Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

PENGARUH PROFITABILITAS, FINANCIAL LEVERAGE DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP PROPENSITY INCOME SMOOTHING PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
TESIS
OLEH : ISMED WIJAYA NIM.097019034 / IM
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

PENGARUH PROFITABILITAS, FINANCIAL LEVERAGE DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP PROPENSITY INCOME SMOOTHING PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR
DI BURSA EFEK INDONESIA
TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Magister Sains dalam Program Studi Ilmu Manajemen pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara
OLEH : ISMED WIJAYA NIM.097019034 / IM
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

: PENGARUH PROFITABILITAS, FINANCIAL LEVERAGE DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP PROPENSITY INCOME SMOOTHING PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Nama Mahasiswa : Ismed Wijaya

Nomor Pokok

: 097019034

Program Studi : Ilmu Manajemen

Menyetujui, Komisis Pembimbing:

Dr. Muslich Lufti, MBA Ketua

Dr. Khaira Amalia F, MBA, Ak Anggota

Ketua Program Studi

Direktur Sekolah Pascasarjana

Prof. Dr. Paham Ginting,M.Si Prof. Dr. Ir.A. Rahim Matondang,MSIE

Lulus Tanggal

: 18 Agustus 2011

Universitas Sumatera Utara

Tanggal lulus

:

2011

Telah diuji pada :

2011

Tanggal

:

______________________________________________________________

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua

: Dr. Muslich Lufti, MBA

Anggota : 1. Dr. Khaira Amalia F, MBA, Ak

2. Dra. Nisrul Irawati, MBA

3. Dr. Arlina Nurbaity Lubis, MBA

4. Drs. Syahyunan, M.Si

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN Saya dengan ini menyatakan bahwa Tesis saya yang berjudul : ”Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan oleh siapapun juga pada waktu sebelumnya. Sumber-sumber data yang diperoleh dan digunakan telah dinyatakan secara jelas dan benar.
Medan, Agustus 2011 Yang membuat pernyataan, Ismed Wijaya
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Ismed Wijaya, 2011, Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dibawah bimbingan Dr. Muslich Lufti, MBA (Ketua) Dr. Khaira Amalia F, MBA, Ak (Anggota)
Income statement perusahaan merupakan komponen penting yang seringkali dijadikan alat untuk menginformasikan kinerja perusahaan khususnya laba. Informasi laba ini sering menjadi target rekayasa tindakan oportunis manajemen untuk memaksimumkan kepuasaannya, tetapi dapat merugikan pemegang saham atau investor. Salah satu tindakan rekayasa adalah income smoothing yaitu tindakan yang dilakukan manajemen untuk meningkatkan market returns.
Penelitian ini memberikan gambaran tentang perusahaan-perusahaan perbankan yang cenderung melakukan perataan laba. Adapun variabel - variabel yang diteliti adalah profitabilitas, financial leverage, pertumbuhan perusahaan dan pengaruhnya terhadap Propensity Income Smoothing. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan terhadap propensity income smoothing. Teori yang dipakai pada penelitian ini adalah teori laporan keuangan, teori keagenan (agency theory), teori asimetri informasi (information asymetri), signaling theory, manajemen laba (earning management) dan teori perataan laba (income smoothing).
Penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan data sekunder. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan 25 perusahaan perbankan yang menjadi populasi selanjutnya ditentukan target populasi berdasarkan kriteria yang ada terseleksi sebanyak 19 perusahaan untuk dijadikan sampel jenuh. Adapun sifat dari penelitian adalah deskriptif explanatory. Pengujian hipotesis dengan menggunakan metode analisis regresi logistik dengan menggunakan taraf kepercayaan sebesar 95 persen.
Hasil yang diperoleh adalah bahwa secara parsial, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap propensity income smoothing, sedangkan profitabilitas berpengaruh terhadap propensity income smoothing. Pengujian yang dilakukan secara serempak menunjukkan hasil bahwa profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap propensity income smoothing yang dilakukan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kata Kunci : Propensity income smoothing, profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan.
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Ismed Wijaya, 2011, The Influence of Profitability, Financial Leverage, and Company’s Development on Propensity Income Smoothing in Banking Corporations Which are Registered in The Indonesian Stock Exchange, Under the Guidance of Dr. Muslich Lufti, MBA (Chairman), Dr. Khaira Amalia F, MBA, Ak (Members)
A company’s income statement constitutes an important component which is usually used as a means to inform the company’s performance, especially the profit. The information of profit is usually used as the manipulating target managerial opportunists’ actions to maximize their satisfaction although their actions are not detrimental to the shareholders or investors. One of the manipulating actions is income smoothing; that is, an action which is done by management in order to increase market returns.
This research gave a description about banking corporations which tend to obtain profit as high as possible. The variables which were studied were profitability, financial leverage, company’s development and their influences on Propensity Income Smoothing. The aim of the research was to know and analyze the influence of profitability, financial leverage, and company’s development on the propensity income smoothing. The theory used in this research was financial report theory, agency theory, information asymmetry theory, signaling theory, earning management theory, and income smoothing theory.
The research was conducted in the Indonesian Stock Exchange by using secondary data. The type of the research was descriptive quantitative. The population was 25 banking corporations; 19 of them were used as the saturated samples based on the population target with the selected criteria. The nature of the research was descriptive explanatory. Hypothesis was tested by using logistic regression analytic method with the reliability level of 95 percent.
The results of the research showed that partially financial leverage and company’s development did not have any significant influence on the propensity income smoothing, whereas profitability influenced the propensity income smoothing. The test conducted simultaneously showed that profitability, financial leverage, and company’s development influenced the propensity income smoothing which was done by companies registered in the Indonesian Stock Exchange.
Keywords: Propensity Income Smoothing, Profitability, Financial Leverage, and Company’s Development
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Penulis mengucapkan puji dan syukur kehadiarat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah memberi berkah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini.
Penelitian ini merupakan tugas akhir pada Program Studi Magister Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Medan. Pada penulisan tesis ini, penulis memilih judul: Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Penulis menyadari bahwa selama melakukan penelitian serta penulisan tesis ini penulis banyak memperoleh bimbingan, petunjuk serta dukungan baik secara moril dan materil dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang tulus kepada : 1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc (CTM), Sp.A(K),
selaku Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Prof. Dr. Ir. A.Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Prof. Dr. Paham Ginting, M.Si, selaku Ketua Program Studi
Magister Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 4. Bapak Dr. Muslich Lufti, MBA, selaku Ketua Komisi Pembimbing telah memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini.
Universitas Sumatera Utara

