Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

(1)

PENGARUH PELAYANAN, DISIPLIN KERJA DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMILIH

BIMBINGAN BELAJAR GANESHA OPERATION Jl. HAYAM WURUK NO. 7 ABC MEDAN

SKRIPSI

Disusun Dan Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana S-1 Pada Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara

Disusun Oleh :

100907053 YOSUA SITORUS

DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN


(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS

HALAMAN PERSETUJUAN Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan oleh : Nama : Yosua Sitorus

NIM : 100907053

Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Judul : Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

Medan, Juni 2014 Dosen Pembimbing Ketua Program Studi

Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Drs. Posma Lumban Raja, M.Si Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA NIDN. 0101116402 NIP. 195908161986111001

Dekan FISIP USU

Prof. Dr. Badaruddin, M.Si NIP. 196805251992031002


(3)

ABSTRAK

Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

Nama : Yosua Sitorus

NIM : 100907053

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Pembimbing : Drs. Posma Lumban Raja, M.Si

Keputusan konsumen merupakan suatu tindakan pemilihan terhadap dua atau lebih pilihan alternatif dari konsumen. Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi mempengaruhi keputusan konsumen di dalam memilih bimbingan belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh dari pelayanan, disiplin kerja dan lokasi terhadap keputusan konsumen dalam memilih bimbingan belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan dengan manfaat untuk menambah wawasan, pengetahuan, ilmu dan referensi bagi peneliti dan Mahasiswa Administrasi Bisnis FISIP USU serta untuk bahan masukkan yang berguna bagi Lembaga terkait.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif dan terdapat 90 sampel dalam penelitian ini, yakni siswa-siswi yang duduk di kelas 3 SMA.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hasil analisis regresi berganda menunjukkan pelayanan, disiplin kerja dan lokasi berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen. Hasil uji-F menunjukkan pelayanan, disiplin kerja dan lokasi secara serempak berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen. Hasil uji-T pada pelayanan, disiplin kerja dan lokasi memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan konsumen pada Bimbel GO Hayam Wuruk Medan. Hasil uji koefisien determinasi (R2) didapat sebesar 65,4 %, faktor-faktor keputusan konsumen dapat dijelaskan oleh variabel pelayanan, disiplin kerja dan lokasi (dalam hal ini, variabel pelayanan merupakan variabel yang paling dominan dalam variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih Bimbel GO Hayam Wuruk Medan), sedangkan sisanya 34,6 % dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti.


(4)

ABSTRACT

Influence of Services, Work Discipline and The Location of the Consumer Decision in Choosing Ganesha Operation’s Tutorial

In Hayam Wuruk Street No. 7 ABC Medan

Name : Yosua Sitorus

NIM : 100907053

Faculty : Faculty of Social and Political Science Program of Study : Business Administration

Advisor : Posma Lumban Raja Drs, M.Si

Consumer Decisions is the selection of an action against two or more alternative choices of consumers. Services, work discipline and location influence consumer decisions in choosing Ganesha Operation’s Tutorial In Hayam Wuruk Street No. 7 ABC Medan.

Based on this background, this study aims to determine and analyze how big the influence of service, work discipline and the location of the consumer decision in choosing Ganesha Operation’s Tutorial In Hayam Wuruk Street No. 7 ABC Medan with the benefit to add insight, knowledge, science and reference for researcher and students of Business Administration in Faculty of Social and Political Science in North Sumatera University and for submit the material that is useful for institutions related.

The method used in this research is associative research methods with quantitative approaches and there are 90 samples in this study ie, the students who sit in third high school.

From the research conducted, it is concluded that Multiple Regression Analysis indicate the service, work discipline and location simultaneously positive effect on the consumer decisions. F-test result indicate the service, work discipline and location simultaneously significant effect on the consumer decisions. T-test results on the service, work discipline and location have a partial influence on the consumer decisions of Ganesha Operation’s Tutorial in Hayam Wuruk Medan. The test results of coefficient of determination (R2) of 65.4 % in consumer decision factors can be explained by the variable of service, work discipline and location (in this case, the variable of service is the most dominant variable in the variables that influence consumer decision in choosing Ganesha Operation’s Tutorial in Hayam Wuruk Medan), while the remaining 34.6 % can be explained by other factors not examined.


(5)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala berkat, rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi dengan judul “Pengaruh Pelayanan, Disiplin Keja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan.” Skripsi ini merupakan salah satu syarat yang ditetapkan untuk menyelesaikan program S-1 dan memperoleh gelar Sarjana S-1 pada Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

Skripsi ini penulis persembahkan kepada kedua orang tua penulis yang tercinta, Bapak (Sandiar Arby Sitorus) dan Mamak (Dra. Hadriana Marhaeni Munthe, M.Si) yang telah banyak memberikan dukungan, baik secara moril dan materil dalam membesarkan, mendidik, memotivasi dan selalu mendoakan penulis. Selain itu juga, tak lupa penulis ucapkan kepada kedua adik kandung penulis, yakni Dek Yessica (Yessica Elisabeth Sitorus/Mahasiswi Teknik Sipil UGM) dan Dek Yolanda (Yolanda Krismonita Sitorus/Siswi Kelas 1 SMA Putri Cahaya Medan) yang senantiasa selalu mendukung, memotivasi dan mendoakan penulis. Penulis mengungkapkan betapa besar rasa terima kasih yang penulis sampaikan kepada kalian semuanya.

Penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan rasa hormat penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA, selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Akademik yang selama ini telah membimbing dan mengarahkan penulis


(6)

selama masa perkuliahan dan juga sebagai Dosen Penguji yang telah memberikan masukan kepada penulis.

3. Bapak M. Arifin Nasution, S.Sos, M.SP, selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Drs. Posma Lumban Raja, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing, memberikan masukan dan arahan kepada penulis selama proses penyusunan skripsi.

5. Seluruh Pegawai administrasi di lingkungan FISIP USU khususnya pegawai Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP USU, Kak Siswati dan Bang Farid yang telah membantu dalam segala urusan administrasi.

6. Seluruh Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP USU yang telah membimbing dan mencurahkan ilmunya selama masa perkuliahan.

7. Bapak Sadar Sinaga, S.T selaku Wakil Kepala Cabang Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC yang telah membantu memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian, observasi dan penyebaran kuesioner kepada siswa/i kelas 3 SMA Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan.

8. Seluruh Pegawai dan Para Pengajar di Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan yang telah membantu dan bersikap ramah selama proses penelitian dari awal hingga akhir . Selanjutnya secara khusus, penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Segenap Anggota Keluarga Besar Opung Sitorus (dari pihak Ayah) dan Opung Munthe (dari pihak Ibu) yang telah banyak mendoakan penulis dalam penyelesaian skripsi.


(7)

2. Bang Gio (Mahasiswa Sosiologi FISIP-USU) dan Novida Sari (Mahasiswi AB’010 FISIP-USU), yang sudah membantu dan mendukung penulis, terima kasih untuk semuanya.

3. Untuk seluruh kawan, rekan Administrasi Bisnis 2010 FISIP-USU, terima kasih buat kebersamaannya selama perkuliahan serta yang spesial kepada Saudara Salman Hasibuan dengan Dian Wahyudi (selaku moderator dan notulis pada saat seminar proposal penelitian skripsi penulis), Dedy Syahputra Rambe dan Fachru Reza Nasution, yang telah menemani dan membantu penulis dari penyebaran kuesioner penelitian dan foto-foto di lampiran penelitian, terima kasih buat kalian semuanya.

4. Untuk Seluruh Siswa/i Kelas 3 SMA di Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan, khususnya kepada mereka yang 90 orang yang telah membantu mengisi kuesioner penelitian penulis, terima kasih buat kalian adik-adik, semoga kalian sukses ke depannya.

5. Dek Innokey Arizona, sebagai salah satu responden pertama dari kuesioner penelitian penulis, yang membantu mengarahkan banyak temannya untuk mengisi angket/kuisioner, terima kasih untuk bantuannya ya dek, serta kepada seluruh pihak yang tidak dapat penulis tuliskan satu per satu, sekali lagi terima kasih kepada kalian semuanya. Penulis sangat menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, Juni 2014 Penulis


(8)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN PERSETUJUAN……… i

ABSTRAK……… ii

ABSTRACT... iii

KATA PENGANTAR………. iv

DAFTAR ISI... vii

DAFTAR TABEL... xii

DAFTAR GAMBAR………... xx

DAFTAR GRAFIK………. xxi

DAFTAR LAMPIRAN……….. xxii

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Rumusan Masalah... 3

1.3. Batasan Masalah... 1.4. Tujuan Penelitian... 4

1.5. Manfaat Penelitian... 4

1.6. Sistematika Penulisan……….……. 5

BAB II KERANGKA TEORI... 7

2.1. Kerangka Teori... 7


(9)

2.1.1.1. Pengertian Keputusan Konsumen... 7

2.1.1.2. Tipe Pengambilan Keputusan Konsumen... 8

2.1.1.3. Langkah-Langkah Dan Proses Keputusan Konsumen... 9

2.1.1.4. Pembuatan Keputusan Konsumen... 10

2.1.1.4.1. Pembuatan Keputusan Sebagai Pemecahan Masalah... ………..……….. 10

2.1.2. Pelayanan... 11

2.1.2.1. Pengertian Pelayanan... 11

2.1.2.2. Pendekatan Kualitas Layanan...………. 12

2.1.2.3. Dimensi Kualitas Layanan... 12

2.1.3. Disiplin Kerja... 13

2.1.3.1. Pengertian Disiplin Kerja... 13

2.1.3.2. Jenis-Jenis Disiplin Kerja... 13

2.1.3.3. Tipe-Tipe Disiplin Kerja... 14

2.1.3.4. Prinsip-Prinsip Pendisiplinan... 15

2.1.3.5. Faktor Dan Indikator Disiplin Kerja... 15

2.1.4. Lokasi... 16

2.1.4.1. Pengertian Lokasi Bisnis... 16

2.1.4.2. Teori Menetapkan Lokasi Usaha... 16

2.1.4.3. Faktor-Faktor Lokasi... 17

2.1.5. Bimbingan Belajar... 20


(10)

