Bank Negara Indonesia Cabang Universitas Sumatera Utara.
3. Sumber Data
a. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh langsung di lapangan yang berasal dari
pihak PT.BNI 46 cabang Universitas Sumatera Utara dan pihakpihak yang terkait
b. Data sekunder.
Data sekunder tersebut meliputi:
1) Bahan hukum primer, yaitu bahan-bahan hukum yang
mengikat dan terdiri dari:
18

http://www.wikipedia.com/, terakhir kali diakses tanggal 03 Februari 2010

Universitas Sumatera Utara

1. Norma/ kaedah dasar, yaitu: Pembukaan UUD
1945.
2. Peraturan Dasar, yaitu: Batang Tubuh UUD 1945
3. Peraturan Perundang-undangan
2) Bahan hukum sekunder, yaitu bahan hukum yang
memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer
seperti hasil-hasil penelitian atau pendapat pakar hukum.
3) Bahan hukum tersier, yaitu bahan yang memberikan
petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum
primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus
(hukum), ensiklopedia.
4. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah:
a. Penelitian Kepustakaan (Library Research), Penelitian yang
digunakan dengan cara meneliti bahan pustaka yang disebut
dengan data sekunder berupa: Perundang-undangan, sejumlah
buku-buku, artikel-artikel dari media elektronik yang semua itu
dimaksudkan untuk memperoleh data-data atau bahan-bahan yang
bersifat teoritis yang dipergunakan sebagai dasar dalam penelitian.
b.

Penelitian Lapangan (Field Research), yaitu dengan melakukan
penelitian lapangan untuk mencari dan mengumpulkan bahanbahan yang aktual dari PT. BNI 46 Tbk.

Universitas Sumatera Utara

5. Analisis Data
Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis
kualitatif, yaitu data yang diperoleh kemudian disusun secara sistematis
dan selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk mencapai kejelasan
masalah yang akan dibahas dan hasilnya tersebut dituangkan dalam bentuk
skripsi.

G. Sistematika Penulisan
Skripsi ini disusun secara sistematis dan dibagi dalam 5 (lima) bab, dan
setiap bab dibagi dalam sub bab (bagian-bagian) yang secara garis besarnya akan
digambarkan sebagai berikut:
BAB I : Bab ini menerapkan ringkasan mengenai Latar Belakang, Perumusan
Masalah, Tujuan dan Manfaat Penulisan, Keaslian Penulisan, Tinjauan
Kepustakaan, Metode Penulisan, Sistematis Penulisan.
BAB II : Bab ini membahas tentang Sejarah Perkembangan Corporate Social
Responsibility (CSR), Pengertian Corporate Social Responsibility
(CSR), Model Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR),
Konsep Corporate Social Responsibility (CSR), Pengaturan Hukum
Mengenai Corporate Social Responsibility (CSR).
BAB III : Bab ini membahas tentang Pengertian Badan Usaha Milik Negara
(BUMN), Bentuk-bentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu
Perusahaan Perseroan (Persero) dan Perusahaan Umum (Perum),
Maksud dan tujuan Pendirian Badab Usaha Milik Negara (BUMN),
Pengaturan hukum Mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN),

Universitas Sumatera Utara

PT. Bank Negara Indonesia sebagai Salah Satu Badan Usaha Milik
Negara (BUMN).
BAB IV : Bab ini merupakan jawabab dari permasalahan. Bab ini dibagi dalam
(4) empat sub bab, yaitu Deskripsi tentang PT.BNI 46, Pelaksanaan
Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan PT.BNI 46,
Manfaat Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) PT.BNI 46,
Kendala dalam Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) PT.
BNI 46.
BAB V : Bab ini merupakan bab penutup yang berisikan kesimpulan dari apa
yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya dan sekaligus
dikemukakan beberapa saran.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN UMUM MENGENAI CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR)