5. Ibu Dr. Khaira Amalia F, MBA, Ak, selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis dalam penyusunan dan penyelesaian tesis ini.
6. Ibu Dra. Nisrul Irawati, MBA, Ibu Dr. Arlina Nurbaity, MBA dan Bapak Drs. Syahyunan, M.Si, selaku Komisi Pembanding yang banyak memberikan masukan dan pengarahan demi kesempurnaan tesis ini.
7. Seluruh Staf Pengajar Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan untuk penulis selama menempuh pendidikan.
8. Seluruh Pegawai Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana USU
9. Bapak Ir. Ridwan, M.Ti. dan Bapak Ir. Nahar, M.Ti. serta Bapak Edi Abrar, SE, M.Si, selaku Direktur, Mantan Direktur dan Ketua Jurusan Tata Niaga Politeknik Negeri Lhokseumawe, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh pendidikan pada Program Pascasarjana di Universitas Sumatera Utara.
10. Khususnya dan teristimewa kepada kedua orang tuaku tercinta Alm. Ramli Abdullah dan Almh. Nurhayati serta Saudara/i ku, atas dukungan dan do’anya untuk keberhasilan dan kesuksesan penulis.
11. Kedua Mertuaku Sulaiman Hs dan Ernawaty Faiza dan Saudara/i ku, terima kasih atas dukungan dan do’anya kepada penulis.
12. Isteriku dan Puteraku tercinta Debrina, ST dan Muhammad Dhaffa Ghifari, yang selalu setia mendampingi, mendo’akan dan memberikan mendukung dengan penuh kasih sayang hingga selesainya tesis ini.
13. Teman-teman terbaikku Iqbal, Willy, Nora, Bu Ainun, Dita dan seluruh rekan-rekan angkatan XVII di Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara, terima kasih atas dukungan, bantuan dan kerjasamanya selama penulis menyelesaikan tesis ini.
Universitas Sumatera Utara

Penulis menyadari tesis ini masih memiliki kekurangan dan jauh dari sempurna tapi penulis yakin tesis ini dapat memberi manfaat kepada seluruh pembaca pada umumnya dan kepada penulis pada khususnya.Semoga Allah SWT memberi keberkahan dan melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.
Medan, Agustus 2011 Penulis
Ismed Wijaya
Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP
Ismed Wijaya, lahir di Banda Aceh pada tanggal 29 Agustus 1975, anak ketiga dari lima bersaudara, dari Ayahanda Alm. Ramli Abdullah dan Ibunda Almh. Nurhayati. Menikah dengan Debrina, ST pada tanggal 04 Desember 2003 dan dikaruniai 1 (satu) orang anak yang bernama: Muhammad Dhaffa Ghifari.
Menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri 3 Banda Aceh, tamat dan lulus tahun 1986. Melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 3 Banda Aceh, tamat dan lulus tahun 1989. Selanjutnya meneruskan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 2 Banda Aceh tamat dan lulus tahun 1992. Pada Tahun 1993 melanjutkan ke jenjang pendidikan Diploma III (DIII) pada Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh sampai dengan tahun 2005, dan pada tahun 2008 melanjutkan pendidikan Strata 1 (S1) tamat dan lulus tahun 2003. Kemudian pada tahun 2009 melanjutkan pendidikan strata 2 (S2) pada Program Studi Ilmu Manajemen di Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.
Pada tahun 1995 hingga tahun 2006 bekerja pada PT. Pelni Banda Aceh sebagai tenaga honourer, pada tahun 1998 hingga 2004 bekerja pada Swamitra USP-Bank Bukopin Banda Aceh bekerja sebagai pegawai bagian Credit Support dan pada tahun 2005 hingga sekarang bekerja sebagai staf pengajar pada Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Medan, Agustus 2011
Penulis
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK .............................................................................................. ABSTRACT ............................................................................................ KATA PENGANTAR ............................................................................. RIWAYAT HIDUP ................................................................................. DAFTAR ISI …………………………….................................................. DAFTAR TABEL .................................................................................... DAFTAR GAMBAR ................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................

i ii iii vi vii x xi xii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Penelitian ………………………….…………… 1 1.2 Perumusan Masalah ……………………………………..………. 10 1.3 Tujuan Penelitian …………………………………….….…........ 11 1.4 Manfaat Penelitian ……………………………………….……... 11