2.2. Hipotesis………..……… 20

2.3. Definisi Konsep... 21

2.4. Definisi Operasional... 22

2.5. Penelitian Terdahulu... 24

BAB III METODE PENELITIAN... 26

3.1. Bentuk Penelitian... 26

3.2. Lokasi Dan Waktu Penelitian... 26

3.3. Populasi dan Sampel... 27

3.3.1. Populasi... 27

3.3.2. Sampel... 27

3.3.2.1. Teknik Pengambilan Sampel... 28

3.4. Teknik Pengumpulan Data... 29

3.5. Teknik Penentuan Skor……... 30

3.6. Teknik Analisis Data... 31

3.6.1. Pengujian Instrumen……... 31

3.6.1.1. Validitas Dan PengujianValiditas... 31

3.6.1.2. Reliabilitas Dan Pengujian Reliabilitas... 32

3.6.2. Pengujian Asumsi Klasik... 33

3.6.2.1. Uji Normalitas... 33

3.6.2.2. Uji Heteroskedastisitas... 33

3.6.2.3. Uji Multikolinearitas... 33


(11)

3.6.4. Analisis Regresi Berganda... 34

3.6.5. Pengujian Hipotesis... 35

3.6.5.1. Uji Signifikansi Parsial (Uji T)... 35

3.6.5.2. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)... 36

3.6.6. Uji Determinan (R2)... 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……..……. 38

4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian... 38

4.1.1. Sejarah Singkat Ganesha Operation... 38

4.1.2. Profil Ganesha Operation... 40

4.1.3. Visi Dan Misi Ganesha Operation... 41

4.1.4. Reputasi Ganesha Operation... 41

4.2. Penyajian Data... 42

4.2.1. Uji Validitas Dan Reliabilitas... 42

4.2.2. Analisis Tabel Tunggal... 49

4.2.2.1. Identitas Responden... 49

4.2.3. Penyajian Data Tentang Variabel Penelitian... 55

4.2.3.1. Penyajian Data Tentang Pelayanan Pada Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan (Variabel X1)... 55

4.2.3.2. Penyajian Data Tentang Disiplin kerja Pada Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan (Variabel X2)... 66


(12)

4.2.3.3. Penyajian Data Tentang Lokasi Pada Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7

ABC Medan (Variabel X3)... 73

4.2.3.4. Penyajian Data Tentang Keputusan Konsumen Pada Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan (Variabel X1)... 82

4.2.4. Analisis Data... 103

4.2.4.1. Analisis Regresi Linier Berganda... 103

4.2.5. Uji Asumsi Klasik... 104

4.2.5.1. Uji Normalitas... 104

4.2.5.2. Uji Multikolinearitas... 105

4.2.5.3. Uji Heterokedastisitas... 106

4.2.6. Uji Hipotesis... 107

4.2.6.1. Uji T... 107

4.2.6.2. Uji F... 110

4.2.7. Uji Koefisien Determinasi (R2)... 111

4.3. Pembahasan... 114

BAB V PENUTUP………..………….. 119

5.1. Kesimpulan………...………. 119

5.2. Saran………...………... 121 DAFTAR PUSTAKA


(13)

DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

Tabel 2.1. Operasional Variabel... 23

Tabel 2.2. Penelitian Terdahulu... 24

Tabel 4.1. Hasil Uji Validitas Pelayanan (Variabel X1)... 43

Tabel 4.2. Hasil Pengujian Reliabilitas Pelayanan (Variabel X1)... 44

Tabel 4.3. Hasil Uji Validitas Disiplin Kerja (Variabel X2)... 45

Tabel 4.4. Hasil Pengujian Reliabilitas Disiplin Kerja (Variabel X2).... 46

Tabel 4.5. Hasil Uji Validitas Lokasi (Variabel X3)... 46

Tabel 4.6. Hasil Pengujian Reliabilitas Lokasi (Variabel X3)... 47

Tabel 4.7. Hasil Uji Validitas Keputusan Konsumen (Variabel Y)... 47

Tabel 4.8. Hasil Pengujian Reliabilitas Keputusan Konsumen (Variabel Y)... 49

Tabel 4.9. Identitas Responden Berdasakan Jenis Kelamin... 50

Tabel 4.10. Identitas Responden Berdasakan Usia... 50

Tabel 4.11. Identitas Responden Berdasakan Jangka Waktu, Lama Bimbingan Belajar... 51

Tabel 4.12. Identitas Responden Berdasakan Asal Sekolah... 52

Tabel 4.13. Identitas Responden Berdasakan Pekerjaan Dari Orang Tua... 52

Tabel 4.14. Identitas Responden Berdasakan Pendapatan Dari Orang Tua Per Bulan... 54 Tabel 4.15. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Karyawan GO


(14)

cepat dalam memberikan pelayanan... 56 Tabel 4.16. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Pelayanan

yang diberikan oleh Karyawan GO sesuai dengan yang

dijanjikan oleh Pimpinan GO Medan... 57 Tabel 4.17. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : GO menanggapi dengan baik keluhan dari siswa dalam proses belajar... 58 Tabel 4.18. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : GO menyediakan fasilitas pendukung di dalam proses belajar di kelas dan di

ruangan diskusi belajar... 59 Tabel 4.19. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Pelayanan

yang diberikan pengajar GO telah memenuhi prosedur

pelayanan yang ditetapkan Pimpinan GO... 60 Tabel 4.20. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : GO memberikan kenyamanan dalam proses belajar... 61 Tabel 4.21. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Pengajar GO

menguasai mata pelajaran yang menjadi keahlian mereka

masing-masing... 62 Tabel 4.22. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : GO memberikan pelayanan yang sama terhadap masing-masing siswa... 63 Tabel 4.23. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Para Pengajar

GO bersikap dan berkelakuan sopan, baik di dalam proses belajar mengajar di kelas maupun saat di ruangan diskusi


(15)

belajar... 64 Tabel 4.24. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Para Pengajar

GO memberikan perhatian yang tulus dengan berupaya

memahami keinginan dari siswa/i... 65 Tabel 4.25. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Karyawan GO

senantiasa tepat waktu dalam menyelesaikan tugas dan

pekerjaannya... 66 Tabel 4.26. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Para Karyawan GO membuat ijin apabila mereka tidak masuk (tidak hadir)

kerja... 67 Tabel 4.27. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Para Pengajar

GO datang tepat waktu untuk mengajar siswa/i... 68 Tabel 4.28. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Pengajar GO

menggunakan peralatan dan perlengkapan yang ada di GO

dengan baik... 68 Tabel 4.29. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Para Pengajar

GO senantiasa taat terhadap aturan-aturan yang ada di GO... 70 Tabel 4.30. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Karyawan GO

senantiasa bekerja sesuai dengan prosedur yang ada... 71 Tabel 4.31. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Karyawan GO

memakai seragam dalam bekerja... 72 Tabel 4.32. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Para Karyawan


(16)

GO menggunakan kartu tanda pengenal identitas

dalam bekerja... 73 Tabel 4.33. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : GO memiliki

reputasi sebagai lokasi bimbingan belajar yang strategis

dengan harga bersaing... 74 Tabel 4.34. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : GO memiliki

lokasi yang mudah untuk dijangkau oleh siswa/i... 75 Tabel 4.35. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Bimbingan

Belajar GO Hayam Wuruk Medan ditempatkan dekat

dengan lokasi penduduk... 76 Tabel 4.36. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Lokasi GO

menjadikannya mampu untuk bersaing dengan bimbingan

belajar lain... 77 Tabel 4.37. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Tempat Parkir

di GO memadai untuk kendaraan seperti sepeda motor

dan mobil... 78 Tabel 4.38. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Keindahan Pada Desain dan Tata Letak fasilitas yang ada di GO membuat

tampilan bangunannya menarik... 79 Tabel 4.39. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : GO memiliki

kondisi lingkungan sekitar yang aman dan nyaman... 80 Tabel 4.40. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Lokasi GO dekat


(17)

dengan sarana fasilitas sosial dan umum... 81 Tabel 4.41. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Lokasi GO dekat

dengan fasilitas layanan... 82 Tabel 4.42. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Proses belajar

mengajar di GO Medan memberikan kemudahan bagi siswa/i.. 83 Tabel 4.43. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Para Pengajar GO mampu dan kompeten dalam menjelaskan jawaban dari

pertanyaan-pertanyaan yang konsumen berikan... 84 Tabel 4.44. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Pelayanan dan

perhatian yang diberikan Karyawan GO membuat konsumen merasa puas... 85 Tabel 4.45. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Pelayanan dari

GO sesuai dengan yang konsumen harapkan... 86 Tabel 4.46. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : GO telah

memberikan kepuasan untuk siswa secara keseluruhan... 87 Tabel 4.47. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Siswa/i merasa santai dalam mengikuti proses pembelajaran di GO... 88 Tabel 4.48. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Siswa/i merasa puas dengan belajar di GO Medan... 89 Tabel 4.49. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Penguasaan materi pelajaran oleh para pengajar GO sangat memuaskan


(18)

Tabel 4.50. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Tingkat

kedisiplinan Karyawan GO sangat baik... 91 Tabel 4.51. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Para Karyawan GO bekerja dengan tertib dan teratur... 92 Tabel 4.52. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Karyawan GO

melaksanakan sepenuhnya pekerjaannya sesuai dengan norma, etika dan kaidah yang berlaku... 93 Tabel 4.53. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Bimbingan

Belajar GO Medan memiliki daya tarik sebagai tempat

bimbingan belajar... 94 Tabel 4.54. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Dengan adanya

kehadiran dari bimbingan belajar GO, membantu siswa/i

dalam proses belajar... 95 Tabel 4.55. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Konsumen

mencari informasi sebelum memutuskan untuk bimbingan

belajar di GO Hayam Wuruk, Medan... 96 Tabel 4.56. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Informasi yang didapatkan oleh konsumen mengenai bimbingan belajar GO Hayam Wuruk Medan telah memenuhi harapan dan keinginan dari konsumen untuk bimbingan belajar di GO tersebut... 97 Tabel 4.57. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Bimbingan


(19)

dilihat dari sisi reputasinya... 98

Tabel 4.58. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Konsumen meyakini bahwa bimbingan belajar GO Medan merupakan bimbingan belajar yang berkualitas tinggi... 99

Tabel 4.59. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Konsumen ke depannya akan semakin menyukai dan merekomendasi teman/Saudaranya untuk bimbingan belajar di GO Medan... 100

Tabel 4.60. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Konsumen menjatuhkan pilihannya kepada bimbingan belajar GO Medan, sebagai salah satu bimbingan belajar terbaik yang ada di kota Medan... 101

Tabel 4.61. Jawaban Responden Terhadap Pernyataan : Konsumen tidak mencari tempat untuk bimbingan belajar, selain di GO... 102