A. Sejarah Perkembangan Corporate Social Responsibility (CSR).
Di Amerika Utara, Eropa, dan Asia, Corporate Social Responsibility
(CSR)/ tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar
perusahaan sedang diteliti dengan seksama. Ini mencerminkan berkembangnya
kesadaran akan pengaruh kegiatan mereka terhadap lingkungandan kerugian yang
dapat ditimbulkan dari kegiatan mereka. Di mana-mana, terjadi diskusi yang
mencerminkan pengakuan adanya perubahan hubungan antara perusahaan dan
komunitas.
Corporate Social Responsibility (CSR)/ tanggung jawab sosial perusahaan
telah menjadi pemikiran para pembuat kebijakab sejak lama. Bahkan di dalam
Kode Hammurabi (1700-an SM) yang berisi 282 hukum telah memuat sanksi bagi
para pengusaha yang lalai dalam menjaga kenyamanan warga atau menyebabkan
kematian bagi pelanggannya. Dalam Kode Hammurabi disebutkan bahwa
hukuman mati diberikan kepada orang-orang yang menyalahgunakan izin
penjualan minuman, pelayanan yang buruk dan melakukan pembangunan gedung
di bawah standar sehingga menyebabkan kematian orang lain. 19

19

Hangga
Surya
Prayoga,
“CSR:
Sekilas
Sejarah
dan
http://www.dohangga.com/, terakhir kali diakses pada tanggal 18 Januari 2010.

Konsep”,

Universitas Sumatera Utara

Adanya Revolusi Industri telah menyebabkan masalah tanggung jawab
perusahaan menjadi fokus yang tajam. Ini merefleksikan kekuatan industri baru
untuk membentuk kembali hubungan yang sudah diaggap kuno, Feodal, klan,
rumpun , atau sistem otoritas yang berlandaskan kekeluargaan dan teknologi
memberi kekuasaan yang besar dan kekayaan pada “perusahaan”. Tanah harus
dibagi-bagikan kembali dan kota-kota dibangun. Kekuatan mesin yang melebihi
manusia meningkatkan masalah tanggung jawab dan moralitas. Kesan yang
kadang-kadang muncul adalah, Revolusi Industri melakukan pelanggaran keras
terhadap sistem, struktur, dan perhatian pada masa lalu. Dampak industrialisasi
terhadap lingkungan alam maupun lingkungan buatan menjadi sumber baru untuk
diperhatikan dan diberi tanggapan. Kondisi di sekitar pabrik dan kota
memperbesar kemarahandan membuat orang lain memberi perhatian mendalam. 20
Gema Corporate Social Responsibility (CSR) semakin terasa pada tahun
1960-an saat di mana secara global, masyarakat dunia telah pulih dari Perang
Dunia II, dan mulai menapaki jalan menuju kesejahteraan. Pada waktu itu,
persoalan-persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang semula terabaikan
mulai mendapatkan perhatian lebih luas dari berbagai kalangan. Persoalan ini
telah mendorong berkembangnya beragam aktivitas yang terkait dengan
pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan dengan mendorong berkembangnya
sektor produktif dari masyarakat. 21
Konsep hubungan antara perusahaan dengan masyarakat ini dapat juga
ditelusuri dari Zaman Yunani Kuno, sebagaimana disarankan Nocholas Eberstadt.
20

Tom Cannon, Corporate Responsibility (Tanggung Jawab Perusahaan), (Jakarta: PT.
Elex Media Komputindo, 1995), hal. 2, 8.
21
Yusuf Wibisono, Op. cit., hal. 4.

Universitas Sumatera Utara

Beberapa pengamat menyatakan Corporate Social Responsibility (CSR) berhutang
sangat besar pada konsep etika perusahaan yang dikembangkan gereja Kristen
maupun fiqih muamalah dalam Islam. Tetapi istilah Corporate Social
Responsibility (CSR) sendiri baru menjadi populer setelah Howard Bowen
menerbitkan buku “Social Responsibility of Businessmen” pada 1953. Sejak itu
perdebatan tentang tanggung jawab sosial perusahaan dimulai. Tetapi baru pada
dekade 1980-an dunia barat menyetujui penuh adanya tanggung jawab sosial itu.
Tentunya dengan perwujudan berbeda di masing-masing tempat, sesuai
pemahaman perusahaan terhadap apa yang disebut tanggung jawab sosial. 22
Buku karangan Howard Bowen yang berjudul “Social Responsibility of
Businessmen” dapat

dianggap sebagai tonggak

bagi Corporate Social

Responsibility (CSR) modern. Dalam buku itu Bowen memberikan definisi awal
dari Corporate

Social

Responsibility

(CSR)

sebagai:

“…obligation

of

businessman to pursue those policies, to make those decision or to follow those
line of action which are diserable in term of the objectives and values of our
society.” Buku yang diterbitkan di Amerika Serikat itu menjadi buku terlaris di
kalangan dunia usaha pada era 1950-1960. Pengakuan publik terhadap prinsipprinsip tanggung jawab sosial yang ia kemukakan membuat dirinya dinobatkan
secara aklamasi sebagai bapak Corporate Social Responsibility (CSR). Sejak saat
itu sudah banyak referensi ilmiah lain yang diterbitkan di berbagai negara
mengacu pada prinsip-prinsip tanggung jawab dunia usaha kepada masyarakat
yang telah dijabarkan dalam buku Bowen. Ide dasar yang dikemukakan Bowen

22

http://www.csrindonesia.com/, terakhir kali diakses tanggal 15 Januari 2010.