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN …………………………………… 13 2.1. Penelitian Terdahulu …..….……………………………………... 13 2.2. Landasan Teori .......................................................................... 15 2.2.1. Laporan Keuangan ……..……………………….................. 15 2.2.2. Teori Keagenan (Agency Theory) ………..………….…….. 17 2.2.3. Teori Asimetri Informasi (Information Asymetri) ............... 18 2.2.4. Signaling Theory ………………………………….......……. 20 2.2.5. Manajemen Laba (Earnings Management) ………..…….… 21 2.2.6. Perataan Laba (Income Smoothing) ………………..………. 25 2.2.6.1. Pengertian Perataan Laba (Income Smoothing) ......... 26 2.2.6.2. Variabel-variabel Perataan Laba ............................... 28 2.2.6.3. Motivasi-motivasi Perataan Laba ............................. 29 2.2.6.4. Dimensi Perataan Laba ............................................. 31 2.2.6.5. Tipe-tipe Perataan Laba ............................................ 32 2.2.7. Alasan Dilakukannya Praktik Perataan Laba ……………… 33 2.2.8. Keuntungan Adanya Perataan Laba ………………………. 35 2.2.9. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba .................................................................................. 35 2.2.9.1. Profitabilitas (Profitability) …………………………. 36 2.2.9.2. Financial Leverage ………………………………….. 39 2.2.9.3. Pertumbuhan Perusahaan ….………………………… 41

Universitas Sumatera Utara

2.3. Kerangka Konseptual ...............………………….....….…........ 43 2.4. Hipotesis Penelitian ……………..…………………….............. 46
BAB III METODE PENELITIAN ……………………………………….. 47 3.1. Jenis dan Sifat Penelitian ………………………………………. 47 3.2. Lokasi dan Waktu Peneltian ...…………………….................... 48 3.3. Populasi dan Sampel Penelitian ..…………………….………… 48 3.4. Teknik Pengumpulan Data …....……………………….…......... 51 3.5. Jenis dan Sumber Data …............…………………………….... 51 3.6. Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel ......................... 52 3.7. Metode Analisis Data ............................................................... 55 3.8. Pengujian Hipotesis .................................................................. 56 3.8.1. Uji Kecocokan Model (Uji Secara Keseluruhan/ Serempak) ................................... 56 3.8.2. Uji Parsial (Uji Signifikansi Masing-masing Koefisien Regresi Variabel Bebas/Prediktor) ..................................... 57
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................ 60 4.1. Hasil Penelitian ........................................................................ 60 4.1.1. Deskripsi Objek Penelitian ................................................. 60 4.1.2. Analisis Statistik Deskriptif ..………...…............................ 68 4.1.3. Analisis Statistik Inferensial ............................................... 71 4.1.3.1. Menilai Keseluruhan Model (Overall Model Fit) ...... 71 4.1.3.2. Menilai Kelayakan Model Regresi (Goodness ot Fit Test) ………………………………. 74 4.1.4. Pengujian Hipotesis ............................................................ 75 4.2. Pembahasan .............................................................................. 81 4.2.1. Pengaruh Profitabilitas terhadap Propensity Income Smooting ............................................................................. 81 4.2.2. Pengaruh Financial Leverage terhadap Propensity Income Smooting ............................................................................ 83 4.2.3. Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smooting ................................................................. 84 4.2.4. Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan Secara Bersama-sama terhadap Propensity Income Smooting ................................ 86 4.3. Implikasi Penelitian ................................................................ 87
Universitas Sumatera Utara

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................... 5.1. Kesimpulan .............................................................................. 5.2. Saran ........................................................................................

89 89 90

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 91 LAMPIRAN ............................................................................................... 97

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

2.1. Hasil Penelitian Terdahulu ……….……………………….………… 13

2.2. Persamaan dan Perbedaan Penelitian ini dengan Penelitian

Terdahulu ........................................................................................ 14

3.1. Jumlah Populasi Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa

Efek Indonesia Sampai Periode 2005 - 2009 .................................... 49

3.2. Daftar Perusahaan yang Menjadi Target Populasi ............................ 50

3.3. Operasionalisasi Variabel Penelitian ............................................... 54

4.1. Statistik Deskriptif .......................................................................... 69

4.2. Beginning Block ............................................................................. 72

4.3. Iteration History .............................................................................. 73

4.4. Hosmer And Lemeshow Test ........................................................... 74

4.5. Ikhtisar Pengolahan Data ................................................................. 75

4.6. Cox & Snell R Square Dan Nagelkerke R Square ............................ 76

4.7. Hasil Pengujian Hipotesis dengan Uji Wald ..................................... 77

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

1. Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ........................................................ 46

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

1. Lampiran Hasil Tabulasi Indeks Eckel …………………………...…… 97

2. Profitabilitas Perusahaan (ROA Periode 2004-2009) ........................... 101

3. Financial Lavarage Perusahaan (DER Periode 2004-2009) .................. 102

4. Pertumbuhan Perusahaan (EPS Periode 2004-2009) ............................ 103

5. Daftar Input Logistik Perataan Laba dan Nilai ROA, DER dan EPS

Periode 2005-2009 .............................................................................. 104