Tabel 4.62. Hasil Uji Regresi Linier Berganda... 103

Tabel 4.63. Hasil Uji Multikolinieritas... 106

Tabel 4.64. Hasil Uji F... 111

Tabel 4.65. Uji koefisien determinasi pelayanan terhadap keputusan konsumen... 112

Tabel 4.66. Uji koefisien determinasi disiplin kerja terhadap keputusan konsumen... 112

Tabel 4.67. Uji koefisien determinasi lokasi terhadap keputusan konsumen... 113


(20)

Tabel 4.68. Uji koefisien determinasi pelayanan, disiplin kerja dan lokasi secara bersama-sama terhadap keputusan konsumen... 113


(21)

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman Gambar 4.1. Hasil Uji P-P Plot Normalitas Data... 105 Gambar 4.2. Hasil Uji Heterokedastisitas... 107


(22)

DAFTAR GRAFIK

No. Judul Halaman Grafik 4.1. Jumlah Kelulusan Siswa GO di PTN Favorit Dari

Tahun 2010-2013... 41 Grafik 4.2. Jumlah Lulusan Siswa GO di Sepuluh PTN


(23)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Judul Lampiran 1 Kuesioner Penelitian

Lampiran 2 Hasil Olahan Data SPSS Versi 20

Lampiran 3 Kartu Seminar Peneliti Sebagai Bukti Hadir di Seminar Proposal Penelitian (Skripsi) Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP-USU

Lampiran 4 Pengajuan Judul Skripsi

Lampiran 5 Surat Pengajuan Judul Skripsi Oleh Peneliti

Lampiran 6 Kartu Kendali Bimbingan Skripsi Peneliti Dari Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP-USU

Lampiran 7 Undangan Seminar Proposal Skripsi Peneliti Kepada Dosen Pembimbing

Lampiran 8 Undangan Seminar Proposal Skripsi Peneliti Dari Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP-USU Kepada Dosen Penguji Lampiran 9 Jadwal Seminar Proposal Skripsi Peneliti Dari Program Studi Ilmu

Administrasi Niaga/Bisnis FISIP-USU

Lampiran 10 Daftar Hadir Peserta Seminar Proposal Rancangan Usul Penelitian (RUP) Mahasiswa FISIP USU

Lampiran 11 Berita Acara Seminar Proposal Rencana Usulan Penelitian Dari Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis FISIP-USU

Lampiran 12 Surat Permohonan Penelitian Dari Peneliti Lampiran 13 Surat Izin Penelitian Dari FISIP-USU


(24)

Lampiran 15 Penugasan Membimbing Skripsi Peneliti Kepada Dosen Pembimbing

Lampiran 16 Surat Keterangan Penelitian Dari Bimbel GO Hayam Wuruk Medan

Lampiran 17 Lampiran Gambar-Gambar Sehubungan Dengan Penelitian Lampiran 18 Hasil Dari Test Toefl di Pusat Bahasa USU


(25)

ABSTRAK

Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

Nama : Yosua Sitorus

NIM : 100907053

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Pembimbing : Drs. Posma Lumban Raja, M.Si

Keputusan konsumen merupakan suatu tindakan pemilihan terhadap dua atau lebih pilihan alternatif dari konsumen. Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi mempengaruhi keputusan konsumen di dalam memilih bimbingan belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh dari pelayanan, disiplin kerja dan lokasi terhadap keputusan konsumen dalam memilih bimbingan belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan dengan manfaat untuk menambah wawasan, pengetahuan, ilmu dan referensi bagi peneliti dan Mahasiswa Administrasi Bisnis FISIP USU serta untuk bahan masukkan yang berguna bagi Lembaga terkait.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif dan terdapat 90 sampel dalam penelitian ini, yakni siswa-siswi yang duduk di kelas 3 SMA.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hasil analisis regresi berganda menunjukkan pelayanan, disiplin kerja dan lokasi berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen. Hasil uji-F menunjukkan pelayanan, disiplin kerja dan lokasi secara serempak berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen. Hasil uji-T pada pelayanan, disiplin kerja dan lokasi memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan konsumen pada Bimbel GO Hayam Wuruk Medan. Hasil uji koefisien determinasi (R2) didapat sebesar 65,4 %, faktor-faktor keputusan konsumen dapat dijelaskan oleh variabel pelayanan, disiplin kerja dan lokasi (dalam hal ini, variabel pelayanan merupakan variabel yang paling dominan dalam variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih Bimbel GO Hayam Wuruk Medan), sedangkan sisanya 34,6 % dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti.


(26)

ABSTRACT

Influence of Services, Work Discipline and The Location of the Consumer Decision in Choosing Ganesha Operation’s Tutorial

In Hayam Wuruk Street No. 7 ABC Medan

Name : Yosua Sitorus

NIM : 100907053

Faculty : Faculty of Social and Political Science Program of Study : Business Administration

Advisor : Posma Lumban Raja Drs, M.Si

Consumer Decisions is the selection of an action against two or more alternative choices of consumers. Services, work discipline and location influence consumer decisions in choosing Ganesha Operation’s Tutorial In Hayam Wuruk Street No. 7 ABC Medan.

Based on this background, this study aims to determine and analyze how big the influence of service, work discipline and the location of the consumer decision in choosing Ganesha Operation’s Tutorial In Hayam Wuruk Street No. 7 ABC Medan with the benefit to add insight, knowledge, science and reference for researcher and students of Business Administration in Faculty of Social and Political Science in North Sumatera University and for submit the material that is useful for institutions related.

The method used in this research is associative research methods with quantitative approaches and there are 90 samples in this study ie, the students who sit in third high school.

From the research conducted, it is concluded that Multiple Regression Analysis indicate the service, work discipline and location simultaneously positive effect on the consumer decisions. F-test result indicate the service, work discipline and location simultaneously significant effect on the consumer decisions. T-test results on the service, work discipline and location have a partial influence on the consumer decisions of Ganesha Operation’s Tutorial in Hayam Wuruk Medan. The test results of coefficient of determination (R2) of 65.4 % in consumer decision factors can be explained by the variable of service, work discipline and location (in this case, the variable of service is the most dominant variable in the variables that influence consumer decision in choosing Ganesha Operation’s Tutorial in Hayam Wuruk Medan), while the remaining 34.6 % can be explained by other factors not examined.


(27)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan sangat penting bagi manusia. Karena melalui pendidikan setiap orang dapat mencapai cita-cita dan tujuan hidupnya. Hal ini juga berlaku bagi siswa/siswi dalam menempuh pendidikannya. Umumnya, para siswa mengiginkan dan dituntut agar memiliki kemampuan yang baik untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi dan terbaik, sesuai dengan yang diinginkannya. Melalui pendidikan yang lebih tinggi dan terbaik, siswa berharap akan menguasai ilmu dan pengetahuan, mampu untuk mengimplementasikannya, bermanfaat dan sesuai dengan tuntutan keadaan dan zaman. Dengan kata lain, mereka berharap untuk menjadi SDM yang lebih handal di era globalisasi sekarang ini.

Saat ini, banyak ide kreatif, gagasan dan pemikiran yang cemerlang yang tampak di dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar di sekolah. Apabila keadaan ini benar-benar dapat terealisasi dengan baik dan benar, tentu akan semakin meningkatkan kualitas SDM yang ada, baik di masa sekarang maupun ke depannya. Dapat dikatakan dengan adanya peningkatan kualitas SDM yang salah satunya melalui pendidikan, maka hal ini tentunya akan mampu untuk menyelesaikan beberapa permasalahan di dalam suatu lingkup negara, seperti perbaikan kualitas hidup masyarakat, perekonomian dan lainnya.

Seiring dengan era globalisasi yang didorong oleh kemajuan teknologi sekarang ini, dibutuhkan suatu metode dan sarana pembelajaran yang efektif, yang dapat mengarahkan siswa ke arah pemikiran yang lebih terbuka dan berkembang, merangsang ide-ide siswa secara kreatif. Dengan demikian, para siswa peserta didik diharapkan mampu menggali ilmu dan informasi yang lebih mendalam dan relevan di bidang pendidikannya. Hal ini juga akan menuntun siswa untuk mampu


(28)

menguasai bidang ilmu dan keterampilan tertentu, seperti teknologi, yakni komputer dan sebagainya.

Maka daripada itu, untuk meningkatkan penguasaan materi pelajaran yang diperoleh di sekolah, para siswa/siswi perlu meningkatkan kualitas dan frekuensi latihan dalam menyelesaikan beragam soal yang berkaitan dengan materi pelajaran yang bakal diujikan saat menempuh ujian akhir atau seleksi dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Proses belajar dan latihan tambahan di luar sekolah untuk menghadapi ujian dapat ditempuh melalui Bimbingan Belajar yang selanjutnya disebut dengan Bimbel. Berbagai Bimbingan Belajar (Bimbel) saat ini berupaya menarik konsumen yaitu para siswa/i dengan menawarkan beragam sistem dan metode pembelajaran tambahan. Untuk itu, siswa/i perlu selektif di dalam memilih bimbingan belajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Pada umumnya, siswa/i yang menjadi peserta pembelajaran tambahan di Bimbingan Belajar atau Bimbel adalah mereka yang duduk di kelas akhir, antara lain siswa/i kelas 3 SMA. Hal ini ditempuh sebagai langkah untuk sukses meraih nilai terbaik saat menghadapi Ujian Nasional, Ujian Akhir Sekolah dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri favorit.

Saat ini, keberadaan dan peran Bimbingan Belajar/Bimbel sebagai penyelenggara pembelajaran di luar sekolah dan latihan tambahan yang efektif dan menarik bagi siswa/i, tidak dapat dipungkiri. Masyarakat memandang bahwa bimbingan belajar mampu memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan lain secara mendalam yang dibutuhkan oleh siswa sehingga mampu bersaing secara kompetitif dan sehat nantinya. Hal ini terbukti dimana bahwa melalui bimbingan-bimbingan belajar yang ada, banyak siswa yang mengalami peningkatan dan pengembangan di dalam proses belajar dan prestasinya.

