Tes fungsi paru-paru Pemeriksaan diagnostik PPOK

d. Fungsi eksekutif

Fungsi eksekutif meliputi kemampuan untuk membuat rencana, beradaptasi, menangani konsep abstrak, dan menyelesaikan masalah, digabung dengan aspek sosial dan kepribadian misalnya inisatif, motivasi, dan inhibisi Ginsberg, 2005.

e. Visuospasial

Merupakan kemampuan konstruksional seperti menggambar atau meniru berbagai macam gambar misal lingkaran dan menyusun balok-balok. Semua lobus berperan dalam kemampuan konstruksi. Sidiarto, 2003 dalam Hamidah, 2011.

f. Bahasa

Kelainan pada bahasa merupakan syarat pertama untuk menegaskan adanya bukti hilangnya sebagian besar fungsi otak dapat lebih spesifik pada region otak berdasarkan kerja pada broca Larner, 2008.

3. Anatomi Fungsional pada Fungsi Kognitif

Fungsi kognitif terbagi dalam beberapa fungsi namun masing-masing fungsinya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, tetapi sebagai kesatuan yang disebut sistem limbik Hamidah, 2011. Sistem limbik terdiri dari amigdala, hipokampus, nukleus talamik anterior, girus subkalosus, girus cinguli, girus parahipokampus, formasio hipokampus, dan korpus mamillare. Sementara alveus, fimbria, formiks, traktus mamilotalamikus, dan striae terminalis membentuk jaras-jaras penghubung sistem ini. Gambar 2.1 Sumber : http:spinwarp.ucsd.eduNeurowebText Para sentral limbik meliputi memori, pembelajaran, motivasi, emosi, fungsi neuroendokrin, dan aktivitas otonom. Struktur otak berikut bagian dari sistem limbik : a Amigdala, terlibat dalam pengaturan emosi, dimana pada hemisfer kanan predominan untuk belajar emosi dalam keadaan tidak sadar, dan pada hemisfer kiri predominan untuk belajar emosi pada saat sadar. b Hipocampus, terlibat dalam pembentukan memori jangka panjang, pemeliharaan fungsi kognitif yaitu proses belajar. c Girus parahipokampus, berperan dalam pembentukan memori spasial. d Girus cinguli, mengatur fungsi otonom seperti denyut jantung, tekanan darah, dan kognitif yaitu atensi. Korteks cinguli anterior ACC merupakan struktur limbic terluas, berfungsi pada afektif, kognitif, otonom, perilaku dan motorik. e Forniks, membawa sinyal dari hipokampus ke mammilary body, dan septal nukelus, forniks berperan dalam memori dan pembelajaran.

Dokumen yang terkait

Gambaran EKG Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan Tahun 2012

6 113 83

Hubungan Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis dengan Xerostomia

6 77 65

Karakteristik Umum Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Eksaserbasi Akut di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2009

1 34 78

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) EKSASERBASI AKUT YANG DI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PARU JEMBER

1 41 15

Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)Eksaserbasi Akut yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Paru Jember

1 21 5

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK MAKROLIDA PADA PASIEN EKSASERBASI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) (Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu)

2 10 27

Gambaran Fungsi Kognitif Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang

1 10 112

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Penyakit Paru Obstruktif Kronis Di Rs Paru Ario Wirawan Salatiga.

0 3 14

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)Di BBKPM Surakarta.

1 7 13

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis 2.1.1. Defenisi, Etiologi, dan Faktor Risiko - Gambaran EKG Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan Tahun 2012

0 0 31