6. Tabel Ketetapan Hasil Prediksi ........................................................... 106

7. Output SPSS ....................................................................................... 108

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Ismed Wijaya, 2011, Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dibawah bimbingan Dr. Muslich Lufti, MBA (Ketua) Dr. Khaira Amalia F, MBA, Ak (Anggota)
Income statement perusahaan merupakan komponen penting yang seringkali dijadikan alat untuk menginformasikan kinerja perusahaan khususnya laba. Informasi laba ini sering menjadi target rekayasa tindakan oportunis manajemen untuk memaksimumkan kepuasaannya, tetapi dapat merugikan pemegang saham atau investor. Salah satu tindakan rekayasa adalah income smoothing yaitu tindakan yang dilakukan manajemen untuk meningkatkan market returns.
Penelitian ini memberikan gambaran tentang perusahaan-perusahaan perbankan yang cenderung melakukan perataan laba. Adapun variabel - variabel yang diteliti adalah profitabilitas, financial leverage, pertumbuhan perusahaan dan pengaruhnya terhadap Propensity Income Smoothing. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan terhadap propensity income smoothing. Teori yang dipakai pada penelitian ini adalah teori laporan keuangan, teori keagenan (agency theory), teori asimetri informasi (information asymetri), signaling theory, manajemen laba (earning management) dan teori perataan laba (income smoothing).
Penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan data sekunder. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan 25 perusahaan perbankan yang menjadi populasi selanjutnya ditentukan target populasi berdasarkan kriteria yang ada terseleksi sebanyak 19 perusahaan untuk dijadikan sampel jenuh. Adapun sifat dari penelitian adalah deskriptif explanatory. Pengujian hipotesis dengan menggunakan metode analisis regresi logistik dengan menggunakan taraf kepercayaan sebesar 95 persen.
Hasil yang diperoleh adalah bahwa secara parsial, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap propensity income smoothing, sedangkan profitabilitas berpengaruh terhadap propensity income smoothing. Pengujian yang dilakukan secara serempak menunjukkan hasil bahwa profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap propensity income smoothing yang dilakukan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kata Kunci : Propensity income smoothing, profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan.
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Ismed Wijaya, 2011, The Influence of Profitability, Financial Leverage, and Company’s Development on Propensity Income Smoothing in Banking Corporations Which are Registered in The Indonesian Stock Exchange, Under the Guidance of Dr. Muslich Lufti, MBA (Chairman), Dr. Khaira Amalia F, MBA, Ak (Members)
A company’s income statement constitutes an important component which is usually used as a means to inform the company’s performance, especially the profit. The information of profit is usually used as the manipulating target managerial opportunists’ actions to maximize their satisfaction although their actions are not detrimental to the shareholders or investors. One of the manipulating actions is income smoothing; that is, an action which is done by management in order to increase market returns.
This research gave a description about banking corporations which tend to obtain profit as high as possible. The variables which were studied were profitability, financial leverage, company’s development and their influences on Propensity Income Smoothing. The aim of the research was to know and analyze the influence of profitability, financial leverage, and company’s development on the propensity income smoothing. The theory used in this research was financial report theory, agency theory, information asymmetry theory, signaling theory, earning management theory, and income smoothing theory.
The research was conducted in the Indonesian Stock Exchange by using secondary data. The type of the research was descriptive quantitative. The population was 25 banking corporations; 19 of them were used as the saturated samples based on the population target with the selected criteria. The nature of the research was descriptive explanatory. Hypothesis was tested by using logistic regression analytic method with the reliability level of 95 percent.
The results of the research showed that partially financial leverage and company’s development did not have any significant influence on the propensity income smoothing, whereas profitability influenced the propensity income smoothing. The test conducted simultaneously showed that profitability, financial leverage, and company’s development influenced the propensity income smoothing which was done by companies registered in the Indonesian Stock Exchange.
Keywords: Propensity Income Smoothing, Profitability, Financial Leverage, and Company’s Development
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian Sejak krisis ekonomi 1998 telah banyak terjadi skandal keuangan
diperusahaan publik dengan melibatkan persoalan laporan keuangan yang pernah diterbitkanya, diantaranya yang ada di indonesia adalah seperti insider trading pada saham PT Bank Central Asia tahun 2001 maupun kasus laporan keuangan ganda PT Bank Lippo pada tahun 2002 yang diterbitkan oleh pihak manajemen perusahaan yang melibatkan pelaporan keuangan (financial reporting) yang berawal dari terdeteksi adanya manipulasi, Boediono (2005). Penyalahgunaan informasi keuangan ini banyak merugikan pihak-pihak yang berkepentingan terutama para investor yang akan menanamkan modalnya.
Selanjutnya kejadian krisis global yang terjadi pada tahun 2008 tepatnya awal bulan oktober yang melanda hampir seluruh dunia, termasuk di Indonesia khususnya pada sektor perbankan, harga saham perbankan mengalami penurunan/anjlok pada perdagangan di lantai bursa efek Indonesia. Akibatnya berdampak likuiditas perbankan yang semakin sulit. Lantai Bursa Efek Indonesia yang sempat suspensi (penghentian sementara perdagangan saham) selama 3 hari (tanggal 8, 9 dan 10 Oktober 2008) yang menyebabkan banyak insvestor – investor asing yang meninggalkan lantai bursa efek Indonesia. Hal ini berakibat pada harga saham perbankan di Indonesia makin merosot tajam dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing yang makin terpuruk pada saat itu, sehingga Bank Indonesia (BI) mengambil tindakan dengan meningkatkan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 9,50% dan meningkatkan batas jaminan deposito dari Rp. 100 juta menjadi Rp. 2 milyar untuk menenangkan issue negative yang membuat semakin terpuruknya perekonomian Indonesia.
Salah satu dampak krisis global tahun 2008 di Indonesia adalah kasus PT Bank Century dimana bank tersebut mengalami kesulitan likuiditas karena
Universitas Sumatera Utara