Universitas Sumatera Utara

adalah mengenai “kewajiban perusahan menjalankan usahanya sejalan dengan
nilai-nilai dan tujuan yang hendak dicapai masyarakat di tempat perusahaan
tersebut beroperasi. Ia menggunakan istilah sejalan dalam konteks itu demi
meyakinkan dunia usaha tentang perlunya mereka memiliki visi yang melampaui
urusan kinerja finansial perusahaan. 23
Dalam dekade 1960-an pemikiran Bowen dikembangkan oleh berbagai
ahli sosiologi bisnis lainnya seperti Keith Devis yang memperkenalkan konsep
Iron law of Social Responsibility. Dalam konsepnya Davis berpendapat bahwa
penekanan pada tanggung jawab sosial perusahaan memiliki korelasi positif
dengan size atau besarnya perusahaan, studi ilmiah yang dilakukan Davis
menemukan bahwa semakin besar perusahaan atau lebih tepat dikatakan, semakin
besar dampak suatu perusahaan terhadap masyarakat sekitarnya, semakin besar
pula bobot tanggung jawab yang harus dipertahankan perusahaan itu pada
masyarakat. Dalam periode 1970-1980 definisi Corporate Social Responsibility
(CSR) lebih diperluas lagi oleh Archi Carrol yang sebelumnya telah merilis
bukunya tentang perlunya dunia usaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat
agar menjadi penunjang eksistensi perusahaan. 24
Pada dasawarsa 1970-an, terbitlah “The Limits to Growth”. Buku yang
hingga kini terus diperbaharui itu merupakan hasil pemikiran para cendikiawan
dunia yang tergabung dalam Club of Rome. Buku ini mengingatkan kepada
masyarakat dunia bahwa bumi yang kita pijak ini mempunyai keterbatasandaya
dukung. Sementara disisi lain, manusia bertambah secara eksponensial.
23

Hendrik Budi Untung, Corporate Social Responsibility, (Jakarta: Sinar Grafika, 2008),

24

Ibid.

hal. 37.

Universitas Sumatera Utara

Karenanya,

eksploitasi

alam

mesti

dilakukan

secara

hati-hati

supaya

pembangunan dapat dilakukan secara berkelanjutan. 25
Di era 1980-an makin banyak perusahaan yang menggeser konsep
filantropisnya

kearah

Community

Development

(CD).

Intinya

kegiatan

kedermawanan yang sebelumnya kental dengan pola kedermawanan ala Robbin
Hood makin berkembang kearah pemberdayaan manusia misal pengembangan
kerja sama, memberikan ketrampilan, pembukaan akses pasar, dan sebagainya.
Dasawarsa 1990-an adalah dasawarsa yang diwarnai dengan beragam pendekatan
civil society. Beragam pendekatan tersebut telah mempengaruhi prektek
Community Development (CD). Community Development (CD) menjadi suatu
aktivitas yang lintas sektor karena mencakup baik aktivitas produktif maupun
sosial dan juga lintas pelaku sebagai konsekuensi berkembangnya keterlibatan
berbagai pihak. 26
Terobosan besar dalam kontek Corporate Social Responsibility (CSR) ini
dilakukan oleh John Elkington melalui konsep “3P” (Profit, people dan planet)
yang dituangkan dalam bukunya “Cannibals with Fotks, the Triple Bottom Line of
Twentieth Century Business” yang di release pada tahun 1997. Ia berpendapat
bahwa jika perusahaan ingin sustain, maka ia perlu memperhatikan 3P, yakni
bukan Cuma profit yang diburu, namun juga harus memberikan kontribusi positif
kepada masyarakat (people) dan ikut aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan
(planet). Gaung Corporate Social Responsibility (CSR) kian bergema setelah
diselenggarakannya World Summit on Sustainable Development (WSSD) tahun
25
26

Yusuf Wibisono, Op. cit., hal. 5.
Ibid., hal. 6.