Salah satu Bimbingan Belajar/Bimbel yang keberadaannya sudah dikenal secara luas di kota Medan adalah Ganesha Operation (GO). Salah satu cabangnya adalah bimbel Ganesha Operation yang terletak di Jalan Hayam Wuruk No. 7 ABC, Medan. Hingga kini, cabang bimbel Ganesha Operation (GO) tersebut memiliki banyak siswa dan mampu bertahan di tengah-tengah ketatnya persaingan dengan bimbingan belajar lain yang banyak dijumpai di kota Medan. Cabang


(29)

bimbel Ganesha Operation (GO) tersebut menghimpun siswa/i dari berbagai sekolah yang ada di kota Medan. Hal ini menunjukkan bahwa bimbingan belajar ini menjadi perhatian, dipandang, diperhitungkan dan dipercaya masyarakat, terutama oleh siswa/i yang menjadi konsumennya.

Pada umumnya, di dalam memilih suatu Bimbingan Belajar/Bimbel, konsumen (baca : siswa/i kelas 3 SMA) melihat bagaimana pelayanan, disiplin kerja dan lokasi dari bimbingan belajar yang bersangkutan. Pelayanan, disiplin kerja dan lokasi akan mempengaruhi konsumen (baca : siswa/i kelas 3 SMA) di dalam memutuskan untuk memilih bimbingan belajar yang ada, seperti Bimbel Ganesha Operation (GO) yang terletak di Jalan Hayam Wuruk No.7 ABC, Medan. Pelayanan dalam hal ini dimaksudkan adalah bagaimana suatu bimbingan belajar memberikan pelayanan yang berkualitas bagi konsumennya. Disiplin kerja dalam hal ini dimaksudkan adalah bagaimana kedisiplinan waktu dari para pengajar bimbel ketika datang untuk mengajari siswa/i-nya, dsb. Sedangkan lokasi dalam hal ini dimaksudkan adalah bagaimana letak strategis suatu bimbingan belajar/bimbel untuk dapat dijangkau oleh konsumennya.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti dan mengangkat judul skripsi : “ Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan.”

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. “ Bagaimana dan sejauh mana pelayanan mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih Bimbel Ganesha Operation di Jalan Hayam Wuruk, Medan? “ 2. “ Bagaimana dan sejauh mana disiplin kerja mempengaruhi keputusan

konsumen dalam memilih Bimbel Ganesha Operation di Jalan Hayam Wuruk, Medan ? “


(30)

3. “ Bagaimana dan sejauh mana lokasi mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih Bimbel Ganesha Operation di Jalan Hayam Wuruk, Medan? “ 4. “ Bagaimana dan sejauh mana pelayanan, disiplin kerja dan lokasi secara

bersama-sama mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih Bimbel Ganesha Operation di Jalan Hayam Wuruk, Medan? “

1.3. Batasan Masalah

Batasan Permasalahan pada penulisan Skripsi ini adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh pelayanan yang diteliti adalah pelayanan berdasarkan dimensi

kualitas layanan dengan metode SERVQUAL (Service Quality), yang mencakup bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), tanggapan (responsiveness), jaminan (assurance) dan kepedulian (emphaty). Pengaruh disiplin kerja yang diteliti adalah disiplin kerja berdasarkan faktor yang sekaligus menjadi indikator disiplin kerja itu sendiri, yang meliputi ketepatan waktu, penggunaan peralatan dan perlengkapan dengan baik, tanggung jawab tinggi, ketaatan terhadap aturan, penggunaan seragam oleh pegawai, dsb. Sedangkan pengaruh dari lokasi yang diteliti adalah berdasarkan faktor lokasi yang mencakup faktor hubungan pasar, karakteristik demografis, kecenderungan penghasilan penduduk, persaingan, iklim sosial dan perdagangan.

2. Pengambilan data primer dan sekunder dengan cara menyebarkan angket/kuisioner, observasi dan dokumentasi dari sumber internet dengan periode waktu selama satu minggu. Hal ini dilakukan agar data-data yang diperoleh dan dikumpulkan nantinya dapat lebih valid dan sahih untuk mempermudah peneliti dalam mengolah dan menganalisis data tersebut.

3. Dalam melakukan penelitian ini, asumsi (anggapan dasar terhadap keadaan suatu hal dalam penelitian) sebagai berikut :


(31)

a. Pelayanan yang diberikan oleh para pengajar Bimbel GO Hayam Wuruk Medan, disiplin kerja yang dilakukan oleh para pegawai/karyawannya serta lokasinya yang strategis dianggap mempunyai pengaruh yang berarti dan positif terhadap siswa/i kelas 3 SMA dalam memutuskan untuk memilih Bimbel tersebut. Hal ini berarti dengan adanya pemberian pelayanan yang berkualitas, tingkat kedisiplinan kerja dari para karyawan dan pengajar di suatu bimbingan belajar yang baik serta lokasi bimbel yang strategis dengan harga bersaing, dapat membuat konsumen akan merasa puas dan senang serta menarik minat konsumen untuk memilih Bimbel tersebut. Serta sebaliknya apabila pelayanan yang diberikan Bimbel dan disiplin kerja dari para karyawan dan pengajarnya kurang baik serta akses ke lokasinya kurang memudahkan konsumen, maka konsumen tidak akan merasa puas dan cenderung berpaling untuk memilih Bimbel lain.

b. Semua siswa/i kelas 3 SMA memperoleh pelayanan yang sama, disiplin kerja yang dilakukan para pengajar dan karyawan serta akses yang memudahkan menuju lokasi Bimbel GO Hayam Wuruk Medan.

c. Pihak Bimbel telah melakukan evaluasi terhadap pelayanan dan disiplin kerja dari para pegawai dan pengajar serta letak strategis lokasi sehingga siswa/i benar-benar merasa nyaman dan betah untuk bimbingan belajar di GO Hayam Wuruk Medan.

4. Lokasi dalam penelitian ini adalah hanya bertempat di Pusat Bimbingan Belajar Ganesha Operation yang terletak di Jalan Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan. 5. Jumlah sampel/responden yang diharapkan peneliti adalah sebanyak 100 orang

dari siswa/i yang duduk di kelas 3 SMA yang bimbel di GO Hayam Wuruk Medan. Hal ini dimaksudkan agar lebih mendukung peneliti dalam mengolah dan menganalisis hasil data-data yang diperoleh nantinya.

6. Soft Ware yang digunakan dalam pengolahan data adalah dengan SPSS versi 20 (Statistical Product and Service Solution 2014) untuk penyajian data dalam analisa deskriptif, frequency table, reliability statistics, item-total statistics, test of normality, coefficients, ANOVA dan model summary.


(32)

1.4. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1. Pengaruh pelayanan terhadap keputusan konsumen dalam memilih bimbingan

belajar Ganesha Operation (GO) di Jalan Hayam Wuruk, Medan.

2. Pengaruh disiplin kerja terhadap keputusan konsumen dalam memilih bimbingan belajar Ganesha Operation (GO) di Jalan Hayam Wuruk, Medan. 3. Pengaruh lokasi terhadap keputusan konsumen dalam memilih bimbingan

belajar Ganesha Operation (GO) di Jalan Hayam Wuruk, Medan.

4. Pengaruh pelayanan, disiplin kerja dan lokasi secara bersama-sama terhadap keputusan konsumen dalam memilih bimbingan belajar Ganesha Operation (GO) di Jalan Hayam Wuruk, Medan.

1.5. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Bagi Peneliti, yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan peneliti mengenai bisnis di bidang pendidikan dan keputusan konsumen dalam memilih tempat bimbingan belajar.

b. Bagi Lembaga, yaitu untuk bahan masukkan yang berguna bagi Lembaga itu sendiri.

c. Bagi Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, yaitu untuk bahan referensi, menambah wawasan dan ilmu untuk Mahasiswa di Jurusan Administrasi Bisnis USU.


(33)

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : KERANGKA TEORI

Bab ini terdiri dari teori-teori terdahulu dan kajian teorinya yang mendukung penelitian, hipotesis, definisi konsep, definisi operasional dan penelitian terdahulu.

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini berisi bentuk penelitian, lokasi dan waktu penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik penentuan skor dan teknik analisis data.

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi gambaran umum lokasi penelitian, visi dan misi lembaga serta data atau karakteristik lain yang relevan dengan objek penelitian, penyajian data terhadap data yang diperoleh selama penelitian di lapangan dan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian serta analisis data.

BAB V : PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dan juga saran dari penulis untuk memberikan masukan guna menjawab permasalahan yang ada.


(34)

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1. Kerangka Teori

Kerangka teori merupakan kemampuan seorang peneliti dalam mengaplikasikan pola berpikirnya dalam menyusun secara sistematis teori-teori yang mendukung permasalahan penelitian.

Banyak pengertian dari teori, diantaranya teori adalah satu perangkat andaian mengenai masyarakat, gejala sosial, dan tingkah laku manusia (H. Judistira K. Garna, 1996 : 139). Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa teori merupakan perangkat dari proposisi-proposisi yang mempunyai korelasi yang telah terbukti dan teruji kebenarannya (Soerjono Soekanto, 1983 : 375).

Teori berguna untuk menjadi titik tolak atau landasan berpikir dalam memecahkan atau menyoroti masalah yang nantinya berfungsi untuk menerangkan, meramalkan, memprediksi dan menemukan keterpautan fakta-fakta yang ada secara sistematis.

Untuk memberi kejelasan pada penelitian ini, penulis mengemukakan beberapa kerangka teori yang berkaitan dengan penelitian. Adapun kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

2.1.1. Keputusan Konsumen

2.1.1.1. Pengertian Keputusan Konsumen

Menurut Schiffman dan Kanuk, 1994 (dalam Ujang Sumarwan, 2002 :289), keputusan konsumen merupakan suatu tindakan pemilihan terhadap dua atau lebih pilihan alternatif dari konsumen. Dimana seorang konsumen yang hendak melakukan pilihan, maka ia harus memiliki pilihan alternatif. Sedangkan pengertian dari keputusan konsumen yang lainnya adalah bahwa keputusan


(35)

konsumen merupakan seleksi konsumen terhadap dua pilihan alternatif atau lebih (Leon Schiffman dan Leslie Lazar Kanuk, 2007 :485).

Berdasarkan pengertian keputusan konsumen di atas, maka dalam penelitian ini, keputusan konsumen merupakan sebuah keputusan yang harus dilakukan konsumen terhadap pilihan-pilihan alternatif yang ada.

2.1.1.2. Tipe Pengambilan Keputusan Konsumen

Menurut Schiffman dan Kanuk, 1994 (dalam Ujang Sumarwan, 2002 : 292), terdapat tiga tipe pengambilan keputusan konsumen, yaitu sebagai berikut : 1) Pemecahan masalah yang diperluas.