mengalami kekalahan kliring akibat adanya penarikan dana besar yang dilakukan nasabah potensial. Kalah kliring yang menimbulkan antrian panjang nasabah yang kesulitan mencairkan uangnya ini juga tersiar ke publik hingga menimbulkan negative signalment.
Indikasi ketidaksehatan Bank Century dimulai sejak tahun 2003, krisis tahun 2008 memicu Capital Adequacy Ratio (CAR) bank tersebut menjadi negatif 3.53%. Hal ini dapat kita lihat pada sejarah laporan keuangan bank tersebut. Pada tahun 2003 dan 2004, bank century menduduki posisi Non Performing Loan (NPL) terburuk yaitu 19,77% (2003) dan 13,37% (2004) ,meskipun pada tahun-tahun berikutnya NPL Bank Century membaik. Pada tahun 2004, Bank Century membukukan tingkat CAR terendah diantara bankbank lain yaitu 9,44. Pada tahun 2005, CAR Bank Century justru menurun hingga 8,08%, pada tahun 2006 mengalami peningkatan hingga 11,38% namun tetap merupakan CAR terendah diantara bank-bank lain. Pada tahun 2005, 2006 dan 2007, Bank Century juga membukukan tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) terendah yaitu masing-masing hanya 23,84%, 21,35%, dan 36,39% (www.bi.co.id).
Pada 2007, portofolio efek Bank Century melebihi penyaluran kredit dengan rasio antara keduanya sekitar 140% (Rp. 4,4 triliun berbanding dengan Rp. 3,1 triliun, per September 2007). Kondisi ini terjadi akibat tiadanya penerapan good corporate governance dan adanya praktik moral hazard. Pada September 2008, lebih dari 90% dari total efek yang dikelola jatuh tempo, sehingga sangat rentan mendatangkan risiko likuiditas bagi bank. Belakangan diketahui, banyak di antaranya tidak terbayar (default) pada saat jatuh tempo, sehingga menimbulkan kerugian besar. Dampak dari kondisi diatas adalah hilangnya kepercayaan, kerugian yang dialami nasabah dan banyak dari nasabah merasa tertipu oleh manajemen bank terebut. Hal ini juga berdampak pada information asymmetry (ketidakmerataan informasi) yang disampaikan/ dilaporkan manajemen.
Universitas Sumatera Utara

Fenomena yang terjadi di atas mengundang terjadinya propensity income smoothing yang dibanyak negara di dunia khususnya di Indonesia telah menjadi hal yang umum dilakukan, khususnya pada industri yang lebih beresiko (Sholihin dan Na’im, 2004). Ashari et. al, (1994), tindakan perataan laba cenderung dilakukan oleh perusahaan yang profitabilitasnya rendah, dan perusahaan dalam industri yang lebih beresiko. Masalah tersebut dapat mengganggu keakuratan informasi laporan keuangan yang disajikan.
Menurut Statement of Financial Concepts (SFAC) No.1, informasi laba merupakan perhatian utama untuk menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen. Laporan keuangan (Income statement) perusahaan merupakan komponen penting yang seringkali dijadikan alat untuk menginformasikan kinerja perusahaan khususnya laba. Laba sebagai salah satu informasi potensial yang terkandung di dalam laporan keuangan dan yang sangat penting bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan. Informasi laba ini sering menjadi target rekayasa tindakan oportunis manajemen untuk memaksimumkan kepuasaannya, tetapi hal ini dapat merugikan pemegang saham atau investor.
Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang, dan menaksir risiko investasi. Disamping itu informasi laba juga dapat digunakan oleh pemilik maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam membantu memprediksi earning power perusahaan di masa yang akan datang.
Bleidernan dalam Belkaoui (2000) menyatakan bahwa ada dua alasan yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam melakukan perataan laba yang dilaporkan. Alasan pertama Beidelman mengemukakan asumsi bahwa suatu arus laba yang stabil akan mampu mendukung tingkat dividen yang lebih tinggi daripada suatu arus laba yang lebih variatif. Hal ini akan memberikan efek menguntungkan terhadap nilai perusahaan serta mengurangi resiko yang ada.
Universitas Sumatera Utara

Alasan selanjutnya diungkapkan oleh Bleidernan bahwasanya prilaku perataan laba merupakan indikasi atas kemampuan perusahaan dalam mengatasi siklus secara alami dalam mengendalikan laba yang dilaporkan dan kemungkinan dapat mengurangi korelasi antara expected return perusahaan dengan return portofolio pasar. Alasan kedua ini lebih menginginkan akan adanya pengakuan oleh investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan dalam menormalkan laba serta mengurangi kovarian return pasar, sehingga keuntungan bagi perusahaan adalah meningkatnya nilai saham yang diperdagangkan.
Beberapa studi yang telah dilakukan menunjukkan adanya tindakan perataan laba yang dilakukan oleh manajer untuk menghindari peningkatan kerugian atau penurunan laba. Perataan laba menjadi penting karena laba dan arus kas merupakan prediktor yang baik untuk arus kas di masa depan (Supriyadi, 1998 dalam Kustono, 2009). Tindakan manajemen perusahaan untuk melakukan perataan laba umumnya didasarkan atas berbagai alasan. Diantaranya untuk memuaskan kepentingan pemilik perusahaan, seperti menaikkan nilai perusahaan, sehingga muncul anggapan bahwa perusahaan yang bersangkutan memiliki risiko yang rendah, menaikkan harga saham perusahaan, maupun untuk memuaskan kepentingannya pribadi (oportunistik), seperti mempertahankan posisi jabatannya dan mendapatkan kompensasi.
Tehnik perataan laba adalah perilaku meratakan laba dari waktu ke waktu sehingga pelaporan nilainya tidak berfluktuasi. Kepercayaan investor akan semakin tumbuh sehingga pihak manajemen memiliki peluang untuk mengendalikan perusahaan sebaik-baiknya dalam rangka menarik minat investor baik asing maupun lokal.
Agar investor merasa aman untuk berinvestasi, maka perlindungan terhadap investor tercermin kuat melalui Peraturan Pencatatan Efek Nomor 1-A: Tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa (Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-315/BEJ/062000 yang kemudian diubah dengan keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor Kep-339/BEJ/072001),
Universitas Sumatera Utara