Universitas Sumatera Utara

2002 di Johannesburg Afrika Selatan. Sejak saat inilah, definisi Corporate Social
Responsibility (CSR) mulai berkembang. 27
Di Indonesia, istilah Corporate Social Responsibility (CSR) semakin
populer digunakan sejak tahun 1990-an. Beberapa perusahaan sebenarnya telah
lama melakukan CSA (Corporate Social Activity) atau “aktivitas sosial
perusahaan”.

Walaupun

tidak

menamainya

sebagai

Corporate

Social

Responsibility (CSR), secara faktual aksinya mendekati konsep Corporate Social
Responsibility (CSR) yang merepresentasikan bentuk “peran serta” dan
“kepedulian” perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan. Melalui konsep
investasi sosial perusahaan “seat belt”, sejak tahun 2003 Departemen Sosial
tercatat sebagai lembaga pemerintah yang aktif dalam mengembangkan konsep
Corporate Social Responsibility (CSR) dan melakukan advokasi kepada berbagai
perusahaan nasional. Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan
bahwasanya kegiatan perusahaan membawa dampak – for better or worse, bagi
kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar
perusahaan beroperasi. Selain itu, pemilik perusahan sejatinya bukan hanya
shareholders atau para pemegang saham. Melainkan pula stakeholders, yakni
pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Stakeholders
dapat mencakup karyawan dan keluarganya, pelanggan, pemasok, masyarakat
sekitar perusahaan, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, media massa dan
pemerintah selaku regulator. Jenis dan prioritas stakeholders relatif berbeda antara

27

Yusuf Wibisono, Op. cit., hal. 6-7.

Universitas Sumatera Utara

satu perusahaan dengan lainnya, tergantung pada core bisnis perusahaan yang
bersangkutan (Supomo, 2004). 28
Corporate Social Responsibility (CSR) kini dianggap penting untuk
menjembatani dan memperkecil jurang antara lapisan masyarakat kaya dan miskin
di berbagai pelosok dunia. Teorinya sederhana, bahwa tidak ada perusahaan yang
dapat maju apabila berada di tengah masyarakat miskin atau lingkungan yang
tidak

menunjang

eksistensinya.

Itu

sebabnya

model Corporate

Social

Responsibility (CSR) yang kini dikembangkan lebih luas jangkauannya dari
sekedar menunjukkan kepedulian terhadap berbagai problematika sosial.
Perusahaan membutuhkan masyarakat yang semakin meningkat kualitas
hidupnya, potensi kewirausahaan serta lingkungannya demi menunjang eksistensi
usaha di masa depan. Dengan demikian maka pelaku bisnis yang visioner
memberdayakan berbagai potensi masyarakat sebagai unsur penting yang
menunjang survival perusahaan sejak sekarang.

B. Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)
Saat ini Corporate Social Responsibility (CSR) telah menjadi sebuah isu
global. Tetapi walaupun telah menjadi sebuah isu global, sampai saat ini belum
ada definisi tunggal dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterima
secara global. Secara etimologis Corporate Social Responsibility (CSR )dapat
diartikan sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Korporasi. 29

28

http://mamrh.wordpress.com/, terakhir kali diakses tanggal 03 Februari 2010.
Gunawan Widjaja, Yeremia Ardi Pratama, Seri Pemahaman Perseroan Terbatas Risiko
hukum & Bisnis Perusahaan Tanpa CSR, Jakarta, Forum Sahabat, 2008, hal. 7.
29

Universitas Sumatera Utara

Secara Umum Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan
peningkatan kulitas kehidupan mempunyai arti adanya kemampuan manusia
sebagai individu anggota komunitas untuk dapat menanggapi keadaan sosial yang
ada, dan dapat menikmati serta memanfaatkan lingkungan hidup termasuk
perubahan-perubahan yang ada sekaligus memelihara. Atau dengan kata lain
merupakan cara perusahaan mengatur proses usaha untuk memproduksi dampak
positif pada komunitas. Atau dapat dikatakan sebagai proses penting dalam
pengaturan biaya yang dikeluarkan dan keuntungan kegiatan bisnis dari
stakeholders (pihak-pihak lain yang berkepentingan) baik secara internal (pekerja,
shareholders (pemegang saham) dan penanam modal) maupun eksternal
(kelembagaan

pengaturan

umum,

anggota-anggota

komunitas,

kelompok

komunitas sipil dan perusahaan lain). 30
Dalam Undang-Undang RI No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
Bab V Pasal 74, Corporate Social Responsibility (CSR) disebut dengan istilah
“Tanggung jawab sosial dan lingkungan”. Dalam Pasal 1 butir 3 Undang-Undang
RI Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas didefinisikan:
Tanggung Jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen perseroan untuk
berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna
meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik
bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada
umumnya. 31
Definisi dari Corporate Social Responsibility (CSR) itu sendiri telah
dikemukakan oleh banyak pakar. Diantaranya adalah Definisi yang dikemukakan
oleh Magnan & Farrel (2004) yang mendefinisikan Corporate Social
30
31

Bambang Rudito, Op. cit., hal. 207.
Undang-Undang RI No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Pasal 1 butir 3.