Pemecahan masalah diperluas biasanya dilakukan pada pembelian barang-barang tahan lama dan barang-barang mewah, seperti mobil, rumah, pakaian mahal, peralatan elektronik.Termasuk di dalamnya adalah keputusan yang dianggap penting seperti berlibur, yang mengharuskan membuat pilihan yang tepat. Dalam kondisi seperti ini, konsumen akan melakukan pencarian informasi yang intensif serta melakukan evaluasi terhadap beberapa atau banyak alternatif.

2) Pemecahan masalah yang terbatas.

Pada tipe keputusan ini, konsumen telah memiliki kriteria dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbagai merek pada kategori tersebut.Namun konsumen belum memiliki preferensi tentang merek tertentu.Konsumen hanya membutuhkan tambahan informasi untuk bisa membedakan antara berbagai merek tersebut. Konsumen menyederhanakan proses pengambilan keputusan.

3) Pemecahan masalah rutin.

Pada tipe ini, konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk yang akan dibelinya. Ia juga telah memiliki standar untuk mengevaluasi merek. Konsumen juga seringkali hanya mereview apa yang telah diketahuinya. Konsumen hanya membutuhkan informasi yang sedikit.


(36)

2.1.1.3. Langkah-Langkah Dan Proses Keputusan Konsumen

Di dalam proses keputusan pembelian, akan berhubungan dengan dimana konsumen akan diarahkan untuk memutuskan memilih terhadap alternatif-alternatif yang ada. Adapun prosesnya adalah meliputi langkah awal pada langkah-langkah keputusan konsumen sebelumnya hingga tahapan berikutnya, yaitu sebagai berikut :

1) Pengenalan Kebutuhan.

Pengenalan kebutuhan muncul ketika konsumen menghadapi suatu masalah, yaitu suatu keadaan dimana terdapat perbedaan antara keadaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. Dalam hal ini, kebutuhan harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum bisa dikenali. Menurut Blackwell Engel dan Miniard, 1995, (dalam Ujang Sumarwan, 2002 :294), faktor-faktor yang mempengaruhi pengaktifan kebutuhan konsumen adalah waktu, perubahan situasi, pemilihan produk konsumsi produk, perbedaan individu, dan pengaruh pemasaran.

2) Pencarian Informasi.

Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan di dalam ingatannya (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal).

Dalam proses ini, konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber, yaitu meliputi :

a. Individu : keluarga, kawan, tetangga, kerabat.

b. Komersial : iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pameran. c. Umum : media massa, lembaga konsumen.

d. Pengalaman : penggunaan produk, pemilikkan produk, dan pengujian produk.


(37)

3) Evaluasi alternatif.

Evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan produk dan merk serta memilihnya sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Pada proses ini, konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Setelah menentukan kriteria atau atribut dari produk atau merk yang dievaluasi, maka langkah berikutnya adalah menentukan alternatif pilihan. Konsumen akan mengurangi pilihan bila dirasa tidak memenuhi kriteria evaluasi. Kemudian konsumen akan menentukan pilihan produknya tersebut.

4) Tindakan pembelian.

Setelah menentukan pilihan produk, maka konsumen akan melanjutkan proses berikutnya, yaitu melakukan tindakan pembelian produk atau jasa tersebut. Proses pembelian tersebut melalui tahap pra pembelian dengan mencari informasi, mempersiapkan dana, berhubungan lalu bertransaksi.

5) Pasca konsumsi.

Setelah mengkonsumsi produk atau jasa, konsumen tidak akan berhenti hanya sampai di situ saja, namun ada tindakan lain yang mengikuti konsumsi, yang disebut tindakan pasca konsumsi. Tindakan pasca tersebut akan berlanjut setelah konsumen melakukan evaluasi yang bisa menimbulkan kepuasan atau ketidakpuasan.

(Rini Dwiastuti, dkk, 2013 :132).

2.1.1.4. Pembuatan Keputusan Konsumen

2.1.1.4.1. Pembuatan Keputusan Sebagai Pemecahan Masalah

Proses kunci di dalam pembuatan keputusan konsumen ialah proses integrasi dengan mana pengetahuan dikombinasikan untuk mengevaluasi dua atau lebih alternatif perilaku yang kemudian dipilih satu. Hasil dari proses integrasi ini ialah suatu pilihan yang secara kognitif terwakili sebagai intensi perilaku yang disebut rencana keputusan.


(38)

Di dalam pengambilan keputusan konsumen, sebagai pemecahan masalah, harus difokuskan pada tujuan konsumen yang dicari untuk tercapai atau untuk terpuaskan. Konsumen memahaminya sebagai masalah, sebab apa yang diinginkan belum dicapai. Konsumen membuat keputusan tentang perilaku mana yang cocok untuk mencapai tujuan/keinginan. Jadi tindakan pencapaian tujuan merupakan pemecahan masalah. Kemudian, ini berarti pembuatan keputusan konsumen merupakan tujuan yang diarahkan sebagai proses pemecahan masalah. (J. Supranto dan H. Nandan Limakrisna, 2007 :211).

2.1.2. Pelayanan

2.1.2.1. Pengertian Pelayanan

Menurut Aritonang, 2005 (dalam Panji Wirawan, 2012 : 24) mengemukakan bahwa: “Pelayanan adalah kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan secara akurat, handal dapat dipercaya, bertanggung jawab atas apa yang dijanjikan, tidak pernah memberikan janji yang berlebihan dan selalu memberikan janji”. Sedangkan menurut Barata, 2004 (dalam Panji Wirawan, 2012 : 24) bahwa: “Pelayanan akan terbentuk karena adanya proses pemberian pelayanan tertentu dari pihak penyedia layanan kepada pihak yang dilayani”.

Salah satu cara agar penjualan jasa satu usaha lebih unggul dibandingkan pesaingnya adalah dengan memberikan pelayanan yang berkualitas dan bermutu yang memenuhi tingkat kepentingan konsumen. Tingkat kepentingan konsumen terhadap jasa yang akan diterima dapat dibentuk berdasarkan pengalaman dan saran yang mereka peroleh. Konsumen memilih pemberi jasa berdasarkan peringkat kepentingan. Dan setelah menikmati jasa tersebut mereka cenderung akan membandingkannya dengan yang mereka harapkan.


(39)

2.1.2.2. Pendekatan Kualitas Layanan

Salah satu pendekatan kualitas layanan yang banyak dijadikan acuan dalam penelitian adalah metode SERVQUAL (Service Quality). SERVQUAL ini dibangun atas adanya perbandingan dua faktor utama persepsi pelayanan atas layanan yang nyata mereka terima (perceived service) dengan layanan yang sesungguhnya diharapkan atau diinginkan (expected service).

Jika kenyataannya lebih dari yang diharapkan, maka layanan dapat dikatakan bermutu, sedangkan jika kenyataan kurang dari yang diharapkan, maka layanan yang dikatakan tidak bermutu dan apabila kenyataan sama dengan harapan, maka layanan akan dikatakan memuaskan.

2.1.2.3. Dimensi Kualitas Layanan

Dalam buku Lupiyoadi (dalam Panji Wirawan, 2012 : 25), salah satu studi mengenai SERVQUAL (service quality) disimpulkan bahwa terdapat lima dimensi kualitas layanan.

Kelima dimensi tersebut sebagai berikut: 1. Bukti Fisik (Tangibles)

Bukti fisik yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal meliputi fasilitas (gedung - gudang dan lain sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan (teknologi), serta penampilan pegawainya.

2. Keandalan (Reliability)

Keandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akuran dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sifat simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.

3. Tanggapan (Responsiveness)

Ketanggapan yaitu kemampuan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan, dan dengan penyampaian infornasi yang jelas.


(40)

4. Jaminan (Assurance)

Jaminan dan ketidakpastian yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya pelanggan kepada perusahaan.

5. Kepedulian (Emphaty)

Empati yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginannya. 2.1.3. Disiplin Kerja

2.1.3.1. Pengertian Disiplin Kerja

Menurut Siagian dalam Hasibuan (dalam Jumjuma, 2011 : 7), menyatakan bahwa disiplin kerja adalah sikap mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku seseorang, kelompok masyarakat berupa ketaatan (obedience) terhadap peraturan, norma yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan menurut Davis (dalam Jumjuma, 2011 : 8), bahwa “Disiplin adalah suatu tindakan manajemen memberikan semangat kepada pelaksanaan standar organisasi, ini adalah pelatihan mengarah kepada upaya membenarkan dan melibatkan pengetahuan-pengetahuan dan prilaku petugas sehingga ada kedisiplinan pada diri petugas, untuk menuju pada kerjasama dan prestasi yang lebih baik”.

Berdasarkan pengertian disiplin kerja di atas, maka dalam tulisan ini, disiplin kerja merupakan sikap dan perilaku dari seseorang yang diimplementasikan dalam wujud tingkah laku berupa ketaatan terhadap peraturan, norma, dan standar dari suatu organisasi melalui kedisiplinan diri dalam bekerja.

2.1.3.2. Jenis-Jenis Disiplin Kerja

Menurut Handoko (dalam Jumjuma, 2011 : 8), jenis-jenis disiplin kerja dibagi 2 (dua), yaitu :


(41)

1. Self discipline

Disiplin ini timbul karena seseorang merasa terpenuhi kebutuhannya dan telah menjadi bagian dari organisasi, sehingga orang akan tergugah hatinya untuk sadar dan secara sukarela mematuhi segala peraturan yang berlaku.

2. Command discipline

Disiplin ini tumbuh bukan dari perasaan ikhlas, akan tetapi timbul karena adanya paksaan/ancaman orang lain.

Dalam setiap organisasi, yang diinginkan pastilah jenis disiplin yang pertama, yaitu datang karena kesadaran dan keinsyafan. Akan tetapi kenyataan selalu menunjukkan bahwa disiplin itu lebih banyak di sebabkan oleh adanya semacam paksaan dari luar. Disiplin mengacu pada pola tingkah laku dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Adanya hasrat yang kuat untuk melaksanakan sepenuhnya apa yang sudah menjadi norma, etika, kaidah yang berlaku.

2. Adanya perilaku yang terkendali. 3. Adanya ketaatan.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya disiplin kerja seorang pegawai/karyawan, dapat dilihat dari:

1. Kepatuhan karyawan/pegawai terhadap peraturan yang berlaku, termasuk tepat waktu dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya.