butir F.1.f menyebutkan bahwa perusahaan tercatat dilarang untuk melakukan tindakan rekayasa keterbukaan informasi.
Propensity income smoothing adalah kecendrungan manajemen dalam melakukan perataan laba untuk meningkatkan nilai perusahaan. Manajemen mungkin melakukan perilaku slack organisasional, perilaku slack peranggaran atau perilaku menghindar resiko, masing-masing perilaku mengharuskan keputusan yang mempengaruhi penyerapan dan/atau alokasi biaya (cost) diskresioner (Masodah, 2007). Menurut Jin dan Machfoedz (1998), perataan laba dapat didefinisikan sebagai suatu cara yang digunakan oleh pihak manajemen untuk mengurangi fluktuasi laporan pendapatan agar dapat mencapai target secara artifisial (melalui metode akuntansi) atau secara ekonomis (melalui transaksi).
Dalam agency theory praktik perataan laba merupakan salah satu bentuk masalah agency antara pemilik yang pada prinsipnya menginginkan informasi yang dilaporkan adalah akurat dan benar, sedangkan manajer di lain pihak memiliki peluang untuk memanipulasi laporan keuangan dalam rangka mencapai kemakmurannya (Meilani & Baridwan, 2000). Disamping hal tersebut juga adanya information asymmetry antara manajer dengan pemegang saham, dimana dalam keadaan seperti ini manajer merupakan pihak yang memiliki informasi lebih banyak secara keseluruhan dibandingkan pemilik.
Teori keagenan (Agency theory) menyatakan, manajemen memiliki informasi yang lebih banyak mengenai perusahaan dibandingkan pemilik perusahaan yang sering terdorong untuk melakukan tindakan yang dapat memaksimalkan keuntungan dirinya sendiri (dysfunctional behaviour) dan atau perusahaannya. Adanya kecenderungan untuk lebih memperhatikan kondisi laba perusahaan ini, telah disadari oleh pihak manajemen, khususnya yang menyangkut kinerjanya yang diukur atas dasar informasi tersebut, telah mendorong terjadinya berbagai penyimpangan prilaku (dysfunctional behavior). Adanya perubahan informasi atas laba bersih suatu perusahaan melalui berbagai
Universitas Sumatera Utara

cara akan memberikan dampak yang cukup berpengaruh terhadap tindak lanjut para pengguna informasi yang bersangkutan (Juniarti dan Corolina, 2005).
Penilaian atas status suatu bank (apakah bank tersebut merupakan bank yang sehat atau tidak) oleh Bank Indonesia (BI) menggunakan laporan keuangan sebagai dasar dalam menentukannya. Oleh karena itu, manajer memiliki inisiatif untuk melakukan manajemen laba supaya perusahaan mereka dapat memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh BI (Setiawati dan Na,im, 2001, dan Rahmawati dan Baridwan, 2006) dalam Nasution dan Setiawan (2007).
Hasil penelitian Jatiningrum (2000) yang menguji pengaruh faktor-faktor ukuran perusahaan, profitabilitas dan sektor industri terhadap praktik perataan laba, menunjukkan bahwa hanya faktor profitabilitas yang berpengaruh terhadap praktik perataan laba, dan hasil ini konsisten dengan hasil penelitian Ashari et. al, (1994) namun bertentangan dengan hasil penelitian Zuhroh (1996). Selanjutnya hasil penelitian Juniarti dan Corolina (2005) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan atas ukuran perusahaan dan sektor industri antara perusahaan yang tergolong dalam smoothing dan non-smoothing, sedangkan untuk profitabilitas terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua klasifikasi perusahaan.
Ditinjau dari financial leverage, berdasarkan debt covenant hypothesis dalam teori akuntansi dikemukakan bahwa perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi cenderung untuk melakukan pengelolaan atas laba untuk menghindari pelanggaran perjanjian utang (Arik dan Wirawan, 2009). Gaver dan Keneth (1993) menemukan bukti bahwa perusahaan yang pertumbuhannya tinggi cenderung mempunyai nilai financial leverage yang rendah.
Syukriy dan Abdul (2000) menguji enam faktor yang dianggap mempengaruhi perataan laba yaitu leverage operasi, profitabilitas (ROI dan ROE) dan faktor fundamental perusahaan (PER, PBV, dan EPS). Dalam hasilnya menyatakan bahwa faktor fundamental perusahaan (PER, PBV, dan EPS) memiliki pengaruh terhadap perataan laba. Menurut Key (1997) bahwa perusahaan yang besar akan
Universitas Sumatera Utara

menanggung biaya politis yang besar pula, sehingga perlu untuk menurunkan laba pada saat publikasi laporan keuangan. Penelitian Kustono (2007) dan Key (1997), menemukan bahwa pertumbuhan perusahaan mempengaruhi praktik perataan laba. Hasil ini mengindikasi bahwa pada pengelola perusahaan, manajemen merasa perlu untuk melakukan paralelisasi antara pertumbuhan dengan laba.
Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kecendrungan praktik perataan laba pada perusahaan publik yang listing pada Bursa Efek Indonesia juga telah banyak dilakukan. Namun hasil penelitian tersebut masih ditemukan perbedaan hasil meski dilakukan pada objek yang sama. Oleh karena itu, penelitian ini menguji kembali pengaruh variabel profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan terhadap propensity income smoothing pada perusahaan perbankan. Industri perbankan merupakan industri “kepercayaan”, jika investor berkurang kepercayaannya karena laporan keuangan yang bias karena tindakan manajemen laba atau propensity income smoothing, maka investor akan melakukan penarikan dana secara bersama-sama yang dapat mengakibatkan rush.
Rasionalitas yang mendasari penelitian studi ini adalah adanya hubungan antara laba dengan profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan. Bila laba dimanipulasi maka rasio keuangan dalam laporan keuangan juga akan dimanipulasi. Hal ini berdampak pada pengguna laporan keuangan, dimana pihak pengguna menggunakan informasi yang telah dimanipulasi untuk tujuan pengambilan keputusannya, sehingga keputusan yang diambil tidak sepenuhnya sesuai yang diharapkan.
Berdasarkan uraian latar belakang penelitian ini, maka penelitian dilakukan untuk meneliti kembali faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Disamping itu periode pengamatan akan dilakukan selama enam tahun yaitu periode 2004 sampai dengan 2009 dengan pertimbangan bahwa waktu enam tahun tersebut akan lebih memperlihatkan validitas dalam mengidentifikasi kecendrungan perusahaan dalam melakukan perataan laba dan
Universitas Sumatera Utara