Universitas Sumatera Utara

Responsibility (CSR) sebagai: “A business acts in socially resposible manner
when its decision and account for and balance diverse stakeholders interest”.
Definisi ini menekankan kepada perlunya memberikan perhatian secara seimbang
terhadap

kepentingan

berbagai

stakeholders

(pihak-pihak

lain

yang

berkepentingan) yang beragamdalam setiap keputusan dan tindakan yang diambil
patra pelaku bisnis melalui perilaku yang secara sosial bertanggung jawab.
Sedangkankomisi Eropa membuat definisi yang lebih praktis, yang pada dasarnya
bagaimana

perusahaan

yang

secara

sukarela

memberi

kontribusi

bagi

terbentuknya masyarakat yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih.
Sedangkan

Elkington

mengemukakan

bahwa

sebuah

perusahaan

yang

menunjukkan tanggung jawab sosialnya akan memberikanperhatian kepada
peningkatan kualitas perusahaan (profit); masyarakat, khususnya komunitas
sekitar (people); serta lingkungan hidup (planet earth). 32
The Commission for European Communities dalam publikasi Green
Paper-nya memandang Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai sebuah
konsep yang penting dimana perusahaan memutuskan secara sukarela untuk
memberi kontribusi bagi masyarakat yang lebih baik dan lingkungan yang lebih
besar. Green Paper mencatat bahwa bagi sebuah organisasi untuk menjadi
bertanggung jawab secara lingkungan berarti tidak hanya memenuhi sebuah
ekspektasi legal, tetapi juga menginvestasikan lebih dalam hal sumber daya
manusia, lingkungan dan hubungan dengan para stakeholders. Green Paper juga
mendeskripsikan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam dua kategori yaitu
32

A.B. Susanto, Strategic Management Approach Corporate Social Responsibility,,
Jakarta, The Jakarta Consulting Group, 2007, hal. 21-22.

Universitas Sumatera Utara

dimensi internal diinterpretasikan termasuk dalam manajemen sumber daya
manusia, kesehatan dan keamanan

Dokumen yang terkait

Pengaruh Sikap Konsumen Tentang Penerapan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Brand Loyalty Pasta Gigi Pepsodent Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara

0 42 98

Bentuk Program Corporate Social Responsibility Bank Nagari dan Manfaatnya Bagi Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal(Studi Pada Program CSR Bank Nagari Cabang Pangkalan)

6 71 112

Pengaruh Sikap Konsumen Tentang Penerapan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Loyalitas konsumen Pesta Gigi Pepsodent Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

0 30 128

Pengaruh Persepsi Konsumen Dalam Penerapan Program Corporate Social Responsibility (Csr) Terhadap Brand Loyalty Sabun Mandi Lifebuoy (Studi Pada Mahasiswa Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara)

1 46 67

Pengaruh Penerapan Coorporate Social Responsibility (CSR) pada PT. Inalum Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Kuala Tanjung Kec. Sei Suka. Kab. Batu Bara Sumatera Utara.

10 81 75

Kemitraan Usaha Kecil Menengah Dengan Badan Usaha Milik Negara Di Kota Medan (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) dan PT. Jamsostek (PERSERO) Cabang Kantor Medan)

0 56 199

Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Implementasi Corporate Social Responsibility ( Studi pada PT. Jamsostek Kantor Wilayah I Sumatera Utara )

1 34 150

Penerapan Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Pemilihan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sebagai Tempat Kerja Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU)

1 86 77

Corporate Social Responsibility (CSR) Yang Dilakukan Bank Sumut Kepada Masyarakat Sekitarnya (Studi Pada PT. Bank Sumut, Kantor Pusat Jalan Imam Bonjol No. 18 Medan)

2 52 161

ANALISIS PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA PT PUPUK SRIWIJAYA SEBAGAI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)

11 49 51