2. Bekerja sesuai prosedur yang ada.

3. Pemeliharaan sarana dan perlengkapan dengan baik. 2.1.3.3. Tipe-Tipe Disiplin Kerja

Menurut Handoko (dalam Jumjuma, 2011 : 9) pembentukan disiplin kerja dapat dilakukan dengan 2 (dua) tipe, yaitu :

1. Disiplin preventif (preventive discipline)

Merupakan tindakan yang diambil untuk mendorong para pekerja mengikuti atau mematuhi norma-norma dan aturan-aturan sehingga penyelewengan-penyelewengan tidak terjadi.


(42)

2. Disiplin korektif (corrective discipline)

Merupakan suatu kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut.

2.1.3.4. Prinsip-Prinsip Pendisiplinan

Dengan adanya tata tertib yang ditetapkan, dengan tidak sendirinya para pegawai akan mematuhinya, maka perlu bagi pihak organisasi mengkondisikan karyawannya dengan tata tertib yang ada. Untuk mengkondisikan pegawai agar bersikap disiplin, maka dikemukakan prinsip pendisiplinan sebagai berikut:

1. Pendisiplinan dilakukan secara pribadi

Pendisiplinan ini dilakukan dengan menghindari menegur kesalahan dihadapan orang banyak, karena bila hal tersebut dilakukan menyebabkan karyawan yang bersangkutan malu dan tidak menutup kemungkinan akan sakit hati.

2. Pendisiplinan yang bersifat membangun

Selain menunjukkan kesalahan yang dilakukan karyawan, haruslah disertai dengan memberi petunjuk penyelesaiannya, sehingga karyawan tidak merasa bingung dalam menghadapi kesalahan yang dilakukan.

3. Keadilan dalam pendisiplinan

Dalam melakukan tindakan pendisiplinan, hendaknya dilakukan secara adil tanpa pilih kasih serta tidak membeda-bedakan antar karyawan.

4. Pendisiplinan dilakukan pada waktu karyawan tidak absen.

Pimpinan hendaknya melakukan pendisiplinan ketika karyawan yang melakukan kesalahan hadir, sehingga secara pribadi ia mengetahui kesalahannya.

5. Setelah pendisiplinan hendaknya dapat bersikap wajar

Hal itu dilakukan agar proses kerja dapat berjalan lancar seperti biasa dan tidak kaku dalam bersikap.

2.1.3.5. Faktor dan Indikator Disiplin Kerja

Menurut Soejono (dalam Jumjuma, 2011 : 11), disiplin kerja dipengaruhi oleh faktor yang sekaligus sebagai indikator dari disiplin kerja itu sendiri, yaitu :


(43)

1. Ketepatan waktu, para pegawai datang ke tempat kerja tepat waktu, tertib dan teratur, dengan begitu dapat dikatakan disiplin kerja baik.

2. Menggunakan peralatan dan perlengkapan dengan baik, sikap hati-hati dalam menggunakan peralatan dan perlengkapan, dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki disiplin kerja yang baik, sehingga peralatan dan perlengkapan dapat terhindar dari kerusakan.

3. Tanggung jawab yang tinggi, pegawai yang senantiasa menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya sesuai dengan prosedur dan bertanggung jawab atas hasil kerja, dapat pula dikatakan memiliki disiplin kerja yang baik.

4. Ketaatan terhadap aturan tempat bekerja.

5. Pegawai memakai seragam, menggunakan kartu tanda pengenal identitas, membuat ijin bila tidak masuk kerja, juga merupakan cerminan dari disiplin yang tinggi.

2.1.4. Lokasi

2.1.4.1. Pengertian Lokasi Bisnis

Dalam buku ajar Pengantar Bisnis, Lokasi bisnis adalah tempat yang menjadi pusat kegiatan bisnis, baik teknis, administrasi, ataupun manajerial.Lokasi juga juga mempengaruhi sukses atau tidaknya bisnis.

Berdasarkan pengertian lokasi di atas, maka dalam penelitian ini, lokasi merupakan tempat yang menjadi pusat bagi kegiatan-kegiatan dari suatu usaha bisnis dan yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang melingkupinya.

2.1.4.2. Teori Menetapkan Lokasi Usaha

Salah satu teori menetapkan lokasi usaha adalah seperti yang dikemukakan oleh Paul D. Converse, 1958 (dalam Buchari Alma, 2001 : 107) yang disebut Hukum Pemilihan Tempat Toko (Law Of Retail Trade Movement). Hukum ini menyatakan bahwa konsumen umumnya tertarik untuk belanja ke toko atau ke lokasi yang mempunyai banyak jenis dan persediaan barang dagangan, dan


(44)

memiliki reputasi sebagai lokasi yang memiliki barang bermutu dengan harga bersaing.

Berdasarkan teori di atas, maka dalam hal ini, peneliti menggunakan teori tersebut untuk digunakan dan ditujukkan kepada lokasi usaha bimbingan belajar. Dimana umumnya konsumen (dalam hal ini siswa) tertarik untuk bimbingan belajar ke tempat bimbingan belajar yang mempunyai berbagai metode dan program bimbingan belajar yang sesuai, dan memiliki reputasi sebagai lokasi yang strategis dengan harga bersaing.

2.1.4.3. Faktor-Faktor Lokasi

Dalam hal ini, terdapat beberapa faktor dari lokasi, yaitu sebagai berikut : 1. Faktor Hubungan Pasar

Ini berhubungan dengan strategi pasar yang harus dipertimbangkan berdasarkan penempatan fasilitas usaha. Ramalan permintaan membantu untuk menentukan pasar barang atau jasa. Keputusan lokasi harus diperhitungkan berdasarkan lokasi dan tingkat permintaan untuk setiap produk barang atau jasa, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut Rini Dwiastuti, dkk (2013 :140), keputusan dalam hal ini, misalnya memutuskan untuk memilih lokasi yang nyaman di suatu daerah yang lalu lintasnya padat dan dilengkapi dengan areal parkir yang luas.

Dalam hal ini, kemudahan untuk dijangkaunya suatu lokasi usaha oleh konsumen dapat mempengaruhi jumlah konsumen potensial dan pendapatan usaha. Strategi pemasaran merupakan faktor penting untuk dipertimbangkan bersama dengan faktor-faktor operasi pada waktu lokasi telah ditetapkan.

(Mahmud Machfoedz, 2007 :167) 2. Karakteristik Demografis

Ini berhubungan dengan keadaan/struktur penduduk berdasarkan usia, jenis kelamin, tempat tinggal, dsb yang akan berpengaruh terhadap bentuk, mutu, dan jumlah barang atau jasa yang akan diproduksi dan dijual yang ditentukan oleh


(45)

tingkatan pendapatan, pekerjaan, dan pendidikan. Perbedaan ini akan menentukan daya beli konsumen. Demikian pula selera dan mode barang atau jasa yang mereka senangi dipengaruhi oleh faktor tersebut. Jadi jalannya suatu usaha harus menetapkan tipe konsumen mana yang akan mereka layani. Jika telah diketahui, maka masyarakat dapat dievaluasi dengan membedakan karakteristik demografisnya, yaitu :

- Kekuatan daya beli dari pembeli potensial. - Apa pekerjaan dan dimana mereka bekerja. - Kendaraan yang mereka gunakan.

- Usia.

- Status keluarga.

- Kegiatan konsumen pada waktu libur.

Karakteristik konsumen di atas harus selalu diperhatikan, karena jika masyarakat berubah, maka cara konsumsi mereka berubah pula.

3. Kondisi Ekonomi

Keadaan ekonomi ini dapat diukur dengan menilai hasil bidang pekerjaan pada masyarakat yang mencerminkan kesempatan kerja, pendapatan, dan pertumbuhan penduduk setempat.

Kekuatan daya beli suatu masyarakat dicerminkan oleh : - Jumlah orang yang bekerja dan jenis pekerjaannya

- Jumlah penerimaan dan rata-rata gaji per keluarga - Jumlah dan kecenderungan deposito di bank


(46)

4. Kecenderungan Penghasilan Penduduk

Usaha di bidang jasa sebaiknya ditempatkan di lokasi penduduk yang mempunyai pendapatan tetap, apalagi bila jumlahnya besar. Hal ini dimaksudkan agar mengatasi masalah pembayaran terhadap produk barang atau jasa di dalam masyarakat karena tentu usaha di bidang jasa tidak mau menjual produk barang atau jasa secara kredit. Dengan demikian, maka akan timbul rasa saling mempercayai dan tanggung jawab sesama.

5. Persaingan

Apakah persaingan ini baik atau tidak bagi suatu usaha, sangat tergantung kepada kemampuan dan kinerja dari pihak-pihak dalam usaha tersebut. Banyaknya suatu usaha sejenis yang berlokasi pada satu tempat dan menjadi pusatnya akan menarik banyak konsumen. Lokasi pesaing juga dapat berpengaruh terhadap tingkat disukai atau tidaknya suatu lokasi. Adanya saingan ini akan menjadi tantangan dan membangkitkan ambisi suatu usaha untuk mengatasi para saingannya.

6. Iklim Sosial dan Perdagangan.

Dalam memilih lingkungan masyarakat tertentu untuk mendirikan usaha bisnis, maka dipertimbangkan apakah di lingkungan tersebut baik pula dipakai untuk rumah tinggal. Faktor ini akan sangat menunjang keberhasilan usahanya. Dengan demikian, mereka akan menampilkan diri secara lebih luas di masyarakat sekitarnya. Kemudian perlu dipertimbangkan segala fasilitas yang ada di lingkungannya seperti bank, angkutan umum, perusahaan jasa, dan fasilitas listrik, air, telepon, dan sebagainya. Juga perlu dipertimbangkan fasilitas lainnya seperti sekolah, mesjid, tempat hiburan, dan rumah sakit, atau klinik kesehatan, yang juga cukup menunjang keberhasilan bisnis.


(47)

2.1.5. Bimbingan Belajar

2.1.5.1. Pengertian Bimbingan Belajar

Menurut Winkel, 1981 (dalam P. Iqlima Mudmainnah, 2012 : 30), bimbingan belajar ialah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar, dan dalam memilih jenis atau jurusan sekolah lanjutan yang sesuai. Sedangkan menurut Thantawi, 2005 (dalam P. Iqlima Mudmainnah, 2012 : 30), bimbingan belajar adalah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu individu atau peserta didik dalam mengembangkan diri, sikap, dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan untuk pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi.