bukan perata dibandingkan jangka waktu 2 sampai 4 tahun (Copeland dalam Suwito dan Herawaty, 2005). Dengan demikian variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan judul ”Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Go Publik di Bursa Efek Indonesia.”
1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan di atas, maka
dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan
untuk: Untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
1.4. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik
secara teoritis maupun praktis sebagai berikut: 1. Bagi peneliti, sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan
menambah wawasan penulis mengenai faktor-faktor yang berpengaruh
Universitas Sumatera Utara

terhadap Propensity Income Smoothing pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. Bagi Program Studi Ilmu Manajemen Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, sebagai bahan kajian ilmu dan menambah referensi yang berhubungan dengan manajemen keuangan dalam melakukan penelitian selanjutnya berkenaan dengan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Propensity Income Smoothing pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 3. Bagi investor, sebagai dasar pertimbangan dan masukan yang memberikan tambahan informasi dalam pengambilan keputusan dan analisis investasi. Disamping itu juga diharapkan agar dapat menambah wawasan investor dalam mewaspadai kemungkinan adanya Propensity Income Smoothing yang dilakukan oleh perusahaan. 4. Sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya dalam mengkaji masalah yang sama di masa yang akan datang.
Universitas Sumatera Utara

BAB II

TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1. Penelitian Terdahulu

Topik penelitian mengenai perataan laba telah banyak dilakukan namun

hasil yang diperoleh belum menunjukkan tingkat konsistensi antara penelitian

satu dengan yang lainnya, baik berbeda lokasi maupun periode waktu. Dalam

penelitian ini, pemilihan periode waktu yang berbeda diharapkan akan

memberikan hasil temuan yang baru sesuai kondisi saat ini yang terdapat di

Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berikut ini adalah hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa

peneliti baik di Indonesia maupun negara lain seperti yang terlihat pada tabel

berikut ini:

Tabel 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu

No

Penulis dan Tahun

Judul Penelitian

Analisis Penelitian

Hasil Penelitian

1. Jin Liauw Faktor-faktor yang

- Sampel 53 (BEJ) Ukuran perusahaan, profitabilitas dan

She dan Mempengaruhi Praktek - Tahun 1991- sektor industri tidak berpengaruh

.Machfoedz Perataan Laba pada

1995

terhadap praktik perataan laba, Hanya

(1998)

Perusahaan Terdaftar di - Analisis

leverage operasi yang berpengaruh.

Bursa Efek Jakarta

Logistik

2. Michelson, The Relationship between - Sampel 358

Perusahaan perata laba memiliki

Wagner the Smoothing of Reported (Chicago)

cumulative return lebih tinggi dari

and Income and Risk Adjusted - Tahun 1982- yang bukan perata. Perusahaan yang

Wootton Returns

1991)

berukuran kecil memiliki market return

(2000)

- Multivariate

yang lebih tinggi. Sektor industri

Regression

mempunyai hubungan yang signifikan

terhadap perataan laba.

3. Jatiningrum Analisis Faktor-faktor yang - Sampel 75 (BEJ) Hanya profitabilitas yang berpengaruh

(2000)

Berpengaruh terhadap

- Tahun 1994-

terhadap praktik perataan laba

Perataan Laba pada

1998)

sedangkan ukuran perusahaan dan

Perusahaan yang Tedaftar di - Analisis Logistik sektor industri tidak berpengaruh.

Bursa Efek Jakarta

4. Priyo dan Faktor-Faktor yang

- Sampel 313

Hanya ukuran perusahaan dan

Gudono Mempengaruhi Perataan

(Pasar Modal nasionalitas

perusahaan

yang

(2002)

Laba pada Perusahaan-

ASEAN)

berpengaruh terhadap praktik perataan

Perusahaan yang Terdaftar - Tahun 1986-

laba sedangkan dividend payout ratio,

di Pasar Modal Utama

1995)

profitabilitas dan rasio hutang tidak

Asean

- Analisis Logistik berpengaruh.

5. Juniarti dan Analisa Faktor-Faktor yang - Sampel 54

Tidak ada perbedaan yang signifikan

Corolina Berpengaruh Terhadap

(Bursa Efek

atas ukuran perusahaan dan sektor

(2005)

Perataan Laba (Income

Surabaya)

industri antara perusahaan yang

Smoothing) pada

- Tahun 1994-

tergolong dalam smoothing dan non-

Perusahaan-Perusahaan Go 2001

smoothing,

sedangkan

untuk

Public

- Regresi Logistik profitabilitas, terdapat perbedaan yang

signifikan pada kedua klasifikasi

perusahaan.

6. Masodah Praktik Perataan Laba

- Sampel 27 (BEI) Sektor perbankan dan

lembaga

(2007)

Sektor Industri Perbankan - Tahun 1992-

keuangan lainnya secara empiris telah

dan Lembaga Keuangan

2004

melakukan praktik perataan laba.

Lainnya dan Faktor yang - Analisis Logistik Variabel yang signifikan mempengaruhi

Mempengaruhinya

praktik perataan laba adalah rasio debt

to equity (DE).

7. Dewi dan Faktor-faktor yang

- Sampel 52 (BEJ) Hasil pengujian Multivariat ROA

Carina Mempengaruhi Praktik

- Tahun 2002-

berpengaruh terhadap perataan laba,

(2008) Perataan Laba pada

2006

sedangkan Ukuran Perusahaan, NPM,

Universitas Sumatera Utara

No

Penulis dan Tahun

Judul Penelitian

Analisis Penelitian

Hasil Penelitian

Perusahaan Manufactur dan - Analisis Logistik Sektor Industri dan Financial Leverage

Lembaga Keuangan Lainnya

tidak berpengaruh terhadap Praktik

yang Terdaftar di Bursa Efek

Perataan Laba

Jakarta

8. Silviana Analysis of Income

- Sampel 33 (BEI) Berdasarkan

hasil

pengujian

(2009)

Smoothing: Factors

- Tahun 2005-

multivariate secara serentak dan

Affecting Income Smoothing 2009

terpisah diperoleh hasil bahwa variabel

In Manufacturing Sector and - Analisis Logistik ukuran perusahaan berpengaruh

Manufacture of Basic

terhadap praktik perataan laba.

Chemicals Listed in Stock

Exchange Indonesia (2005-

2009)

Tabel 2.2 Perbedaan dan Persamaan Penelitian ini dengan
Penelitian Terdahulu

No.

Peneliti dan Tahun

Perbedaan

Persamaan

1. Jin Liauw S 1. Variabel independen:

1. Variabel dependen: Praktik

dan Ukuran Perusahaan, Sektor Industri

Perataan Laba

Machfoedz 2. Tahun pengamatan:

2. Variabel independen:

(1998)

Penelitian ini: 2004-2009

Profitabilitas, DER

Penelitian Jin Liauw S & Machfoedz: 1991-3. Model analisis: Logistic

1995

Regression

2. Michelson, 1. Variabel independen:

1. Variabel dependen: Praktik

Wagner and

Ukuran Perusahaan, Sektor Industri, Dividen

Perataan Laba

Wootton

Penelitian Michelson, et al: Risk adjusted return 2. Variabel independen:

(2000)

2. Tahun pengamatan:

Profitabilitas

Penelitian ini: 2004-2009;

3. Model analisis:

Penelitian Michelson: 1982-1991

Logistic Regretion

3. Jatiningrum 1. Variabel independen: Ukuran Perusahaan,

1. Variabel dependen: Praktik

(2000)

Dividen dan Sektor Industri

Perataan Laba

2. Tahun pengamatan:

2. Variabel independen:

Penelitian ini: 2004-2009;

Profitabilitas

Penelitian Jatiningrum: 1994-1998

3. Model analisis: Logistic

Regretion

4. Priyo dan

1. Variabel independen:

1. Variabel dependen: Praktik

Gudono

Dividen diukur dari stabilitas atau konsistensi Perataan Laba

(2002)

pembayarannya, Sektor Industri, Dividend2. Variabel independen:

Payout Ratio, Rasio hutang terhadap modal dan Profitabilitas

nasionalitas perusahaan

3. Model analisis: Logistic

2. Tahun pengamatan:

Regretion

Penelitian ini: 2004-2009;

Penelitian Yurianto & Gudono: 1986-1995

5. Juniarti dan 1. Variabel independen: Ukuran Perusahaan,

1. Variabel dependen: Praktik

Corolina

Dividen dan Sektor Industri

Perataan Laba

(2005)

2. Tahun pengamatan:

2. Variabel independen

Penelitian ini: 2004-2009;

Profitabilitas

Penelitian Juniarti & Corolina: 1994-2001

3. Model analisis: Logistic

Regretion

6. Masodah

1. Variabel independen: Total Aktiva, Bonus Plane 1. Variabel dependen: Praktik

(2007)

(Laba) dan Net Profit Margin.

Perataan Laba

2. Tahun pengamatan:

2. Variabel independen

Penelitian ini: 2004-2009;

Profitabilitas, Debt to Equity

Penelitian Masodah: 1992-2004

Ratio

3. Model analisis: Logistic

Regretion

7. Dewi dan

1. Variabel independen: Ukuran Perusahaan, NPM, 1. Variabel dependen: Praktik

Carina

dan Sektor Industri.

Perataan Laba

(2008)

2. Tahun pengamatan:

2. Variabel independen

Penelitian ini: 2004-2009;

Profitabilitas, Financial

Penelitian Silviana: 2002-2006

Laverage

3. Model analisis: Logistic

Regretion

8. Silviana

1. Variabel independen: Ukuran Perusahaan dan 1. Variabel dependen: Praktik

(2009)

Net Profit Margin.

Perataan Laba

2. Tahun pengamatan:

2. Variabel independen

Penelitian ini: 2004-2009;

Profitabilitas, Financial

Penelitian Silviana: 2005-2009

Laverage

3. Model analisis: Logistic

Regretion

Universitas Sumatera Utara

2.2. Landasan Teori 2.2.1. Laporan Keuangan
Laporan keuangan sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan perusahaan dihasilkan sebagai informasi ya

Dokumen yang terkait

Pengaruh Financial Leverage terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Perkebunan dan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

8 57 97

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

2 36 76

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS DAN FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP TINDAKAN PERATAAN LABA (INCOME SMOOTHING) PADA PERUSAHAAN PERBANKAN: SuatuKasusPada Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia.

1 3 58

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

0 0 10

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

0 0 1

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

0 0 7

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

0 1 16

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

0 1 2

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Propensity Income Smoothing di Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

0 0 11

PENGARUH PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

0 1 27