Berdasarkan pengertian bimbel di atas, maka dalam tulisan ini, bimbingan belajar merupakan bimbingan yang menawarkan dan memberikan cara-cara, metode dan sistem yang tepat dan efektif bagi proses belajar siswa di samping menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan siswa.

2.2. Hipotesis

Banyak pengertian dari hipotesis diantaranya menurut Sugiyono (2010 : 93) yang mendefinisikan hipotesis adalah sebagai berikut :

“Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan.”

Dalam hal ini, penulis mengemukakan hipotesis, yaitu :

Ho : “ Tidak ada pengaruh positif dan signifikan antara pengaruh pelayanan, disiplin kerja dan lokasi terhadap keputusan konsumen dalam memilih bimbingan belajar di Ganesha Operation (GO) Hayam Wuruk, Medan.”


(48)

Ha : “ Ada pengaruh positif dan signifikan antara pengaruh pelayanan, disiplin kerja dan lokasi terhadap keputusan konsumen dalam memilih bimbingan belajar di Ganesha Operation (GO) Hayam Wuruk, Medan.”

2.3. Definisi Konsep

Banyak pengertian dari konsep diantaranya menurut H. Judistira K. Garna (1996 :138) yang mendefinisikan konsep adalah sebagai berikut :

“Konsep ialah kata, atau istilah ilmiah yang menyatakan suatu idea tau pikiran umum tentang sifat-sifat suatu benda, peristiwa, gejala: atau istilah yang mengemukakan tentang hubungan antara satu gejala dengan gejala lainnya.”

Untuk mendapatkan batasan yang jelas dari masing-masing konsep yang diteliti, maka dalam hal ini penulis mengemukakan definisi dari konsep yang dipergunakan, yaitu :

1. Keputusan Konsumen

Menurut Schiffman dan Kanuk, 1994 (dalam Ujang Sumarwan, 2002 :289), keputusan konsumen merupakan suatu tindakan pemilihan terhadap dua atau lebih pilihan alternatif dari konsumen. Dimana seorang konsumen yang hendak melakukan pilihan, maka ia harus memiliki pilihan alternatif.

2. Pelayanan, disiplin kerja dan lokasi

Dalam hal ini, pelayanan diartikan sebagaikemampuan bimbingan bekajar untuk memberikan pelayanan secara akurat, handal dapat dipercaya dan bertanggungjawab. Disiplin kerja diartikan sebagai sikap dan perilaku dari seseorang yang diimplementasikan dalam wujud tingkah laku berupa ketaatan terhadap peraturan, norma, dan standar dari suatu organisasi melalui kedisiplinan diri dalam bekerja. Sedangkan lokasi merupakan tempat yang menjadi pusat bagi kegiatan-kegiatan dari suatu usaha bisnis dan yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang melingkupinya.


(49)

3. Konsumen

Dalam penelitian ini, konsumen yang dimaksud adalah siswa kelas 3 SMA yang bimbingan belajar di Ganesha Operation, Jalan Hayam Wuruk No.7 ABC, Medan.

4. Bimbingan Belajar

Menurut Thantawi, 2005 (dalam P. Iqlima Mudmainnah, 2012), bimbingan belajar adalah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang membantu individu atau peserta didik dalam mengembangkan diri, sikap, dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan untuk pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi.

2.4. Definisi Operasional

Definisi operasional terhadap variabel penelitian beserta penjelasannya dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pelayanan, Disiplin Kerja, dan Lokasi

Pelayanan meliputi dimensi bukti fisik, keandalan, tanggapan, jaminan dan kepedulian. Disiplin Kerja meliputi faktor ketepatan waktu, penggunaan peralatan dan perlengkapan yang baik, tanggung jawab tinggi dan ketaatan. Lokasi meliputi faktor hubungan pasar, karakteristik demografis, kondisi ekonomi, kecenderungan penghasilan penduduk, persaingan, iklim sosial dan perdagangan.

2. Keputusan Konsumen

Keputusan konsumen merupakan seleksi konsumen terhadap dua pilihan alternatif atau lebih (Leon Schiffman dan Leslie Lazar Kanuk, 2007 : 485).


(50)

Tabel 2.1. Operasional Variabel

Variabel Indikator Sub Indikator

Pelayanan (X1) Bukti fisik, keandalan, tanggapan, jaminan dan kepedulian Fasilitas Kinerja Informasi Kepercayaan Perhatian

Disiplin Kerja (X2)

Ketepatan waktu, penggunaan yang baik, tanggung

jawab dan ketaatan

Ketertiban dan Keteraturan Sikap kehati-hatian Bekerja Sesuai Prosedur

Ketaatan Terhadap Aturan

Lokasi (X3) Hubungan pasar, demografis, ekonomi, penghasilan, persaingan, iklim sosial dan perdagangan Kemudahan Keadaan/Struktur Penduduk Jumlah Penerimaan/Gaji Pendapatan Tetap Lokasi, Pusat Pesaing

Lingkungan

Keputusan Konsumen (Y)

Tindakan

Konsumen Membeli Barang atau Jasa Seleksi Konsumen Memilih Barang atau Jasa


(51)

2.5. Penelitian Terdahulu

Tabel 2.2. Penelitian Terdahulu

No Peneliti Sumber Judul Penelitian Hasil Penelitian 1 Alfiariny

Wigi Utari 090907120 (2014) Skripsi Jurusan Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik USU Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Lokasi Terhadap Keputusan Menginap (Studi pada Hotel Cherry Red Medan) Menunjukkan kualitas pelayanan dan lokasi secara serempak

berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menginap serta kualitas pelayanan dan lokasi memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan

menginap pada PT. Hotel Cherry Red Medan

2 Jumjuma 087019029 (2011) Tesis Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana USU Analisis Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Prestasi Kerja Dosen Politeknik Negeri Medan Menunjukkan bahwa disiplin kerja dan motivasi

kerja secara serempak mempunyai pengaruh signifikan terhadap prestasi kerja

3 Panji Wirawan A211 08 296

Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Pengaruh Dimensi Kualitas Menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan


(52)

(2012) Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Hasanuddin Makassar Layanan Terhadap Tingkat Kepuasan Nasabah PT. Bank Mega Tbk

Cabang Makassar

yang terdiri dari : tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty

berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan nasabah pada PT. Bank Mega, Tbk. Cabang Makassar.

4 Royana Maranata I. Manurung 090907143 (2014) Skripsi Jurusan Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik USU Pengaruh Produk dan Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Hotel Inna Dharma Deli Medan Menunjukkan bahwa produk dan pelayanan secara serempak

berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Inna Dharma Deli Medan


(53)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Bentuk Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiatif. Menurut Azuar Juliandi (2013 : 14), penelitian asosiatif adalah penelitian yang berupaya mengkaji bagaimana suatu variabel memiliki keterkaitan atau berhubungan dengan variabel lain, atau apakah suatu variabel dipengaruhi oleh variabel lainnya, atau apakah suatu variabel menjadi sebab perubahan variabel lainnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang di dalamnya mengandung teknik analisa data kuantitatif, proses, hipotesis, dan kesimpulan data dengan penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, dan kepastian data numerik.

3.2. Lokasi Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada salah satu cabang bimbingan belajar Ganesha Operation yang ada di kota Medan, yaitu di Bimbel Ganesha Operation (GO) yang terletak di Jalan Hayam Wuruk No. 7 ABC, Medan. Penelitian ini dilakukan selama 6 hari, yang dimulai dari tanggal 3 Mei 2014 sampai tanggal 9 Mei 2014, dimana sebelumnya proposal penelitian skripsi ini telah selesai diseminarkan, direvisi, di-acc untuk riset ke Bimbel Ganesha Operation dan surat izin penelitian diterima oleh pihak Ganesha Operation Hayam Wuruk, Medan.


(54)

3.3. Populasi dan Sampel 3.3.1. Populasi

Banyak pengertian dari populasi diantaranya menurut Sugiyono (2010 :115) yang mendefinisikan populasi adalah sebagai berikut:

“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”

Pada penelitian ini, populasi yang akan diambil adalah seluruh siswa kelas 3 SMA yang bimbingan belajar di Ganesha Operation Hayam Wuruk, Medan yaitu sebanyak 850 orang.

3.3.2. Sampel

Banyak pengertian dari sampel diantaranya menurut Sugiyono (2010 :116) yang mendefinisikan sampel adalah sebagai berikut :

“Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.”

Berdasarkan rumus Slovin, jumlah sampel yang mewakili populasi dalam penelitian ini adalah :

� = � 1 +��2

Keterangan :

n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi

e = Nilai kritis (batas ketelitian) yang diinginkan (persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan penarikan sampel : 10 % = 0,1).


(55)

�= 850 1 + 850(0,1)2 � = 850

1 + 8,5

�= 89

Maka sampel yang digunakan oleh penulis berjumlah 89 orang, digenapkan menjadi 90 orang.

3.3.2.1. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik yang dipilih peneliti dalam penelitian ini adalah teknik non probability sampling.

Banyak pengertian dari teknik non probability sampling diantaranya menurut Sugiyono (2010 :120) yang mendefinisikan teknik non probability sampling adalah sebagai berikut:

“Non Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.”

Teknik non probability sampling yang dipakai adalah dengan teknik sampling insidental.

Teknik sampling insidental merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2010 : 122).


(56)

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data-data, informasi, keterangan serta fakta-fakta yang dibutuhkan untuk penelitian ini, maka dilakukan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

1. Pengumpulan data primer (primary data)

Pengumpulan data primer (primary data) merupakan pengumpulan data yang diperoleh melalui penelitian dengan turun langsung ke lokasi penelitian untuk mencari fakta yang berkaitan dengan masalah yang diteliti yang dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

a. Angket (Kuisioner)

Banyak pengertian dari angket (kuisioner) diantaranya menurut Puguh Suharso (2009 : 89) yang mendefinisikan angket (kuisioner) adalah sebagai berikut :

“Angket (kuesioner) adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya untuk dijawab oleh responden terpilih, dan merupakan suatu mekanisme pengumpulan data yang efisien jika peneliti mengetahui dengan tepat apa yang diperlukan dan bagaimana mengukur variabel penelitian.”

Dalam penelitian ini, angket akan diberikan kepada responden yang merupakan siswa kelas 3 SMA yang bimbingan belajar di Ganesha Operation (GO) Hayam Wuruk Medan untuk mendapatkan data primer yang dibutuhkan oleh peneliti. b. Observasi (Pengamatan).

Observasi terhadap objek penelitian akan dilakukan secara langsung di lokasi penelitian guna mendapatkan data primer.

2. Pengumpulan Data Sekunder (Secondary Data)

Pengumpulan Data Sekunder (Secondary Data) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan pengumpulan data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder untuk mendukung data primer.


(57)

Dalam penelitian ini, penulis hanya akan menggunakan Studi Dokumentasi sebagai cara untuk memperoleh data sekunder .

Banyak pengertian dari dokumentasi diantaranya menurut Puguh Suharso (2009 : 104) yang mendefinisikan dokumentasi adalah sebagai berikut :

“Dokumentasi adalah data sekunder yang disimpan dalam bentuk dokumen atau file (catatan konvensional maupun elektronik), buku, tulisan, laporan, notulen rapat, majalah, surat kabar, dan lain sebagainya.”

Pengumpulan data dengan cara ini akan diperoleh dengan menggunakan catatan-catatan atau dokumen-dokumen yang ada di lokasi penelitian atau sumber-sumber lain yang terkait dengan penelitian.

3.5. Teknik Penentuan Skor

Untuk mengolah data hasil kuesioner dan menghasilkan data kuantitatif yang akurat, maka peneliti membutuhkan teknik pengolahan data kuesioner dengan menggunakan skala pengukuran. Skala pengukuran yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang variabel penelitian.

Dalam Skala Likert, untuk keperluan analisis kuantitatif, peneliti akan memberikan responden lima tipe alternatif jawaban beserta pemberian skornya terhadap item-item instrumen yang berupa pernyataan dalam bentuk checklist. Adapun kelima tipe alternatif jawaban beserta dengan pemberian skornya dalam penelitian ini nantinya adalah sebagai berikut :

1) Untuk pilihan jawaban Sangat Setuju diberi skor 5. 2) Untuk pilihan jawaban Setuju diberi skor 4.

3) Untuk pilihan jawaban Kurang Setuju diberi skor 3. 4) Untuk pilihan jawaban Tidak Setuju diberi skor 2.


(58)

3.6. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini nantinya adalah teknik analisis data kuantitatif yang merupakan suatu pengukuran yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat dihitung dengan jumlah satuan tertentu atau dinyatakan dengan angka-angka. Metode analisis data yang digunakan dengan bantuan program SPSS dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

3.6.1. Pengujian Instrumen

3.6.1.1. Validitas Dan Pengujian Validitas

Banyak pengertian dari validitas diantaranya menurut Sugiyono (2010 : 172) yang mendefinisikan validitas adalah sebagai berikut:

“Validitas berarti instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.”

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengukur apa yang ingin diukur. Hasil penelitian dikatakan valid apabila terdapat kesesuaian antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya yang terjadi pada objek yang diteliti. Sedangkan penelitian yang dikatakan tidak valid apabila ada ketidaksesuaian antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek. Bila suatu alat ukur sudah dikatakan valid, maka selanjutnya dapat dilakukan pengujian reliabilitas alat ukur. Sebaliknya bila alat ukur dikatakan tidak valid, maka alat ukur yang telah digunakan sebelumnya harus dievaluasi atau diganti dengan alat ukur yang lebih tepat atau efektif.

Menurut Sugiyono (2010 : 248), untuk mengetahui korelasi X terhadap Y digunakan rumus :

�= �(��)−(�)(�)

�[��2−()2]. [��2−()²]

Keterangan :

r : koefisien korelasi antar variabel X (skor subyek tiap butir) dengan variabel Y (total skor subyek dari keseluruhan butir)


(59)

n : jumlah sampel

X : jumlah skor x Y : jumlah skor y

Penyajian akan dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 20.0 dengan kriteria pengujian validitas sebagai berikut :

Jika r hitung > r tabel pada taraf signifikasi 5 %, maka pernyataan dikatakan valid. Jika r hitung < r tabel pada taraf signifikasi 5 %, maka pernyataan dikatakan tidak valid.

3.6.1.2. Reliabilitas Dan Pengujian Reliabilitas

Banyak pengertian dari instrumen reliabel diantaranya menurut Sugiyono (2010 : 172-173) yang mendefinisikan instrumen reliabel adalah sebagai berikut: “Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.”

Uji reliabel dimaksudkan untuk mengetahui adanya ukuran dalam penggunaannya. Instrumen yang reliabel menghasilkan jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji ini juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran pada subjek yang sama atau dengan kata lain untuk menunjukkan adanya kesesuaian antara sesuatu yang diukur dengan alat pengukuran yang dipakai.

Menurut Sugiyono (2010 : 186), rumus Spearman Brown adalah sebagai berikut :

�� =1 +2��

Keterangan :

ri = koefisien reliabilitas


(60)

Jika nilai koefisien reliabilitas ri ≥ 0,6 maka instrumen memiliki

reliabilitas yang baik dan terpercaya. Pengujian dibantu dengan menggunakan SPSS 20.0.

3.6.2. Pengujian Asumsi Klasik 3.6.2.1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan apakah dalam model regresi, variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal yang dapat dilihat dari probability plot yang membandingkan distribusi komulatif dengan distribusi normal. Distribusi normal membentuk suatu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan membandingkan dengan garis diagonalnya. Jika distribusi normal, maka garis yang menggambarkan garis normalnya akan mengikuti garis sebenarnya.

3.6.2.2. Uji Heteroskedastisitas

Uji ini dilakukan untuk menganalisis apakah dalam suatu model regresi tidak terdapat kesamaan suatu model varian dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Kita dapat melihatnya dalam grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). Dasar analisis yang digunakan adalah jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu atau teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya, apabila titik-titik menyebar di bawah dan di atas garis 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.6.2.3. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji dalam model regresi apakah ditemukan adanya korelasi antara variabel-variabel bebas atau tidak. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel ini tidak ortogonal. Variabel


(61)

ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol.

Dalam penelitian ini, teknik untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi adalah melihat dari nilai Varience Inflation Factor (VIF) dan nilai tolerance, dimana nilai tolerance mendekati 1 atau tidak kurang dari 0,10 serta nilai VIF di sekitar angka 1 serta tidak lebih dari 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas antara variabel bebas dalam model regresi.

3.6.3. Analisis Tabel Tunggal

Analisis tabel tunggal adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang mudah dibaca dan diinterpretasikan. Dalam penelitian ini, peneliti akan merujuk pada sistem penyajian data yang diperoleh dari hasil jawaban responden, dimana metode pengumpulan data dilakukan melalui metode kuesioner yang disebarkan kepada responden sebanyak 90 orang (siswa/i yang bimbingan belajar di GO Hayam Wuruk Medan).

3.6.4. Analisis Regresi Berganda

Dalam upaya menjawab permasalahan dalam penelitian ini, maka digunakan analisis regresi linear berganda (multiple regression). Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai-nilai variabel independen yang diketahui (Ghozali, 2001).

Untuk regresi yang variabel independennya terdiri atas dua atau lebih regresinya disebut juga regresi berganda. Oleh karena variabel independen dalam penelitian ini mempunyai variabel yang lebih dari dua, maka regresinya disebut regresi berganda.


(1)

c. Uji Heterokedastisitas

5. Uji Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 3,197 6,380 ,501 ,618

Pelayanan 1,043 ,218 ,472 4,783 ,000

Disiplin

kerja ,541 ,265 ,206 2,040 ,044

Lokasi ,482 ,175 ,231 2,750 ,007


(2)

6. Uji Hipotesis F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 3793,229 3 1264,410 54,130 ,000b

Residual 2008,871 86 23,359

Total 5802,100 89

a. Dependent Variable : keputusan konsumen

b. Predictors : (Constant), lokasi, pelayanan, disiplin kerja

7. Uji Koefisien Determinasi (R2)

a. Uji Koefisien Determinasi (R2) Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi secara bersama-sama terhadap Keputusan Konsumen

Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,809a ,654 ,642 4,833

a. Predictors : (Constant), Lokasi, Pelayanan, Disiplin Kerja

b. Uji Koefisien Determinasi (R2) Pelayanan terhadap Keputusan Konsumen Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,764a ,584 ,579 5,236


(3)

c. Uji Koefisien Determinasi (R2) Disiplin Kerja terhadap Keputusan Konsumen Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,702a ,493 ,487 5,782

a. Predictors : (Constant), Disiplin Kerja

d. Uji Koefisien Determinasi (R2) Lokasi terhadap Keputusan Konsumen Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,642a ,413 ,406 6,223


(4)

LAMPIRAN 17

Gambar-Gambar Sehubungan Dengan Penelitian

Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan Dengan Kantor Akademik di Sebelahnya

Peneliti (yang sedang berdiri) sedang memberitahu responden tentang cara mengisi angket/kuesioner penelitian

Peneliti (yang sedang berdiri) sedang mengamati responden mengisi angket/kuesioner


(5)

Salah satu buku yang dikeluarkan Bimbingan Belajar GO, yaitu tentang kumpulan soal SNMPTN/SBMPTN untuk kelas 3 SMA yang berjurusan IPA

Siswa kelas 3 SMA yang bimbingan belajar intensif di GO Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan tampak sedang mengisi angket/kuesioner penelitian


(6)

Tampak dari depan Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

Tampak dari samping Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

Tampak seorang pengajar Bimbel GO Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan sedang berdiskusi belajar dengan siswa/i di ruangan TST (Tutorial Service Time) yang berada di luar kelas


Dokumen yang terkait

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN SISWA DALAM MEMILIH BIMBINGAN BELAJAR DI GANESHA Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Siswa Dalam Memilih Bimbingan Belajar Di Ganesha Operation Surakarta.

0 1 11

PENDAHULUAN Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Siswa Dalam Memilih Bimbingan Belajar Di Ganesha Operation Surakarta.

0 1 8

NASKAH PUBLIKASI Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Siswa Dalam Memilih Bimbingan Belajar Di Ganesha Operation Surakarta.

1 3 27

TANGGAPAN PESERTA DIDIK TERHADAP PENYELENGGARAAN BIMBINGAN BELAJAR DI GANESHA OPERATION MEDAN (STUDI KASUS PESERTA DIDIK SMA GANESHA OPERATION UNIT HAYAM HURUK MEDAN).

0 6 25

Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

0 1 24

Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

0 0 2

Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

0 0 7

Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

1 4 19

Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

0 0 3

Pengaruh Pelayanan, Disiplin Kerja dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Bimbingan Belajar Ganesha Operation Jl. Hayam Wuruk No. 7 ABC Medan

0 0 24